[FF Freelance] Destiny

DestinyTitle                 : DESTINY

Author             : anggunpea

Main Cast        :

–          Cho Kyuhyun

–          Choi Sooyoung

Other Cast       :

–          Kim Jason (oc)

–          Jo Taylor (oc)

–          Song Eunin (as Sooyoung’s friend)

–          Park Sungyoung (as Kyuhyun’ friend)

–          Baek Taejo (Gwangsoo as cameo)

Genre              : Love, Sad, Happy Ending or Sad Ending?

Length             : Oneshot (7.175 words)

Rate                 : PG-17

 

Annyeong haseo~

Ini adalah ff pertamaku. Semua ide cerita berasal dari diriku sendiri. Apabila ada kesamaan baik tempat, nama, dan peristiwa itu semua hanya kebetulan semata. Kekekekeke. Saat aku lagi melamun, aku mendapatkan ilham yang luar biasa ini. Semoga tidak mengecewakan yaa~~ dan bisa dinikmati oleh segala golongan. Segala kritik dan saran yang membangun akan sangat berguna bagi author. Supaya dikemudian hari dpat membuat ff yang jauh lebih baik lagi.(Author bahasanya udah kayak apa tau -_-)

Oke gak usah banyak ngomong langsung aja ke TKP.

Check this out

Kyuhyun POV

“Aku ingin kita putus”

Mendengar kata-kata tersebut bagaikan tersambar petir di siang bolong. Bagaimana mungkin bisa dia minta putus? Padahal hubungan kita baik-baik saja. Aku masih tidak percaya dengan ucapan Sooyoung tadi siang di belakang kampus.

Flashback

“Aku ingin kita putus”ujar Sooyoung sambil melepit kedua tangannya di dada. Kyuhyun tertawa mendengar hal tersebut. Itu adalah lelucon terburuk menurutnya. Sooyoung menggeram. “Aku serius yakk Kyuhyun”

“Hey, kau jangan bercanda. Aku rasa ini bukan hari ulang tahunku dan juga bukan april mop. Jadi berhentilah bergurau kepadaku”jawab Kyuhyun berusaha menghentikan tawanya. Sooyoung melengos kesal dan meniup poninya geram.

“Aku serius. Sudahlah aku tidak perlu persetujuanmu. Mulai sekarang. KITA PUTUS. Arraseo, jadi jangan menghubungiku lagi”ujar Sooyoung sambil terus berlalu meninggalkan Kyuhyun. Yang masih terdiam dalam duduknya. Masih mencoba mencerna kata-kata yang baru saja di sampaikan oleh yeojachingunya yang sudah sejak kelas 1 SMA bersamanya.

Flashback end

“Apa sebenarnya yang terjadi Sooyoung~ah?”

—–

Author POV

“Bagaimana Sooyoung~ah?”tanya sahabat Sooyoung, Song Eunin.

“Ahh, kau tahu aku hampir saja menangis. Aku sungguh tidak tega.”jawab Sooyoung sambil mendudukkan dirinya di Cafetaria kampus. Lalu menyeruput minuman dan memakan makanan milik Eunin. Eunin mendengus sebal. Dia sudah sangat hapal dengan kelakuan sahabatnya itu.

“Kau itu yang gila. Kau mencampakkan namja  setampan dan sekeren CHO KYUHYUN”ujar Eunin sambil menekankan kata-kata terakhirnya.

“Kau memutuskannya hanya karena alasan yang menurutku tidak masuk akal BOSAN”sambung Eunin yang mendapatkan jitakan bogem dari Sooyoung.

“Bisakah kau diam! Bukankah kau mendukungku?”desis Sooyoung menyelesaikan makan siangnya.

“Memangnya aku bisa berbuat apa? Jika aku tidak mendukungmu, kau juga akan tetap memutuskannya, bukan?”kata Eunin memperpelan kata-kata terakhirnya. Karena dilihatnya Kyuhyun sedang berjalan menuju kantin. Eunin memberi petunjuk kepada Sooyoung bahwa Kyuhyun sudah semakin mendekat. Maka dengan langkah seribu mereka berdua segera meninggalkan Cafetaria itu.

Kyuhyun yang melihat kedua sosok yang tengah melarikan diri itu hanya bisa tersenyum kecut.

—–

Seorang namja terlihat terduduk di salah satu kursi di sebuah cafe dengan ornamen kota paris. Dia mengenakan kemeja berwarna hitam, sesuai dengan apa yang dirasakannya hatinya saat ini. Dia memakai kacamata berframe lebar, dan dimejanya terdapat satu buah buku yang sangat tebal. Bahkan buku itu lebih tebal dari sebuah blackforest cake. Berkutat dengan buku tebalnya itu sambil menunggu pesanannya.

Lalu muncullah seorang pelayan membawakan secangkir kopi hitam dan sepotong tiramissu.

“Ini pesanan anda tuan. Ah, kemana yeoja tinggi yang selalu datang bersamamu? Apa dia terlambat?”tanyanya ramah dan menjawabnya ramah(?). Kyuhyun menyembulkan wajahnya dari buku tebalnya kemudian tersenyum hangat dan hanya mengucapkan terimakasih kepada pelayannya itu. Sekejap kemudian pelayan tersebut telah menghilang karena dipanggil oleh tamu lain.

Kyuhyun menatap nanar kopi hitamnya. Biasanya Sooyoung selalu mengeluh karena selalu memesan kopi hitam.

“Kopi hitam lagi?”tanya Sooyoung sambil menyendokkan sepotong tiramissu kesukaannya.

“Memangnya kenapa?”kata Kyuhyun sambil menyeruput kopi hitamnya.

“Kau ini seperti aboeji saja. Bahkan appaku saja tidak suka kopi hitam. Dia bahkan pencinta Cappuchino. Kenapa kau kalah dengannya. Kau masih muda tapi berjiwa tua. Sedangkan appaku sudah tua tapi masih berjiwa muda. Kalian sangat bertolak belakang.” keluh Sooyoung sambil memasukkan potongan terakhir dari tiramissunya. Kyuhyun terkekeh.

“Sekarang kau terlihat seperti seorang Eomma yang yang sedang mengeluh kepada  anaknya. Karena anaknya tidak bisa masuk perguruan tinggi.”Sooyoung mengerucutkan bibirnya lalu mendekatkan tubuhnya ke tubuh Kyuhyun. Menyesap aroma maskulin dari pria yang sudah bersamanya sejak mereka sama-sama di kelas satu SMA.

“Ngomong-ngomong soal Perguruan tinggi. Setelah kita lulus nanti kau akan meneruskan kemana?”tanya Sooyoung sambil menggenggam tangan namjachingunya itu dan menatapnya untuk mendapatkan jawaban. Mereka sekarang sudah di tingkat akhir dari SMA. Beberapa minggu lagi mereka akan menjalani ujian akhir. Kyuhyun sedikit berpikir.

“Appaku menyarankan untuk masuk ke Seoul National Univercity. Aku rasa aku akan mengikuti sarannya.”jawab Kyuhyun. Dia menggenggam lebih erat tangan Sooyoung dan menatapnya penuh cinta. Sedangkan Sooyoung membelalakkan matanya.

“MWOOO?”teriak Sooyoung. Kyuhyun yang berada spontan di dekatnya menutup telinganya. Karena kau tahu, suaranya sangat cempreng.

Ternyata bukan hanya Kyuhyun yang terganggu dan terkejut. Bahkan, seluruh pengunjungpun dibuat terlonjak dan terjungkal (?) karena teriakan Sooyoung yang tiba-tiba. Seorang pelayan yang sedang membawa pesanannyapun sampai-sampai menjatuhkan nampan yang dibawanya. Sooyoung yang menyadari semua pasang mata menatapnya hanya bisa menutup mulutnya wajahnya bersemu merah dan mengangguk-angguk tanda minta maaf. Sedangkan Kyuhyun, jangan tanya. Dia sedang tertawa terbahak-bahak. Melihat kelakuan yeojachingunya itu.

Flashback end.

Kyuhyun tersenyum membayangkan kelakuan-kelakuan aneh bin ajaib yang sering dilakukan -ex yeojachingunya itu. Mulai dari ikut lomba-lomba makan tingkat kelas sampai tingkat nasional (?). Hingga yang terparah, menari dan menyanyikan lagu Dora the explorer di depan Seoul National Univercity saat dia dinyatakan diterima di perguruan tinggi itu.

