[Chaptered] Who Are You? (Chapter 7)

who-are-you

 

Poster by : SURY

 

Author : Park Eun Ji

 

Cast :

 

Jung Jin Young ( Jinyoung “B1A4 )
Kim Myung Soo (L “Infinite”)
Bae Soo Ji (Suzy “Miss A”)
Choi Jun Hong ( Zelo “B.A.P”)
Im Yoon Ah ( Yoona “SNSD”)
Other

 

Genre : Romance, tragedy, friendship, school life

 

Length : Chaptered

 

Rating : PG-13

 

Disclaimer : Semua cast di sini milik Tuhan YME, keluarga masing-masing, dan diri mereka masing-masing. Alur cerita terinspirasi dari salah satu novel yang pernah author baca dengan perubahan (; FF ini juga di posting di beberapa blog dan di blog pribadi di http://babyelf8496.wordpress.com/ :)

 

Enjoy it guys ;)

 

 

 

Chapter 7

 

 

Ya, kau kenapa? Kau biasanya tak diam seperti ini.” Hami, salah satu teman Suzy bertanya kepadanya.

 

” Tidak apa-apa. Aku lagi tidak mood saja untuk bicara banyak.” Suzy beralasan. Hami tak percaya begitu saja, ia memandang Suzy dengan tatapan tak percaya.

 

” Hahaha aku serius, besok pasti aku akan cerewet lagi.” Suzy tertawa.

 

” Ah kau ini…sudah dulu ya aku masih ada kelas lagi. Annyeong!”

 

Annyeong.” Balas Suzy sambil tersenyum, tak lama kemudian senyum itu segera hilang. Sebenarnya yang membuat Suzy menjadi diam adalah kejadian-kejadian yang terjadi belakangan ini membuat Suzy kembali teringat pada Jinyoung.

 

 

 

Beberapa lama kemudian, Suzy tiba-tiba teringat sesuatu : sneaker Myungsoo belum ia kembalikan. Jadi ia berjalan ke lokermya untuk mengambil sneaker Myungsoo dan mengembalikannya. Sesampainya di loker, Suzy langsung mengambil sneaker Myungsoo dan memasukkannya ke dalam kantung plastik. Tepat saat Suzy menutup pintu lokernya, Myungsoo datang dan membuka loker miliknya.

 

 

” Ah, Annyeong Suzy!” Myungsoo yang menyadari keberadaan Suzy langsung menyapa dengan cengiran lebar.

 

Annyeong. Kebetulan sekali, aku baru saja ingin mencarimu.”

 

” Ada perlu apa? Mau mengajakku kencan ya?” Myungsoo menatap Suzy dengan pandangan jahil.

 

Suzy menepuk lengan Myungsoo. ” Babo, aku hanya ingin mengembalikan ini. Kau lupa?” Suzy menyerahkan kantung plastiknya.

 

” Apa ini? Oh, sneaker ya? Padahal aku hampir melupakannya loh! Wah, terima kasih ya.” Myungsoo langsung heboh dan menerima sneakernya.

 

” Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu. Oh sneakernya juga sudah kucuci dengan bersih.”

 

Gomawo.” Myungsoo tersenyum. Sesaat Suzy hanya bisa terpaku, sedetik kemudian ia tersadar.

 

” I..iya sama-sama”  

 

 

” Oh ya tadi kau memasukkan buku musik klasik ke lokermu. Kau suka musik klasik?” Myungsoo memasukkan beberapa buku ke lokernya.

 

” Ya, sangat suka. Kau?”

 

” Ah, aku tak suka. Itu membuatku mengantuk hahaha” Myungsoo tertawa. Saat itu Suzy sadar, Myungsoo berbeda dengan Jinyoung. Jinyoung menyukai musik klasik, tetapi Myungsoo tidak.

 

 

” Hei! Sudah selesai kuliahnya?” Zelo tahu-tahu datang, membuat Suzy kembali fokus.

