[FF Freelance] Who You (Chapter 2)

WHO YOU_Poster

Title : Who You (Chapter 2/?)

Author : Digdigprada

Rating : PG-15

Length : Chaptered

Genre : thriller, Romance, Family, Detective Story, Mystery.

Main Cast : Lee Chaerin, Sandara Park, Dong Youngbae, Kim namgil.

Support Cast : Lee Hyori, Choi Seunghyun, Lee Seunghyun, Lee Parkbom (Jenny Park), Kim Hanbin, Jennie Kim.

Cameo:Kim Nae Sang

Previous: Chapter 1

Disclaimer : YANG TUA DI TUAKAN, YANG MUDA DI MUDAKAN/?. Terinspirasi Drama, Novel atau mungkin Film. Posted at digdigprada.wordpress.com / mindreamable.wordpress.com

 

dimana? Dimana Chaerin? Kenapa semakin rumit?

 

****

 

DUAR!!

 

Hyori membuka matanya saat mendengar suara seperti ledakan tadi. Dia menatap sekeliling tanpa menoleh, menyadari tempat dimana dia berdiri sekarang. Sleep Walking, seperti biasa. Memimpikan hal-hal yang biasanya atau keseringan menjadi kenyataan. Jedis berada disamping Hyori, Anjing itu mengikutinya kemana pun Hyori pergi, anjing pintar. “Sudah berapa jam aku disini?” Dia bertanya pada anjingnya saat menyadari sepatu butnya terbenam dalam salju setebal 10 cm. Dia menoleh kebelakang dan tidak menemukan jejak yang dia buat saat berjalan kesini.

Hyori menekuk lututnya. Tinggi badannya sekarang sejajar dengan tinggi Jedis yang duduk dengan manis. Hyori mengelus rambut Jedis yang hitam. “Bawa aku pulang dan kupastikan Kau akan mendapat karpetmu didepan perapian” Hyori tersenyum kearah anjingnya.

“Astaga!” Hyori sontak berdiri dan terdiam. Pupilnya membesar, padahal cahaya matahari yang dipantulkan salju sangat menyilaukan. Tiba-tiba dia melihat seorang wanita terperangkap dalam jipnya. Ada orang lain. Orang jahat. Dia mengintai wanita itu. Berdiri tegap menggenggam senapan berburunya. Jahat, Menyedihkan.

Oh Tuhan

Latar pun berubah, Hyori melihat hutan. Dia memasukinya dan melihat seorang wanita dengan rambut hitamnya yang kaku karna beku. Wanita itu telanjang, menderita, terikat di satu Pohon tinggi. Wanita itu mengerang, Hyori tak mengenali suaranya, tapi tak lama Wanita itu mengangkat wajahnya. Dan .. “Astaga … Detektif Lee?” Hyori menggigil pada saat itu, hampir menggigit kukunya sendiri. Hyori pernah melihat ini sebelumnya, bahkan dia sudah memperingatkan Chaerin tentang ini, Tapi akhirnya diabaikan, seperti biasa. Hyori selalu disamakan dengan Kim Nae Sang, pemabuk yang selalu bercerita tentang pengalaman ‘buruk’nya. Atau dalam kata lain, Dia dimasukkan dalam daftar orang-orang aneh yang ada di daerah itu

“Ayo jedis, kita pulang”

Anjing setengah serigala itu berlari kecil. Hyori mengikutinya dari belakang, walau sebenarnya tak yakin Anjing itu menuju mana.

 

****

 

Kemana anak itu?

Pria itu berjalan mondar-mandir di depan kandang Kudanya. Handphonenya masih menempel di telinganya. “Ayolah-ayolah..” Yongbae menyemangati, merasa dirinya sendiri sudah gila melakukan hal yang sia-sia.

sial. Sambungannya terputus. SOS? yang benar saja. Yongbae melesatkan ponselnya kedalam saku Jins belel yang setia miliknya. “Tenang.. tenang” Yongbae menghirup udara dingin sekitarnya, dan menghembuskannya lagi. Wajahnya tenang, tapi dadanya makin sesak.