Betapa malunya Kyuhyun saat itu karena sang yeojachingunya bukan hanya menari dan menyanyi tapi juga berpenampilan layaknya sang Dora yang asli. Dengan rambut sebahu plus poni. Kaus berwarna pink, beserta celana kuningnya. Sebenarnya bukan itu yang terburuk karena dia bisa saja pura-pura tidak mengenal gadis itu tapi ada yang lebih buruk. Kyuhyun dipaksa untuk menjadi sahabatnya sang Dora dan menggunakan kostum monyet berwarna biru tersebut. Bahkan Eunin yang notabenenya sahabatnya sejak SMA, ikut menjadi sasaran empuk Sooyoung. Eunin harus menjadi musuh dari sang Dora dan menggunakan kostum serigala berwarna oranye.

Sejak kejadian di depan kampus saat itu Kyuhyun dan Eunin harus menyendiri selama satu semester awal. Hingga mereka dapat mengembalikan kepercayaan diri mereka.

Kyuhyun terlihat seperti orang gila karena sedari tadi senyam-senyum sendiri. Terkadang dia tertawa geli. Dan terkadang matanya terlihat sangat sendu melihat-lihat kondisi cafe yang sama sekali tidak berubah sejak pertama kali dia datang dan sekaligus menjadi tamu pertama cafe ini. Dan dia bahkan masih duduk di tempat yang sama. Tempat duduk yang sama semenjank mereka menjadi pelanggan tetap cafe ini. Baek Taejo (?) yang merupakan owner dari cafe tersebut merasa heran karena, tidak biasanya Kyuhyun terlihat seperti orang kurang waras. Taejopun menghampirinya.

“Hey. Kyuhyun.”sapanya. Kyuhyun tersentak lalu kemudian tersenyum dan menganggukkan kepalanya kepada Taejo yang notabenenya lebih tua darinya.

“Ah, nde hyung. Ada apa?”tanya Kyuhyun sambil membetulkan posisi duduknya.

“Kau sendirian? Mana yeojachingumu?”tanya Taejo sambil mendudukkan dirinya tepat disampingnya. Kyuhyun hanya tersenyum miris. Dirinya sedang malas menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi dalam dirinya. Diapun belum menceritakan hal ini kepada Eommanya.

“Apa dia terlambat? Ah, mungkin dia terjebak macet.”sambung Taejo bertanya kepada Kyuhyun tapi malah menjawabnya sendiri (?). Mengapa anak buah dan Bos bersikap sama dengannya saat ini.

“Mungkin”jawabnya ragu dia bahkan ragu apa Sooyoung mau ke tempat ini lagi bersamanya.

“Lebih baik aku pulang hyung. Terima kasih atas kopinya.”sambung Kyuhyun menyudahi perbincangan singkat antara mereka. Dia tidak ingin Taejo bertanya lebih lanjut. Itu akan membuatnya semakin sulit. Bahkan dia belum menyentuh tiramissu.

“Hey, kau tidak ingin menunggunya lebih lama?”teriak Taejo ketika Kyuhyun sudah berada tepat ingin membuka pintu. Kyuhyun berhenti melangkah. Sebenar dia agak enggan untuk menjawab pertanyaan itu. Tapi, dia masih menjunjung tinggi sopan santun. Diapun menengok lalu tersenyum. “Aniyo hyung. Kurasa dia tidak akan datang”jawabnya sambil tersenyum lalu melangkah lagi pergi.

“Ada apa dengannya? Ah, apa tiramissunya tidak enak?”ujar Taejo sambil menyendokkan tiramissu yang belum disentuh oleh Kyuhyun. “Enak kok”gumamnya malah menghabiskan seluruh tiramissu tersebut dan meminum sisa kopi milik Kyuhyun (?)

—–

Seorang yeoja dengan ragu berdiri di depan sebuah cafe. Tangannya sudah terulur untuk membuka pintu tapi diurungkan niatnya. Ketika berbalik badan dia terkejut karena sudah terdapat sesosok makhluk tinggi *bayangin Gwangsoo dengan wajah innocentnya* di hadapannya. Sooyoung menepuk dadanya berkali-kali dan menghirup napas dengan tempo yang cepat.

“Kau terlambat.”kata Taejo datar. Lalu menarik tangan Sooyoung untuk masuk ke dalam cafenya itu. Sooyoung melongo, karena dia sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Taejo yang langsung menyeretnya ke dalam cafenya.

Taejo lalu mendudukkan Sooyoung di tempat duduk yang tadi ditempati oleh namjachingunya –menurut Taejo- Bahkan Taejo meminta dengan paksa tamu yang duduk sebelum mereka untuk pindah ke tempat lain dengan mengatakan akan memberikan mereka gratisan untuk kunjungan berikutnya. Sempat tamu tersebut merengut ketika –diusir tapi tersenyum setelah diberikan grastisan. Sooyoung masih terkekeh geli melihat kelakuan Taejo tadi.

“Kenapa kau terlambat?”tanya Taejo memulai pembicaraan. Sekarang Taejo sedang duduk di hadapan gadis yang baru saja diseretnya. Sooyoung terdiam bingung. Kapan dia punya janji dengan sosok jangkung dihadapannya ini? Dan untuk apa dia punya janji pada makhluk yang ada dihadapannya? Sooyoung masih terdiam, dia mencoba berfikir. Apa mungkin dia amnesia? Ah, bahkan dia tidak ingat bagaimana caranya dia bisa berada di depan pintu cafe tadi. Yang dia ingat dia sudah berdiri di depan pintu itu.

“Hey, Bocah rakus”ucapan Taejo barusan membuyarkan pikiran Sooyoung. Sooyoung menggeleng dengan cepat. Dan sejurus kemudian menyadari bahwa pria dihadapannya sudah mengatainya(?).

“Mwoo. Apa yang baru saja kau katakan wahai tiang listrik berjalan?”balas Sooyoung sambil menajamkan matanya. Taejo terkekeh geli. Dia mendapat julukkan baru sekarang. Tiang listrik berjalan. Sooyoung belum pernah mengatainya(?). Jadi dia tersenyum senang. Menurutnya ketika seseorang mulai mengejek, menunjukkan tidak adanya kecanggungan diantara keduanya itu artinya dia mulai merasa dekat. Bahkan dia membayangkan jika seandainya tiang listrik memang bisa berjalan, mungkin dia akan punya teman yang senasib. Taejopun menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran-pikiran aneh yang baru saja muncul. Tiang listrik berjalan?

“Kau sungguh keterlaluan Bocah rakus. Bagaimana bisa kau membuat seseorang menunggu selama berjam-jam?”tanya Taejo lagi yang langsung membuat Sooyoung makin bingung bukan kepalang. Sebenarnya apa yang dimaksud oleh tiang listrik berjalan ini. Terlambat? Menunggu selama berjam-jam? Siapa dan apa yang dimaksud oleh Taejo sebenarnya? Sooyoung menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.

“Apa maksudmu?”tanya Sooyoung bingung. Taejo menatap yeoja cantik itu tidak percaya. “Kau benar-benar kejam.”jawabnya singkat yang membuat Sooyoung makin bingung dan makin merasa aneh akan si tiang listrik berjalan ini.

“Tidak usah bertele-tele oppa. Jelaskan apa maksudmu? Aku benar-benar dan sangat tidak mengerti apa yang kau ucapkan.”ujar Sooyoung kesal. Dia sungguh kesal dengan tiang listrik berjalan dihadapannya ini. Dia semakin kesal saat Taejo dengan berlebihan menunjukkan wajah yang terkejut. Kau tau dengan mata besar yang makin membulat dan mulut yang menganga. Seperti drama-drama picisan yang murahan bahkan sangat tidak berharga. Dia sudah cukup pusing ketika memutuskan Kyuhyun. Dan sekarang ditambah lagi oleh si tiang listrik ini.

“Kau benar-benar…”kata Taejo terputus.

“Kalau kau terus berputar-putar seperti ini aku akan mengetuk kepalamu dengan palu sehingga kau bukan lagi menjadi tiang listrik tapi tongkat sihirnya harry potter. Jadi cepat katakan apa yang kau maksud”potong Sooyoung sangar sambil menarik kerah baju Taejo dan melotot kearahnya. Taejo bergidik ngeri. Para pegawainyapun menatap apa yang terjadi pada bosnya, sebenarnya bukan menatapnya saja lebih tepatnya tatapan itu mengejek sambil terkekeh geli. Dia menengok kepenjuru cafenya. Untung cafe sangat sepi hanya ada 2 tamu.

