[FF Freelance] Performance

Tiffany+Wallpaper+Black+Soshi

Title                 : Performance

Author             : Quorralicious

Length             : Ficlet

Rating             : –

Genre              : Horror, Thriller, Romance

Main Cast        :

  • Seohyun as keyboard player
  • Sehun as bassis
  • Tiffany as vocal
  • Suho as drummer
  • Kris as guitarist
  • Taeyeon as judge

Pairing             : Tiffany Suho, SuFanny

Quote              :

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

A.N                 : FF bergenre Horror Romance pertamaku, jika kalian menyukainya tolong tinggalkan koment agar semakin memotivasiku. Saranghae~

 

Tiffany POV

“Kalian! Mau sampai kapan kalian makan?, cepatlah makannya jebaaal, kita hanya mempunyai 30 menit lagi untuk performance kalau kalian makannya lambat seperti ini kita takkan bisa latihan dulu!” omel Kris sambil menyiapkan peralatan band kami. Yup, dia adalah guitarist kami yang super duper cerewet, Band kami baru dibentuk 3 bulan yang lalu dari hasil becandaan kami di cafe saat itu. Kris sebagai guitarist juga mempunyai tanggungjawab sebagai leader kami, karena itulah dia menjadi super duper cerewet, Suho sebagai penabuh drum kami, Sehun sebagai pemain Bass kami, Seohyun sebagai pemain keyboard dan aku sebagai vocal Saat ini kami sedang berada di ruang tunggu performance, karena waktu latihan kami yang padat kami baru bisa makan siang saat hari sudah sore dan tebakk, baru juga 3 suapan mereka makan Kris sudah ngomel lagi, errrrghhh… santai aja sih, toh panggungnya kan Cuma 5 menit dari waiting room ini, keluhku dalam hati.

“Tuhkan, benar apa kataku, tidak ada waktu latihan lagi, ayo kita langsung bersiap saja mendekati panggung,” keluh Kris sambil ngomel-ngomel menuju ke arah panggung, kami hanya bisa mengikuti langkahnya menuju panggung. Suara dari alat musik kami satu per satu mulai mengalun indah, akupun mengikuti alunan itu dan bernyanyi, yaah menurutku itu bagus, haha.. penontonpun terlihat menyukainya. Saat aku menyanyi ditengah-tengah performance aku melihat sesuatu yang absurd bayangan hitam sedang menyeringai memandangku, akupun berpura-pura tak melihatnya dan tetap menyanyi sambil tersenyum canggung menghadap ke belakang ke teman-teman bandku yang sedang memainkan alat musik. Lambat laun, aura yang berada disekitarkupun semakin  berat, ada banyak kabut yang mengelilingiku, akupun ketakutan, disela-sela nyanyianku kucoba untuk memanggil Kris oppa.”Oppa,” kataku pelan, tetapi dia begitu antusias memainkan gitarnya, dasaar guitaris genius sok, ujarku dalam hati, tangan dan kakiku mulai gemetaran menahan hawa dingin yang dibawa oleh kabut itu, kabut itu bukanlah kabut biasa yang sengaja para staf baw untuk performance, kali itu aku sangat yakin sekali sepertinya kabut itu mengikuti kemanapun aku pergi, kucoba memanggil Seohyun saat aku mendekati keyboardnya tetapi Seohyun seakan tidak mengindahkanku, akupun sedikit berlari kearah belakang ke sekitar drum ditabuhkan aku memanggil namchingku Suho oppa,”Oppa,” seruku sedikit cepat karena aku takut penonton menyadari performanceku yang semakin semrawut dalam bernyanyi tetapi reaksinya sama saja, dia sama sekali tidak bergeming dan tetap menabuh drum meski dengan wajah yang terlihat sedih dan senyumnya terlihat dipaksakan, ada apa ini? Aku sungguh takut melihat bayangan itu, dia semakin mendekatiku, seperti menunggu sesuatu jawaban dariku tetapi bukannya mengerti akan hal itu aku hanya tetap menyanyi dan pura-pura tak melihatnya , sementara usahaku memanggil teman-temanku gagal tubuhkupun semakin menggigil tak karuan, performance kami sudah hampir mencapai akhir, lalu.. selesailah sudah.

Aku mengikuti teman-temanku ke arah waiting room, mereka mengobrol satu sama lain mengenai performance mereka ataupun rasa gugup mereka, ahh.. iya sepertinya mereka sangat gugup sehingga tidak mendengar panggilanku tadi, ujarku. Kulihat Suho oppa hanya diam, dia terlihat sangat sedih, akupun mencoba memanggilnya kembali,”Suho oppa,”seruku, aku sangat yakin suaraku pasti terdengar olehnya karena tidak ada lagi suara sound system yang sangat keras, tetapi tetap saja dia tidak menyahut, tiba-tiba dia menyebut namaku,”Tiffany ah..” uajrnya lirih dengan mata yang sendu dan mulai berkaca-kaca, mendengar namaku disebutnya, mereka semua ikut terdiam..”Mianhae oppa,,kita tak ada waktu dan jalan lain selain menggunakan suaranya yang direkam,” ujar Seohyun,”Iya hyung, juri pun sudah mengijinkan kami menggunakannya karena dia juga menghormati mendiang Tiffany, juri Taeyeon itu kenalan  Tiffany.” Kata Sehun, Sebentar !! teriakku, maksud kalian apa?  Menggunakan rekaman? Bukankah dari tadi aku juga ikut menyanyi dengan kalian??? Kalian sedang bercanda ya? Itu tidak lucu! Kataku sambil berjalan menuju pintu keluar, lalu sebelum aku mencapai pintu keluar kemudian aku mendengar Kris berujar,”Sudahlah teman-teman Tiffany kan sudah meninggal dunia, dia sudah tiada di dunia ini janganlah kalian mengungkit hal ini, kasian dia di surga nanti tidak akan tenang arwahnya.” Mendengar hal itu akupun terkejut, aku mencoba menerka dan memikirkan apayang sebenarnya terjadi padaku akupun mencoba mengingatnya, lalu tiba-tiba sekelebat memorikupun datang, bagaikan putaran film yang sedang mengkisahkan diriku sendiri,

