[FF Freelance] I Love You My Super Idol (Chapter 2)

on (4)

  • Judul : I Love You My Super Idol! (Chapter 2)
  • Author : Im Cho Sun
  • Rating : PG-15
  • Genre.: Romance, Comedy
  • Main Cast : Im Jae Bum a.k.a JB (JJ Project) Jang Young Ah (OC)
  • Support Cast: Jr. JJ Project Im Jae Bum and Jang Young Ah’s family
  • Disclaimer. : Cerita ini pure buatan author IM CHO SUN! No Plagiat!! FF ini pernah di share di-fb dan blog pribadi author (jbjjprojectjype.blogspot.com). Happy reading! ^^

Previous: Chapter 1,

@Young Ah’s Room

Saat Young Ah memasuki kamarnya, terlihat seorang namja yang memakai kaca mata bebingkai hitam sedang membolak balikkan sebuah buku di meja kamar Young Ah.

“Sedang apa kau disini?”Tanya Young Ah.

“Materi hari ini kau harus mempelajari ini! 2 hari lagi sam pasti akan membahasnya.”Ucap namja yang tak lain dan tak bukan adalah JB.

“Lupakan! Aku harus les!”Ucap Young Ah.

“Tidak perlu les, appa mu sudah mengirimkan surat pengunduran diri ke semua tempat les mu.”Jelas JB tenang.

“Mwo?? Dimana appa ku?”Tanya Young Ah.

“Molla…mungkin di halaman belakang.”Jawab JB asal. Tapi ucapan JB itu ternyata tepat, ayah Young Ah benar-benar ada di halaman belakang.

“APPA!!!”Teriak Young Ah pada appanya.

“Wae?? Mengagetkanku saja….”

“Kenapa appa bertindak seenaknya??”

“Mwo??”

“Kenapa appa memberhentikan aku dari tempat les ku??”

“Oh… Itu karena appa pikir Jae Bum sudah cukup untuk mengajarimu. Selain Karate, tidak ada lagi les yang kau ikuti. Kalau urusan tata boga kau bisa minta eomma atau Im anjumma untuk mengajarimu kapan saja.”

“Tapi apakah Jae Bum bisa mengajarkan semua pelajaran padaku?”Tanya Young Ah tidak yakin kalau JB akan sanggup mengajari semua pelajaran padanya.

“Jangan pernah meremehkan orang yang mendapat nilai sempurna pada Ujian Nasional!”

“Mwo?? Sempurna?? Jadi dia si nomor satu di seluruh korea itu???”

“Ne… Dan kau tau? IQ-nya itu 200! Itu cukupkan??”Tanya Appa Young Ah lagi. Young Ah pun berfikir sebentar.

“Hmm… Baiklah…”Ucap Young Ah pasrah lalu kembali kekamarnya.

“Paman bilang apa?”Tanya JB.

“Dia bilang padaku bahwa kau akan mengajariku semua pelajaran di sekolah.”Jawab Young Ah lemas.

“Semuanya? Padahal aku hanya bilang pelajaran kimia saja…”Ucap JB.

“Mwo? Jadi kau yang menyarankan pada appa ku agar aku berhenti les??”Tanya Young Ah setengah berteriak.

“Ani… Aku hanya bilang kalau sam menyuruhku mengajarimu Kimia. Itu saja. Aku tidak tau kalau akan jadi begini.”Jelas JB. Young Ah pun menjadi sedikit tenang akibat ucapan JB.

“Ohh… Ya sudah… Ayo kita mulai.”Ucap Young Ah sambil mengambil sebuah buku tulis.

“Hmm… Oh iya, kau cocok juga memakai kaca mata…”Lanjut Young Ah.

“Jinjja?? Kalau begitu aku akan terus memakainya!”Ucap JB sambil membenarkan posisi kaca matanya yang agak turun.

“Ani.. Tidak usah… Aku lebih suka kau tidak memakai kaca mata karena aku bisa langsung melihat ke dalam matamu.”

“Hmm?? Memangnya apa yang bisa kau lihat??”Tanya JB.

“Kapan kau akan mempermainkan aku atau tidak.”Jawab Young Ah.

“Jinnja?”Tanya JB lalu langsung mendekatkan wajahnya pada Young Ah. Young Ah pun tidak memberikan respon apapun karena hanya merasa akan dipermainkan. Young Ah pun hanya memberikan tatapan dingin pada JB.

“Jangan coba-coba mempermainkanku!”Ucap Young Ah dingin tanpa menjauhkan tubuhnya dari JB.

“Tapi sayangnya aku sedang tidak punya niat untuk mempermainkanmu!”Ucap JB lalu mengecup dahi Young Ah lembut. Setelah itu JB langsung membuka kaca matanya.

“Kau… Serius?”Tanya Young Ah ketika melihat mata JB yang sudah lepas dari kaca matanya. Young Ah baru bisa melihat kalau JB tidak sedang mempermainkannya.

“Tentu saja… Katamu kau tahu kapan aku akan mempermainkanmu…”Ucap JB.

“Tapi kan kau memakai kaca mata, jadi aku tidak bisa mengetahuinya…”Elak Young Ah.

“Hmm.. Ya sudahlah, kita lanjutkan nanti saja obrolan kita. Ayo belajar! Ini tugas yang tadi! Ayo kerjakan!”Perintah JB pada Young Ah sambil memberikan soal-soal tugas sekolah mereka tadi.

“Arrasseo….”Jawab Young Ah singkat lalu mengerjakan soal-soal itu.

“Selesai! Ini!”Ucap Young Ah lalu menyerahkan hasil pekerjaannya pada JB. JB pun memeriksanya.

“Ulangi nomor 3, 5, 6 dan 9.”

“Hmm! Baiklah!!”Ucap Young Ah lalu mulai memperbaikinya.

“Sam… Yang ini mana yang harus aku perbaiki?”Tanya Young Ah.

“Hmm… Ini… Yang ini… Kau agak sedikit keliru disini.”Jawab JB sambil menunjukkan kesalahan Young Ah.

“Ahh… Baiklah…”Ucap Young Ah lalu kembali memperbaikinya. Setelah selesai, Young Ah memberikannya lagi pada JB.

