[FF Freelance] Hypnotized (Chapter 1)

snsd-tiffany-wallpaper

Title                 : Hypnotized (chapter 1 )

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : +15

Genre              : Romance, Fantasy, and a little bit comedy

Main Cast        :

  • Tiffany as Kris’s Fangirl
  • Kris as Idol Star

Supporting Cast    :

  • Suho as Tiffany Oppa
  • Xiumin as Kris’s friend
  • Taeyeon as Kris’s Ex Yeojachingu
  • Siwon as Tiffany’s Ex Namjachingu
  • Yoona as Tiffany’s Eomma
  • Sehun as Tiffany’s Appa
  • Seohyun as Tiffany’s friend

Pairing             : Tiffany and Kris

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

A.N                 : FF bergenre romance comedy pertamaku, jika kalian menyukainya tolong tinggalkan koment agar semakin memotivasiku. Saranghae~

 

Author POV

šH-2 Kris Concert World in Korea›

Saat melihat news terbaru di gadgetnya itu Tiffany melihat berita yang menggembirakan,“Akhirnya uri Nara Korea masuk list negara tujuan Concert Idol Starku, KRIS!” teriak Tiffany sambil melompat-lompat riang tak terkendali,”YA! Jangan berisik! Kita sedang banyak customer.” Seru Suho oppa setengah teriak. “Mianhae, oppa.” Ujar Tiffany setengah berbisik. “Ada apa sih, sampe lompat-lompat lebay gitu, mending bantu oppamu ini meXiuminani customer.Eomma sedang membeli bahan makanan tambahan, aku kelimpungan, bantu oppa!” kata Suho sementara taangan dan kakinya sedang sibuk menyiapkan pesanan makanan customernya. Jika saja dia bisa menggunakan sihirnya untuk membuat makanan ini, tentu saja Suho tidak perlu repot-repot meminta yeodongsaeng lebay nya itu untuk membantunya, lagian jika Tiffany membantu bukan akan menambah mudah kerjaannya, maalah masuknya Tiffany ke dapur akan menambah bencana, tetapi dengan banyaknya customer di hari libur musim dingin ini membuat Suho kewalahan dan meminta Tiffany untuk menjadi waiter di depan. “Oppa, pesanan untuk 12 porsi Sup tulang daging pedasnya untuk meja 20 dan 5 porsi sup iga ginseng untuk meja no 24!” seru Tiffany, “Ppali!” lannjutnya tidak sabar. “Ne,!” teriak Suho dari dapur belakang rmah makannya itu.

 

-Hari sudah semakin malam dan dingin tidak mau diajak kompromi lagi, rumah makan pun tutup-

“Aigoo,, finally, rumah makan bisa ditutup juga, dari tadi kita ingin tutup tapi customer datang mulu dari berbagai arah.” Keluh Tiffany. “Jangan begitu, coba syukurilah,” kata Eommanya sambil menutup pintu gerbang rumah makannya itu. “Iya Tiffany, sebagai imbalannya akan aku belikan tiket konser idol mu itu lalu aku antar kesana pas rumah makan sudah tutup, ne?” kata Suho dengan tenang, “Mwo,!!! Jinjja ya oppa??? Gomawoooooo!!” seru Tiffany yang kemudian tersenyum cerah sambil memeluk erat oppa satu-satunya itu. “Saranghae, oppa.” Lanjutnya, “Hahaha, aigoo, neomu kiyowo uri aegy..” sahut Suho, senang melihat adiknya gembira, adik yang sangat dia sayangi. Sementara ibu keduanya yakni Yoona, hanya tersenyum melihat kedua anaknya akur dan saling menyayangi, “Daehaengiya.. “batinnya.

 

Dikamarnya, Tiffany terlihat sedang melamun membayangkan hari esok lusanya yang membahagiakan. Gadis bernama Tiffany itu memiliki mata yang berbeda, matanya seperti mata kucing yang berwarna abu-abu, Softlens? Bukan, bukan sama sekali bukan, matanya asli, matanya ini merupakan warisan dari kedua orang tuanya yang.. blaster? Bukan, dia bukan keturunan blasteran, lalu apa? Dia adalah anak dari pasangan penyihir, yup penyihir. Mungkin sebagian orang sudah tidak percaya mengenai hal yang seperti ini tapi percayalah penyihir itu masih ada, meski kekuatan yang mereka miliki tidak seperti kekuatan yang dimiliki nenek moyang mereka. Mereka adalah keluarga penyihir yang tersisa dari Klan Kim, tak banyak yang tau memang kalau di Koreapun terkenal akan hal magisnya bukan hanya dalam cerita dongeng-dongeng Eropa saja rupanya.

