Saimaa

saimaa-poster

Saimaa

® slowlybell presents.

|| Byun Baekhyun (EXO) – OC | T | AU, Romance, Life, Hurt/Comfort? | Drabble | slowlybell (@ranabilah) | Byun Baekhyun si belong to God and himself, but this storyline is pure my own. ||

 

Backsound to Bigbang – Blue

 

®

Aku menatap hamparan langit sore yang berwarna bagai keemasan, dengan Baekhyun berada di sisiku. Aku tahu ini tidak akan pernah menjadi semudah seperti apa yang aku harapkan, tapi aku akan mencoba. Entah harus dengan bagaimana agar ini semua sesuai dengan apa yang aku inginkan.

“Maafkan aku, Hana..” Aku merasa gelisah, sungguh, hatiku sama sekali tidak tenang bahkan ketika dia mulai menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku mendesah pelan, kemudian mengalihkan pandangan ke air danau yang tenang.

Aku dan Baekhyun terbiasa menghabiskan waktu di sore hari dengan duduk di pinggiran jembatan kayu ini sambil menikmati panorama alam kala menjelang senja, mencelupkan telapak kaki kami ke rendaman air yang begitu menyejukkan. Namun rasanya percuma, bahkan sekarang saja kepalaku terasa mau meledak.

“Aku bisa  mengerti, Baek.” Matahari di ujung sana mulai merangkak ke bawah, ke tempat peristirahatannya. Hatiku mencelos, sudah saatnya.

Baekhyun masih tetap dalam posisinya, tangannya tiba-tiba saja mengusap bagian perutku. Aku berusaha mati-matian untuk menahan luapan air mata yang sudah menumpuk, terlalu kuat sampai-sampai rasanya mataku akan jauh lebih bengkak dari pipi Kris.

“Produser itu hanya menawarkan satu kesempatan, dan saat itu juga aku tahu bahwa aku tidak bisa untuk menolak.”

 

Aku ingat. Itulah alasannya. Dan sepatutnya pula aku bersyukur karena peluang bagus yang telah diperolehnya, tinggal melihat bagaimana proses ia memulai dan hasil dari segala prosesnya yang akan penuh tekad tersebut.

“Kau tahu?” Baekhyun bersuara, kini aku memerhatikan burung-burung yang berterbangan melewati celah-celah awan.

“Aku tidak pernah tahu mengapa langit sore bisa begitu semenarik ini, mungkin karena ada kau di sisiku, seperti ini.” Pipiku merona merah, dan baik aku maupun Baekhyun sudah terbiasa dengan situasi ini; tak pernah bosan karena ini adalah salah satu dari hal yang menyenangkan. Baekhyun menyatukan pergelangan tanganku dengan miliknya, menggenggamnya erat. Sedangkan tangan satunya kembali mengusap-usap lembut permukaan perutku yang terlihat semakin membuncit. Oh, sayang. Kuharap kau juga dapat merasakan sentuhan lembut ini dari dalam sana.

“Maafkan aku sekali lagi, karena tidak bisa untuk melihat prosesnya nanti.”

 

Baekhyun mengecup keningku lama, sentuhannya terasa begitu menenangkan. Tuhan, tolong jangan hilangkan sensasi seperti ini bahkan ketika dia akan berada lagi di sisiku meski itu akan dalam jangka waktu yang relatif lama lagi. Satu air mata berhasil lolos dari pelupukku, tidak percaya akan apa yang baru saja ia ucapkan. Aku tahu itu akan menjadi hal yang melegakan sekaligus membahagiakan, melihat sang peri kecilku akan hadir dengan wujud yang nyata di bumi ini. Tapi mengingat bahwa kemungkinan besar Baekhyun tidak akan ada di sana, aku meringis sedih dalam hati. Tidak, tolong, biarkan saja sekali ini aku lolos dari air mata sialan.

“Baek.. tolong, hentikan, jangan membuat ini akan menjadi semakin sulit untukku.” Aku menangis. Sialan, air mata ini dengan mudahnya meluncur dari balik dinding pertahanan, membentuk aliran sungai kecil yang memenuhi permukaan wajahku. Baekhyun beralih untuk mengecup setiap bagian di mana air mata itu berlabuh, dengan begitu lembutnya. Aku bisa merasakan seperti apa yang ia rasakan. Sama denganku, kami terlalu susah untuk dilepas, mengingat bongkahan sayang yang semakin tumbuh di antara kami semakin meluap deras sepanjang waktu.

“Aku akan sangat merindukanmu, juga dia.” Baekhyun berucap diselingi dengan sentuhan bibirnya yang berada di keningku lagi, begitu lama. Deruan napasnya yang begitu dekat membuatku sulit untuk menahan gejolak perasaan ini. Tapi aku tak mau kalah, “Aku tahu.”

.

FIN

Jadi sebenarnya ini fic apaan heh??!  entah kenapa, tiba-tiba aja ngebayangin mukanya Baekhyun pas lagi dapet ide ini.. tapi sebelum mau nulis ini, aku sempat mikir kalo Baek diganti oleh Zico juga, tapi aku ganti lagi deh jadi Baek karena beberapa alasan yang sangat logis :DUntuk judulnya itupun, err….. Saimaa adalah salah satu danau yang ada di Finlandia. Karena berhubung setting tempat fic ini di sekitar danau, yaudah lah jadiin aja itu sebagai judulnya /gaaaa -_____- ehtapi yang diposter itu juga aku gatau danau apaansih, asal nemu di galeri hape aja -..- wkwk.

Baiklah, mind to leave a comment/review? :)

2 thoughts on “Saimaa

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s