[FF Freelance] Secret Garden

clock-silver-time-vintage-Favim.com-177181_副本

Main Cast : Tiffany Hwang, Nichkhun Horvejkul | Support Cast : Shin Yi Kyung | Genre : Friendship, Romance | Rating : PG – 15 | Length : Vignette | Author : Jung Yong Neul a.k.a Lela Fandira (@lellafitrianifa)

Disclaimer : sebenernya awal buat FF ini sih garagara ada tugas disuruh buat cerpen sama guru bahasa Indonesia, akhirnya buat ini deh. Pemainnya aslinya bukan Nichkhun sama Tiffany, tapi Yoga sama Lisa. Endingnya aku ganti jadi happy ending, karena kasian kalo couple kesayangan (read: khunfany) nggak bersatu hehe 😀

Ini FF pertama buatan aku, jadi butuh comment kalian ^^ Happy reading ❤

 

Summary :

 “Bunga – bunga di taman ini menjadi saksinya, bahwa kita tak akan terpisah hanya karena sebuah kesalahan.” – Tiffany  & Nichkhun

 

Kring kring kring bunyi bel berbunyi nyaring, pertanda jam pelajaran telah selesai. Aku merapikan buku – buku yang berserakan diatas meja, dan bermaksud memasukkannya ke dalam tasku. Hari ini benar – benar membosankan, tidak ada yang spesial. Aku pulang dengan langkah gontai dan sedikit kecewa “kemana dia?”  batinku.

“Fany- ah!” dia melambai – lambaikan tangannya sambil tertawa lebar. Dia lah orang yang kutunggu – tunggu. Dia adalah Nichkhun, sahabatku. Kami berteman sejak kami masih duduk dibangku Sekolah Dasar, dimana di masa itu aku belum merasakan cinta karna aku masih terlalu polos. Tapi sekarang? Aku merasakannya, merasakan perasaan itu, entah sejak kapan perasaan itu datang. Apa aku salah?

“Tif, gwenchanayo?” lanjutnya.

Aku terbangun.  Ah, aku melamun lagi. “Ah ne, gwenchana.”

“Oh, begitu. Oh ya, ada yang ingin kutunjukkan padamu. Turawa!” Nichkhun menarik tanganku dengan cepat, membuatku tak bisa bertanya “kemana kita akan pergi?”  atau “Hei! Jangan tarik tanganku!”

 

***

“Jangan buka matamu sebelum aku menyuruhmu membukanya!” suruhnya.

“Iya bawel, dasar cerewet!” Nichkhun terkikik geli mendengar jawabanku. Dia menuntunku dengan cekatan, terbukti aku tidak tersandung apapun. Nichkhun perlahan – lahan melepaskan tangannya yang sedari tadi menutupi mataku, namun aku tak langsung membuka kedua mataku. Aku masih menerka – nerka apa yang akan Nichkhun tunjukkan padaku? Apa ada UFO? Alien? Atau ada Justin Bieber?

“Tif, ayo buka matamu!”

Aku mematuhi perintah Nichkhun, aku sedikit demi sedikit membuka mata. Sampai akhirnya, aku dapat membuka mataku lebar-lebar. Aku tercekat, tempat apa ini? Kenapa seindah ini? Oh Tuhan, bodohnya aku yang tak pernah melihat tempat seindah ini.

Ottokhe? Indah kan?” tanya Nichkhun.

nde, Khun! Sungguh, ini tempat terindah yang pernah aku lihat! Ini sangat indah, bunga warna – warni dimana – mana. Banyak kupu – kupu berterbangan. Indah, sangat indah! Kenapa kau baru memberitahuku? Apa kau sengaja baru memberitahuku ya?”

Mianhae Fany- ah, aku juga baru tahu bahwa ada tempat seindah ini. Jeongmal mianhae.” Nichkhun menunduk dan tak mau menatap mataku walau cuma sedetik.

“Jadi, ini taman rahasia?” aku bertanya dengan suara pelan, malahan seperti sedang berbisik.

Nichkhun hanya mengangguk mengiyakan pertanyaaanku.

Aku senang, ternyata yang tahu taman ini hanya aku, Nichkhun, dan pemilik taman ini pastinya. “Hei, ayolah! Jangan seperti itu, aku sudah memaafkanmu Khun. Hm, daripada hanya diam disini, lebih baik kita jalan – jalan yuk? ” Aku mengajaknya jalan – jalan, bermaksud membuatnya tersenyum. Tanpa menunggu jawaban dari Nichkhun, aku menarik lengannya. Menyuruhnya untuk mensejajarkan langkahnya denganku. Ah! aku menarik ucapanku tadi, hari ini adalah hari yang paling spesial dihidupku. Terima kasih Khun!