Matanya yang paling banyak menarik perhatian itu menyimpan kekuatannya yang tersembunyi, spesialisasinya ada pada matanya yang bisa menghipnotis seseorang juga melalui matanya dia bisa membaca hati seseorang, tetapi karena usianya yang masih terbilang muda yakni 20 tahun, maka dari itu kekuatannya juga belum cukup sempurna dan stabil, bahkan kekuatannya untuk bisa menerawang hati orang lain belum bisa dia gunakan karena belum keluar sepenuhnya, berbeda dengannya Suho kakaknya itu  mempunyai kekuatan dari tangannya, dia bisa melakukan apa saja dengan cepat dan bisa mengangkat dan memberhentikan benda-benda, begitu juga dengan ayahnya yang telah meninggal dunia lima tahun lalu yang terbunuh oleh penyihir jahat terakhir yang bernama Anchovy, kekuatan ayahnya yang paling kuat diantara keluarganya yakni bisa berteleportasi kemanapun, bahkan ke masa lalu, Sehun appanya Tiffany ini tidak mengenal takut meski dia meninggal saat bertempur dengan Anchovy tapi setidaknya Anchovypun mati ditangannya sehingga dia bisa meninggalkan keluarganya dengan tenang.  Sementara eommanya hanya bisa berlari dengan kencang karena kakinya, ketiga anggota keluarga ini bisa menggunakan telepatinya jika dalam keadaan darurat.

 

Tiffany POV

“Tiffany ah, ppali! Seoul lumayan jauh dari rumah kita yang dipinggir kota, cepatlah berdandannya nanti kita terlambat!” teriak Suho jengkel melihat adiknya yang bercermin sejak dua jam yang lalu, hanya buang-buang waktu saja, huh! Dengusnya. Mendengar teriakan itu akupun langsung berlari ke arah mobil yang terparkir depan rumahnya terlihat Suho sudah jenuh menungguinya, “ne oppa, mian.” Jawabku sambil masuk kedalam mobil sedan miliknya. “Kenakan sabuk pengamanmu,” kata Suho, “Ne~” jawabku mencoba bertindak konyol supaya oppaku tidak ngambek lagi, hahaha…

“WOWWWWW…. KRIS OPPA, SARANGHAEYO!!!!!!” teriakku heboh saat melihat Kris muncul dari balik tirai dipanggungnya, aku yang melihatnya saja sudah membuat jantungku berdegup kencang, “aaah,.. OPPA!”,, “WOW oppa!” teriakku. Hanya teriakan itu yang bisa kulakukan saat menonton konser yang berdurasi 3,5 jam ini, Kris mempuaskanku dengan nyanyian 45 lagunya yang sangat indah, membuatku terpana dengan gerakan tarinya yang sbenarnya tidaklah terlalu bagus, hahaha. Saat konser selesai, akupun langsung melancarkan my mission impossible, memasuki backstage dan mencari waiting roomnya dimana Kris oppa sedang beristirahat disana, kemampuan hipnotisku semakin membaik dan membantuku agar bisa dengan mudah memasuki ruangan backstage dan meluncur ke ruangannya.

Kubuka pintu yang bertuliskan Kris’s waiting room.. “oops, kulihat oppa sedang mengganti bajunya, “Arrhhg,,, aah Oppa,” teriakku malu sambil menutup kedua mataku dengan kedua tanganku yang tertangkup, malu benar, tetapi kesempatan yang langka kataku dalam hati. “Kau,,, nuguya? Nu..” belum selesai Kris menyelesaikan kalimatnya, akupun langsung mengeluarkan hipnotisku mataku yang berwarna abu mengeluarkan garis hitam yang berpendar, kupandang lekat-lekat matanya. Beberapa detik kemudian matanya berubah menjadi halus dan sayu, dia langsung menciumiku, menciumi bibir, leher dan tengkukku, aku yang diciuminya pun mendesah karena geli yang kurasakan, saat aku membalas ciuman di bibirnya, dia langsung semakin menciumiku dengan ganasnya bahkan dia memberiku kissmark dan mulai membuka kancing kemeja kostum konsernya dan tangannya mulai menyentuh semua bagian tubuhku dengan lembut tapi bernafsu, akupun semakin mendesah, wahh rupanya hipnotisku terlalu besar, batinku, tapi tidak apalah, jawabku sekenanya sambil terus menikmati ciuman darinya yang hot, darahku pun semakin berdesir panas, tiba-tiba Kris menariku kepintu dan berkata, “Aku sepertinya jatuh cinta padamu, mari kita selesaikan dihotel.. aku sudah tidak kuat..” pikiranku yang sedang tidak terkendalipun malah membuat kepalaku mengangguk, menandakan persetujuanku saat dia mengajak ku ke hotel.

