[FF Freelance] Do You Love Me? (Part 4)

DYLMMain Cast :

Bae Suzy, Kai, Kim Myung Soo, Krystal Jung.

Support Cast :

Eunji (Apink), Min (Miss A), Jung Kook (BTS), Suga (BTS), Sohyun (4Minute), Jiyeon (T-Ara), etc.

Genre : Love, Friendship, Comedy, Romance.

Length : Chapter.

Author : Oktyas.

Previous: Part 1Part 2, Part 3,

Disclaimer : FF ini aku buat karena terinspirasi dari kisah my sister. Dan aku berpikir bahwa kisah ini terlalu mengagumkan bila tidak diabadikan di sebuah karya. Tokoh Kai di sini saya buat sama persis dengan sifat dan karakter di kisah aslinya. Saya mohon agar para reader mendoakan agar my sister bener-bener jadian sama tokoh Kai di kisah asli. Amin.

FF ini sudah pernah saya post di blog saya Okta-okty.blogspot.com

Happy reading 🙂

 

Jika hati seseorang berubah, siapa yang patut disalahkan?

 

4

Suzy menjatuhkan dirinya ke atas tempat tidurnya yang empuk. Menelengkupkan wajahnya ke dalam bantal, ia mencoba mencerna apa yang baru saja ia alami. Memahami detail demi detail kejadian yang menimpa dirinya. Suzy memeluk bantalnya mengingat kembali dengan jelas ketika Kai mencium bibirnya.

“Wae? Kenapa dia tega melakukan ini padaku?” Suzy menarik rambutnya frustasi. Air matanya dari tadi juga belum mengering. Tidak tahu kenapa.

Bagaimana besok dia bila bertemu Kai? Apa yang harus ia lakukan? Menghindarinya atau bersikap seolah tak terjadi sesuatu?

Tidak mungkin aku bisa bersikap seolah tak terjadi apa pun. Aku tidak sanggup. Batin Suzy perih.

Bergegas Suzy mengambil ponselnya dan menelfon seseorang yang benar-benar dapat ia andalkan saat seperti ini, “Eun Ji-ah, apa kau punya waktu?” Tanya Suzy tergesa-gesa ketika Eun Ji menjawab panggilannya.

“Ye. Waeyo?”

“Bisa kau datang ke rumahku sekarang? Ada yang ingin kubicarakan, penting. Kumohon.”

“…”

“Eoh, tidak usah, tidak usah. Aku yang akan ke sana. Hm?”

“Tidak perlu. Kenapa kau terdengar panik? Tentu saja aku mau datang ke rumahmu. Tunggu aku sepuluh menit.” Ujar Eun Ji, kemudian memutus sambungan panggilannya dengan Suzy.

Sepuluh menit kemudian Eun Ji sudah duduk manis di kamar Suzy. Ia siap mendengarkan setiap kata dan kalimat yang keluar dari sahabatnya itu. Suzy mulai menceritakan semuanya yang baru saja ia alami. Dari awal saat Kai mengajaknya ke taman kota itu sampai Kai mencium bibirnya. Suzy menceritakannya tanpa ada yang terlewat sedikit pun.

“Eun Ji-ah, bagaiamana? Euh?” Suzy khawatir.

“Ehm, aku tidak tahu ternyata masalahmu serumit itu. Kai, dia sudah punya kekasih, kau juga. Bagaimana bisa seperti ini?” Eun Ji mencoba mencari penyelesaian masalah ini.

“Sepertinya masalahnya ada padamu.” Eun Ji menatap sahabatnya lurus-lurus. “Kai tidak meminta jawabanmu. Jadi sekarang terserah padamu kau mau seperti apa. Bersikap seolah tidak terjadi apa pun, berterus terang menolaknya, atau memikirkan pernyataan cintanya.”

“Gurae. Masalahnya ada padaku. Aku benar-benar bingung harus berbuat apa.”

“Wae? Kenapa harus bingung?”

“Dia sudah kuanggap sebagai sahabatku dan tiba-tiba dia menyatakan perasaannya padaku. Kau bisa bayangkan bagaimana rasanya itu kan Eun Ji?”

“Ye. Araseo.” Eun Ji terdiam sebentar, “Tunggu, bukannya aku tidak percaya padamu, tapi tidak ada salahnya mencoba kan?”