 

***

Setiap pulang sekolah, kami selalu mengunjungi taman rahasia itu. Dan bahkan jika kami tak ada tugas, kamipun juga sering malam – malam ke taman rahasia. Setiap hari kami menghabiskan waktu di tempat itu berdua, dan setiap hari pula rasa ini semakin dalam hingga tak ada tempat kosong di hatiku. Aku takut jika aku terus mengingatnya, aku akan semakin sulit untuk melupakannya.

Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus mengungkapkannya atau aku harus melupakannya? Aku takut jika aku mengungkapkannya, dia malah pergi meninggalkanku karena sudah menganggapku seorang penjahat. Seorang penjahat yang telah merusak persahabatan yang telah lama kami bangun. Atau jika aku harus melupakannya, aku tak tahu apa yang dia rasakan padaku. Dunia ini sangat kejam bukan?

Hidup itu pilihan, aku harus memilih mana yang terbaik untuk hidupku dimasa depan. Jika aku salah pilih, maka tak ada kesempatan untuk mengembalikannya seperti semula. Dan jika aku benar, maka aku jamin aku tak akan pernah menyesal telah memilihnya. Jadi, mana yang terbaik? Mengungkapkan atau melupakan?

 

***

Aku sedang menikmati baksoku di kantin, sendirian tanpa Nichkhun. Entah kemana perginya anak itu, yang pasti aku merasa kantin ini seperti sepi tanpa pembeli. Seperti hanya ada aku yang disini. Padahal bisa dipastikan, bahwa di kantin milik Lee ahjumma penuh sampai tak ada tempat untuk duduk. “Huh! Khun, kau kemana?”

“Jangan melamun seperti itu, nanti makanannya keburu dingin.” Kata seseorang yang tiba – tiba duduk didepanku.

Aku tersentak. “Eh, Khun! Kau mengagetkanku,  darimana saja kau? Kenapa baru datang?”

Mianhae Fany- ah, aku baru saja dari perpustakaan pinjam buku.”

“Hah! kau? pinjam buku? Sejak kapan? Haha.” Ini sangat aneh, seorang Nichkhun pergi ke perpustakaan ingin meminjam buku? Apa bumi ini sudah berhenti berporos?

“Oh tidak, aku bercanda. Aku ke perpustakaan karena ingin melihat seseorang.”

Hampir saja aku memuntahkan bakso di mulutku karena saking terkejutnya. Apa? Nichkhun ingin melihat seseorang? Siapa? Aku? Ah, tidak! tidak mungkin rasanya jika itu aku. Aku saja jarang ke perpustakaan. Paling – paling kalau ada tugas baru ke perpustakaan. Lalu, siapa dia?

“Hm, seseorang? siapa? Apa kamu menyukai dia?”

“Namanya Shin Yi Kyung, adik kelas kita. Entah kenapa aku menyukainya, padahal aku baru saja mengenalnya.”

Jleb!  Seketika itu hatiku sakit, seperti ada yang menancapkan pedang disana. Aku tak tahu apa yang harus aku ucapkan.

“Oh, begitu. Sejak kapan kau mulai menyukainya?” tanyaku dengan sesantai mungkin agar Nichkhun tak curiga.

“Sejak 3 bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 7 agustus.”

Aku terdiam sejenak, dan kemudian berpikir. “7 agustus? Bukankah ditanggal itu kau mengajakku ke taman rahasia? Jangan bilang kau juga memberitahu Yi Kyung juga tentang taman itu?”

“Anniyo, aku ingin mengajaknya ke taman rahasia ketika aku akan menembaknya. Kau mau kan membantuku?”

Hah? membantu? Mendengarnya saja sudah malas, apalagi membantu? “Pasti aku membantumu, kau kan sahabatku Khun.” Jawabku dengan senyum terpaksa.

Jinjja? Itu baru Tiffany Hwang yang baik.” Ucap Nichkhun dengan mengacungkan kedua jempolnya.

“Jika ini bukan karena Nichkhun, aku tak akan mau melakukannya.” Batinku.

 

***

“Kira – kira taman rahasia ini perlu kita tambahkan sesuatu atau tidak Fany- ah?” tanya Nichkhun padaku. Dia sedang mengamati taman rahasia ini. Kami memang sedang berada di taman rahasia untuk memastikan taman ini perlu ditambahkan sesuatu atau tidak. Ya, itu semua untuk rencana Nichkhun yang ingin menembak Yi Kyung disini. Aku tau, aku akan sakit nantinya. Tapi ini demi persahabatanku dengan Nichkhun. Harus bagaimana lagi?

