[FF Freelance] Destiny? (Chapter 1)

,Title                : Destiny? (Chapter 1)

Author            : Culy Wu/Kyukyong

Genre              : Romance, sad

Length            : Chaptered

Main Cast       : Cho Kyuhyun (Super Junior)

Im Yoona      (SNSD)

Hwang Miyoung (SNSD)

Other Cast      : You can find it><

Disclaimer      : FF ini murni dari pikiran saya,do not copy this FF, jangan pernah benci cast yang ada  di dalamnya karena ini hanya imajinasi dari saya. Semua main Cast milik Tuhan, ayah ibu mereka, dan Fans, Alur/plot cerita milik author seorang ><. Ohiya dan FF ini pernah di publish di akun pribadi saya^^

 

-o0o-

 

Ketika kau harus merelakan seseorang yang amat sangat kau cintai untuk meninggalkanmu..

Ketika seseorang yang kau cintai harus memilih mana yang terbaik dari yang terbaik.

Ketika seseorang yang kau cintai tidak memikirkan kebahagiaanmu sama sekali

Ketika seseorang yang kau sangat cintai melukai perasaanmu

Ketika seseorang yang kau sangat cintai tidak membalas cintamu

 

Dan ketika kau harus memilih siapa yang akan menjadi takdirmu

(pak mau kegadaian pak gadain cinta saya yang luka ini pak)

 

 

Suasana rumah sakit yang begitu kelam ya bisa dibilang pondok rehabilitasi untuk orang-orang yang menderita gangguan jiwa, dimana banyak sekali orang-orang disana meracau tidak jelas, teriak-teriak seperti menghujat, dan terlebih lagi kelakuan orang-orang disini bisa dikategorikan keterlaluan. Tapi itu tak berlaku bagi Miyoung, dia satu-satunya penghuni pondok ini, ia  sekalipun tidak pernah meracau, berteriak, ataupun bertingkah aneh seperti orang gila pada umumnya.

 

“Miyoung-ssi disini sangat dingin, kajja! Pindah keruanganmu” salah satu suster membujuknya untuk pindah dari tempat yang ia duduki. Memang keadaan cuaca saat ini angin berhembus dengan kencang.

 

“shireo” gumam Miyoung yang masih memandang langit dengan tatapan kosong dan dingin.

 

“Miyoung-ssi kau mau sembuh kan? Kajja!” tangan Miyoung sedikit di tarik paksa dengan salah satu suster yang membujuknya.

 

“Shireo!” dengan sigap Miyoung menghempaskan tangan suster tersebut dan menatapnya dingin dan tajam lalu kembali memandangi langit.

 

“ cih! lihat wanita gila itu, dia masih tetap memandangi langit” ucap suster yang sedang berbisik dengan suster lainnya.

 

“yah.. namanya juga orang tidak waras, tinggalkan saja dia dulu sendiri” lanjut suster yang lainnya.

“iya iya, aku juga mau mengurus pasien yang lain”. Kedua suster itupun meninggalkan gadis yang masih  menatap langit itu.

“aku… tidak gila, sungguh…” gumam Miyoung lirih dan begitu serak, kedua tangannya meremas pakainnya dengan kencang, dan air mata Miyoung membasahi pipinya yang kusam dan masih menatap langit.

kenapa aku diusingkan kesini, aku tidak gila. Sungguh. Aku ingin bersama orang-orang yang sayang kepadaku, aku ingin bebas dari sini. Tuhan…. Jangan biarkan orang-orang itu menyakitiku, jika aku jujur aku sudah tidak kuat lagi.

 yeoja bermarga Hwang itu masih menangis dan menatap langit meratapi nasibnya yang begitu malang

-o0o-

pria tampan itu masuk ke dalam sebuah café mencari-cari seseorang. ia menoleh kesana kemari. Pria itu tampak kebingungan. Bisa dibilang pria ini mempunyai ciri-ciri hampir sempurna dimata wanita, kulit yang putih, hidung mancung, sorot mata yang tajam dan membunuh, rambut yang tertata rapih, mengenakan setelan kemeja dan celana jeans. Ya namanya tentu saja Cho Kyuhyun.

