[NEW SERIES] LOVE IS HURT (part 10-END)

 

love is hurt.psd

Author  : vidyoung

Genre   : hurt romance?

Length  : chapter

Main Cast            : ~ Jung Min Ri (OC)

~ Kim Jong In/ Kai EXO

Support Cast      : ~Kim Jong Min

~ Cho Hyun In (OC)

~ Oh Sehun EXO

~ Park Chanyeol EXO

~ Bang Yongguk B.A.P

~ And other cast

Twitter : @vidyafa21😀

WARNING :        OOC, Typo(s) bertebaran, harap maklum. Jika ada kesamaan cast dan cerita, itu semata-mata karena ketidaksengajaan, karena ini epep asli dari otak author sendiri.

A-YO Wassup readerdeul!! Bertemu lagi dengan saya si author geje X).

Oyaa, kalo yang masih gak paham kenapa Yongguk dendam banget sama Kai, ada di part 3-4. Kayaknya disitu udah ada keterangan dan flashbacknya dikit, hehe.

Chapter 10 ini udah author panjangin kok

So, selamat menikmati(?)…😀

Part sebelumnya…

Jongin baru saja kan menjalankan mobilnya usai percakapannya dengan Yongguk di telpon, namun ponselnya kembali berdering.

                “Yeoboseyo, nugu?”

                “Kim Jong In,, ini aku, Park Chanyeol..”

~~

“Park Chanyeol, ada urusan apa kau menelponku?” ujar Jongin dengan masih focus menyetir.

“Aku hanya ingin bertanya, dimana tempat Bang Yongguk?”

                “Kenapa tiba-tiba kau ingin tahu tentangnya? Atau jangan bilang kau-“

“Ne, Aku mencarinya untuk menyelamatkan Jong Min. Jadi bisa kau beri tahu aku dimana tempatnya? Aku tahu kau sudah mengetahuinya”

                “Ck! Kenapa kau ikut campur urusan keluargaku? Memangnya kau siapa?” Jongin mulai terlihat kesal. Ia mulai mengendalikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

                “Jangan salahkan aku. Aku namjachingu Min Ri, dan otomatis Jong Min juga menjadi tanggung jawabku sekarang. Sudahlah, sebenarnya kau berniat ingin memberitahuku atau tidak? Membuat kesal saja”

                “Yongguk ada di XXX bersama Jong Min” PIP.

 

KAI POV

                “Ck! Kenapa kau ikut campur urusan keluargaku? Memangnya kau siapa?” Ujarku kesal.

                “Jangan salahkan aku. Aku namjachingu Min Ri, dan otomatis Jong Min juga menjadi tanggung jawabku sekarang. Sudahlah, sebenarnya kau berniat ingin memberitahuku atau tidak? Membuat kesal saja”

                “Yongguk ada di XXX bersama Jong Min” PIP. Tanganku melemas. Ponsel saat itu dalam genggamanku terlepas begitu saja. Di-Dia bilang apa tadi? Namjachingu? Benarkah Min Ri sudah melupakanku? Apa aku benar-benar terlambat sekarang?

yongguk

Mobil yang kukendarai sudah memasuki pekarangan rumah tua. Menurut Yongguk, ini tempat dimana Jong Min berada. Tempat ini tak jauh beda dengan tempat dimana Min Ri diculik dulu. Kubuka pintu bercat coklat –yang sudah kusam- dihadapanku ini. Tidak biasanya Yongguk membiarkan diluar kosong tanpa pengamanan. Baru saja aku membuka pintu, seseorang tiba-tiba menyerangku. Ternyata orang ini tak sendiri, satu-persatu teman-temannya keluar dari tempat persembunyiannya dan berusaha menyerangku bersamaku.

“Kalian semua hentikan! Sudah cukup sambutan selamat datangnya” suara seseorang menghentikan perkelahianku dan orang-orang yang kuyakini anak buah Bang Yongguk. Dan benar saja, disudut ruangan ia melipat kedua tangannya didepan dada, dan disebelahnya terlihat Jong Min yang diikat di kursi dengan mulut ditutup kain. Kulihat dari matanya yang membengkak, Jong Min sepertinya menangis terlalu lama. Sial! Berani-beraninya dia melakukan itu pada Jong Min. Kali ini aku benar-benar tidak bisa bersabar. Ini sudah keterlaluan!