“Ini!”Ucap Young Ah singkat.

“Hmmmm”Gumam JB sambil mengoreksi pekerjaan Young Ah.

“Bagus…”Lanjut JB lalu mengembalikan hasil pekerjaan Young Ah.

“Gomaweo sam!”Ucap Young Ah sambil tersenyum.

“Ne ne… Ayo kita lanjutkan ke pelajaran selanjutnya.”Ucap JB sambil mengambil buku pelajaran yang lainnya.

“Itu… Sam! Aku mau ke toilet dulu!”Kata Young Ah meminta izin.

“Ne…”Jawab JB singkat lalu kemudian Young Ah pergi ke toilet. Sementara menunggu Young Ah, JB melihat-lihat buku catatan Young Ah dan menemukan sesuatu yang menarik.

“Mwo? Apa-apaan ini??”Gumam JB melihat begitu banyak namanya tertulis di buku catatan Young Ah.

“JB saranghae… JB oppa…. JB Oppaneun naeggeoya… Aishh jinjja… Dia benar-benar fans yang fanatic…”Ucap JB. Tidak beberapa lama kemudian Young Ah keluar dari toilet dan melihat JB sedang membolak-balik catatannya. Young Ah tidak ingat kalau dia pernah menuliskan nama JB di catatannya karena itu sudah lama, sebelum mereka bertemu.

“Wae? Kenapa kau senyum-senyum? Apakah ada yang salah dengan bukuku??”Tanya Young Ah polos.

“JB Saranghae… JB oppa…. JB Oppaneun naeggeoya (JB oppa adalah milikku)…”Ucap JB sambil menunjukkan apa yang tertulis di bukunya. Young Ah pun membelalakkan matanya.

“Ya!!”Teriak Young Ah.

“Kembalikan!!”Teriak Young Ah lagi sambil berusaha merebut bukunya.

“Anniyeo…. Aku akan menjadikannya koleksi.”Ucap JB.

“Ya! Kembalikan!!”Teriak Young Ah.

“Hmm, tapi jawab dulu pertanyaanku… “Tawar JB.

“Kau mau tanya apa??”Ucap Young Ah lalu berhenti berusaha mengambil bukunya.

“Ini… Apakah ini sungguhan??”Tanya JB sambil menunjukkan kata-kata yang bertuliskan ‘JB Saranghae’.

“Sebagai fans iya.”Jawab Young Ah.

“Kalau bukan fans?”Tanya JB. Pipi Young Ah pun memerah. JB pun semakin mendekat ke Young Ah. Young Ah pun membuka kaca mata JB untuk melihat apakah JB sedang mempermainkannya atau serius. Dan, ternyata JB…………. Serius.

“Hmm…”Gumam Young Ah sambil menundukkan wajahnya tidak berani menatap JB.

“Molla…”Jawab Young Ah pelan. JB pun mengangkat dagu Young Ah agar menatapnya. Kemudian JB sedikit menundukkan badannya agar sejajar dengan mata Young Ah.

“Jinjja? Kau tidak tau?”Tanya JB pada Young Ah. Young Ah pun hanya mengangguk pelan.

“Hmm… Sayang sekali… Padahal aku menyukaimu…”Ucap JB kemudian berdiri seperti biasanya. Young Ah pun hanya dapat menatap JB.

“Jinjja??”Tanya Young Ah.

“Geureom!! Mau aku buktikan??”Tanya JB lalu kembali mendekati wajah Young Ah.

“Ti.. Tidak usah. Aku percaya…”Ucap Young Ah sambil berusaha menyembunyikan wajahnya yang sudah semerah saus tomat.

“Baguslah kalau kau percaya.”Kata JB lalu menjauhkan wajahnya.

“Huuuffftttt….”Young Ah menghembuskan nafasnya seolah lega karena dia memang belum siap menerima first kissnya.

“Ah! Ne!! Young Ah… Ayo kita berkencan!”Ajak JB.

“Mwo??”Tanya Young Ah kaget.

“Ne! Hari minggu nanti! Selesai kau latihan karate. Aku ingin kita ke tempat pertama kali kita bertemu.”Jelas JB.

“Ne? Ne? Ne?”Tanya JB manja.

“Hmm… Ne…”Jawab Young Ah pelan.

“Wae? Kau tidak mau?”Tanya JB lagi karena merasa kalau Young Ah ragu-ragu menjawabnya.

“A… Anni.. Aku mau, hanya saja aku belum pernah di ajak kencan oleh siapa pun”Jelas Young Ah agar JB tidak salah paham.

“Jinjja? Jadi kau tidak punya namja chingu sebelumnya?”Tanya JB. Young Ah hanya mengangguk.

“Wae? Tidak ada yang menyatakan cinta padamu ya? Kasihan….”Ucap JB sambil menunjukkan wajah bersimpati yang dibuat-buat.

“Aishh!! Jinjja! Banyak namja yang menyatakan cintanya padaku tau! Tapi aku tolak!”Ucap Young Ah setengah berteriak.

“Wae?”Tanya JB singkat.

“Molla… Hanya saja aku belum siap.”

“Oo… Sekarang kau sudah siap belum? Kalau sudah siap aku ingin mencalonkan diri menjadi namjachingumu.”Ucap JB lantang.

“Mwo?”Tanya Young Ah.

“Ahh… Tidak jadi… Walaupun aku tidak menjadi namja chingumu tapi pada akhirnya aku juga akan menikah denganmu. Jadi untuk apa…”Lanjut  JB.

“Huhh!!”Ucap Young Ah seakan tidak setuju dengan perkataan JB. JB pun tertawa kecil.

“Hmm, sepertinya aku harus pergi sekarang, pelajaran kita tutup sampai disini.”Ucap JB setelah melihat jam tangannya. Ternyata sudah saatnya dia latihan.

“Ne??”Tanya Young Ah.

“Aku harus latihan. Kau tidak lupa kan dengan profesi oppa mu ini?”Tanya JB seakan mengejek.

“Aisshhh!! Aku tidak lupa tau! Tapi, mau kah kau menunggu 1 jam saja??”Tanya Young Ah sedikit memohon.

