[FF Freelance] Do You Love Me? (Part 3)

DYLM Main Cast :

Bae Suzy, Kai, Kim Myung Soo, Krystal Jung.

Support Cast :

Eunji (Apink), Min (Miss A), Jung Kook (BTS), Suga (BTS), Sohyun (4Minute), Jiyeon (T-Ara), etc.

Genre : Love, Friendship, Comedy, Romance.

Length : Chapter.

Author : Oktyas.

Previous: Part 1, Part 2,

Disclaimer : FF ini aku buat karena terinspirasi dari kisah my sister. Dan aku berpikir bahwa kisah ini terlalu mengagumkan bila tidak diabadikan di sebuah karya. Tokoh Kai di sini saya buat sama persis dengan sifat dan karakter di kisah aslinya. Saya mohon agar para reader mendoakan agar my sister bener-bener jadian sama tokoh Kai di kisah asli. Amin.

FF ini sudah pernah saya post di blog saya Okta-okty.blogspot.com

Happy reading🙂

 

Jika hati seseorang berubah, siapa yang patut disalahkan?

 

3

            Akhir-akhir ini, Suzy merasa ada yang aneh dengan tingkah laku Kai. Kai kadang bersikap acuh tak acuh kepadanya. Menjadi sedikit lebih pendiam. Pokoknya, Kai bukan seperti dulu lagi. Apapun masalahnya yang sedang dihadapi Kai, pasti itu bukan masalah sepele. Karena merubah kepribadian orang, walaupun nol koma beberapa persen.

Seperti pagi ini. Suzy melihat Kai sedang duduk diam. Tidak berisik bersama kedua sahabatnya Jung Kook dan Suga. Karena merasa ganjil dengan perilaku Kai, Suzy ingin mengintrogasi temannya itu.

“Kim Jong In.” Panggil Suzy keras-keras agar si empunya nama mendengar. Kai menoleh seketika ke arah Suzy dengan tatapan kesal.

“Bisa kau kecilkan volume suaramu? Aku tidak tuli.”

“Aku tahu.” Suzy duduk di hadapan Kai. Lalu gadis itu mengamati dalam-dalam wajah Kai.

“Apa yang kau lakukan?” Kai menatap Suzy heran.

“Kau aneh Kai. Akhir-akhir ini kau bersikap aneh. Apalagi padaku. Apa aku berbuat salah padamu?”

Kai terkekeh geli  lalu bergeleng pelan.

“Lalu, kenapa kau seperti ini?”

“Aku hanya, mendapat sedikit masalah. Masalah pribadi.”

“Kau bisa menceritakan padaku. Siapa tahu aku bisa membantu.” Kata Suzy tulus. Ia benar-benar ingin mengembalikan Kai seperti dulu.

Andai semudah itu Bae Suzy aku memberitahumu. Batin Kai.

“Aku ingin. Tapi tidak bisa sekarang.” Timpal Kai bijak. Kai mengamati gadis cantik yang ada di hadapannya itu. Dia masih merasa ragu atas perasaannya terhadap Suzy. Apa aku benar-benar menyukai gadis ini? Sepertinya perlu sedikit waktu untuk membuktikannya. Lalu Kai tersenyum misterius secara tiba-tiba. Hal ini membuat Suzy sedikit bergidik ngeri.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” Tanya Suzy malu. Bagaimana tidak? Dari tadi temannya yang tampan itu memandangi wajahnya.

Lagi-lagi Kai hanya menggeleng tanpa mengucapkan satu huruf pun.

“Ya!” Suzy memukul pelan lengan Kai, “Katakan sesuatu. Jangan jadi pendiam seperti itu.”

“Aniyo. Aku tidak melakukan apapun.”

“Tapi, kenapa dari tadi kau,-”

“Aku hanya ingin memandangimu Bae Su-zy.” Kai tersenyum dan bangkit dari kursinya meninggalkan Suzy yang benar-benar sudah dibuat bingung oleh tingkah Kai yang aneh itu.

“Hssh, jinjja! Kenapa dia seperti itu sih?” Geram Suzy sebal. Benar-benar sebal.