“Mwo?”

“Coba kau pikirkan baik-baik, apa kau benar-benar hanya menganggap Kai sebagai temanmu? Tidak lebih? Apakah pernah muncul perasaan lain pada Kai? Apa kau pernah menyukai Kai walaupun sedikit? Tanyakan itu pada hati kecilmu. Pikirkan baik-baik.”

“Mwo? Tapi sepertinya tidak mungkin. Aku benar-benar mencintai Myung Soo Oppa sekarang.”

“Itu sekarang. Bagaimana kalau nanti, besok, lusa? Kau harus memikirkan apa kataku. Kau merasa nyaman bersama Kai, kau senang bersamanya, kau ikut tersenyum bersamanya bisa jadi dibalik itu ada bagian hatimu yang benar-benar membutuhkannya.”

Suzy lama termenung. Lalu dia mengambil nafas dan mengeluarkannya sesekali. Benarkah itu? Benarkah sebenarnya aku menyukai Kai? Tanya Suzy dalam hati.

***

Hari ini tepat hari perayaan ulang tahun Gangnam High School yang ke-35 tahun. Seharusnya pada hari ini Suzy sangat semangat pergi ke sekolah, karena ada penampilan CN Blue nanti. Tapi, semangat itu hilang entah kemana. Rasanya dia ingin menggulung dirinya di dalam selimut tanpa harus pergi kemana-mana. Tapi mau bagaimana lagi, dia harus berangkat. Myung Soo Oppa juga akan ke sana, karena dia adalah alumni Gangnam High School. Para alumni mendapat undangan untuk datang ke perayaan ulang tahun sekolahnya.

Suzy berangkat sekolah dengan lemas. Ia mencari teman-temannya yang tidak berada di kelas. Min, Sohyun, Jung Kook, Suga bahkan Kai pun tidak ada.

“Sial! Dimana sih mereka?” Gerutu Suzy.

“Ya! Bae Suzy!” Panggil seseorang. Dengan reflek Suzy pun menoleh ke arah sumber suara tersebut.

“YA! Kalian kemana saja?” Tanya Suzy kesal. “Aku mengitari sekolah mencari kalian.”

“Hehe mian. Kami di ruang kesenian tadi. Melihat persiapan pentas nanti.” Sahut Min nyengir. “Kenapa berangkatnya siang sekali? Biasanya yang berangkat sesiang ini Kai.”

“Ha, dimana Kai? Apa dia belum berangkat?” Sambung Sohyun.

“Mana aku tahu. Memangnya aku siapa?” Suzy menanggapi pertanyaan Sohyun dengan sewot.

“Ya! Kau ini kenapa? Sekarang menjadi aneh.” Min memandangi Suzy curiga.

Sudah dua hari ini Suzy mendiamkan Kai. Bukannya ia tidak mau menjalin pertemanan dengan Kai, tapi dirinya belum siap. Dia bukan tipe orang yang mudah melupakan sesuatu. Gadis itu terlalu canggung berhadapan dengan Kai. Kai pun selama dua hari ini tidak mengajaknya bicara.

“Tidak. Aku baik-baik saja.”

“Benarkan kau aneh.” Ujar Min.

“Sudahlah. Kita cari Jung Kook dan Suga saja.” Ajak Suzy mengalihkan perhatian.

“Sepertinya mereka berada di kantin.” Kata Sohyun.

Tiga gadis itu menuju kantin untuk mencari kedua temannya. Jika hari bebas seperti ini, untuk mencari seseorang penuh perjuangan. Karena mereka berpencar ke sana ke mari. Tapi beruntunglah, informasi dari Sohyun sangat membantu. Di kantin mereka menemukan Jung Kook dan Suga. Tapi tidak hanya mereka berdua yang ada di sana, Kai juga ikut serta bersama mereka.

“Dari tadi kalian berada di sini?” Tanya Min heran, mengambil kursi di depan Jung Kook.

“Iya. Memangnya mau kemana lagi? Acaranya juga masih membosankan.” Jawab Jung Kook jujur.

“Ya, ternyata kau juga ada di sini?” Sambung Sohyun duduk di hadapan Suga. Dan dengan otomatis Suzy duduk di depan Kai.

