[FF Freelance] Ilussion

illusionAuthor             : Aozora

Cast                 :

–     Kim Jaejoong

–     Yoochun

–     Yunho

–     Ilusion girl (up to you)

Genre              : Fiction, Romance, Sad

Rating             : General

Lenght             : SongFiction (Ficlet)

Discalimer     :

Terinspirasi sama lagunya DBSK – Beuatiful life. Sorry kalo hanya 3 member aja yang tak buat, soalnya feel-nya yang bisa di dapet ya Cuma mereka bertiga. Hehe. Saran aja sih, kalo mau dapat feel-nya pas baca ini bisa dengerin lagunya DBSK – Beautiful Life atau bisa liat MV-nya dulu. Oh ya, kalau modelnya pas di MV yang jadi ceweknya itu Yuri SNSD, tapi kalian bisa bayangin orang lain atau kalian sendiri. Hehe. Selamat menikmati.

Kim Jaejoong’s Part

Secangkir kopi hangat sambil mendengarkan alunan musik dari mp3 player cukup menemani pagi yang cerah ini di balkon hotel tempatnya menginap. Mata Kim Jaejoong langsung tertuju ke arah luar, hamparan pantai yang luas bisa langsung dinikmati tanpa harus menginjakkan kaki kesana. cukup dengan duduk  dan memandangnya dari jauh.

Sesosok gadis berambut panjang dan memakai dress selutut berwarna putih berjalan di sepanjang pesisir pantai yang terlihat cukup jelas dari pandangan Kim Jaejoong. gadis itu juga tengah mendengarkan musik lewat mp3 player sama sepertinya. Mata Kim Jaejoong langsung berbinar dan sebuah senyum tersungging di kedua ujung bibirnya. Gadis itu sangat mirip dengan kekasihnya.

Aku hanya ingin hidup bersamamu. Tak peduli di tempat yang tak terlalu spesial, tapi ada kau disana. Kita hidup berdua, bahagia, selamanya.

Langkah gadis itu semakin dekat dengan tempat Kim Jaejoong duduk. Wajah cantiknya semakin jelas terlihat dan bertambah cantik saat ia menunjukkan sebuah senyuman yang indah dan manis. Gadis itu melambai pada Kim Jaejoong dan iapun membalas lambaian gadis itu. “Kaukah itu??” Batinnya.

Belum sempat beranjak dari tempat duduknya, sosok gadis itu perlahan menghilang menjauh dari pandangannya. Kim Jaejoong tertegun akan pemandangan itu. namun ia sadar bahwa ini semua hanya ilusi. Ilusi akan kekasihnya yang sudah tiada.

Jika kau ditakdirkan untukku, aku berharap suatu saat nanti kita akan bertemu. Walau itu harus menunggu beberapa ratus tahun lagi, aku akan tetap menunggumu.

***

Park Yoochun’s Part

Berlembar-lembar kertas berserakan di lantai tanpa arah. Ini sudah kertas yang kesekian puluh yang ia buang karena tak menemukan inspirasi menciptakan sebuah lagu. Yoochun hanya bermain-main dengan sebuah tuts piano dan sesekali mencoret-coret sesuatu di kertasnya, namun ia remas-remas kembali lalu dibuang. Berulang kali. Ia mengacak-acak rambutnya sendiri karena kesal.

Badannya ia gerakkan ke kanan dan ke kiri untuk menghilangkan rasa capek yang mulai menjulur ke tubuhnya. Tepat di saat badannya bergerak ke kiri, ia melihat sosok gadis manis telah duduk di meja sebelahnya dengan secangkir teh dan ia tampak sedang menulis sesuatu. Yoochun terperana akan gadis itu. bukan karena kecantikan atau senyum manis yang ia miliki, namun lebih karena gadis itu adalah mantan pacarnya. Gadis yang ia anggap sebagai muse-nya. Inspirasi-nya dalam menciptakan sebuah lagu dan semangatnya untuk menjadi seorang penyanyi.