Jepret.. klik, klik, suara jepretan camera yang menyorot ke arah kamipun terdengar saat kami bersama-sama keluar dari ruangan sambil saling berpagutan, “Kris!, siapa gadis itu bisakah kau memberitahukan idetitasnya kepada kami.” Teriak salah satu reporter, sementara cameramen dan photografer terus memfoto dan mengabadikan kejadian ini seakan tidak mau melewatkan moment-moment ini, Tepat disaat itu pula hipnotisku memudar, Kris yang baru tersadar terlihat dungu dan bingung akan apa yang terjadi, dia tak sempat menjawab semua pertanyaan itu karena aku langsung menarik tangannya menghindari para reporter itu, untunglah disana mobil Suho oppa sudah menunggu. “ Oppa kajja, jangan banyak tanya langsung tancap gasmu aku mohon, jebal!” kataku panik, Suho yang sedang asyik mendengar musik kesukaannya bingung, tetapi sbeentar kemudian dia mengerti saat melihat romobongan reporter yang terlihat seperti mengejar adiknya.

Saat mobil sedang melaju kencang menghindari mobil reporter yang tertinggal jauh, Suho yang kebingungan langsung memcahkan keheningan, membuka mulutnya dengan pertanyaan yang memenuhi otaknya saat ini,”Sebenarnya apa yang terjadi Tiffany ah, siapa pula laki-laki ini?” tanya Suho, Laki-laki yang disebut juga hanya diam kebingungan masih mencoba menyusun kesadaran dirinya, meski dia juga bingung kenapa tiba-tiba dia ada bersama dengan wanita yang tidak dia kenali ini.” Hmmm,,, ceritanya panjang oppa, nanti aku ceritakan.” Jawab Tiffany singkat, “Sepertinya kau menggunakan matamu, kalau Eomma Yoona mengetahuinya kau akan dihukum Tiffany ah.” Tebak Suho tepat kena sasaran. Kris yang sedari tadi diam mulai berbicara, “Antarkan aku ke hotelku di World Carlton Hotel, aku masih bingung dengan keadaan ini, tapi karena aku tak mau terlibat dengan mu lebih jauh jadi lupakan moment-moment tadi meski sebenarnya aku tak bisa mengingatnya secara jelas.”,”baiklah, ne.” Kata Tiffany singkat, tersembul wajah sedihnya saat dia mulai menunduk mendengar orang yang dia sukai berkata seperti memanng tidak ada apa-apa diantara kami, Tiffany menyesali perbuatannya dia menyadari bahwa hipnotis takkan bisa membuat seseorang otomatis langsung jatuh cinta padanya.”Yeogiyo.” sahut Kris pendek, saat mobil mulai memasuki hotel tempatnya menginap. Dia lalu turun tanpa mengatakan sepatah katapun, aku mulai kecewa padanya dan semakin penasaran akan kepribadiannya.

“Kau sudah besar Tiffany ah, sudah tidak perlu eommamu ini ajarkan mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang buruk untuk dilakukan,” jawab Yoona eomma saat Suho memberitahunya.”Ne,” jawabku agak menyesali perbuatanku hari ini. Suho oppa hanyabisa menatapku iba, dia sangat tahu seberapa suka aku pada Kris, jadi saat dia melihat Kris yang cuek padaku diapun ikut sedih, dia tahu bukan kata-kata eomma yang membuatku sedih, tapi tatapan Kris padaku yang membuatku sedih, sepertinya dia memang oppaku yang terbaik batinku sambil berjalan menyusuri koridor rumahku yang menghubungkannya ke kamarku yang berada diujung rumah, terpisah dari ruangan rumahku.

