[FF Freelance] Fatal Mistake

IMG-20131108-WA0003

Title: Fatal Mistake

Summary:

It’s just a simple word to express my love. But, it’s a fatal mistake to our relationship too.

I’m really sorry. – Kim Doyeon.

Scriptwriter: beautywolf (@beautywolfff) | Main Cast: Kim Myungsoo a.k. L (INFINITE), Kim Doyeon (Ulzzang) | Genre: Romance, Angst | Duration/Length: Oneshot |Rating: PG-15

A Little CHIT&CHATS From Author:

Inspired by L’s scandal issue with ulzzang Kim Doyeon. But the idea of this fanfic is totally original by me. Enjoy reading & cheers. No plagiarism and bash.

Comments & Likes are highly appreciated!

Check our other stories at: http://beautywolfff.wordpress.com

xoxo, stp.

***

“Ya! Kim Myungsoo! Ppali ireona!”

Pagi cerah itu sudah dibisingkan dengan suara berat seorang pria yang sedang membangunkan laki-laki bernama Kim Myungsoo itu. Yang dibangunkan hanya menggeliat, menolak membuka mata. “Shireo.” sahutnya malas, menarik selimutnya menutupi kepala, kembali bergeliat dengan gulingnya dan berusaha masuk lagi ke alam mimpi.

Pria yang membangunkan mulai frustasi, dalam keadaan genting seperti ini ia dihadapkan dengan urusan tidak penting yang membuang waktunya hanya untuk membangunkan lelaki yang umurnya jauh lebih muda daripadanya itu.

“Kim Myungsoo.” Panggilnya, suaranya menjadi jauh lebih berat. Pria itu benar-benar sudah lelah, kepalanya pusing dengan semua masalah yang tiba-tiba datang padanya pagi ini. Dan sumber masalahnya adalah laki-laki muda yang sedang memejamkan matanya dalam selimut ini.

Mendengar perubahan intonasi suara pada Manager – hyung nya, akhirnya Myungsoo memaksa membuka mata, perasaannya tidak enak kalau sudah mendengar suara Manager –hyung yang terdengar begitu lelah. Myungsoo duduk dari tidurnya, mengerjap-ngerjapkan matanya, berusaha beradaptasi dengan cahaya pagi.

“Mwo?” sahutnya mengantuk. Manager – hyung melemparkan sebuah iPad kepadanya, Myungsoo yang terkejut menangkapnya refleks, untung saja benda canggih itu tidak jatuh ke lantai.

Ia menggeser screenlock pada layar gadget tersebut, sebuah artikel langsung muncul memenuhi layar, Myungsoo membaca baris demi baris kalimat dalam artikel itu dengan teliti. Perlahan-lahan mata kantuknya terbuk lebar, terbelalak.

“B-b-bagaimana bisa?” tanyanya tergagap, mendongak menatap pria yang lebih tua. “Mana aku tahu?” jawab Manager – hyung ketus. Lalu meninggalkan Myungsoo begitu saja.

Tiba-tiba Myungsoo merasa badannya begitu lemas, ia menundukkan kepalanya, matanya terpejam, satu tangannya memijat pelipisnya, pusing menyerang begitu saja di pagi cerah yang terasa kelabu.

***

 

INFINITE‘s L is dating ulzzang Kim Do Yeon.

The ulzzang recently tweeted,

“Are you watching?  You’re no longer a midget!  Even though you’re no longer a nobody, I will always be by your side and as I’m not going to change, I will demand an explanation if you, innocent as usual, go to one of those clubs or parties you dislike and I will be jealous if you hang out with another friend.  However, we will always be together until the end of our lives.  Let’s never fight like we did yesterday.  I love you.”

While there seems to be no obvious connection to L if you read the translated message in English, there’s a different story in Korean:

 


 보고파 명수야

 

The hidden message in her Tweet if you take the first character that starts each line reads, “(L) 보고파 명수야” which means “L, I miss you, Myungsoo” (Myungsoo being his legal name).  As her Tweet is receiving a lot of attention, Kim Do Yeon went on to remove the entire message.  However, the Tweet was saved via a screenshot and is of course going viral on the internet.