Hari ini sekolah selesai lebih awal. Karena tiga hari lagi Gangnam High School akan merayakan ulang tahun yang ke-35 tahun. Hari ini dan dua hari ke depan hanya diadakan lomba-lomba untuk memeriahkan ulang tahun Gangnam High School. Seperti menyanyi, dance, fashion show, debat bahasa inggris, menulis cerpen, fotografi, dan lain-lain.

Sayangnya, Suzy tidak tertarik dengan acara-acara itu. Dia lebih memilih menelepon Myung Soo dan meminta menjemput pulang.

“Kau ini aneh sekali. Sekolahmu masih ramai seperti ini kau mau pulang.” Kata Myung Soo heran,

“Ah, aku sedang tidak mood.” Suzy tidak ingin melayani candaan dari Myung Soo. Dia benar-benar hanya ingin sampai di rumah dan menidurkan tubuhnya di kasurnya yang nyaman.

“Ya, jakkaman. Apa kau sedang ada masalah dengan temanmu?” Cegah Myung Soo. Suzy yang sudah berjalan ke arah rumahnya terhenti seketika langkah kakinya dan berbalik.

“Benarkan tebakanku?”

“Ne. Mereka mengacuhkan aku. Dan mereka semuanya sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Benar-benar menyebalkan.” Curhat Suzy. “Dan satu lagi, orang itu,- dia, dia benar-benar bersikap aneh padaku. Apa aku berbuat salah padanya?” Suzy menumpahkan semua unek-uneknya pada Myung Soo.

“Dia-dia siapa?”

“Kai. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya, tapi dia tiba-tiba bersikap aneh padaku.”

“Wah, rupanya kau kehilangan salah satu perhatian teman lelakimu ya.” Goda Myung Soo.

“Sudahlah. Kau tidak akan mengerti.” Suzy melangkahkan kakinya cepat menuju rumahnya.

***

Krystal mendatangi rumah Kai. Ada beberapa hal yang perlu ia bicarakan dengan Kai. Dan anehnya, Krystal merasa Kai lebih sibuk dari dirinya yang seorang model terkenal.

Krystal memencet bel pintu di depan rumah Kai. Lalu interkom di situ menyala, setelah menyebutkan namanya, pintu pun terbuka. Terdapat bibi pelayan rumah mempersilahkan ia masuk.

“Apa Kai sudah pulang?”

Bibi itu menggeleng pelan sambil tersenyum, “Mianhae agashi. Kim Jong In belum kembali dari sekolahnya. Silahkan duduk.” Kata Bibi pelayan rumah ramah dan pergi.

Krystal duduk di ruang tamu megah itu sendiri. Tak lama kemudian segelas gelas terisi sari buah leci terhidang di hadapannya.

“Apa benar sesibuk ini? Hssh.” Krystal memandangi jam yang melingkar manis di tangannya, “Apa benar belum waktunya pulang?” Gerutu Krystal dalam hati.

“Jung Krystal?” Terdengar suara memanggil nama Krystal dari luar. Tampak Jin Hee eonni masuk. Krystal menoleh lalu tersenyum. Jin Hee memeluk Krystal hangat.

“Ya, sudah lama tidak melihatmu, semakin cantik saja.” Puji Jin Hee.

“Ah, ye. Eonni juga.” Krystal malu-malu.

“Apa kau menunggu Kai?”

“Ah, ye eonni.” Krystal menunjukkan wajah lesunya karena Kai tidak juga tiba.

Jin Hee melihat jam tangannya, “Belum waktunya pulang sayang. Tunggulah sebentar lagi, mungkin dia akan pulang lebih awal, jika firasatku benar.” Jin Hee duduk di sebelah Krystal menemaninya agar gadis itu tidak mati bosan.

“Eonni, apa jadwal Kai benar-benar padat? Sehingga menelfonku saja tidak pernah.” Keluh Krystal. Nadanya dibuat seimut mungkin.

“Jeongmal? Ya, bocah itu. Jahat sekali. Dia tidak terlihat sibuk Soojung-ah.”

“Hm, apa dia kencan dengan gadis lain?”

“Maksudmu selingkuh?” Jin Hee terkekeh mendengar kata-kata Krystal. Tapi seketika ia terdiam mengingat percakapannya dengan Kai beberapa hari yang lalu.

