Gone [Chap2]

Gone Teaser (3)

 

Tittle: Gone
Genre : Sad Romance
Type : Chaptered
Author : Park Mi-Rin
Poster : Mi-nji Art
Main Cast : Park Jiyeon “Jiyeon T-ara” , Kim Min-Seok “Xiumin Exo” , Henry Lau “Henry Super Junior”
Support Cast : Find yourself
Backsong : Exo – Don’t Go
selengkapnya _ Chap 1

*Prev*
Jiyeon yang tengah duduk di lantai terlihat meraba-raba sesuatu pada lantai. Mata Xiumin tak berkedip melihat hal itu. Permen miliknya tengah berhamburan di lantai. Xiumin menampakkan wajah aneh ketika melihat Jiyeon yang bereksperi datar tak kunjung menyentuh permen itu dan malah menyentuh ke arah lain.

“sekertaris Yoon, apa gadis itu..”
“ye?”
“apa dia tak bisa melihat apapun?”Tanya Xiumin yang mengayunkan tangannya sendiri di depan mukanya.
“Tuan muda, jangan..”

*chap 2*

“benarkah?”
“daebak… Dia bahkan terlihat bersikap seperti wanita normal.”
“Tuan Muda..”
“pelankan suaramu.. Dia bisa mendengar kita..” Omel Xiumin. “sekertris Yoon, pergila”
“Ye?”
“Jika selesai aku akan menelpon untuk menjemputku, palli.”
“Tapi..”
“Sekertaris Yoon..” Ucap Xiumin merebahkan tubuhnya kembali ke sofa dan menampakkan wajah kesalnya pada sekertris Yoon.

Sekertaris Yoon berlalu, Xiumin mengintip ke arah pintu dan sekertaris Yoon sudah pergi. Xiumin bangkit perlahan berjalan menghampiri Jiyeon yang masih seperti tadi berusaha mengumpulkan permen yang terjatuh. Jiyeon merasakan ada yang mendekat padanya, dan dia pun mengalihkan pandangannya ke orang tersebut.

“Gwenchana~?”Tanya Xiumin.
“ah? Nde, Gwenchana~”

Xiumin menjongkok dan membantu Jiyeon memasukan permen-permen itu ke dalam botolnya. Setelah selesai Xiumin membantu Jiyeon untuk bangkit meskipun awalnya Jiyeon terlihat menolak.

“kamsa hamnida..”
“okh..”
“duduklah” Pinta Xiumin yang sekarang tengah duduk di depan piano. “kesinilah..” sambung Xiumin menarik perlahan Jiyeon. “Mianhae~”
“Mwo?”
“Soal kemarin..”
Jiyeon mulai diam.
“aku takkan membahasnya lagi.” Ucap Xiumin mengalihkan pembicaraan ketika melihat ekspresi Jiyeon yang berubah dingin.

Xiumin menekan tuts sesuai yang tertulis di buku lagu. Jiyeon terhenyak mendengar nada-nada itu. Jiyeon bahkan menutup matanya menikmati lantunan lagu yang dimainkan oleh Xiumin. Xiumin melukiskan senyumnya ketika melihat wajah Jiyeon yang begitu terlihat tenang.

Jiyeon membuka matanya ketika nada itu tak terdengar lagi. Terdengar langkah kaki yang mendekat ke Jiyeon.

“Kau memainkannya?” Tanya Henry.
“..” Tak ada Jawaban apapun dari Jiyeon.
“Aku tau kau bisa. Ku mohon jangan hanya karna kejadian itu kau melepaskan impianmu..”
“aku tak ingin membahasnya sekarang..”
“jika kau lebih nyaman tanpaku, aku akan pergi.. Bermainlah..” Ucap Henry lalu pergi dengan wajah yang terlihat lusuh.

Sementara Xiumin yang bersembunyi di balik piano. Setelah mendengar langkah kaki henry menjauh Xiumin menampakkan wajahnya sambil terus tersenyum pada Jiyeon. Jiyeon terlihat tersenyum.

“Ahh kepalaku..” Keluh Xiumin yang tak sengaja menghantukkan kepalanya saat bersembunyi dari Henry.

Jiyeon kembali tersenyum. Xiumin terhenyak menatap senyum manis gadis itu. Tangannya ia bentangkan diatas piano yang datar memandangi wajah gadis itu.

“Gwenchana~?” Tanya Jiyeon.

Xiumin kembali terhenyak atas pertanyaan Jiyeon.

“ibayo.. Gwenchana~?” Lamunan Xiumin buyar, wajah memerah karna kedapatan memerhatikan wajah gadis itu.
“Okh.. Gwenchana~” Ucap Xiumin yang menebar senyum. “kau tak bisa melihatku..mungkin karna itu aku berani memandangimu..”Batin Xiumin yang sejak tadi tak melepaskan senyumannya.

