MINE (chapter 1)

cover sofvid.psd

Author  : vidyoung (@vidyafa21)

Genre   : Romance, humor(?), little hurt

Cast       :

  • Kim Eun Hyeon (OC)
  • Cho Kyuhyun
  • Park Sung Myeong (OC)
  • Lee Donghae
  • And other cast

Length  : Molla XD

Rate       : T

Warning: Typo bertebaran, romance gagal, geje, no feel XD

 

Ehem-ehem cek! Okeh ini ff khusus bikinan gue feat my friend, Sofin.

Yah maklumi saja kale nih epep aneh bin ajaib.

Langsung ajah deh, HAPPY READING!!

“Hyaaaa!!! Aku terlambat!!” pekik seorang yeoja  yang saat ini tengah berlari-lari di sepanjang trotoar. Ia baru saja menyelesaikan mata kuliahnya yang terakhir. Kenapa ia bilang terlambat? Karena tepat saat ini juga shif kerja sudah dimulai. Yah, yeoja bernama Kim Eun Hyeon itu bekerja part time disebuah café.

TRING! Lonceng di pintu masuk café berbunyi tepat ketika ia membuka pintu. Ia berhenti sejenak untuk menetralkan nafasnya.

“Kau terlambat, nona Kim” ujar seorang namja paruh baya yang diyakini adalah manager di café itu.

Mi-Mian, saya terjebak dalam tugas kuliah yang dideadline selesai hari ini, Pak” jawabnya takut-takut. Terlihat, pimpinan itu menghela nafas pelan.

“Jika pemilik café ini tahu, mungkin saat ini kau akan dipecat sekarang juga. Baiklah, sekarang cepat ganti pakaianmu, jam kerja dimulai sejak 30 menit yang lalu” Manager itu pun berlalu kembali ke ruang kerja-nya.

Ne, algeseumnida..” Eun Hyeon membungkuk sekilas lalu bergegas keruang ganti untuk mengganti pakaiannya dengan seragam café.

EUN HYEON POV

Huuft..Syukurlah manager tidak menghukumku.. Dan dia bilang apa tadi? Pemilik café ini? Bahkan karyawan-karyawan disini mengaku tidak pernah tahu wajah dan sosok(?) dari pemilik café ini, kata mereka sih, pemilik café jarang berkunjung disini. Masa bodohlah, yang penting aku tidak dipecat.. Aku bekerja di café ini mulai pukul 3 sore, sampai pukul 10 malam, karena paginya aku harus kuliah.

“Hyeonnie~ Kau baru datang? Cepat antarkan pesanan ini di meja no 04” ujar Ryeowook. Namja mungil itu memang koki disini.

“Oke, serahkan padaku” jawabku sambil membawa nampan berisi pesanan ke meja no 04. “Silahkan nikmati hidangan anda, tuan” ujarku sambil meletakkan pesanan di atas meja. Kulihat sekilas wajahnya dan.. Sh*t! Namja menyebalkan ini lagi! Ingin aku segera menghilang dari tempat ini!

537917_777916332225312_1452627922_n

“Mana pesanan dessert-ku?” ujarnya dengan nada angkuh.

“Eeumm, tuan.. setau saya, anda hanya memesan ini saja” jawabku mencoba sabar.

“Bagaimana kau ini, kenapa tidak teliti jadi pelayan.” Tambahnya.

Mian tuan, akan saya tanyakan pada pelayan yang mencatat pesanan anda tadi.”

“Aku tidak mau tahu, dessert pesanan-ku harus jadi sekarang juga, dan kau yang bertanggung jawab!” Ugh, ingin sekali aku melemparnya dengan nampan, tapi bagaimanapun dia adalah pelanggan yang harus dilayani. MENYEBALKAN!! Mentang-mentang dia kaya, tampan. Eh? Tadi aku bilang apa barusan?? Tampan?! Sepertinya otakku harus dicuci dulu, bisa-bisanya aku mengeluarkan kata sakral itu disaat seperti ini.

“Kenapa masih diam? cepat buatkan sekarang juga” ujarnya membuyarkan imajinasi-ku untuk menganiayanya. Aku membungkuk sekilas dan bergegas menuju dapur sambil menggerutu tak jelas.

“Wookkie-ya, palli kau bikinkan dessert. Pelanggan menyebalkan itu berulah lagi” kataku.

Mwo? Dia datang lagi? Kau baik-baik saja kan, Hyeonnie?” Ryeowook menatapkan khawatir.

Ne, aku sudah mulai kebal dengannya. Tapi mungkin akan gila jika terus-terusan seperti ini..” jawabku asal. Tak lama akhirnya dessert telah selesai dan aku bergegas membawanya ke meja namja itu. Ternyata ia sudah tak sendiri, dihadapannya duduk seorang yeoja berselera fashion tinggi –dilihat dari penampilannya- tengah bermanja-manja padanya.