“Satu jam?? Lama sekali… Tapi gwenchana, aku latihan jam 5. Memangnya kenapa?”

“Jinjjayeo?! Aku ingin melakukan sesuatu tunggu aku satu jam lagi disini!”Ucap Young Ah lalu meninggalkan JB sendirian di kamarnya.

“Ya! Ya!! Kau mau kemana??!”Teriak JB, namun Young Ah tidak menanggapinya.

Sudah sepuluh menit JB menunggu Young Ah didalam kamar hingga akhirnya JB memutuskan untuk ke balkon kamar Young Ah untuk menghirup udara segar. JB pun duduk di lantai balkon dan tak beberapa lama kemudian dia tertidur. Sementara itu Young Ah sedang menyiapkan makanan untuk JB. Ternyata les tata boganya selama ini tidak sia-sia.

45 menit kemudian

Young Ah sedang memasukkan makanan buatannya dalam sebuah wadah makan berwarna hitam. Setelah selesai, Young Ah pun kembali ke kamarnya.

“JB!! JB!!”Teriak Young Ah sambil tersenyum membawa sebuah bungkusan hitam kekamarnya.

“JB!”Teriak Young Ah lagi ketika membuka pintu kamarnya, tapi JB tidak ada disana. Young Ah pun mejadi panic karena tidak menemukan JB dimana pun. Young Ah kecewa dan terduduk di lantai kamarnya sambil menatap bungkusan yang dibawanya dari tadi. Tidak beberapa lama, air mata Young Ah menetesi bungkusan hitam yang ada di pangkuannya. Ya, Young Ah menangis dan semakin lama tangisannya semakin kencang.

“Huwaaa*Nangis*…. Jae Bum bodoh!! Pabo! Pabo!!”Ucap Young Ah setengah berteriak sementara air mata terus membanjiri pipinya.

“Jae Bum pabo!!!!!”Kali ini Young Ah berteriak dan tangisan Young Ah itu pun membangunkan JB dari tidurnya. JB pun mengintip dari kaca balkon ke kamar Young Ah dan terlihat Young Ah sedang menangis di lantai.

“Young Ah?”Panggil JB ketika memasuki kamar Young Ah.

“Hmm???”Gumam Young Ah lalu mendongakkan kepalanya berusaha melihat wajah orang yang memanggilnya.

“Gwenchana??”Tanya JB lalu ikut duduk di depan Young Ah.

“Jae Bum?”Ucap Young Ah balik bertanya.

“Wae?”Tanya JB lagi.

“Jae Bum!!!!”Teriak Young Ah lalu memeluk JB. JB pun terkejut dan membalas pelukan Young Ah perlahan-lahan.

“Kau masih disini…”Gumam Young Ah di bahu JB.

“Memangnya kau kira aku akan pergi tanpa bilang padamu?”Ucap JB lalu melepaskan pelukan Young Ah kemudian menghapus air mata Young Ah.

“Uljima….”Ucap JB sambil memegang kedua pipi Young Ah lalu membersihkannya dari air mata Young Ah.

“Kau jelek kalau menangis…”Lanjut JB, Young Ah pun berhenti menangis.

“Ini… Untukmu…”Ucap Young Ah dengan suara yang bergetar karena habis menangis sambil memberikan bekal makanan yang di pangkunya dari tadi.

“Ige mwoya?”Tanya JB dan ingin membukanya, tapi Young Ah mencegahnya.

“Itu bekal makanan untukmu. Kau harus memakannya! Aku tidak suka kalau masakanku ada sisanya.”Jelas Young Ah.

“Ahh… Gomaweo… Tapi apakah kau bisa menjamin kalau aku tidak akan sakit perut ketika memakannya??”Tanya JB pada Young Ah.

“Aishh!! Jinjja! Sudahlah, cepat pergi! Kau akan terlambat!!”Ucap Young Ah sambil mendorong JB ke arah balkon.

“Ya! Ya! Aku bisa berjalan sendiri!”Ucap JB. Young Ah pun menghentikannya ketika JB sudah berada di balkonnya sendiri.

“Ne! Arrasseo!! Aza aza fighting Jae Bum-ssi!!”Ucap Young Ah sambil mengepalkan tangannya.

“Aishh… Ne ne! Fighting! Aku pergi dulu!!”Ucap JB lalu masuk ke kamarnya. Young Ah pun kembali ke kamarnya lagi.

@Tempat latihan JB *Waktu istirahat*

“Apa itu hyung?”Tanya JR pada JB yang membawa sebuah bungkusan hitam.

“Ige? Bekal..”Jawab JB.

“Bekal? Tumben sekali… Boleh aku minta?”Tanya JR lalu mendekatkan sumpitnya pada wadah bekal JB yang sudah terbuka.

“Anni!! Aku harus yang pertama memakannya!!”Ucap JB setengah berteriak pada JR, JR pun tidak jadi mengambil sebuah telur gulung yang ada di dalam kotak bekal itu. JB pun mengambil sebuah telur gulung yang berada di tengah dan memakannya. Beberapa detik kemudian JB membulatkan matanya dan wajahnya pun berubah menjadi merah.

“Ada apa hyung?? Tidak enak??”Tanya JR heran.

“Air!! Air!!”Teriak JB kepedasan.

“Ini!”Ucap JR lalu memberika segelas air.

“Aishh… Pedas sekali!”Ucap JB.

“Pedas??”JR pun mengambil sebuah telur gulung di dalam kotak bekal JB.

“Ini sangat enak! Kenapa hyung bilang ini pedas?”Ucap JR. JB pun memelototkan matanya dan tidak beberapa lama kemudian sebuah sms masuk.

By : Young Ah❤❤

Annyeong Jae Bum-ssi~~ Sudah makan bekalmu?? Bagaiman rasanya? Oh iya! Telur gulung yang ada di tengah itu aku isi 5 buah cabai hijau. Apakah kau memakannya?? Kalau kau memakannya aku hanya akan bilang “Maaf anda kurang beruntung” Hahahaha…. Annyeonghaseo…..

“JANG YOUNG AHHH!!!!!!!”Teriak JB ketika selesai membaca sms dari Young Ah.

