[Chaptered] Who Are You? (Chapter 4)

 

 

who-are-you

 

Poster by : SURY

 

Author : Park Eun Ji

 

Cast :

 

Jung Jin Young ( Jinyoung “B1A4 )
Kim Myung Soo (L “Infinite”)
Baek Su Ji (Suzy “Miss A”)
Choi Jun Hong ( Zelo “B.A.P”)
Im Yoon Ah ( Yoona “SNSD”)
Other

 

Genre : Romance, tragedy, friendship, school life

 

Length : Chaptered

 

Rating : PG-13

 

Disclaimer : Semua cast di sini milik Tuhan YME, keluarga masing-masing, dan diri mereka masing-masing. Alur cerita terinspirasi dari salah satu novel yang pernah author baca dengan perubahan (; FF ini juga di posting di beberapa blog dan di blog pribadi di http://babyelf8496.wordpress.com/ :)

 

Enjoy it guys ;)

 

 

 

CHAPTER 4

 

Ya, gwenchana? Kenapa kau seperti melihat hantu saat melihatku? ” Tanya namja itu bertubi – tubi dengan wajah heran karena melihat ekspresi Suzy. Tapi Suzy tidak memedulikan pertanyaannya. Tiba-tiba hp namja itu berdering.

 

Yoboseyo, eomma? Iya, aku akan segera ke rumah. Eomma, tunggu sebentar.” Dia menghentikan pembicaraannya di telepon sebentar dan berbicara kepada Suzy.

 

Mianhae, aku harus buru – buru kalau tidak aku akan terlambat.” Namja itu tersenyum singkat sambil meletakkan sneakers miliknya di hadapan Suzy.

 

” Pakailah. ” Namja itu bangkit berdiri  kemudian melanjutkan kembali percakapannya di telepon dan meninggalkan Suzy.

 

Suzy hendak mengejar orang itu, tapi seseorang menepuk bahunya dari belakang. Kemudian ia membalikkan badan. Ternyata Zelo.

 

 

 

” Rupanya kau datang lebih awal! Kenapa bisa ada sneakers di sini? Kenapa wajahmu pucat begitu? Lalu namja barusan siapa? Ah, sepatumu kenapa rusak begitu? ” Zelo bertanya panik. Ia tak peduli dengan tatapan aneh dari orang-orang kepadanya.

 

Ya, kau ini heboh sekali. Aku tidak apa-apa.” Suzy tersenyum tenang.

 

” Sebenarnya apa yang terjadi? Aku tadi sampai ngeri loh melihat wajahmu yang pucat. ” Zelo bergidik ketika membayangkan wajah pucat Suzy tadi.

 

” Maaf ya membuatmu khawatir sekaligus takut. Orang yang barusan itu sangat mirip dengan Jinyoung oppa. Yah, walaupun gaya rambutnya berbeda.” Suzy menjelaskan sambil melepas high heelsnya kemudian duduk di bangku taman yang kebetulan ada di dekatnya.

 

” Oh, jadi kau membeli sneaker ini karena sepatumu rusak. Tapi, kenapa seperti sneakers untuk pria?” Zelo memandangi sneaker yang tengah dipakai Suzy.

 

Namja itu yang memberikannya padaku. Baik sekali kan orang itu?”

 

” Kau serius? Ini kan sneakers yang lumayan mahal!” Zelo membulatkan matanya begitu mendengar penuturan Suzy.

 

” Iya aku serius. Kau kan tahu aku tidak terlalu suka sneakers. Berbeda denganmu yang penggila sneakers. ” Ucap Suzy. Zelo hanya menyeringai lebar mendengar ucapan Suzy barusan.

 

Namja itu, mungkin ia adalah namja yang sama seperti namja yang kulihat di pemakaman.” Gumam Zelo.

 

Mwo?Jinjja? Apa kau tidak salah lihat?” Kali ini giliran Suzy yang terkejut.

 

Molla, waktu itu aku sedang tidak fokus. Tapi, mungkin aku salah lihat. Ah, sudahlah tak usah dibahas lagi. Oh ya, kau kenapa tiba di sini lebih awal? “

 

” Aku ingin melupakan kesedihanku dengan mencari udara segar di sini. Kau sendiri? ” Suzy tersenyum simpul. Membuat Zelo sedikit salah tingkah.

 

” Sa..sama sepertimu.” Zelo menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

 

Yoona yang sudah mengamati mereka sejak tadi memandangi Zelo dengan senyum jahil. Ia berdeham kecil, membuat Zelo dan Suzy menyadari keberadaannya.

 

Aigoo, aku mencari kalian ke mana-mana tahunya kalian ada di sini. Ayo kita pergi ke makam Jinyoung!” Yoona berjalan menghampiri mereka berdua. Ia melihat sneakers yang dipakai Suzy dan mengerutkan keningnya.