Taejopun berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman Sooyoung. Bisa gawat jika dia menjadi sekecil tongkat harry potter. Nanti bagaimana jika Eommanya yang sudah tua memintanya untuk mengganti lampu rumah. Bisa sangat gawat.

“Arrra arra. Lepaskan dulu.”Sooyoungpun melepaskan tangannya. Sekarang dia sedang menatap Taejo seakan ingin menutuknya menjadi kecil.

“Kau. Bukankah kau punya janji dengan Kyuhyun. Dia sudah pergi beberapa waktu yang lalu. Dia bahkan menunggumu selama dua jam. Bagaimana bisa kau….”

“KYUHYUN KESINI?”teriak Sooyoung spontan. Bahkan Taejo belum sempat menyelesaikan perkataannya.

“Yak, kau membuatku kaget. Bagaimana mungkin kau bisa lupa? Hah?”kata Taejo. Sekarang Sooyoung terdiam dalam duduknya. Bahkan Taejo yang sedari tadi duduk di depannya merasa heran dengan perubahan sikap si bocah rakus itu. Taejo yang merasa dikacangin sama Sooyoungpun beranjak pergi dari situ.

Sedangkan Sooyoung, di dalam isi kepala yeoja cantik itu berkeliaran memori-memori indah yang pernah dialami oleh dirinya dan Kyuhyun.

Flashback

Sepasang manusia sedang berjalan menyusuri sepanjang sungai han. Lalu mereka memutuskan untuk berhenti di salah satu cafe yang baru saja di buka. Merekapun masuk. Dilihatnya keadaaan interior cafe yang didominasi warna pink dan bercorak paris. Dengan sebuah foto menara eifel yang disampingnya ada sesosok makhluk jangkung yang tersenyum cerah kearah kamera.

“Selamat datang. Ahh, karena kalian adalah tamu pertama kali, maka kalian boleh memesan sepuasnya GRATIS”sambut sesosok  namja tinggi sambil tersenyum cerah. Sang yeoja yang mendengar kata gratis langsung membelalakan matanya. Dan menarik sang namja untuk duduk di salah-satu bangku yang berhadapan langsung dengan foto menara eifel tadi.

“Kau akan menyesal dengan perkataanmu tadi”kata Kyuhyun kepada sang namja tinggi yang menyambutnya tadi sebelum dia ditarik oleh sang yeoja.

“Annyeong. Nama saya Baek Taejo. Saya akan mencatat pesanan kalian”ujar sang namja tinggi tadi ramah.

“Gratiskan?”tanya sang yeoja. Taejo mengangguk pasti. Tanpa disadarinya ada seorang namja yang terkekeh.

“Baiklah, aku mau semua yang ada di menu satu-satu”kata sang yeoja pasti. Taejo melongo. Sang namja yang berada disisi sang yeoja tak tahan untuk tertawa t­erbahak-bahak. Karena wajah sang empunya cafe menjadi sangat lucu, ani sangat aneh.

“Sudahlah Sooyoung~ah jangan membuatnya dalam kesulitan. Dia baru saja membuka cafe ini dan kau akan membuatnya menutup cafe ini. Taejo~shii. Kami pesan dua potong tiramissu, secangkir kopi hitam dan sebuah cappucino.”kata sang namja sambil menahan tawanya. Lalu Taejo berhenti menlongo dan mengangguk lalu segera berlalu meninggalkan sepasang manusia itu. Sedangkan sang yeoja menekuk wajahnya, karena dia gagal makan sepuasnya.

Flashback end

Sooyoung masih cengar-cengir membayangkan hal-hal lain yang pernah terjadi di cafe ini antara dirinya sang mantan yeojachingunya dan tentu saja Taejo. Pemilik cafe ini. Namun tiba-tiba senyumnya pudar manakala dia menyadari bahwa, semua itu hanya sebuah kenangan manis.

—–

Sooyoung POV

Seorang yeoja sedang berlari kecil menuju kampusnya. Dia terlihat tergesa-gesa.

Ya ampun aku lupa bahwa sekarang Kyuhyun bukan namjachinguku lagi. Ini sudah tepat satu minggu setelah kejadian ‘putus’ waktu itu dan bahkan tadi aku menunggu kedatangan Kyuhyun selama hampir setengah jam. “Benar-benar pabbo.”rutukku. Berita putusnya hubungan Sooyoung dan Kyuhyun sudah menyebar ke penjuru kampus. Mereka terkenal sebagai pasangan paling harmonis. Maka tak heran jika berita ini menjadi berita hangat bagi para penggemar masing-masing. Bahkan fandom mereka sekarang mulai aktif lagi.

Akupun mengendap-endap memasuki kelas bahasa inggrisnya. Dia adalah dosen terkiller di kampus. Aku berharap Jung Seosangmin yang sedang menulis di papan tulis tidak melihat kedatanganku. Dengan berjingkat-jingkat akupun memasuki kelas.

Miss Choi. You late.”teriak Jung seosangnim.

‘Matilah aku’batinku. Akupun tersenyum memberikan senyum terbaik yang kupunya. Berharap Jung seosangnim terpesona dengan senyumanku.

Why are you smiling at me? Is it funny for you? You know i can’t let you in, before you do what am i saying, right?” Aku hanya mengangguk lemah. Jung seosangnim terdiam sejenak.

Okey, for your punishment. You must make a story about our President. Make it 5 pages. Don’t use google translate. Because i will know. Use an ordinary dictionary. If i check there are some difficult word. I will ask you. And you must translate it. If you cannot answer, you must make it again for 10 pages. YOU UNDERSTAND!!

Dengan wajah bersungut-sungut Aku pergi menuju perpustakaan.

Mr.  Kim, you late… again?”teriak Jung seosangmin.

Aku tersentak ketika sesosok namja tampan sedang berdiri dihadapanku dengan senyum khasnya. ‘Ommo tampan sekali. Kau adalah salah satu alasanku melakukan hal yang menurut semua orang di muka bumi ini SANGAT GILA’

Are you ok? Miss Choi?” terdengar suara sexy, akupun mulai tersadar. Lalu mengangguk.

Jason Kim. For your punsihment. You must make a story about Jeju island and..

Make it 5 pages. Don’t use google translate. Because i will know. Use an ordinary dictionary. If i check there are some difficult word. I will ask you. And you must translate it. If you cannot answer, you must make it again for 10 pages. YOU UNDERSTAND!!”potong Jason mengulang perkataaan Jung seosangnim yang sudah sangat dihapalnya. Diluar kepala.

Good, you know it. So, what are you waiting now. Go with Miss Choi. Right now”

Jason menggengam tanganku berjalan menyusuri kampus menuju perpustakaan. Ohmygod. Aku bisa dengan jelas melihat wajahnya saat ini. Dia sangat tampan. Sepanjang jalan banyak orang yang saling berbisik dan memandang kearah kami.

—–

Author POV

            Tanpa disadari oleh Sooyoung ada sepasang mata yang menatap ke arah mereka dan matanya terus memandang mengikuti gerak-gerik keduanya. Namja tersebut hanya tersenyum kecut melihat Sooyoung tersenyum cerah sambil menatap namja di sebelahnya. Dan namja tersebut terus memandang ke arah dua orang tersebut sampai menghilang.

“Menyakitkan hah!”sindir seorang yeoja yang sekarang berdiri tepat di samping Kyuhyun. Namja tersebut tidak bermaksud untuk meladeni yeoja yang tengah memperhatikannya saat ini. Namja tersebut memilih untuk meninggalkan yeoja tersebut.

“Ayolah, kau harus mencari penggantinya. Lihat, bahkan dia sudah menemukan penggantimu. Kau ini pabbo

“Kau itu tampan. Kau bahkan bisa mencari 1000 yeoja yang jauh lebih baik darinya.”

“Tidak akan ada yang mampu menolak pesonamu” Yeoja mungil itu masih mengintili namja yang jelas-jelas sudah jengah dengan sikap dan perkataannya.

“Yak Park Sung Young. Bisakah kau diam.”

“Kenapa aku harus diam? Itu semua memang benar. Aku sebagai sahabatmu, tidak terima dengan apa yang telah dilakukan oleh si mulut besar itu”elak Sungyoung

Namja tersebut menggenggam tangan mungil yeoja itu lalu menariknya kesuatu tempat.

“Yakk, lepaskan akuu”teriak Sungyoung ketika mereka sampai di tempat tujuan.