“Hm.” Jawab Kai tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

“Ya! Kau ini tidak bersemangat sekali? Padahal pacarmu akan datang hari ini.” Jung Kook mencibir Kai. Suga yang mendengar perkataan Jung Kook memandangi Jung Kook dengan penuh arti.

“Mian. Aku kelepasan.” Jung Kook gelagapan. Hubungan Kai dan Krystal masih dirahasiakan. Apalagi status Krystal yang seorang model papan atas.

“Yeojachingu? Nugu?” Min menatap ketiga laki-laki itu penuh harap. Suga dan Jung Kook saling pandang dalam kebisuan.

“Ppali. Beritahu kita.” Mohon Sohyun. Mereka tetap diam. Kai terkulai tidak bersemangat.

“Sudahlah. Mereka juga tidak akan memberitahumu.” Suzy membuka suaranya dengan nada malas.

Terdengar nada kecewa dari mulut Min dan Sohyun. Kemudian mereka meneguk minuman yang sudah mereka pesan sebelumnya untuk menghilangkan rasa penasaran mereka.

“Soojung.” Kata Kai tiba-tiba. Suzy yang pertama kali sadar membulatkan matanya dan menatap Kai tajam.

“Mwo? Kau barusan mengatakan apa?” Tanya Sohyun.

“Yeojachinguku Jung Soojung.” Kata Kai santai sambil menggoyang-goyang kaleng sodanya yang hanya berisi setengah.

“OH.” Sohyun menanggapinya dengan tidak bersemangat. “Kukira siapa, sampai-sampai dirahasiakan.”

Untung saja mereka tidak sadar bahwa Jung Sojung itu Krystal Jung. Batin Suzy lega. Entah merasa Suzy merasa nama kekasih Kai juga rahasia baginya.

“Tunggu. Tadi siapa kau bilang nama yeojachingu-mu?” Tanya Min beberapa menit kemudian.

“Jung Soojung.” Jawab Sohyun sebelum Kai membuka mulutnya.

“Ya! Apa kau bercanda?” Tanya Min sambil menatap Kai dengan nada mengejek.

“Aniyo.” Jawab Kai kalem.

“Aku tahu dia…”

Belum sempat Min menyelesaikan kalimatnya sudah dipotong dengan kalimat Kai, “Kalau kau tidak tahu malah akan aneh.”

“Ya! Aku tahu dia. Jadi jangan bohong.”

“Aku tidak bohong.”

Jung Kook dan Suga memandangi Kai dan Min yang beradu pendapat dengan khawatir. Antara takut bila ketahuan siapa pacar Kai dan penasaran apa reaksi Min dan Sohyun bila tahu. Sedangkan Suzy hanya duduk dan tidak punya minat sedikit pun untuk memperhatikan Kai dan Min.

Sohyun yang bingun cepat-cepat meminta penjelasan dari Min. “Min-ah, memangnya siapa Jung Soojung?”

“Kau tidak tahu?” Sohyun menggeleng cepat.

“Kalau aku tidak salah, dia itu nama asli dari seorang model bernama panggung Krystal Jung.”

“Mworago? Krystal Jung? Jung Soojung itu adalah Krystal? Jangan asal bicara. Mungkin saja itu Soojung yang lain.” Sanggah Sohyun tidak percaya.

“Kau boleh tanyakan itu pada Suzy. Dia tahu semuanya.” Ujar Kai sinis sambil melayangkan pandangannya kepada gadis cantik itu.

“Mwo? Naega?” Tanya Suzy dengan nada sinis juga. “Aku tidak tahu apapun tentang Kai. Apapun.”

Mworago? Kenapa dia melibatkan aku? Dan ada apa dengan gaya bicaranya? Menyebalkan sekali. Batin Suzy.

“Gotjimal. Ayolah beritahu aku. Benar yeojachingu-nya Kai itu Krystal?” Mohon Sohyun penasaran.

Tiba-tiba terdengar suara dari pengeras suara yang mengajak semua siswa untuk berkumpul di halaman utama untuk menyaksikan acara utama.