“Khun, aku ingin bicara sesuatu padamu.” Aku tak tahu apa yang ingin ku bicarakan pada Nichkhun, tapi hatiku ingin sekali mengungkapkannya.

Nichkhun mengambil satu tangkai bunga mawar. “Ya, bicara saja Tiff.”

“Apa kau yakin dengan pilihanmu ini?” aku menatapnya sendu. “apa kau tidak takut jika kau salah memilih? Kau dan Yi Kyung belum lama kenal, tapi kau ingin menembaknya. Pikirkan baik – baik Khun.” Sambungku.

“Yi Kyung, ini bunga untukmu. Maukah kau menjadi pacarku? Ah tidak tidak! Yi Kyung, aku sangat menyukaimu. Maukah kau menerima cintaku?” Nichkhun tak menggubris ucapanku, dia malah asik memainkan bunga mawarnya. Nichkhun seolah – olah akan menembak Yoona saat itu.

Aku kesal. Ini sudah keterlaluan, dia tak mendengarku atau pura – pura tuli? Nichkhun berubah karna Yi Kyung, dia berani mengorbankan persahabatan kami selama 9 tahun. Aku menarik lengannya, “Khun- ya! Tolong dengarkan aku!”

“Ya, aku yakin dengan pilihanku ini! Aku sudah memikirkan ini beribu – ribu kali, dan aku yakin aku tak akan menyesal!” suara Nichkhun menggema di taman ini, aku kaget. Baru pertama kali aku mendengar Nichkhun berteriak didepanku.

“Khun, kau berubah! Kau bukan Nichkhun yang ku kenal! Nichkhun tak  pernah membentakku, tapi sekarang? Kau berani bicara dengan volume yang keras! aku kecewa Khun!” cairan bening tiba – tiba jatuh dipipiku. Deras, sangat deras. “kau tau? Selama ini aku menyukaimu Khun! tapi selalu kupendam dalam – dalam. Karna kutahu pasti kau tak akan pernah menyadarinya.”

Nichkhun menjatuhkan bunga mawar itu. Dia tercengang, tak percaya dengan baru saja yang kukatakan. “tidak, tidak mungkin! Kau menyukaiku? Tidak mungkin Tiff! Bagaimana itu bisa terjadi? Kita bersahabat sejak kita sekolah dasar, dan sekarang kau bilang kalau kau menyukaiku? Itu sungguh mustahil!”

“Ya, aku tahu ini mustahil! Tapi itulah kenyataannya. Kau harus menerima itu Khun! Aku tak akan memaksamu untuk bersamaku, aku hanya ingin kau tau isi hatiku. Tidak lebih!” bentakku. “Aku menyukai kesalahan  yang membuatku mencintaimu dan tak akan ku sesali semua itu.”

Aku berlari dengan sekuat tenaga, mencoba untuk menghindari Nichkhun sambil terus menyeka air mataku yang jatuh. Nichkhun yang melihatku pergi hanya diam dan tak mencegahku.

***

Sekarang aku sedang berada di taman rahasia sendiri. Tak peduli ini sudah larut malam, yang penting aku bisa mengungkapkan isi hatiku disini. Biasanya aku ditemani Nichkhun. Tapi itu dulu! sebelum aku mengungkapkan semuanya. Aku merutuki diriku sendiri. Pabo! Kenapa kau bicara seperti itu? Pabo, pabo, pabo! Sekarang siapa yang mengajakmu pergi ke taman rahasia lagi? Siapa yang setiap hari akan menjemputmu? Siapa yang akan mengantarkanmu pulang? Siapa yang akan menyapamu setiap pagi? Siapa yang akan menemanimu jika kau dihukum oleh guru? Memangnya ada yang melakukan itu selain Nichkhun?

Aku menangis sejadi – jadinya. Dan dibuat frustasi dengan rentetan pertanyaan itu. Ya, Itu benar. tak ada yang seperti Nichkhun. Hanya Nichkhun yang melakukan itu semua. Oh Tuhan, andai saja aku bisa mengembalikan hidupku seperti semula bersama Nichkhun. Pasti aku akan bahagia. “maafkan aku Khun, aku memang salah! Lebih baik aku melupakan perasaan ini, daripada aku harus kehilangan sahabat terbaikku. Aku ingin bersamamu lagi! Aku ingin kita seperti dulu lagi Nichkhun Buck Horvejkul!” aku berteriak sekeras – kerasnya. Tangisku semakin pecah. Tak peduli ada yang mendengarnya atau tidak.

“Aku juga ingin bersamamu lagi Tiffany Hwang!” Ucap seseorang tiba – tiba

Aku menoleh. “Khun?” aku mengusap kedua mataku yang basah, agar Nichkhun tak melihatnya. “kenapa kau disini? Apa kau mendengarnya?” lanjutku.