Kyuhyun menghempaskan dirinya di tanah yang ditumbuhi rerumputan. Lalu berbaring sambil menatap langit yang cerah.

“Sini”Kyuhyun mengajak Sungyoung untuk berbaring bersamanya.

“Tidak mau. Kau pikir aku yeoja macam apa”ujar Sungyoung. Kyuhyun menatap jengkel kearah sahabatnya itu lalu menarik paksa Sungyoung sehingga Sungyoung sekarang tepat berada di atas tubuh Kyuhyun.

Sungyoung menatap Kyuhyun lekat-lekat. Sama halnya dengan Sungyoung, Kyuhyunpun menatap Sungyoung lekat-lekat.

Tanpa mereka sadari, ada sesosok makhluk yang memotret keduanya.

—–

Sooyoung POV

Aku benar-benar tidak percaya. Sekarang orang yang selalu menghiasi malamku di akhir-akhir ini berada tepat di hadapanku. Bahkan aku bisa mengusap wajahnya jika aku cukup berani. Aku bisa menghirup aroma parfum yang dia gunakan. Dan aku bisa memperhatikan wajahnya dengan jarak yang cukup, ah ani sangat dekat.

“Sooyoung~ah”

“Ahh, nde”aku berusaha untuk menenangkan diriku sendiri.

“Ehmm, ah, boleh aku bertanya padamu?”tanyanya setelah dia merapikan buku-buku yang berserakan di atas meja lalu menegok kearahku. Akupun mengangguk penuh semangat.

“Kudengar kau putus dengan Kyuhyun?”kata Jason nyaris berbisik. Aku menggigit  bibir bawahku. Lalu mengangguk.

“Benarkah. Baguslah”katanya pelan. Sangat pelan hingga aku ragu apa aku mendengar dia berkata seperti itu atau hanya imajinasiku saja.

“Mwo? Bagus?”tanyaku memastikan. Dia tersenyum cerah lalu mencubit hidungku gemas.

“Aku menyukaimu. Jadi itu adalah hal yang bagus untukku.”jawabnya santai. Aku membulatkan mataku. ‘Mwo? Dia menyukaiku’

“Dengar. Aku tidak bermaksud untuk menyatakan perasaanku. Akan terasa janggal bila aku menjadi namjachingumu. Karena kau baru saja putus. Jadi santai saja”lanjutnya sambil beranjak untuk meninggalkan diriku. Tebak apa yang sedang aku lakukan. Terbujur kaku seperti kodok praktikum yang telah diberi boraks.

Hey, what are you doing? Come on. We go to the class.” Seketika itu juga aku tersenyum lalu bangkit dan mengejar Jason yang sudah pergi duluan meninggalkanku.

—–

            Author POV 

Dengan sangat bersemangat Sooyoung mengajak Eunin ke cafetaria kampus. Semenjak kejadian dihukum oleh Jung Seosangnim. Hubungan Sooyoung dengan Jason semakin membaik. Mereka mulai menjalin komunikasi yang sangat intens.

“Kau tidak akan percaya apa yan terjadi padaku”kata Sooyoung begitu berhasil menyeret sang sahabat untuk duduk di cafeteria kampus.

“Apa? Hah? Kau menang lotre”jawab Eunin malas. Hari ini dia memang sedang tidak mood, karena pagi tadi kelinci kesayangannya ‘Maru’ baru saja mati. Akibat di beri obat tidur olehnya. Karena sang kelinci kesayangannya tidak bisa tidur beberapa hari ini. Bagaimana dia bisa tahu? Karena Eunin selalu tidur dengan Maru. Eunin sendiri tidak bisa tidur akibat kelakuan si Maru. Hey, back to story author. Kenapa jadi ceritain kelinci.

“Ah kau ini. Tersenyumlah sedikit. Sahabatmu ini sedang bahagia.”kata Sooyoung sambil menyenggol bahu sahabatnya. Eunin yang memang sedang dalam kondisi amat sangat bad mood tersenyum getir sebentar lalu ke posisi semula. Datar.

 “Kyuhyun~ah”teriak Eunin ceria saat melihat Kyuhyun sedang bersama dengan Sungyoung berjalan menuju kantin. Kyuhyun tersenyum melihat Eunin yang tengah asik melambai-lambaikan tangannya dengan semangat 45 kearahnya.

“Annyeong.”sapa Kyuhyun ramah. Sungyoungpun menyapa mereka dengan ramah pula. Sooyoung yang tadinya terlihat ceria kini berwajah datar. Sedatar wajah Eunin sebelum kedatangan dua sosok yang ada di depan mereka saat ini. Sedikit mendelik ke arah Eunin lalu kembali ke posisi semula. Sedangkan Eunin tersenyum puas atas perubahan sikap sahabatnya itu.

“Annyeong~~ Silahkan duduk.”

“Aniyo. Tidak usah. Aku rasa kami tidak diharapkan berada di sini.”tolak Sungyoung sambil melirik ke arah Sooyoung.

“Ahh, bicara apa kau ini. Sungyoung~ah. Duduklah. Aku dengar kalian berdua berpacaran?”tanya Eunin to the point. Sooyoung membulatkan matanya. Semaksimal yang bisa dilakukan matanya.

Kyuhyun tertawa. Begitu pula Sungyoung. Tertawa yang dibuat-buat menurut Sooyoung.

“Gosip murahan. Dari mana kau mengetahuinya?”tanya Kyuhyun datar.

“Dari sumber yang terpercaya.”jawab Eunin layaknya seorang presenter acara gosip murahan.

Sooyoung mengernyit tidak mengerti dengan sahabatnya ini. Sejak kapan Eunin menjadi tukang gossip dan mengurusi urusan orang lain. Biasanya Eunin selalu menutup telinga, mata dan seluruh indra penglihatnanya dengan hal yang berbau gossip. Dan ini lagi, bagaimana mungkin Kyuhyun secepat itu mendapatkan pengganti dirinya. Sooyoung menggeleng-gelengkan kepalanya. ‘Ah, apa yang kau pikirkan Sooyoung. Itu bukan urusanmu.’

“Sejak kapan kau peduli dengan orang lain. Yah, kecuali denganku?”tanya Sooyoung.

“Mengapa memangnya? Aku hanya penasaran dengan Kyuhyun. Aku kira dia akan bunuh diri setelah dicampakkan olehmu”kata Eunin. Pedas dan sangat menusuk. Sebenarnya Eunin ini sahabat siapa sih? Sahabat Sooyoung atau sahabat Kyuhyun. Kyuhyun dan Sungyoung yang mendengar hal tersebut tertawa lagi. Dan sekali lagi itu adalah tawa yang dibuat-buat menurut Sooyoung.

Sooyoung melengos kesal dan beranjak pergi. Dia merasa kalah karena bahkan sahabatnya tidak berada dipihaknya. Sekali lagi melihat kearah Eunin yang sekarang ikut tertawa bersama Kyuhyun dan Sungyoung. Dengan kesal, Sooyoung menyeret paksa Eunin yang masih tertawa.

“Kau ini sebenarnya sahabat siapa?”keluh Sooyoung.

“Aku mungkin sahabatmu, tapi aku selalu netral Nona Choi. Aku bisa berpihak kepada siapapun dan kapanpun waktunya.”jawab Eunin yang membuat Sooyoung tambah dongkol.

“Tapi, by the way. Dari mana kau tahu gossip itu?”tanya Sooyoung penasaran. Karena setahunya Sungyoung sudah dianggap seperti adiknya sendiri oleh Kyuhyun. Bagaimana mungkin namja cuek itu menganggap Sungyoung sebagai wanita?

“Semua mahasiswa tahu hal ini. Jadi hanya kau saja yang tidak tahu? Mengenaskan.” kata Eunin. Sooyoung berhenti berjalan dan menatap tajam ke arah Eunin.

“Apa? Hah? Jangan menatapku seperti itu. Bola matamu bahkan nyaris keluar. Foto mereka yang sedang berkencan di taman kampus sudah tersebar luas. Dan bahkan kau tidak mengetahuinya?”sambung Eunin menjawab semua pertanyaan yang ada di benak Sooyoung.

“Aku tidak peduli.”jawab Sooyoung datar. Padahal dalam hatinya sangat amat dongkol. Bagaimana mungkin Kyuhyun bisa secepat itu mendapatkan penggantinya.

“Terserah padamu. Aku hanya menjawab segala pertanyaan yang ada di kepalamu itu”kata Eunin sambil menutuk-nutuk kepala Sooyoung.

