[FF Freelance] Our Story (Part 7)

our story 2

Autor: @shinharafly3424

Length: chapter

Genre: romantic, sad

Disclaimer:

FF pertama semoga suka, sudah di publis di blog autor  http://shinhara3424.wordpress.com/

Cast:

– kwon yuri

– choi siwon

– lee donghae

– im yoona

Previous: Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5, Part 6,

DON’T COPY DON’T PASTE

°
°
°

SIDERS GO AWAY !!

 

“Yul…kau membuatku gila!”

~

Kini yoona sudah merasakan lumatan-lumatan bibir donghae yang bergerak diatas bibirnya. Dengan otomatis yoona membalasnya tanpa menunggu lama. Seolah ingin menuntaskan rasa rindu selama lima tahun tak bertemu. Donghae akhirnya menghentikan aksinya dan menjauhi wajahnya dari wajah yoona. Sontak yoona merasa bingung.

“Ak..aku tidak bisa..” Ucap donghae sambil mengalihkan wajah nya. Dia berjalan menjauhi yoona. Donghae memejamkan matanya, dia benar-benar bingung atas hatinya.

“Mak…sud mu?” Yoona tidak mengerti apa yang donghae ucapkan.

“Aku sudah mempunyai tunangan, dan aku tidak ingin menyakitinya!” Donghae menundukan wajahnya. Dia memikirkan apa yang dia lakukan dengan yoona beberapa detik yang lalu adalah penghianatan terhadap yuri.

“Aku tau itu. Yuri, kwon yuri adalah tunangan mu kan?” Yoona merasa hatinya sangat sakit, dia hanya ingin memiliki donghae seutuhnya, tapi donghae yang sekarang bukanlah donghae yang dulu, yang hanya mencintainya. Yoona mengepal kan kedua tangan nya seakan dia benci menyebut yuri sebagai ‘tunangan’ donghae.

Donghae menoleh ke arah yoona, bagaimana yoona tau, seingatnya semenjak dia bertemu dengan yoona lagi dia belum mengungkit soal yuri. Bahkan yoona belum pernah melihat dia dan yuri berduaan.

“K..au tau dari mana?”

“Dia yang bercerita dengan ku, aku tidak sengaja bertemu dengannya dikantormu, lalu dia bilang kau adalah tunangan nya” ucap yoona dengan lesu seakan dia tidak bisa mengucapkan kata “tunangan”.
“Apa kau mencintainya?” Yoona bertanya hanya untuk meyakinkan apakah posisinya sudah digantikan dengan seorang kwon yuri.

“Aku tidak tau” ucapan donghae tidak memberikan jawaban atas keraguan yoona. Lantas yoona pun menghampiri donghae yang berdiri tidak jauh darinya. Saat ini donghae bingung dengan perasaannya, apakah dia masih mencintai yoona atau dia sudah membuka hatinya untuk yuri. Yang jelas saat ini berdekatan dengan yoona membuat hatinya tenang.

Yoona menggenggam tangan donghae “biarkanlah berjalan dengan apa adanya. Biarkan semuanya terjadi dengan semestinya, cukup kita jalani dan rasakan. Jika kita memang ditakdirkan bersama, kita pasti akan bersatu” lalu dia menyandarkan kepalanya ke bahu donghae. Mereka sama-sama memejamkan mata, Keduanya menikmati hembusan angin yang menerpa kulit mereka. Mereka hanyut dengan perasaan mereka masing-masing. Sama-sama saling rindu, sama-sama takut kehilangan.

•••

Sinar lembut matahari masuk melalui celah-celah jendela kamar yang terlihat tradisional itu. Dan itu membuat Seorang gadis yang sedang tidur dengan nyenyaknya perlahan membuka matanya, siapa lagi kalau bukan yuri. Gadis itu semalaman tidak bisa tidur karena memikirkan hubungannya dengan lee donghae, tunangannya. Yuri melenguh kecil dan mengusap matanya. Lalu diamati sekitar ruangan itu dan melihat kesebelahnya, ternyata siwon sudah tidak ada di tempatnya. Tiba-tiba diluar kamarnya terdengar suara orang-orang yang sedang tertawa. Akhirnya yuri bangkit dari tidurnya dan bergegas menuju sumber suara.

Tepat diteras rumah yang sederhana ini siwon sedang membantu ahjuma untuk mengupas kentang. Yuri membuka pintu dan memberikan celah sedikit untuk dia mengintip apa yang dilakukan siwon didepan sana. Yuri menatap siwon yang tengah tertawa dengan ahjumma dan ahjussi. “Tampan” batin yuri berkata bahwa siwon sangat tampan saat tersenyum.
Lalu dia tersenyum sendiri sambil berfikir, ternyata seorang choi siwon yang playboy, yang tingkat kepercayaan dirinya tinggi itu bisa juga bergaul dengan orang-orang seperti ahjumma dan ahjussi.