“Wae hyung? Kau dipermainkan??”Tanya JR polos.

“Diam!!!”Ucap JB lalu memakan bekalnya dengan kesal.

2 hari kemudian

Hari ini JB agak telat untuk mengajarkan Young Ah karena ada keperluan sebentar. Karena lama menunggu, Young Ah pun menonton Drama Dream High 2 yang ada JB sebagai pemerannya. Sudah lama Young Ah membelinya tapi tidak ada kesempatan untuk menontonnya. Sedangkan TV? Hanya di tayangkan pada jam 10 malam.

Young Ah hanya sempat beberapa kali menontonnya. Karena Young Ah malas menonton dari episode 1, akhirnya dia memilih episode secara acak. Dan terpilihlah episode 5. Hampir sejam Young Ah menonton Dream High 2 itu. Dan sampailah pada adegan di mana JB mengecup pipi Lian di ayunan. Young Ah hanya terdiam melihat adegan itu dan tiba-tiba seseorang namja datang lalu mengecup pipi Young Ah. Sama seperti adegan yang dilihatnya barusan. Young Ah pun menoleh ke samping secara perlahan.

“Apa kau cemburu?”Tanya namja yang mengecup pipi Young Ah yang ternyata adalah JB.

“Hmm?? A.. Anni…”Jawab Young Ah lalu melihat ke layar komputernya lagi. Ternyata sudah selesai satu episode.

“Geojimal!”Ucap JB lagi.

“Aku tidak bohong…”Elak Young Ah.

“Sudahlah… Jujur saja…”Kata JB.

“Aisshhh…. Ne! Aku cemburu!! Wae?!”Tanya Young Ah agak membentak.

“Hahaha…. Sudah kuduga… Tapi jangan khawatir… Itu hanya acting! Tidak sungguhan…”Jelas JB.

“Ara ara… Tapi kenapa kau baru datang sekarang?! Bwa! Aku bahkan menyelesaikan satu episode!”Ucap Young Ah sambil menunjuk ke arah komputer yang ada di kamarnya.

“Mian mian… Aku ada urusan sebentar tadi… Ayo kita mulai!”Ucap JB lalu menuju meja dimana mereka biasa belajar bersama.

“Ne ne…”Jawab Young Ah sambil mematikan komputernya.

Hari Minggu…

Minggu pagi yang begitu cerah, terlihat seorang gadis dengan pakaian putih-putih dan mengenakan sebuah sabuk bewarna hitam yang kuat mengikat pinggangnya baru saja turun dari mobil BMW hitam. Dengan rambut yang terikat rapi, Young Ah masuk ke dalam sebuah gedung tempat pelatihan para karateka. 3 jam kemudian, Young Ah telah selesai berlatih karate dan langsung pulang ke rumahnya. Ketika Young Ah memasuki kamarnya, seorang namja yang menggunakan sebuah Topi dan syal berwarna coklat yang hampir menutupi hidungnya sedang duduk manis di ranjang Young Ah.

“Wae?”Tanya Young Ah pendek lalu berjalan mendekati namja itu.

“ Jangan katakan kau lupa dengan janjimu!”Ucap namja itu lalu berdiri.

“Janji apa?”Tanya Young Ah pura-pura lupa.

“Ya!!”Teriak namja bernama Jae Bum itu.

“Hahaha… Ara ara… Kau tunggu aku diluar!”Ucap Young Ah lalu mendorong JB menuju balkonnya.

“Tapi jangan lama-lama. Ne?”

“Ne ne…”Jawab Young Ah lalu mengunci pintu balkonnya kemudian menutupnya dengan gorden tebalnya.

Setelah selesai berganti baju, Young Ah memakai make up yang sangat natural. Lipstik pink dan bedak yang tipis. Setelah selesai, dia pun keluar dari kamarnya.

“Mau kemana?”Tanya eomma Young Ah yang melihat putrinya berpenampilan sangat cantik saat itu.

“Jalan-jalan…”Jawab Young Ah.

“Bersama Jae Bum?”Goda eomma Young Ah.

“Hehehe”Young Ah hanya tertawa kecil lalu menuju pintu rumahnya.

“Aku pergi dulu!”Ucap Young Ah setengah berteriak.

“Ne …”Jawab eomma Young Ah. Diluar, JB sedang berdiri bersandar di pagar rumah keluarga Jang sambil melihat ke jalan.

“Kajja!”Ucap Young Ah singkat lalu berdiri di depan JB.

“Woahh~~ Bwa! Bwa! Siapa ini?”Tanya JB sambil tertawa kecil.

“Haruskah aku memperkenalkan diriku?”Jawab Young Ah sedikit tersenyum.

“Hahaha… Neomu yeoppo… Kajja…”Ajak JB.

“Jakkaman!! Apakah kita akan jalan kaki??”Tanya Young Ah karena tidak ada satu pun kendaraan yang dilihatnya.

“Memang kenapa?”Tanya JB polos.

“Kau ingin aku mati kelelahan apa?”Bentak Young Ah.

“Tidak… Lagi pula kau tidak akan mati kalau hanya berjalan 740 meter…”Jelas JB.

“Memangnya kita mau kemana? Dekat sekali…”Tanya Young Ah bingung.

“Kau ini pikun atau apa sih??”Ucap JB sambil mendorong kepala Young Ah dengan telunjuknya.

“Memang kau pernah mengatakannya ya?”Ucap Young Ah masih bingung.

“Aishh… Sudahlah… Kajja…”Ajak JB kemudian menarik tangan Young Ah agar mengikutinya. 15 menit kemudian terlihat sebuah sungai yang sangat lebar didepan mata JB dan Young Ah.

“Ahh… Ne ne… Aku baru ingat!”Ucap Young Ah. Tiba-tiba JB menarik tangan Young Ah dan membawanya ke sebuah toko ice cream dimana mereka pernah makan ice cream bersama.

“Aku pesan yang ini!!”Pinta JB kepada seorang pelayan sambil menunjuk sebuah gambar ice cream berwarna putih yang berbintik coklat.

“Ye… Silahkan tunggu sebentar.”Ucap pelayan itu. JB pun duduk ditempat pertama kali mereka makan bersama. Dipinggir jendela kaca.

