[FF Freelance] SeeD… (Chapter 3)

page3Title : SeeD … (chapter 3)

Name Author : mrs_DuYo

Rating : 15

Length : chaptered

Genre : fantasy

Main Cast : Yoon Dujun, Park Shin Ji (OC), Kang Seung Yoon

Support Cast : Park Shin Hye, Yang YoSeob,

Disclaimer  : this ff original mine. dont copast without my permission. RCL PLEASE  🙂 go visit duyob2st.wordpress.com . thank you

Previous: Chapter 1, Chapter 2,

“Shin Ji-ya, kau harus berhati-hati dengan Seung Yoon. Bukankah sudah ku…” “SEBENARNYA KAU SIAPA?” potongku sambil menjerit.

“Baiklah, aku akan menceritakan semuanya…” ia berhenti sejenak, “Nama ku adalah Yoon Dujun, aku lebih senang jika dipanggil Doo. Aku adalah seorang Seelen Der tapi aku bersifat Gut, biasa nama istilah untuk kami adalah Seelen Der Gut. Gut adalah para arwah yang menyelamatkan manusia dari Seelen Der Toten. Bagaimana punToten  adalah sekelompok arwah jahat yang berusaha membunuh manusia. Awal dari nama Toten adalah Schlecht (jahat) namun mereka berevolusi menjadi Toten.Sedangkan Gut tetap sama saja dengan yang dulu.”

Seelen Der Gut? Toten? Aku masih tidak mengerti, Dujun-ssi.” aku terduduk lesehan dan ia juga ikut terduduk.

“Yang akan mengerti hanya sebangsa kami saja. Kalian manusia hanya perlu berhati-hati.” Lanjut nya.

“Berhati-hati terhadap?”

Seelen Der Toten. Walaupun kekuatan kami sama tapi Toten memiliki hawa nafsu yang kuat dan tidak bisa ditahan. Contoh kejadian tadi, jadi kau harus berhati-hati.”

“Dimana biasa tempat para arwah itu berkumpul?”

Dark Grey Ocean.

Dark Grey?”

Iya, Dark Grey! Biasanya kami dikumpulkan secara terpisah. Tapi tetap satu tempat, aku dan kelompok ku ada dibagian Grey dan sekelompok Toten berada dibagian Dark. Dan biasanya kelompok Toten disebut dengan Dom tapi itu bagi para arwah yang sudah memiliki sebuah tanduk. Bisa dibilang para tetua. Tapi kalau arwah baru disebut Domino. Kalau kelompok ku, Gut, biasa disebut dengan Dow dan sebutan itu hanya untuk para tetua tapi kalau arwah muda atau baru seperti ku disebut Shadow.”

“Sebutannya aneh-aneh sekali haah.” Ucap ku seraya tersenyum getir.

Domino dan Shadow biasanya adalah arwah yang datang tidak jelas darimana…” “Lah? Kok begitu?”

“Aku senang kau bertanya tapi akan lebih baik jika kau diam dahulu sampai penjelasanku selesai, nona. Bukan tidak jelas darimana, tapi arwah Domino danShadow biasanya datang tiba-tiba ke dunia Seelen karena ia belum menemukan tubuhnya dimana. Tapi aku sudah menemukan tubuhku, hanya saja ketika itu aku tidak bisa masuk lagi. Bukan tidak bisa masuk lagi, tapi belum waktunya aku kembali ke tubuh ku.”

“Lalu, bagaimana cara membedakan arwah Domino dan Shadow? Bukankah sulit?”

“Sulit jika belum menemukan tubuh mereka, itulah kelemahan para arwah yang tidak bisa menemukan tubuh nya. Karena, sementara ia harus masuk ke sekelompokDomino. Setelah ketemu, mereka harus lanjut ke sekelompok Shadow untuk membersihkan dosa-dosa mereka yang perbuat selama di dunia. Tapi cara membedakannya adalah dari warna, sering kali ku temui Domino berwarna Dark tapi Shadow berwarna Grey, sesuai dengan tempat mereka.”