Cr: AllKpop

***

The next day after Doyeon’s tweet L was spotted crying at INFINITE’s Fukuoka concert, which netizens think was actually because of the fight and not because he was touched by the fans.

There were rumors that the couple got into a fight recently because L (Kim Myungsoo) took a picture with Master’s Sun co-star, Han Boreum; which Han Boreum uploaded it in her twitter. Han Boreum deleted the picture on her twitter.

A supposedly eonni (언니) friend of Kim Do-yeon tweeted “ I want to cut the fur off of the tail of Boreum. Don’t touch my close friend’s boyfriend!!!!!!!” and “Because of Boreum, my close dongseng is in a crisis with her boyfriend. I hate Boreum so much ㅜㅜ”.”

Cr: seoulawesome

***

L then posted a series of tweets that seemingly read like messages for his fans but they were underlying messages to his girlfriend.

“I don’t hang out with anyone~ Right everyone??”

“I like you more than anyone else!!”

“I like taking pictures with you all more than anyone else~^^”

Cr: naver

***

 

Berita itu beredar dengan sangat cepat. Seorang gadis dengan perawakan tinggi dan langsing itu menggigit bibir bawahnya keras, ia berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, satu tangannya menggenggam ponsel yang tertempel ditelinganya. Keringat dingin meluncur begitu saja di wajah cantiknya.

Gadis itu—Kim Doyeon resah menunggu panggilannya diangkat. Daritadi ia hanya tersambung ke kotak suara, dan itu semakin membuat perasaannya kacau balau. Gadis itu mendesah kecewa, ini sudah panggilan ke-17 yang ia tujukan pada kekasihnya—Kim Myungsoo. Tapi sampai saat ini lelaki itu tak kunjung menjawab, dan hal itu membuat perasaan khawatirnya semakin berkembang.

***

*Flashback*

Malam itu Kim Doyeon baru saja pulang dari kantornya, ia langsung masuk ke kamarnya dan membersihkan diri, kemudian bersiap-siap mengerjakan pekerjaan kantornya yang menumpuk. Lembur.

Kacamata baca yang ia gunakan saat itu melorot sampai kehidung, satu tangannya memijat pelipisnya, kepalanya pusing terus-terusan berhadapan dengan berkas-berkas kantor. Kalau sudah begini, Doyeon akan menyalakan komputernya, membuka jendela browser dan mulai menggerakkan jari-jarinya dengan lincah pada tombol keyboard, mengetik nama kekasihnya Kim Myungsoo pada search engine. Setelah menunggu beberapa saat, layar komputernya dipenuhi dengan link yang menunjukkan artikel tentang Kim Myungsoo atau L nama panggungnya dan grup yang telah membesarkan namanya—Infinite. Mata kecil Doyeon yang terbingkai dengan kacamata baca mulai bergerak cepat, meyusuri kalimat-kalimat pada layar komputernya.

Sampai kemudian ia menemukan foto itu. Tangannya yang sedang meng­-scroll mouse tiba-tiba saja terasa kaku. Badannya membeku. Ia menatap nanar foto yang memenuhi layar komputernya.

Foto kekasihnya dengan seorang gadis yang ia tidak ketahui diupload di media sosial. Gadis itu bukan seorang artis ataupun idol. Siapa gadis itu? Di foto tersebut Myungsoo tersenyum lebar, bahunya menempel dengan si gadis, gadis itu juga terseyum simpul, malu-malu. Rasa cemburu mulai menguasai Doyeon. Harusnya Doyeon mengerti, hal-hal seperti ini memang sudah sering terjadi padanya. Tapi entah mengapa kali ini Doyeon benar-benar merasa iri kepada gadis itu.

 Drrt..drrt..drrt..

<3”

Lihat, ia bahkan harus menyamarkan nama kekasihnya pada kontak telepon di ponselnya. Doyeon menghembuskan nafas panjang sebelum mengambil benda canggih itu dan menjawab teleponnya.

“Yoboseyo?” sapanya malas.

Chagiya~ Na-ya~”  jawab Myungsoo, suaranya terdengar ringan.

“Eo. Arra” sahutnya singkat.

