[FF Freelance] Do You Love Me? (Part 5 – END)

DYLMMain Cast :

Bae Suzy, Kai, Kim Myung Soo, Krystal Jung.

Support Cast :

Eunji (Apink), Min (Miss A), Jung Kook (BTS), Suga (BTS), Sohyun (4Minute), Jiyeon (T-Ara), etc.

Genre : Love, Friendship, Comedy, Romance.

Length : Chapter.

Author : Oktyas.

Previous: Part 1Part 2Part 3, Part 4,

Disclaimer : FF ini aku buat karena terinspirasi dari kisah my sister. Dan aku berpikir bahwa kisah ini terlalu mengagumkan bila tidak diabadikan di sebuah karya. Tokoh Kai di sini saya buat sama persis dengan sifat dan karakter di kisah aslinya. Saya mohon agar para reader mendoakan agar my sister bener-bener jadian sama tokoh Kai di kisah asli. Amin.

FF ini sudah pernah saya post di blog saya Okta-okty.blogspot.com

Happy reading🙂

 

Jika hati seseorang berubah, siapa yang patut disalahkan?

 

 

5

Myung Soo benar-benar tidak terima dengan kelakuan Kai pada kekasihnya itu. Dengan cekatan Myung Soo mencari semua informasi yang berkaitan dengan Kai. Tidak sulit baginya untuk mencari informasi-informasi yang dibutuhkannya, karena dia memang punya banyak koneksi.

Setelah ia tahu semuanya, Myung Soo menghubungi Kai.

“Yoboseoyo. Kai?” Tanya Myung Soo.

“Ye?”

“Aku rasa kita punya urusan sekarang. Bisa kita bertemu?”

“Urusan? Siapa kau?”

“Tidak perlu mengatakannya pun seharusnya kau sudah tahu siapa aku bila kau mengingat semua perilakumu akhir-akhir ini.”

Kai terdiam sebentar. Lalu ia menjawab, “Ye, araji. Mau bertemu dimana?”

“Bagaimana di lapangan dekat rumahmu? Aku sudah di sini.” Kata Myung Soo sinis.

“Ok.”

Tidak perlu menunggu lama, Kai sudah sampai di tempat yang sudah disepakati tadi. Kai turun dari motornya dan menghampiri Myung Soo yang duduk di bangku panjang pinggir lapangan.

“Apa kau menungguku lama?” Tanya Kai berbasa-basi. Ia tidak takut sama sekali di depan Myung Soo, walaupun dia tahu Myung Soo pasti marah padanya.

Myung Soo langsung berdiri dan tanpa mengatakan apapun ia melayangkan tinju tepat di pipi kiri Kai. Kai hanya berdiri tanpa berniat membalas pukulan Myung Soo, karena Kai sadar ia salah. Dan dengan hitungan detik, Myung Soo melayangkan pukulan di sudut bibir kiri Kai. Kai tetap tak bergeming.

“Kenapa kau tak membalasnya Kai? Apa karena kau menyesali perbuatanmu?” Teriak Myung Soo. Kai tetap diam.

“Aku sudah pernah mendengar tentangmu sebelumnya dari Suzy. Dia banyak bercerita tentangmu. Kau teman yang baik. Dan aku juga mendapat banyak informasi dari berbagai sumber, dan informasi itu benar-benar bisa dipercaya.”

Kai hanya berdiri sambil menatap Myung Soo. Tidak berniat mengatakan apa pun untuk membalas pujian dari Myung Soo.

“Kim Jong In.” Myung Soo mengeja nama Kai dengan jelas. “Kau tampan, pandai, kaya. Setelah dipukul pun kau masih terlihat mempesona. Kau memang laki-laki impian bagi setiap gadis. Tidak terkecuali Suzy. Tapi bukan berarti kau bisa mengambil Suzy dariku dengan mudah. Kau mengerti?” Tanya Myung Soo pelan tapi tegas.

“Aku juga berpikir begitu.” Sahut Kai meringis menahan rasa sakitnya.

“Sebelum kau bertindak terlalu jauh, aku ingin memperingatimu. Jauhi Suzy. Walaupun dia juga menyukaimu.”

