Soirée.

soiree

Soirée.

by

brokenpetals

Title: Soirée. || Author: brokenpetals || Main Casts: EXO K’s Sehun & Chanyeol || Genre: Life, Brotherhood || Length: Ficlet || Rating: G

“Soirée.”

Seperti sore-sore yang lainnya, matahari yang hampir hilang membuat semburat kemerahan. Hanya saja hari ini anginnya hangat—bahkan burung-burung hitam itu bisa memberitahu bahwa hari ini terasa berbeda.

“Aku lelah,” kata Sehun, memandang jauh ke ujung danau yang airnya kehijauan.

Chanyeol yang tengah memainkan kakinya di bawah air lantas menolehkan kepalanya. Senyumnya merekah saat ia melihat peluh mengalir pelan di pipi Sehun. Pikirnya seperti, ‘Tuhan, kapan terakhir kali aku dan adikku keringatan?’

“Sebentar lagi bulan akan nampak, udara akan mendingin, lalu hari ini akan selesai. Tak sayangkah kau, hyung?”

Lalu lelaki kurus itu mendongak memandang langit dengan tatapan penuh sayang, seperti masih penasaran dengan apa yang terjadi di balik awan sana. Tuhan kah yang sedang bermurah hati atau keindahan hari ini ternyata sebuah kesalahan? Maksudnya, mungkinkah satu dari malaikatNya tak sengaja menumpahkan bubuk bahagia berlebih ke atas bumi hari ini?

“Kau tahu?” tanya Chanyeol, menunggu Sehun menoleh sambil meremas jaket sendiri. “Bahkan satu ember penuh emas tak bisa membeli hari ini dariku.”

Lelaki itu tersenyum, dan Sehun memandangnya dengan dua alis terangkat. “Cuih.”

Lalu keduanya terkekeh, antara geli dan setuju. Karena, entahlah, hari ini terasa sangat cheesy. Apalagi keduanya hanya berdua di tempat ini, menghabiskan hari sebagai kakak-adik normal yang tengah menikmati hari hangat terakhir di musim panas. Bukan sebagai sepasang saudara penyakitan yang ingin bersenang senang selagi menunggu dijemput ajal.

“Badanmu sakit kah, hyung?” tanya Sehun yang meringis memijit lengannya sendiri. “Badanku sedikit ngilu.”

Burung-burung kini sudah tak nampak lagi, meninggalkan senja yang indah ini pamit pergi sendirian. Di samping sana, Chanyeol tak berani menatap adiknya. Fokus matanya jatuh pada air yang menenggelamkan setengah kakinya, berharap ia tak dengar apa yang barusan saja ia dengar.

Sakit? Aku bahkan lupa kalau aku ini sakit,‘ batinnya sambil tersenyum simpul. “Kalau begitu ayo kita pulang ke rumah. Malam pasti akan dingin.”

“Pulang?”

Sepuluh detik, mereka yakin kalimat itu menciptakan sepuluh detik tanpa suara. Lalu Chanyeol bangkit dan mengulurkan satu tangannya, bersiap untuk pergi walau setengah hati tak tega melewatkan senja indah seperti ini.

“Kau sedang menunggu apa?” tanya Chanyeol, menunggu adiknya membuat sebuah gerak. “Ah, ayolah, aku tak mau kau mati hari ini,” candanya sambil terkekeh hambar.

Tapi, Sehun masih saja nampak bergeming, dan uluran tangan Chanyeol pelan-pelan ditarik kembali.

“Sebentar lagi saja,” katanya. “Aku mau lihat matahari hilang di danau ini untuk sekali ini saja.”

Lantas dengan itu, Chanyeol duduk kembali di tempat semula. Karena sejujurnya, badannya juga mulai terasa ngilu, tapi senja ini membuatnya tak tega mengalah pada rasa sakit. Mengalah pada kelemahannya lagi.

“Jangan lama-lama, Sehun-ah,” ujarnya, lalu adiknya mengangguk setuju.

.

.

.