“Apa yang mereka lakukan jika sudah selesai di sekelompok Shadow?” aku mengamati dengan serius pembicaraan ini. Tak ada yang ingin ku lewatkan.

“Tentu saja kembali ke dunia manusia. Kelebihan dari Domino adalah mereka bisa masuk ke tubuh manusia. Tetapi, kelompok ku juga bisa melakukan itu. Dan ketika mereka kembali ke tubuh nya, mereka akan ingat segala kejadian yang mereka alami selama menjadi Seelen Der tapi rasa suka atau cinta pada manusia akan menghilang setengah rasa, karena harus setengah dari rasa itu terpakai untuk menahan rasa sakitnya ketika arwah dikembalikan ke tubuhnya.”

“Apakah Shadow juga merasakan hal yang sama?” aku bertanya lagi, aku benar-benar penasaran dengan cerita ini. Bagaikan mitos ataupun ini benar-benar fakta, aku ingin mendengar semuanya.

Dujun tidak menjawab pertanyaan ku, ku lihat ia sudah tidak ada disamping ku. Aku melirik kesana dan kemari namun ia benar-benar menghilang. Aku melihat tulisan disampingku.

Teman mu segera datang, akan ku lanjutkan dirumah nanti! Bersabarlah!

Kreek!!

Pintu atap sekolah terbuka lebar, “Shin Ji-ya, apa kau disana?” aku mengenal suara ini.

“Ya, aku disini. Ada apa?”

“Apa kau bolos?”

“Ya, aku takut jika Seung Yoon menghampiri ku ke kelas.”

“Kebetulan sekali, pas ia kehilangan jejak mu. Ia langsung ke kelas untuk mencari mu.”

“Apa dia, apa dia marah-marah?”

“Sedikit, ku lihat wajah nya seperti orang kesal saja.”

“Ohh…”

Ayo, Shin Ji, berpikir lah dengan jernih. Itu bukan lah Seung Yoon yang kau kenal. Seung Yoon yang kau kenal adalah seseorang yang penyayang, lembut, baik.

“Oh iya, Shin Ji-ya, omong-omong ketika kau berlari, aku hanya melihat mu berlari sendirian loh.” Tutur Yosoeb.