“Kali ini aku yang akan mentraktirmu!”Ucap JB ketika Young Ah sudah duduk di depannya.

“Ya! Micheosseo??!! Ini masih musim dingin, dan kau menyuruhku makan ice cream??”Ucap Young Ah sedikit berteriak.

“Naega?? Kau juga sama gilanya denganku! Kau tidak ingat ya? Pertama kali kita kesini hujan deras dan musim dingin baru dimulai tapi kau memesan sepiring ice cream jumbo.”

“Aisshh… Jinjja… Sudahlah, aku tidak akan pernah menang melawanmu!”Ucap Young Ah

“Hahaha… Tapi tadi aku memesan ice cream yang ada coklatnya. Gwenchana?”Tanya JB.

“Ne… Gwenchana…”Jawab Young Ah. Tidak beberapa lama kemudian seorang pelayan datang membawakan sepiring penuh ice cream vanilla-coklat.

“Silahkann…..”Ucap pelayan itu.

“Kamshamnida… Hmm cogiyo… Bisakah aku …”Ucapan Young Ah dipotong oleh pelayan itu.

“Ara ara… Ini kan??”Tanya pelayan itu sambil menyodorkan sebuah sendok pada Young Ah.

“O! Dari mana kau tau?”Tanya Young Ah heran.

“Tentu saja… Kalian satu-satunya pasangan yang datang makan ice cream pada musim dingin di toko ini. Pelanggan kami yang lain hanya akan memesan kopi atau teh… “Jelas pelayan itu.

“Jinjja?”Tanya Young Ah tidak percaya.

“Geure… Kalau begitu aku permisi dulu…”Ucap pelayan itu dan kembali ke tempatnya.

“Wahh… Sepertinya kita yang pertama makan ice cream pada musim dingin di toko ini…”Ulang JB.

“Ne… Bwa! Disini hanya ada 3 orang pelanggan! Kita berdua dan seorang ajusshi yang sedang baca Koran sambil minum kopi itu!”Tambah Young Ah sambil memasukkan sesendok ice cream ke mulutnya.

“Ne ne …”Jawab JB setuju lalu melakukan hal yang sama dengan Young Ah. Satu jam kemudian mereka telah menghabiskan ice cream yang ada atas meja mereka dan langsung keluar dari toko itu.

“Hmm… Apakah kita pulang saja sekarang?”Tanya JB.

“Ppu… Pppu… Lang?”Tanya Young Ah tergagap mendengar perkataan JB. Walaupun Young Ah tidak pernah berkencan sebelumnya, tapi yang dia dengar dari teman-temannya kalau kencan itu bisa dari pagi sampai sore. Tapi kenapa yang dialami oleh Young Ah hanya 1 jam??

“Wae?”Ucap JB singkat.

“A.. Anni…”Jawab Young Ah singkat.

“Tapi sayang sekali kalau sampai disini saja… Jadwalku kan jarang ada istirahatnya seperti ini… Bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu??”Tanya JB lalu menggenggam tangan Young Ah. Sedangkan Young Ah hanya tersenyum. Sepanjang perjalanan, mereka hanya diam saja hingga Young Ah membuka percakapan.

“Apakah kau pernah seperti ini sebelumnya?”Tanya Young Ah.

“Apanya?”Ucap JB balik bertanya.

“Kencan….”Jawab Young Ah pelan.

“Pernah…”Jawab JB.

“Jinjja??!! Dengan siapa??”

“Memangnya kenapa? Kau akan memasukkannya di blogmu?”

“Aishh kau ini… Aku tidak sejahat itu. Geunde…. Nugu??”

“Dimana dulu? Di drama atau kenyataan?”

“Tentu saja real…”

“Denganmu….”Jawab JB. Young Ah menjadi bingung.

“Ha? Kapan? Ini kan pertama kalinya…”

“Satu jam yang lalu… hehehe….”

“Ya!!”Teriak Young Ah.

“Aku belum pernah berkencan sebelumnya…”Jawab JB jujur.

“Jinjja??!! Kalau begitu, tunggu sebentar!!”Ucap Young Ah lalu berhenti tiba-tiba dan lagsung mengambil handphonenya.

“Ada apa??”Tanya JB lalu mendekati Young Ah.

“Apa ini?!”Tanya JB lagi lalu mengambil handphone Young Ah.

“JB belum pernah berkencan…”Gumam JB sambil membaca tulisan di hanphone Young Ah yang telah membuka blog milik Young Ah.

“Aishh!! Kau ini! Katamu kau tidak akan menyebarkannya?!!”Ucap JB lalu menghapus tulisan di blog Young Ah itu.

“Ya! Kenapa kau menghapusnya?”Ucap Young Ah agak berteriak lalu mengambil kembali handphonenya.

“Kau mana boleh menyebarkan kebohongan seperti itu…”Balas JB.

“Mwo?”Tanya Young Ah.

“Aku kan sedang berkencan denganmu. Jadi kau tidak boleh menuliskan kalau aku tidak pernah berkencan.”

“Ahh… Iya… Aku lupa kalau kita sedang berkencan. Kalau begitu aku tidak jadi menuliskannya.”Ucap Young Ah lalu memasukkan handphonenya lagi.

“Kajja kita pulang….”Ajak JB.

“Ne ne …”Jawab Young Ah lalu mengikuti JB yang sudah berjalan duluan didepannya.

“Ya! Cepat sedikit!!”Ucap JB setengah berteriak.

“Ne!!!”Teriak Young Ah lalu berlari kecil. Ketika Young Ah sudah berada tepat di belakang JB, JB malah berhenti dan Young Ah pun menabrak punggung JB.

“Ya!!”Teriak Young Ah sambil mengusap-usap dahinya yang menabrak punggung JB tadi.

“Young Ah-ssi…”Ucap JB lalu membalikkan badannya ke arah Young Ah.

“Wae?”Tanya Young Ah masih kesal karena menabrak JB tadi.

“Aku hampir melupakan inti dari sebuah kencan.”Ucap JB lembut sambil menatap mata Young Ah.