“Yuri-ah sedang apa kau disitu?” Panggil ahjuma. Yuri yang saat itu tengah asik memandangi siwon tiba-tiba dikejutkan dengan suara ahjumma. “Cepat kesini sayang, gabunglah bersama kami” ahjuma melambaikan tangannya untuk memanggil yuri.

“Eoh, ah~ ak-ku…” Ucap yuri sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali. Dia malu kalau sampai ketauan sedang mengintip dan memandangi siwon.

“Kenapa wajahmu, seperti seorang gadis yang ketauan sedang mengintip” ‘tepat sasaran’ ucapan siwon membuat yuri menelan ludahnya. “Kau tau ini jam berapa? Kau tidur seperti mayat, tidakah malu kau dengan ahjuma. Ini sudah siang, kau memalukan tch” cibir siwon, karena yuri memang tidak seperti wanita pada umumnya yang bangun tepat waktu, yuri wanita ceroboh.

“Ini gara-gara kau oppa, kenapa tidak membangunkan ku huuhh” jawab yuri yang langsung mendudukan dirinya disamping siwon. Lalu dia mengalihkan pandangannya dari siwon.
“Kalian sedang apa?” Tanya yuri yang penasaran dengan benda-benda yang berada didepannya saat ini

“Ah~ kami ingin membuat sarapan, pasti kau laparkan” sahut ahjuma

“Biar ku bantu ahjumma” pinta yuri kepada ahjuma. “Bolehkah aku yang memasaknya ahjuma?” Pinta yuri dengan antusias. Semenjak belajar masak dengan eomonim yuri jadi senang memasak, walaupun masakannya tidak seenak koki-koki di restoran, setidaknya masakan yuri masih bisa dimakan dan tidak menimbulkan efek samping.

“Kau boleh memasaknya” aura wajah yuri berubah berbinar-binar karena dia dibolehkan memasak.

“Mwo~ jangan ahjumma, dia tidak bisa memasak, terakhir kali aku memakan masakannya, perutku sakit sekali, kalau pun masakan itu jadi, pasti makanannya akan hitam semua karna gosong” siwon meledek yuri dan langsung mendapat tatapan sinis dari yuri.

“Apa kau bilang, hei itu dulu beberapa tahun yang lalu, sekarang aku sudah menjadi seorang wanita” yuri membela dirinya.

“Benarkah? Hei tapi aku tak percaya kalau makanan mu akan enak” siwon tetap saja mencela yuri. Karena siwon dulu pernah memakan masakan yuri saat yuri berkunjung ke amerika untuk menjenguk donghae, mereka bertemu disana untuk makan malam, dan yuri memasak. Tapi hasil masakan yuri tidak seperti yang diharapkan. Mereka berdua malah terkena diare.

“Mwo.. Aku sudah belajar memasak dari eommonim, jadi kau tenang saja, pasti masakan ku akan sangat lezat. Dan kau tidak boleh memakannya” yuri yang sedikit kesal karena dari tadi siwon selalu meledeknya.

Ahjumma yang melihat mereka hanya tertawa. Karena menurutnya mana ada suami istri yang bertengkar meributkan masakan didepan orang lain, ahjumma memang tau nya mereka pasangan suami istri.
“Sudah-sudah, kalian memang pasangan yang aneh. Ayo yuri-ah kita memasak, masakannya tidak akan selesai kalau kalian bertengkar terus”. Ucap ahjumma untuk melerai pertengkaran kecil mereka.

“Oke, kajja ahjumma!”

Yuri menjulurkan lidahnya kearah siwon. Terlalu kekanak-kanakan fikir siwon. Bagaimana mungkin gadis yang masih terlihat seperti anak-anak itu sudah bertunangan dan mempunyai kisah hidup percintaan yang rumit.

~

Setelah sarapan mereka berdua pamit untuk kembali ke hotel. Karena bagaimanapun yuri tetap harus bertemu dengan donghae, dia tidak bisa menghindari masalah ini. Dan dia harus berbicara baik-baik dengan donghae.
Yuri dan siwon berjalan beriringan sambil melihat-lihat pemandangan yang masih asri. Mereka berdua terdiam sepanjangan jalan. Tapi tiba-tiba yuri memanggil siwon.

“Oppa..”

“Ne?” Jawab siwon yang langsung mengalihkan pandangannya kearah yuri.

“Apa yang harus aku lakukan?” Pertanyaan yuri yang terdengar sedikit bergetar ditelinganya.

“Eoh?” Siwon tidak mengerti maksud dari pertanyaan yuri.

“Apa yang harus ku lakukan untuk mengakhiri ini semua?” Suara yuri semakin bergetar.