“Kau dengar? Acara sudah dimulai. Ayo kita ke sana.” Ajak Suzy mengalihkan topik pembicaraan. Sohyun dan Min yang memang sudah menunggu-nunggu acara dimulai langsung bergegas menuju ke halaman utama diikuti Suga dan Jung Kook. Kemudian di belakang mereka Suzy berjalan dengan gontai diikuti Kai.

Sesampainya di sana halaman sekolah mereka yang luas itu sudah penuh sesak didatangi siswa-siswi Gangnam High School dan juga para alumni yang datang untuk melihat perayaan almamater mereka.

Suzy benar-benar merasa tidak nyaman seperti ini. Bukan karena ia ada di belakang dan tidak bisa melihat panggung secara jelas dan bukan juga karena ia tidak mendapat kursi kosong. Ia tidak nyaman karena sedari tadi ia berdiri bersebelahan dengan Kai tanpa berbicara sepatah kata pun. Kai juga tidak terlihat ingin mengajak Suzy mengobrol, dia hanya diam dan menikmati rasa bosan yang ia ciptakan sendiri. Sedangkan Min, Sohyun, Jung Kook dan Suga menikmati penampilan dari band lokal yang memang diundang sebelum penampilan utama dari CN Blue.

***

Myung Soo memarkirkan sepeda motornya di tempat yang sudah disediakan. Dia datang sedikit dan tempat parkirnya sudah penuh sehingga memaksa Myung Soo untuk mencari celah-celah untuk menempatkan sepeda motornya.

Dia berjalan menuju tempat dimana dilangsungkan acara utama. Sepanjang berjalan ke sana, matanya jeli mencari seseorang. Tentu saja orang itu Bae Suzy. Tapi anehnya diantara banyak orang yang berpapasan dengannya tidak terlihat yeojachingunya itu.

“Pasti dia sudah duduk di bangku depan untuk melihat CN Blue.” Gumam Myung Soo sambil tersenyum kecil.

Banyak stan-stan berdiri di depan setiap kelas menawarkan bermacam-macam barang. Mulai dari kaos, topi, dan aksesoris lainnya. Dan banyak juga yang menawarkan makanan-makanan lezat. Saat sedang melihat-lihat, ada seorang gadis yang tiba-tiba menghampirinya.

“Kim Myung Soo-ssi?” Tanya gadis itu ragu-ragu.

“Ye.” Myung Soo mengalihkan pandangannya menuju gadis itu. Wajah gadis itu tidak asing baginya. Ia mencoba mengingat-ngingat dimana ia pernah melihatnya.

“Kau tidak mengenaliku? Naega? Jang Chaerin.” Gadis itu menyebut namanya.

“Ah ye. Chaerin-ah. Bagaimana bisa aku lupa teman sepertimu?”

Ternyata gadis bernama Jang Chaerin itu teman Myung Soo semasa SMA.

“Kau datang?” Tanya Chaerin yang berjalan di sebelah Myung Soo.

“Ne. Aku ingin melihat bagaimana sekolahku dulu. Apakah menjadi lebih baik setelah kutinggalkan? Dan juga aku ingin melihat seseorang di sini.”

“Ah. Nugu? Ah, pasti yeojachingumu ya? Kelas berapa?”

Myung Soo terkekeh pelan, “Baru kelas sepuluh. X Social 1.”

“Mwo? X Social 1? Ah namjachingu-ku juga di sana.” Kata Chaerin pelan.

“Hah, jinjja? Kau benar-benar berpacaran dengan dongsaeng?” Myung Soo terkejut bukan main mengetahui temannya ini berpacaran dengan laki-laki yang lebih muda.

Sampailah mereka di halaman utama. Terdapat panggun besar di sana dan juga banyak kursi yang disediakan. Tapi karena banyaknya orang yang datang kursi yang disediakan tidak mencukupi. Myung Soo mengedarkan pandangan matanya, mungkin saja ia bertemu sahabat-sahabat lamanya. Tapi ia malah menangkap sosok Suzy yang berdiri di barisan belakang bersama teman-temannya.

Myung Soo memperhatikan yeojachingu-nya lama. Jarak mereka memang tidak terlalu jauh sehingga ia bisa melihat apa yang dilakukan Suzy walaupun ia tidak bisa mendengar apa yang dibicarakan.