“Ya! Jae Bum! Kau membuatku takut!”Ucap Young Ah dan sedikit menjauhkan dirinya dari JB tapi tangan JB menahan bahu Young Ah agar tidak menjauh darinya. JB hanya diam lalu mendekatkan wajahnya ke muka Young Ah. Young Ah pun memejamkan matanya dan tidak beberapa lama kemudian JB mengecup lembut dahi Young Ah.

“Untuk selanjutnya tunggu sampai kita menikah…”Ucap JB sambil tersenyum.

“He?!”Balas Young Ah bingung.

“Ah!! Tapi jangan berikan first kissmu pada namja lain!! Arrasseo??!!”Ucap JB tegas.

“Hahh… Yang benar saja…”Ucap Young Ah dengan nada mengejek.

“Mwo? Pokoknya tidak boleh!”Larang JB.

“Aishh… Arasseo, arrasseo… Lagi pula aku hanya akan mengizinkan suamiku saja yang melakukannya.”Ucap Young Ah santai.

“Janji??”Tanya JB sambil mengulurkan kelingkingnya.

“Apa ini? Memangnya aku anak-anak?!”Ucap Young Ah.”

“Janji?”Ulang JB lagi. Young Ah pun akhirnya menautkan kelingkingnya ke JB.

“Kajja pulang! Aku sudah hampir mati kedinginan disini!!”Ucap Young Ah lalu berjalan meninggalkan JB.

“Ya! Tunggu aku pabo!”Ucap JB sedikit berteriak sambil berlari kecil menyusul Young Ah.

“Mworago?!”Tanya Young Ah karena mendengar JB memanggilnya bodoh.

“A.. Anni…”Jawab JB takut terkena tendangan karateka untuk yang kedua kalinya.

Satu Bulan Kemudian

Seperti biasanya, pada jam seperti ini pasti ada dua orang remaja yang sedang sibuk membaca atau pun menulis-nulis di kamar Young Ah.

“Selesai! Ini!”Ucap Young Ah lalu memberikan bukunya pada JB. JB pun memeriksa hasil pekerjaan calon istrinya itu satu persatu. Sedangkan Young Ah hanya diam sambil melihat ke JB.

“Saranghae”Ucap Young Ah dengan suara yang sangat kecil. JB pun tidak bisa mendengarnya.

“Mworago?”Tanya JB bingung karena merasa Young Ah mengucapkan sesuatu.

“A… Anni… Aku tidak bilang apa-apa…”Jawab Young Ah agak gugup.

“Ooo…”Ucap JB singkat lalu melanjutkan kembali aktifitasnya.

“JB… Hmm… Maksudku Jae Bum…”Panggil Young Ah pelan.

“Hmm?”JB hanya berdeham untuk mewakili ucapannya karena JB masih belum selesai mengoreksi pekerjaan Young Ah.

“Kapan kau akan debut? Kau kan sudah cukup lama trainee…”Ucap Young Ah.

“Wae??”Tanya JB pendek masih tetap berkutat dengan buku Young Ah.

“Anni… Aku hanya ingin bertanya… Tapi kalau kau tidak mau menjawabnya juga tidak apa-apa, aku tau itu adalah rahasia perusahaan jadi kau tidak——“

“Satu bulan…”Ucap JB singkat dan sukses menghentikan ucapan Young Ah yang bagaikan kereta itu.

“Mwo?”Tanya Young Ah tidak mengerti.

“Ne! Satu bulan lagi aku akan debut sebagai penyanyi dengan JR. Ini! Perbaiki! Dari 20 soal kau salah 5! Cari sendiri salahnya dimana dan cari sendiri nomor berapa saja yang salah!”Tegas JB sambil mengembalikan buku Young Ah.

“Mwo?!!”Ucap Young Ah setengah berteriak.

“Wae? Kau tidak mau? Walaupun kau tidak mau, kau HARUS mau! Baiklah, kalau kau selesai taruh di meja kamarku. Aku latihan dulu.”Ucap JB sambil mengambil tasnya.

“Hahh??”Ucap Young terdiam. Sementara JB sudah bersiap-siap untuk angkat kaki dari kamar Young ah.

“Aishh!! Hoax!”Ucap Young Ah kesal lalu kemudian menundukkan kepalanya melihat ke buku yang ada di atas mejanya. Tiba-tiba JB mengecup lembut puncak kepalanya. Young Ah pun mengangkat kepalanya perlahan.

“Mianhae aku tidak bisa selalu bersamamu…”Ucap JB lembut sambil memegang kepala Young Ah. Young Ah pun hanya terdiam menatap JB.

“Aku pergi dulu… Saranghae…”Ucap JB sambil sedikit mengacak rambut Young Ah lalu keluar dari kamar Young Ah.

“Na do…”Jawab Young Ah pelan ketika JB sudah keluar dari kamarnya.

“Hah?? Apa yang barusan aku katakan?! Aishh sudahlah! Kerjakan saja ini Jang Young Ah!”Ucap Young ah ketika sadar apa yang telah dia ucapkan tadi lalu kembali menekuni soal-soalnya.

Satu minggu kemudian

Hari ini JB tidak bisa menjadi guru untuk Young Ah karena dia sibuk mempersiapkan debutnya. Alhasil, Young Ah belajar sendiri. Saat tidak bisa mengerjakan beberapa soal, Young Ah menyalin soal-soal yang membuatnya pusing itu dan menaruhnya di kamar JB. Kamar JB itu jarang di kunci jadi Young Ah bisa masuk dengan leluasa. Entah kapan JB mengembalikannnya, tiba-tiba buku Young Ah sudah ada di atas ranjangnya sedangkan tidak ada JB disana, tapi semua soal-soalnya sudah di jawab. Bahkan ada penjelasannya. Mungkin JB melakukannya saat Young Ah sedang tidak ada dikamarnya. Hal itu terus berlanjut selama 2 minggu. Hingga pada akhirnya JB dan Young Ah bertemu lagi 2 minggu kemudian.

“Nuguseo?”Tanya Young Ah pada seorang namja berambut blonde yang ada di kamarnya. Namja itu pun membalikkan badannya dan tersenyum manis memandang Young Ah.

“Jae… Bum??”Tanya Young Ah.

