[FF Freelance] Don’t Look Me Like That!

20131225-041817

Tittle : Dont Look Me Like That!

Author : deeking(@divanovreza)

Cast: Choi JinRi (Sulli F(x)), Kim Jongin (Kai EXO)

Genre: Sad , Angst

Rating : PG-13

Length: Vignette

Summary : when I’ve started to like you, you’re lost somewhere, fade away and fade away

SulliPov
“Kembalianmu 2.000 (won) , tuan” ucapku ramah pada pengunjung cafe ini , lalu dijawab dengan anggukan serta senyuman oleh tuan didepanku ini , ia beralih lalu duduk di meja pengunjung,
“Ah, namja itu lagi” desisku pelan sambil menggigit bibir bawahku pelan , sudah 1 minggu berturut turut namja itu mengunjungi cafe ini bukankah suatu kebruntungan bagiku? , namun jawaban pastiku sama sekali tidak ia selalu melihatiku tajam dan itu sangat membuatku risih dan jijik aku sangat tidak nyaman dengan tatapan tajamnya yang selalu membuntutiku
Ia melangkahkan kakinya tegap namun teratur kearah kasir tempat dimana aku berdiri sekarang , pasti ia memesan yang biasa ia pesan , aku mengalihkan tatapanku kearah mesin pembuat kopi disampingku ini berniat menghindari tatapan tajamnya
“Bukankah tidak sopan , menghindari pengunjung yang akan memesan” ucapnya dengan suara beratnya yang otomatis membuatku sedikit ketakutan “mianhaeyo , kau memesan apa?” Ucapku sedikit bengis karena ulah yang dilakukannya setiap hari itu
“Mengapa kau bertanya bila kau sudah tau aku selalu memesan apa?” Ucapnya diiringi senyuman dinginny yang membuatku semakin jengkel
“Karena sudah kewajibanku menanyaimu tuan” ucapku pada namja dengan rambut hitam didepanmu ini
“Ck , ada saja jawabanmu” ucapnya sambil mengeluarkan dompet dari celananya lalu mengeluarkan uang seperlunya untuk membayar pesanannya ini , dan satu pertanyaan besar dariku untuk namja ini ia selalu memesan sandwich tanpa garam dan mango smoothies tanpa gula , jarang jarang sekali namja muda seperti itu menghindari bahan masakan seperti gula dan garam ia seperti pria paruh baya menurutku , “ini nomor pesananmu , aku akan mengantarnya untukmu” ucapku sambil mengambil papan kecil bertuliskan ‘Adore Coffee’ dan tulisan angka ’12′ besar dibawahnya
Ia tak menjawab lalu melangkahkan kakinya cepat kearah meja tepat didepanku
“Tuan , ini pesananmu” ucapku cepat sambil membungkuk sedikit sambil menurunkan satu persatu pesanannya , damn ia tetap menatapku dengan tatapan anehnya itu , lalu aku dengan segera membalik badan

—-
—–deekingstoryline—-
Authorpov
Sullipov
Sudah …Sudah kesabaranku sudah habis pada namja itu, hampir setiap hari ia datang ke cafe ini, bukankah bagus untukku ? , tetapi ini memang sangat menggangguku , ia selalu melihatku dengan tatapan tajamnya , memang hal kecil yang tidak perlu kutanggapi , namun semua hal yang kulakukan , segala gerak gerikku tertangkap olehnya , aku sangat tidak nyaman , dan ini adalah akhir dari kesabaranku
Aku melangkahkan kakiku pasti kearah meja tempat namja itu menatapku sambil menyeruput ‘caramel machiato’ pesanannya
“kau , mengapa selalu menatapku dengan tatapan tajam mu itu kau tau sangat menggangguku kan” tanyakku dengan penekanan nada agar terlihat lebih menakutkan
“Hmm.. nona choi sulli , kau mau tau alasannya?” Ucapnya dengan senyum evilnya yang membuat emosiku makin melunjak , tapi bagaimana ia mengetahui jelas namaku dan bahkan marga choi ku
“Bagaimana kau tahu namaku” ucapku masih dengan menatapnya tajam
“Itu” ucapnya sambil menunjuk name tag di dadaku , aigo bodohnya aku , aku lupa nametag ku terpampang jelas dengan nama ‘Choi Sulli’ itu
“Kau mau tau alasanku menatapmu tajam kan ?, ayo ikut aku” ucapnya sambil menarik lenganku kuat mengajakku ikut bersamanya
“Yaaa, omoo!! , lepaskan aku” teriakku meronta ronta , tapi sepertinya teriak’anku tidak membantu kekuatannya sangat keras , dan aku pasti tidak kuat melepaskan cangkramannya
Akupun digeret sampai pada belakang toko coffee itu , ia akhirnya melepaskan cengkramanku
“Apa yang kaukatakan bisa cepat ?, aku tidak punya waktu bicara dengan orang mesum sepertimu” ucapku sambil meninggikan suaraku agar ia sedikit lebih takut mungkin?
Lalu ia tersenyum tipis “Jinri-ya , kau tidak ingat aku ?, aku kim jongin”