… “Kau suka padanya kan Jongie-ah. benarkan?” Pancing noona-nya.

Wajah Kai langsung panik. Sepertinya pertanyaan noona-nya ini tepat sasaran. Kai langsung menyambar cola yang ada di sebelahnya dan meminumnya dengan cepat.

“Apa terlalu terlihat?” Tawa Kai malu.

“Ah. Tentu saja, tatapan matamu itu. Kau harus pandai menyembunyikannya.” Dengus noonanya.

“Ahh,” Kai menghembuskan nafasnya. Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. “Noona, apa aku salah?”

Jin Hee menggeleng cepat, “Tidak. Tidak sama sekali.”

“Tapi aku sudah bersama Sojung.” Kata Kai ragu-ragu… .

“Apa itu mungkin?” Pikir Jin Hee.

“Eonni! Kenapa malah melamun?” Krystal menepuk lengan Jin Hee pelan, membuat lamunannya pun bubar.

“Ah, aniya.”

Kai masuk ke dalam ruang tamu sedikit terkejut melihat ada Krystal dan noona-nya sedang duduk bersama. Lalu dia melepas jaketnya dan menyapa mereka berdua sekenanya.

“Apa ada forum diskusi khusus wanita sekarang di rumahku?” Canda Kai.

“Akhirnya kau pulang juga.” Krystal menghembuskan nafas lega.

“Kai duduklah. Soojung ingin membicarakan sesuatu padamu.” Kata Jin Hee. Lalu dia bangun, “Aku ke dalam.”

Kai meletakkan jaket dan tas-nya di kursi ruang tamu. Lalu ia mengeluarkan ponselnya lalu meletakkannya di atas meja ruang tamu, “Aku ganti dulu.” Kai masuk ke dalam untuk mengganti bajunya.

Krystal mengambil ponsel Kai. Ia ingin tahu apa ada sesuatu dengan namjachingu-nya itu. Karena Krystal merasa ada perubahan aneh pada Kai. Krystal membuka pesan, tidak ada yang mencurigakan sama sekali. Lalu ia membuka galeri foto. Barisan paling atas terdapat foto iseng Kai, lalu foto narsis Jung Kook dan Suga. Krystal tertawa kecil melihat foto-foto mereka, tapi tawanya terhenti ketika melihat foto seorang gadis di sana. Gadis itu terlihat sedang cemberut, tapi tetap terlihat cantik dan imut.

Tak beberapa lama kemudian Kai kembali dengan kaos putihnya dan tetap mengenakan celana sekolahnya. Kai yang melihat ponselnya di tangan Krystal pun tidak menaruh curiga pada gadis itu.

“Apa ada panggilan untukku?”

“Tidak. Tidak ada sama sekali.”

“Oh, baiklah. Apa yang ingin kau bicarakan? Kuharap itu sesuatu yang penting.”

“Aku juga berharap begitu.” Kata Krystal dingin. “Aku ingin bertanya padamu satu hal. Kemana kau selama ini Kai?”

“Kemana? Aku tidak pergi kemana pun.”

“Sekarang pun kau tidak di sini Kim Jong In-ssi.”

“Jungi-ah, apa yang kau bicarakan?”

“Tidak menelfonku, tidak mengirim pesan untukku, tidak memberi tanda kehidupan satu pun kepadaku. Kemana saja kau? Kalau kau melakukan ini selama satu bulan padaku, aku pasti percaya kau sudah mati.”

“Soojung-ah, aku di sini, dan aku hidup. Kau perlu menenangkan dirimu. Kau  punya masalah? Kita punya masalah? Selesaikan dengan baik-baik. Aku di sini mendengarkanmu.” Kai mulai mengerti ada yang tidak beres dengan sikap Krystal dan mencoba menenangkan gadis itu.

“Apa kau sesibuk itu sampai tidak bisa menghubungiku?” Krystal berusaha menahan emosinya dalam-dalam.

“Mianhae. Aku hanya terlalu lelah dengan kegiatan sekolahku. Aku tidak berniat untuk mengacuhkanmu. Sungguh.”

“Ah, apa jangan-jangan perhatianmu sedang terbagi dengan gadis lain?”

