[FF Freelance] Destiny? (Chapter 2)

,Title                : Destiny? (Chapter 2)

Author            : Culy Wu/Kyukyong

Genre              : Romance, sad, comedy (tapi gak tau lucu ato kagak h3h3)

Length             : Chaptered

Main Cast      : Cho Kyuhyun (Super Junior)

Im Yoona (SNSD)

Hwang Miyoung (SNSD)

Other Cast    : You can find it><

Twitter             : @Culysshi

Previous          : Chapter 1,

Disclaimer      : FF ini murni dari pikiran saya,do not copy this FF, jangan pernah benci cast yang ada  di dalamnya karena ini hanya imajinasi dari saya. Semua main Cast milik Tuhan, ayah ibu mereka, dan Fans.

Alur/plot cerita milik author seorang ><.

 

“gomawo” Miyoung akhirnya berbicara kepada Kyuhyun sembari berjalan mengikuti pria itu yang menuntunnya. Miyoung tersenyum dengan lembut. Senyum Miyoung sangat lemah, mukanya pucat pasi, tubuhnya kurus, kulitnya putih pucat bahkan hampir seperti vampire.

“cheonma” Kyuhyun menoleh ke arah Miyoung dan melayangkan senyum tampannya.

Sungguh. Aku sungguh merasa diistimewakan

-o0o-

Yoona terus membolak-balikkan scrapbook yang telah dibuatnya susah payah selama dua minggu, ia terus menghela nafas berat dan melamun di tempatnya. Ia terus memandangi sekitar taman di pinggir kota Seoul, ia memutuskan untuk pergi dari café tadi setelah Kyuhyun pergi, “kau harus mengerti Yoon, Kyuhyun sangat sibuk akhir-akhir ini” Yoona berbicara sendiri seraya memandangi scrapbook dan menutupnya, ia menarik nafas dalam dan mengeluarkannya perlahan-lahan

Yoona mengeratkan Blazzer coklat mudanya itu, merasakan dingin yang menjalari tubuhnya saat angin berhembus sangat kencang.

Yoona beranjak dari tempat duduknya, ia mulai berjalan sembari menendang-nendang kerikil yang ada disekitarnya. “Minggir!!!” Yoona mendengar seseorang telah meneriakinya dari belakang, belum Yoona menoleh kebelakang dengan sempurna, seorang wanita muda menabraknya dengan keras.

“BRAK!!!” Yoona dan wanita itu terjatuh bersamaan, Yoona tidak menyadari scrapbook yang dipegangnya terlepas dari tangannya. Scrapbook itupun terlempar beberapa meter darinya.

Wanita muda itu bangun dari jatuhnya “mianhae, mianhae, mianhae” ia terus membungkukkan badannya beberapa kali dihadapan Yoona. Yoona yang masih meringis kesakitan memperhatikan wanita muda itu dan ikut bangun dari jatuhnya, ia membersihkan blazer coklat mudanya.

“agashi, gwenchana?” wanita itu terus menanyai Yoona.

“ne, gwenchana” Yoona hanya tersenyum. Tidak biasanya sesosok Yoona hanya tersenyum dan memaafkan orang yang telah menabraknya, dia masih teringat Kyuhyun dan membuatnya menjadi diam karena sedikit diacuhkan oleh kekasihnya itu, semenjak Kyuhyun menjadi sibuk. Padahal ia bisa saja menjitaki yeoja muda itu sampai pingsan, kalau bisa diingat Yoona adalah yeoja tomboy.

“mianhae telah menubrukmu, aku sedang buru-buru tadi” yeoja muda itu masih terus membungkukkan badannya dihadapan Yoona.

Kalau tampang polos kayak gini, kasian juga aku jitaki. Uhhh sebal! Batin Yoona.

“MinJi imnida” MinJi mengulurkan tangannya sambil tersenyum

“ah, ne. Yoona imnida” Yoona menyambut uluran tangan dari MinJi dan membalas senyumnya. Yoona melirik jam di pergelangan tangannya, matanya yang indah itu terbelalak, mengetahui hari sudah sore, itu artinya sebentar lagi acara makan malam keluarga besarnya dan keluarga kekasihnya itu dimulai.