“Wae? Kenapa suaramu seperti itu? Neo appo?”  suara Myungsoo tiba-tiba berubah khawatir mendengar sehutan singkat dari sang kekasih.

“Ania” lagi-lagi Doyeon hanya menjawab singkat, perasaan cemburunya tadi telah membuat moodnya menjadi sangat jelek.

“Jinjja? Kalau memang sakit katakan saja, atau ada sesuatu yang sedang mengganggu pikiranmu? Urusan kantor?” Myungsoo memberondongkan berbagai pertanyaan kekhawatirannya.

“Sungguh. Aku tidak apa-apa” jawab Doyeon lesu.

“Geurae.. Apa yang sedang kau lakukan?” Myungsoo menyerah, mungkin Doyeon memang sedang lelah setelah bekerja seharian di kantor pikirnya.

“Browsing” sahut Doyeon malas.

“Kau terdengar lelah, sebaiknya kau beristirahat. Jalja~ Saranghae.” Myungsoo baru saja akan memutuskan sambungan saat ia mendengar suara Doyeon lagi.

“Aku menemukan fotomu dengan seorang gadis bernama Boreum di Internet” kata Doyeon lirih

Ah. Jadi ini penyebabnya pikir Myungsoo

“Dia hanya seorang teman, jangan terlalu dipikirkan. Sebaiknya kau istirahat saja.”

“Hanya teman? Yang benar saja! Sedekat apa hubungan pertemananmu dengannya sampai foto bersama dan menguploadnya ke media sosial?” suara Doyeon mulai menggebu-gebu.

“Astaga! Apa kau cemburu?”

“Apa kau tidak berfikir foto itu bisa menyebabkan skandal? Kenapa kau diam saja saat ia menguploadnya? Apa kau senang kalau nanti mendapat skandal dengannya?”

“Aku hanya berteman dengannya Doyeon-a! Aku bersungguh-sungguh! Dia memintaku foto bersamanya sebagai seorang fans.”

“Cih. Klise” Doyeon muak dengan alasan yang dilontarkan Myungsoo, emosi membuat ia langsung memutuskan sambungan telepon begitu saja.

Ternyata pertengkaran mereka tidak berhenti begitu saja, permasalahan itu malah semakin berlarut-larut dan menyebabkan pertengkaran hebat diantara mereka. Hampir saja hubungan mereka berakhir kalau saja Myungsoo tidak segera menyadarkan Doyeon bahwa pertengkaran itu adalah masalah sepele. Tidak mau kehilangan Myungsoo, Doyeon akhirnya mengalah dan memaafkan Myungsoo, mereka berbaikan.

Karena terlampau senang sudah berbaikan, Myungsoo dan Doyeon membuat tweet di akun twitternya dengan pesan rahasia yang bertuju pada pasangan masing-masing.

*End of Flashback*

***

Tetapi mereka berdua tidak tahu bahwa pesan rahasia itu, dapat terbaca oleh para fans Myungsoo, sebuah kesalahan fatal yang mendatangkan skandal dan masalah besar kepada mereka berdua.

***

Saat ini Myungsoo sedang duduk diruang tengah dorm, semua member Infinite sudah berkumpul. Masih dengan wajah mengantuknya, mereka harus dibuat pusing dengan masalah yang bersumber dari sang visual.

“Akui saja lalu karirmu akan hancur, tapi kalau kau mengelak terlalu banyak bukti. Aku tidak tahu lagi.” Suara tegas Sunggyu sang leader memecah keheningan yang ada, ia mendesis panjang lalu meletakkan iPad yang baru saja dibacanya ke meja kemudian pergi meninggalkan ruang tengah. Ia tampak benar-benar marah.

Kepala Myungsoo semakin berkedut-kedut—rasanya seperti akan benar-benar meledak kalau saja mungkin bisa.

Woohyun yang sedari tadi diam saja, mengambil remote TV dan menyalakannya.

Kesalahan.

“ –Soo diduga menjalani hubungan dengan seorang ulzzang bernama Kim Doyeon. Sebuah blog melansir hubungan percintaan mereka melalui sebuah artikel yang memuat berbagai bukti mengenai hubungan mer– “ Click.