“Bang Yongguk! Apa yang kau lakukan pada anakku?! Beraninya kau!” ujarku geram. Ia tertawa terbahak-bahak.

“Hahaha! Wow! Seorang Kim Jongin masih peduli dengan orang lain ternyata? Tapi apa benar anakmu ini mau diselamatkan olehmu?” Yongguk beralih menatap Jong Min dan melepas kain yang membekap mulutnya.

“Jong Min, apa kau ingin Appa-mu itu menyelamatkanmu?”

“Pelgi..”

“Jong Min-ah-“

“Pelgi! Jong Min tidak mau sama Appa sepelti ahjussi!”

“Dengar kan? Dia tidak mau diselamatkan olehmu. Betapa bencinya ia padamu. Aku sudah tau semua darinya. Menyerah saja kau Kim Jong In”

“Jong Min-ah, dengarkan Appa, kita harus pulang. Umma-mu tidak dalam keadaan baik-baik saja karena mengkhawatirkanmu”

kai

“Sudah cukup mengobrolnya. Sekarang masalahmu denganku yang harus kau pikirkan, Kim Jong In” Yongguk kembali menyumpal mulut Jong Min dengan kain.

“Bukankah sudah kubilang, kau salah paham. Keluargaku tidak merebut perusahaanmu. Justru akulah yang seharusnya marah karena ini semua karena keluargamu yang memulai”

Shut up!! Berhenti berbicara omong kosong! Kalian semua! Habisi dia sekarang juga!”  Tanpa menunggu perintah kedua, anak buah Yongguk mulai maju untuk menyerangku. Sial! Mereka mengepungku. Aku sudah sedikit kewalahan.

“Dasar pengecut! Hanya mengandalkan orang-orang seperti ini. Kenapa kau tidak turun  sendiri untuk membunuhku? Kau takut?” ujarku menantangnya. Apa-apaan dia menyuruh anak buahnya menghabisiku, dan dia tidak melakukan apa-apa, ck!

“Br*ngs*k!! CIH! Kalian semua mundur! Aku akan menghabisinya sendiri dengan tanganku. Kalian awasi anak ini” Perkelahian antara Yongguk dan Kai tak terelakkan lagi. Berkali-kali Yongguk berusaha menjatuhkan Kai, namun untunglah sejauh ini Kai berhasil menghindar. Entah bagaimana rincian kejadiannya, kini Kai benar-benar terdesak. Ia sudah tersungkur di lantai dengan beberapa lebam dibagian wajahnya. Yongguk baru saja akan menghajar lagi, namun sebelum itu terjadi, ia merasakan tubuhnya terdorong akibat tendangan seseorang.

“Apa aku terlambat?” ucap seseorang itu yang ternyata adalah Chanyeol.

chanyeol31

“Berani sekali kau ikut campur? Tunggu, sepertinya aku pernah melihatmu. Ah, kau yang lima tahun silam ikut menggagalkan rencanaku itu” Yongguk membenarkan posisinya yang awalnya terduduk menjadi berdiri.

Geurae? Ah maaf, aku lupa tuh” jawab Chanyeol santai selagi membantuku bangun. Chanyeol melangkah maju kearah Yongguk bersiap memberinya pelajaran. “Beraninya kau kembali membuat kekacauan seperti ini. Dan melibatkan Jong Min juga. Bukankah masalahnya hanya pada Jongin? Kenapa kau malah membuat keluarganya ikut terlibat?!” Satu tinjuan tepat mengenai pipi kiri Yongguk.