Kini Yongbae harus menerima kenyataan bahwa Chaerin menghindari telponnya. Yongbae memperhatikan Kuda berwarna Hitam miliknya, Boss. Yongbae menenangkan Boss yang gelisah seolah mengerti keadaan pemiliknya. Tak lama Yongbae keluar dari kandang. Berfikir kalau sebenarnya dia tak perlu terlalu khawatir tentang Chaerin. Mereka ‘belum’ ada hubungan, sama sekali.

Mereka hanya tak sengaja bertemu di satu bar yang cukup populer di daerah mereka tinggal. Yongbae lupa apa yang terjadi sampai akhirnya mereka Taruhan minum. Yongbae menepuk jidatnya jika ingat saat pertama dia bertemu dengan Chaerin. Betapa bodohnya dia menantang adu minum seorang Polisi, dia baru menyadari itu sehari setelahnya. Tapi hubungan mereka malah semakin dekat, satu hal yang sebenarnya tak diharapkan Yongbae. Dekat dengan seorang polwan adalah kesalahan. Tapi Yongbae sangat tertarik dengan Chaerin.

Hubungan mereka tak ada Romantis-romantisnya. Yongbae bahkan tidak pernah bertemu dengan anaknya Chaerin, Dia tak yakin bisa dekat dengan Chaerin. Yongbae mencoba menelpon wanita itu sekali lagi. Tapi lagi-lagi ‘tak ada sinyal’ memutuskan sambungannya. Mereka sering saling kontak akhir-akhir ini, tapi tak jarang mereka tak berhubungan sama sekali. Jadi apa yang perlu dikhawatirkan?. Tapi insting Yongbae berkata ada yang salah. Dia merasa instingnya seperti hewan, hampir akurat.

KRIIINGG!!

“Kapchagi!” Yongbae mengelus dadanya dan berjalan pelan kearah telfon yang sengaja dia tempatkan didekat Kandang kuda. Chaerin? “Yoboseyo?”

“Ah ne. Dengan Dong Yongbae?” Terdengar suara wanita diujung telfon. Bukan Chaerin.

“Ne. Nugu?” Tanya Yongbae. Terdengar menyebalkan dengan nada informalnya.

Sandara mendelik saat mendengar pertanyaan dari lawan bicaranya “Aku Detektif Sandara rekan kerja Chaerin.” Nadanya tak berubah, masih sopan namun dingin.

ya aku tau. Yongbae bersandar pada dinding kayu kandang kudanya “Ne. Museun irinde?”

Sandara menggosok hidungnya dengan tissue “Chaerin tak masuk kerja hari ini. Kukira kau tau dia dimana?”

Chaerin cerita apa tentangku ke Sandara? “aku belum melihatnya”

“Begini, aku tau kau dan dia punya hubungan. Dia tidak pernah benar-benar membicarakannya. Tapi aku mengambil beberapa kesimpulan. Jadi jika kau tahu—”

“nan mollayo!” Yongbae memotong. “Kami bersama-sama malam lalu, bukan malam kemarin. Dan kami sudah tidak bertemu sejak itu”. Yongbae menelan ludahnya “aku sudah coba menghubungi ponsel dan telpon rumahnya. Tapi nihil”

“Ah.. Aku sudah hawatir begitu” Suara wanita ini terdengar frustasi. “Bisa kau hubungiku jika, mendengar kabar atau bertemu dengannya?”

“Sip” .. ” Tapi menurutmu dia dimana?” Yongbae bicara dengan cepat, tepat sebelum Sandara menutup telponnya.

“Kalau kami tahu, kami tak akan menelpon Anda” Sandara menutup telponnya.