“MinJi-ah aku pamit duluan ne” Yoona membungkukkan badannya dan melesat pergi tanpa mengingat scrapbook yang terjatuh sebelumnya.

Minji hanya menganggukkan kepalanya dan melihat Yoona yang terus pergi jauh darinya hingga hilang dari pandangannya. Tiba-tiba ia melihat sesuatu yang aneh di rumput. “buku?” MinJi mendekati benda yang disebutnya buku itu. Ia melihat scrapbook yang tergeletak, tanpa rasa ragu MinJi mengambil scrapbook itu dan memperhatikan dengan seksama. Ia membuka lembaran demi lembaran isi scrapbook itu

“wuah kreatif sekali, pasti itu punya eonnie tadi”

-o0o-

Kyuhyun mengerti sudah waktunya untuk pulang dari tugasnya, sebenarnya hari ini ia hanya melihat pondok saja, karena tugasnya bekerja di pondok rumah sakit jiwa itu dimulai besok. Ketika ia keluar dari pintu pondok utama, tiba-tiba seorang suster di pondok itu menghampirinya dengan senyum yang sangat cerah. “Kyuhyun-ssi kau seorang psikolog?” Tanya suster itu dengan malu-malu.

“ne, ada apa?”

“aku suster Jyeong, membawakan sedikit makanan untukmu, aku tahu kau belum makan” suster Jyeong menyerahkan kotak makan berbentuk hati dengan malu-malu dan menundukkan kepalanya.

Kyuhyun sempat bingung, ada apa hubungannya dengan menanyakan ia seorang psikolog, lalu tiba-tiba ia diberi makanan “ah, kansahabnida suster Jyeong” Kyuhyun membungkukkan badannya dan menerima makanan dari suster Jyeong, ia mau tidak mau harus menerimanya karena ini pertama kalinya Kyuhyun bertugas disini, dan harus menjaga image-nya yang ramah, disamping itu juga tidak ada Yoona yang mengawasi.

“Kyuhyun-ssi sudah mau pulang ne?” Tanya suster Jyeong.

“ne, lagipula tugasku dimulai besok” ucap Kyuhyun.

“oh, arraseo. Hati-hati Kyuhyun-ssi aku pamit dulu” suster Jyeong masih saja tersenyum malu ke Kyuhyun sebelum ia pergi masuk ke pondok dengan hati yang berbunga-bunga.

Kyuhyun hanya melihatnya datar sebelum bayangan suster Jyeong hilang, ia menaikkan bahunya tanda tak perduli. “lumayan, aku belum makan” Kyuhyun memandangi seluruh kotak makan berbentuk hati itu, tapi sebelum ia buka, Kyuhyun merasa sedang diperhatikan oleh seseorang.

Kyuhyun menoleh ke arah pintu utama pondok, dan benar saja dugaannya, ia sedang diperhatikan oleh seseorang, kali ini bukan suster Jyeoung melainkan pasien disana.

“Miyoung?” Kyuhyun menghampiri Miyoung yang daritadi memperhatikannya. Miyoung hanya diam sendiri tak menghindar ia tahu bahwa Kyuhyun adalah pria yang baik, dan menganggapnya istimewa.

“kenapa kau disini?” Tanya Kyuhyun sembari mengusap-usap kepala Miyoung. Miyoung hanya diam dan tertegun merasakan usapan lembut dari Kyuhyun.

Miyoung hanya menggelengkan kepalanya.

“kau seharusnya di dalam, kau tak mau aku pergi?” Tanya Kyuhyun memandangi wajah Miyoung. Miyoung hanya melihat tatapan Kyuhyun, dan langsung cepat memeluknya sembari menggelengkan kepalanya dengan cepat.