***

Krystal bersama model-model lainnya berada di ruang yang disediakan panitia untuk bersiap-siap. Berulang kali ia mencoba menghubungi Kai tapi tidak diangkat. Dia sudah sampai di sekolah Kai setidaknya ia ingin tahu dimana Kai sekarang. Dan dia juga ingin melihat sosok Suzy. Menurut informasi dari temannya yang bersekolah di sini, Park Jiyeon, Suzy dan Kai seperti memiliki hubungan khusus. Mereka sangat dekat.

“Ya! Kenapa kau tak mengangkat telfonmu? Apa kau sedang berduaan dengan gadis bernama Suzy?” Krystal bertanya sendiri.

“Soojung-ssi, bersiap-siaplah. Sebentar lagi kau akan tampil.” Managernya mengingatkan.

“Ne.” Jawab Krystal sinis.

Dengan terpaksa walaupun mood-nya sedang tidak baik, ia harus tampil. Ia bersama model lainnya sudah berada di belakang panggung untuk perform. Krystal menunggu giliran kapan saatnya ia masuk ke panggung.tangan dan sorakan dari para siswa. Mereka menjerit-jerit memanggil namanya. Tapi ia benar-benar tidak peduli. Matanya malah sibuk mencari Kai dari atas panggung. Ia berharap bisa melihat Kai dari atas panggung. Benar saja, ia menemukan Kai. Tapi Kai sedang terlihat adu mulut dengan salah seorang siswa juga. Dan terjadi perkelahian kecil di sana.

Jong In-ah, apa yang kau lakukan? Krystal sangat khawatir. Dan hal tidak menyenangkan lainnya datang, ia menangkap sosok Suzy berada di sisi Kai. Suzy terlihat menahan Kai yang akan memukul siswa itu.

Ya! Apa yang dia lakukan di sana? Apa jangan-jangan Kai berkelahi gara-gara gadis itu? Dasar jalang! Batin Krystal kesal.

Di sisi lain Myung Soo juga melihat perkelahian kecil itu. Tapi ia tidak bisa melihat Suzy dengan jelas karena banyak anak yang mengerubung.

***

Suzy sedang mencoba menikmati suasan yang sangat tidak menguntungkan dirinya ini. Apalagi semakin banyak orang yang datang. Tiba-tiba ia merasa ada yang mendorongnya dari belakang. Untung saja ia tidak terjatuh. Tapi ia bisa merasakan seragam bagian belakangnya basah. Ia pasti terkena tumpahan air. Dengan segera Suzy berbalik dan mencoba melihat siapa yang membasahi seragamnya. Tapi sebelum Suzy sempat menegur orang itu, orang itu sudah memarahi Suzy.

“Kenapa kau tidak bisa hati-hati?” Tanya orang itu.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, sunbae.” Kata Suzy tak kalah kesal. Walaupun ia tahu yang dihadapinya adalah kakak kelas yang terkenal suka mencari masalah dengan adik kelas. Park Jiyeon.

“Mwo? Neon! Kau benar-benar tidak punya sopan santun ternyata.” Kata Jiyeon dengan sinis. “Jalang!”

“Hah? Jalang? Siapa yang kau panggil jalang?” Suzy tidak terima dikatai seperti itu. Ia tidak punya masalah apapun pada kakak kelasnya ini tapi ia mengatai Suzy jalang.

“Kau tidak ingin cari masalah kan noona?” Tanya Kai yang dari tadi diam memperhatikan Suzy dan Jiyeon adu mulut.

“Dan kau tidak perlu ikut campur, Kim Jong In.”

“Aku tidak suka orang munafik sepertimu. Kau yang jalang, tapi mengatai orang lain jalang.” Kata Kai sinis.

Jiyeon berdecak kesal lalu memandang Kai dan Suzy tajam bergantian.

Dan dari belakang datang seorang laki-laki hendak menjemput Jiyeon. Tentu saja ia juga seorang sunbae. Dan yang lebih drama lagi, ia adalah namjachingu-nya Jiyeon. Jinwoon.

“Chagi, ayo kita pergi.” Ajak Jinwoon.

Tapi Jiyeon menolak. “Aku masih punya urusan di sini.”

“Ayolah. Tidak perlu mengurusi mereka.”