Kami?. Yongbae menaruh gagang telfon dan berjalan mendekati Kudanya lagi “Jadi, tadi itu telpon dari Departemen kepolisian ChunCheon?” Ini buruk. Buruk sekali. Kalau Kepolisian saja sampai tak tahu dimana Chaerin, berarti instingnya tak salah.

 

****

 

Dara duduk di kubikel miliknya. Hidungnya merah karna flu berat musiman. Dia menatap komputer dan ponselnya secara bergantian. Setelah berbicara dengan Yongbae, Dara mencoba menghubungi Seunghyun, dan sama tak berguna. Laki-laki itu tak menjawab.

Dara rasa Chaerin payah dalam memilih Pria. Suami pertamanya Daniel, pacar masa kuliahnya. Pernikahan mereka bermasalah, perselingkuhan dan lain-lain. Mereka berpisah sebelum Daniel tewas saat bertugas. Yang terakhir Lee Seunghyun, tampan namun mengecewakan, dia punya hutang yang banyak dan mendesak Chaerin untuk membayarkannya.

Chaerin melihat Pria dari tampang dan penampilan. Contoh sekarang Dong Yongbae. Rambutnya runcing, rahangnya pun begitu. Yongbae seorang yang pendiam tapi selera humornya kekanakan namun serius. Tubuhnya pun berotot, menyenangkan jika dijadikan Pacar, tapi bukan Suami.

Dara terfikir lagi akan Chaerin. Dia khawatir, tapi kemarin Chaerin sudah mengirim SMS, kemarin.

Text from: Chaerin

 Dara-ssi, aku ada urusan pribadi. Si Seunghyun, biasa. Kau bisa menggantikan ku kan?

 

Dara mendecak gelisah. Chaerin bukan orang yang seperti ini. Tidak mungkin Chaerin ingin ketinggalan kabar terbaru dari Pembunuh berantai yang dia incar. Kabarnya, Departemen kepolisian Seoul sudah menangkap seorang pembunuh, berjenis kelamin wanita. WANITA? Orang-orang Seoul yakin kalau yang mereka tangkap ini adalah orang yang telah membuat onar di kota Chuncheon. Dia tertangkap setelah membunuh seorang wanita, motifnya serupa dengan kasus yang mereka tangani. WANITA? Sandara teringat pertemuannya dan Chaerin dengan Lee Hyori di Bar. Hyorin memperingatkan Chaerin tentang sesuatu.

“Monster itu tau tentangmu”

“Kau ada dalam wait-list Pria itu”

“Keluar dari antrian. CEPATLAH!”

Hyori berdesis seperti ular, diselingi desahan tipis di setiap ujung katanya. Dara yang terpukau masih bisa menyadari kalau cara bicara Hyori seperti orang kerasukan. Pupil matanya membesar dan berkedut saat berbicara. Sandara penasaran dengan apa yang dimaksud Monster dan Pria, tapi saat ada kesempatan dia untuk bertanya, Chaerin sudah menampar Hyori terlebih dahulu dan menarik Sandara pergi. “Kau ada dalam wait-list Pria ituPRIA? MONSTER?!.

Kemarin malam, Komandannya, Choi Seunghyun sudah pergi ke Seoul untuk memastikan. Memastikan dalam arti sebenarnya. Seunghyun tidak percaya kalau yang tertangkap itu adalah Si Pembunuh sinting yang mereka cari selama musim dingin ini. Dara memang tidak bercerita tentang pertemuan dia dan Chaerin dengan Hyori waktu itu kepada Seunghyun, tapi entahlah laki-laki itu secara ‘ajaib’ selalu memaksa Dara untuk berkata ‘Sepakat!’.

Sebenarnya Dara tidak percaya ramalan, apalagi orang Seoul. Tapi Dara sudah mendengar kalau wanita-wanita yang sudah menjadi korban Pembunuhan ini, juga pernah diperingatkan Hyori sebelumnnya. Waw.