Ia terus mencari cari seseorang dan senyumnya merekah ketika ia melihat yeoja yang sedang duduk termangu dan terlihat menungu. Kyuhyun langsung menghampiri yeoja itu.

“Yoong… mau ice cream?” tanya kyuhyun yang tiba-tiba berada disamping Yoona dengan senyumnya yang cerah sambil menyodorkan ice cream vanilla kesukaannya

Yoona yang sedang duduk di dalam café menunggunya langsung menoleh dan langsung mendengus kesal, kenapa seorang Cho Kyuhyun selalu saja datang terlambat ketika mereka ingin menghabiskan waktu bersama.

“Yak!! Kau telat lagi! Dasar siput, keong, bekicot!!” Yoona memukuli Kyuhyun beberapa kali dengan buku menu yang ada dimejanya. Kyuhyun merintih meminta ampun

Yoona sangat merasa kesal, setiap kali ia berkencan dengannya selalu saja telat, walaupun tidak selalu, tapi apakah dia tahu sebelum sampai di café ini Yoona mengalami apa? Memperjuangkan sesuatu yang Kyuhyunpun tidak akan duga.

*flashback

Yoona mengeratkan blazer coklat mudanya. Angin yang berhembus cukup membuat bulu kuduknya berdiri, ia berkali-kali mengeratkan blazzernya, berjalan di trotoar dengan sedikit cepat.

“agashi permisi, bisakah membantu ahjumma mengangkat koper ini dan membantu ahjumma menyebrang?”

Yoona menghentikan langkahnya dan menatap wanita paruh baya itu. “ah, ne agashi” Yoona langsung mengangkat koper wanita paruh baya itu dan membantunya menyebrang. Tapi sebelum mengangkat koper, Yoona melepaskan blazer coklat mudanya dan menaruh diatas keranjang sepeda entah siapa empunya.

Setelah membantu wanita paruh baya itu menyebrang, Yoona membalikkan badannya ia berniat mengambil blazer coklat mudanya, dan kebetulan ada seorang ahjussi menaiki sepedanya dan tidak menyadari ada Blazzer coklat muda di keranjang, ahjussi itupun langsung mulai memacu sepedanya.

“yak!! Agasshi!! Agashi!!! Yak!!!!” Yoona berlari mengejar ahjussi paruh baya itu sambil menunjuk ke arah sepeda.

“YAAAKKKK!!!!!!!” Yoona melesat dan memacu kecepatan larinya dengan cepat. Ia tidak boleh sampai kehilangan blazzer pemberian Kyuhyun. Tapi pria paruh baya itu menghiraukan teriakan seorang gadis.

Kekesalannya sudah mulai memuncak ia kerahkan seluruh tenaganya dan teriak dengan cara scream “AGASHI!!! HENTIKAN SEPEDAMU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” sontak seluruh pengguna jalan langsung terhenti dan tersontak kaget, bahkan mobil yang sedang melaju langsung berhenti mendadak, pengguna jalan terhenyak dan menatap Yoona dengan melongo.

Spontan pria paruh bayah itu memberhentikan sepedanya. Ia begitu terkejut ada seorang gadis yang berteriak begitu nyaring dan keras bahkan lebih dari 90 Db. Yoona menghampiri sepeda pria paruh baya itu dengan mulut terkatup dan ekspresi yang sangat geram.

Yoona tidak mempedulikan ahjussi yang sedari tadi masih tercengang dan agak takut, Yoona mengambil cepat blazzer coklat muda itu, ia langsung mengenakan dan mengeratkannya, ia menolehkan kepalanya kepada ahjussi, Yoona tersenyum tiba-tiba “kansahamnida, ahjussi” Yoona membungkuk dan dengan perasaan bahagia bercampur aduk ia melenggang santai dan tersenyum kepada semua orang yang melihatnya.

Yang ada dipikirannya adalah “yang penting blazer ini masih ada di tanganku”

Sungguh jika ada Cho Kyuhyun disaat itu terjadi, mungkin Kyuhyun tidak akan berani menunjukkan wajahnya.