 

Aku sedang berlatih menyanyi sendirian di studio tempat biasa kami latihan, saat itu aku berusaha mengejar ketertinggalanku dalam berlatih untuk kompetisi band minggu depan. Kemarin lusa aku  tidak bisa mengikuti latihan karena aku diminta oleh dosen pembimbingku untuk mendatangi rumahnya dan bimbingan disana sampai malam hari, hingga aku baru bisa hari ini untuk latihan lagi. Hari menjadi sore tak terasa olehku, penata musik bandku yakni Lay oppa sudah pulang lebih dulu karena istrinya akan melahirkan. Saat aku sedang menyanyikan lagu keduaku yang hampir mendekati sempurna, ~ Ooh~ I’m in love Ooh~ I’m fall in love duryeobjin andeyo geudaewa hamgge ramyeon sesangeun neomu areum dabjyo…. Drtt,drtt,, hapeku bergetar, kulihat ada pesan masuk dari Suho oppa dan beberapa missed call yang baru kusadari, sama, missed call itu juga dari Suho oppa, akupun menelpon baloik dirinya,”Yeoboseyo..” terdengar jawaban dari seberang sana,”Ne, oppa, ada apa kau menelponku hingga 3 kali missed call?”tanyaku,”Kamu sedang dimana sayang? Aku mengkhawatirkanmu..”kata Suho, “Aku sedang di ruangan studio opppa, mempersiapkan diri untuk kompetisi minggu depan,”jawabku sambil meminum Taro bubble tea kesukaanku, tanpa kusadari air dari es yang mencair dari botol minuman itu tumpah ke lubang listrik distudioku,”Ya sudah, kalau begitu aku akan menjemputmu sebentar lagi, aku menuju kesana ya sekarang, keutneo.” Katanya sambil menutup sambungan telpon, Aku yang sedang menyanyi tidak menyadari bahwa air yang tumpah tadi itu menyebabkan konslet listriku dan memicu api untuk muncul dan menjalar, asap mulai mengepul dimana-mana, dalam beberapa menit saja aku sudah mulai terkepung oleh api, disekelilingku api, dan tidak ada seorangpun yang bisa kumintai tolong, orang-orang telah pulang kerumahnya masing-maisng,,”Tooolongggg,,toloong,” aku berteriak semampuku meski aliran nafasku semakin tak karuan karena oksigen yang masuk sudah semakin menipis,,,”Suhoo oppa, tolonggg,, dadaku sakit,,,” ujarku sambil memegang dadaku yang sesak nafas, akupun pingsan.

Aku mengingatnya baru sebagian, tetapi bayangan itu muncul lagi, dia menatapku seakan memberikan memoriku yang hilang, memoriku muncul lagi dan terbayang dalam pikiranku,

 

“Tiffany…ahhh”, teriak Suho oppa yang saat itu datang memasuki gedung yang sudah dikepung oleh barisan api, akupun tersadar dalam beberapa detik aku melihat tetesan air matanya, piluuu sekali aku melihatnya seakan-akan ingin menghapus air  matanya..Dia memegangiku sambil mencoba memangkuku, sebelumnya dia memegang pergelangan tanganku memastikan detak jantung di nadiku masih berdegup, tetapi sepertinya tidak, karena aku seakan melihat dari jauh dia menangis sejadinya stelah dia memeriksa tanganku dan tetap memangku aku keluar..

 

Rupanya aku telah meninggal… aku baru menyadarinya dan tak terasa airmatakupun jatuh..”Maafkan aku oppa, telah meninggalkanmu lebih dulu, aku mencintaimu, jaga baik-baik dirimu sendiri ya..” tiba-tiba cahaya putih keluar dari tubuhku, tubuhku pun seakan melayang kelangit dan tubuhkupun menghilang, dia ,. Bayangan hitam itu adalah malaikat maut yang menjemputku, arwahku yang tidak kunjung menyadari bahwa aku telah meninggal. Sementara itu, Suho yang sedang bersedih terasa mendengar suara Tiffany, ya dia sangat yakin akan suara itu, suara itu adalah suara Tiffany, ..”Maafkan aku oppa, telah meninggalkanmu lebih dulu, aku mencintaimu, jaga baik-baik dirimu sendiri ya..”

 

4 thoughts on “[FF Freelance] Performance

  1. woah~ pantes dipanggung gak ada yg nyautin tiffany, juga nggak ada yg protes waktu tiffany penampilannya mulai berantakan, ternyata..
    keren. nice ff

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s