“Bagaimana aku bisa menjauhi gadis yang kucintai? Apalagi ia juga menyukaiku. Sepertinya tidak mungkin.”

“Oh ya?”

“Hanya orang yang bodoh yang melakukan itu. Dan aku tidak termasuk.”

Mendengar jawaban Kai, Myung Soo memukul Kai di tempat yang sama dengan marah. Ia benar-benar sudah tidak bisa menahan amarahnya yang membuncah. Bagaimana bisa ia tidak marah setelah tahu ada laki-laki lain yang menyukai kekasihnya sendiri.

“Apa kau sudah puas memukulku? Aku harap itu bisa mengobati sakit hatimu, karena mulai besok, aku tidak akan mundur. Bersiap-siaplah, Kim Myung Soo.” Kata Kai angkuh. Kai lalu pergi meninggalkan Myung Soo.

Kai kembali ke rumahnya. Kedatangannya disambut oleh sang kekasih yang sudah menunggunya di ruang tamu.Raut wajah Krystal berubah saat ia melihat luka di wajah Kai. Gadis itu langsung beranjak dari tempat duduknya dan meghampiri Kai.

“Gwencana?” Tanya Krystal khawatir. Walaupun sebenarnya ia kesal dengan Kai, karena kejadian di sekolah Kai tadi.

Kai menangkis tangan Krystal yang menyentuh wajahnya.

“Kau habis berkelahi, eoh?”

“Bukan urusanmu.”

“Lukamu harus diobati. Kita ke rumah sakit. Kajja!” Ajak Krystal. Ia benar-benar khawatir dengan kekasihnya itu.

“Apa kau tidak lelah denganku Soojung-ah?” Tanya Kai dingin. “Kau menumpahkan seluruh perhatianmu untukku, tapi aku bersikap acuh tak acuh denganmu.”

“Apa yang kau bicarakan?”

“Hm, aku ingin kau mendapat seseorang yang lebih memperhatikanmu Joongie-ah. Kita putus saja.”

“Mwo? Putus? Aku tidak salah dengar kan?”

“Aniyo. Aku takut kau nanti merasa sangat kecewa padaku, dan kau membenciku.”

“Ini benar-benar tidak masuk akal!”

“Aku ingin kau bahagia.”

“Apa ini karena Bae Suzy? Gadis itu?” Krystal meminta penjelasan dari Kai.

“Mungkin 80% iya. Tapi sisanya, aku benar-benar tulus ingin kau bahagia. Bila kau ada sesuatu, kau bisa menghubungiku, Joongie-ah.”

Krystal memandang Kai tidak percaya. Bagaimana Kai bisa semudah itu memutuskan dirinya. Krystal menarik nafas lalu mengeluarkannya dengan kasar. Semua emosinya bercampur aduk menjadi satu. Rasanya air mata sudah penuh di dalam pelupuk matanya. Tapi dengan segenap tenaga ia berusaha menahan agar tidak keluar.

“Kau anggap aku hanya lelucon?” Tanya Krystal dengan suara bergetar.

“Aniyo. Kau bukan lelucon sama sekali Jung Soojung.” Kata Kai datar. Laki-laki itu berusaha untuk tetap tenang. “Ini sudah malam. Sebaiknya kau pulang. Akan kusuruh sopir untuk mengantarmu.”

“Tidak perlu. Laki-laki brengsek.” Umpat Krystal. Dengan perasaan hancur, Krystal pergi meninggalkan Kai.

“Mianhata.” Ucap Kai lirih setelah Krystal tidak terlihat lagi.

***

Hari ini kegiatan di Gangnam High School sudah normal kembali. Para siswa mulai menerima pelajaran dari guru mereka. Benar-benar hari yang menyebalkan, dan membosankan bagi sebagian siswa di sini yang menginginkan suasana bebas setiap hari.

Pada jam pertama kelas X Social 1, semua siswa di sini mengikuti pelajaran dengan tenang. Tak terkecuali Suzy. Ia dengan rajin mencatat apa yang dicatatkan oleh guru. Walaupun sebenarnya hatinya lumayan gelisah. Karena sedari tadi sosok yang ia tunggu belum datang. Entah kenapa ia menunggu laki-laki itu, hanya saja ia memang menantikan sosok itu hari ini.

