[FF Freelance] Our Story (Part 6)

our story 2

 

Autor: @shinharafly3424

Length: chapter

Genre: romantic, sad

Disclaimer:

FF pertama semoga suka, sudah di publis di blog autor  http://shinhara3424.wordpress.com/

Cast:

– kwon yuri

– choi siwon

– lee donghae

– im yoona

Previous: Part 1Part 2Part 3Part 4, Part 5,

DON’T COPY DON’T PASTE

°
°
°

SIDERS GO AWAY !!

 

“GOMMAWO”

Siwon memberikan senyumnya dan membalikan badannya.
“Aku harap kau tidak terjebak dalam obsesi lama mu itu, yoongie”

Siwon hanya takut kalau perasaan yoona yang sekarang untuk donghae hanya sekedar obsesi nya bukan lagi cinta seperti dulu.

“Oppa, siwon oppa!”

Merasa ada yang memanggil namanya, siwon pun langsung menoleh, menemui orang yang mengeluarkan suara indah itu.

“Oh yuri~” ucapnya saat kedua bola matanya menangkap sesosok yang ia kenali.

“Hai oppa” ucap yuri sambil menghampiri orang yang namanya ia sebut.

“Kau apa kabar yul?”

“Baik oppa, kau sendiri bagaimana?”

“Aku? Tentu selalu baik, kau pasti tau manusia paling tampan sepertiku akan selalu baik-baik saja” jawab siwon dengan candaan.

“Aish oppa, kau selalu memuji dirimu dengan berlebihan tch” cibir yuri.

“Hahaha, kau ikut kesini juga?”

“Ne, donghae oppa yang mengajak ku”

“Wah…wah… Tunangan yang baik, selalu mengikuti tunangannya kemanapun, kau takut ya donghae mu itu diculik hehe” siwon menggoda yuri

“Hei oppa, kau fikir aku body guard nya” ucap yuri sambil mengembungkan pipinya.

“Iya iya aku hanya bercanda tuan putri. Lalu dimana dia sekarang?” Ucap siwon yang melihat tidak ada donghae disamping yuri.

“Oh dia sedang kembali ke hotel, katanya ada berkas yang tertinggal”

“ya sudah, karena kita sudah disini, bagaimana kalau kita jalan-jalan saja” ujar siwon mengajak yuri

“Boleh oppa”

Mereka berjalan-jalan menyusuri pinggiran pantai, tak jarang mereka melempar lelucon satu sama lain. membuat mereka tertawa sangat keras, tak jarang pula yuri memukul lengan siwon karena selalu menggodanya.

•••

“Kemana anak itu, aku menyuruhnya menunggu disini tapi dia tidak ada” donghae bergumam sendiri.

Lalu dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi yuri, belum sempat tersambung, tiba-tiba donghae dikejutkan dengan suara wanita.

“Hae-ah”

Donghae pun menoleh. Dan dirinya pun membeku seperti tersihir oleh wajah dari orang yang memanggilnya. Dia berusaha menenangkan dirinya.

“Oh kau yoona-ssi” jawab donghae se-formal mungkin.

“Kau tidak perlu bersikap seperti itu lagi kepadaku”

“Maksud mu?”

“Kenapa kau selalu menghindariku?” Ucap yoona dengan bergetar, dia menahan air matanya untuk tidak keluar dari mata indahnya.
“Kenapa kau selalu bersikap seakan kita tidak pernah mengenal satu sama lain”

“Memangnya apa yang aku harus lakukan?” Ucap donghae mengalihkan pandangannya dari wajah yoona.

“Jangan berpura-pura untuk melupakan kenangan kita” akhirnya cairan bening itu berhasil menghiasi pipi yoona.

“Apa katamu? Kenangan? Kenangan yang mana? Kenangan saat kau mengakhiri semuanya? HAH IYA?” Ucap donghae dengan nada tinggi. Dia tidak bisa menahan emosinya lagi, berbicara dengan yoona membuatnya mengingat rasa sakit saat lima tahun yang lalu.

“Kita harus bicara” ucap yoona dengan lirih

“Apa lagi yang harus dibicarakan?”
“Kau tidak pernah mengerti per-” ucapan donghae terputus.

“Aku datang” sambung yoona.

“Ne?”