Melihat aksi itu Kyuhyun yang terkejut, dan tidak tahu harus berbuat apa hanya tertawa kecil, menyadari hal itu Miyoung langsung melepaskan pelukannya “mianhae, mianhae, tidak seharusnya aku seperti itu” Miyoung terus membungkukkan badannya, ia tidak berani melihat wajah Kyuhyun, ia terlanjur malu. Semburat merah merona muncul di pipinya.

“besok, aku disini lagi Miyoung-ssi” Kyuhyun terus tersenyum dan berkata lembut. Kali ini Miyoung mendongak melihat wajah Kyuhyun,

Miyoung hanya tersenyum simpul dan menjauhkan dirinya dari Kyuhyun, ia langsung berlari kembali kedalam pondok itu meninggalkan Kyuhyun yang berdiri di ambang pintu utama pondok. Kyuhyun hanya tersenyum dan kembali kedalam mobilnya untuk pulang.

Astaga! Apa yang aku lakukan? Aku tidak sengaja memeluknya, ini sudah dari alam bawah sadarku, aku seharusnya tidak berbuat seagresif mungkin seperti ini, tapi dengan cara lembutnya itu aku bisa merasakannya lagi, merasakan kelembutan dalam diriku telah terlahir kembali. Terima kasih Kyuhyun oppa kau telah membuatku sembuh tahap awal dari trauma ini

-o0o-

Makan malam keluarga besar akhirnya diselenggarakan, makan malam antara keluarga Im dan keluarga Cho memang terkesan elegan, seperti biasa, ia kembali membicarakan keseriusan hubungan Yoona dan Kyuhyun. Semuanya berada di meja makan keluarga Cho, terkecuali Kyuhyun, ia belum datang di acara makan malamnya itu.

“Yoona, dimana Kyuhyun?” Tanya ibu Cho.

“dia masih ada pekerjaan eommonim” jawab Yoona dengan sopan. Makan malam belum dimulai sebelum salah satu dari keluarga mereka belum lengkap. Hanya Cho Kyuhyun sajalah yang belum datang pada saat itu.

Yoona juga dengan pakaian daritadi siang belum menggantinya, masih dengan celana jeans samanta warna cokelat tua, dan mengenakan kaos putih dilapisi blazer warna cokelat muda, disamping itu, rambutnya yang masih terurai dan mulai kusut, sepatu sneakers warna cream menghiasi kakinya.

“yak! Kau tidak mengganti bajumu?” kali ini nyonya Im mengajukan pertanyaan kepada putrinya sambil berbisik. “belum sempat, lagipula aku lapar” Yoona cemberut dan mengelus perut ratanya, memberikan kesan mimik ingin dikasihani.

“jangan buat malu, didepan keluarga Cho, cepat sisir rambutmu” nyonya Im masih berbisik, dan merogoh tas yang ada di genggamannya mengambil sebuah sisir, dan memberika kepada Yoona.

“ini juga, parfum, bedak, kajja! Pakai!!” nyonya Im memberikan benda-benda itu kepada Yoona, dan membuat Yoona kualahan. Ya memang benar sekarang penampilannya bisa dibilang tidak rapih.

“cepat! Kau ketoilet” nyonya Im terus membisiki Yoona sambil tersenyum ke arah keluarga Cho, yang terkadang melihat aksi anak dan orang tuanya ini sangat mengherankan.

Yoona tersenyum ke arah keluarga Cho, yang sedang memperhatikannya. “aku mau ke toilet dulu sambil menunggu Kyuhyun oppa” anggukan dari ibu Cho membuat Yoona melesat cepat ke toilet yang tidak jauh dari tempat duduknya.

At toilet

Yoona memasuki toilet kosong itu, ia menyemprotkan beberapa semprotan parfum yang diberikan eommanya tadi, ia juga mempoles tipis wajahnya yang mulus itu dengan bedak. Ia tak sabar menunggu Kyuhyun yang belum datang ke acara makan malam keluarga mereka, ia berharap bahwa Kyuhyun tidak lupa.