 

” Nanti akan aku ceritakan di perjalanan. ” Ujar Suzy.

 

Dan mereka bertiga langsung menuju ke makam Jinyoung.

 

 

 

+++++++++++

 

 …..

 

Saat Suzy, Zelo dan Yoona berkunjung ke maka Jinyoung, di makam yang lain seseorang sedang duduk dengan pandangan sedih dan kehilangan. Di pusara tertulis nama Moon Hwa Yeon. Orang itu bernama Kim Myungsoo. Ia menaruh buket bunga Chrysantemum putih, bunga kesukaan eommanya, orang yang paling penting untuknya selain Jennifer Park.

 

 

 

” Eomma, apa kabar? Tanpa terasa ya hari ini sudah tepat 2 tahun setelah eomma meninggal. Aku rindu sekali pada eomma. Terutama bibimbap buatan eomma. Itu adalah bibimbap paling enak sedunia. ” Myungsoo tertawa hampa dengan pandangan menerawang.

 

 

 

” Mianhae eomma, bahkan sejak eomma masih hidup dulu sampai sekarang aku tidak dapat menemukan appa. Oh ya, eomma tahu kan sejak satu tahun yang lalu yeojachingku Jennifer Park koma?Sekarang dia…sudah meninggal. ” Myungsoo menyeka air mata yang sudah berjatuhan di wajah putihnya.

 

 

 

” Mulai saat ini, aku akan pindah ke Seoul. Aku ingin memulai hidup baru di kota Seoul ini. Aku akan kuliah di universitas tempat eomma menempuh pendidikan dulu, Seoul University. Pokoknya, eomma doakan saja ya agar aku bisa menemukan appa dan bisa masuk Seoul University ya. ” Myungsoo berkata sambil tersenyum sedih.

 

…..

 

Di rumah Zelo

 

Setelah mengunjungi makam Myungsoo, Zelo pulang ke rumah. Sekarang ia berada di kamarnya, ia tidur di kasurnya sambil menatap dinding atas kamarnya. Kepalanya dipenuhi oleh berbagai macam hal saat ini.

 

Entah karena terlalu banya berpikir atau apa, tiba – tiba percakapan terakhir Zelo dengan Jinyoung terulang lagi di ingatan Zelo. Membuat lamunannya buyar seketika.

 

…..

 

Suatu hari saat Zelo nyaris tertidur di ranjangnya setelah begadang untuk mengerjakan tugas makalahnya, ia dikejutkan oleh dering HP yang berada di meja kecil disamping tepat tidurnya. Sambil tiduran ia mengambil HPnya dan melihat caller IDnya -Jung Jin Young-.

 

 

 

” Ya, ada apa menelepon malam-malam begini?” Setengah mengantuk Zelo berkata kepada Jinyoung.

 

” Ah aku lupa kalau di Seoul sedang tengah malam. Maaf ya mengganggu haha. Oh ya, lusa aku akan datang ke Seoul. ” Jinyoung berkata dengan riang.

 

” Jinjja? Wah semua pasti akan senang jika mengetahui kabar ini! ” Kantuk Zelo sudah benar-benar hilang karena kabar menggembirakan dari Jinyoung.

 

” Ne, tentu saja. Aku sudah mengabari yang lain juga. ” Zelo bisa mengetahui Jinyoung sedang tersenyum bahagia di ujung telepon.

 

Setelah lama hening Jinyoung bertanya.

 

“ Ya, bagaimana kalau aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi?” Jinyoung berkata dengan nada yang aneh.

 

“ Aish, kau ini! Mengapa berbicara seperti itu? Jangan bertanya yang aneh-aneh deh! ” Omel Zelo. Tapi Jinyoung hanya terdiam, membuat bulu kuduk Zelo semakin merinding.

 

” Aku penasaran tentang kematian. Seperti apa ya rasanya? ” Jinyoung masih mempertahankan nada anehnya. Zelo bangkit dari tempat tidurnya dan berkata.

 

” Kau ini sedang mabuk alkohol ya? Hentikan perkataan anehmu itu. Kau ini kenapa sih sebenarnya? ” Zelo mulai merasa aneh dengan Jinyoung yang berbicara tentang kematian.

 

” Gwenchana….Aku merasa ini terakhir kalinya aku dapat berbicara denganmu seperti ini.” Jelas Jinyoung dengan nada yang datar.

 

“ Kau ini jangan berpikiran negatif. Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Semua pasti akan baik-baik saja. Percayalah padaku.” Hibur Zelo sambil tersenyum lebar -walaupun Jinyoung tak dapat melihat senyumnya-. Entah kenapa Zelo dapat merasakan Jinyoung sedang tersenyum aneh di seberang telepon.

 

 

 

“ Kau mau kan menolongku untuk memberikan sesuatu kepada Suzy? ” Pinta Jinyoung tiba-tiba dengan nada yang begitu serius.