Flashback on
Authorpov
“Jinri-ya , aku mencintaimu , kau mau jadi yeojachingu ?” Ucap namja dengan badan yang sangat tambun membawa bunga untuk menyatakan
Cintanya pada gadis cantik berambut hitam itu
“Mianhae jongin-a , kau tahu kan aku sudah mempunyai namjachingu , bukannya aku menolakmu , tapi kau menyatakannya disaat yang tidak tepat” ucap yeoja itu dengan wajah bersalahnya

Flashback Off
Authorpov
“Neoo,, kim jongin , kau sangat tampan sekarang dimana lemak mu yang tertimbun di perut ini” ucap yeoja yang masih dengan seragam baristanya menepuk nepuk pelan perut kim jongin
“Choi , sulli , aku sudah bukan kim jongin , namaku kai sekarang” ucap namja itu sambil mengacak pelan rambut sulli yang tergerai dengan anggun itu
“Wahh , kai-ah , kau bertambah tampan sekarang , aku sedikit takjub melihatmu” ucap yeoja itu sambil memperhatikan setiap inci namja didepannya itu
“Apa aku setampan itu” ucanya sambil menatap matahari yang bersinar terang tepat didepannya itu
“Aku boleh meminta sesuatu darimu sulli-a” lanjut namja bernama kai itu sambil menatap yeoja didepannya itu lekat
“Meminta apa kai?” ucap sulli dengan raut wajah bingung
“Tolong temani aku , aku meminta seluruh waktumu dalam 5hari ini kauberikan hanya padaku, akan kuberikan apapun untukmu adalkan kau mau menerima tawaranku ini” ucap kai sambil meraih tangan sulli , ia sedikit memohon pada sulli agar sulli bisa bermurah hati menerima tawaran yang menurut semua orang pasti agak tak lazim
“Neo micchoseo kim jongin , ya berpikirlah sedikit menggunakan otak” ucap sulli sambil menjitak pelan kepala namja didepannya yang langsung direspon dengan ringisan kesakitan oleh namja itu
“Kumohon , ini permintaan terakhirku” ucapnya sambil tetap bersujud tepat didepan sulli
Sulli hanya melihatnya malas , menurutnya itu permintaan gila yang pernah ia dengar “arraseo kim jongin aku akan menuruti permintaanmu, tapi bagaimana dengan perkerjaanku, itu tidak bisa ditinggalkan”
“Aku sudah mengurusnya sejak kemarin , aku sudah memberitahu manager park dan kau sudah kuijinkan untuk cuti” ucap namja itu
“Ahh , baguslah kalau begitu” ucap sulli dengan raut muka agak lega