“Kai benar-benar tidak datang hari ini?” Tanya Min dengan berbisik di tengah pelajaran.

“Mollayo. Sepertinya dia mengalami hari yang berat kemarin.” Jawab Suzy.

“Kau mengkhawatirkannya, iya kan?”

“Hm.” Suzy mengangguk.

Tepat setelah itu ponsel Suzy bergetar. Dengan segera ia melihat siapa yang mengiriminya pesan. Kai? Tanya Suzy dalam hatinya.

From   : Kai

To        : Suzy

Kau benar-benar tidak memikirkanku ya, Kenapa aku tidak masuk kelas?     Kalau kau berubah pikiran setelah membaca pesanku, kunjungi aku di uks.

Heol. Dia benar-benar menjengkelkan. Batin Suzy. Suzy membiarkan pesan dari Kai tanpa membalasnya.

Pada jam istirahat, Suzy pergi mengunjungi uks tempat dimana Kai berada. Dia sengaja datang sendiri karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan. Sesampainya di sana, ia mendapati Kai sedang tidur di salah satu tempat tidur yang disediakan. Suzy cukup terkejut ketika melihat wajah Kai babak belur.

“Sudah kuduga akan seperti ini.” Desis Suzy. Lalu ia mengambil perban dan obat merah, Suzy membalut luka-luka itu dengan plester. Setelah Suzy selesai, terlihat Kai perlahan membuka matanya.

“Kau datang.” Kata Kai. Suzy diam. “Aku tahu kau pasti datang. Kau juga pasti mengkhawatirkanku iya kan?”

Suzy tetap diam sambil menatap Kai.

“Babo. Aku tahu kau pasti berakhir seperti ini.” Suzy akhirnya membuka suara. Tanpa bertanya pun Suzy tahu, siapa yang menyebabkan wajah Kai babak belur seperti itu kalau bukan Myung Soo.

“Aku belum berakhir. Aku baru akan mulai.” Sangkal Kai.

“Heol. Percuma saja usahamu. Myung Soo oppa tak akan melepaskanku, walaupun aku menyukaimu.”

“Beradalah di sisiku selama yang kau mampu, setidaknya usahaku akan sedikit membuahkan hasil.” Pinta Kai. Suzy diam sejenak memandangi Kai yang sekarang duduk di atas tempat tidurnya. Suzy menghembuskan nafas sekali lalu berjalan keluar dari UKS.

“Aku menyukaimu Kai.” Ujar Suzy ketika berjalan pergi.

Siang ini, sepulang sekolah Suzy berniat untuk bertemu. Suzy tidak ingin menyembunyikan apapun kepada Myung Soo. Toh, Myung Soo juga sudah tahu tentang dirinya dan Kai di sekolah kemarin. Suzy siap untuk menerima segala konsekuensinya. Termasuk dibenci oleh Myung Soo. Mereka berdua berjanji bertemu di café dekat sekolah Suzy.

Suzy sengaja datang lebih awal, karena ia tidak ingin membuat Myung Soo .

“Ah, oppa, akhirnya kau datang.” Ujar Suzy ketika ia melihat Myung Soo memasuki café itu. Myung Soo berjalan ke arah tempat yang sudah dipesan Suzy.

“Kau sudah menunggu lama?” Tanya Myung Soo seolah-olah tidak ada masalah.

“Aniyo. Ehm, oppa, kau mau pesan apa?”

“Cappucino saja.”

“Gurae. Permisi, aku ingin pesan dua cappucino. Gomawo.” Suzy memanggil pelayan café itu.

“Bagaimana kabarmu Suzy-ah?” Myung Soo tetap menyembunyikan perasaannya pada Suzy, walaupun ia sangat terluka karena gadis itu.

“Baik. Oppa bagaimana? Kuharap kau juga baik-baik saja.” Myung Soo mengangguk pelan, sambil menyunggingkan senyumnya.

“Oppa, aku rasa kau tidak akan terkejut karena kau pasti sudah tahu sebelumnya.” Suzy menghela nafas pelan. Ia bersiap untuk mengatakan yang sejujurnya pada Myung Soo.

