[FF Freelance] I Love You, More Than I Know (Chapter 1)

hunzy Publist

Title : I LOVE YOU, MORE THAN I KNOW# first meet

Author : Monchan

Genre : Romance

Ranting : General

Main Cast  : Bae Sooji

Oh sehun

Xi Luhan

Krystal jung

Kris exo

Park Chanyeol

Kai exo

Length : Chaptered

Desclaimer : Ini pertama kalinya aku nulis FF tentang hunzy (maklum baru). Cerita ini sebenarnya 25% adalah pengalaman author sendiri ( cie elah..) sisanya ngarang bebas. Moga saja kalian suka sama ceritanya. Mohon maaf juga kalo ceritanya rada-rada aneh atau kurang jelas. Ah, terlalu banyak cincong nich… langsung aja ya………

 

@@@HAPPY READING@@@

Kris POV

Yos,,, buku sudah, sepatu olahraga sudah. Ah hampir lupa ponsel. Ya ponsel. Aku mengambil ponsel ku yang tadi aku letahkan di atas kasur lalu dengan langkah riang menuruni tangga dan menuju lantai dasar.

“Omma, aku berangkat.” Teriakku pada omma yang sedang sibuk melakukan rutinitas memasaknya di dapur.

“Ya, kris-ah makan dulu.” Ucap omma sambil menyembulkan kepalanya dari balik dapur.

“Aniya. Aku berangkat.” Pamitku pergi. Tapi aku masih bisa mendengar omma berteriak memanggilku untuk makan.

Sesampainya di sekolah, kedatanganku langsung di sambut kai, chanyeol, dan luhan yang ternyata lebih duluan sampai. Tidak lupa bidadari cantikku krystal,  bersama mereka menunggu ku di depan gedung sekolah. Setelah memakirkan motor ninjaku aku kemudian menghampiri mereka.

“Yo..” seru chanyeol yang tidak lupa menyempatkan untuk bertos ria.

“Yo,” sapa Luhan dan kai bersamaan.

“Annyeong,” sapa krystal.

“Kalian dari tadi di sini?” tanyaku pada mereka.

“Aniya, kami juga baru datang kok, iya kan..” ucap Luhan lalu menoleh ke kai dan chanyeol yang ada di sampingnya. Kai dan Chanyeol pun mengangguk.

Aku kemudian berbalik menatap ke krystal.

“Aku juga baru datang. Dan bertemu dengan mereka di sini.” Jawabnya.

Ya Krystal Jung kenapa kau begitu cantik hari ini? Kau memang yeoja yang paling cantik yang pernah ku lihat. Ah, tapi sepertinya ada yang kurang. Aku menyadari ada personil kami yang belum menampakan batang hidungnya.

“Chan, mana si sehun?”

Chanyeol hanya mengangkat bahunya. Anak itu pasti telat lagi.

“Ah, itu dia!” seru Kai sambil menunjuk seseorang yang sedang mengendari sebuah motor ninja sama halnya denganku melewati kami dan menuju ke tempat parkiran. Setelah memakirkan motornya, ia lalu menuju ke arah kami. Wajahnya selalu sama. Selalu kurang bersemangat. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia benar serius mau sekolah. Ia terlihat beberapa kali menguap.

 

Krystal POV

“Ah, itu dia!” seru kai tiba-tiba.

Tanpa mau dikontrol jantung ku ini selalu berdebar tiap kali melihat sosoknya. Ya dia Oh Sehun namja yang telah mencuri hatiku.

Ia beberapa kali menguap sebelum akhirnya ia menghampiri kami.

“Ya, kenapa kau baru datang? 5 menit lagi kau bisa terlambat, tahu!” Ucap Luhan dengan wajah sebal.

“Sudahlah, yang penting aku tidak terlambat kan?! Whoam..”

Ia kembali menguap. Ia terlihat sangat lucu.

“Pokoknya kau harus datang cepat, aku tidak mau lagi membayar denda untuk keterlambatanmu.” Ucap Luhan dengan memanyunkan bibirnya.

“Ah, hyung sudahlah. Jangan ngambek gitu.” Ucap sehun lalu berusaha untuk mencium Luhan. Tapi luhan malah berlari.