 

” Sudah, kau sendiri?”

 

” Sudah dong, makanya aku bisa ke sini.”

 

” Wah, kalian romantis ya! Kalian berpacaran kan?” Myungsoo menutup lokernya dan mulai menggoda mereka.

 

” Ahaha tidak kok kami hanya teman.” Perkataan Suzy membuat Zelo sedikit shock.

 

 

Jadi, hanya teman? batin Zelo

 

 

Suzy tak menyadari keterkejutan Zelo. Ia malah sibuk memperkenalkan mereka berdua.

 

 

 +++++++++++++++

 

Saat ini Zelo, Suzy, dan Yoona yang juga sudah selesai berkuliah berada di apertemen Suzy dan Yoona.

 

 

” Wah, Suzy. Myungsoo benar-benar membuatku shock. Tadi aku hampir menyangka bahwa ia adalah Jinyoung!”

 

” Tapi sifatnya berbeda kan dengan Jinyoung?”

 

” Ya, dia itu periang. Berbeda dengan Jinyoung yang kalem dan dewasa.”

 

” Kau sudah melihatnya? Ah, kenapa tidak mengajakku?”

 

” Kau kan sudah pulang duluan Yoona. Kau lupa ya?”

 

” Oh iya ya. Wah, makanannya sudah matang.” Yoona bangkit berdiri.

 

 

” Yoona, bagaimana hubunganmu dengan V?” Pertanyaan Zelo membuat Yoona tersedak ramyeonnya.

 

” Ini minum dulu.” Suzy dengan sigap menuangkan air ke gelas dan memberikannya kepada Yoona.

 

” Aduh, kau ini…dapat gosip darimana sih?” Tanya Yoona setelah tersedaknya reda.

 

” Ah itu bukan gosip. Tapi kenyataan kan?”

 

” Jadi, kau berkencan dengan V?”

 

” Tidak kok. Dia hanya mengajakku ngobrol saja beberapa kali.”

 

” Ah, aku senang akhirnya kau dekat dengan seorang namja. Sejak kau putus dengan Changjo, aku tak pernah mendengarmu dekat dengan namja manapun.” Suzy berkata dengan gembira. Changjo adalah cinta pertama sekaligus pacar pertama Yoona sewaktu SMP.

 

 

” Sudah ah! Aku malu nih, kita bahas yang lain saja ok?” Yoona berusaha mengalihkan pembicaraan.

 

” Ya ampun wajahmu sampai merah seperti tomat. Lucu sekali hahaha!” Zelo menertawai Yoona. Yoona melempar tisu bekas kepada Zelo.

 

” Ew, jorok sekali kau ini. Coba V mengetahui ini, pasti dia tak jadi menyukaimu deh.” Setelah Zelo mengatakan itu, ia langsung menutup mulutnya. Tampaknya ia keceplosan. Yoona dan Suzy memandangnya shock.

 

” Yah karena sudah terlanjur diucapkan ya sudahlah.” Zelo menggaruk-garuk kepalanya.

 

 

” V itu satu ekstrakulikuler denganku. Ia mengatakan bahwa ia menyukaimu. Kau pura-puralah tidak mengetahui hal ini oke?”

 

” Hmm, aku mengerti kok.” Yoona berusaha untuk mengendalikan dirinya agar tak terlalu bergembira. Ia senang V menyukainya.

 

 

Sementara itu…

 

Myungsoo sedang bekerja part-time di sebuah cafe. Dari tadi, ia sibuk sekali mencatat pesanan. Ya, ia bertugas sebagai kasir. Cafe itu memang selalu ramai karena tempatnya yang memiliki konsep berbeda dengan cafe-cafe pada umumnya, sehingga membuat pengunjung betah. Selain itu makanan dan minumannya terus berinovasi sehingga tidak membuat bosan.