“Heh, aku bukan tipe orang yang membiarkan mereka yang sudah mengataiku jalang.” Jiyeon menekankan pada dua kata terakhir. Tentu saja itu taktik untuk menarik simpati Jinwoon agar membelanya.

“Jalang? Berani sekali dia.” Jinwoon mulai tersulut emosi.

“Ya benar gadis tengik ini sangat berani.” Jiyeon berbohong. Karena memang Jiyeon tidak suka Suzy semenjak tahu ada sesuatu diantara Suzy dan Kai. Bukan tanpa alasan ia bersikap seperti itu, karena Jiyeon adalah sahabat Krystal.

“Kau ternyata benar-benar berani ya? Kalau kau laki-laki aku sudah….”

“Sudah apa?” Potong Kai. “Aku yang mengatai yeojachingu-mu jalang. Dan dia memang perempuan jalang dan brengsek.” Kai menekankan pada kata jalang dan brengsek.

“Brengsek!” Umpat Jinwoon. Jinwoon melayangkan pukulan pertamanya pada sudut bibir Kai.

Kai mengelap darah di sudut bibirnya dengan ibu jarinya. Suzy terlihat cukup panik. Sedangkan Jung Kook, Suga, Min, dan Sohyun yang berada di satu baris di depan Kai dan Suzy menghampiri mereka setelah mereka mendengar ribut-ribut dari belakang.

“Ya! Kai!” Kata Suga yang berada di belekang Kai.

Kai lalu membalas memukul Jinwoon, hidung Jinwoon terkena pukulan Kai. Kontan saja hidung Jinwoon mengeluarkan darah.

“Katakan pada yeojachingu-mu untuk tidak berlaku bodoh di hadapanku.” Kata Kai, “Dia yang berbuat kesalahan, dan dia yang menyalahkan orang lain.”

Jinwoon hanya diam. Tapi tinjunya sudah siap untuk melayang ke wajah Kai lagi. Tapi dengan sigap Kai menangkisnya dan membalas memukul rahang bawahnya.

“Kai! Hentikan!” Bentak Suzy yang berada di sebelahnya.

“Aku belum puas.”

“Kau gila?”

“Ya.” Kai menatap Suzy tajam.

“YA! Kai! Sudah hentikan! Kau ini aneh sekali.” Gertak Suga. Tapi ekspresi wajah Kai tidak menandakan ia akan menghentikan perkelahiannya.

“Gurae. Lanjutkan kegilaanmu. Aku pergi.” Kata Suzy kesal dan meninggalkan Kai. Ia benar-benar muak dengan sikap Kai akhir-akhir ini yang tidak bisa ia pahami.

Kai mengejar Suzy dan menangkap lengan Suzy lalu menyeretnya naik ke lantai dua. Ia membawa ke aula yang kosong itu. Dan menghentakkan tangan Suzy dengan keras. Min dan Sohyun ikut menyusul tapi mereka kehilangan jejak. Sedangkan Suga dan Jung Kook mengurus Jinwoon dan Jiyeon.

“Cukup!” Bentak Suzy. “Kau aneh Kai! Kau bukan Kai yang aku kenal!”

“Kau harusnya tahu kenapa aku begitu.” Jawab Kai menahan emosinya.

“Aku bukan siapa-siapa, jadi kenapa aku harus tahu segalanya tentangmu?”

“Eoh, begitu. Jadi kau ingin seperti itu? Apa itu alasanmu tidak memperdulikan aku lagi? Apa itu juga alasanmu menjauhiku?”

“Kau yang memulainya Kai.”

“Aku? Bahkan kau benar-benar tidak menganggapku ada saat aku mengajakmu bicara. Eoh, apa karena pernyataan cintaku yang murahan itu sehingga kau melakukan ini padaku?”

Suzy menghembuskan nafasnya frustasi. “Aku hanya tidak siap. Aku gugup. Aku butuh waktu Kai untuk menjadikan semuanya normal kembali.”

“Apa itu masuk akal untukku? Sudah cukup aku tidak bisa memilikimu dan kini harus dijauhi olehmu?”

“Kai, kau benar-benar gila.” Desis Suzy pelan.