Akhirnya mereka berdua terlihat seperti anak Tk yang lagi main kejar-kejaran.keduanya kini berlari menuju ke dalam gedung sekolah di susul chanyeol dan kai. Aku pun memutuskan untuk masuk ke dalam dengan berlari bersama mereka.

 

Kris POV

Ketika melihat krystal pergi, ada semacam duri yang  menusuk hatiku. Sakit, itulah yang aku rasakan. Aku tahu  jika dari dulu krystal menyukai sehun. Dan sehun tidak menyadari itu. Andai saja namja yang kau suka itu aku, bukannya sehun. Kenapa harus sehun?! Arrg, Sial!. jika begini kenyataannya. Dengan gusar aku mengacak rambutku asal-asalan lalu menuju ke dalam gedung sekolah.

 

Sehun POV

Aku terus mengejar luhan yang berusaha menghindar dari ciumanku. Ah, dia pura-pura gak mau. Aku terus mengejarnya tapi ia malah langsung lari ke dalam gedung sekolah. Cepat sekali larinya, ia sudah tidak terlihat lagi, padahal aku baru melihatnya berbelok di sekitar sini. Ah, palingan dia ke kantin. Aku memilih masuk ke kelas saat   krystal melambaikan tangannya untuk mengajakku  segera masuk ke kelas bersamanya,beserta chanyeol dan kai.

“Mana luhan?” Tanya krystal ketika kami  tiba di kelas.

“Entahlah. Mungkin dia lari ke kantin. Aku capek kalau harus ke sana.” Jawabku sambil meletahkan tas di kursi kebesaranku.

“Hm, benar begitu? Aku kira kau tidak mau ke sana karena banyak hutang mu sama bu kantin.” Cibir chanyeol.

“Ya, jangan seenaknya bicara. Aku bukannya tidak mau bayar tapi itu karena aku lupa bawa duit.” Ucapku membela diri.

“Hahaha, itu sama saja, Ppabo.” Tawa kai.

Memang benar sich, aku banyak hutang  sama bu kantin. Bu kantin saja langsung serangan jantung tiap melihat ku. Aku jadi khawatir jika dia melihat ku sekarang mungkin dia bisa langsung diopname di RS. Dan semua orang akan menyalahkan ku karena tidak ada makanan di kantin. Tapi mau gimana lagi uang jajanku sudah di potong omma, gara-gara aku tidak sengaja memecahkan vas bunga antiknya. Nasib-nasib.

“Sehun-ah, katanya ada anak pindahan yang akan masuk ke kelas kita.” Ucap krystal.

“Benarkah? Siapa yang memberitahumu?” tanyaku.

“Ppaboya, kau lupa siapa ayahku?” ucapnya sambil melotot. Hahha.. aku memang betul-betul bodoh, ayahnya krystalkan pemilik sekolah ini. Tentu saja dia tahu banyak hal.

“Mianhae.” Ucapku sambil menggaruk kepala ku yang tak gatal.

Sepersekian detik kemudian sebuah ide brilliant, muncul di kepalaku. Seperti di adegan-adegan kartun, aku merasa ada sebuah lampu keluar dari kepalaku. Sudah lama tidak ada hal menarik yang terjadi di sekolah akhir-akhir ini setelah insiden serangan jantung bu kantin. Ah, kebetulan ada kris hyung.

“Hyung,” panggilku. Tapi ia telah melesat keluar dari kelas.

 

Kris POV

Hati ini kembali sakit ketika ku dapati krystal sedang duduk menghadap sehun di kelas. Keduanya terlihat asyik bercerita. Sesekali krystal terlihat tertawa bahagia. Shit! Sebaiknya aku pergi saja. Setelah menaruh tas, aku langsung berjalan keluar.

“Hyung,” karena emosi aku berpura-pura tidak mendengar panggilan dari sehun.

Ia terus berjalan di belakangku dengan tetap memanggil namaku.

“Hyung,” panggilnya lagi. Ingin sekali aku memarahi atau memukul orang ini.