 

” Kenapa kau tidak memberikannya sendiri? Kau akan akan bertemu dia di Seoul nanti.” Zelo mengerutkan keningnya.

 

” Tolong berikan saja. Benda itu ada di laci lemari pakaianku di rumahku. Tenang saja ini akan menjadi permintaan terakhirku. Gamsahamnida sudah mau membantuku. ” Jinyoung berkata kepada Zelo dengan nada yang membuat Zelo merasakan firasat yang aneh.

 

…..

 

 

 

Tanpa sadar, air mata Zelo mulai keluar.

 

“Aish, Zelo! Bisa-bisanya kau menangis, babo!” Umpatnya kesal sambil menghapus air matanya. Ia ingin sekali kembali ke hari itu, hari di mana ia berbicara dengan Jinyoung untuk terakhir kalinya. Kemudian ia mengambil jaket hitamnya dan pergi ke rumah Jinyoung.

 

 Di depan rumah Jinyoung

 

Ting…tong…ting…tong…ting…tong

 

Zelo tanpa sadar menekan bel rumah Jinyoung dengan tidak sabaran. Ia begitu penasaran apa yang ingin Jinyoung berikan untuk Suzy.

 

”  Aigoo, ternyata Zelo hyung. Ada perlu apa kemari?” Jung Hyeon Ji, adik Jinyoung membukakan pintu untuk Zelo.

 

” Ngg, begini. Aku ingin mengambil sesuatu di kamar Jinyoung boleh?”

 

” Oh, barang untuk Suzy noona ya?” Hyeonji langsung mengerti. Zelo menatapnya bingung.

 

” Jinyoung hyung pernah menceritakannya padaku. Ayo silahkan masuk.”

 

” Orang tuamu masih bekerja?” Zelo melihat keadaan rumah yang sepi.

 

Ne, mereka bekerja semakin giat setelah kematian hyung. ” Jelas Hyeonji dengan wajah murung.

 

” Semuanya pasti akan baik-baik saja.” Hibur Zelo sambil menepuk bahu Hyeonji-membuatnya tersenyum sedikit-.

 

” Masuk saja hyung. ” Ujar Hyeonji ketika mereka sampai di pintu kamar Jinyoung.

 

” Ah, ne .”

 

” Aku tinggal dulu.” Hyeonji tersenyum singkat pada Zelo.

 

Setelah Hyeonji pergi, Zelo membuka pintu kamar Jinyoung.

 

Cklek!

 

Pintu terbuka. Zelo agak merinding saat masuk ke kamar Jinyoung. Aura Jinyoung masih kental terasa di kamar itu walaupun pemiliknya sudah lama meninggal. Semua barang masih tersusun rapi sejak Zelo terakhir kali mengunjunginya. Zelo langsung menuju ke meja belajar dan membuka lacinya. Di dalamnya tak ada barang apapun kecuali sebuah 2 tempat disk transparan . Di sampingnya terdapat sebuah memo yang dilipat empat.

 

Zelo membuka lipatannya dan menemukan sebuah tulisan.

 

Zelo, tolong serahkan  disk yang berwarna hitam kepada Suzy ya ^^ yang putih? Kau putar saja bersama Suzy dan Yoona ne? ;)

 

NB : buku kuning yang ada di rak meja belajar kau bawa saja ya :) Aku menyayangi kalian semua. Jaga diri kalian baik-baik dan persahabatan kalian.

 

Zelo terduduk di bangku meja belajar. Jinyoung sudah mengatur semuanya. Ia seolah-olah tahu bahwa hidupnya tak panjang. Kemudian Zelo mencari buku yang dimaksud Jinyoung. Zelo mengambil buku satu-satunya yang berwarna kuning  yang tersembunyi di antara tumpukan buku-buku Jinyoung. Ia membaca judulnya. “ Precious Memories :)”.

 

” Apa ini?” Zelo membuka cover buku tersebut untuk melihat halaman pertama.

 

Ternyata itu sebuah album foto.

 

Album itu berisi foto – foto kenangan Jinyoung. Foto saat dia dan adiknya kecil, saat dia memenangkan olimpiade, saat dia bersama dengan teman –  temannya, saat ia sekeluarga sedang berlibur di Melbourne, saat dia SMP dan masih banyak lagi.

 

Tanpa sadar mata Zelo mulai berkaca-kaca.

 

” Begitu banyak kenangan di sini. Andai waktu bisa diputar kembali ” Zelo berkata pelan.

 

” Kalau waktu bisa diputar kembali, apa yang akan hyung lakukan? ” Hyeonji tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu kamar yang setengah terbuka.