Yoochun tersenyum lebar dan hatinya kini penuh suka cita. Otaknya yang tadinya penuh beban dan tak ada satupun ide yang keluar, kini mulai mengalir dengan lancarnya. Ia bisa menuliskan beberapa baris-baris lirik lagu dengan sesekali mencari melodi yang pas dari tuts piano yang ada di hadapannya. Ia melirik gadis yang berada di sampingnya itu mencoba memastikan bahwa gadis itu tak pergi dan kembali menuliskan beberapa baris lagu untuk melengkapinya.

Selesai. Ia tersenyum membaca baris demi baris lagu ciptaannya dengan wajah puas. Lalu ia menoleh ke samping ingin menunjukkan lagu itu pada gadis di sebelahnya. Namun nihil. Gadis itu sudah tak ada lagi di kursi itu. Yoochun heran dan sedih. “Apakah ini hanya ilusiku saja?” Tanyanya dalam hati. Namun ia tersenyum senang karena lagu ciptaannya telah selesai. Ia memberi judul pada lagu itu, Beutiful life.

Kau memang masih muse bagiku. Inspirasiku. Sampai kapanpun. Tak ada desain lain yang aku inginkan selain dirimu. My muse.

***

Yunho’s Part

Dari pagi sampai matahari akan bergeser ke tengah belum juga sekalipun ia menemukan gambar yang pas. Yunho heran dengan instingnya yang biasanya tajam kini menjadi lemah. Ia akan cepat mengenali objek yang bagus dan langsung membidiknya, namun kali ini berbeda.

Sesekali ia mengusap keringat yang mulai menetes dari dahinya yang lebar itu lalu melanjutkan bidikannya. Begitu selesai ia lihat hasilnya namun tak bagus dan tak terlalu fokus. “Sial!!” Umpatnya dalam hati. Dia berjalan ke tempat lain dan sebuah patung hitam membuatnya tertarik untuk mendekat. Patung yang berada di salah satu taman di daerah tersebut. Cukup unik dan aneh, menurutnya. Yunho mencari posisi yang pas untuk mendapatkan bidikan yang bagus. Aktivitasnya terhenti begitu ada sosok tertangkap dalam lensa kamera yang sedang ia dekatkan di mata kirinya. Seorang gadis manis berambut panjang yang juga sedang melakukan aktivitas yang sama dengan Yunho. Gadis itu mengambil foto di sekitar taman dengan senyum yang mengembang indah. Yunho terpesona pada gadis itu. sosoknya mengingatkan pada teman kuliahnya dulu.

Tak ingin meninggalkan momen yang indah ini, Yunho langsung mengambil foto-foto gadis itu. Gadis itu sama sekali tak tahu jika Yunho berkali-kali mengambil gambarnya. Ia masih sibuk dengan kamera di tangannya. Yunho tersenyum bahagia karena akhirnya menemukan objek yang bagus. Gerakan gadis itu sangat alami meski ia sedang sibuk memotret.

Jika itu empat tahun yang lalu, mungkin aku akan mendekatimu dan berkenalan lebih jauh padamu. Tapi semua itu sudah terlambat. Kau hanyalah seorang partner fotografi yang hebat dan enak diajak bekerja sama. Dan sekarang aku harus menerima kenyataan bahwa kau sudah pergi, kawan.

Yunho tersenyum getir begitu menyadari bahwa gadis yang sedang asyik memotret di hadapnnya itu hanyalah ilusi saja. Ia memandangi foto-foto yang tadi ia bidik karena ada gadis itu, namun tak ada sosok siapapun di dalam foto itu. Ia puas karena hasil bidikannya menjadi bagus begitu membayangkan gadis itu ada di hadapannya. Yunho memasukkan kameranya ke dalam tas lalu beranjak pergi meninggalkan tempat itu.

***

FIN

One thought on “[FF Freelance] Ilussion

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s