“Mianhae Oppa. Pasti kau sangat kecewa padaku atas sikapku. Aku benar-benar tidak berharap terjadi seperti itu. Kemarin, semuanya terjadi dengan tiba-tiba dan tak terencana. Aku yakin kau pasti tahu maksudku. Aku, aku sudah berusaha sebisaku untuk tetap berada di jalurku. Tapi, aku, aku menyukainya oppa. Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri. Aku mengatakan ini, karena aku tidak ingin menyembunyikan apa-apa padamu.”

“Semua keputusan kuserahkan padamu. Bila oppa ingin aku tetap di sisimu, aku akan tetap di sisimu. Aku akan mencoba mengumpulkan semua rasa sukaku padamu, dan mencintaimu dari awal. Tapi bila oppa merasa terkhianati olehku, kau boleh memutuskanku. Aku akan menerima semuanya.” Lanjut Suzy.

Myung Soo menahan nafasnya. Lalu menghembuskannya dengan kasar.

“Begitukah keinginanmu? Bisakah aku percaya bahwa kau akan mencintaiku 100% lagi? Atau aku harus melepasmu. Itu sama-sama dua pilihan yang membingungkan.”

“Hm, mian. Aku terlalu merepotkanmu Oppa. Tapi, bukan berarti aku tidak lagi menyayangimu. Aku menyayangimu karena kau sudah kuanggap sebagai bagian dari keluargaku. Aku harap kau mengerti.”

“Aku perlu waktu untuk memikirkannya, Suzy-ah.”

“Gurae. Kalau begitu aku akan menunggumu.”

***

Krystal sama sekali tidak puas dengan keputusan Kai yang memutuskan dirinya dengan sepihak. Hari ini, ia memutuskan untuk mengunjungi Gangnam High School. Ia ingin melihat dari dekat sosok Bae Suzy, gadis yang membuat kekasihnya itu memutuskannya.

Krystal berjalan di salah satu lorong sekolah itu. Kedatangannya tentu menjadi pusat perhatian di sana. Bagaimana tidak, seorang model yang sedang naik daun datang ke sebuah sekolah tanpa ada acara apapun. Ia mencari kelas X Social 1. Tidak berapa lama, ia menemukan sebuah kelas dengan papan bertuliskan X Social 1.

“Bukankah itu Krystal Jung?” Bisik salah seorang anak.

“Ne. Mau apa dia ke sini?” Sambung yang lain.

“Jadi di sini ternyata.” Dengan berani ia masuk ke dalam kelas itu. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut di kelas itu. Ia menemukan seseorang yang ia cari. Krystal berjalan ke arah Bae Suzy yang juga memandanginya.

“Jadi kau Bae Suzy.” Krystal memandangi Suzy dari ujung rambutnya, sampai ujung kaki. “Apa yang membuatmu begitu menarik di depan Kai, sehingga ia memutuskanku?”

“Kenapa tidak kau tanyakan saja pada Kai.”

“Heoh, kau berani menjawabku? Memangnya siapa kau?”

“Soojung-ssi, ini bukan tempatmu, sebaiknya kau pergi sebelum aku melakukan sesuatu yang buruk padamu. Kau tidak mau karirmu berantakan karena muncul skandal murahan seperti ini kan?”

“Neo, jinjja! Kau bukan gadis yang menarik sama sekali.”

“Araseo. Sebaiknya kau cepat pergi dari sini. Sudah banyak anak yang mengerubungi kita. Masalah ini akan bertambah buruk untukmu, apabila Kai datang.” Suzy berusaha memperingati Krystal.

Plak! Krystal menampar Suzy.“Kenapa kau begitu percaya Kai akan memihak padamu?”

“Karena dia menyukaiku.” Jawab Suzy simple.

Plak! Krystal menampar Suzy lagi. “Kau benar-benar tidak tahu malu!” Gertak Krystal.

“Ehm!” Terdengar suara berdeham di belakang Suzy. Langsung saja ia menoleh ke belakang dan cukup terkejut mendapati Kai sudah di belakangnya. Krystal yang melihat Kai juga sama terkejutnya dengan Suzy.