“Annyeong chagi~~”Sapa JB sambil melambaikan tangannya.

“Jae Bum!!!!! Bogosipheo!!”Ucap Young Ah sedikit berteriak lalu memeluk JB. JB yang kaget pun hanya merentangkan tangannya dan tidak beberapa lama kemudian JB pun membalas pelukan Young Ah. Beberapa detik kemudian Young Ah baru sadar apa yang dilakukannya lalu mendorong tubuh JB menjauh darinya, tapi tangan JB menahan pinggang Young Ah sehingga Young Ah tidak bisa menjauhkan diri dari JB.

“Jinjja?? Kau merindukanku?”Tanya JB dengan senyum evilnya.

“Euhhmmm…”Young Ah hanya berdehem ria tidak bisa menjawab.

“Ayo jawab… Aku tidak punya banyak waktu.”Ucap JB.

“N… N… Ne….”Ucap Young Ah gugup lalu menundukkan kepalanya, tidak berani menatap JB.

“Mworago??”Tanya JB.

“Aishh… Sudahlah… Lepaskan aku!!”Ucap Young Ah setengah berteriak sambil mendorong tubuh JB. Tapi sia-sia saja. JB malah memeluk kembali Young Ah.

“Anni!! Aku masih merindukanmu!”Ucap JB lalu mempererat pelukannya. Young Ah jadi sesak nafas di buatnya.

“J… Jae Bum-ssi! Le… Lepaskan! Aku tt… tidak bisa bernafas!!”Ucap Young Ah terputus-putus. JB pun melepaskan pelukannya. Langsung saja Young Ah mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.

“Mian… Gwenchana??”Tanya JB sambil mensejajarkan wajahnya dan Young Ah.

“Aishh!! Micheosseo?!!”Bentak Young Ah masih berusaha mengatur nafasnya.

“Mian mian… Aku tidak bisa mengontrol diriku tadi….”Jelas JB.

“Aishh… Ne ne…. Gwenchana… Tapi kenapa kau tidak masuk sekolah terus sih?! Dan… Ada apa dengan rambutmu itu?”Tanya Young Ah penasaran karena JB sudah 2 minggu tidak masuk sekolah.

“Aku akan debut. Jadi aku mengambil cuti sebentar… Setelah seminggu debut aku akan kembali ke sekolah… Dan soal rambutku, JYP menyuruhku untuk mewarnainya! Eotte? Kau suka?”Tanya JB sambil membenarkan rambut blondenya itu.

“Lumayan… Tapi aku lebih menyukai yang warna coklat”

“Hmm… Arasseo…”Jawab JB.

“Aku pergi dulu”Lanjut JB lalu mengecup lembut dahi Young Ah. Young Ah pun memejamkan matanya.

“Sampai jumpa chagia~~”Ucap JB lalu keluar dari kamar Young Ah.

“Ne oppa…”Gumam Young Ah pelan.

“He?? Ada apa denganku belakangan ini??? Kenapa aku sering bicara tanpa sadar? Huft…. Sudahlah… Kepalaku pusing memikirkannya….”Ucap Young Ah lalu masuk ke kamar mandi kamarnya.

Satu minggu setelah debut

@School

Dipagi hari yang cerah, Young Ah sedang sibuk membaca buku biologinya di dalam kelas dan telinganya tidak sengaja mendengar teriakan-teriakan kecil para siswa dan siswi yang sedang berlari menuju gerbang sekolah.

“Ya!! Ya!! JB sudah masuk sekolah!!”Teriak seorang siswa dari luar kelas Young Ah.

“Kyaa!! JB! JB! JB!”Teriak beberapa orang siswi.

“JB???”Gumam Young Ah pelan.

“Ya! Ayo cepat! Dia sudah memasuki sekolah!!”Teriak seorang siswa lagi.

“Mwo??”Gumam Young Ah lalu menghampiri jendela kelasnya. Kelas Young Ah itu ada di lantai 2. Dan benar saja, JB sedang berjalan di halaman sekolah. Sedangkan Young Ah hanya tersenyum kecil melihat JB. JB sudah mengecat kembali rambutnya menjadi warna coklat. Persis seperti sebelum debut.

“Haahhh…. Akhirnya dia kembali.”Gumam Young Ah masih tetap memandang JB dan tiba-tiba JB melihat ke arah Young Ah. Young Ah pun membulatkan matanya karena terkejut dan langsung salah tingkah kemudian dia memutuskan untuk kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan membaca bukunya walaupun konsentrasinya agak terganggu karena memikirkan seberapa lama lagi JB akan masuk ke kelas. Dan tidak beberapa lama kemudian, JB masuk kedalam kelas dan langsung duduk di sebelah Young Ah sementara siswa-siswa yang menjadi fansnya masih berteriak-teriak memanggil namanya. JB pun menyuruh mereka untuk diam. Dan akhirnya para fans JB pun diam dan membubarkan diri.

“Ya! Apa yang sedang kau lakukan??”Tanya JB melihat Young Ah yang sedang membaca buku.

“Tidak aku jawab kau sudah tau kan?”Ucap Young Ah sambil tetap melihat ke bukunya.

“Apakah ini sikap seseorang yang sudah lama tidak bertemu calon suaminya?”Ucap JB. Young Ah pun langsung meletakkan bukunya dan langsung melihat ke JB.

“YA!!!!”Ucap Young Ah sedikit berteriak.

“Wae??”Tanya JB dengan wajah seakan tidak tau apa-apa.

“Jangan membicarakannya di sekolah.”Ucap Young Ah.

“Wae?? Itukan benar….”

“Tapi setidaknya kau tidak membicarakannya di sekolah. Aku tidak ingin terjadi skandal karena itu sangat merepotkan.”

“Hmm… Arasseo arasseo….”Jawab JB dan tidak lama kemudian bel pun berbunyi.
Pulang Sekolah

“Aku pulang!!!!!”Ucap Young Ah sedikit berteriak.

“Kau sudah pulang?”Tanya eomma Young Ah.

“Ne…”Jawab Young Ah singkat.

“Young Ah… Kesini sebentar…”Panggil appanya.

“Ne… Wae appa??”Tanya Young Ah setelah duduk di sebelah appanya.

