Hard To Love Part 2

Hard to Love 2

Cast : Park Chanyeol, Ahn Sohee, Kim Minseok and Bae Suzy

Author : Dindonline || Genre : Romance, school life, friendship || Rating : PG 15 || Lenght : Chaptered || Previous : Part 1 || Disclaimer : inspirasi campur – campur dari mana saja, yg jelas ini murni milik author

Mataku mengekor saja mengikuti pria itu. Polah dinginnya setelah mencuri ciuman pertamaku, tatapannya masih polos seakan ‘itu’ hal yang wajar baginya.

Tunggu tapi bukan itu yang sekarang mengusik otakku, pria yang sekarang mengalungkan handuk hangat dan menggosok pucuk kepalaku yang basah. Pria ini, apa dia bisa membaca pikiranku?. Sedikit mengabaikan tulang – tulang yang mulai membeku dan sekarang linu, berkonsentrasi menatap ujung keningnya. Aku pikir ia benar – benar bisa membaca pikiranku.

‘Park Chanyeol’

Dia membebatkan selimut ke tubuhku.

‘Ketua OSIS’

Chanyeol berjongkok melepas sepatu dan kaos kaki. Keningku mulai mengerut, sedikit goyah kesimpulan yang aku ambil beberapa menit yang lalu.

‘Pria mesum tak tahu diri, penghancur kehidupan gadis tak berdaya dan pria menyebalkan di…..’

“hentikan umpatan tak beralasanmu itu” potong Chanyeol menatap Sohee.

‘o’ huruf vokal itulah yang sekarang tertahan di bibirku, dan tentu saja bola mata membelalak yang mungkin saja hampir terlepas dari urat syarafnya. Pria itu berdiri, menatapku dengan tatapan polosnya. Senyumnya tersungging di bibir.

ctik, ia menyentil kepalaku. Senyum pria itu sungguh sangat menyebalkan sekarang.

“bukankah ini menyenangkan chagi” ujar Chanyeol.

Mataku berputar, seluruh tubuhku sudah luruh di atas meja kelas. Menghabiskan beberapa menit dengan pria itu di UKS sudah cukup menelanjangiku.

“ough!!!” keluhku.

kepala ini semakin pusing saja ketika Suzy terus membrondongku dengan pertanyaan – pertanyaan konyol dan kekagumannya pada sikap Chanyeol.

“kau benar – benar pacaran dengannya?” pertanyaan itu keluar lagi dari bibir Suzy.

“kepalaku pusing, kepalaku pusing Suzy ya. Pria itu benar – benar psikopat gila yang menakutkan” rutukku berharap menghentikan ocehan Suzy untuk sebentar saja.

Suzy mengangguk, sepertinya ia mulai mengerti kondisiku. Gadis itu menatapku dengan tatapan sedikit berbeda dari sebelumnya. Ya… tatapan prihatin ini lebih baik daripada penasaran.

“istirahatlah” ucapnya menepuk pundakku halus, membiarkan aku kembali bergulat dengan musibah yang seperti jatuh dari langit tepat di kepalaku.

Koridor sangat lengang, maklumlah jam pelajaran telah mulai. Chanyeol menyandarkan tubuhnya, sedikit tak tertarik dengan orasi gurunya tentang persamaan linier. Ia menatap jendela salah satu kelas di sisinya, senyumnya terukir tipis. Entah dalam apapun kondisinya ia selalu bisa membaca pikiran gadis itu. Hanya dengan menatapnya ia selalu bisa mendengarakan isi pikiran gadis itu.

Rasa lelah yang selalu ada di pikirannya, kerja part time yang selalu mengisi otaknya serta umpatan – umpatan kecil rasa iri pada teman sekelasnya yang memilik hidup lebih lebih lebih baik darinya.

Dan sekarang ada yang lebih menarik dari pergulatan otaknya. Lebih dari biasanya, pergulatan itu tentang dirinya. Umpatan konyol yang tak pernah berhenti dari otak kecil itu. Tentang dirinya, tentang ia menelanjangi pikirannya.

“aku sudah bertemu dengannya” bisik Kim Minseok pada Chanyeol.

Pria itu menoleh, sedikit mengusik kegiatannya. Menatap heran pria bermata sipit di sisinya.

“kau?” Chanyeol tak percaya.

“tak begitu cantik tapi karena kau aku sedikit tertarik dengannya sekarang”

“apa yang kau katakan?” Chanyeol memicingkan matanya menatap Minseok.