 

Molla.” Ucap Zelo sambil menatap foto yang ada di tangannya. Foto itu adalah foto Jinyoung, Suzy, Yoona dan dirinya yang sedang berada di depan pintu masuk Everland. Foto itu diambil menggunakan kamera Yoona.

 

” Jinyoung hyung terlihat bahagia sekali di sana. ” Hyeonji memandang foto Jinyoung yang sedang tersenyum lebar.

 

” Iya, foto ini diambil saat kami lulus SMP. Terkadang aku merindukan momen seperti ini.”

 

” Kita terlahir untuk merasakan penderitaan dan kebahagiaan. Begitulah kira-kira kehidupan ini. ” Ucap Hyeonji sambil memandang foto lain yang ada di dalam album.

 

” Itu kata-kata dari Ludwig Van Beethoven.” Tambahnya lagi. Zelo tercengang sesaat, kemudian diacaknya pelan rambut Hyeonji dengan tangan kanannya.

 

” Kau dewasa sekali. Jinyoung pasti bangga denganmu.” Hyeonji tersenyum tenang mendengar pujian Zelo.

 

” Ah, aku teringat hari ini ada les tambahan! Kalau begitu aku pamit dulu ya. Sampaikan salamku untuk kedua orang tuamu ya Hyeonji.”

 

Sekarang Zelo sudah berada di luar rumah Keluarga Jung. Ia memberi pesan kepada Suzy dan Yoona bahwa ia akan tiba 2 jam lagi di rumah Suzy. Sambil setengah berlari, ia memasukkan album foto Jinyoung ke dalam tasnya setelah memasukkan kedua disc itu. Tanpa ia sadari, selembar foto jatuh ke tanah karena Zelo terlalu terburu-buru memasukkan album itu.

 

Setelah Zelo menjauh, Myungsoo yang sedang berjalan ke taman untuk berjogging sore tanpa sengaja menginjak foto yang tadi terjatuh. Ia menghentikan langkahnya.

 

” Sepertinya aku menginjak sesuatu.” Gumamnya sambil menunduk, di bawah sepatunya ia menemukan sebuah foto. Segera ia mengangkat kaki kanannya yang menginjak foto itu. Lalu, ia mengambil foto itu.

 

” Hah?Kapan aku berfoto seperti ini?” Sambil melanjutkan perjalanan Myungsoo mengamati foto itu dan terkejut karena menemukan ‘dirinya’ sedang berfoto mesra dengan seorang yeoja .

 

” Tunggu dulu, aku kan tidak punya pakaian seperti ini. Tapi, kenapa orang ini begitu mirip denganku? Ah, sudahlah aku tidak peduli!” Putus Myungsoo akhirnya dan memutuskan untuk memperhatikan yeoja yang ada di samping orang itu.

 

” Rasanya aku pernah melihat orang ini. Di mana ya?” Myungsoo berusaha mengingat-ingat sambil membalik halaman foto tersebut. Ia menemukan tulisan Jinyoung yang rapi dibalik foto.

 

With My Girlfriend Suzy ^^

 

” Oh! Dia kan yang di taman waktu itu!” Myungsoo berbicara sendiri. Tak peduli dengan tatapan aneh orang-orang disekitarnya.

 

” Pantas saja waktu itu dia seperti melihat hantu saat bertemu denganku.” Myungsoo langsung mengerti sikap Suzy yang aneh waktu bertemu dengannya.

 

” Akan kusimpan foto ini. Siapa tahu aku bertemu lagi dengannya.” Myungsoo memasukkan foto itu ke saku jaketnya dan kembali melanjutkan perjalanan.

 

Di depan rumah Suzy, 8.00 malam

 

Yoona tiba di rumah Suzy bersamaan dengan Zelo.

 

Ya, kau tidak bercanda kan soal ‘titipan Jinyoung’?” Yoona langsung mencecar Zelo.

 

“ Mana mungkin sih aku bercanda?” Balas Zelo serius

 

” Memangnya apa ‘titipan’ itu? ” Tanya Yoona penasaran.

 

“ Nanti kau akan mengetahuinya sendiri.“  Zelo tersenyum datar.

 

Setelah mengobrol dengan ibu Suzy, Zelo dan Yoona langsung naik ke lantai 2. Yoona membuka pintu kamar Suzy dan masuk bersama Zelo.

 

-TBC-

 

A/N : *celingak-celinguk* Hai Semuanya!!! Maaf banget ya aku baru update karena ide yang tak kunjung mampir ke otakku ini :’)  Maaf juga ya selama hampir sebulan ini aku menghilang dari peradaban (?) Semoga kalian suka ya sama FF aku ini. Aku minta maaf juga ya Myungsoo baru muncul sekarang hehe RCL ya readers ^^

 

 

MERRY CHRISTMAS

 

AND

 

HAPPY NEW YEAR EVERYONE

5 thoughts on “[Chaptered] Who Are You? (Chapter 4)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s