—-
#oke ini mulai pov nya sulli semua ya


Sullipov
Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling taman didepan mataku ini
Ya , aku menunggu namja berambut hitam yang kemarin sudah menyuruhku menunggunya disini
Tiba tiba namja yang kutunggu itu sedang terengah engan berlari menuju ke arahku , sepertinya ia sangat kelelahan , air keringatnya keluar dari pelipis matanya dan semua tubuhnya , sesegera kukeluarkan air mineral yang barusan kubeli dari ahjussi penjual minuman tadi , sepertinya ia lebih membutuhkan minuman ini daripada aku
“Apa aku telat” ujarnya yang masih dengan nafas tersengal sengal
“Aneyo , tidak terlalu kai-ssi, ini minumlah , sepertinya kau lelah” ujarku sambil mengasihinya air mineral dingin yang sedari tadi kupegang ini
“Gomawo” ucapnya sambil mengacak rambutku pelan ,
“Kajja , kita pergi” lanjutnya sambil memegang tanganku tanda ingin mengajakku pergi , omo cengkramannya sungguh membuat hatiku berdebar aishh solma choi sulli
..
“Naiklah” ucapnya sambil membukakan pintu , mobil ini sepertinya bukan mobil kalangan bawah , sedan hitam dengan warna hitam mengilap , woah ia sudah menjadi namja keren sekarang
“Ne gomawo” ucapku lalu aku memasuki mobil itu , aku duduk didepan disebelahnya , mungkin bila orang awam biasa yang tak tahu mungkin mengira kita adalah pasangan yang sedang berkencan
“Kita akan kemana?” Tanyaku pada namja disebelahku yang sedang serius menyetir
“Kita akan ke taman di dekat sini” ucapnya lalu ia menoleh kearahku sambil menunjukan senyumnya padaku , ia sesekali berdehem pelan
..
“Woah indah sekali tulip marun itu” kagumku pada bunga tulip di depanku ini , sepertinya kai namja yang romantis , ia tahu betul yeoja suka taman dengan bunga indah , aku sedikit salut dengannya.
“Whoa ne kau benar , ayo kita berfoto” ucapnya yang lalu merogoh tas kecilnya yang sedari tadi ia jinjing , lalu ia mengeluarkan kamer polaroid berwarna coklat kayu ,
“Ha..dul..set , kimchi” ucapku dan ia berbarengan , lalu ia menekan tombol bundar kecil disebelah tempat flash kamera itu , lalu dengan perlahan hasil potretan kita berdua sudah rampung , selembar kertas persegi kecil keluar dari badan mungil kamera itu
Lalu ia menunjukkan hasil potretan tadi padaku omo , kita sangat romantis menurutku , dengan background hamparan lautan tulip pas dibelakang kami
“Jjinja ippo” ucapnya sambil memandang foto yang sedari taginia pegang
“Ini untukmu, anggap saja kenang kenangan dariku untukmu” lanjutnya sambil menyerahkan selembar foto tadi , ia menyerahkan kepadaku , aku hanya menganggap perkataanya biasa , hanya foto kami berdua , apa istimewanya?
Aku membuka resleting tas merahku dan menaruh selembar foto itu asal
“Gomawo kai-ah” ucapku sudah kewajiban bukan mengatakan terima kasih jika diberi sesuatu?aku hanya menjalakan kewajibanku sebagai penduduk taat peraturan mungkin?
lalu ia memberi sinyal mata padaku yang menurutku , ia menyuruhku mengikutinya ia berjalan pelan menyusuri bukit berbunga itu , namun kaki jenjangnya sama dengan berjalan cepat bagiku , lalu kuteguk sedikit minuman yang tadi kubeli di ahjussi penjual soda di belakang taman saat menunggu kai yang sedang singgah ke toilet
Lalu sepertinya kita sampai pada tujuan kita melangkah sedari tadi , ia menunjuk toko bunga dan mengajakku memasuki toko itu bersama
Tampak seorang ahjuma toko itu tersenyum manis kearah kami , aku hanya membalasnya dengan senyum cepat
“Ahjumma , aku mauseikat bunga ini” ucap namja didepanku sambil menunjuk bunga baby breath , tunggu , bukankah bunga baby breath adalah favorite ku?
“Kai-ah, untuk siapa bunga itu” tanyaku ingin tahu , mungkin saja untukku?, ya lumayan bisa kupajang di ruang tamu rumahku yang sepi
“Untukmu sulli-ssi” woah dewi fortuna sedang berpihak padaku kali ini asaa…! Benar bunga ituditujukan padaku , wait.. bagaimana ia tahu bunga favoriteku adalah baby breath ? Ah bukan pertanyaan penting yang harus kupertanyakan di otakku mungkin hanya kebetulan , banyak kan orang yang menyukai baby breath ?, think positive sulli
“Gomawoyo, kai-ssi” ucapku pada namja yang barusan menyerahkan bunga putih itu padaku , ia hanya membalasnya dengan mengacak pelan rambutku dan tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya

—-
—-
Sullipov
Yap, rutinitas baru seorang choi sulli , sekarang diriku tak perlu menunggu bis di halte dekat rumahku , tak perlu berdesak desakan didalam bis yang sehari harinya ku lalui
Kini aku sudah naik derajat mungkin(?) poor me that’s only 5day
Aku menunggu mobil sedan hitam yang biasa dikendarai kai untuk menjemputku ini sudah memasuki hari ke 3 kai menyewaku, mulai dari menjelajahi mall bersama hingga larut malam , mendatangi taman bermain dan bermain sepuasnya dan ibadah berasama di greja , aneh bukan? , yap kemarin kita baru saja mendatangi greja dimalam hari , kai berdoa hingga menangis , otomatis peristiwa kemarin malam tak bisa hilang dari ingatanku
Tiba tiba sinar silau kuning yang terpancar dari mobil sedan itu sudah menyinari batang hidungku , ah dia sudah sampai ucapku , mungkin aku agak senang ia datang bisa saja ia membohongiku dan tidak menjemputku, aku akan persis seperti yeoja gila penunggu halte cheongdamdong
lalu batang hidung namja yang sedari tadi kutunggu muncul dihadapanku namun ada yang aneh pasti setelah kutelusuri beberapa detik ia potong rambut , ia memangkas rambutnya sedikit cepak , ia mengingatkanku pada tetanggaku yang akan pergi wamil
“Bagaimana penampilanku ?” Tanyanya yang sedikit membuatku bingung jujur saja tampilan rambut barunya itu membuatnya tampak aneh, namun bila aku jujur ia pasti akan terluka , taakan ada orang yang mau diejek oleh yeoja
“Kau tampak keren” ucapku sambil mengangkat tangan dan merubah jariku berbentuk ok
“Masuklah sulli-ah” ucapnya sambil membukakan pintu mobil itu , seperti biasa aku duduk didepan disebelahnya lebih tepat disebelah kemudi supir
..
..
“Kita akan kepantai didekat sini” ucap namja disebelahku membuka pembicaraan setelah 10 menit hening menyelimuti mobil sedan hitam ini , sepertinya akan menyenangkan , aku sudah lama sekali tidak kepantai semenjak minho oppa kakak kandungku pindah ke amerika untuk sekolah disana
“Ne, pasti akan menyenangkan” ucapku antusias yang disahuti oleh acakan kecil yang ia berikan padaku , sudah kebiasaan baginya yang selalu mengacak pelan rambutku , bila ia tidak melakukannya mungkin ada sesuatu yang kurang
..
..
Setelah berdiam diri di mobil selama kurang lebih 1 jam akhirnya kami tiba di pantai bantaran laut luas biru dan burung burung kecil yang menghiasinya seperti akan menyuci mataku , sangat indah lalu dengan sesegera aku berlari kearah air laut dan bermain air disana
“Kau senang sulli-ah?” Tanya kai yang sedari tadi menata picnic pantai kita, aku masih terus bermain air disana kakiku masih terendam air laut yang dingin ini
“Kesinilah” ucap kai dengan senyumannya menyuruhku mendatangi selimut yang ia gunakan alas untuk kita berdua duduk menikmati keindahan pesona laut ini , wah ia sangat romantis
“Makanlah ini sulli-ah” ucapnya sambil menyodorkan sepotong semangka merah yang sepertinya menyegarkan itu , tanpa aba aba aku langsung mengambilnya dan melahapnya “whoa, jjinja masshita” ucapku lalu melanjutkan aktivitasku memakan semangka
..
..
Matahari hampir terbenaam , burung burung kecil sudah mulai berpulang ke rumahnya, sepertinya hanya aku dan kai manusia yang tersisa didepan bantaran laut indah ini
“Sulli-ssi, boleh aku bertanya” ucap namja disebelahku yang otomatis meembuatku bingung
“Ne , kau mau tanya apa” jawabku
“Apa kau dan chanyeol hyung masih berhubungan sebagai sepasang kekasih?” Ucapnya yang terdengar lucu di telingaku
“Ani aniya kai-ah , kami sudah lama tidak berhubungan”
“Oh begitu , apa kau tau , saat kau menolak pernyataan cintaku hatiku seperti teriris” ucapnya sambil menatapku lekat , apa ia masih mencintaiku ?
Lalu ia mendekatkan wajahnya ke wajahku yang staktis membuat ku bingung , taklama kemudian ia mengecup bibirku lembut , aku hanya kaget , aku hanya membulatkan mataku tak percaya