“Ya hyung, kau mau kemana?” ucapnya sambil memegang pundak kananku. Aku kemudian berbalik menatapnya. Ku rasa Tuhan tidak adil padaku. Kenapa orang yang krystal suka adalah dirimu? Jika bukan karena kau dongsaeng kesayanganku,  mungkin aku tidak perlu semenderita ini.

“hyung  kok, begong?” Ia beberapa kali melambaikan tangannya di depan wajahku.

“Ah, mianhae. Ada apa?”

Ah, lagi-lagi aku tidak bisa marah pada orang yang satu ini.

“Ada hal yang menarik pagi ini.” ucapnya dengan wajah gembira.

“Apa itu?” tanyaku.

“Sini.. aku bisikin.”

@@@

 

Author POV

seorang gadis terlihat sangat tidak sabaran. Berulang kali ia memanggil ibunya.

“Omma” panggil gadis itu. “Cepatlah. Lihat sekarang sudah jam berapa ini?”

Sementara ibunya masih bersiap-siap.

“Omma…” Kembali gadis ini memanggil ibunya.

“Ya kau tunggu saja di luar,” teriak ibunya dari dalam kamar.

Dengan kesal gadis itu akhirnya memilih menunggu ibunya di luar rumah selagi ibunya masih sibuk berdandan.

Ia menutup kasar pagar rumahnya.

“Huh, menyebalkan. Kalau begini aku bisa terlambat.” Gerutunya.

Sembari menunggu ibunya, gadis itu memilih membenarkan penampilannya. Diambilnya kaca kecil berwarna merah dari tas sekolah lalumulai merapikan rambutnya,mulai dari poni hingga ujung rambut.

Krerrekkk… dari arah samping terdengar bunyi pintu pagar yang di buka. Kemudian muncul seorang namja dari baliknya. Sebelum namja itu menutup kembali pintu pagarnya, gadis bernama Bae sooji itu segera membungkuk memberi salam. Karena keluarganya baru pindah ke perumahan ini jadi menurutnya tidak ada salahnya mulai menyapa atau berkenalan dengan para penghuni perumahan yang lainnya.

“Annyeonghaseyo…” sapa Bae sooji dengan tersenyum ramah. Sementara namja yang ada di seberang hanya melihatnya sekilas kemudian menaiki motor yang sebelumnya telah terparkir di sana dan pergi.

“Aish, sombong sekali.” Ucap nya kesal.

Omma..”kembali gadis itu berteriak memanggil ibunya.

“Ya, kau ingin membuat telinga ibumu tuli?!.” Seru  ibunya dengan sebelumnya menjitak kepala putrinya itu.

“Appo. Ini karena Ibu lama ” ucap putrinya sembari memegang kepalanya yang nyut-nyutan.

“Kau ini.”

Kembali bunyi pintu pagar terbuka. Kini giliran muncul seorang wanita yang seumuran dengan ibunya suzy. Wanita itu terlihat sangat berwibawa. Pakaian dan perhiasan yang dikenakan wanita itu, terlihat sangat mahal. Bagaimana tidak baju yang dikenakannya saja adalah merek ternama dan limited edition.

“Annyeonghaseyo.. Nyonya Oh” ucap ibunya suzy, memberi salam pada wanita tersebut.

“Annyeonghaseyo..” Balas wanitayang dipanggil Nyonya Oh itu sambil tersenyum ramah.

“Nyonya oh, terima kasih ya, karena telah mengrekomendasikan sekolah itu untuk putriku.” Sementara wanita yang dipanggil Ny. Oh  itu hanya tersenyum.

“Apakah itu putrimu?” Tanya Nyonya Oh.

“Ne, ini putriku.” Ucap Ibu suzy lalu segera mengisyaratkan putrinya  untuk memberi salam.

“Annyeonghaseyo, Bae Sooji imnida.” Ucap suzy salam membungkuk. Wanita itu kemudian tersenyum.

“Putrimu sungguh cantik.” Pujinya.

“Hahaa… Benarkah. Hahhaa…Itu karena dia sangat mirip dengan ku. Sebenarnya banyak yang mengira kalau aku adalah kakaknya.” Tawa Bangga ibunya suzy.