“ehem. Silahkan nikmati pesanan anda..” ujarku berusaha bersikap acuh dengan apa yang ada dihadapanku ini.

“Kyu Oppa~ aku juga ingin pesan makanan yang dipesan oppa, boleh ya?” ujar yeoja itu merajuk. Ishh, menjijikkan sekali ekspresinya.

“Tentu saja, chagi~. Hey kau, aku pesan sekali lagi makanan dan minuman yang sama seperti-ku ini. Aku ingin cepat.” Ujarnya sambil memandangku setelah sebelumnya memandang yeoja –yang kuyakini yeojchingunya itu-.

“Baik, mohon tunggu sebentar…” ujarku berusaha professional. Dalam hati padahal aku mengumpat. Apa ia sengaja berbuat begitu padaku? Salahku apa sih?. Segera ku kembali –lagi- ke dapur untuk memberitahu pesanan mereka pada Wookie.

 

Tepat pukul 10, pekerjaanku telah selesai. Segera ku ganti seragam kerjaku dengan pakaianku sendiri, dan keluar dari café untuk pulang.

“kau sudah selesai, baby?” sebuah suara menyambutku ketika aku baru saja berjalan meninggalkan café. Reflek aku menoleh keasal suara. Kudapati seorang namja berhoodie hitam menyender di dinding.

Ya! Kau mengagetkanku Hae-ya! Dasar ikan jelek!” umpatku kesal. Dan ia hanya terkekeh pelan.

HAE

“Tak perlu terkejut seperti itu, kau seperti tak mengenalku saja. Salah sendiri melamun” ujarnya membela diri. Di Lee Donghae, sahabatku sejak 6 tahun lalu.

“Huh! Setidaknya hentikan kebiasaanmu muncul tiba-tiba atau mengagetkanku. Kau mau aku mati muda? Tega sekali kau pada sahabatmu sendiri” ujarku pura-pura kesal.

“Ck, tidak bisa, itu sudah jadi hobiku *mehrong*. Kau terlalu berlebihan.  Sudahlah, kajja pulang! Ngomong-ngomong aku lapar, kita mampir ke kedai bulgogi dulu yah? Tenang saja, kali ini aku yang traktir” ujarnya.

“Aishh, terserah kau sajalah..” jawabku. Kami berjalan beriringan menuju kedai makanan langgangan kami yang memang tak jauh dari apartemen kami. (kamar apartemen kami sebelahan dalam satu gedung).

“Ngomong-ngomong tumben kau tidak membawa mobilmu? Biasanya juga kau selalu menaikinya untuk tebar pesona ke semua yeoja..” ujarku sambil memasukkan potongan daging ke mulutku.

“Mobilku dimasukkan di bengkel tadi gara-gara mendadak mogok. Menyebalkan sekali! Padahal tadi aku sudah menawarkan seorang yeoja pulang dengan mobilku. Ditengah jalan tiba-tiba mobilku berhenti, dan kau tau apa yang yeoja itu bilang padaku? ‘Dasar tidak modal! Tidak usah sok antarkan pulang deh kalau pada akhirnya aku tetap harus pulang naik bus’” ujarnya sambil meniru gaya bicara yeoja yang diceritakannya. Aku mau tidak mau menarik sudut bibirku. Sahabatku ini memang bisa membuat moodku berubah.

“Hahaha, kasihan sekali kau!” ujarku.

“Berhenti tertawa! Itu sama sekali tidak lucu. Bukannya menghibur, kau malah menertawakanku. Sahabat macam apa itu?!” protesnya.

Ne-ne ara, calm down.. Tak perlu emosi gitu juga kali. Lagipula, kapan lagi aku bisa menertawakanmu, hehe” jawabku.

“Ck! Dasar. Ngomong-ngomong tadi Umma-mu menelponku menanyakan kabarmu, kenapa ponselmu tak bisa dihubungi?”Tanya Donghae.

“Ponselku lowbatt. Umma bicara apa saja padamu? Awas saja jika kau bicara macam-macam tentangku.” Ujarku mengarahkan sumpit tepat didepan wajahnya.

“Ishh, galak sekali kau. Tenang saja, aku tidak akan bilang kalau kau selalu begadang hingga larut sampai-sampai tidak memperhatikan pola makan dan kesehatanmu, dan juga kebiasaanmu yang kesiangan juga—“

Ya!! Stop! Tidak perlu se-detail itu. Kau mau mati hah?” aku mendengus kesal. Baru saja ia bisa membuatku melupakan masalahku, sekarang ia sudah membuatku stress dan kesal.

