[FF Freelance] Forever Not Hate You (Part 3)

asliJudul : Forever Not Hate You (Part III)

Author : Mettugi

Rating : General

Lenght : Chapter

Genre : Family and Romance

Main Cast :

–          Moon Chae Won as Han Seung Mi

–          Park Yoochun as Park Tae Woo

Disclaimer : FF asli buatan sendiri and no plagiarism. Tiba-tiba pengen pairing ini ada dalam FF-ku dan berharap suatu saat mereka bakal main drama bareng. Hehe..

Previous: Part 1, Part 2

Suasana peternakan kembali normal meski masalah yang dihadapi belum selesai. Para pegawai bekerja seperti biasanya. Seung Mi kembali ke aktivitas yang hampir setengah tahun tidak ia tangani. Menjadi ahli kesehatan di peternakan ini, memeriksa kesehatan sapi perah itu dan rutin memberikan vitamin ataupun vaksin.

Kali ini ia ditemani asisten pribadi keluarganya, Asisten Jung. Mereka berdua mengecek setiap kandang dan asisten Jung dengan cekatan mencatat apa yang disampaikan oleh Seung Mi.

“Tuan Jung, bagimu, apa arti peternakan ini?”

Asisten Jung sedikit heran dengan pertanyaan Seung Mi. “Kenapa tiba-tiba Nona menanyakan itu?”

“Aku hanya sedang berfikir bahwa, bila suatu hari, peternakan ini tidak lagi jaya. Bila suatu hari peternakan ini dibeli oleh orang lain. Bila suatu hari peternakan ini tutup.”

“Bagiku dan pegawai yang ada disini, peternakan ini adalah hidup kami. Harapan dan masa depan keluarga kami.”

“Kau benar. Hidup, harapan, dan masa depan.” Seung Mi tersenyum sembari memberi makan rumput pada salah satu sapi perah. “Melihat mereka makan, sangat menyenangkan.”

Seorang pegawai mendatangi Seung Mi yang sedang asyik memperhatikan sapi perah itu makan. “Nona Seung Mi, aku dengar bahwa peternakan ini akan dijual dan dijadikan pabrik pembuatan susu. Apa itu benar?”

Seung Mi terkejut dengan berita itu. “Dari mana kau mendengar beritanya?”

“Seluruh pegawai disini sejak pagi tadi membicarakan hal itu Nona. Kami semua khawatir jika itu benar, berati kami yang hanya lulusan sekolah rendahan akan digantikan oleh mereka-mereka yang berbakat dari Seoul.”

“Itu tidak benar. Kau jangan khawatir. Aku akan mengusahakan semua itu tidak terjadi. Asisten Jung, aku akan ke Seoul sekarang. Semua ku serahkah padamu.” Seung Mi segera kembali ke ruangannya. Dia mengganti pakaian safarinya dengan baju biasa dan pergi.

Seung Mi langsung memesan tiket pesawat untuk ke Seoul hari ini. Dia harus bertemu dengan pemilik perusahaan itu sebelum semua berakhir. Hanya berbekal beberapa dokumen dan ponsel.

“Maaf Nona, untuk sekarang Presdir Park sedang ada rapat. Jika anda ingin menunggu, silahkan duduk disana.” Seorang sekretaris menunjuk sofa yang ada di kantor tersebut.

Seung Mi mengangguk. Dia sudah berada di perusahaan yang dituju.

Entah sudah berapa jam dia menunggu dan orang yang ia cari belum muncul. Ingin rasanya menyerah, tapi ia berfikir kembali, sudah merelakan waktu untuk perjalanan jauh kemari, dia tidak ingin pulang dengan sia-sia. Harapan peternakan dan puluhan keluarga ada di tangannya saat ini.

“Anda mencariku nona?” Seorang laki-laki paruh baya sudah berdiri di hadapan Seung Mi.

Seung Mi terkejut. Dia merasa pernah bertemu dengan orang ini, tapi ia lupa.

Mereka berdua sudah duduk berhadapan di ruang presdir tersebut.

“Jadi kau yang bernama Han Seung Mi?”

“Oh.. Dari mana anda tahu namaku?”

“Kau tidak ingat aku? Aku Paman Park, teman ayahmu. Sekarang kau sudah menjadi gadis yang cantik dan dewasa. Ada perlu apa kau kemari?”

Seung Mi terpana akan sikapnya yang tenang dan ramah. Ia ragu apakah kata-kata yang sudah ia persiapkan selama perjalanan di pesawat tadi akan dilontarkan atau tidak.