“Rupanya kau sudah melihat foto Suzy di ponselku.” Kai tersenyum kecut, “She just friend. Tidak lebih, Jungi-ah.”

“Jinjja? Cuma teman? Tidak biasanya kau menyimpan foto perempuan, fotoku pun tidak.”

“Aku menyimpannya. Terpisah di folder lain.”

“Sebelum berpacaran, kau tidak pernah menyimpannya.” Krystal berusah memojokkan Kai.

Kai tertawa pelan, “Gurae. Aku tidak pernah menyimpan fotomu. Lalu kau mau aku melakukan apa?” Kai teringat, dia memang jarang menyimpan foto perempuan bila dia tidak tertarik dengan perempuan itu.

“Kembalilah padaku, Jong In-ah.” Ujar Krystal penuh harap, “Kembalilah padaku. Oppa.”

Kai menghembuskan nafasnya perlahan. Tiap oksigen yang ia hirup terasa berat dan sesak setelah mendengar permintaan Krystal. Andai hatinya masih bisa dipercaya hanya bisa mencintai Krystal seorang. Tapi hatinya sekarang sudah berubah sedikit demi sedikit mencintai gadis lain. Berubah tanpa alasan.

“Junngi-ah, kau pasti sibuk, dan lelah. Sebaiknya pulang saja, ambil waktu untuk istirahat.”  Saran Kai. Kai tidak bermaksud untuk mengusir Krystal, tapi semakin lama Krystal di sini akan semakin banyak ia berbohong pada gadis itu dan dirinya sendiri.

“Mwo? Ada apa Kai?”

“Tidak. Aku tahu kau lelah. Pulanglah. Akan kuantar.” Kai berdiri dan mengambil kunci motornya.

“Tidak usah. Aku membawa mobil. Aku harap kau bisa berubah, Jong In.” Krystal melangkah keluar.

***

Pagi ini, Suzy berangkat menuju sekolah. Kali ini tidak ada Myung Soo yang mengantarnya. Ia berangkat sendiri dengan bus umum. Selama perjalanan, Suzy memikirkan tingkah laku Kai yang berubah. Ini benar-benar membuat Suzy tidak bisa berpikir apa pun selain itu. Menyebalkan. Umpat Suzy.

Di dalam kelas, belum terlihat sosok yang mengganggu pikiran Suzy itu. Kemana dia? Ah, pasti berangkat siang, ini kan hari bebas. Pikir Suzy.

“Suzy-ah, kau mau ikut pementasannya lusa?” Tanya Min semangat.

“Pementasan?” Suzy sejenak berpikir. Memutar otaknya. “Ah, pementasan untuk ulang tahun sekolah kita?”

“Ye, tentu saja.”

“Sepertinya tidak. Aku tidak persiapan sama sekali.” Jawab Suzy ogah-ogahan.

“Ayolah. Aku ikut bila kau ikut.” Min berusaha mengajak Suzy.

“Kalau kau mau ikutlah. Aku tidak punya bakat.”

“Nugu? Siapa yang tidak punya bakat?” Sela Suga dari belakang merangkul bahu Suzy di susul Jung Kook di belakangnya.

“Ya! Suzy-ah, kau itu punya bakat.” Kata Jung Kook sambil menatap Suzy serius. Suzy hanya tertawa kecil melihat tingkah Jung Kook.

“Kau punya bakat melelehkan hati seorang pria.” Kata Jung Kook genit menggoda. Meledaklah tawa yang mendengar ledekan Jung Kook.

“Apa? Tidak akan mempan rayuanmu Jung Kook-ah.” Kata Suzy.

“Tapi memang benar Suzy-ah. Kau punya bakat itu.” Ujar Suga membetulkan pendapat Jung Kook.

“Ya! Hyung! Apa kau tidak bisa kreatif sedikit? Kau berani merayu gadis lain? Bagaimana dengan Jang Chae Rin noona? Mau dikemanakan dia?” Sambung Jung Kook sinis.

“Ya! Dasar bocah, dia tidak ada di sini. Im save.”

Pletak! Jung Kook menjitak kepala Suga, “Aku akan melaporkan ini padanya.” Ancam Jung Kook.

“Neo! Benar-benar menyusahkan saja. Aku hanya bercanda, kenapa menganggapnya serius begitu. Kau juga tahu kan kalau aku benar-benar menyukai Chae Rin noona.”