*flashback end

“appo! appo! ice creamnya nanti jatuh! Dasar rusa” Yoona menghentikan aksinya itu dan langsung mengambil ice cream yang digenggam Kyuhyun.

“gomawo~” Yoona menerima ice cream dan langsung memakannya. Kyuhyun masih meringis kesakitan dan memegang bahunya sekaligus terkekeh, ia berpikir kenapa ada wanita sekuat ini di bumi, ia langsung duduk di depan Yoona yang sedang melahap ice cream pemberiannya.

“makan ice cream yang benar, jangan berantakan kenapa sih” Kyuhyun langsung mengambil kotak tisu dan membersihkan sisa ice cream yang tersisa di ujung bibir Yoona. Yoona tersontak dengan perlakuan Kyuhyun, dan membiarkan aksi Kyuhyun membersihkan sisa ice cream yang bersarang di sekitar bibir tipisnya.

“kyuhyun-ah, kau tidak bekerja?” tanya Yoona kepada Kyuhyun dan sesekali mengerjapkan matanya yang indah itu

“aishh.. kenapa kau selalu tidak memanggilku dengan sebutan oppa?”

“kau tidak menjawab pertanyaanku” Yoona mengerucutkan bibir mungilnya itu.

“panggil aku oppa dulu” nada Kyuhyun mulai menggoda.

“shireo, kau tak pantas dipanggil dengan sebutan oppa, lebih enak Kyuhyun-ahhhhhh” Yoona sengaja memanjangi nada ‘ah-nya’ tepat di depan Kyuhyun dengan ekspresi idiot

“tinggal katakan Kyuhyun oppa, atau aku dengan ganasnya akan menciumimu” ia menatap Yoona dengan intens, menyeringai dan menahan tawa melihat ekspresi Yoona yang kini sedang ketakutan.

“Kyu-hyun Op….pa” Yoona terbata-bata dan masih sedikit terkejut dengan penuturan Kyuhyun.

“aku ada jam kerja nanti.” Kyuhyun dengan santainya mencubit pipi kanan Yoona dengan gemasnya.

“appoooooo” Yoona cemberut manja dan agak meringis kesakitan. Tiba-tiba ia teringat sesuatu.

“oppa, aku ada sesuatu! Jakkaman” Yoona megambil tasnya dengan sigap dan mengeluarkan isinya.

Kyuhyun melebarkan matanya menerka-nerka apa yang akan Yoona keluarkan dari tasnya. Ia masih ingat tiga bulan yang lalu, Yoona memberinya kandang hamster beserta hamster didalamnya yang membuat Kyuhyun ketakutan setengah mati dan berlarian kesana kemari.

Bahkan sebulan yang lalu Yoona memberikan Kyuhyun banner sepanjang satu meter dengan tulisan ‘Kyuhyun-ah fighting!!’ disaat Kyuhyun dilanda frustasi berat saat itu.

Ia juga tidak lupa bagaimana Yoona membawa kompor kecil ke dalam kamarnya, memasaki Kyuhyun bubur disaat pria itu sedang sakit dan tidak nafsu makan, Yoona hanya beralasan bahwa ia membawa kompor karena ia takut meninggalkan Kyuhyun sendirian.

Dan Kyuhyun tentu tidak akan pernah lupa bagaimana ia berteriak melihat kecoa di kamarnya, menaiki kasurnya dan berteriak seperti wanita, dan dengan sigap Yoona datang dan langsung membunuh kecoa itu menginjaknya dan langsung membakarnya, seketika itu juga Yoona  tertawa penuh kemenangan, karena berhasil membakar kecoa.

Masih banyak lagi hal-hal yang dilakukan Yoona yang tidak masuk akal, dan itu yang membuat Kyuhyun semakin cinta dengannya. Wajah yang cantik dan natural, perhatian yang berlebihan, serta kebaikannya membuat Cho Kyuhyun jatuh hati padanya.