—–

Dug dug dug

Suara sebuah bola berwarna oranye yang sedang dipantulkan oleh seorang namja. Cuss. Lalu menembakkannya ke dalam ring dan tentu saja masuk.

Sesosok yeoja muncul dihadapannya sambil memberikannya sebotol air mineral. Yeoja itu tersenyum sangat cerah. Dan sang namjapun membalas senyuman sang yeoja.

“Gomawo, Sooyoung~ah”namja tersebutpun menegak habis air mineral yang diberikan kepadanya.

“Bisa kau ajarkan kepadaku cara bermain basket Mr. Kim”kata Sooyoung.

“Tentu.”

Dengan ketelatenan sang namja mengajarkan sang yeoja. Mulai dari mendribble, shooting, sampai blocking.

“Euh, kau tahukan Kyuhyun sudah punya yeojachingu baru”tanya Jason saat mengambil bola yang sedang didrible oleh Sooyoung.

“Lalu? Aku tidak peduli.”jawab Sooyoung sambil berusaha mengambil bola yang baru saja di rebut Jason. Tapi tidak berhasil sedangkan Jason menshoot bolanya ke dalam ring. Dan tentu saja masuk.

Sooyoung menghempaskan dirinya ke lapangan basket. Dia terduduk sambil menyelonjorkan kakinya. Setelah diajarkan Jason sebentar, tadi mereka memutuskan untuk bertanding selama kurang-lebih 30 menit. Dan ternyata itu sangat melelahkan. Jason ikut terduduk di samping Sooyoung. Bahkan merebahkan kepalanya di pundak Sooyoung.

“Kau tahukan aku menyukaimu?”tanya Jason. Sooyoung terkesiap.

“Aku rasa sekaranglah waktu yang tepat.”Jason menghadap kearah Sooyoung dan merengkuh wajah mungilnya dengan kedua tangannya. Seketika itu juga Sooyoung terbujur kaku. Jantungnya berdegub sangat cepat. Matanya langsung berhadapan langsung dengan mata Jason.

“Aku menyukaimu. Kau maukan jadi yeojacinguku?”tanya Jason serius. Matanya memancarkan ketulusan yang teramat dalam. Sooyoung bisa merasakannya.

“Waeyo?”tanya Sooyoung.

“Maksudmu?”tanya balik Jason masih dengan posisi sebelumnya.

“Mengapa kau menyukaiku? Kita bahkan tidak mengenal satu sama lain. Dan kita baru saja menjadi dekat akhir-akhir ini.”jelas Sooyoung penasaran. Jason melepaskan kedua tangannya lalu mempoutkan bibirnya. Neomu yeppo.

“Aku jatuh cinta padamu sejak pandangan pertama. Dan, Apa yang ingin kau tahu dariku?”tanya Jason. Sekarang Jason meraih tangan Sooyoung dan menggenggamnya erat.

“Semuanya.”jawab Sooyoung tersenyum cerah.

“Baiklah, kau jangan sampai tertidur mendengar ceritaku oke?”kata Jason. Sooyoung mengangguk mantap.

“Aku anak terakhir dari tiga bersaudara. Appaku orang Inggris, dan Eommaku orang Korea asli. Kedua kakakku sudah berkeluarga dan tinggal di luar negeri. Ehmm apa lagi?”kata Jason.

“Apa yang kau suka? Musik?”tanya Sooyoung bersemangat.

“Aku tidak terlalu fanatik dengan Musik. Aku menyukai olah raga. Makanan kesukaanku makanan jepang, yaah seperti sushi. ”jawabnya sambil menyisipkan helaian rambut Sooyoung kebelakang telinganya. Sooyoung mengangguk mengerti.

“Aku rasa itu cukup untuk sekarang. Ya, kan?”sambungnya lagi.

“Jadi bagaimana? Kau mau jadi yeojachinguku?”tanya Jason lagi. Dengan mantap Sooyoung mengangguk. Saat itu juga keduanya berpelukan.

Tak disangka dan tak dikira seorang yeoja cantik sedang menatap sedih kearah mereka. Tatapan mata itu seakan menyayat-nyayat daging(eh?) menyayat-nyayat hati.

—–

Kyuhyun sedang berjalan menyusuri jalan untuk pulang ke rumah. Biasanya selalu ada Sooyoung yang selalu bergelayut manja di lengannya. Namun, yeoja itu sudah bukan miliknya lagi bahkan yeoja cerewet itu sudah jatuh hati lagi kepada namja lain.

“Bruk”tiba-tiba ada seseorang yang berlari dari belakang Kyuhyun dan menabrak tubuhnya. Refleks namja itu menengok, dirinya memang tidak apa-apa tapi sepertinya yeoja yang menabraknya itu yang terlihat tidak baik-baik saja.

“Gwechana?”tanya Khuhyun lembut sambil mengulurkan tangannya ke arah yeoja itu yang masih menutupi wajahnya dengan tangannya.

“Nde, aku baik-baik saja.”suara yeoja itu terdengar sangat lemah.

“Kau yakin?”tanya Kyuhyun lagi. Memastikan bahwa memang yeoja yang menubruknya tadi tidak apa-apa. Tapi, sang yeoja malah menangis sekencang-kencangnya. Kontan saja Kyuhyun kelimpungan(?). Seluruh mata orang yang berada di dekatnya refle

Sooyoung dan Jason sekarang sedang berkencan. B-E-R-K-E-N-C-A-N. Sooyoung senang bukan kepalang akhirnya dia bisa berkencan dengan Jason. Mereka menonton film, berbelanja dan pada akhirnya mereka berhenti di sebuah restoran sushi. Merekapun memutuskan untuk makan di dalam.

Tak disangkanya, restoran penuh sehingga merekapun berniat pergi dari situ tapi, sejurus kemudian ada yang berteriak ke arah mereka. “Sooyoung”

Sooyoung mencari-cari sosok yang memanggil dan diapun tertahan pada dua orang yang duduk di pojok restoran. Jason yang melihat itu langsung menarik Sooyoung menuju meja tersebut.

“Duduklah. Kalian tidak dapat tempatkan?”kata seorang yeoja mempersilahkan. Sooyoung sebenarnya enggan untuk duduk, tapi karena Jason sangat suka sushi maka dengan sangat dan amat terpaksa Sooyoung duduk.

“Apa yang kalian lakukan disini?”tanya Sooyoung. Sooyoung berusaha untuk mengontrol emosinya. Karena sebal dari tadi dia didiamkan oleh namja di depannya. Sedangkan Jason, setelah memesan tadi dia langsung ke kamar mandi.

“Kau pikir apa yang orang lakukan di restoran seperti ini? Belajar?”sindir namja berkacamata itu sambil meletakkan buku yang sejak tadi dibacanya.

“Ah, nde belajar. Kau kesini untuk belajar. Melihat buku tebal yang bahkan bisa langsung membunuh seekor gajah jika kau meleparkannya”jawab Sooyoung pedas menyindir.

“Aku membaca bukan belajar pabbo. Apa kau tidak bisa membedakannya?”kata namja itu lagi. Kali ini menatap tajam ke arah Sooyoung.

“Sudahlah kyu. Kenapa harus berdebat.”lerai Sungyoung yang sedikit gerah karena percekcokan kecil mereka.

“Oh begitu. Bukankah dulu kau pernah mengajakku ke restoran untuk belajar, Hah?”kata Sooyoung kesal. Sangat kesal. Bukan kesal karen Kyuhyun mengatainya pabbo. itu sudah sering didengarnya. Tapi, karena dia benci melihat Kyuhyun bersama Sungyoung.

“Ahh, benarkah? Aku tidak ingat.”ujar Kyuhyun datar. Sooyoung merasa jatuh dari langit ketujuh dan mendarat di dalam palung terdalam di dunia ini. Dia bilang tidak ingat? Berarti apa arti dari tiga tahun yang mereka lalui bersama. Apa Kyuhyun telah lupa akan hal itu? Tubuh Sooyoung berguncang hebat, menahan segala perasaan yang ada. Mulai dari emosi, benci, kecewa, kesal, dan segala perasaan yang negatif. Matanya berair dan dia menggigit bibir bawahnya untuk menahan air matanya itu jatuh di depan namja yang telah melupakan kenangannya itu. Sampai pada akhirnya dia menatap tajam ke arah namja yang masih sangat dicintainya itu.

Lalu berlalu meninggalkan keduanya. Bahkan dia tidak mempedulikan Jason yang berteriak memanggil namanya. Sooyoung malah mempercepat langkahnya dan berlari sejauh mungkin.