—–
Sullipov
Seperti apa yang diperintahkan kai 3 hari yang lalu ia menyuruhku mendatangi rumahnya , keluarganya tampak sangat sukses banyak mobil terpakir disana
Aku memencet bel rumah ini
Tidak menunggu waktu lama seorang ahjumma yang membukakan ku pintu
“Aku mencari kim jongin,apakah ada?” Ucapku masih dengan senyuman tulusku
“Kau choi sulli?, Kim Jongin sudah meninggal 2 hari yang lalu akibat stroke yang akut yang dideritanya” seperti disambar petir dan dipenggal kepalaku dengan perlahan , meninggal ?, kai meninggal?, solma mungkin ahjumma ini bercanda
“Jangan bercanda ahjumma” ucapku berusaha menghibur diriku sendiri
“Saya tak bercanda nona , tuan kim jongin menitipkan ini sebelum meninggal” ucapnya aku sesegera meraih surat itu dan membukanya

to : choi jinri^^
aku sudah tau kau pasti tak mempercayai apa yang dikatakan cho ahjumma padamu , tapi apa yang dikatakannya 100% benar kkk~ aku tak berniat menipu dan mempermainkanmu , tapi aku memang mempunyai penyakit kanker stadium akhir , menyedihkan bukan ?, ingat rambut cepakku?, itu karena efek kemotherapy yang kujalani , aku tahu rambut cepakku pasti aneh , dan kau masih ingat aku menagis sejadi jadinya di gereja?, itu karena aku sedih megapa tuhan memberikankj cobaan yang sangat besar , namun apadaya aku tak bisa merubah takdir spertinya aku mati muda? Kkk~ , aku mohon kau tak membuang surat ini , jujur saja aku sangat mencintaimu sejak pandangan pertama hmm kecupan di depan pantai itu ciuman pertama sekaligus terakhir untukku , aku harap kau tetap tersenyum dan tak menangis , aku sangat ingin melihat eyesmile mu dari surga kkk~ kusudahi dulu anyyeong^^

Membaca surat itu air mataku tak bisa kubendung lagi , tembok ketahananya runtuh aku menangis sejadi jadinya aku sangat sedih sekaligus shock
“Dimana kai dikubur?” Tanyaku pada ahjumma didepanku
“Ia sudah dijadikan abu dan abunya sudah disebar di laut dekat sini”
Aku menangis dan hampir pingsan



5years later

Sullipov
Aku menggandeng tangan namja yang sudah kunikahi bulan kemarin , namja itu tao , aku membawa seikat bunga mawar merah dan meletakkannya dipinggir pantai , memang sudah rutinitasku meletakkan bunga di tepi pantai tempat abu kai disebar ,
“Saengil chukkae kai, kuharap kau tenaang disana” ucapku dengan senyum tulusku , kuharap kau melihat senyumku ini kai –ah

I’m struggling to find you why I cannot find

I want to hear you , why I cannot hear

END

Eotthae? Bagus? Maaf ini kependekan dan mianhae jeongmal exostand kainya saya buat meninggal
Mian sad ending
Kuharap commentnya ya abis baca ff gaje ini

Makasib buat beatboxest posternya ^^

 

 

2 thoughts on “[FF Freelance] Don’t Look Me Like That!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s