“tadaaaaaa~~~” Yoona meyodorkan sebuah scrapbook mini kepada Kyuhyun dan menaikturunkan alisnya.

scrapbook?” Kyuhyun mengangkat alis sebelahnya, heran.

“yap.. ini scrapbook tentang foto foto kita, aku membuatnya ini selama dua minggu, nanti kita jalan jalan ke taman hiburan ya?” pinta Yoona dengan mata yang berbinar binar.

“hem.. sebenernya aku punya tugas untuk memeriksa salah satu rumah pondok, habis ini” ucap Kyuhyun, dan membuat Yoona agak sedikit kecewa

“pondok?” Yoona menatap Kyuhyun kebingungan,

“tugas apa sampai sampai harus ke pondok?” Yoona mengernyitkan dahinya masih bertanya terus kepada Kyuhyun.

“molla, hanya disuruh memeriksa saja” Kyuhyun mengangkat bahunya memang tidak tahu.

Yoona yang mengerti pekerjaan Kyuhyun sebagai seorang psikologi, ia hanya mengangguk kecewa dan sedikit memberikan pengertiannya.

Sebenarnya aku kecewa karena hari ini adalah hari jadi kita yang ke satu tahun Kyu.. aku tahu kalau kamu sibuk belakangan ini karena tugas, dan apalagi kalo kamu tidak bisa menyempati untuk merayakan hari jadi kita ini. Entah harus sedih atau apa… batin Yoona

Kyuhyun melirik jam tangannya dan sedikit terbelalak, karena harus memeriksa pondok rumah sakit jiwa

“chagiya.. aku harus berangkat ke pondok itu, takut nanti terlambat” Kyuhyun beranjak dari kursi café tersebut. Yoona hanya menghela nafas dengan berat dan menatapnya kecewa.

“kamu harus sabar, karena aku sibuk belakangan ini” Kyuhyun mengusap-usap rambut Yoona dan membelainya.

“ta…tapi… scrapbook?” Yoona menyodorkan scrapbooknya yang sudah ia buat selama dua minggu.

Kyuhyun hanya menatap scrapbook itu dengan tatapan gusar “Mianhae, lain kali saja aku lihat, aku takut terlambat, maaf tak bisa menemanimu terlalu lama” Kyuhyun mengecup pipi Yoona dan langsung pergi meninggalkan café.

Yoona hanya melihat punggung Kyuhyun yang makin lama makin menjauh dari café yang ia duduki termangu memandangi scrapbooknya.

“seharusnya lihat dulu isinya.. inikan buatanku sendiri” Yoona menggigit bibir bawahnya dan sedikit menahan air mata yang sudah dipelupuk dan sembari membalik-balikkan isi scrapbooknya.

-o0o-

Perjalanan dari café ke pondok itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Bisa dibilang pondok yang akan ia teliti berada jauh dari nuansa kota.

Kyuhyun menatap sekitar lingkungan rumah pondok itu, memang banyak sekali orang orang yang tidak waras berkumpul disini, sebenarnya Kyuhyun memang sedikit risih, dia mengeluarkan catatan kecil dari saku celananya dan mulai masuk ke ruangan kepala pondok.

“Permisi..” Kyuhyun memasuki ruangan yang agak klasik itu.

“Cho kyuhyun? Silahkan masuk dan duduk” kepala Pondok yang sering disebut Eunhye ahjumma itu mempersilahkan Kyuhyun duduk.

“ne” Kyuhyun duduk di tempat yang sudah disediakan.

“saya seorang psikolog dan bekerja di sebuah rumah sakit dikota Seoul, dan mendapat tugas untuk memeriksa pondok ini” ia memperlihatkan senyum tampannya.

“ne, pihak dari rumah sakit anda telah menelepon saya tadi, dan tugas kamu memang melihat dan memantau pasien pasien yang ada disini selama 1 bulan” ucap ahjumma Eunhye dengan wibawanya.

“tentu, aku harus membantu para suster disini untuk membujuk para pasien” ucap Kyuhyun masih menampilkan senyumnya yang indah.

Eunhye ahjumma pun membalas senyum pria tampan yang ada di depannya.