“Hehe, mian..” ia mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya membentuk tanda ‘peace’ *ribet amat bahasanya -_-*

                “Sudahlah, cepat habiskan makananmu. Aku ingin segera pulang dan tidur. Hari ini aku benar-benar lelah”

“Baiklah baiklah” jawabnya.

Esok paginya, aku membuka kulkasku untuk memasak sesuatu untuk sarapan. Astaga! Bagaimana aku bisa lupa jika bahan makanan di apartemenku sudah habis? Satu ramyun pun tidak ada. Seharusnya semalam aku belanja.

Kuambil mantel hangatku dan dompet setelah itu beranjak keluar apartemen. Setelah lift telah sampai di lantai dasar, segera ku berlari menuju supermarket. Tiba-tiba..

“Tolonggg!! Pencopet!!” Seorang halmeoni tampak tergeletak di pinggir jalan, sepertinya ia telah dicopet, sampai terjatuh gitu. Segera ku bantu ia berdiri dan berusaha mengejar pencopetnya. Setidaknya aku bisa memanfaatkan ilmu bela diriku. Hup! Aku berhasil memegang pundak si namja pencopet itu, dan segera menguncinya dengan jurusku. Aku menyuruh orang-orang yang sejak tadi melihat, utuk menelpon polisi. Setelah agak lama, polisi datang dan segera meringkus si pencopet. Kuraih tas berwarna cream milik Halmeoni yang tergeletak begitu saja dan sedikit membersihkannya dari debu. Berjalan kearah halmeoni tadi dan memberikan tasnya.

EUN HYEON POV END

 

SUNG MYEON POV

                Saat ini aku dan namjachinguku tengah berada di cafe miliknya. Yeah, kami memang tengah berkencan. Sebenarnya aku yang memaksanya meluangkan waktunya untukku, karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Aku tahu dia direktur muda, tapi kan tak perlu sampai melupakan kekasihnya juga kan? Syukurlah, setelah kubujuk dengan jurus aegyo-ku yang kupelajari dari drama yang kutonton, haha. Biar saja dia menganggapku apa, yang penting aku berhasil membawanya berkencan. Sebelum di cafe seperti saat ini, kami sudah mengelilingi Seoul –bisa dibilang begitu-, entah sudah berapa mall dan tempat hiburan yang kami masuki. Tentu saja, tempat-tempat yang kami kunjungi tidak tempat yang murahan, melainkan tempat elit. Hey, bagaimana ceritanya jika aku pergi mengunjungi tempat-tempat hiburan murahan? Ck! Kulihat Kyuhyun oppanamjachinguku- yang berada disampingku tengah mengomeli seorang pelayan di cafenya ini. Ishh, sebenarnya kita jadi makan tidak sih? Kenapa dia malah sibuk dengan pelayannya itu? Membuang waktu saja.

“Kyu Oppa~ aku juga ingin pesan makanan yang dipesan oppa, boleh ya?” ujarku akhirnya, lagipula aku belum memesan apapun.

“Tentu saja, chagi~. Hey kau, aku pesan sekali lagi makanan dan minuman yang sama seperti-ku ini. Aku ingin cepat.” Kyuhyun oppa kembali menyuruh pelayan itu untuk mengerjakan semua pesananku.

“Baik, mohon tunggu sebentar.” Balas yeoja pelayan itu seraya membungkuk hormat dan berlalu pergi. Cih! Cari perhatian! Tipe yeoja seperti dia kenapa banyak sekali”.

 

Kami –aku dan kyu- baru saja keluar dari café. Lagi-lagi kudapati pemuda yang berdiri menyender di depan dinding luar café. Apa dia menunggu seseorang? Kenapa ia tidak masuk saja? Pasti ia dari kalangan bawah sehingga tidak mampu untuk makan di café. Cih! Kenapa ia memandangku terus sih??!

Oppa~ palli!! Aku sudah lelah..” ujarku sambil memeluk lengannya dan menariknya agar berjalan agak cepat ke mobil.

“Sudah sampai, kau istirahatlah..Aku pulang dulu..” Chup! Ia mengecup bibirku sebelum mobilnya benar-benar meninggalkan halaman rumah kami.