“Hahaha, aku juga bercanda. Kenapa kau cemas begitu?” Kata Jung Kook kemudian lari menghindari balasan jitakan dari Suga.

“Hei, hei! Dengarkan aku!” Teriak Sohyun semangat dari luar. Otomatis semua tatapan beralih pada gadis mungil itu.

“Ada apa Sohyun-ah?” Tanya Min penasaran.

“Dengarkan baik-baik para yeoja. Lusa, saat puncak perayaan sekolah kita akan mendatangkan CN BLUE!” Kata Sohyung histeris disambut teriakan dan sorakan gembira dari semua kaum yeoja di kelas itu.

“Ah, jinjja? CN BLUE?” Tanya Suzy tidak percaya.

“Ne. Posternya sudah di pasang papan informasi sekolah.”

“Wah, daebak! Daebak!”

“Tunggu. Aku masih punya informasi lagi.” Kata Sohyun membuat keributan di kelas sedikit mereda. Mereka memasang telinga baik-baik untuk mendengar informasi dari Sohyun.

“Finalis lomba fashion show, lusa mereka akan tampil bersama para model profesional, salah satu mereka adalah KRYSTAL JUNG!” Para yeoja kembali berteriak histeris. Walaupun bukan bintang tamu sebuah boybang tapi mereka sangat senang. Siapa yang tidak kenal Krystal Jung? Model remaja yang tengah naik daun itu.

“Krystal Jung?” Suzy memastikan lagi apa yang ia dengar.

“Ne Suzy-ah. Ikut fashion show, nanti kau akan berdiri berdampingan dengan Krystal. Aku yakin kau pasti bisa menjadi salah satu finalisnya.” Ujar Min.

Krystal Jung? Bukankah dia yeojachingu Kai? Ah, mungkin Kai mempunyai masalah dengan dia. Batin Suzy.

“Ya! Bae Suzy! Kau melamun?” Min memukul pelan lengan Suzy.

“Ah mian. Aku harus pergi.” Suzy dengan tergesa-gesa keluar. Dia harus mencari Kai. Walaupun Kai belum tampak batang hidung di kelas, mungkin saja dia sedang di kantin. Suzy mencari ke kantin tapi dia tidak menemukan lelaki itu.

“Kemana dia? Apa benar-benar dia belum berangkat sesiang ini?” Gerutu Suzy, “Dasar pemalas!”

Tiba-tiba Suzy merasa ada yang membungkam mulutnya, “Siapa yang kau katakan pemalas?”

Suzy berbalik dan melihat Kai berada di tepat di belakangnya dengan senyum lebar.

“Apa aku si pemalas itu?”

“Ya! Kemana saja kau?” Tanya Suzy sebal.

“Apa kau merindukanku Bae Suzy hingga membuatmu mencariku begini?”

“Tidak sama sekali.”

“Ah, padahal aku harap kau bakal merindukanku? Setidaknya itu berita baik di pagi seperti ini.” Ujar Kai polos tanpa memperhatikan ekspresi Suzy yang terkejut mendengar pernyataan dari dirinya.

“Jangan bercanda.” Kata Suzy kaku.

“Tidak kok. Aku tidak bercanda.” Kai menatap lurus-lurus mata Suzy yang ada di depannya. Suzy menunduk. Entah kenapa tatapan Kai membuat dia menjadi sedikit gugup. Pertanyaan-pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada Kai pun hilang begitu saja dari pikirannya.

“Hahaha,” Kai tertawa melihat mimik Suzy yang benar-benar kaku, “Kau benar-benar lucu ya ternyata. Ehm apa kau melihat Jung Kook dan Suga?”

“Mereka.. Aku tidak tahu.” Kata Suzy cepat.

“Oh ya sudah. Aku pergi dulu.”

Suzy ditinggalkan begitu saja oleh Kai di depan kantin sekolah.

“Benar-benar menyebalkan.” Umpat Suzy kesal, “Padahal kan aku harusnya mengintrogasinya.”

***

Suzy dan Eunji sedang menunggu bus datang di halte depan sekolah mereka. Sudah lumayan lama kedua sahabat itu tidak mengobrol bersama karena kesibukan mereka berdua.