“terima kasih banyak” Eunhye membungkukkan badannya memberi rasa hormat kepada Kyuhyun.

“saya ingin melihat-lihat keadaan sekitar sini” tanpa basa basi Kyuhyun beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan kepala pondok.

Ia melewati koridor dengan santai dimasukkan kedua tangannya kedalam saku, para suster yang juga melewati koridor terpana melihat ketampanan wajah Cho Kyuhyun bahkan ada yang sedang berbisik satu sama lain sembari melihat penampilan Kyuhyun, Kyuhyun hanya tersenyum lepas dan bangga melihat banyak yang terpana.

“yeah kau memang tampan Kyuhyun” batinnya membanggakan dirinya sendiri

“untung Yoona tidak ikut, kalau ikut habis para suster itu haha” gumamnya dalam hati.

Dia kembali teringat kepada kelakuan Yoona yang seenak jidatnya menjitak kepala yeoja-yeoja yang sedang berbisik dan memperhatikan Kyuhyun dengan malu-malu disaat Yoona dan Kyuhyun sedang kencan. Ia juga melayangkan kata-kata seperti

“apa kau?!”

“jangan lihat kesini!!”

“ini namjachinguku!!”

“aissh kyuhyun-ah bisakah kau merubah penampilanmu?!”

“ish! Genit!!”

Kyuhyun senyum senyum sendiri mengingat kelakuan Yoona yang super weirdo. Tiba-tiba dari jarak kejauhan Kyuhyun melihat seorang wanita sedang duduk di taman pondok sendirian dan menatap kedepan dengan tatapan kosong, Kyuhyun berpikiran bahwa itu adalah salah satu pasien sakit jiwa, maka dia menghampiri gadis itu.

“kyuhyun imnida..” Kyuhyun tersenyum dan menatap gadis itu, gadis itu menatap balik Kyuhyun dengan matanya yang sembab dan lusuh, gadis itu hanya diam saja dan membuang muka,tetapi Kyuhyun tetap menyapa gadis itu dan menepuk pundaknya

“Kyuhyun imnida.. , siapa namamu?” Kyuhyun tersenyum lembut kepada gadis itu. Gadis itu menoleh kembali dan mulai berkata dengan nada lirih dan suara dingin “hwang..” dan kembali menatap kedepan dengan tatapan kosong.

“oh, hwang” Kyuhyun duduk disebelah gadis bermarga hwang itu, menurut dia, Hwang adalah salah satu pasien yang agak bungkam, tidak seperti pasien lainnya yang baru dilihatnya tadi.

“hwang itu marga kan? Bisa sebutkan nama panggilanmu?”

“…..” hening tidak ada jawaban.

Kyuhyun menghela nafas dan tersenyum “Panggilanku Kyuhyun k-y-u-h-y-u-n” Kyuhyun mengeja namanya seakan akan Hwang memang tidak tahu mana yang nama panggilan dan mana yang marga.

“namaku Hwang… Hwang Miyoung, dan berhenti mengeja namamu” gumam Miyeong dingin dan masih tidak mau menatap Kyuhyun.

“kau beda dari pasien yang lainnya, kau begitu lancar memahami isi kalimatku” Kyuhyun masih heran dengan gadis bermarga Hwang ini dan tetap menatapnya dengan tersenyum indah di bibirnya.

“kau beda dari pasien yang lainnya” Miyoung sedikit tercengang mendengar penuturan dari Kyuhyun, ia baru mendengar seseorang di pondok ini mengatakan bahwa ia beda dari pasien yang lainnya.

Aneh, dan sungguh aneh gadis ini berbeda dengan pasien pasien pondok rumah sakit jiwa lainnya, dia memang begitu lancar memahami isi kalimatku dan mau menjawab pertanyaanku seperti orang normal ada umumnya, tapi melihat matanya yang sembab sepertinya dia habis menangis dan memiliki beban dalam hidupnya yang begitu berat . Ada sesuatu yang tidak beres dengan gadis ini, aku penasaran dengan gadis ini  batin Kyuhyun

“karena memang aku tidak gila” gumam Miyoung kembali dengan tatapan dinginnya kedepan. Sontak Kyuhyun makin heran dengan perkataan Miyoung itu.