“Kai.” Kata Krystal lirih.

“Aku cukup terkejut melihat model super sibuk sepertimu di sini.” Ujar Kai santai.

“Kai, kau benar-benar ingin putus denganku demi gadis ini?”

“Ehm, sepertinya begitu.” Kata Kai sambil menatap Suzy singkat. Kemudian ia melingkarkan tangannya ke pundak Suzy yang ada di sebelahnya. “Soojung-ah, kalau kau datang ke sini hanya untuk memastikan itu, hari ini kau kehilangan waktumu sia-sia. Pulanglah, sebelum terjadi hal yang buruk padamu.”

“Kau juga ingin mengusirku dari sini?”

“Aniyo. Aku tidak mengusirmu, aku melindungimu. Banyak yang melihat kejadian ini. Mungkin salah satu dari mereka paparazi, kau tidak tahu.”

Saat itu Krystal baru menyadari betapa bodoh tindakannya dengan datang ke sini. Dengan terburu-buru, akhirnya ia meninggalkan sekolah itu, dan meninggalkan banyak tanya bagi siswa lain yang melihat kejadian tadi.

Kai dan Suzy menghabiskan waktu bersama di taman belakang sekolah. Mereka duduk di bangku panjang yang berada di dekat kolam ikan. Suzy sesekali melemparkan makanan ikan ke dalam kolam itu.

“Gwencana?” Tanya Kai yang berada di samping Suzy. Suzy hanya diam tanpa menoleh ke arah Kai.

“Sepertinya kau tidak baik-baik saja. Mian, karena aku kau harus seperti ini.”

Tiba-tiba Suzy menangis, air matanya menetes satu per satu membasahi pipi chubby-nya.

“Uljima. Soojung melakukan sesuatu padamu? Dia menamparmu?” Suzy menggeleng.

“Aniyo. Aku hanya merasa sangat buruk di depan Soojung. Aku menyebabkan seorang Krystal Jung melakukan sesuatu yang tidak seharusnya ia lakukan. Aku membuat image-nya menjadi jelek di depan banyak orang. Dan aku merasa, aku benar-benar telah mengambilmu darinya.”

“Itu bukan salahmu. Ini semua salahku. Aku janji aku akan memperbaiki semuanya.” Kai memeluk Suzy hangat.

“Kenapa untuk berada di sisimu sesulit ini Kim Jong In?” Ujar Suzy pelan.

“Mianhata.”

***

Suzy dan Eunji sedang menunggu bus di halte depan sekolah mereka. Sudah lama mereka tidak menunggu bus bersama sepulang sekolah. Kedua sahabat itu merindukan saat-saat seperti ini, walaupun kelihatannya hanya menunggu bus bersama, tapi bagi mereka itu mempunyai makna yang besar karena dilalui bersama sahabat.

“Eunji-ah, bogosipeo.” Kata Suzy manja. Ia bersandar pada pundak sahabatnya itu.

“Kau merindukanku? Aku kira kau hanya memikirkan Kai saja.” Sindir Eunji.

“Ah, neo jinjja. Kau kan sahabatku, bagaimana bisa kau mengatakan itu?”

“He he. Aku hanya bercanda. Aku juga merindukanmu.”

“Bagaimana kalau kita membeli eskrim?”

“Ah, sepertinya menyenangkan.”

“Kajja!”

Kedua gadis itu setuju untuk ke toko eskrim yang ada di sebrang sekolah mereka. Karena kebetulan lampu menyala hijau, mereka langsung menyebrang jalan. Mereka berdua bergandengan tangan dengan santai di zebra cross. Suzy terus menggandeng tangan Eunji, saat tiba-tiba ada mobil kehilangan kendali melaju ke arah mereka dari barat. Suzy yang melihat mobil sudah di dekat mereka dengan reflek mendorong Eunji menjauh, sehingga membuat dirinya tertabrak mobil itu dan terpental beberapa meter.

“Suzy-ah!” Teriak Eunji histeris. Ia tidak menduga akan terjadi hal seperti ini. Eunji berteriak meminta pertolongan.