“Eun Ji-ah, bagaimana kelasmu?” Tanya Suzy basa-basi.

“Ya begitulah. Tapi lumayan.” Jawab Eun Ji tidak bersamangat.

“Lumayan bagaimana?”

“Ya, banyak laki-laki tampannya.” Eun Ji terkekeh.

“Hisshh, kau ini. Eun Ji-ah, aku benar-benar tertarik dengan ulang tahun kita. Sepertinya akan benar-benar hebat.”

“Eoh. CN BLUE pasti akan sangat keren. Ah Min Hyuk Oppa, neoga haja.” Ujar gadis itu dengan wajah penuh harap dan berandai-andai. “Suzy-ah, bagaimana kabarmu dengan tiga sahabat kerenmu itu? Ceritakan!” Tiba-tiba Eun Ji teringat dengan ketiga sahabat Suzy yang tak lain adalah Kai, Jung Kook dan Suga.

“OH mereka. Mereka baik-baik saja. Memangnya kenapa?”

“Ya! Ceritakan dengan benar.”

“Sahabatku bukan mereka saja, asalkan kau tahu. Ada Min dan Sohyun. Tapi pasti kau tidak tertarik dengan mereka karena mereka wanita.” Suzy menghembuskan nafas pelan, “Baiklah. Mereka memang baik-baik saja Eun Ji-ah. Tapi ada sedikit perubahan sejak insiden foto itu. Akhir-akhir ini Kai menjadi aneh, jadi pendiam dan, ah pokoknya tidak bisa dijelaskan.” Curhat Suzy.

“Ah, doakan saja agar tidak lama.”

Tiba-tiba saja di depan mereka berhenti sebuah sepeda motor. Pengemudi sepeda motor itu membuka kaca helm-nya.

“Dimana Myung Soo-mu Bae Suzy?” Tanya pengemudi motor itu dari atas motornya.

“Apa urusanmu Kai?” Suzy menanggapinya dengan ketus.

“Apa kau masih marah padaku gara-gara tadi?”

“Ani. Untuk apa aku marah?”

“AH, baguslah. Kalau boleh aku ingin membawa Suzy bersamaku, apakah diizinkan Jung Eun Ji-sshi?”

“Ah,” Eun Ji tampak melirik ke arah Suzy menanti jawaban kode dari Suzy.

“Tapi aku akan pulang bersama Eun Ji Kai.”

“Suzy-ah! Aku baru ingat, aku ada janji dengan temanku hari ini. Kau pergi saja dengan Kai.” Kata Eun Ji berbohong.

“Tapi…”

“Kau dengar Bae Suzy? Ayo naik.” Perintah Kai. “ Cepatlah!”

Dengan sedikit kesal dan terpaksa Suzy sekarang sudah berada di boncengan Kai. Suzy tahu bila Eun Ji berbohong. Dan yang membuat Suzy tambah kesal ternyata Kai tidak membawanya pulang. Entah kemana ia akan dibawa.

“Ya! Jong In-ah. Kau mau membawaku kemana?” Protes Suzy kesal sambil memukuli pundak Kai dari belakang.

“Tenanglah. Sebentar lagi kita sampai. Hitung sampai sepuluh.”

“Heol!”

“Sampai.” Ujar Kai menghentikan laju sepeda motornya. Mereka berhenti di sebuah taman di salah satu pinggir kota Seoul.

“Dimana ini?” Suzy memperhatikan sekelilingnya.

“Masih di Seoul.” Jawab Kai santai.

“Hssh. Untuk apa ke sini?”

“Menenangkan diri.” Ujar Kai tenang. Lalu ia duduk di salah satu bangku panjang yang berada di sana.

“Kenapa mengajakku?” Suzy mengikuti Kai dan duduk di sebelah laki-laki itu.

“Aku butuh teman. Kalau aku ada masalah aku suka ke sini. Walaupun ini taman kota, tetapi tidak terlalu ramai.”

“Kai, apa kau sedang ada masalah berat?” Suzy mulai melunak.

“Sepertinya begitu.”

“Apa ini bersangkutan dengan Krystal?”

“Mungkin. Secara teknis iya. Tapi bukan itu masalah utamanya.”