“kau sudah gila Park Chanyeol” bisik Minseok

Chanyeol meringis dan mengabaikan ledekan saudara tirinya itu.

“aku benar-benar tertarik dengan keistimewaannya” gumam Minseok menatap Sohee di gedung sebelah.

Chanyeol tersenyum menang mendengar ucapan Minseok, tak ada satupun orang yang akan menemukan keistimewaan gadis itu selain dirinya. Park Chanyeol.

Oh sial, aku hampir terlambat pergi ke cafe. Meski sudah menyempatkan untuk berlari tetap saja aku akan terlambat sampai di sana. Belum tuntas aku melewati gerbang sekolah beberapa orang menarik lenganku kasar. Aku hanya berharap ini bukan Sunny yang ingin bermain – main denganku. Sudah cukup seharian ini aku dibully olehnya.

“Kim Minseok” mataku terbelalak.

“tak sopan” rutuknya kesal.

Aku mengerut ketakutan menatapnya. Harusnya aku tak boleh keceplosan, harusnya aku memanggilnya seonbenim. Oh senyum poker face miliknya lagi, aku benar – benar tak menyukainya.

“apa keistimewaanmu? kau hanya gadis biasa” ujarnya menatapku dari ujung kepala hingga kaki. Wajahnya semakin mendekat, menatap intens seolah ada yang menarik dengan bola mataku.

Apa – apaan ini, aku akan terlibat masalah apalagi sekarang.

“aku ingin menjadi yang pertama, untuk itu… aku akan merebutmu dari Chanyeol” Minseok mengultimatum.

Ada benda menembus kepalaku sekarang. Benda yang sepertinya merusak sistem gerak tubuh dan membuatku kaku. Apa ini? dosa apa ini? kesalahan apa yang kubuat di masa lalu sehingga Tuhan menghukumku seperti ini.

Suzy terdiam, wajahnya sama kakunya dengan Sohee sekarang. Ia tak menyukai pemandangan ini, ketika Minseok mendekati Sohee. Dari jauh pemandangan di depannya itu sangat menyakitkan baginya. Minseok, orang yang ia sukai. Apa yang ia lakukan dengan sahabatnya? Dan Sohee? ini cukup teriris baginya, pria yang ia sukai… menyukai sahabatnya.

“Kau membuatnya ketakutan” bentak Chanyeol pada Minseok.

Waktu yang tepat untuk sekarang, pria mesum itu menarikku menjauh dari Minseok. Entah kenapa tatapan Minseok sungguh menakutkan bagiku. Aku mengekor saja ketika Chanyeol menarikku. Kupikir kepalaku sudah mati sekarang.

Chanyeol menelonyor kepalaku, sedikit memulihkan sistem – sistem syaraf di otak.

“ck” aku mendesah kesal padanya.

“ucapkan saja rasa terima kasihmu itu” ujarnya menyodorkan helm.

‘jangan harap aku akan naik bersamamu’ aku menatapnya sinis.

part time” tegas Chanyeol yang tentu saja membuat kepalaku kembali berputar.

“kau kuikat dan tak akan bisa lari” lanjutnya menyarungkan helm di kepalaku.

Cut

note : ada sedikit pengumuman kecil dan sedikit curhatan tentunya. Saya selaku Author dindonline sebenernya udah mengajukan surat pengunduran diri #kaya gawe aja# ke admin RFF tapi ya sedang dalam proses soalnya admin yang berkewenangan sedang sibuk. Yah intinya mau keluar jadi Author RFF #reader pada teriak terus FFnya yang belum kelar tor? Trus FF The Grey eyed man? The God Asylum? Black or White? Me and My Boyfriend? #reader frustasi

Tenang – tenang, untuk GEMan nya sich dalam proses finishing cuman masih perlu banyak polesan.  Dan FF lainnya sedang dalam proses yang belum bisa di tentukan.

#trus kalo keluar dari RFF mau di post dimana?

Author ada Blog kog, nanti kalau longgar pasti di updatein di sana nih linknya http://dindon21112.wordpress.com/

jadi jangan terlalu khawatir. Dan mungkin aja ini postan terakhir Author Dindonline. So….. maaf ya kalau ada salah. Soalnya ini lebih kepada masalah pribadi yang takutnya ke bawa ke RFF di kemudian hari. Hhhehehe

makasih reader RFF tercinta #big hug

3 thoughts on “Hard To Love Part 2

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s