Suzy hanya mengerlingkan matanya menatap tak percaya pada ibunya yang masih tertawa membanggakan kecantikannya. Ia tak menyangka ibunya bisa senarsis itu.

“Tapi nyonya, anda juga mempunyai putra-putra yang tampan.” Kini giliran ibunya suzy yang memuji putra dari wanita itu.

“Terima kasih.” Ucap Nyonya oh dengan senyuman ramahnya.

Sebuah mobil sedan berwarna hitam tiba-tiba berhenti tepat di hadapan mereka. Lebih tepatnya di hadapan Nyonya Oh.

“Maaf. Saya harus pergi.” Ucap Nyonya Oh

“Maafkan saya juga Nyonya. Saya tidak menyadari jika anda akan pergi.” Ucap ibu suzy dengan wajah menyesal.

Wanita itu kemudian berpamitan dengan suzy dan Ibunya. Suzy merasakan perbedaan yangamat  besar sekali antara ibunya yang narsis  dan Nyonya Oh yang berwibawa dan anggun.

“Siapa Nyonya itu?” Tanya suzy pada ibunya.

“Dia adalah ketua dari organisasi wanita yang ibu ikut kemarin. Suaminya pemilik perusahaan Sc Group. Ibu hanya bertemunya sekali saja. Dan ini yang kedua kalinya.” Jawab ibunya.

“Oh,” balas suzy. Ia masih memandang mobil yang membawa wanita itu pergi. Sebersik rasa kagum dari dalam hatinya.

 

Bae POV

Deg… deg.. jatung ku tidak pernah berhenti berdetak. Ah dasar gila! Gimana jantung ini tidak berdetak kencang, sekolah yang aku masuki ini adalah sekolah yang paling di top di negeri ginseng ini. oh, tidak aku harus rileks. Tenangkan dirimu Bae Sooji, semuanya akan baik-baik saja.

“Ibu sudah bertemu dengan wali kelas mu tadi. Dia yang kan mengantar mu masuk ke kelas. Jadi kau tunggulah di sini.” Ucap ibu ku setelah ia keluar dari salah satu ruangan yang ada di pojok sana. Aku memilih menunggunya di luar sini.

“Ya omma, temani aku ya.” Rengekku.

“Ya, jangan macam-macam.” Ucap omma sambil memukul pundakku.

“Aish, appo.” Dasar ibu yang tidak mengerti dengan kekhawatiran anaknya.

“Kau tunggu di sini ne, omma pergi dulu. Ingat kau harus makan tepat waktu. Lalu bergaul baik-baiklah dengan teman-temanmu nanti. ” ucap omma ku lalu pergi dengan sebelumnya mencium puncak kepalaku.

Cih, hanya temani aku sebentar saja tidak bisa.

Aku marasa seperti ada yang memperhatikanku. Benar saja saat aku menoleh ku dapati seorang pria memakai kaca mata tiba-tiba telah berada didepanku.

“Bae Sooji?” Tanyanya padaku. Aku langsung berdiri tegak sempurna ketika ia memanggil namaku.

“Aku Shin seonsaengnim. Aku wali kelasmu. Kajja kita menuju ke kelas mu sekarang.”

“Ne.” jawabku  gugup. Entah  ini karena kekhawatiranku yang sejak tadi atau karena tampannya pria yang menjadi wali kelasku ini.Ini mungkin bisa menjadi awal yang baik.

Oh tidak aku bahkan sudah tidak bisa berjalan dengan benar. Engsel lututku rasanya ingin copot saja. Degup jantung makin kencang ketika aku mengikuti pria itu menuju ke kelas yang di depan ujung atasnya bertuliskan kelas X1-A. samar-samar ku dengar adanya suara gaduh di kelas tersebut. Tapi begitu aku dan pria itu maksudku wali kelasku masuk suasana tiba-tiba saja langsung hening. Ini yang paling aku benci menjadi murid pindahan. Kau akan semakin gugup ketika puluhan pasang mata serasa memandangimu dari atas sampai bawah. Tenang bae sooji,

Tiba-tiba saja salah seorang namjayang duduk paling belakang mulai berdiri dan bersuara.