“Hey, What’s going on? Why does Sooyoung go?”tanya Jason yang baru saja datang. Kyuhyun hanya meggeleng. Begitupula Sungyoung. Sungyoung malas menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Jasonpun berlari untuk mengejar Sooyoung.

“Kau cemburu?”tanya Sungyoung sambil mengaduk-aduk hatinya (eh?) minuman yang ada di depannya.

“Ani..”elak Kyuhyun berusaha untuk menutupi apa yang dikatakan Sungyoung itu benar. Sungyoung tahu Kyuhyun bohong. Dia sudah mengenal Kyuhyun bertahun-tahun. Jika Kyuhyun sedang berbohong pasti Kyuhyun dengan refleks memegang bibirnya. Seperti apa yang dilakukannya beberapa saat lalu saat menjawab pertanyaan darinya. Sungyoung menghela nafas panjang.

“Kau itu tidak akan pernah bisa berbohong dariku.”kata Sungyoung datar. Kyuhyun menengok ke arah Sungyoung yang sekarang. Lalu menggengam tangannya lembut. Sungyoungpun ikut menengok ke arah Kyuhyun.

“Aku atau kau yang cemburu”katanya sambil terkekeh. Sungyoung mempoutkan bibirnya. Kyuhyun mencubit gemas hidung yeoja disampingnya itu. Kyuhyun masih terkekeh melihat kelakuan yeoja disampingnya itu.

“Aku … Aku hanya benci melihatnya bersama dengan namja itu.”sambung Kyuhyun sambil tersenyum.

—–

Sooyoung berlari keluar dari restoran itu. Dia berlari secepat yang dia bisa. Setelah dirasanya dia sudah cukup jauh. Dia berhenti berlari dan mendudukkan dirinya tepat di sebuah halte. Lalu memencet tombol 2 yang merupakan speed dial dari Eunin sahabatnya.

“Eunin, jemput aku. Aku sekarang ada di halte depan W mall.”kata Sooyoung cepat. Lalu memutuskan hubungan teleponnya. Sedangkan Eunin belum sempat menjawab. Euninpun langsung beranjak mencari kunci motornya dan menuju ke tempat yang tadi barusaja di sebutkan oleh Sooyoung. Eunin sebenarnya tadi ingin marah karena Sooyoung seenaknya saja minta dijemput olehnya. Tapi, dia melupakannya. Pasti ada sesuatu yang terjadi. Tadi suara Sooyoung terdengar bergetar.

Eunin sudah sampai di tempat yang disebutkan Sooyoung. Dia melihat sosok yeoja cantik yang sedang menangis sesegukkan. Dengan wajah yang sangat lusuh. Eunin menghela nafasnya panjang. Seumur hidupnya dia tidak pernah melihat Sooyoung menangis seperti itu yah, kecuali saat Sooyoung memutuskan Kyuhyun. Euninpun menghampiri Sooyoung. Dia berjongkok tepat di hadapan sahabatnya itu. Sooyoung yang menyadari sahabatnya sudah berada di hadapannya langsung memeluknya erat. Sooyoung terus menangis.

“Sudahlah, aku sudah memperingatkanmu sebelumnya. Jika kau mau mengambil tindakan, kau harus memikirkannya berulang-ulang kali. Jika tak ingin menyesal.”kata Eunin sambil mengusap-usap punggung sahabatnya itu berusaha untuk menenangkan Sooyoung.

“Sekarang berhenti menangis. Dan ceritakan kepadaku.”sambung Eunin melepaskan pelukkan mereka. Sooyoungpun  mulai mengusap sisa-sisa air matanya dengan punggung tangannya. Eunin merubah posisinya. Sekarang dia sudah berada tepat di samping Sooyoung, sambil merangkul sahabatnya itu.

“Ini tentang Kyuhyun.”kata Sooyoung setelah menyelesaikan tangisnya. Eunin masih diam, mencoba untuk menjadi pendengar yang baik.Sooyoung mulai menceritakan apa yang terjadi padanya barusan. Dia berbicara sangat detail.

 “Kau yang salah. Kau yang main api dan sekarang kau yang terbakar.”komentar Eunin datar ketika Sooyoung berhenti berbicara. Sooyoung berdecak sebal. “Bisakah kau bersikap layaknya sahabat kepadaku saat ini.”kata Sooyoung sebal. Di saat yang seperti ini mengapa Eunin masih tetap menyalahkannya. Dia tahu dia juga salah dalam hal ini, tapi bukankah seorang sahabat selalu mendukung sahabatnya walaupun sahabatnya itu membunuh seseorang?

Eunin menghela nafasnya panjang. Eunin sebenarnya tidak ingin bersikap seperti itu. Tapi, dia tidak bisa. Dia bukan orang yang bisa bersikap manis. Dia memang ingin membela Sooyoung tapi, dia tidak tahu bagaimana caranya.

“Oke.” Eunin berpikir sebentar, dia berpikir apa yang seharusnya dia katakan saat ini. Jangan sampai Sooyoung marah karena perkataannya.

“Aku minta maaf. Kyuhyun memang keterlaluan. Dia seharusnya tidak bersikap seperti itu.”kata Eunin ragu. Sooyoung tersenyum puas. Dia tahu sahabatnya bukan tipikal orang yang bisa menenangkan hati orang.

“Kajja. Kita pulang.”ajak Eunin.

—–

BUG

Sebuah bogem mentah mendarat tepat di wajah seorang namja. Dan mengenai tepat di hidungnya. Namja tampan itu meringis pelan. Menahan rasa sakit yang menjalar disekujur hidungnya. Namja itu sebenarnya ingin  membalas. Tapi dia tidak bisa. Dia tidak bisa melawan yeoja.

“Aku sungguh tidak mengerti dengan kalian berdua.”kata yeoja tersebut sambil menatap intens namja yang sekarang masih menahan sakit karena tinjuannya.

“Aku tahu kalian masih sama-sama saling mencintai. Tapi kenapa harus berakhir seperti ini”kata yeoja tersebut sekarang berjalan mondar-mandir.

“Dia masih mencintaiku?”tanya namja itu ragu. Yeoja itu berhenti berjalan mondar-mandir dan sekarang ada tepat dihadapan namja tampan itu

“Nde. Dia masih sangat mencintaimu. Dia minta putus padamu karena dia merasa bosan dengan hubungan kalian. Dan kau bukannya menghentikan kelakuan konyolnya, kau malah membiarkannya. Kenapa kau lakukan itu?”tanya sang yeoja.

“Aku hanya berfikir untuk membiarkannya bahagia dengan orang yang benar-benar dicintainya. Aku pikir dia sudah membenciku.”jawab sang namja.

“Sekarang. Kejar dia. Dan rebut hatinya kembali. Berjuanglah CHO KYUHYUN” kata Eunin memberi semangat sambil menepuk bahu sang namja.

“Jika kau hanya ingin bicara seperti itu. Kenapa kau mesti meninjuku?”protes Kyuhyun.

“Aku hanya sedang kesal saja.”kata Eunin santai sambil pergi berlalu.

—–

Sooyoung dan Jason sedang makan malam di sebuah kedai ramyun. Sedang asyik-asyiknya mereka bersenda gurau muncul sesosok Ahjuma diantara mereka berdua. Jason berdiri karena memang Jason mengenal sang ahjuma. Diapun mengangguk pelan diikuti oleh Sooyoung.

“Aku datang kesini untuk berbicara denganmu Jason. Bisa kita bicara sebentar”kata sang ahjuma tanpa basa-basi.

“Bicarakan saja disini Ahjuma.”jawab Jason. Sang ahjuma menghela nafasnya panjang lalu melirik sebentar kearah Sooyoung dengan tatapan tidak suka.

 “Ini tentang anakku. Bisakah kau kembali kepadanya.”kata sang ahjuma to the point. Sooyoung tercengang. Tiba-tiba ahjuma ini datang kehadapan kami, mengacaukan kencan kami dan meminta namjachinguku untuk kembali kepada putrinya. Apa dia sudah gila? Sooyoung melirik ke arah Jason dan melihat tatapan sendu dari namja tampan itu.

“Ehm, bukankah dulu Taylor yang memutuskanku? Lalu mengapa kau memintaku untuk kembali kepadanya?”tanya Jason sambil melirik ke arah Sooyoung. Mereka beradu pandang sebentar sebelum akhirnya Sooyoung mengalihkan pandangannya.