Kris POV

“nugu.. siapa dia sebenarnya?” Aku bertanya-tanya dalam lamunannya mencoba mengingat apa yang terjadi tapi nihil (efek dari kekuatan Tiffany) “aahh molla, pusing aku memikirkan yeoja itu gak kukenal, kenapa harus aku pikirkan.” batinku

Tiffany POV

Besok hari, bukan hari yang tenang seperti direncanakan oleh keluarga kami, skandal semalam setelah konser meruak, meski wajahku tak terlihat tapi terlihat jelas Kris sedang bernafsu menciumiku, bahkan video pendek pun terekam, membuat keributan yang besar didalam industri hiburan. Fanspun penasaran akan sosokku yang masih menjadi mistery. Agensi Kris merencanakan untuk membuat debut pertama Kris di negaranya sendiri, yaa, Kris oppa kan artis Korea yang terknal di luar negeri ketimbang di negaranya sendiri oleh karena itu tidak heran ini akan menjadi debut pertamanya di Korea. Karena rencana itu agensinya berencana membuat press conference, menolak isu skandal itu karena mereka juga bingung siapa wanita itu dan mereka juga tidak mendapat informasi apa-apa dari orang yang terkait skandal itu sendiri, Kris.

 

Aku khawatir skandal itu akan merusak reputasi Kris oppa, karena itu siang ini sebelum press conference aku berniat untuk meminta maaf dan menjelaskan pada Kris oppa apa yang sebenarnya terjadi, berbeda dari sebelumnya saat aku mencoba masuk ke kamarnya Kris sendiri yang mempersilahkan diriku untuk masuk.”Ne, masuklah.””Ayo duduk dulu.” Kata Kris tenang. “hm.. Kris oppa, ehm maaf aku bingung memanggilmu apa jadi aku akan memanggilmu oppa saja, gwenchana?” tanyaku dengan sopan, “Ne, gwencahana.” Jawabnya,”Mungkin oppa bertanya-tanya siapa aku dan kenapa kita bersama kemarin, perkenalkan, Tiffany imnida aku fans mu sejak kau awal debut di China. Aku penasaran akan sosokmu karena itu aku menyusup keruang tunggumu, saat itu..” aku yang sedang bersedih takut akan akibat dari skandal yang merupakan ulahku membuat aku tidak mampu menahan tangisku.. mataku yang berwarna abu berlinangan air mata, mataku yang berwarna abu mengeluarkan garis hitam yang berpendar, membuat Kris menatapku rupanya kekuatanku yang belum stabil ini keluar juga saat aku sedang secara emosional menangis.

 

Author POV

“Omooo!! Dia terhipnotis lagi.” Seru Tiffany tak menyangka hipnotisnya akan mmuncul saat dia menangis, dia jarang mengeluarkan kekuatannya karena itu dia juga belum terbiasa akan kekuatannya sendiri. “Sayang…” kata Kris Oppa, “Oppa, andw…” bibirnya langsung memburu bibirku kembali, tetapi karena sekarang aku memiliki kesadran dan bisa mengendalikan perasaanku aku pun menghentikannya.”Hentikan oppa, ini bukan dirimu yang asli. Kau tidak mencintaiku, kita baru saja kenal.” Jawab Tiffany terisak hampir menangis lagi, “Memangnya kenapa kalau kita baru kenal dan baru bertemu? Aku bisa mencintaimu pada pandangan pertama.” Katanya sambil menatap mataku lembut meluluhkan hati Tiffany.”Jinjja? Jeongmal?” jawab Tiffany ragu,”Kalau begitu, hadapilah reporter itu dan katakanlah apa yang terjadi diantara kita.” Jawab Tiffany sambil pergi, berharap hipnotisnya akan hilang saat Kris Oppa pergi untuk melakukan konferensi pers.

 

Kris POV

Aku kehilangan kesadaranku kembali, tapi aku sangat yakin dengan perasaan ini, perasaan ini yang mendorongku untuk mencintainya lebih jauh lagi. Karena itu saat dia, wanita yang akan menjadi pacarku itu meminta atau lebih tegasnya menantangku untuk mengumumkan perasaanku padanya kepada publik aku sudah sangat meyakininya, tidak ada lagi kesempatan kedua. Perasaan yang menjalariku saat ini bukanlah perasaan sebelumnya saat di waiting room, melainkan sebuah perasaan yang tumbuh saat aku melihat sosoknya di pintu kamarku. Akupun mantap melangkahkan kakiku tengah ruangan konferensi pers dan menaiki podium. Lalu…

 

TBC

 

17 thoughts on “[FF Freelance] Hypnotized (Chapter 1)

  1. Wha! Next next next ^^
    ceritanya sih udah bagus, cuma dr segi bahasany agak kurang thor
    bbrapa kalimat sulit dimengerti
    Next y thor ^.~

  2. wah..keren…hipnotisnya bisa muncul kapan aja tnpa dikontrol…tp dikit nyeremin jga…hehe…
    Next part dulu ya..🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s