“Hari sabtu nanti kau tidak ada acara kan?”Tanya appanya lagi.

“Hmm… Tidak ada….”Jawab Young Ah.

“Ohh…. Baguslah kalau begitu…”

“Waeyeo?”Tanya Young Ah sambil memakan kue yang ada di depannya.

“Kau akan bertunangan sabtu nanti.”Ucap Appa Young Ah tenang.

“Ooo….”Ucap Young Ah sambil tetap memakan kue yang ada di pangkuannya itu.

“MWO??!! Uhukk… Uhukk…”Teriak Young Ah ketika sadar dan dia pun tersedak oleh kue yang di makannya tadi.

“Ya! Minum ini!”Ucap appa Young Ah sambil memberikan segelas teh yang ada di meja. Young Ah pun langsung meminumnya.

“Appa!!!”Teriak Young Ah.

“Wae?? Nantinya kan kau juga akan menikah dengannya…”Ucap appa Young Ah tenang.

“Tapi kan…”Ucap Young Ah pelan karena tidak bisa memberikan alasan.

“Appa sudah menyiapkan semuanya. Kita akan melakukannya sambil bercamping! Hahaha… Sudah lama appa ingin melakukannya… Hmm… Oh iya, yang hadir nanti hanya appa, eomma, kau, JB dan kedua orang tuanya. Appa tidak suka jika terlalu ramai. Kita akan bercamping selama satu hari dua malam. Jadi… Eotte? Kau setuju?”Tanya appa Young Ah.

“Hmm…. Baiklah….”Ucap Young Ah pelan.

“Kalau begitu aku naik dulu.”Lanjut Young Ah.

“Ahh… Ne ne….”Jawab appa Young Ah.

Sabtu

Pulang sekolah, Young Ah sudah di sambut dengan orang tuanya yang telah berpakaian tamasya dan sebuah mobil van yang berukuran cukup besar di depan rumahnya.

“Young Ah! Bajumu sudah eomma kemasi. Cepat ganti bajumu!”Ucap eomma Young Ah.

“Aishh…. Jinjja… Ne ne….”Jawab Young Ah lalu masuk ke rumahnya. Dikamar Young Ah sebuah dress putih sepanjang lutut dan sebuah cardigan berwarna senada sudah terbentang rapi di atas ranjangnya.

“Aku harus memakai ini?”Gumam Young Ah lalu mengambil baju itu.Tidak beberapa lama

kemudian, Young Ah selesai memakainya dan menemukan sebuah sepatu bertali yang bewarna sama dengan dressnya. Setelah selesai Young Ah pun sedikit mengepang rambut ikalnya itu dan poninya di biarkan menutupi dahinya.

Setelah selesai Young Ah pun keluar dari rumahnya dan di luar Young Ah pun menemui orang tuanya  dan orang tua Jae Bum sedang mengobrol sedangkan Jae Bum sedang bersandar di mobil sambil melihat ke arah Young Ah yang baru saja keluar dari rumah keluarga Jang.

“Ya! Jang Young Ah! Cepatlah…”Teriak JB lalu masuk ke dalam mobil.

“Aishh… Ne ne!!”Teriak Young Ah tidak mau kalah sambil mengembungkan pipinya lalu berjalan ke arah mobil. Sedangkan kedua orang tua mereka hanya tertawa kecil melihat tingkah anak mereka itu. Mereka pun naik ke mobil. Appa JB yang menyetir sedangkan Appa Young Ah berada di sebelahnya sambil mengobrol. Begitu pula dengan eomma Young Ah dan eomma JB yang sibuk mengobrol di kursi tengah. Sedangkan Young Ah dan JB duduk di kursi belakang tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Keduanya hanya menatap keluar jendela mobil.

Karena bosan JB pun mengeluarkan PSP-nya dan mulai bermain game. Hal itu pun menarik perhantian Young Ah lalu mendekatkan kepalanya ke PSP JB.

“Ya!! Jauhkah kepalamu! Aku tidak bisa melihatnya pabo!!”

“Aishhh!! Ini permainan apa? Pinjami aku!! Ne? Ne? Ne?”Ucap Young Ah sambil mengguncang-guncangkan lengan JB.

“Ya! Hentikan! Aku tidak bisa berkonsentrasi!”Ucap JB agak berteriak.

“Pinjami aku Jae Bum!! Jebal!!”Ucap Young Ah masih mengguncang-guncangkan lengan JB.

“Shireo!!! Aku baru saja memainkannya!!”Ucap JB.

“Aishh!! Jinjja!!! Joha! Kalau kau kalah aku yang akan memainkannya, eotte??”

“Ne ne… Terserah padamu!”Ucap JB sambil tetap melihat ke layar PSP-nya. Young Ah pun mendekatkan kepalanya ke JB untuk melihat apa yang dilihat oleh JB.

“Itu! Itu!!”Ucap Young Ah sedikit berteriak di sebelah telinga JB.

“Aishh!! Kau ini neomu paboya!!”Lanjut Young Ah lagi. JB pun merasa terganggu karena teriakan-teriakan Young Ah.

“Ya! Diam!!”Bentak JB lalu menoleh ke arah Young Ah. Wajah mereka sangat dekat dan mereka hanya diam menatap mata orang di depannya. Tidak lama kemudian terdengar suara Game Over dari PSP JB dan hal itu pun memalingkan pandangan keduanya.

“O! Game Over…”Ucap JB canggung.

“Hmm.. Ne… Kau benar… Kemarikan! Giliranku…”Ucap Young Ah tidak kalah canggung lalu mengambil PSP dari tangan JB. JB pun hanya menatap Young Ah sebentar lalu memalingkannya ke luar jendela.

 

 

-TBC-

3 thoughts on “[FF Freelance] I Love You My Super Idol (Chapter 2)

  1. makin seruuuuuu….. part selanjutnya bikin yg lebih romantis ya thoor….
    next jgn lama2 yaaaa, aku tunggu banget lho!!…

  2. terlambat ya aku baca ff nya maaf ya thor.
    waah makin seru nih.Jangan lama lama part selanjutnya ya thor.oya kapan nih first kiss nya thor kalau begitu hwaiting

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s