“lalu, kalau kau tidak gila mengapa kau disini?” Kyuhyun melayangkan pertanyaan yang membuat Miyoung membelalakkan matanya, ia tidak mau mengingat apa yang membuatnya sekarang disini. Sungguh ia tidak mau mengingat.

“…..” hening diantaranya, miyoung masih tak mau menjawab, bukan menunjukkan sikap dingin. Ia memang ingin menjawabnya tetapi entah ada apa di dalam tenggorokannya hingga merasa tercekat

Tiba-tiba saja dua orang suster menghampiri Kyuhyun dan Miyoung “maaf, Hwang.. disini dingin, mending kau masuk dan ada makanan untukmu” suster pun menarik tangan Hwang dari bangku taman dan mengajaknya masuk,

“aku tidak gila!! Aku tidak gila!!” teriaklah gadis bermarga Hwang itu setelah dipaksa masuk oleh dua orang suster tersebut. Kyuhyun yang melihat itu tersontak kaget mendengar jeritan gadis itu, tanpa aba-aba lagi ia beranjak dari tempat ia duduki.

“oh maaf permisi..” Kyuhyun menghampiri dua suster itu

“maaf, jangan dipaksa seperti ini. Saya mau mencoba membawanya ke tempat istirahatnya” ucap Kyuhyun pinta kepada dua suster itu, dengan senyum mautnya, bahkan yang melihatnya pun akan terpana.

Kedua suster itupun luluh dengan senyuman Kyuhyun yang bisa dibilang mempesona

“baiklah ya.. kami memang sudah capek menghadapi pasien yang satu ini” suster pun memberikan tangan Miyoung kepada Kyuhyun, dan dua suster itupun pergi.

Kyuhyun menghela nafas lega, setidaknya ia sudah menghentikan pemaksaan itu seperti tadi, jujur Kyuhyun yang seorang psikologpun tidak tega melihat Miyoung teriak teriak seperti tadi. Ia berpikir bahwa Miyoung sedang mengalami trauma atau bisa dibilang trauma berat.

“kau memang harusnya diperlakukan halus” Kyuhyun tersenyum kepada Miyoung dan memegang tangannya erat menuntun masuk ke dalam ruangan istirahatnya, diperlakukan seperti itu Miyoung terus menatap Kyuhyun aneh seolah olah Kyuhyun lah orang pertama yang pertama kali halus kepadanya

Jantungku berdegup kencang sekali, ketika lelaki ini yang menyebut dirinya Kyuhyun menuntunku dengan cara lembutnya dan memegang tanganku dengan erat, dan tersenyum lembut kepadaku. Aku baru merasakan pertama kalinya diperlakukan halus seperti ini. Tuhan memang baik mengirimkan seseorang yang memperlakukan ku halus seperti ini batin Miyoung.

“gomawo” Miyoung akhirnya berbicara kepada Kyuhyun sembari berjalan mengikuti Kyuhyun yang menuntunnya. Miyoung tersenyum dengan lembut. Senyum Miyoung sangat lemah, mukanya pucat pasi, tubuhnya kurus, kulitnya putih pucat bahkan hampir seperti vampire.

“cheonma” Kyuhyun menoleh ke arah Miyoung dan melayangkan senyum tampannya.

Sungguh. Aku sungguh merasa diistimewakan

 

———————————————–To Be continue——————————————————-

DOR! Ff gaje bersambung wkwk. Author masih terus berusaha meremake apa yang dibutuhkan dalam FF, mungkin sedikit bumbu bumbu konflik akan lebih asik. Pokoknya disini Yoona terlihat weirdo, dan dorky, tapi masih memiliki hati tulus. Walaupun part ini bagian Yoona masih sedikit. Sudahlah! aku mau kalian ckomen udah gitu aja, jangan silent reader plis u,u. kritik pedas bisa diterima selama gak pedas-pedas amat.

28 thoughts on “[FF Freelance] Destiny? (Chapter 1)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s