“Ya Siapa lagi yang kau bawa  ke sini?” ucap namja itu dengan bertolak pinggang.

Tidak sopan sekali namja itu. Ia bahkan menggunakan bahasa nonformal pada seseorang  yang lebih tua darinya. Dan yang membuatku heran adalah mereka semua malah tertawa. Aku tak tahu apa yang sebenarnya mereka tertawakan. Dan yang lebih membuatku heran adalah wali kelasku hanya membiarkan sikap tidak sopan itu.

“Ya, seonsaeng biarkan anak itu bersama kami saja. Biar kami saja yang urus.” Sambung namja di sebelahnya yang yang lebih tinggi.

“Dia tidak akan kami apa-apakan kok,” ucap seorang yeoja dengan wajah malas-malasan yang sedang merapikan kukunya dengan kikir kuku. Dari tampangnya yeoja ini seperti di drama-drama yang ada peran cewek antagonis yang siap menyiksa yanglain.

“Iya itu Betul….” Seru seorang namja dengan tatapan innocent yang duduk di deret paling depan. Ia membenarkan posisi duduknya yang semula menghadap ke kiri kini benar-benar tepat menghadapku.

Ia mengatupkan kedua tangannya diatas meja layaknya seperti orang berdoa. Lalu secara tiba-tiba pula ia langsung memandang lurus tepat di mataku. Kenapa orang ini? lalu setelah itu  kembali dan kembali seisi kelas ini tertawa.

Apa-apaan ini? Sekolah yang ku pikir adalah sekolah terbaik di negeri ini kenapa memiliki siswa yang bertindak tidak sopan begini. Mereka bisa berbuat begini dengan gurunya lalu bagaimana dengan ku? Deg..deg jantung ku serasa terpompa dua kali lebih cepat. Apa mereka akan melakukan…, ah, jangan sampai hal negatif yang ku pikir saat ini terjadi.

Dengan khawatiraku memandangi  wali kelas ku yang saat ini  hanya diam membisu dan malah hanya senyam-senyum. Kemana sikap wibawanya tadi? hei pak guru tampan kau seharusnya menghajar mereka-mereka yang tidak sopan ini.

“Hm, cantik juga.” ucap seseorang bersuara bass yang sontak membuatku kanget dan langsung menoleh ke arahnya.

Ini karena aku yang terlalu lama terpesona dengan senyuman menawan wali kelasku atau karena memang namja yang satu ini terlalu cepat berada di dekatku.

Aku tidak tahu sejakkapan ia telah berada di depan bersamaku. Aku juga tidak tahu sejak kapan jarak pandang ku hanya wajahnya. Ia malah makin  mendekatkan wajahnya ke wajah ku yang bisa dibilang tinggal beberapa senti saja. Apa sich maunya namja ini. Untuk menghindarinya aku memundurkan langkahku  kebelakangdan mengesampingkan wajah ku ke arah lain.Tapi aku sempat melihat name tag nya bertuliskan Park Chanyeol. Apa sich maunya namja ini?

nugu ya?” Ucapnya sambil melipat tangannya di dada. Matanya butakah namaku kan tertulis jelas di name tagku. Siapapun bisa membacanya kalau jaraknya sedekat ini. Tapi mungkin aku jawab saja.

Dengan menarik nafas pelan aku  mulai berbicara padanya “Bae sooji.” Jawabku singkat.

“Ha?? Aku tidak dengar. Namamu Bisul??” ucapnya dengan menempelkan tangannya di telinga. Seolah-olah ia tidak mendengarnya.

Semua mulai tertawa mendengar celotehannya. Jadi, dia sengaja ingin mengerjaiku?

“Bae Sooji.” Ucapku sekali lagi mencoba untuk sabar.

“Bae Apa?” tanyanya sekali lagi. orang ini benar-benar ya. Aku menghempas kasar nafasku.

“Nama Ku B-A-E-S-O-O-J-I” Teriakku sekuat tenaga tepat di telinganya. Biar dia budek sekalian. Ia langsung menjauhkan telinganya. Rasakan itu.

“Aduh tidak usah berteriak begitu kali. Aku kan tidak budek.”

Beberapa anak mulai tertawainya.