“Bukan urusanmu. Lagipula untuk apa kau membantu Kai bodoh itu?” jawaban Yongguk membuatku kesal. Sial! Kenapa aku harus cedera sih?! Ingin sekali aku membunuhnya. Dan yang terakhir kulihat adalah, Chanyeol tengah mengikat Yongguk dan anak buahnya yang tengah pingsan itu dengan tali. Aku tak percaya Chanyeol bisa membereskan semuanya dalam waktu singkat. Kualihkan pandanganku kearah Jong Min. Perlahan aku berjalan mendekat menuju Jong Min yang masih berada di kursi dengan keadaan masih terikat. Segera kulepas ikatannya dan juga sapu tangan dimulutnya.

Gwenchana, Jong Min-ah? Kajja appa bantu” Aku baru akan memegang tangannya, namun di tepis olehnya.

“Tidak pellu. Jong Min bisa sendili. Gomawo” jawabnya sambil mencoba berdiri. Aku merasakannya lagi. Perasaan dimana ketika Jong Min menolak perlakuanku. Tiba-tiba dadaku terasa sakit. Aku terbatuk dan mengeluarkan darah sisa perkelahian tadi. Jong Min melihat kearahku.

A-ahjussi gwenchana?” tanyanya agak kaku. Ya Tuhan! Jong Min mengkhawatirkanku!

Appa tidak apa-apa. Tidak perlu khawatir” jawabku sambil tersenyum manis.

“Sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini. Aku sudah  menghubungi polisi dan mereka sudah dalam perjalanan menuju kemari” Ujar Chanyeol tiba-tiba berada di samping kami. Aku hanya menggangguk dan membiarkan Chanyeol menggendong Jong Min.

“Astaga Jongin!! Kau baik-baik saja, nak?? Ada apa dengan wajahmu?? Jong Min cucu halmeoni juga tidak apa-apa kan??” Pekikan panik Umma Min Ri menggema ketika aku, Jong Min dan Chanyeol sampai di rumah Min Ri. Ia beralih menatap Jong Min dalam gendongan Chanyeol.

“Tidak apa-apa, Umma.. Chanyeol sempat menolongku tadi.  Jong Min juga baik-baik saja” jawabku. “Bagaimana dengan Min Ri, Umma? Dimana dia?” tanyaku.

“Dia ada di kamar bersama Hyun In dan Sehun. Dia benar-benar khawatir kepada Jong Min.  Min Ri baru sadar dari pingsannya sekitar 2 jam yang lalu” Jawab Ny. Jung.

“Sebaiknya kalian berdua temui dia, biar kami yang mengurus Jong Min” ujar Appa yang sejak tadi diam.

Ne, gomawo ahjussi” jawab Chnayeol. Aku dan Chnayeol berjalan menuju kamar tempat dimana Min Ri berada. Sebenarnya aku agak risih dengan namja disebelahku ini. Aku masih tidak rela mengingat dia adalah kekasih Min Ri saat ini. Pintu kamar terbuka dan terlihat Min Ri tengah terisak dipelukan Hyun In. Sehun sendiri tengah menatapnya prihatin. Kami melangkah masuk menndekati mereka.

“Kalian sudah kembali? Bagaimana dengan Jong Min?” Sehun yang pertama menyadari kehadiran kami. Hyun In dan Min Ri ikut menoleh .

“Kai, Chanyeol, dimana Jong Min? Bagaimana keadaannya?? Kalian menyelamatkannya kan??” Min Ri berusaha bangkit namun ditahan oleh Hyun In.

“Min Ri-ah, tenanglah dulu.. Kita dengarkan apa kata mereka..” Dan Min Ri hanya bisa menurut pada Hyun In.

Ne, kami berhasil membawa Jong Min kembali, kau tenang saja Min Ri-ah” jawabku.

“Jong Min ada dibawah bersama orangtuamu. Dan urusan penculik, polisi sudah menangkap mereka” jawab Chanyeol.

U-umma~” suara mungil menyita perhatian kami. Jong Min telah berdiri di depan pintu dengan mata berkaca-kaca. Tiba-tiba saja Jong Min berlari kearah Min Ri dan memeluknya erat.

“Jong Min-ah..” Min Ri balas memeluknya.