 

 

 

” Ini kembalian dan pesanannya. Terima kasih dan silahkan datang kembali.” Myungsoo membungkukkan badannya dan tersenyum sopan kepada seorang pelanggan.

 

” Selamat datang di…..” Myungsoo tak melanjutkan kalimatnya kepada pelanggan selanjutnya ketika melihat pria paruh baya lewat di depan cafe.

 

” Anda baik-baik saja?” Pelanggan itu khawatir melihat Myunggsoo.

 

” Ah, aku tak apa-apa.” Myungsoo menjawab cepat. Beruntung, ia melihat Youngjae -rekan kerjanya- datang. Ia langsung menarik Youngjae yang belum memakai seragam.

 

 

 

” Kau gantikan aku sebentar ya. Aku akan segera kembali.” Myungsoo berkata terburu-buru kepada Youngjae.

 

” Hei, shiftku masih 30 menit lagi!” Perkataan Youngjae tak dihiraukan Myungsoo. Ia berlari mengejar pria paruh baya itu.

 

 

 

Ia menemukan pria itu di sebuah toko barang antik. Pria itu tampak memegang sebuah peti kuno.

 

” Anda…Kim Jeon Shik?” Ucap Myungsoo ragu. Pria yang bernama Kim Jeon Shik itu tampak terkejut.

 

” Anda…tahu dari mana namaku?”

 

” Appa, akhirnya aku menemukanmu.” Myungsoo langsung memeluk pria itu.

 

” Apa yang kau…”

 

” Aku Kim Myung Soo, anak dari Moon Hwa Yeon.”

 

Ayah Myungsoo langsung melepas pelukan Myungsoo. ” Kau…benar-benar Kim Myung Soo? Putra sulungku?” Dengan tangan bergetar ayah Myungsoo memegang wajah Myungsoo.

 

” Iya, ini aku appa.”

 

” Ah, kau sudah besar rupanya.” Air mata jatuh di wajah ayah Myungsoo.

 

 

 

Saat ini Myungsoo sedang berada di rumahnya bersama ayahnya. Myungsoo memegang cangkir teh hangatnya erat. Ingatannya kembali pada 5 tahun lalu, saat ia SMP ia ingat ayahnya pergi ke Jepang untuk bekerja. Sejak saat itu ia tak pernah melihat ayahnya lagi. Ayahnya menghilang bagai ditelan bumi. Myungsoo berusaha mencari keberadaannya, tapi nihil. 4 tahun kemudian ibunya meninggal akibat serangan jantung. Itu membuat Myungsoo semakin terpukul.

 

 

 

” Maaf, selama ini kau pasti kesulitan mencariku kan?” Tanpa menunggu jawaban Myungsoo, Jeon Shik kembali melanjutkan.

 

” Saat itu, ayah bekerja di sebuah kapal pesiar sebagai koki. Baru beberapa bulan, kapal pesiar itu mengalami kecelakaan karena sebuah badai besar. Kecelakaan itu membuat sebagian ingatanku hilang.” Jeon Shik menghela nafas. Myungsoo tetap menunggu penjelasannya lebih lanjut.

 

” Tapi beruntung, ada seseorang yang mau membantu ayah memulihkan ingatan. Setiap hari ayah melakukan terapi. Beberapa bulan lalu, ingatanku sudah sembuh total. Ayah mulai teringat dengan kau dan ibumu yang berada di Mokpo. Akhirnya ayah kembali ke Korea untuk bertemu dengan kalian. Saat ayah kembali ke rumah, ada seorang tetangga yang mengatakan bahwa pemilik rumah ini sudah meninggal dan anaknya pindah ke Seoul. Oleh karena itu, aku bisa berada di sini.” Jeon Shik menatap teh di dalam cangkirnya.

 

 

 

 

 

” Maaf, karena aku tak berada di sampingmu selama ini. Aku tahu kau pasti kesulitan kan menjalani hidup?” Kini Jeon Shik menatap Myungsoo bersalah.