Hahaha.. rasakan itu park chanyeol. Dengan wajah masam ia meninggalkan ku. Sebuah senyuman mengembang di bibirku. Dia pikir bisa semudah itu mau mengerjaiku. Cih itu mah trik zaman pythecantropus.

“Ya anak baru kenapa kau senyum-senyum, Rok mu robek tuh!” ucap namja bertampang innocent tadi.

“eh?”

Mwo,Rok ku robek? Kenapa bisa? Padahal inikan rok baru dan tadi perasaan roknya baik-baik saja deh. Dengan spontan aku melihat semua sisi rok ku dan memeriksanya. Tidak ada apa-apa. Kenapa dia bisa….  Belum sempat kalimat itu ku selesaikan di otakku gelak tawa langsung membahana memenuhi ruangan. Namja bertampang innocent itu lalu berhigh five dengan park chanyeol. Jadi mereka semua sengaja mengerjaiku? Rasanya pipiku mulai terasa panas.

“Hahahahha.. Ya ppaboya. Masa percaya begitu saja?.. ahaha” tawa namja innocent itu.  Lalu si chanyeol bersama namja yang pertama bersuara di kelas tadi sudah duduk di lantai dengan terus tertawa. Mereka pikir ini lucu? Ini sama sekali tidak lucu tahu!

“hahha.. sehun-ah kau hebat. Hahha..” ucap park chanyeol lalu menunjukkan jempolnya pada namja innocent itu. Oh jadi namanya sehun? Dan yang lebih menyebalkan si sehun itu malah mengedipkan sebelah matanya padaku. Huh, menyebalkan sekali.

“Ya kalian jangan kelewat batas.” Ucap Shin seonsang dengan suara beratnya yang cool sambil menghampiri ketiganya yang terus saja tertawa.

Ini dia yang ku tunggu-tunggu. Hajar mereka saja pak. Aku setuju 100 ah salah 1000%. Terutama buat namja yang bernama park chanyeol sama namja yang bertampang innocent itu si sehun!

“Yang sedang-sedang sajalah.”

Ha? Aku segera menatap ke arah Shin seonsang. Apa maksudnya  yang sedang-sedang saja? Atau aku yang salah dengar tadi. atau mungkin yang dibilangnya ‘jangan mengganggu Bae sooji atau akuakan meninju wajah menyebalkan kalian’ atau..

“HAHAHHA…” ku lihat si sehun itu sudah tertawa lebih keras dari yang sebelumnya disusul chanyeol lalu seisi kelas. Apa-apaan ini? aku benar-benar bingung. Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Kenapa.. kenapa…

“Ya,…. Ya kalian lihat tampangnya sekarang? hahaha.. Ya Bae Sooji kau terlihat seperti orang bodoh! Hahahaa.. Ya, Krystal-ah kau ada cermin? Sepertinya ada seseorang yang lagi butuh sekarang…HAHAHA…”Tawanya makin meledak dari sebelumnya.

Aku masih bingung di sini. Aku sungguh tidak mengerti. Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Selagi akumasih sibuk dengan pikiranku si sehun itu masih saja tertawa dan yang membuat aku shock adalah Shin seonsaeng juga malah ikut tertawa. Aku bingung. Sesungguhnya apa yang sedang terjadi di sini?

Oh kali ini bukan hanya wajah ku yang panas tapi sepertinya mataku juga sudah terasa panas. Sedetik kemudian sebuah butir Kristal (krystal:Ya thor kenapa pake nama gua segala sich?# author:masbuloh! Abaikan ini)  sudah mulai jatuh di pipiku. Perasaan malu, kesal semuanya bercampur jadi satu. Aku mengepal kedua tanganku kuat-kuat menahan amarah yang mungkin suatu saat bisa saja meledak lalu menatap mereka satu persatu.

“Ya…Ya.. Aku rasa si Bae nangis tuh.” Ucap si kampret chanyeol. Dia rasa? Aku benaran nangis tahu!

Samar-samar si kampret yang satunya (sehun) juga mulai tidak tertawa lagi. Kenapa kautidak tertawa lagi. dengan air mata yang masih mengalir aku tetap menatap mereka dengan membara. Tidak ada di antara mereka yang tertawa lagi.