Umma, Jong Min minta maaf… Umma jangan malah(marah)~ Jong Min sayang Umma~ hiks..” Jong Min menangis kencang dipelukan Min Ri.

“Sudah tidak apa-apa chagi, Umma tidak marah, dan Umma juga sayang Jong Min”

Umma sakit? Gala-gala Jong Min, Umma jadi sepelti ini.. hiks”

“Siapa bilang Umma sakit? Lihat, Umma masih bisa tersenyum kan? Ini bukan karena Jong Min kok” hibur Min Ri. Semua orang diruangan ini ikut larut dalam suasana ini termasuk aku.

Uljima~ Jong Min kan namja kuat. Bukankah Jong Min ingin melindungi Umma?” ujar Min Ri sambil mengelus surai Jong Min yang hanya membalas dengan anggukan.

“Min Ri-ah, sepertinya kami harus pulang, besok kami akan berkunjung lagi disini, sampai jumpa..” Hyun In memeluk  Min Ri sekilas dan beranjak pergi bersama Sehun meninggalkan aku, Min Ri, Jong Min, dan Chanyeol dikamar.

KAI POV END

 

MIN RI POV

                “Jadi maksudmu, kau sudah memutuskan?” Tanya Chanyeol. Terdengar dari nada suaranya yang khawatir. Bagaimana tidak khawatir jika yang akan kukatakan padanya mungkin saja akan menyakiti hatinya. Memang sebelumnya aku sudah menghubungi Chanyeol dan ai, namun berbeda waktu.

“Aku… mian Chanyeol-ah..” Kutundukkan kepalaku tak berani melihat matanya. “mungkin ada baiknya kita hanya menjadi sahabat..” ujarku pelan. Kurasakan dia sedikit tersentak. Aku tahu Chanyeol pasti sudah mengetahui maksudku.

“Apa… kau sudah memikirkannya?” tanyanya dengan suara rendah.

Ne, mian..hiks..Aku tak bermaksud untuk… hiks.. mian..” Aku benar-benar tidak sanggup menyakiti namja dihadapanku ini. Dia selalu ada untukku. Tapi aku juga tidak bisa membohongi perasaanku. Jika aku terus bersamanya, mungkin ia akan lebih tersakiti lagi dan aku tidak mau membuat pemuda baik sepertinya terus menderita. Aku terpaksa melakukan ini. Ini juga karena perkataan orangtuaku.

FLASHBACK

                “Jadi, bagaimana perasaanmu saat ini, Min Ri-ah?” ujar Umma. Setelah Kai dan Chanyeol pamit pulang, dan Jong Min sudah tertidur, saat ini aku dan orangtuaku tengah duduk di ruang keluarga.

                “Apa maksud umma?” tanyaku tak mengerti.

                “Perasaanmu, apakah kau akan tetap bertahan dengan Chanyeol, atau… kembali dengan Jongin?” tambah umma. Sontak saja membuatku terkejut.

                “Kenapa Umma menanyakan hal itu?” ujarku.

                “Umma dan Appa hanya ingin yang terbaik untukmu. Kami tidak mau melihatmu menderita. Kami tahu kau masih mencintai Jongin kan?” Lagi-lagi aku dibuat terkejut oleh pertanyaan umma.

                “Umma.. aku..”

                “Appa tidak mau kau menyesal nantinya. Bukannya kami tidak menyetujui hubunganmu dengan Chanyeol, tapi lihatlah Jongin. Sepertinya dia benar-benar menunggumu kembali”  Appa yang sejak tadi diam ikut menambahkan. Aku terdiam. Benar dengan semua yang dikatakan orangtuaku, tentang aku yang masih mencintai Kai dan tentang ketulusan Kai dan pengorbanan Chanyeol. Apa yang harus kulakukan? Jika aku kembali pada Kai, bagaimana dengan Chanyeol yang selama ini menemaniku? Tapi jika aku tetap bersama Chanyeol, itu akan menyakiti perasaanku maupun Chanyeol sendiri karena hatiku masih sepenuhnya milik Kai.. Aku tahu aku egois.. Tapi aku bisa berbuat apa?