Jauh di dalam pikirannya, Sehun punya banyak pertanyaan. Tentang hidupnya, hidup kakaknya, hidup ibunya, ayahnya, bahkan hidup anjing milik Jongin, sahabatnya.

Kenapa di dunia yang serba komplit ini, belum ada dokter yang bisa menyembuhkan kelainan yang ia miliki?

Kenapa di dunia yang serba baik ini, harus Chanyeol yang menjadi kakak kandungnya, teman hidupnya, orang yang punya penyakit sama persis dengannya?

Kadang rasanya tak adil. Karena baginya, Chanyeol adalah sosok paling sempurna kedua setelah orang tuanya. Melihat Chanyeol kesakitan bisa membuat dirinya merasakan sakit satu juta kali lipat daripada biasanya.

Tapi, coba tebak apa? Hidup itu seperti cermin dua sisi. Sehun mungkin akan berpikir beda jika Chanyeol tidak sakit seperti sekarang ini. Penyakit bawaan inilah yang membuatnya sempurna.

Lucu, bukan?

Begini, dulu ia pernah membayangkan, jika saja ia hidup dengan kelainan ini sendirian. Mungkin satu satunya orang yang ingin ia musnahkan adalah Chanyeol. Ia akan sepenuh hati membencinya karena telah hidup dengan sehat dan terlahir dengan liver yang sempurna.

Tolol, tapi itu membuat Sehun akhirnya mengerti bahwa itulah pesona sebuah dendam. Dendam bisa membuat kita membenci hal-hal yang baik daripada yang buruk.

Hyung.”

“Hm?”

Chanyeol hanya menggumam tanpa menoleh sedikit saja. Dan tepat disisinya, Sehun nampak menundukkan kepalanya, ikut bermain air sambil menunggu langit cukup gelap untuk bisa menampilkan bulan.

“Pernahkah kau berpikiran untuk menjadi orang lain jika kau diberi kesempatan untuk dilahirkan kembali?”

Dan, dengan semangat, lelaki itu mengangguk. “Tentu saja,” katanya. “Dulu, bahkan aku pernah berpikiran lebih baik aku jadi anjingnya Jongin saja daripada diriku sendiri.” Ia tertawa. “Hidup hewan itu enak sekali. Punya majikan tampan,  hidup enak, tak usah minum obat—”

“Tapi sayang umurnya pendek,” potong Sehun.

“Ya, sayang umurnya pendek. Tapi setidaknya dia mati karena kekenyangan, bukan karena kelainan liver.”

Sehun hanya mendengus singkat. Lalu ia mengedarkan matanya ke sekeliling, mencari batu yang pas untuk dilempar ke dasar danau.

“Itu menjadi bukti bahwa over dosis kebahagiaan juga bisa membuat cepat mati,” ujar Sehun datar, begitu polos hingga memancing sebuah tawa geli keluar dari bibir kakaknya.

“Ya, itu ‘kan dulu,” tambah Chanyeol. “Sekarang jawabanku beda lagi.”

“Huh?”

Ya, Sehun-ah,” panggilnya. “Kalau kau boleh dilahirkan lagi sebagai orang lain, kau mau jadi siapa?”

Sehun nampak mengetuk-ngetuk dagunya, dan kakinya bergerak lambat di bawah air—membuat banyak gelombang kecil terombang ambing kesana kemari.

“Aku mau jadi Justin Bieber.”

“Nah, kalau begitu, jawabanku sekarang adalah aku ingin terlahir jadi kakaknya Justin Bieber.”

-FIN-

Setelah sekian lama, akhirnya ngepost lagi!
Phew, ini FF pertama yang aku tulis di memo handphone-_- jadi maaffff kalo cacat huhuhu 

Feedback-nya boleh yaaa?🙂

5 thoughts on “Soirée.