“Kyu-ah 10 detik lagi kau belum datang, akan kujadikan kau cumi-cumi. Aku sangat lapar” Yoona menggumam pelan sambil menyisir rambut coklatnya yang sedikit menggelombang.

“1” Yoona mulai menghitung.

“2…3…4…5” Yoona makin memeras perutnya.

“6..7…8…9.. jebal aku lapar Kyu-ah!” Yoona memekik pelan sambil membanting bedak dan parfum di atas wastafel.

Ia sudah berkhayal yang aneh-aneh, apa yang terjadi dengan Kyuhyun, sampai kekasihnya itu telat datang makan malam. Dan itu membuat Yoona tersiksa. Lebih tepatnya, perutnya yang tersiksa.

*khayalan Yoona*

Wanita lain      : Kyu-ah kau tidak pulang?”

Kyuhyun         : tidak, buat apa?

Wanita lain      : bukannya calon istrimu menunggu?

Kyuhyun         : hanya kau calon istriku /tersenyum evil/

Wanita lain      : /meleleh/ jebal, jangan gombal.

Kyuhyun         : aku tidak gombal

Wanita lain      : jinjja? Cantikan mana? Aku atau Yoona? /masang senyum yang paling nyentrik dan manis/

Kyuhyun         : Yoona siapa? Dia jelek, kurus, berkepribadian aneh, alay, lebay, rempong,   kepoan, rusuh, kang gossip. Kau lah yang paling cantik dari semua wanita yang ada dibumi ini *ANJAY GOMBAL

Wanita lain      : yasudah kau jangan pulang ya. Temani aku /menggelayut mesra/

Kyuhyun         : of course /senyum tampan/ /senyum pesona/ /senyum evil/ /senyum menyeringai/

 

Yoona tersadar dari lamunannya, ia menggelengkan cepat kepalanya. Menepis apa yang dikhayalkannya tadi.

“Kyu-ah tak mungkin selingkuh”

Ia terus memutar otak apa yang sedang dilakukan Kyuhyun hingga belum datang juga.

*khayalan Yoona yang lain*

Kyuhyun         : bu, bunganya berapa?

Ibu-ibu                        : 10.000 tiga, buat siapa mas?

Kyuhyun         : buat calon istri saya

Ibu-ibu                        : aih mas romantis /tersenyum malu/, siapa gadis beruntung itu?

Kyuhyun         : /menatap bunga lama/ /slow motion/ /mengerjapkan mata/ Im Yoona /tersenyum tampan/

 

Yoona tersenyum sendiri, berkhayal sesuatu yang membuatnya bahagia, tapi ia buru-buru menepisnya, mana mungkin Kyuhyun rela malam-malam begini membelikan bunga untuknya. Pikirannya pun ditepis jauh-jauh.

 

 

*khayalan Yoona yang lain*

Reporter /kakaknya chanyeol/ : saudara diberitakan, telah terjadi kecelakaan antara mobil dengan   bus sedang, mobil yang diketahui pemiliknya itu tiba-tiba saja meledak dari dalam, dan tidak bisa diselematkan, sungguh malang nasib pria didalam mobil itu padahal ia akan makan malam bersama keluarga calon istri beserta kedua orang tuanya. /menggeleng-gelengkan kepala/

 

Yoona menyadari khayalannya itupun langsung memegangi kepalanya dengan dua tangan ia masih dalam toilet restoran itu “andwae! Andwae!” ia terus berteriak berusaha menepis imajinasinya itu. Seorang pengunjung hanya memerhatikan Yoona dan tertawa melewatinya.

 

Mengetahui itu, Yoona mengerjapkan matanya beberapa kali. “yak!” Yoona memelototi pengunjung reatoran yang berada di dalam toilet mencoba menggertak pengunjung itu, dan ia mulai keluar dari toiletnya karena takut melihat Yoona, Yoona kembali merapikan bajunya dan membenarkan posisi blazzernya.

“yeppeu” Yoona tersenyum hingga matanya semakin menyipit dan memutar tubuhnya di depan cermin toilet itu.