“Aku dengar jika peternakan kami bertanggungjawab akan kerugian perusahaan ini. Kami akan mengganti sebanyak kerugian beserta bunganya. Ini..” Seung Mi menyerahkan sebuah dokumen. “Ini adalah perkebunan di desa kami. Jika panen tiba, maka kerugian itu akan kami ganti.”

Presdir Han tersenyum melihat dokumen yang diberikan Seung Mi. “Kenapa kau memberikan ini padaku? Apa Han Dong Wook yang menyuruhnya?”

Seung Mi menggeleng. “Tidak. Aku sebagai anaknya akan bertanggungjawab atas semua kerugian ini. Dan kami mohon, jangan jadikan peternakan kami objek perluasan perusahaan anda Tuan. Saya permisi.” Seung Mi mengangguknya kepalanya sekali lalu pergi.

Presdir Park terkejut, “Apa kau berfikir begitu jauhnya Seung Mi?”

Seung Mi berhenti dan berbalik arah. “Aku tidak berfikir terlalu jauh Tuan. Peternakan itu seperti hidup, harapan, dan masa depan bagi semua orang disana.” Ucapnya. “Anda orang yang tinggi di perusahaan ini, mungkin jarang sekali anda turun langsung melihat kondisi bawahan anda dan bertanya secara pribadi pada mereka. Peternakan bukan seperti mesin yang bisa dimanipulasi oleh orang-orang yang berotak, tapi kita harus bisa berkomunikasi dengan baik pada semua orang.”

Presdir Han bukan emosi dengan ucapan Seung Mi, tapi dia tersenyum mendengarnya. “Kau salah Seung Mi..” Ucapnya pada diri sendiri karena Seung Mi sudah pergi sejak 5 menit yang lalu.

***

Sudah bisa diperkirakan oleh Seung Mi bahwa ia akan dimarahi ayahnya. Ayah sudah mendapat kabar dari Asisten Jung bahwa Seung Mi pergi ke Seoul.

“Apa ayah pernah mendidikmu seeprti itu? Sejak kapan kau mengambil keputusan secara gegabah tanpa mendiskusikan dengan ayah?”

Seung Mi memandang ke arah tumpukan buku yang ada di meja kerja sang ayah.

“Ternyata selama ini, keputusan ayah untuk memberikan kebebasan hidup yang kau pilih salah. Kau bukan semakin patuh pada ayah tapi malah membangkang.”

“Tapi ayah, ini semua demi nasib peternakan ini.”

“Lalu apa kau sedang dalam pikiran jernih? Sejak kapan kau memberikan dokumen perkebunan itu pada Presdir Park. Apa kau tidak tahu jika kebun itu hasil hadiah darinya untuk kemajuan peternakan kita?”

Seung Mi terkejut mendengarnya. Dia memandang sang Ayah. “Tidak mungkin. Itu tidak mungkin.”

“Kau sudah membuat ayahmu malu. Ayah akan memberikan perjodohan ini pada Han Jin Yi.”

Rasa bersalah Seung Mi semakin menjadi. Dia lemas di tempat duduknya. Tidak ada gairah lagi untuk melangkah pergi. Ingin rasanya ia menangis, tapi semua itu ia tahan. Jika perasaan sedih ini menimpanya, maka yang ia ingat adalah ibunya. Ya, ia rindu dengan kasih sayang ibunya.

Tangisnya menjadi begitu sampai di kamar. Dia memeluk erat foto ibunya. “Ibu, Aku merindukanmu..” Tanpa sadar, ia tertidur lelap.

***

Jika ada pihak yang sedih, maka ada pihak yang bahagia. Benar saja, semua itu adalah rencana ibu tiri dan saudara tiri Seung Mi. Merekalah yang menyebarkan rumor itu agar Seung Mi terpancing. Semua rencananya berhasil, Seung Mi masuk dalam perangkap mereka.

“Kau benar Bu. Aku sayang padamu..” Jin Yi tersenyum cerah sambil memeluk ibunya.

Dia bahagia karena sang ayah memberinya kesempatan untuk dijodohkan pada anak pemilik perusahaan susu.

***

 

4 thoughts on “[FF Freelance] Forever Not Hate You (Part 3)

  1. Bener2 licik ibu tiri seung mi…. Apa yg nanti akan terjadi ya pa seung mi…. Jadi penasaran nih thor… Lanjut ya thor jgn lama2 nee…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s