“Ya, aku memang gila.” Ujar Kai pelan. “Aku gila karenamu!” Teriak Kai membuat Suzy berjalan beberapa langkah ke belakang.

“Dan sekarang kau takut padaku?” Kai melangkah maju, dan Suzy terus mundur hingga punggungnya menyentuh tembok.

“Kai, kau hanya memikirkan dirimu sendiri. Kau tidak tahu bagaimana perasaanku. Perasaan bersalahku pada Myung Soo oppa, perasaan bersalahku padamu. Kau tidak tahu bagaimana aku berpikir siang dan malam kenapa aku tidak bisa melupakan hari itu, apakah aku juga mempunyai perasaan padamu? Mengapa aku tidak bisa melupakannya? Kau tidak tahu betapa menderitanya aku bila aku memikirkan saat itu.”

“Aku tidak peduli.” Kai mendekat dan semakin mendekat. Sampai Suzy bisa merasakan hembusan nafas Kai yang menderu.

“Kai..” Ucap Suzy dengan nada memelas.

Tapi rupanya Kai benar-benar tidak peduli pada Suzy. Pikirannya saat ini benar-benar kacau. Tidak ada kewarasan sama sekali yang mendasari tindakan Kai pada Suzy sekarang. Bagi Kai mencintai Suzy sudah membuatnya kehilangan akal sehatnya. Sudah cukup bagi Kai untuk tidak bisa memiliki gadis itu, dan sekarang gadis yang dicintainya malah sedikit demi sedikit menjauhinya.

Kai menatap Suzy tajam. Tanpa membiarkan adanya celah untuk Suzy mengalihkan pandangannya. Bahkan untuk berkedip pun gadis itu merasa takut. Kai benar-benar sekarang benar-benar dekat dengan wajah Suzy, hanya berjarak beberapa centi saja. Entah bagaimana Kai memulainya, sekarang ia sudah mulai menciumi Suzy dengan kasar. Suzy hanya bisa mengikuti alur yang diciptakan oleh Kai, tanpa bisa mengelak. Gadis itu diam tanpa membalas satu pun ciuman dari Kai. Saat Suzy mulai berontak karena kehabisan nafasnya, Kai memundurkan wajahnya, memberikan kesempatan pada Suzy untuk bernafas.

Suzy dengan hati-hati menatap mata laki-laki di depannya itu. Ia merasa waktu disekitarnya tadi berhenti. Suzy belum bisa mencerna dengan baik apa yang terjadi pada dirinya. Hanya diam dan mulai berpikir reaksi apa saja yang ditimbulkan pada hatinya setelah Kai menciumnya tadi. Benarkah aku menyukainya? Laki-laki di depanku ini? Tanya Suzy dalam hatinya.

Suzy menatap Kai sekali lagi, meyakinkan pada dirinya apa yang dirasakannya sekarang. Dengan perlahan ia berjinjit mencoba mennyamai tinggi badannya dengan Kai. Lalu Suzy memegang kedua pipi Kai dan mulai membalas ciuman Kai tadi. Kai cukup terkejut akan apa yang dilakukan Suzy. Keterkejutannya tidak berlangsung lama. Beberapa detik kemudian kedua insan itu sudah tenggelam ke dalam imajinasi mereka masing-masing dan saling membalas satu sama lain. Satu tangan Kai memegang pinggul Suzy dan tangannya yang lain memegang tengkuk Suzy. Kai menarik Suzy masuk ke dalam pelukannya agar punggung gadis itu tidak mengenai dinding di belakangnya.

Beberapa saat kemudian, mereka mulai melepaskan satu sama lain. Dan membiarkan udara masuk ke dalam rongga paru-paru mereka masing-masing. Beberapa saat setelah itu mereka saling menatap satu sama lain. Tanpa suara, yang terdengar hanya suara nafas yang tidak beraturan.

Suzy menatap dalam-dalam mata laki-laki di depannya itu. Entah apa yang dapat ditangkap dari sorotan mata Kai. Tidak terlihat keraguan sama sekali di dalamnya. Begitu pun dengan Suzy tidak ada rasa penyesalan kali ini di hati kecilnya.

Kai balas menatap Suzy sayu.

Kenapa kau melakukan ini? Apa kau mencintaiku Bae Suzy? Tanya Kai dalam hati.