SUNG MYEON POV END

Seorang namja tinggi berkulit putih itu merebahkan badannya di bed kamarnya. Ia baru saja pulang setelah seharian ini dipaksa menemani yeojachingu-nya itu. Ia tak langsung memejamkan matanya.Ia masih mengingat kejadian beberapa jam yang lalu. Dimana ada seorang yeoja yang berhasil menarik perhatiannya. Tepatnya ketika ia berada di café miliknya. Ya, yeoja itu adalah pegawainya, namun tak seorang dari pegawainya yang ada disana yang tahu kalau ia adalah pemilik café itu. Mengingat ketika dengan sengaja ia menyuruhnya membuat makanan yang sama sekali tidak dipesan sebelumnya. Ada kesenangan sendiri melihat wajah yeoja itu menahan kesal dan amarahnya dengan tetap berusaha bersikap ramah dan tersenyum didepannya. Menurutnya itu sangat lucu.

Ia menggeleng keras ketika sadar apa yang dipikirkannya. Ia ingat kalau ia sudah mempunyai kekasih dan masih sempat-sempatnya memikirkan yeoja lain. Ia akui yeoja yang diketahuinya bernama Kim Eun Hyeon itu tidak lebih cantik dari kekasihnya. Namun ketika ia tersenyum tulus, akan terlihat jauh lebih manis, karena ia juga pernah melihat bagaimana yeoja itu ketika sedang tersenyum tulus. Tak lama, ia pun terlelap karena kelelahan.

KYUHYUN POV

Cho Kyuhyun

Suara berisik dari lantai dasar mengusik tidurku. Kutoleh kearah jam di nakas samping tempat tidurku. Masih pukul 7 dan ini hari minggu. Kenapa halmeoni bersemangat sekali sih hari ini.

“Cho Kyuhyun!! Cepat bangun! Dasar malas! Biarpun hari libur, kau harus tetap bangun pagi!!” Teriakan halmeoni kembali terdengar. Aigoo..suaranya seperti Umma saja, melengking dan kuat -_-  Aku jadi merindukan Umma. Dengan terpaksa, kusibak selimutku dan berjalan menuju kamar mandi didalam kamarku ini.

“Ada apa halmeoni? Kenapa pagi-pagi sudah berteriak seperti itu?” ujarku sambil menuruni tangga menuju ruang tengah tempat halmeoni berada. Usai mandi dan berpakaian baju santai, aku segera menghampiri halmeoni-ku itu.

“Kau ini! Sudah jam berapa ini? Sudahlah. Oyaa, halmeoni akan mengenalkan seseorang padamu” ujarnya sambil tersenyum lebar.

“Eh? Nugu?” tanyaku. Penasaran sih. Tidak biasanya halmeoni akrab dengan seseorang.

“Tunggu saja, sebentar lagi juga muncul. Dia masih membuatkan minuman untukku dan kau” jawab halmeoni.

“Ha? Aku?”

“Ya, halmeoni yang menyuruhnya.. Ah! Itu dia!” Aku membalikkan badanku dan yang kudapati.. Kim Eun Hyeon?! Pelayan café-ku itu?! Ia masih tak sadar jika ada aku.

Halmeoni, ini minumannya. Maaf jika lama” ujarnya. Merasa ada orang lain –aku- diruangan ini, ia menoleh kearahku dan..

“Kau?!” ujarnya dengan mulut sedikit terbuka.

“Hyeonnie~ Kau sudah pernah bertemu dengan Kyuhyun? Ini cucu halmeoni yang akan dikenalkan padamu, namanya Cho Kyuhyun. Kyuhyun, ini Kim Eun Hyeon, orang yang menolong halmeoni dari pencopet tadi. Ia anak yang baik. Kuharap kalian bisa akrab” Ujar halmeoni.

M-mwo??” ujarku dan Eun Hyeon bersamaan.

TBC!

 

Gimana? Ini ff udah lumutan di laptop, jadi author post, kalo misal gak ada respon, mungkin author gak akan lanjutin..

Gomawo ^^

Advertisements

10 thoughts on “MINE (chapter 1)

  1. thor, posternya mirip yang FF kemarin yak jadinya hampir ketuker sama FF author yang kemarin baru kelar.. *lah yang bikin kan juga sama #plaaak*

    sekedar saran thor, kalau mau ditambahi gambar, coba pilih gambar yang 90% mendukung suasana sesuai penjabarannya, ne?
    contoh yang foto donghae kan di deskripsinya ‘seorang namja bersandar di tembok dengan mengenakan hoodie’ paling ngga mungkin gambarnya bisa yang donghae lagi pake hoodie / sandaran di tembok, jadi feel / bayangannya dapet thor..
    kalo yang gambar tadi agak kebanting dan bikin ngga connect soalnya si donghae lagi pake wife-beater dan gigit sikat T.T

    duh malah bahas gambar, tapi ya semoga berguna ya thor 😀

    soal jalan cerita masih belum bisa komentar, lihat part selanjutnya dulu ne?
    tapi aku punya ekspektasi semoga jalan ceritanya ngga mono thor, biar menarik 😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s