“Entahlah, aku juga bingung jika berada di posisi mu” bukan ini jawaban siwon yang dibutuhkan yuri
“Aku hanya ingin memberimu saran” yuri tiba-tiba menghentikan kakinya yang melangkah. Dan yuri mengalihkan pandangannya ke arah siwon. Dengan wajah yang sangat penasaran.
“Dengarkan aku baik-baik”

“Ne!” Ucap yuri tegas

“Kau~ harus membiarkan mereka menyelesaikan masalah mereka, aku rasa mereka hanya terjebak dalam kenangan masa lalu. Kau harus percaya, jika memang kau dengan donghae ditakdirkan bersama, kalian akan kembali bersama. Tapi~ jika donghae memang lebih memilih bersama yoona, berarti kalian memang ditakdirkan tidak untuk bersama” yuri menundukan kepalanya, fikirnya apakah iya dia bisa merelakan donghae, apakah ini akhirnya? Lalu siwon memegang pundak yuri. Mencoba mencari mata yuri untuk meyakinkannya.
“Kau- bisa mendapatkan yang lebih baik” ucap siwon meyakinkan yuri.

Yuri menatap mata siwon untuk meyakinkan dirinya. “Haruskah oppa?”

“Hmm” siwon mengangguk

“Baiklah” ucap yuri yakin akan keputusannya. Mungkin ini saatnya untuk yuri melupakan cintanya dengan donghae, ya kenapa tidak, selama ini hanya yuri yang memiliki cinta, tapi dia tidak pernah tau apakah donghae mencintainya. Yuri memejamkan matanya dan tanpa terasa bulir air mata itu meluncur dengan bebas.

“Kau akan terlihat sangat jelek jika menangis” siwon menghapus air mata yuri dengan kedua ibu jarinya. “Kajja” ajak siwon sambil menggandeng tangan yuri. Lalu yuri menoleh kearah siwon, diperhatikannya wajah siwon dari samping

“Oppa gomawo, aku tidak menyangka playboy seperti dirimu sangat handal dalam hal putus cinta hehe” yuri tertawa puas.

“Tch disaat seperti ini saja kau masih bisa tertawa. Ku rasa kau memiliki gangguan” sekarang siwon yang meledek yuri.

“Semenjak mengenalmu aku jadi seperti ini oppa, sepertinya penyakit jiwa mu itu sudah menular dengan ku hahaha” yuri semakin tertawa

“Hahah” siwon pun ikut tertawa, mereka berjalan menuju hotel dengan melempar lelucon masing-masing.

•••

Dilain tempat donghae terus saja mondar mandir tidak jelas didepan gedung hotel bintang lima ini. Dia terus mengkhawatirkan tunangannya yang tidak pulang tadi malam.

“Hae-ah, apa yuri belum juga pulang?” Tanya yoona yang berdiri dibelakangnya dan menghampiri donghae.

“Eoh.. Kau..” Donghae menoleh ke arah yoona lalu menggelangkan kepalanya. “Belum”

“Dia akan baik-baik saja, kau tenanglah” ucap yoona dengan mengelus pundak donghae untuk menenangkan dia.

“Oppa…” Terdengar suara seorang gadis yang mengalihkan pandangan mereka berdua.

“Yul.. Akhirnya kau pulang juga, aku mengkhawatirkan mu” ucap donghae dengan wajah cemasnya. Yuri yang melihat donghae dan yoona berdua seperti saat ini langsung mengepalkan kedua tangannya karena dia jadi mengingat peristiwa yang sangat menyakitkan hatinya. Siwon yang melihat bahwa yuri sudah tidak bisa menahan emosinya, saat itu juga dia langsung menghampiri yuri dan merangkul pundaknya, untuk menenangkan yuri.

“Hei kami kemarin hanya bermain ke Kampung Seongeup, disebrang pulau sana. Tapi karena hujan deras jadi kami tidak bisa pulang, mianhae hehe” ujar siwon sambil menggaruk belakang kepalanya.

“Oh yoona-ssi, kau disini bersama donghae oppa sedang apa?” Ucap yuri dengan Senyum sinis.

“Ahh~ aku tidak sengaja melihat sangjanim berdiri didepan sini, lalu aku menghampirinya” ucap yoona gugup

“Benarkah?” Terlihat raut wajah yuri yang semakin tidak senang. Siwon yang melihat itu akhirnya memecah suasana yang mencekam bagaikan di neraka.

“Oke.. Oke yongie sebaiknya kita kedalam saja” siwon lalu menarik lengan yoona untuk berjalan bersamanya meninggalkan yuri dan donghae.

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya donghae yang melihat raut wajah yuri berubah sinis.

“Menurutmu? Apa aku terlihat baik-baik saja” lalu yuri masuk kedalam hotel meninggalkan donghae. Donghae pun merasa bingung dengan sikap yuri yang tiba-tiba berubah dalam sehari.