Sooyoung menggigit bibir bawahnya. Lalu menegak minuman jus strawberry(?) yang dipesannya.

“Kau tahu apa alasan anakku memutuskan cinta kalian berdua?”tanya sang ahjuma. Jason terdiam. Dia ingat bahwa dulu sekitar satu tahun yang lalu ketika yeojachingunya Taylor Jo memutuskannya karena dia ingin melanjutkan study ke Amerika. Saat itu mereka sama-sama baru lulus dari SMA.

“Karena dia sakit. Sakit Kanker darah. Stadium akhir. Dan kau tahu selama ini anakku tidak pernah meninggalkan korea sama sekali. Selama ini anakku bersembunyi di rumah sakit. Mencoba untuk bertahan hidup. Tapi apa yang kau lakukan. Kau malah bersenang-senang dengan wanita ini”sambung sang ahjuma dengan bibir yang bergetar.

Jason membelalakkan matanya. Kanker. Selama mereka bersama Taylor kekasihnya tidak pernah menceritakan apapun tentang hal ini. Sooyoung menggigit bibir bawahnya. Dia bingung apa yang harus dilakukannya saat ini. Dia tahu Jason harus memilih. Dan terlebih lagi dia tahu bahwa, Jason harus memilih yeoja yang bernama Taylor itu.

Sooyoung memang tidak tahu apa-apa tentang kanker. Tapi sepengetahuannya dari film-film atau drama yang sering dia tonton. Stadium akhir artinya adalah kematian tidak akan lama lagi.

“Aku tahu. Jason aku rasa kita harus mengakhiri semuanya. Yeoja yang bernama Taylor itu pasti lebih membutuhkanmu saat ini.”kata Sooyoung bijak atau bahkan pura-pura bijak. Jason menatap Sooyoung dengan tatapan tidak percaya. Lalu menggenggam tangan sang yeoja. Tapi sang yeoja malah mengelak. Sang ahjuma tersenyum haru. Tak disangkanya semua akan semudah ini.

“Sudahlah Jason. Jika kau memang mencintaiku. Kita harus mengakhiri ini semua. Kau harus kembali padanya. Dann ahjuma, aku minta maaf. Aku harus segera pergi.”kata Sooyoung sambil bergegas pergi meninggalkan kedua orang tersebut. Jason berusaha untuk mengejar Sooyoung.

“Aku akan segera kembali. Jadi aku mohon tunggu aku. Ini tidak akan lama.”bisik Jason. “Sudahlah. Kau berharap aku akan menunggumu? Itu tidak akan pernah terjadi.”jawab Sooyoung ketus. Sooyoung tidak membenci Jason, ataupun Ahjuma itu atau bahkan yeoja yang bernama Taylor itu. Untuk apa dirinya menyalahkan semuanya. Semuanya adalah sebuah takdir dan takdir itu sudah di buat Tuhan bahkan sebelum dia lahir.

Jason menatap Sooyoung tidak percaya. Lalu beralih ke tangannya. Menggenggamnya dengan lembut. Namun Sooyoung menghempaskan tangannya.

“Kau membuatku seperti orang jahat. Kau tahu itu. Dengan aku menunggumu sama saja aku menyumpahi yeoja bernama Taylor itu untuk segera MATI”kata Sooyoung dengan penekanan di kata terakhirnya.

“Tapii…”

“Tidak usah berkata tapi. Aku tahu kau masih mencintai yeoja itu. Kau hanya menganggapku sebagai pelarianmu saja kan Jason.”Sooyoung memotong perkataan Jason lalu pergi meninggalkan Jason. Sebelum akhirnya dia kembali ke mejanya. Sooyoung menengok kebelakang dan melihat Jason menuntun sang ahjuma. Lalu kembali melanjutkan langkahnya. Entah mengapa dia tidak merasa sakit hati. Namun memang dia merasa kecewa. Sangat kecewa.

—–

Dimanapun dia berjalan selalu ada jejak Kyuhyun. Langkah Sooyoung membawanya berhenti di sebuah halte. Diapun berhenti di halte itu dan terduduk. Bahkan di halte inipun masih ada jejak-jejak Kyuhyun. Ya tuhan. Dia sangat merindukan bocah kutubuku itu.

 

AUTHOR POV

 

Hari ini Kyuhyun mendatangi cafe milik Taejo hyung. Sudah dua minggu sejak terakhir kalinya aku kemari. Taejo tersenyum kearahnya saat dia menyadari kehadiran namja tampan tersebut. Taejo menghampiri Kyuhyun dan keduanya duduk di meja milik Kyuyoung.

“Hey, Kyu. Sudah lama kau tidak kemari. Mana Sooyoung?”tanya Taejo ramah.

“Itulah masalahnya hyung. Aku perlu bantuanmu.”jawab Kyu sambil tersenyum.

“Bantuan. Apa yang bisa kubantu?”tawar Taejo kepada Kyuhyun.

“Aku dan Sooyoung. Kami sudah berakhir. Dan..”

“MWOOO”teriak Taejo menggemparkan seisi cafe dan bahkan memotong ucapan Kyuhyun. Kyuhyun refleks menutup rapat-rapat

 

—–

 

AUTHOR POV

 

Dua orang yeoja sedang berjalan menyusuri sungai han. Satu tinggi dan satu agak lebih pendek. Ketika mereka berdua berjalan. Muncul sesosok yeoja yang memberikan setangkai mawar merah. Tanpa banyak berkata orang tersebut lalu pergi. Sooyoung agak bingung karena di beri mawar. Tapi dia terlihat sangat senang.

Beberapa langkah kemudian mereka(tepatnya Sooyoung) mendapatkan setangkai bunga. Begitu seterusnya. Setiap mereka melangkah Sooyoung selalu mendapatkan bunga. Sampai mereka berhenti tepat di sebuah cafe. Cafe yang selalu menjadi tempat penuh kenangan bagi Sooyoung. Dilihatnya cafe itu kosong. Eit, tidak. Ada seorang namja yang duduk di meja kesukaannya bersama dengan seorang yeoja.

Dengan ragu Sooyoung membuka pintu cafe itu. Dilihatnya sesosok pria jangkung sedang tersenyum ramah dengannya. Dan lagi, Sooyoung mendapatkan setangkai mawar lagi. Eunin mencolek Sooyoung. Dan Sooyoungpun menengok ke arah tatapan Eunin.

Betapa terkejutnya Sooyoung ketika dilihatnya sang ex namja chingunya sedang bersama dengan Sungyoung. Sampai-sampai dia menjatuhkan seluruh mawar yang dipegangnya. Kyuhyun menatap Sungyoung dengan tatapan yang tidak bisa diartikannya. “Kyu”panggil Sooyoung lemah. Kyuhyun yang menyadari ada Sooyoung lalu tersenyum kepadanya. Dan kembali menatap Sungyoung. Lalu memberinya sebuket bunga mawar merah.

Sooyoung terlonjak. Lalu mengalihkan pandangannya. Ketika ternyata dia malah beradu pandang dengan Taejo. Sekejap kemudian Taejo memberinya sebuah boneka beruang. Sooyoung mangangkat alisnya. Dia bingung. Apa Taejo sedang menyatakan perasaannya kepadanya? Dan Kyuhyun menyatakan perasaannya pada Sungyoung?

“Apa kau mau menerimanya kembali?”tanya Taejo sambil menatap Sooyoung lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain seakan menuntun Sooyoung untuk mengikuti pandangannya. Sooyoungpun mengalihkan pandangannya. Dan betapa terkejutnya dia Kyuhyun sudah berlutut di depannya. Dan Sungyoung yang ada di sampingnya menjulurka buket yang tadi di berikan Kyuhyun kepada Sungyoung.

“Aku bukan orang yang mampu berkata-kata seperti pujangga. Jadi aku hanya ingin bilang. Kau. Maukah kau kembali kepadaku?”tanya Kyuhyun menatap Sooyoung lekat-lekat. Sooyoung balik menatap Kyuhyun lekat-lekat. Dia tahu dia masih mencintai namja dihadapannya ini.

“Setelah apa yang aku lakukan padamu?”tanya Sooyoung. Kyuhyun mengangguk mantap. Lalu meraih seluruh mawar yang tergeletak di atas lantai.

“Cintaku padamu saat ini bahkan lebih banyak dari seluruh mawar yang ada di muka bumi ini. Dan akan selalu tumbuh.”jawab Kyuhyun mantap.