 

” Tak apa-apa. Itu bukan kesalahan ayah. Takdirlah yang membuat semuanya menjadi seperti ini. Untungnya aku mempunyai teman-teman yang baik, jadi aku tak terlalu kesulitan dalam menjalani hidup. ” Myungsoo tersenyum tipis. Ayahnya mengelus pelan kepala Myungsoo.

 

 

 

” Kau benar-benar menjadi lebih dewasa Myungsoo.”

 

Appa…mau ke makam eomma bersama?” Myungsoo menatap ayahnya penuh kerinduan. Satu-satunya orang tua yang ia miliki saat ini, ia tak mau kehilangan ayahnya lagi. Ayahnya mengangguk samar sambil tersenyum hampa.

 

 

 

 

 

Di makam Moon Hwa Yeon

 

 

Myungsoo dan ayahnya berdiri bersebelahan di samping makam Moon Hwa Yeon, ibu dan istri yang dicintai mereka. Ayahnya menaruh buket bunga Chrysantemum putih setelah Myungsoo membersihkan makam ibunya dari daun-daun kering yang berjatuhan. Myungsoo tersenyum melihat ayahnya menaruh buket itu.

 

 

 

Rupanya ayah masih ingat bunga kesukaan ibu, batin Myungsoo.

 

 

 

Yeobo, ini aku. Aku yakin kau pasti bahagia di sana kan?” Jeon Shik mulai tercekat.

 

” Maafkan aku karena tak bisa menemanimu di saat-saat terakhir. Maafkan aku karena tak bisa menjadi ayah dan suami yang baik. Aku memang tak berguna.” Air mata kini mulai mengalir di wajah Jeon Shik.

 

 

 

Appa salah.” Myungsoo memotong ucapan Jeon Shik. Jeon Shik memandangnya, Myungsoo melanjutkan ucapannya lagi.

 

Appa sudah menjadi suami dan ayah yang baik. Kalau appa adalah suami dan ayah yang buruk, tentu appa tak perlu repot-repot mencariku dan mengunjungi makam eomma kan?” Perkataan Myungsoo membuat ayahnya tertegun.

 

Appa memang tak bisa menemani eomma di saat-saat terakhir, tapi appa akan selalu bisa menemani eomma melalui doa. ”  Myungsoo menatap batu nisan eommanya dengan tatapan yang sulit diartikan

 

” Aku yakin eomma pasti tak ingin appa menyalahkan diri terus menerus. Eomma pasti ingin appa -dan aku- tetap melanjutkan hidup.” Ia melanjutkan lagi. Jeon Shik menghapus air matanya. Ia memeluk Myungsoo erat.

 

Appa sangat bersyukur bisa mempunyai anak sepertimu.” Myungsoo balas memeluk ayahnya penuh kerinduan.

 

” Aku juga bersyukur bisa mempunyai appa sepertimu.” Bisik Myungsoo perlahan. Tapi ia tahu, ayahnya pasti dapat mendengar perkataannya barusan.

 

 

 

 Aku berjanji akan menjadi ayah yang lebih baik dari sebelumnya.Batin Jeon Shik sungguh-sungguh.

 

 

-TBC-

 

 

A/N : Tes…tes…satu..dua *udah kaya ngecek micrphone aja deh -_-* Oke…HALO SEMUAAA!!! *capslock jebol* Hmm, di sini ada tokoh baru lagi yaitu…jeng…jeng

 

Kim Jeon Shik! Dan juga ada V BTS! X) Semoga kalian suka ya sama chapter ini dan jangan bosen juga ya sama FF ini ^^ maaf kalo buatnya kependekan…kapasitas imajinasiku terbatas haha ._.v

 

RCL please…gamsahamnisa~ have a nice Thursday ^^ *bow* *Tarik V*

2 thoughts on “[Chaptered] Who Are You? (Chapter 7)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s