Acara TV yang sedang menayangkan berita tentang hubungan Kim Myungsoo dengan kekasihnya Kim Doyeon itu tiba-tiba saja langsung mati. Ternyata Manager – hyung merebut remote control  itu dengan kasar dari tangan Woohyun dan menekan tombol untuk mematikan TV.

Ia sudah muak dan sudah lelah dengan berita-berita yang beredar itu.

“Aku baru saja menelepon presiden, beliau bilang, kalian akan tetap menjalankan jadwal tour kalian seperti yang telah dijadwalkan. Perusahaan akan mengurus masalah Myungsoo.” Kata Manager – hyung . “Bagaimana dengan Doyeon?” tanya Myungsoo takut-takut. Manager – hyung mendesis panjang.

“Urus dia sendiri. Pastikan ia tidak berkata apa-apa pada media, dan tidak berkicau lagi di Twitter untuk sementara.” Putus sang Manager.

Satu per satu member yang lain mulai meninggalkan Myungsoo sendirian di ruang tengah. Merasa sangat frustasi, Myungsoo menyandarkan kepalanya pada bahu sofa, mengacak rambutnya asal dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

***

Malam itu langit mendung, bintang-bintang yang biasanya bertaburan apik tidak terlihat sama sekali. Suasana cafe yang sepi karena waktu yang sudah lebih dari tengah malam membuat ketegangan pada sepasang kekasih yang sedang duduk di sudut terpencil cafe semakin menjadi-jadi.

Gadis itu menggengam cangkir kopinya erat, kepalanya tertunduk, rambut panjangnya yang digerai menutupi sebagian wajahnya. Jari-jari tangannya bergerak gelisah pada cangkir. Di hadapannya seorang laki-laki duduk lesu di kursinya, wajahnya juga menunduk, topi yang ia kenakan semakin melorot menutupi wajahnya. Tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir masing-masing, keduanya sama-sama sibuk dengan pikiran mereka.

M-m-mi..mi-mianhae.” Akhirnya gadis itu—Doyeon memecah bisu yang mereka buat, suara gadis itu bergetar, air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya tumpah begitu saja. Lelaki di depannya—Myungsoo menghela nafas berat, ia mendongak menatap sang gadis, hatinya nelangsa. Gadis yang begitu ia cintai sedang menangis dihadapannya dan ia tidak tau apa yang harus ia lakukan untuk menenangkannya.

M-m-mi..mi-mianhae Myungsoo-ya, aku memang ceroboh.” Katanya disela isak tangis, genggaman tangannya pada cangkir kopi lepas, beralih digunakan untuk menutupi wajahnya yang berlinang air mata.

“Sshh.. aku juga bersalah, aku juga ceroboh.” Myungsoo akhirnya membuka suara, tangannya bergerak mengelus punggung rapuh Doyeon.

Dia tidak bisa menyalahkan masalah ini seluruhnya pada Doyeon, bagaimanapun juga ia ikut andil dalam masalah ini. Kalau saja waktu itu ia menolak ajakan Boreum untuk foto bersama, Boreum tidak akan mengupload foto itu ke twitter, dan ia tidak akan bertengkar dengan Doyeon. Bagaimanapun juga, ia mengerti. Doyeon gadis biasa, ia bisa cemburu. Ini kesalahan mereka berdua.

“K-ka-kalau saja aku bisa *hiks* mengerti. Kalau saja *hiks* aku bisa sedikit bersabar waktu itu. Masalah ini tidak akan *hiks* datang dan mengancam karirmu.” Doyeon semakin terisak, merutuki kecerobohannya.

“Ssh..ini bukan sepenuhnya kesalahanmu Doyeon-a.. berhenti menyalahkan dirimu sendiri.”

“Sekarang harus bagaimana Myungsoo-ya *hiks*” tangan yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya lepas, Myungsoo menggenggam tangan Doyeon erat seakan hendak memberikan kekuatannya pada Doyeon.