                “Pikirkanlah baik-baik, chagi.. Ikutilah kata hatimu.. Umma dan appa akan selalu mendukung apapun keputusanmu”

FLASHBACK END

Gwenchana, aku tahu ini sangat berat untukmu. Pernah menjadi orang yang menjadi sandaranmu saja sudah membuatku senang” ujar Chanyeol merengkuhku dalam pelukannya. Terdengar helaan nafas darinya. Maaf Chanyeol-ah..

“Ki-kita masih bisa menjadi sahabat seperti dulu kan?” ujarku masih berada dipelukannya..

“Tentu saja. Semoga kau bahagia bersamanya. Ingat, jangan menangis lagi.. Katakan padaku jika dia menyakitimu lagi, karena akan kuberi pelajaran jika itu sampai terjadi, hehehe”  ujarnya sambil terkekeh kecil. Aku hanya bisa mengangguk. Semua kata-kata yang telah kusiapkan seolah lenyap. Chanyeol-ah.. Kau memang namja yang baik.. Dan kau memang pantas mendapatkan yeoja yang lebih baik dariku.. yeoja yang tidak akan menyia-nyiakanmu sepertiku ini.. Terimakasih untuk segalanya…

MIN RI POV END

 

                Jongin berjalan lesu menuju apartementnya. Sepertinya, keputusannya menemui Min Ri hari ini adalah kesalahan besar. Dengan tak sengaja ia melihat Min Ri dan Channyeol berpelukan di taman dekat kediaman orang tua Min Ri. Saat itu itu memang berencana menemui Min Ri di kediaman mertuanya itu. Namun siapa sangka, ia melihat adegan yang membuatnya kembali menelan kenyataan pahit bahwa sudah tidak ada lagi kesempatan untuknya. Beberapa hari lalu, Min Ri memang mengatakan akan memilih antara Jongin dan Chanyeol, sekaligus menjawab permintaan Jongin untuk kembali. Dan kejadian tadi semakin membuat Jongin pasrah dan putus asa akan keputusan Min Ri. Jongin  merebahkan tubuhnya di sandaran sofa. Pikirannya melayang ke masa ketika ia baru menikah dengan Min Ri.. Namun suara bel apartement menyadarkannya dari lamunannnya dan segera beranjak malas untuk membuka pintu. CEKLEK! Lagi-lagi Jongin kembali tak percaya dengan penglihatannya. Min Ri ada didepannya apartementnya!

“Umm, maaf mengganggu waktu istirahatmu.. Jongin” ujar Min Ri setelah Kai mempersilahkannya masuk dan duduk di sofa ruang tamunya. Jongin yang belum sepenuhnya percaya Min Ri ada dihadapannya sedikit tersentak.

“Eh, tidak. Kau sama sekali tidak mengganggu” jawab Jongin.

“A-ku ingin membicarakan sesuatu. Dan ini juga menyangkut pernyataanmu waktu itu” Min Ri berbicara sedikit memelankan suaranya. Kai tak menjawab. Ia hanya mengangguk menandakan ia merespon.

“Aku…  memutuskan.. hanya menjadikan Chanyeol sahabat..” Min Ri sudah menundukkan kepalanya dalam. Dia malu sekali mengakuinya.

“Maksudmu? Apa itu berarti kau…”

“Ya, aku memutuskan menerimamu kembali.. Kai” Min  Ri semakin menundukkan kepalanya lebih dalam.

“Benarkah?? Kau serius?” Jongin menatapnya tak percaya. Dan Min Ri menggangguk pelan.

Gomawo, gomawo chagi. Ah apa ku sudah boleh memanggilmu seperti itu? Oh aku tidak percaya ini. Aku sangat bahagia” Kai memeluk erat Min Ri.

“Emm, Kai, apa kau tertidur?” Min Ri memandang wajah Jongin yang tengah tiduran dipahanya dengan mata terpejam.

Anio. Wae hem?” Jongin pun membuka matanya dan menatap dalam kearah mata Min Ri yang sontak saja membuatnya salah tingkah lengkap dengan pipi yang merona merah.