“langsing, pula” Yoona meraba tubuhnya dengan gaya ala victoria’s secret. Yoona langsung memasukkan bedak, parfum, dan sisir kedalam tasnya dan mulai keluar dari toilet itu.

Yoona langsung melesat pergi ke arah pintu keluar, didalam benaknya ia harus mencari Kyuhyun, siapa tahu dia kea rah pintu keluar akan menemukan Kyuhyun, kekasih yang ia cintai itu.

Di pintu keluar hanya ada beberapa orang saja yang lalu lalang masuk dan keluar, ia menunggu terus disamping pintu, sedari tadi matanya berkeliaran mencari sosok Kyuhyun yang menurutnya belum datang di acara makan malamnya, angina semakin kencang menerpa, hawa dingin menusuk nusuk tubuhnya. Ia terus mengeratkan blazer cokelat mudanya.

“lama sekali” Yoona menunggu di ambang pintu keluar sambil melipatkan kedua tangannya.

tiba-tiba saja, ada seseorang dari belakang yang menarik Yoona dalam dekapannya, Yoona tersontak kaget dan mencoba meronta-ronta, tapi itu tidak bisa, ia merasa dikunci dalam dekapan seseorang itu.

“kau tidak mengenali pelukan kekasihmu?” suara berat yang ia rindukan terdengar, jantung Yoona berdegup kencang hampir mau jatuh, matanya masih mengerjap beberapa kali, ia melepas dekapan kekasihnya itu, Yoona mendongak meyakinkan bahwa dugaannya benar. Benar saja dugaannya sangat benar. Kekasihnya Cho Kyuhyun tiba-tiba saja memeluknya dari belakang.

“kok? Bukannya? Ha….rusnya ka…u masuk..nya lewat sini?” Yoona masih terbata-bata dan menunjuk-nunjuk pintu dan ke arah luar.

“hah! Aku sudah daritadi tiba, tapi kata eomma kau di toilet, yasudah aku menyusulmu, karena di toilet tidak ada orang, aku melihat kau berdiri seperti orang bodoh di depan sana” ucap Kyuhyun mengelus pipi Yoona.

“kau tahu?’

“apa?!”

Kyuhyun mulai menunduk dan memperhatikan yeojanya ini, ia mendekatkan wajahnya beberapa senti dari wajah Yoona, Yoona hanya berdiam diri tidak tahu harus berbuat apa, dalam beberapa detik ia terhanyut dalam pesona seorang Cho Kyuhyun.

Dengan tertatih-tatih dan suara pelan Yoona menyahut “jangan disini jebal, dilihat orang” Yoona memejamkan matanya dan bibirnya sedikit demi sedikit maju, berharap Kyuhyun menyambutnya. Kyuhyun yang melihat reaksi Yoona itu menahan tawa, dan memajukan wajahnya sedikit demi sedikit.

Bukan menyambut bibirnya Yoona yang sudah mengerucut dari tadi, ia beralih ke kuping Yoona dan membisikkan sesuatu.

“aku memberanikan diri untuk masuk ke dalam toilet wanita, demi mencarimu” Kyuhyun menjauhkan wajahnya dan kembali berdiri tegap, pria itu langsung tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah Yoona.

Yoona yang menahan malu langsung melayangkan tasnya di bahu Kyuhyun, “yak!! Kau tahu orang jantungan? Kau tahu tidak?!!” Yoona melayangkan pukulannya bertubi-tubi kepada Kyuhyun.

“mianhae, appo!!” Kyuhyun terus meringis kesakitan. “kau sudah memukulku dengan buku menu tadi siang, sekarang kau malah memukulku lagi dengan tasmu itu” Kyuhyun mendengus kesal atas perlakuan kekasihnya yang bisa dibilang sama seperti preman.

“ayok ah! Aku lapar” Yoona tidak memperdulikan Kyuhyun yang mengoceh daritadi, yeoja itu langsung melesat ke dalam restoran, Kyuhyun hanya cemberut dan mengikutinya dari belakang.