Dengan terus menangis, Eunji menggoyang-goyang tubuh Suzy, “Suzy-ah, bangun, bangun. Kumohon!” Eunji hanya bisa menangis di samping Suzy. Orang-orang yang berada di kejadian kecelakaan langsung berlari mengerubungi Suzy.

Dengan menggunakan ambulan Suzy beserta Eunji dibawa ke rumah sakit terdekat. Sampai di sana Suzy langsung mendapat perawatan intensif. Sementara Eunji hanya mengalami luka ringan karena terjatuh saat didorong Suzy juga mendapat perawatan.

“Agashi, anda tidak perlu khawatir. Berdoa saja agar teman anda baik-baik saja.” Hibur salah seorang perawat karena Eunji tidak berhenti menangis.

Eunji duduk di ruang tunggu dengan cemas. Baru saja ia menghubungi orangtua Suzy, serta temannya Min, Jiyoung, Suga, Jungkook, dan Kai, ia juga menghubungi Myung Soo dan memberitahu mereka bahwa Suzy kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit.

Tidak lama kemudian Min, Jiyoung, Suga dan Jungkook datang bersama. Karena mereka pulang dari sekolah. Mereka berempat langsung menghampiri Eunji yang duduk lemas di ruang tunggu.

“Eunji-ah, bagaimana keadaan Suzy?” Tanya Min panik.

“Molla. Dia berada di dalam.” Jawab Eunji mulai menangis.

“Sudahlah, jangan menangis.” Hibur Jiyoung, “Apa orangtuanya sudah tahu?”

“Aku sudah memberitahunya. Sebentar lagi mereka pasti datang.” Kata Eunji lemas, “Ini salahku. Kenapa aku tidak menarik Suzy, kenapa aku hanya diam saja. Ini salahku Jiyoung-ah.”

“Tidak ada yang perlu disalahkan. Ini kecelekaan, dan kau juga tidak punya niat untuk membuat Suzy celaka kan?” Jungkook menghibur Eunji yang mulai menangis.

“Kai, dimana dia? Kau sudah memberitahunya?” Tanya Suga.

Eunji mengangguk pelan.

“Bagaimana bisa ia tidak datang? Dasar!” Kata Min kesal.

Sebelumnya dokter menjelaskan keadaan Suzy dan mengatakan Suzy harus di operasi karena kakinya mengalami patah tulang. Sudah hampir satu jam mereka di rumah sakit. Mereka menunggu operasi Suzy selesai. Semuanya sudah berkumpul di rumah sakit, kecuali Kai dan Myung Soo. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda mereka di sini. Eomma Suzy terduduk lemas di ruang tunggu, ia tidak menyangka putri satu-satunya itu harus mengalami kecelakaan tragis seperti ini.

Dari arah pintu masuk, terlihat Kai dan Myung Soo berlari memasuki rumah sakit bersama. Mereka tidak sengaja bertemu di tempat parkir. Mereka berlari mencari ruangan Suzy.

“Eoh, mereka datang.” Seru Jiyoung.

“Kenapa kau telat? Dasar laki-laki tidak tahu malu!” Min memukul bahu Kai kesal.

“Bagaimana keadaan Suzy?” Tanya Kai dan Myung Soo bebarengan.

“Dia sedang dioperasi.” Jawab Min.

“Apakah lukanya parah?” Tanya Kai khawaatir.

“Tidak terlalu, hanya patah tulang.” Sambung Jungkook.

“Ya! Bagaimana itu tidak parah?” Sangkal Eunji sambil memukul lengan Jungkook.

“Syukurlah. Semoga dia baik-baik saja.” Ujar Myung Soo.

Satu jam kemudian operasi Suzy telah selesai dilakukan. Untungnya tidak perlu melakukan amputasi pada kaki Suzy yang patah. Suzy dipindahkan menuju kamar rawat inap. Kedua orangtuanya langsung masuk ke dalam kamar untuk memastikan keadaan Suzy, walaupun gadis itu belum siuman.

“Kai, kau tidak masuk?” Tanya Jung Kook.

“Aku? Aku rasa nanti saja.” Kata Kai. Semuanya masuk ke dalam ruangan kecuali Kai. Ia merasa tidak bisa melindungi gadis yang ia cintai.