“Ja-jangan menatapku seperti itu. Kai, aku harus segera pulang karena aku belum memberitahu Umma dan Jong Min” Jongin menegakkan tubuhnya. Saat ini Jongin sudah duduk disofa itu sambil menghadap Min Ri.

“Kau menginaplah disini, biar aku yang akan menghubungi Umma” ujar Jongin.

“Tapi-“

“Ini kan sudah larut. Lagipula, apartementku juga apartementmu, istriku~” Jongin mencolek jahil dagu Min Ri.

Ne?? I-istri? Tapi bukankah kau sudah-“

“ Menandatangani surat cerai darimu itu? Aku sama sekali tidak pernah menyentuhnya apalagi menandatanganinya. Jadi, sampai saat ini kau tetaplah istriku” Jongin tersenyum sambil menggenggam tangan yeoja didepannya itu. “Jadi kau mau disini kan? Tunggu sampai besok, kita bertiga bersama Jong Min pindah di rumah kita yang dulu” tambah Jongin.

“Baiklah..” jawab Min Ri akhirnya.

Seorang namja kecil tampak bosan memainkan mainannya diruang keluarga rumah itu. Tampaknya ia benar-benar bosan.

Halmeoni~ Umma kemana sih? Kok belum pulang sampai sekalang” ujarnya bertanya pada neneknya yang menonton televise tak jauh darinya.

Umma-mu ada di apartement appa-mu, Kim Jong In. Besok mereka pasti menjemputmu kok, Jong Min-ah” jawab Ny. Jung. Yang bertanya hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal. “Sekarang Jong Min tidur ne? Sudah malam.. Kajja

Benar saja, esok paginya Jongin bersama Min Ri kembali ke rumah kediaman keluarga Jung untuk menjemput Jong Min.

Umma! Kenapa balu (baru) pulang??” Jong Min langsung berlari memeluk Min Ri –atau lebih tepatnya hanya bisa memeluk kakinya-

Mian ne? umma janji tidak akan mengulangi lagi” Min Ri langsung menggendong Jong Min. “Jong Min-ah, mulai saat ini kita akan tinggal bersama dirumah umma dan Jong In appa yang dulu. Kau mau kan?” Jong Min beralih memandang Jong In yang tengah tersenyum. Terlihat dari ekspresinya, ia belum bisa benar-benar menerima kenyataan  kalau appa kandungnya adalah Jong ahjussi yang dikenalnya belum lama ini. Oh ayolah.. usia Jong Min masih terlalu muda untuk memahami ini semua. Hingga akhirnya, semua yang ada diruangan itu tersenyum lega melihat namja kecil mengangguk.

 

“Uwaa! Lumahnya besal sekali, Umma!” Jong Min melangkah riang ketika ia dan orangtuanya itu baru memasuki rumah yang dulu ditempati Min Ri dan Jong In sebagai hadiah pernikahan mereka. Min Ri dan Jong In memamerkan senyum bahagia mereka melihat putra mereka satu-satunya itu. Dalam hatinya yang terdalam, Min Ri berharap semoga keputusannya kembali pada Jong In adalah yang terbaik dan kehidupannya kedepan akan membawa kebahagiaan bagi keluarga kecilnya..

 

EPILOG

“Hellowww! Min Ri-ah! Jong In-ah! Jong Min-ah! Park Chanyeol datang!” Suara happy virus Chanyeol terdengar membahana ketika Min Ri baru saja membukakan pintu rumahnya.

“Eoh? Chanyeol-ah? Kau sudah datang ternyata.. Ayo masuk! Jong Min sudah menunggu” jawab Min Ri.

“Okee” Chanyeol melangkah masuk mengikuti Min Ri dibelakangnya.

“Yeol appa!!” Jong Min berlari kearah Chanyeol.

Anyeong Jong Min-ah. Sudah siap?  Chanyeol mengusak surai Jong Min.

“E-eum. Appa, umma, Jong Min belangkat dulu ne?” Jong Min menoleh kearah Jong In dan Min Ri yang berdiri tak jauh darinya.