“Ak-ku datang saat kau pergi, ak-ku berlari untuk menemuimu saat dibandara” tangis yoona langsung pecah
“Tapi… Kau terlalu cepat meninggalkanku, kau pergi tanpa menungguku dulu. Kau fikir aku tidak mau menunggumu? Kau fikir aku yang mengakhiri ini semua, saat kau pergi rasanya itu sangat sakit, saat aku tiba disana dan tidak melihatmu, rasanya dunia ini ingin memakanku. Aku begitu lemah saat jauh darimu, kau selalu berfikir kau lah yang tersakiti, kau selalu merasa kau yang menderita selama lima tahun ini, kau tidak mengerti persaanku, kau sangat-”
Ucapan yoona terputus saat dirinya merasakan dekapan hangat dari seseorang, yaitu donghae.

Donghae memeluk yoona dengan erat. Yoona menangis terisak dipelukan donghae, dibenamkan wajah nya di dada bidang donghae,diciumnya wangi tubuh donghae, dia sangat merindukan saat-saat seperti ini bersama donghae.

“Mianhae… Mianhae” lirih donghae tepat dikuping yoona.

Lalu yoona melingkarkan tangannya dipinggang donghae. Yoona mengeratkan pelukannya, saat ini dia hanya tidak ingin ditinggalkan donghae lagi.

“Tak bisakah kita seperti dulu?” Yoona yang memulai percakapan.
“Kumohon, biarkan aku merasa bahwa rasa itu pernah ada diantara kita”

Donghae melepas pelukan mereka, menatap lekat wajah cantik yoona. masih seperti dulu saat mereka bersama, wajah yoona tidak pernah berubah, masih cantik walaupun matanya sudah bengkak karena menangis.

Tiba-tiba donghae mendekatkan wajahnya, memperkecil jarak dengan yoona, hembusan nafas mereka berdua begitu terasa dipipi masing-masing. Tak lama donghae menempelkan bibirnya di atas permukaan bibir tipis yoona. Donghae mencium bibir yoona dengan lembut Mereka sama-sama menikmati ciuman yang tanpa paksaan itu, hanya perasaan cinta yang telah lama tak tersalurkan. Donghae mulai menggerakan bibirnya dengan lembut, melumat bibir yoona dengan cinta dan tanpa kekerasan, yoona pun membalasnya. Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang menyaksikan ini.

•••

“Haha oppa kau bisa saja-” tiba-tiba ucapan yuri terputus saat dia melihat seseorang yang dia kenal.

“Eoh, siwon oppa bukan kah itu donghae oppa? Dan bersama siapa dia?”
“Sebaiknya kita kesana” ajak yuri.

Siwon menahan lengan yuri sambil menggelengkan kepalanya.

“Sebaiknya kita biarkan mereka menyelesaikan masalahnya”

Yuri mengeritkan dahinya, pertanda dia tidak mnegerti dengan ucapan siwon.

“Ne.. Maksud oppa” ucap yuri tidak mengerti.

Lalu tiba-tiba mereka melihat donghae memeluk yoona, yoona pun membalasnya, yuri yang melihat itu merasa ada petir yang menyambar hatinya.

“Oppa..” Lirih yuri.

Setelah itu donghae melepas pelukannya dan terjadi suatu peristiwa yang lebih menyakitkan lagi untuk yuri, mereka berciuman. Tapi siwon langsung memeluk yuri agar yuri tidak melihat kejadian itu, tapi sayang yuri bukan gadis bodoh yang tidak tau apa yang mereka lakukan didepan sana.

“Op..oppa… Hiks..!”
“Oppa, bawa aku lari dari sini” lirih yuri dengan isak tangisnya dipelukan siwon.

“Hmm” siwon mengangguk di sela-sela pelukannya dengan yuri.

•••

Siwon dan yuri memutuskan pergi dari sana. Mereka berjalan melewati jembatan melengkung untuk menyeberangi pulau. Yuri hanya terdiam dan sambil mengedarkan pandangannya melihat pemandangan. Bukan karena kagum atas indahnya pemandangan dipulau ini tapi karena pikiran nya sekarang sedang kacau. Hati nya saat ini sedang buruk. Bahkan siwon tidak mengajaknya berbicara, dia berjalan dibelakang yuri sambil melihat punggung yuri. Dia tau saat ini yuri tidak ingin diganggu. mereka berjalan sampai di Kampung Seongeup, kampung tradisional yang mempertahankan gaya hidup khas rakyat Jeju. Terletak disebelah barat daya Seongsan, Jeju bagian timur.

