[FF Freelance] Painkiller

30

Title : PAINKILLER | Author : Kim Kian | Main Cast : Jang Wooyoung & Kim Kian | Rating : General | Leght : Ficlet | Genre : Hurt, Romance

 

Summry : Wooyoung-ah.. Aku harus bagaimana? Ketoprefon adalah Minjun bagiku… | Aku mohon berhentilah.. Karena mulai sekarang akulah Ketoprefonmu.

Disclaimer : The plot is mine.

 

Happy Reading

 

 

Gadis itu menggerak-gerakkan kusornya tak tentu arah. Apa yang ada di otaknya pun sekarang ia sediri tak tahu. Bahkan sebagai pemilik sah batok kelapa itu ia tak tahu apa yang ada di dalamnya.

 

Tak banyak yang ia lakukan jika ia seperti sekarang ini. Rasanya seperti orang mati, tapi tak benar-benar mati. Karena ia masih bisa bernafas. Jantungnya juga masih berdetak dengan normal, bahkan ia bisa mendengar setiap debaran yang jantungnya buat tiap menitnya. Kim Kian – Gadis itu melirik jam yang menempel di dinding sebelah kanannya, 11.00 PM. Dan menghela nafs panjang.

 

“Kenapa?” Gumamnya pada angin yang diam-diam masuk lewat jendela kamar yang ia belum tutup. Ia merasa sesak jika jendelanya ditutup sebelum ia tidur. Jadi ia membiarkannya terbuka, membiarkan angin malam masuk dan menyentuh kulit arinya.

 

Ia menutup wajahnya dengan kesepuluh jarinya. Frustasi. Dan lagi-lagi menghela nafas panjang, seakan oksigen yang ada tak mampu mencukupi volume paru-parunya. Ia mengambil botol kecil berisi ketoprofen yang ada di laci meja tempatnya duduk sekarang. Memandangnya sekilas, dan tak butuh waktu lama ketoprefon-ketoprefen itu masuk ke dalam perutnya.

 

Kian memegangi dadanya yang sesak, ia tak mempunyai penyakit asma, tapi entah kenapa setiap malam ia selalu merasakan hal yang sama. Seperti ada sesuatu yang sedikit demi sedikit memakan hatinya. Sakit. Sulit bernafas.

 

“Ya.. Apa yang baru saja kau minum?” Seorang Pria tiba-tiba saja muncul di belakangnya. Bediri, dan melihatnya meminum lebih dari 5 butir ketoprefon dari botolnya. Kian hanya diam dengan ekspresi yang datar dan dingin. Tak ada yang bisa dijelaskan dengan wajah yang seperti itu.

 

Pria itu mendekat ke arah Kian, mencoba mencari tahu apa yang Gadis itu lakukan? Apa yang Gadis itu minum? Dan mencari tahu apa-apa yang lainnya. Wooyoung, Pria itu bernama Jang Wooyoung.

 

“Kenapa kau minum pil itu? Apa kau sudah gila? Di nama kau meninggalkan akal sehatmu? Ya.. Kim Kian” Dengan jelas terlihat jika Wooyoung sangat khawatir dengan Gadis bermarga Kim itu. Ekspresinya maupun eksistensi nada suara, semua menunjukan jika ia tidak suka jika Gadis itu meminum ketoprefon.

 

“Pergi..” Kian kembali memegangi dadanya yang terasa sakit. Setiap nafas yang ia hembus seperti ada yang menahannya. Dan ia tak tahu apa itu.

 

Plak…

Kian memejamkan matanya menerima sebuah tamparan dari Wooyoung. Itu tak seberapa dibandingkan rasa sakit yang membuatnya sulit bernafas dan sulit tidur.

 

“Apa kau sudah sadar hah?” Wooyoung menatap Kian lekat-lekat, mencoba memahami Gadis itu, walaupun sedikit. “Jika kau terus mengkomsumsi pil itu kau tak akan bertahan untuk melewati tahun baru..” Suara Wooyoung mulai melemah seiring dengan air mata yang ia lihat mulai jatuh dari mata bulat Kian.

 

“Lalu aku harus bagaimana? Hanya obat itu yang bisa menghilangkan rasa sakitku. Kau tak tahu setiap malam aku-” Kian tak melanjutakan perkataannya. Ia tak bisa membiarkan orang lain juga mengalami hal yang sama dengannya, apalagi itu Wooyoung. Wooyoung terlalu baik jika harus mengalami hal seperti dia. “Pergi.. Aku ingin sendiri” Kata Kian akhirnya.

 

“Minjun Hyung mati bukan karenamu, tak bisakah kau berhenti menyalahkan dirimu sendiri”

 

“Aku yang membunuhnya bagaimana mungkin itu bukan salahku? Aku yang menusuknya” Wajah Kian kembali datar dan dingin. Sorot matanya itu bagikan lubang hitam yang siap menelan Wooyoung. Wooyoung membuka lagi memori yang ia kubur dalam-dalam. Memori dimana ia menusuk Minjun.

 

“Itu kecelakaan. Kau tak sengaja melakukannya”

 

 

“Kiah-ah.. Sebaiknya kau letakan pisau itu.. Kita bisa bicarakan ini baik-baik..” Ujar Minjun, ia mencoba menenangkan Kian yang mencoba bunuh diri. Kian melihatnya berciuman dengan seorang Gadis. Kian cemburu.

 

“Aniya… Aku sudah tahu semua kebenarannya.. Kau mencium Gadis itu dan semuanya sudah jelas” Kian masih memegang pisau yang ia arahkan pada nadinya sendiri. Ia siap memotong nadinya jika Minjun mencoba mendekatinya.

 

“Kim Kian..” Minjun mendekati Kian, mencoba merebut pisau di tangan kanan Kian, tapi pisau itu justru menusuk Minjun. Merobek perut Pria itu.

 

 

“Pergi..”

 

“Minjun Hyung tak pernah sedikit pun membencimu, justru ia akan sedih jika melihatmu seperti ini..” Wooyoung nampak memohon dengan sangat pada Kian, sudah cukup ia melihat Kian yang setiap hari minum ketoprefon, ia tak ingin melihat Gadis itu mati karena obat sialan itu. Terlebih lagi ia tak ingin melihat orang yang ia cintai mati.

 

“Wooyoung-ah.. Aku harus bagaimana? Ketoprefon adalah Minjun bagiku…” Kian tersenyum, bukan senyum bahagia, tapi senyum yang menertawakan dirinya sendiri.

 

Wooyoung menarik Kian dalam pelukannya. Memberikan energi agar Gadis itu bertahan. “Aku mohon berhentilah.. Karena mulai sekarang akulah Ketoprefonmu”.

 

End

 

One thought on “[FF Freelance] Painkiller

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s