“Ya, aku mendengar semuanya, dari awal sampai akhir. Dan aku paling suka dengan kalimat yang terakhir. Aku ingin kita seperti dulu lagi Nichkhun Buck Horvejkul! Haha.” katanya sambil menirukan gayaku.

Aku terkikik geli. Aku rasa wajahku merah seperti kepiting rebus karna malu. Ya, akhirnya Nichkhun dan aku kembali seperti dulu lagi. Saling melempar tawa satu sama lain, dan tak ada rasa canggung maupun tak enak, semua sudah kembali. Aku tak percaya, ternyata Tuhan mengabulkan doaku secepat ini.

 

***

Akhirnya kami seperti dulu lagi. Kemana – mana selalu bersama, tak sekalipun kami bertengkar. Nichkhun bilang bahwa selama ini dia juga menyukaiku, tapi selalu dipendam. Pada akhirnya dia tak akan pernah menjadi milikku untuk selamanya. Bukan karena sudah terlambat, tapi karena kami memutuskan untuk memilih persahabatan daripada cinta. Kami sedang duduk dibangku taman rahasia berdua, menikmati setiap sudut keindahan taman ini.

“Aku bahagia, kita sudah kembali seperti dulu. Aku tak akan mengulangi kesalahan lagi Khun.” Ucapku dengan menatap kearah depan.

Nichkhun menggenggam tanganku dengan lembut. “Nado, kita sama – sama melakukan kesalahan yang fatal. Tapi tak apa, karena kesalahan itu, kita bisa mengerti apa yang sesungguhnya kita rasakan. Kau menyukaiku, dan aku juga menyukaimu. Kita tak bisa bersama karena kita adalah seorang sahabat bukan?”

“Ya, tentu saja Khun. Itu alasan utama kita tak bisa menjadi sepasang kekasih.” Aku mengeluarkan eye smile andalanku.

“Tapi jika suatu saat nanti kita sudah tak bersahabat dan aku menembakmu, apa kau mau menerimaku Tiff?” Nichkhun menatapku dalam.

“Eum, akan kupikirkan lagi Khun. Haha.” aku tertawa lepas mendengar pertanyaan dari Nichkhun.

“Yak! Aku serius Fany- ah!”

Aku tersadar, aku telah mentertawakan Nichkhun. “Ah, mianhae. Aku tidak bermaksud untuk mentertawakanmu Khun, hanya saja pertanyaanmu itu sangat konyol untuk djawab.”

“Jadi, terima atau tidak?” Nichkhun mendekatkan wajahnya ke arahku.

“Eum, mungkin saja iya.” Kataku gugup.

“Jinjja? Kyaaaaa, gomawo Fany- ah!” Nichkhun senang, saking senangnya dia memelukku dengan erat. Aku tak menyia – nyiakan kesempatan ini, aku membalas pelukan Nichkhun. Hangat, sangat hangat. Sudah lama aku tak merasa senyaman ini.

Nichkhun melepaskan pelukannya. Dia menatapku sendu. “Gomawo Fany- ah, kau adalah sahabat yang paling aku cintai. Aku tak akan menembak Yi Kyung lagi, aku lebih memilihmu.”

“Jika itu yang terbaik untukmu, aku tak bisa mencegahmu Khunnie.”

Aku bersandar dibahu Nichkhun dan memejamkan mataku sejenak, mencoba menikmati ini.

“Bunga – bunga di taman ini menjadi saksinya, bahwa kita tak akan terpisah hanya karena sebuah kesalahan.” Ucap Nichkhun, dia memejamkan kedua matanya.

“Ya Khun, Bunga – bunga di taman ini menjadi saksinya, bahwa kita tak akan terpisah hanya karena sebuah kesalahan.”

 

 

-End-

 

Gimana? Jelek ya? Mian ya kalo jelek, karena aku masih amatiran. Saran dan komentar kalian dong :3 kritik boleh, pujian juga boleh. Yang penting kalian comment. Kalo commentnya banyak, aku akan buat FF Secret Garden The Series hehe 😀

Gomawo yang udah comment^^

Advertisements

8 thoughts on “[FF Freelance] Secret Garden

  1. Cute xD
    KhunFany jjang :v
    hah thor itu tanggalnya 7 august. Npa gk sekalian 8 thor :v
    soalnya aku lahirnya tanggal 8 august *gk nanya -,-
    cerita nya bagus cuma agak kecepetan aja alurnya .-.

    Bikin lagi ya FF KhunFany.
    Sekarang rada susah nyari FF yg pairing Khunfany :3

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s