Yuri melihat para ahjuma yang sedang mencari cumi ditengah lumpur. Lalu yuri menghentikan kakinya, begitu juga siwon yang berada dibelakang yuri.

“Ahjumma.. Kalian sedang apa?” Tanyanya

“Hei gadis manis, kau mau ikut kami? Kami sedang mencari cumi-cumi” jawab salah satu ahjuma

“Bolehkan?” Ucap yuri dengan wajah berbinar.

“Ne, kajja”

Lalu yuri menoleh kebelakang melihat siwon untuk meminta izin. Lalu siwon mengangguk. Dan yuri tersenyum sebagai tanda berterimakasih.

Yuri menghabiskan waktunya dengan bermain bersama ahjuma-ahjuma itu. Bahkan siwon tersenyum karena senang, setidaknya yuri bisa melupakan kejadian yang beberapa jam terjadi didepan kedua matanya. “Tertawalah, karena ku rasa badai besar akan menghadangmu didepan sana,yul!”

Langit semakin gelap, mereka menghabiskan waktu disalah satu rumah warga untuk sekedar minum-minum. Mereka disambut sangat baik oleh warga setempat.

“Kalian pasangan suami-istri yang sedang bulan madu kesini?” Tanya ahjuma tersebut.

“Mwo? Oh tid-”

“Ne ahjuma, kami sedang bulan madu disini. Dan kami rasa pulau ini sangat indah untuk kami, bukan begitu oppa?” yuri memotong ucapan siwon

“Oh.. Ne.. Ne” ucap siwon gugup

Yuri hanya tersenyum melihat siwon salah tingkah seperti itu.
Tiba-tiba hujan pun turun dengan sangat deras.

“Wahh sepertinya hujan, kalian menginap saja disini, lagian kalau hujan seperti ini, jembatan melengkung itu tidak bisa digunakan” ucap ahjuma

“Mwo??” Ucap mereka berdua berbarengan.

“Haha kalian sangat serasi”

“Kalian bisa tidur di kamar tamu”

“Ne ahjuma” ucap yuri dengan senyum yang dipaksa.

“Sebaiknya kalian cepat istirahat, pasti kalian lelahkan seharian berkeliling pulau jeju” ucap ahjuma
“Aku tinggal yaa, kalian bisa menggunakan kamarnya sekarang”

Mereka memasuki kamar yang ahjuma itu tunjukan tadi.

“Oppa eotteoke?” Ucap yuri takut

“Siapa suruh kau mengaku kita sepasang suami istri. Nikmatilah” ucap siwon sambil meninggalkan yuri.

“Aku hanya ingin mengerjaimu oppa, tapi sepertinya aku yang dikerjai oleh hujan, arghhhh!” Ucap yuri yang mengacak-acak rambutnya.

~

Didalam kamar yuri dan siwon tidur saling memunggungi. Yuri tidak bisa tertidur karena terus memikirkan kejadian yang beberapa jam lalu dia saksikan.

“Oppa” ucap yuri

“Hmm”

“Apa kau sudah tidur?”

“Hmm” siwon hanya membalas dengan anggukan

“Kau- ” ucap yuri sambil bangun dari tidurnya.
“- masih mengutang cerita denganku oppa” lanjutnya

“mwo, cerita apa?” Siwon pura-pura tak mengerti maksud yuri.

“Hei, kau harus menjelaskan dulu kepadaku apa yang sebenarnya terjadi” yuri mengguncang-guncangkan tubuh siwon yang masih memunggunginya.

“Besok saja, aku sangat lelah sekarang” ucap siwon santai.

“Aku tidak mau, kau harus menjelaskannya sekarang” yuri semakin mengencangkan gerakannya ditubuh siwon.