“Wuss, kalau yang ini aku tidak ikutan.” Ucap yeoja yang disebut krystal tadi.

“Aku juga “ ucap beberapa murid lainnya lalu bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan kembali ke aktivitas mereka yang sebelumnya (mungkin).

“Ah, aku mau kembali ke tempat dudukku.” Ucap chanyeol sambil bersiul lalu mulai berjalan ke belakang di susul namja yang satunya tadi.

Dan sekarang yang tersisa ada dua orang yang aku butuh penjelasannya. Shin seonsaeng dapat ku rasakan ia mulai kikuk, karena beberapa kali ia menggaruk tengkuknya yang ku pastikan itu tidak gatal atau ada apapun di sana yang membuatnya terus menggaruknya. Ia terlihat memilih melihat ke luar jendela. Dan sekarang sisa seseorang yang tak lain adalah si wajah inoocent yang bermulut pedas itu.  sehun! Aku ingin tahu apa yang akan dilakukannya sekarang. ia terlihat salah tingkah. Entahlah aku tidak tahu bagian mana saja yang di garuknya sekarang. lalu satu hal yang pasti ia tidak berani menatapku.Cih, sekarang kau merasa bersalah hah?!

Tiba-tiba  terdengar bunyi lagu yang ternyata berasal dari ponsel Shin seonsaeng karena ia terlihat buru-buru mengambil sebuah ponsel dari dalam saku celananya. Tunggu dulu, sepertinya ada yang aneh dengan model celananya.

Sebuah raut panik muncul diri mimik wajahnya. Ia lalu memberi kode kepada seisi kelas dengan gerakan jari yang aku tidak tahu apa maksudnya. Lalu secara tiba-tiba pula semuanya langsung duduk dengan posisi yang aku bisa bilang berbalik 1800 dari yang tadi. Mereka terlihat tertib. Aku kini terheran-heran dengan sikap mereka.

Shin seonsaeng terlihat menghampiriku “mianhae.” Ucapnya.

“Eh?”

Ha? Kenapa beliau tiba-tiba meminta maaf…

“Kami tidak bermaksud…”  ucapnya terputus karena secara tiba-tiba  muncul seorang namja berwajah putih pucat dengan rambut ikal berlarian sambil berteriak

YOROBEUN………”

Ia lalu berhenti secara otomatis di depan pintu seperti ada rem saja di kedua kakinya. Dengan nafas satu-satu yang aku kira bisa saja itu nafas terakhirnya, eh bisa-bisanya ia masih sempat meminum Bubble tea yang dipegang ditangan kirinya.

Setelah menghabiskan bubble tea tersebut (mungkin) ia terlihat seperti hidupkembali seola-olah telah mendapat kekutan dewa yang entah turun dari mana.

Jujur saja setelah aku menapakkan kakiku ini di kelas ini, aku merasa diriku terus saja dikejutkan dengan berbagai hal yang aneh. Apakah masih ada hal lain yang mengejutkanyang lebih dari ini?

Namja itu terdiam terpaku. Ini hanya perasaan ku saja atau namja itu sedang melihat ke arahku ? Ia seperti sebuah boneka yang di gerakan, yang mana terus melangkah  menuju ke arahku lalu dengan tiba-tiba (lagi-lagi?) ibu jarinya sudah menghapus air mataku yang tentu saja membuat mataku membesar. Apa-apaan namja ini? dan ia malah tersenyum manis padaku.

“Ya apa yang kau lakukan luhan-ah?” ucap si sehun itu dengan langsung menarik namja yang dipanggilnya luhan lebih tepatnya Xi Luhan(itu ku lihat dari name tagnya tadi ).

Aku memegang dadaku. Berusaha menetralkan perasaan kaget  yang tidak hentinya bermunculan.

“Yak tadi kau bilang ada yang gawat. Apanya yang gawat?” Tanya Shinseonsaeng nim.

Kenapa seonsang memakai bahasa seperti itu? Kini giliran aku yang menggaruk kepalaku.

“Ah..” ucap Xi Luhan sambil memukul kepalanya sendiri. “Ya shin seonsaeng sudah datang.”