“Ah, ceritakan padaku. Siapa tahu aku bisa membantu?”

“Kau yakin bisa membantu?”

“Akan kuusahakan.”

“Kuingat janjimu.” Kai tersenyum simpul. Tatapannya kosong.

“Bae Suzy. Mungkinkah kau menyukai laki-laki selain Myung Soo? Tidak hanya menyukai, tapi kau merasa nyaman bila di sampingnya dan kau benar-benar menyukainya, suka memikirkan laki-laki itu.”

“Ehm, mungkin saja. Tapi tentu saja kuusahakan agar tidak terjadi karena aku sudah bersama Myung Soo oppa. Eoh, apa Krystal menyukai seseorang selain kau?”

“Tidak. Bukan Soojung, tapi aku.”

“Mwoya? Heol. Bagaimana bisa kau berpaling dari Krystal? She is perfect.”

“Aku juga tidak tahu bagaimana aku menyukai gadis itu.” Kai menghela nafas pelan. “Awalnya aku hanya suka memperhatikan gadis itu. Lalu tanpa kusadari, mungkin aku mulai menyukainya.”

“Mungkin?”

“Ya. Aku belum terlalu yakin akan perasaanku.”

“Siapa gadis itu? Apa dia lebih cantik dari Krystal?”

“Kau yakin ingin tahu siapa dia?” Kai menatap tajam mata Suzy.

“Ne. Pasti gadis itu sangat sempurna, hingga kau bisa menyingkirkan seorang Krystal.”

“Tidak terlalu sempurna sebetulnya. Tapi cantik.” Ujar Kai memandang langit.

“Kai, sepertinya kau memang menyukai gadis itu.”

“Bagaimana kau tahu?”

“Melihat ekspresi wajahmu, tatapan matamu saat membayangkan gadis itu.” Suzy memperhatikan Kai.

Kai lalu mengalihkan pandangannya menuju Suzy, “Benarkah? Sepertinya sudah saatnya aku memastikan perasaanku.” Kai menatap Suzy lekat-lekat. Tatapannya semakin tajam. Kai mendekatkan wajahnya ke Suzy membuat gadis itu mundur sedikit demi sedikit. Tapi Kai tetap memperhatikan gadis itu dengan intens dan mempersempit jarak diantara mereka. Dan dengan cepat, Kai sudah bisa merasakan lembutnya bibir Suzy menempel pada bibirnya. Kedua tangannya memegangi pundak dan tengkuk Suzy, menahan gerakan Suzy yang menolak Kai.

Tapi Kai, ia tahu diri. Ia segera menyudahi permainannya. Dan menjauh beberapa senti dari hadapan Suzy. Tatapannya berubah sendu. Ia menatap mata Suzy yang masih terkejut dengan tindakan Kai tadi. Tapi Suzy tidak bisa mengatakan satu kata pun.

“Ternyata benar.” Ucap Kai pelan.

“Kai,” Panggil Suzy lirih. “ Kenapa kau melakukan ini?” Suara Suzy terdengar bergetar.

“Bukankah kau akan membantuku Suzy-ah? Apa yang akan kau lakukan sekarang? Bukankah kau sudah tahu siapa gadis itu?”

“Kai, jangan bercanda.”

“Aku tidak pernah bercanda.”

“Tidak mungkin aku.”

“Tapi kenyataannya memang kau. Aku menyukaimu Bae Suzy.”

“Tapi, bagaimana bisa kau melakukan ini padaku? Kau tega?” Tanya Suzy menangis. Air matanya mulai jatuh satu per satu membasahi pipinya.

“Aku hanya menyukaimu. Kau tidak perlu memberi jawaban. Masih ada Myung Soo kan di hatimu?”

“Ehm. Gomawo membiarkanku mengetahui siapa gadis itu. Aku benar-benar minta maaf.” Suzy bangkit dari duduknya. “Aku pulang.” Suzy berjalan ke arah jalan dan mencari taxi.

***

TBC

Mian telat. Saya disibukkan dengan kesibukan sekolah yang tidak bisa ditinggalkan. Semoga kalian bisa menikmati alur ceritanya J

 

31 thoughts on “[FF Freelance] Do You Love Me? (Part 3)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s