Jantung Xiumin berpacuh kencang, Ia merasa ini adalah pertama kalinya terjadi. Jiyeon terlihat berbalik ke arah wajah Xiumin. Dengan sigap Xiumin berbalik malu menganggap Jiyeon sekarang tengah menangkap basahnya sedang memandanginya. Xiumin tertunduk malu.

Jiyeon mengulurkan botol permen pada Xiumin. “ini milikmu?”
“eoh?” Ucap Xiumin memandangi botol yang tak asing lagi. “Nde, itu milikku.” Ucap Xiumin mengambilnya dari Jiyeon.
“Kurasa kau baru kesini?”
“eoh, sekitar beberapa bulan lalu.”
“sudah kuduga..”
“Ye?”
“aneh bukan karna ku tak..”
“anyi.. Mungkin karna kau lebih dulu ke rumah ini..”potong Xiumin yang tak mau Jiyeon merendahkan dirinya dengan kekurangannya.
Jiyeon tertunduk dengan ekspresi menyedihkan.
“kau mau mencobanya?” Xiumin membuka botol permen itu. “akh..” Pinta Xiumin agar Jiyeon membuka mulutnya. “akh..”
Jiyeon membuka mulutnya dan menerima permen dari Xiumin.
“Manis bukan?” Xiumin memandangi tangannya yang terdapat bekas lipstik Jiyeon melekat disana.

Xiumin tersenyum lagi. Hatinya semakin berdebar-debar memandang Jiyeon yang mulai tersenyum kembali. Tapi kali ini senyum gadis itu terlihat berbeda.

“ini manis.. Aku suka yang manis..” Ucap Jiyeon.
“Nadoo..”Ucap Xiumin perlahan terus menatap wajah Jiyeon bergantian dengan telunjuk jarinya. “kau juga begitu manis..”Batin Xiumin.
“benarkah?”
“okh..” Xiumin mengangguk pasti. “kau mau aku melanjutkan lagu tadi?”
“hm..”

Xiumin pun mulai kembali memainkan lagu yang pertama ia mainkan tadi. Ia tampak begitu bahagia menekan tuts demi tus piano secara bergantian. Tak jauh dari sana tepatnya di depan pintu henry berdiri memandangi mereka bergantian.

“Sejak bertemu lagi, ini pertama kalinya aku melihatmu tersenyum..”Ucap Henry tak berkedip menatap Jiyeon. “adikku kau juga tersenyum begitu berbeda.” Ucap henry memutuskan meninggalkan mereka berdua.

***

Sudah hampir sejam mereka bersama. Jiyeon merabah jam tangannya. Jam yang tanpa kaca yang di rancang oleh Ibunya sendiri. Xiumin tersenyum lagi melihat gadis manis itu.

“Kau harus pulang?” Tanya Xiumin.
Jiyeon mengangguk.
“Dengarkan satu lagu lagi. Eoh?”
“Hanya satu? Baiklah”

Jiyeon kembali duduk, setelah sebelumnya Ia sempat berdiri dan bersiap untuk pulang. Xiumin mulai memainkan nada-nada itu menjadi sebuah irama yang cukup menyenangkan. Mata Jiyeon terbuka setelah tengah lagu Xiumin terdengar membuat kesalahan.

Xiumin terlihat mulai memindahkan tangan kirinya ke dadanya. Ekspresi wajahnya menampakkan ia tengah kesakitan. Sementara tangan kanannya berusaha menyeimbangkan permainan musiknya. Tapi gagal, nadanya terdengar begitu sumbang.

“Waegeoreu?” Tanya Jiyeon terlihat panik.
“Eoh?” Nafas Xiumin terdengar tidak stabil.

*bersambung*

Prev Next Chap ^^
“Biasanya Jika muncul rasanya lebih sakit dari ini, tapi kenapa tadi..? Ahh molla.. Apa reaksi obat belakangan ini membaik?”

“Waeyo? Kenapa dia terlihat begitu membenci piano? Lalu kenapa tadi dia begitu menikmati saat aku memainkan lagu ini?” Ucap Xiumin meraih buku lagu.
“Lalu kenapa dia tak mau memainkan piano?”
“Dihari itu…”

“Henry Oppa? Maldo andwae!” Keluh Jiyeon. “Dia bahkan 10 tingakatan di atasku!”
“Kau mulai lagi mengeluh dengan kemampuanmu.”

“pewaris tunggal? Hyung bercanda? hyung mengejekku?”
“apa susahnya mengatakan itu yakh! Sekertaris Yoon kau dipecat!”

RCLRCLRCL!!!!!!!!

jika ingin komentar langsung follow twitter saya @NASRII1406

4 thoughts on “Gone [Chap2]

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s