“Ne ne” siwon bangun dari tidurnya.
“Apa yang harus ku ceritakan?” Tanyanya

“Ceritakan semuanya dari awal”

“Aish kau menyebalkan!” Desis siwon
“Kau tau kan masa lalu nya donghae? yoona itu-”

“Jadi yoona adalah kekasih donghae oppa… Aniy aniy, maksudku mantan kekasih donghae oppa yang memutuskan hubungan mereka?” Yuri memotong ucapan siwon

“Hmm” siwon mengangguk. “Tapi ada satu hal yang kau tidak ketahui”

“Apa itu oppa?” Yuri semakin penasaran dan mendekatkan dirinya ke tubuh siwon

“Yoona datang saat itu, dia tidak mengakhiri hubungannya”

“Mwo? Maksudmu.. Berarti mereka hanya salah paham?” Ucap yuri dengan kaget.
“Apa donghae oppa mengetahuinya?”

“Aku rasa dia sudah mengetahuinya”

“eotteoke oppa, apa mereka akan kembali bersama?” Tanya yuri dengan ketakutan.

“Mungkin” ucap siwon dengan santai.

Siwon lalu melanjutkan tidurnya yang tertunda.

“Oppa…apa yang harus aku lakukan?” Ucap yuri frustasi.

“Yang harus kau lakukan adalah tidur, besok pagi kita harus sudah berada dihotel” ucap siwon tidak peduli.

Tiba-tiba yuri tersenyum sepertinya dia mendapatkan ide yang sangat bagus.

“OPPA, kau harus berpacaran dengan yoona!”

“MWOO~?” Ucap siwon kaget dan langsung bangun dari tidurnya.

“Iya, itu ide yang bagus kan” ucap yuri dengan menjetikan tangannya.

“Mwo kau gila~”

“Hei itu ide yang bagus, jika kau berpacaran dengan yoona, donghae oppa tidak akan mendekatinya lagi” yuri sambil tersenyum-senyum memikirkannya.

Lalu siwon mengarahkan jari telunjuknya ke dahi yuri dan mendorongnya.

“Kau~ kenapa tidak bisa berfikir seperti orang dewasa, umurmu sudah 22 tahun yul. Tch.. Baru beberapa jam yang lalu aku melihatmu seperti wanita yang ingin bunuh diri karena ditinggal oleh kekasihnya, tapi sekarang…”
“Lihatlah tingkat kebodohanmu sudah menjalar keseluruh penjuru otakmu..” Lanjut siwon

“Oppa, kau jahat sekali..!” Ucap yuri sambil menjambak rambut siwon

“Aww appo!” Ringis siwon

“Oppa kau tidak bisakah membantuku?” Yuri memohon

“Aku tidak akan membantu gadis bodoh dan kasar sepertimu” ucap siwon yang langsung meninggalkan yuri tidur.

“Aish, sepertinya percuma kau mempunyai wajah tampan, tapi kau tidak bisa mendapatkan hati yoona, cih” dengus yuri dengan kesal.

•••

Donghae tidak henti-hentinya mengerutu sambil melihat jam tangannya.

“Aishh, kemana anak ini. Ini sudah larut tapi dia belum juga pulang, arghh kau membuatku cemas yul”
“Ponselnya pun tidak aktif, apa kau ingin aku habis dimarahi oleh eomma” donghae sangat cemas.

Lalu donghae pun menuju lantai dasar hotel untuk bertanya kepada orang-orang, apakah mereka melihat yuri.
Tapi pihak hotel tidak ada yang melihatnya. Donghae pun mencarinya disekitar pantai, walaupun hujan lebat tapi dia tetap memberanikan diri untuk mencari yuri.

“Joesong, apa kau melihat gadis ini?” Tanya donghae dengan melihatkan foto yuri yang berada diponselnya

“Eoh.. Gadis ini sepertinya melewati jembatan melengkung itu tuan” jawab salah satu warga
“Tapi, kalau hujan jembatan itu tidak bisa dilewati tuan, kemungkinan gadis ini terjebak disana”

“Mwoo??” Donghae kaget mendengarnya
“Tidak adakah jalan lain menuju kesana?” Tanya donghae pasrah

“Tidak ada, kalaupun ingin kesana anda harus menunggunya sampai pagi”

“Baiklah, khamsahamnida” ucap donghae sambil membungkukan badannya.

Lalu donghae kembali ke hotel dengan perasaan yang sangat cemas.

“Yul…kau membuatku gila!”

 

-To Be Continue-

 

DON’T BE SILENT READERS

7 thoughts on “[FF Freelance] Our Story (Part 6)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s