~

“Yoona-ssi, apa kau baik-baik saja?” Siwon berfikir yoona akan merasa sakit karena melihat yuri dan donghae, yang notabennya donghae adalah pria yang yoona cintai.

“Hei memangnya aku kenapa? Kau ada-ada saja haha” yoona menjawab dengan tawanya

“Eoh, apa hubungan kalian sudah membaik?” Siwon bertanya hanya untuk memastikan. Sebenarnya siwon sudah mengetahuinya saat melihat mereka berciuman.

“Hmm, dan kurasa sekarang aku adalah simpanannya” yoona tersenyum miris sambil memasuki ruangannya.

Siwon merasa kecewa saat mendengar yoona berbicara seperti itu, entahlah dia kecewa karena apa, karena merasa yuri dikhianati atau karena…dia mulai mencintai yoona?

Siwon terdiam dan hanya bisa melihat punggung yoona dari belakang, entahlah dia tidak bisa melakukan apapun saat ini.
“Semoga tidak ada pihak yang dikecewakan. Karena kurasa ini adalah awalnya”

~

Tibanya dikamar, yuri langsung menghempaskan tubuhnya diatas ranjang yang empuk, berbeda dengan tempat tidur yang semalam dia tiduri. Tiba-tiba donghae masuk dengan banyak pertanyaan atas sikap yuri.

“Kau kenapa? Euh, kenapa kau tiba-tiba marah padaku seperti ini?” Ucap donghae dengan meninggikan suaranya.
“Katakan kau kemarin kemana? Dengan siapa? Dan untuk apa?” Ucap donghae tanpa memberi jeda untuk yuri menjawabnya. Yuri bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju kearah donghae. Saat ini perasaan yuri sedang hancur dan ditambah dengan donghae yang memarahinya. Harusnya dia yang marah karena telah dikhianati oleh donghae, kenapa donghae tidak berkata jujur kalau dia dan yoona pernah menjalin hubungan.

“Harusnya kau bertanya pada dirimu apa yang membuat ku seperti ini kepada mu” tanpa terasa air mata yang sudah ditahannya keluar dari mata indahnya.

“Maksudmu apa?” Jawab donghae khawatir yang melihat yuri menangis.

“Aku tau oppa, aku tau semuanya” ucap yuri semakin terisak.
“Kau.. Dan yoona pernah menjalin hubungan. Dan yoona adalah perempuan itu, perempuan yang membuatmu tidak bisa melihat aku” lanjutnya dengan lirih, dia sangat sakit, bukan fisiknya, tapi hatinya sangat sakit saat ini.

“Dari mana kau tau…”

“Tidak penting dari mana aku tau, tapi kenapa kau tidak pernah menceritakan kepadaku bahwa dia telah hadir lagi di kehidupan mu oppa!” Perlahan yuri mundur dari hadapan donghae. Dia menundukan kepalanya agar donghae tidak melihat air matanya
“Kenapa aku harus mengetahuinya, aku ingin sekali berpura-pura tidak tau. Tapi itu semakin membuatku sakit oppa!”

Donghae tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya bingung apa yang harus dia lakukan saat ini. Haruskah dia menyakiti yuri yang sudah bertahan selama lima tahun untuk berada disisi nya? Donghae tidak boleh egois. Dia juga harus memikirkan perasaan yuri, tapi dilain sisi dia juga tidak bisa melihat yoona menderita. Saat ini pikirannya sangat kalut.

“Apa kau ingin mengakhiri hubungan kita oppa?” Tanya yuri lirih dengan menatap wajah donghae

“Yul.. Ku mohon hentikan, aku tidak mungkin…” Jawaban donghae tiba-tiba terpotong oleh ucapan yuri.

“Kau tidak mungkin mengecewakan eommonim bukan?”
“Tch kau terlalu naif oppa” Ucap yuri sinis.

“Apa kau masih mencintainya oppa?”

“Hentikan yul, aku tidak akan menjawabnya” ucap donghae mengalihkan pandangannya

“Aku tidak akan melepaskan mu oppa, apapun itu yang akan terjadi!”

 

-To Be Continue-

 

DON’T BE SILENT READERS

 

13 thoughts on “[FF Freelance] Our Story (Part 7)

  1. Makin seru aja nich… tapi pendek banget thor… hehehe. Semoga Yoona menerima cinta Wonpa… biarin Donghae melupakan cinta masa lalunya. Donghae sama Yuri aja…

  2. Pendek bnget thor, tpi gapapa deh tetep suka, kok ga adil bnget thor masa 2″ nya suka yoona/?😦 trus yuri ama siapa? Ditunggu klanjutan nya yaa, klo bsa lebih panjang

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s