Tepat setelah itu Min, Sohyun datang disusul Jung Kook dan Suga. Min dan Sohyun langsung berlari menghampiri Suzy. “Gwenchana Suzy-ah?” Tanya Min khawatir.

Suzy terdiam sebentar dan menatap Kai sekali lagi. “Gwenchana.”

“Kai, aku tidak tahu apa yang salah padamu hari ini, tapi kau benar-benar gila!” Gertak Min kesal. Kai diam tidak berniat untuk menjawab Min.

“Kajja Suzy-ah.” Ajak Sohyun. Lalu mereka keluar dan menuju ke UKS.

Sedangkan Suga dan Jung Kook memandangi Kai penuh curiga. Mereka berdua memang sudah menduga ada yang tidak beres dengan sahabatnya ini.

“Kai, kau kenapa? Eoh! Ada apa dengan sikapmu belakangan ini?” Tanya Suga.

“Dan ada apa dengan Suzy? Kau tahu, wajahnya pucat. Kau apakan Suzy?” Gantian Jung Kook yang bertanya.

Kai tetap diam. Dia lalu duduk di meja dan melepaskan beberapa kancing kemejanya. Kai memaksa bibirnya membentuk sebuah senyuman getir.

“Jangan bilang kau…” Jung Kook mencoba menebak apa yang terjadi pada temannya itu. “Sial kau Kai!” Umpat Jung Kook. Jung Kook berjalan mendekati Kai dan menggenggam kerah kemejanya. “Jangan bilang kau sedang jatuh cinta pada Suzy.”

“Heuh, aku ketahuan.” Kata Kai pasrah.

“Kim Jong In. Apa kau tidak ingat? Apa yang kau lakukan pada gadis yang kau cintai dua tahun lalu? Apa yang terjadi padanya apa kau tidak ingat?” Bentak Jung Kook.

Kai tidak lupa. Ia hanya malas menjawab Jung Kook. Gadis itu, Kai menyukainya, tapi gadis itu hanya menganggap Kai sebagai teman, tidak lebih. Kai memang mempunyai sedikit masalah pada tekanan mentalnya. Ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang ia mau. Kai memang dulu tidak separah ini, tapi perilakunya sukses membuat gadis itu menjauh sejauh-jauhnya dari Kai. Ia pindah sekolah. Dan Kai sudah dua tahun pula melakukan konsultasi dengan psikologi serta melakukan terapi agar ia bisa mengontrol emosinya. Tapi Tuhan dengan baik hati memberi Krystal pada Kai yang benar-benar menyukai Kai.

“Kai, kau belum melukai Suzy kan?” Tanya Suga khawatir. Mendengar pertanyaan itu, Kai menunduk.

“Aku tidak tahu.”

***

Di sisi lain, Myung Soo melihat semua yang dilakukan Kai pada Suzy. Semuanya. Ia memang ikut mengejar Suzy. Tapi langkahnya tiba-tiba terhenti. Karena ia merasa ada sesuatu diantara mereka. Dan Myung Soo memilih untuk melihat semuanya dari awal sampai akhir. Sakit yang ia rasakan kini. Saat melihat Suzy membalas ciuman Kai.

Apakah Suzy-nya akan benar-benar lepas dariku dan memilih laki-laki itu? Tanya Myung Soo pada dirinya.

Pikirannya tidak bisa berpikir jernih. Yang ia pikirkan sekarang adalah apa yang harus dia lakukan, melepas atau mempertahankan kekasihnya itu.

TBC

***

Kalo boleh jujur, sebenarnya saya takut waktu buat part ini. Takut ada scent yang ngga bisa dinalar. Dan takut banyak pembaca yang kecewa. Mian banget buat kalian para shipper Myungzy dan Kaistal. Tapi beginilah alurnya pada part 4. Semoga kalian bisa menikmati. Dan jangan lupa, sering-sering mampir ke blog-ku ya. Dimohon untu komentarnya. Terimakasih sebelumnya.

 

Advertisements

28 thoughts on “[FF Freelance] Do You Love Me? (Part 4)

  1. ngga bisa bayangin gmana perasaannya myung soo liat kai-suzy -,- authornya daebak bikin imajinasiku melayang haha

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s