“Hati-hati. Jangan membuat Yeol appa kerepotan, Jong Min-ah” ujar Jong In.

Ne, Jong Min kan sudah sekolah, jadi Jong Min tidak akan nakal kok. Bye bye appa~ umma~” jawab Jong Min. Jong Min segera berlalu bersama Chanyeol menuju Lotte World. Ya, mereka telah merencanakan acara jalan-jalan di akhir pekan ini bersama.

 

Jong Min berlarian kesana kemari dengan semangatnya menuju arena-arena permainan yang ada. Chanyeol nyaris kewalahan, namun itu tak berpengaruh padanya selama ia bisa membuat Jong Min senang.

Appa! Appa! Kajja kesana!” Jong Min menarik-narik tangan Chanyeol. BRUK! Suara sesuatu bertabrakan terdengar yang ternyata adalah Jong Min dan seorang namja kecil seusianya.

Mi-mian, Jong Min tidak sengaja” Jong Min menunduk takut. Dengan dibantu Chanyeol, ia berdiri perlahan.

“Jong Min-ah?” ucap namja kecil yang bertabrakan dengan Jong Min. Jong Min sendiri mendongak ketika melihat namja kecil ini.

“Luhan-ah?? Waa, kamu juga main disini yah?” nada ceria Jong Min kembali terdengar.

Ne, Luhan pelgi sama noona” ujar namja kecil yang ternyata adalah teman Jong Min di Taman Kanak-Kanak. Chanyeol hanya bisa memandang keduanya dengan tersenyum.

“Luhannie! Aigoo, noona mencarimu kemana-mana, ternyata ada disini. Apa kau menabrak orang lagi?” suara yeoja mengalihkan perhatian ketiga namja itu.

Mian noona. Iya Luhan menablak olang lagi, hehe” Luhan tertawa innocent.

Aigoo~ Em, tuan, maafkan adik saya” yeoja itu membungkuk meminta maaf lalu memandang Chanyeol yang sejak tadi memang menatap yeoja dihadapannya. Terpesona mungkin.. Keduanya terpaku saling mengunci tatapan masing-masing..

“Gwenchana. Boleh tahu namamu, agashi?”

THE END!!!

chankai

Nah loh? Udah end? Alurnya cepet banget masa’ -_-

Pacar author cuma muncul bentar, pake versi kecil lagi *lirik Luhan*

Mian kalo tidak memuaskan..

Sequel? Author gak bisa janji.. tergantung juga sih, hehe..

BIG THANKS FOR BELOVED READERS^^ Tanpa kalian, author bukan apa-apa, hanya seonggok(?) yeoja yang suka nulis gak jelas macam gini😀

Oya, selamat menjalankan ujian semester bagi yang menjalankannya (?).. Moga nilainya kece-kece semua ya raportnya ;D

KHAMSAHAMNIDA!!! XIE XIE!! THANK YOU! MATUR NUWUN! *tebar fly kiss*

 

19 thoughts on “[NEW SERIES] LOVE IS HURT (part 10-END)

  1. thor, endingnya damaaai sekali yak..*ehm maksudnya terlalu santai, tapi ya, saya mengertilah keadaan author yang sedang terjepit (?)

    Semangat thor!! Semakin baik lagi di karya berikutnya, FIGHTING!!😀

  2. Thorrr (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)‎
    Alurnya cepet banget coba (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)‎
    Masih kepo nih, terutama alasan Kai mengabaikan Min Ri pas mereka di jodohin
    Nunggu keterangannya, eh udah abiss…
    Huaaaa (╥﹏╥) *nangiskepelukanKai*

    Daebak dah buat ni ff :”D makasih thorr!! Udah ngebuat saya meneteskan cairan kristal *eh

    Pokoknya Gamsahamnidaa~~

    • Maaf atas ending yang agak gimana gitu.
      Alasan jongin dingin ke minri pas dijodohin itu, kai jadi gak bisa bebas lagi, dia agak ngerasa terkekang. dia masih mau manfaatkan masa mudanya.. jadi ya begitulah

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s