“Aku. Aku minta maaf. Selama ini aku kira aku jatuh cinta lagi kepada Jason. Tapi ternyata itu bukan cinta.”kata Sooyoung sambil menahan air matanya yang hampir jatuh. Semua orang diam ingin mendengarkan apa yang ingin dibicarakan Sooyoung lagi.

“Aku hanya mengaguminya. Tidak lebih. Di saat aku harus merelakannya pergi. Ternyata aku tidak sedih. Tidak seperti saat aku memutuskanmu. Aku. Aku. Masih mencintaimu. Dan aku tidak bisa memungkirinya”lanjut Sooyoung.

Kyuhyun tersenyum lalu memeluk Sooyoung. Memeluk kembali yeojachingunya. Taejo melihat keduanya sangat terharu sampai-sampai ingin menangis. Dan sampai-sampai ingin memeluk Eunin yang berada di sampingnya. Hanya saja Eunin memelototi Taejo, sehingga Taejopun mengurungkan niatnya. Akhirnya dia memeluk dirinya sendiri. Sungyoung yang melihat hal itu terkekeh geli.

Kyuhyun melepaskan pelukkan mereka berdua dan menatap Taejo dengan geli karena kelakuan anehnya.

 

THE END

EPILOG

Sesosok yeoja sedang menatap nanar pemandangan kota Seoul dari apartemennya. Lalu terdengar ada yang mengetuk pintu apartemennya.

“Honeyy, Taylor. Taylor. Kau harus makan Honey”terdengar suara yang sangat familiar untuknya. Itu suara Eommanya. Yeoja itu masih terdiam dalam posisinya.

“Honey, come on. You must eat.

“Anii Eomma, aku tidak lapar.”jawab yeoja itu singkat sambil berjalan menuju tempat tidurnya lalu terduduk. Yeoja itu menghirup nafasnya dengan rakus. Entah apa dia masih bisa menghirup udara dan melewati hari ini. Tak terasa mengalir airmata membasahi pipinya.

“Princess Taylor,”terdengar suara yang sangat familiar di telinga yeoja itu. suara yang sangat dia Eommanya sendiri. Yeoja bernama Taylor itu menghapus air matanya. Dan, ‘apa tadi hanya khayalanku’batin Taylor.

“Princess.. It’s me. Come on open the door.

Oh, itu bukan khayalannya. Dengan cepat Taylor membuka pintunya dan mendapati sesosok makhluk yang selalu dia rindukan dan selalu dicintainya. Yeoja itu menatap dengan lekat wajah pria tampan yang sedang berdiri dihadapannya. Membelai halus pipinya memastikan bahwa ini semua adalah kenyataaan.

Seketika tanpa diduganya namja itu memeluknya erat. Bukan hanya itu dalam sekejap sang namja bahkan mencium dengan rakus bibir mungil Taylor membuat Taylor harus membuka mulutnya. Mendorong tubuh mungil itu memasuki kamarnya.

Tangan Taylor bahkan sudah bertengger dileher namja itu. Dan tanpa disadari keduanya, Taylor sudah terkepung oleh tubuh sang namja. Sang namja masih bergeliat mencium bibir Taylor dengan rakus bahkan sekarang sudah menjalar ke leher mulus Taylor. Tangannyapun tidak tinggal diam. Di bukanya piyama berwarna merah muda yang dipakai Taylor membuat Taylor terus mendesah saat tangan besar itu menangkup dadanya yang masih terbungkus bra berwarna putih itu.

Saat sang namja ingin membuka kaitan branya, Taylor tersadar dan “Stop”teriak Taylor. Sang namja menghentikan perbuatan yang baru saja akan dimulainya lalu menatap sendu wajah sang yeoja yang amat dicintainya.

“Wae? Apa kau tidak mencintaiku?”tanya sang namja. Taylor menggeleng.

“Lalu?”

“Jason Oppa, Kau belum menutup pintunya. Nanti kalau appa dan eomma menggrebek kita bagaimana? Kau pasti dipaksa untuk menikahiku.”jawab Taylor polos.  Jason terkekeh geli. Dia tidak menyangka Taylor masih sepolos dulu. Dan Jason malah akan melanjutkan aksinya, memulai lagi dengan mencium bibir yeojanya itu.

“Oppa”teriak Taylor lagi tepat sebelum Jason mendaratkan bibirnya ke bibir mungilnya.

“Kita akan menikah besok”jawab Jason tegas dan mencium bibir yeojanya itu lembut. Dengan tersenyum Taylor menerima bibir dari namjanya itu.

—-

“Aku bersedia.” Dua kata terakhir yang terlontar dari bibir Taylor menandakan dirinya sudah sah menjadi Mrs Kim. Dan bersamaan dengan itu tepuk tangan para tamu undangan menggema di pelosok ruangan. Termasuk Sooyoung dan Kyuhyun yang hadir disana. Sepasang manusia yang sudah sah menjadi suami-istri tersebut saling menatap satu sama lain dengan senyum mengembang.

‘Oppa, walau mungkin aku tidak bisa bersamamu sampai kita menjadi keriput nanti, aku berjanji akan selalu menjadi wanita yang selalu ada untukmu dan selalu mencintaiku. Maafkan aku jika suatu saat nanti aku pergi meninggalkanmu dengan tiba-tiba. Bukan aku tidak mencintaimu. Tidak, aku sangat mencintaimu. Hanya saja takdir tidak berpihak kepada kita berdua.’

—-

“Soo~ah, kapan kita akan menyusul mereka?”tanya Kyuhyun innocent saat kedua manusia itu berjalan berdampingan menuju tempat favourite mereka. Dimana lagi kalau bukan di Cafe milik Taejo.

Sooyoung mengernyit. Dan menghentikan langkahnya. “Wae? Kita kan masih muda. Lagipula aku bukan orang yang akan mati. Jadi untuk apa kita menikah secepat itu?”jawab Sooyoung pedas. Kyuhyun menarik nafasnya  dalam-dalam. Lalu menatap yeoja tinggi disampingnya.

“Kenapa tidak? Aku rasa akan menyenangkan bila kita menikah muda, nanti ketika anak-anak kita sudah beranjak remaja. Kita masih cukup muda untuk bisa saling memahami.”kata Kyuhyun. Sooyoung tersenyum penuh arti.

“Ah, itu bukan jawaban yang masuk akal. Aku kira kau hanya takut kalau nanti, ada seseorang yang jauh lebih tampan darimu dan membuatku kagum. Kau takut kehilanganku kan?”kata Sooyoung sambil tersenyum. Kyuhyun tidak menjawab perkataan Sooyoung namun langsung memeluk tubuh Sooyoung dengan erat. Memeluknya seakan-akan takut kehilangan yeoja yang sangat dicintainya itu.

“Yakkk, hey. Kalian berdua, jangan berbuat mesum di depan cafe tercintaku ini.”Seru Taejo saat dirinya yang sedang keluar untuk membeli keperluan cafenya melihat sepasang manusia yang telah menjadi pelanggan pertamanya sekaligus pelanggan tetapnya sedang berpelukan.

Sontak Sooyoung yang mendengar suara cempreng dari si tiang listrik berjalan itu mendorong tubuh Kyuhyun pelan. Kyuhyun dengan santai malah merangkul Sooyoung yang sedang menatapnya dengan tatapan sangarnya.

“Wae hyung? Makanya kau punya pacar. Aku heran, sejak bertemu denganmu di cafe ini kau tidak pernah membawa seorang gadis. Jangan-jangan kau menyukaiku ya?”tanya Kyuhyun sambil diiringi gelak tawanya. Taejo mendengus kesal mendengar ucapan Kyuhyun.

“Lihat saja, aku pasti akan memiliki gadis yang bahkan 1000 kali lebih baik daripada si bocah rakus itu”Kata Taejo bersungguh-sungguh sambil berlalu meninggalkan pasangan Kyuyoung tersebut.

“Bocah rakus. Julukan itu memang pantas untukmu.”ledek Kyuhyun sambil mencubit gemas hidung kekasihnya itu. Sedangkan Sooyoung terlihat geram dengan ulah kekasihnya itu.

THE END

 

 

 

 

One thought on “[FF Freelance] Destiny

  1. gak nyangka nemu ff kyuyoung lg disini T^T
    walaupun emg salah si soo krn cuma ngerasa bosan sama kyu, tp mgkn kyu jg bisa dibilang salah krn gak pertahanin & kurang bersikap apa yg shrsnya ke soo mgkn .__.
    perbanyak ff kyuyoung disini!!!! X-(

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s