“MWO?” teriak semuanya.

“Ya kris hyungtadi kau bilang  1 jam lagi,  ini mah  belum 30 menit .” Ucap sehun entah kecewa atau apa itu.

Tunggu dulu shin seonsaeng? Secara tidak sengaja aku menoleh ke arah luhan yang masih  tersenyum padaku seperti tadi. Aku tahu ia cukup cute tapi kalau ia terus tersenyum begitu aku merasa sedikit mengerikan.

Ini bukan saatnya membahas tentang namja yang satu itu. Tadi si kampret (Sehun) memanggil shin seonsaeng dengan sebutan kris hyung? Dan si cowok cute ( Luhan ) mengatakan shin seonsaengnim sudah datang ?

“Ehem..” sebuah suara tua (?) berdeham pelan di belakang kami.

Aku menoleh ke arah pintu. Di sana berdiri seorang pria paruh baya . Pria ini  memakai jas yang sedikit kekecilan untuk ukuran tubuhnya. Kalau aku bandingkan pakaian yang dikenakan pria tua ini agak bertolak belakang dengan pakaian yang di pakai oleh Shin atau kris seonsaengnim. Seperti baju shin seonsaeng  terlalu simple untuk seonsaengnim, apalagi untuk sekolah top seperti ini. Ia hanya mengenakan baju kameja putih dan yang lebih anehnya lagi adalah celananya, seperti aku pernah melihat entah dimana itu.  Lalu siapa pria tua ini?

Saat aku membalikkan badanku, namja-namja tadi beserta Shin seonsaeng alias kris hyung ( ini karena sehun memanggilnya begitu )  telah menghilang. Ya kemana mereka?

Mataku menemukan namja innocent itu sudah duduk di deret belakang bersama Xi Luhan bergabung dengan chanyeol dan namja yang satunya lagi. Lalu ku lihat shin atau kris seonsaeng juga telah duduk di belakang lebih tepatnya ia duduk di depan sehun. Di sampingnya ada si krystal itu. ini aneh, mana ada seorang seonsaeng duduk di situ. Lalu ia kini telah memakai seragam yang sama seperti aku dan lainnya. IA MEMAKAI SERAGAM????

“Bae Sooji, Kamu sudah ada di sini? Tadi bapak mencari mu kemana-mana. Ternyata kamu malah sudah ada di sini.”

“Maaf, tapi bapak siapa ya?” tanyaku mencoba mengkonfirmasi beribu dugaan yang ada di dalam otakku saat ini.

“Eh? Aku Shin seonsaengnim, aku wali kelasmu?”

What??? Aku hanya menganga mendengar jawaban dari pria tua itu lebih tepatnya wali kelasku yang asli.

Jika ada yang mengambil foto wajahku saat ini pasti aku kelihatan sangat konyol. Bagaimana tidak aku dengan mudahnya tertipu oleh 5 orang itu. Jadi begitu rupanya. Awas saja kalian.

“Bae Sooji, Mungkin Kamu bisa langsung Perkenalkan dirimu.” Ucap Shin Seonsaeng yang asli.

“Aniyo,Mereka semua sudah tahu namaku seonsaengnim.” Ucapku lantang dengan mata tertuju kepada kelima orang di belakang sana.

“Eh?”

 

TBC

Hahha.. gimana ceritanya? Aku harap sich lumayan bikin mata para readers tetap mau membaca ceritaku selanjutnya. Thanks ya untuk yang udah membacanya. Tetap dukung I LOVE YOU, MORE THAN I KNOW ya…annyeong (bow 900 )

Advertisements

39 thoughts on “[FF Freelance] I Love You, More Than I Know (Chapter 1)

  1. Koplak bgt sihbd kerjain gt wkwkwk
    okay.. ini cinta bersegi ya?

    Hmm br nyobain baca2 ff nih 🙂
    Salam kenal ya..

  2. Insomnia membuatku terdampar di blog ini.. 🙂
    Seruuu.. kampret sekampret2nya ide si kampret oh sehun ini.. hahahhaa
    Lanjut part 2 dulu ya.. 😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s