  1. Tunggu, tunggu, tunggu….aku mau nyapa dulu.

    hai, ica kkkk xD tau kan aku siapa (ica pun gak tau). Singkat cerita aku pagi ini baru bangun trus buka twitter trus link fic ini berseliweran di depan mataku, trus aku yaaa klik dan terbawalah aku ke sini hahaha

    Eumm…kayaknya ini pertama kali aku baca fic-mu, jadi maklumilah kalo komennya agak2 berbau mesiu bom bom gimana gitu hahaha

    Soalnya…

    IGE MWOYAAAA!!! Yaluhan! Suka banget sama ini hahahaha xD

    ini…apa ya genrenya? pfft xD sad? Angst? Comedy…ato apa sih? Hahahaha entahlah aku suka banget tipe-tipe cerita kayak gini. Oke, dimulai dari posternya…ya dua orang ini agak2nya kayak orang apaan tau, trus aku baca judulnya dan…oke, aku gak ngerti apa artinya soiree atau apapun itu dan inilah yg bikin aku heran karena ada bnyk bgt org yg bisa milih judul yg menarik gitu hahaha (menarik bisa bikin pembaca tertarik utk baca)

    Okeh, terusnya aku baca, baca, baca dan jujur aku sukak banget sama permainan kata di sini. Entahlah, kamu gak pake banyak diksi yg tinggi sampe otak aku mau meledak bacanya, tapi kamu pinter.arrange kata2 sederhana jadi cantik :3 dan YAAMPUN AKU KIRA INI ANGST! Soalnya kebanyakan kalo kata2 cantik itu aku temuin di fic yang sedih dan ini juga tentang kehidupan kan, trus si yeolnya sakit…aku sebenernya agak bingung dia sakit apa di awal, kirain semacam anterograde gitu soalnya sehun bilang dia gak sayang hari udh mau berakhir..eh ternyata liver hahahaha

    terus ya, aku kira ini bakalan jadi semacam…oh brothership yang lpvey dovey antara kakak adek, TAPI PADA AKHIRNYA…

    “aku mau jadi kakaknya justin bieber” entah kenapa ini campur aduk banget! Aku antar pengen ketawa, tapi terharu.juga. Apalagi sebelumnya aku udh ketawa si yeol mau jd anjinnya jongin aja pfftt xD mas, please…kamu ganteng gitu jgn jadi anjing napa.

    DAN SEBENERNYA!! (maaf utk.caps ini) aku jg gatau ini surprise ato apa, tp dgn ending kayak gitu, fix ini fic chanhun pertama dan terfavorit yg pernah aku baca :3

    Baiklah, intinya. Aku suka.ceritanya, alurnya, tokohnya, bahasanya, authornya(eh ini apa) hahaha xD

    Pokoknya, semuanya. Oke deh, aku tau ini oanj an g banget dan banyak typonya dan aku tahu kamubpasti pusing ngeliatnya . Maaf ya ca hahaha xD

    Okeh see ya, me love this! Chanhun yeay!

    • Omaygat kak Dira ;_;
      Fic ku dibaca kak Dira loh ini ;_;

      Oh ya, ini sebenarnya failed bgt soalnya ceritanya si Chanyeol Sehun nih sakit bawaan gitu, ga bisa disembuhin haduh /berendem di kawah/ tapi aku nyeritainnya jd kayak sakit biasa ya .-. lol maklum belom kompeten /.\

      Btw, makasih kak sudah mampir❤

  2. Singkat, dan nyessss
    Oh god, Sehun kamu harusnya lahir lagi jadi Miranda Kerr /slaps/
    Well, ini keren. Lagi-lagi FF buatan kamu kereeeen!!
    Topic intinya unik dan ya, kerasa real dan nyata karena bukan fantasi yang berat jadi ngerasain gimana jadi merekanya bisa lebih mudah~
    Cerita yang ringan dan tanpa drama tapi tetep kerasa melankolis aaaaaaaaaaaaaaaaaaaah cinta banget~
    lots of heart❤ <4 <5

    oiya aku iseng cari karya-mu dan ini yang ada list paling atas, alias karya paling baru kamu.
    Well, lagi hiatus kah?
    I'm waiting for your comeback then😉

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s