Dara melihat lagi catatan berisi tentang kasus ini yang dia susun sendiri dalam sebuah notebook. Ada foto 4 wanita yang tertempel di masing-masing halamannya. Setiap wanita memiliki 3 foto berbeda ; foto KTP, foto bebas individu mereka, dan foto saat mereka ditemukan terikat. Dara mencocokkan isi catatannya dengan fakta si tersangka yang dia dapat dari informasi di beberapa website berita. Dara membalik-balik halaman, mengganti-ganti website berita tepercayanya dan akhirnya Dara mematikan komputernya “Sseulmo!”. Jangan terlalu Pesimis Dara! Bukankah bagus jika pembunuh sialan itu tertangkap.

Dara membanting punggungnya ke sandaran kursi kerjanya. Dara masih memegang notebook spesialnya. Merasa penasaran dengan hasil kerjanya, Dara membuka lagi buku itu, memperhatikan setiap tulisan yang dia tandai sendiri dengan Stabilo warna-warni. Tak ada hubungan sama sekali antara wanita yang satu dengan yang lain, menambah luas daftar ‘tertuduh’ mereka.

Kalau saja Chaerin ada di sini untuk diajak diskusi dengannya, mungkin Sandara tak akan sebingung ini. Chaerin adalah Satu-satunya orang yang mengetahui keberadaan notebook ini di kantornya. Sekilas peringatan Lee Hyori kepada Chaerin terdengar lagi. Tapi Sandara langsung menyingkirkan pikiran itu. Lee Hyori hanya orang Gila yang kehilangan keluarganya dalam kecelakaan mobil tunggal. Hyori pun menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Dan menurutnya, Dia mendapat kemampuan bercenayang setelah sadar dari koma 6 bulan. Tapi kata-kata Hyori saat di Bar waktu itu sangat membebani dan membingungkan.

Apa monster itu si pembunuh? Apa pembunuh itu seorang Pria?. “Kalo dia seorang Pria….” Sandara berbisik sambil membersihkan Ingusnya. “Apa benar yang dibicarakan Hyori adalah Pembunuh itu?” …. “Apa mungkin Chaerin …?” Dara mengingatkan dirinya lagi untuk tidak berfikiran buruk, karna itu bukan gayanya. Kalau pun benar begitu, mulai hari ini dia harus bersiap sebelum menemukan bangkai jip Chaerin, JANGAN!

♫YEONGWONHAN GEON JEOLDAE EOBSEO.. GYEOLGUGE NEON BYEONHAETJI..IYUDO EOBSEO JINSIMI EOBSEO …

Dara menatap Ponselnya berdering. Nama Choi Seunghyun tertulis dilayar Ponselnya. Dara cukup menimbang-nimbang keputusannya. Terima atau tolak panggilan dari atasannya itu. Sebenarnya tak rugi menerima panggilan tersebut, tapi Dara juga tak tahu apa untungnya menerima telfon itu. Dara merasa dirinya sedang kacau sampai menerima telfon pun harus dipertimbangkan.

“Ne Sajangnim?” Ponselnya menempel lekat di pipi kanan Dara. kuku-kuku tangan kirinya mengetuk-ngetuk meja kubikel secara berirama.

“Aku akan tiba di kantor beberapa menit lagi. Pastikan kau ada disitu saat kuhadir.”

“Ne sajang..–”

Tuut Tuut Tuut

“Chk” Sandara mengabaikan sikap Komandannya. Sandara membuka halaman terakhir dari notebook itu dan mengambil pulpen. Dara mulai membuat huruf konsonan yang besar.

ㅇ.ㄴ?

2 thoughts on “[FF Freelance] Who You (Chapter 2)

  1. ternyata dugaanku di chap sebelumnya salah, Young Bae ternyata bukan si pembunuh
    keren thor bikin penasaran, tapi kalau menurut aku ceritanya keperndekan di chapter ini, jadi kayak kurang dapat feel nya😀
    di tunggu next chap nya ya thor🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s