“Jangan bicara apapun pada media, dan juga jangan membuka twitter untuk sementara. Perusahaanku akan mengurus masalah ini, dan aku akan tetap melaksanakan tour sesuai jadwal. Jadi, jaga dirimu baik-baik. Aku akan menelepon.” Pesan Myungsoo menatap lurus pada mata sembab Doyeon, lalu bangkit dari kursinya, menghampiri Doyeon dan mengecup puncak kepalanya. “Aku sangat menyayangimu.” Bisiknya, sebelum benar-benar pergi meninggalkan Doyeon yang masih terisak.

***

Hari demi hari terus berlalu. Keadaan semakin bertambah parah dengan rest mode nya situs terbesar fansite Myungsoo. Walaupun perusahaan Myungsoo sudah mengeluarkan pernyataan bahwa Myungsoo dan Doyeon tidak berkencan, netizen rupanya tidak percaya begitu saja. Apalagi dengan munculnya berbagai macam foto yang semakin menguatkan bukti bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih.

Disatu sisi Doyeon semakin merasa tertekan, fans Myungsoo mulai melayangkan terror pada Doyeon.

Jangan rebut Myungsoo oppa-ku wanita jalang!” ada begitu banyak makian serupa yang ia dapatkan dari fans Myungsoo. Ingin sekali ia berteriak pada mereka bahwa Myungsoo bukan milik mereka, Myungsoo miliknya. Tapi ia tahu ia tidak akan bisa. Ia terlalu menyayangi Myungsoo dan tidak mau Myungsoo kehilangan fansnya. Kehilangan gemerlapnya diatas panggung. Menjadi seorang idol adalah impian Myungsoo yang ia gapai dengan susah payah, dan Doyeon tidak mau impian Myungsoo hancur begitu saja karena hubungan mereka.

Selama beberapa hari fans Myungsoo akan setia berada di depan gerbang rumahnya, menunggu Doyeon keluar dari rumahnya dan melemparkan berbegai kata cacian dan parahnya, mereka juga melemparkan batu ke arah Doyeon. Yang bisa Doyeon lakukan hanya melindungi kepalanya dengan kedua lengan kecilnya, tergesa-gesa membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya, kemudian dengan segera menginjak pedal gas dan meninggalkan area rumahnya. Saat pulang kantor nanti, Doyeon harus kembali berurusan dengan lemparan batu dari fans Myungsoo. Doyeon hanya bisa meringis kesakitan dan cepat-cepat masuk ke dalam rumahnya. Doyeon baru akan menangis saat melihat lebam-lebam ditubuhnya ketika mandi, dan tangisannya akan semakin bertambah keras saat lebam itu terguyur air.

Doyeon kesakitan. Baik lahir maupun batin.

***

 Semenjak pertemuannya dengan Myungsoo terakhir kali di cafe, Myungsoo belum meneleponnya. Padahal sudah satu bulan berlalu. Ia hanya bisa memantau keadaan kekasihnya lewat internet, yang hanya akan membuatnya menangis lagi mengetahui keadaan karir Myungsoo yang berada diambang kehancuran.

Malam ini bulan tidak muncul, tertutup oleh awan tebal, bintang juga tidak terlihat.

Doyeon sedang menonton TV di ruang tengah, dihadapannya berita-berita tentang hubungannya dengan Myungsoo terus disiarkan. Matanya sembab, pandangannya kosong, tapi kali ini tidak ada air mata, mungkin sudah habis. Rambutnya acak-acakan, penampilannya berantakan. Doyeon terlihat sangat menyedihkan.

Drrt..drrt..drrt..

Ponsel Doyeon bergetar, Doyeon hanya melirik ponselnya yan g tergeletak disofa.

<3”

Nama Myungsoo muncul di layar ponselnya, Doyeon menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan air mata yang akan menyeruak keluar lagi sebelum akhirnya ia mengambil ponsel dan menekan tombol hijau.

Yoboseyo” suara berat kekasihnya diseberang membuatnya setetes air mata turun begitu saja dari mata sembab Doyeon.

“Yoboseyo” jawab Doyeon akhirnya, setelah berusaha keras untuk tidak menangis.

Gwenchana?” suara Myungsoo terdengar begitu lelah, bercampur dengan rasa khawatir yang teramat sangat.