“Ne?”

~~~

“Oh iya, Shin Ji-ya, omong-omong ketika kau berlari, aku hanya melihat mu berlari sendirian loh.” Tutur Yosoeb.

“Ne?”

Apakah dia tidak melihat Dujun? Berarti hanya aku saja yang bisa melihatnya?

“Iya, aku hanya melihat kau berlari sendirian. Dan Seung Yoon mengejar-ngejar mu ketika kau berbelok ke kanan, ia juga ikut belok namun beberapa menit kemudian ia kembali lagi dengan wajah yang kesal.” Aku sedikit gugup mendengar cerita teman ku. Bagaimanapun, aku tadi berlari ditarik oleh Dujun, bukan?

“Aku, aku memang tadi berlari sendiri kok.”

“Lalu, kau ada masalah apa dengan Seung Yoon?”

“Tidak ada kok.”

“Benarkah?”

Aku mengangguk dengan yakin agar ia percaya. Kemudian, Yoseob melirik jam tangannya, “Sudah yuk kita ke kelas. Lima menit lagi kita pulang loh.”

Aku dan Yoseob bergegas meninggalkan atap sekolah menuju ruang kelas, untuk bersiap-siap untuk pulang.

Setiba dirumah, aku melihat sepucuk surat diatas meja makan ku dan beberapa makanan yang sudah dihidangkan didalam tudung saji.

Makanlah, aku sudah menyiapkannya untuk mu. D

Aku membuka tudung saji yang ada dihadapanku.disana terdapat beberapa jenis masakan yang telah disajikan. Tidak mungkin ini buatan Dujun, tapi inisial itu berhuruf D. Aku mencuci tanganku terlebih dahulu dan mulai menyantap hidangan itu.

“Ini enak..” gumam ku sendiri dalam kunyahanku.

“Bagaimana? Enak kan?” tanya nya yang muncul tiba-tiba.

“Ini memang enak, kau pandai memasak, tuan Seelen!” ku harap ia tidak melupakan hutang ia untuk melanjutkan cerita yang terpotong tadi.

“Kau tahu? Kelemahan dari Shadow adalah ia bisa melupakan segala hal yang pernah terjadi selama menjadi Seelen Der. Termasuk rasa cinta jika ia jatuh cinta.” Ia memulai ceritanya selama aku masih makan. Aha! Bingo sekali.

“Maksudmu? Tuan Seelen jika arwah mu berkeliaran dimana-mana, apa yang dilakukan oleh tubuhmu?” tanya ku hati-hati takut menyinggung perasaannya.

“Tubuh? Tubuh arwah Shadow atau Domino terlihat seperti orang tidur tapi kebanyakan dokter itu bilang ini itu, berlebihan. Mereka dengan mudahnya menyatakan bahwa kalau tubuh-tubuh itu koma. Tapi, tidak jelas sakit apa.”

Aku menghabiskan makanan ku di suapan terakhir, “Dan arwah Shadow akan melupakan segala-galanya ketika kembali di dunia, itu maksudmu apa?”

“Hmm… itu, karena pada leluhur beribu tahun yang lalu. Seorang Dow menjadi arwah semacam Shadow karena pada saat itu, ia masih muda seperti ku. Ia sudah meninggal, namun meminta kepada tetua di Dow untuk kembali ke dunia manusia. Karena, ia jatuh cinta pada seorang wanita yang masih hidup didunia. Tidak mungkin bukan? Tapi tetua kelompok kami mengizinkan dengan syarat ya seperti yang ku jelaskan tadi.”

“Lalu? Ia menerima persyaratan itu?”

Dujun mengangguk, “Ketika kembali ke dunia manusia, ia bagaikan seperti hantu yang bangkit dari kubur. Bagaimana tidak? Ia meninggal dan sudah dikubur selama 3 bulan. Namun, hidup kembali. Dan ia benar-benar seperti orang amnesia karena melupakan wanita itu. Walaupun wanita itu telah membantu ingatannya kembali.”

“Usaha yang sia-sia.” Gumam ku, “Apa?”

“Tidak, jika kau disuruh memilih kau akan pilih Shadow atau Domino?

“Tidak keduanya…”

“Kenapa?”

“Entahlah… aku hanya merindukan dunia manusia… tidak ingin terus-terusan menjadi seperti ini…”

Menjadi Domino aku akan banyak melakukan perbuatan dosa. Dan menjadi Shadowtidak diperbolehkan untuk menyukai manusia selama masih bertugas. Terlalu menyakitkan…

Aku bergeming, sejenak aku merasakan takut disekujur tubuh ku. Takut akan kehilangan dia, takut akan arwah Toten, takut akan segala-galanya..

“Kau takut?”

“Eh?”

“Maaf, membaca pikiran mu dengan lancang. Itu salah satu kelebihan dari kelompok ku. Selain itu, kami bisa mengenal lebih cepat tubuh yang dimasukin arwah Totendibanding Toten mengenal kami.”

“Ya, aku benar-benar takut, tuan Seelen. Padahal kita baru berkenalan..”

“Bukan baru, aku mengenal mu pertama kali ketika kecelakaan yang dialami orang tua mu.” Ujar Dujun. Aku tersentak kaget. Orang tua ku meninggal setahun yang lalu, namun kenapa baru bertemu sekarang dengan laki-laki ini.

“Aku selalu mengamati mu ketika kau tidur, maaf jika aku baru berani muncul karena aku harus benar-benar menjaga mu. Apalagi, Toten semakin banyak disini. Orang tua mu yang meminta ku untuk menjaga mu.”

“Orang tua ku?” aku tersenyum getir.

Disisi lain, aku senang dan berterima kasih pada orang tua ku karena nya, aku bisa bertemu dengan dia. tapi disisi yang lain lagi, aku menyesal karena semua yang ia lakukan kurang tulus. Hanya semata-mata karena orang tua ku yang meminta tolong. Bagaimana jika orang tua ku tidak meminta tolong? Apa ia akan bersedia?

TBC

 

Advertisements

One thought on “[FF Freelance] SeeD… (Chapter 3)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s