-o0o-

 

 

“wah! Ini hari jadi kalian yang ke satu tahun?!” Cho Ahra kakak sulung dari Kyuhyun memekik kegirangan, raut wajahnya berseri-seri. Bahkan Ahra pun hafal hari jadi adiknya bersama kekasihnya.

“n…ne” Yoona menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

“jinjja? Aku tidak ingat” Kyuhyun mengendikkan bahunya tanda tidak tahu, ia masih terus memasukkan makanan kedalam mulutnya.

Melihat respon itu, Yoona geram ia mengepalkan tangannya yang masih memegang sumpit, dan terus menatap Kyuhyun disampingnya yang sedang asyik melahap makanan. “aku juga sedikit lupa hehehe” Yoona melayangkan tawa khasnya tawa yang akan membuat orang sekelilingnya memerhatikan gadis itu, dengan cepat nyonya Im menepuk paha Yoona agar bersikap seperti putri, Yoona hanya terdiam dan menutupi mulutnya.

“bahkan aku benar-benar lupa tanggal jadian kita, oh hari ini ya?” ucap Kyuhyun masih menikmati hidangannya. Wajah Yoona memanas, ia terus menatap Kyuhyun tajam. Bahkan Ahrapun ingin melempar sendok ke arah Kyuhyun. Semns.

semua yang ada di meja itupun menatap Kyuhyun dengan heran, tidak terkecuali kedua orang tua Im Yoona menatap Kyuhyun dengan serius.

“mau tahu kenapa?” ucap Kyuhyun dingin menatap Yoona dengan tatapan intens. Yoona membalas tatapan Kyuhyun dengan tatapan gusar, dan siap tegar apapun yang akan Kyuhyun ucapkan.

Kyuhyuj menghela nafas, dan terus menatap Yoona, “karena kau selalu berada dipikiranku, kau takkan lepas dari pikiranku, hanya kau Yoona yang ada dipikiranku, maka dari itu sampai tanggal jadian kita pun aku lupa” Kyuhyun tersenyum simpul dan kembali melanjutkan makanannya. Ya seperti biasa Kyuhyun membuat Yoona terbelalak.

Semua yang berada di meja itu, menghela nafas selega-leganya dan tertawa mendengar rentetan perkataan Kyuhyun.

DASAR LIDAH TIDAK BERTULANG batin Yoona, jujur Yoona sangat malu diperlalukan seperti itu, ia hanya menundukkan wajahnya dan tersenyum malu.

Tuan Cho berdeham, ada sesuatu yang ia ingin bicarakan “Kyuhyun anakku”

“ne?” Kyuhyun menatap mata ayahnya dengan tegas.

“jadi, kapan kalian akan menikah?” Tuan Cho bertanya mantap, dan ini tujuan utama keluarga Cho mengajak keluarga Im untuk makan malam.

TBC

Akhirnya aku keluarin next chap Wkwkwkwk maapin ye kalo ngawur, terus galucu, comment sangat dibutuhkan, pokoknya habis part ini bakal muncul konfliknya. Lebih asik nih kalo konfliknya berat. HEHEHE. Komen dulu ah biar ga slek.❤

12 thoughts on “[FF Freelance] Destiny? (Chapter 2)

  1. Yah pendek banget thor ceritanya.
    Aku harap next chapter lebih panjang dan konfliknya semakin memanas ya thor.
    Jangan lama-lama

  2. So sweet. . .tp lucu jg dh thor ngakak dh bc.a😀 ,ahh~ ak rasain frsat buruk,tifany suka sma kyuhyun ? Huwaa jgan pisahin kyuna ya thor🙂

  3. next chap pnjangin yaw. Pi critany kocak bgt !
    Konfliknya paw bkin penasran aja ! Jgn2 ntar kyu ma fany pny hub. Heeemmm….andweee ! Q g rela kyu nyakiti yoong….q pgen mreka slu bersma g lech pisah ok.

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s