“Kenapa tidak masuk?” Tanya Myung Soo yang baru saja keluar dari kamar Suzy.

“Aniyo.” Jawab Kai canggung.

“Saat pertama, kau terlihat sangat gegabah menyatakan cintamu pada Suzy. Tapi sekarang kau terlihat seperti pengecut.” Ujar Myung Soo menyindir, “Jadi tipe seperti ini yang disukai Suzy?”

Kai hanya diam. Ia merasa yang dikatakan Myung Soo ini benar.

“Kuberi kau satu kesempatan, berjanjilah kau akan menjaga Suzy dengan hidupmu.”

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Maksudku? Cepat masuk bodoh! Kau tidak ingin Suzy menunggumu terlalu lama kan?”

“Ah, jinjja? Kau merelakan Suzy untukku?”

“Mau bagaimana lagi? Dia juga menyukaimu.” Ucap Myung Soo pasrah. “Tapi jangan salah paham, aku tetap menyayangi Suzy dan bisa kapanpun merebut Suzy kembali.”

“Omong kosong.” Kai segera masuk ke dalam ruangan dengan semangat.

“Ya! Kai darimana saja kau? Kenapa tidak masuk?” Tanya Jiyoung kesal. “Suzy mencarimu.”

Kai berjalan mendekat ke tempat tidur Suzy. Ia menangkap tatapan mata Suzy yang tertuju padanya. “Mianhae.”

“Babo-ya! Kenapa tidak langsung masuk?” Tanya Suzy pelan.

“Kau merindukanku?”

“Aniyo. Aku kecewa padamu. Bagaimana kau dikalahkan Myung Soo oppa dua kali? Pertama dalam pertarungan, kedua Myung Soo oppa masuk ke dalam kamar ini dulu.”

“Mwo-ya? Barusan ini juga pertandingan? Bagaimana kau bisa… ah!” Kata Kai berpura-pura kesal, “Tapi aku memenangkan sesuatu.”

“Apa?”

“Aku memenangkan hatimu.” Kata Kai dengan nada menggoda. Mendengar jawaban Kai yang dibuat-buat membuat semua teman-temannya merasa jengkel.

“Hsshh. Menjijikkan sekali. Jangan bertingkah sok imut.” Tegur Suga sebal yang disetujui oleh teman-temannya yang lain.

Semua dalam hidupku tidak ada yang direncanakan. Mereka mengalir dengan sendirinya tanpa kuarahkan. Mereka akan membelok  jika sudah saatnya membelok dan akan tetap berjalan lurus jika memang seharusnya seperti itu. Begitu pun denganku. Tidak ada satu rencana pun untuk meninggalkan seseorang yang telah kucintai dan mencintaiku selama bertahun-tahun.  Dan saat sesuatu yang baru itu datang dan mengubah hidupku, tidak ada yang bisa menyanggahnya lagi, bila aku memang sangat mencintai sesuatu yang baru itu, yang mengubah separuh hidupku. Menjadikan separuh hidupku hanya untuk memikirkannya, menyukainya, menyayanginya, dan mencintainya. -Suzy& Kai-

***

THE END

 

21 thoughts on “[FF Freelance] Do You Love Me? (Part 5 – END)

  1. superr sekali thor ceritanya
    akhirnya suzy-kai bersatuu🙂
    keren thor keren banget
    sequel dong thor kekekeke pngn tau kelanjutan suzy kai haha
    bikin ff suzy-kai yg banyak lagi ya thor
    hwaiting🙂😀

  2. Unyu sekali thor..
    keren si myung bisa berbesar hati bgt ngelepas suzy..
    Soojung kesian siih.. tapi dia ngebelin.. hahaha

  3. Happy end to kaizy
    Myung ppa ma qw aja kkkk
    Ais kai masih aja bercanda disituasi sepert itu😦
    Critanya kurang klimak di bagian soojung thor but qw suka ma ff nya

  4. waaah terharu banget sama myung soo oppa 🙂 bener2 kebawa sama ceritanya deh🙂 keren!! author jjang \o/

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s