“Eo. Nan gwenchana. Neo?” Doyeon mengangguk kecil walaupun ia tahu Myungsoo tidak bisa melihatnya.

Nado” jawabnya singkat.

“Myungsoo-ya” panggil Doyeon lirih.

Eo?” sahut Myungsoo. Lagi-lagi sangat singkat.

Doyeon diam, berpikir sebentar.

Setelah berita mereka menyebar, Doyeon punya rencana untuk pindah keluar negri untuk sementara, berhubungan jarak jauh dengan Myungsoo. Mungkin dengan seperti itu berita tentang mereka akan hilang lama-kelamaan. Tapi setelah ia bertemu dengan Myungsoo di cafe waktu itu, melihat kekasihnya  yang begitu berantakan karena masalah mereka, Doyeon mulai berpikir untuk merealisasikan rencananya.

Dan sekarang, setelah satu bulan yang penuh dengan tekanan dan semakin merosotnya karir Myungsoo, dan berlanjutnya perdebatan hubungan mereka di media. Doyeon merubah rencananya Dia akan pindah ke luar negri. Tidak untuk sementara. Tapi akan menetap. Dan Doyeon akan mengakhiri hubungannya dengan Myungsoo.

Doyeon mengambil nafas dalam, ini semua untuk kebaikan Myungsoo batinnya, meyakinkan dirinya sendiri. Ia menghirup udara banyak-banyak sebelum mulai berbicara. “Ddeoleo jyeoseo haja. Uri. – Putus saja. Kita.” Ucap Doyeon tegas.

Keputusannya saat ini sudah bulat. Dan ia berharap dengan keputusannya ini Myungsoo bisa melanjutkan hidupnya lagi dengan tenang, bisa bersinar lagi diatas panggung seperti dulu.

Tidak ada jawaban dari Myungsoo di seberang sana, menimbulkan jeda yang cukup panjang sebelum akhirnya Doyeon kembali melanjutkan,

“Lebih baik kita akhiri saja hubungan ini. Aku tidak ingin karirmu hancur karena kecorobohan yang aku perbuat. Aku akan pindah keluar negeri secepatnya. Aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi Myungsoo-ya. Hiduplah dengan baik. Aku mencintaimu.”

Lagi-lagi Myungsoo hanya bisa diam.

“Annyeong.”  Doyeon memberikan salam terakhirnya sebelum memutuskan sambungan telepon.

Tangan Doyeon yang sedang menggenggam ponsel bergetar hebat, bahunya berguncang keras. Air matanya tumpah menyeruak. Ponselnya jatuh terlepas dari genggaman tangannya yang beralih digunakan untuk menutupi wajahnya.

Disisi lain, Kim Myungsoo masih menempelkan ponsel di telinganya. Masih tidak percaya pada apa yang baru saja diucapkan oleh gadisnya. Atau sekarang mantan gadisnya.

Sebutir air mata jatuh ke pipinya, lalu diikuti oleh suara isak tertahan yang mulai keluar dari mulutnya.

Keduanya menangis tanpa tahu harus berbuat apa.

***

Lampu panggung sudah dimatikan, hanya ada beberapa lampu yang akan menyorotnya nanti. Suara riuh penonton terdengar dengan sangat jelas, meneriakkan namannya. “KIM MYUNGSOO! KIM MYUNGSOO!”

Intro lagu mulai terdengar lirih, saat Myungsoo muncul ditengah-tengah panggung suara teriakan penonton benar-benar membuncah. Ia menatap ribuan fans dihadapannya yang sedang berteriak memanggil namanya sambil menggerak-gerakkan lightstick dengan pandangan nanar. Aku merelakan gadis yang sangat aku cintai untuk kalian semua pikirnya. Senyum pahit terukir di wajah tampan Myungsoo.

Myungsoo menggenggam stand mike dengan erat, matanya terpejam. Bait demi bait lagu mulai keluar dari mulutnya. Tapi kemudian ia tidak menyadari setetes air mata baru saja turun ke pipinya.

지운줄 알았어 너의 기억들을
Thought I erased your memories
친구들 함께 모여 술에 취한 밤
Drunk nights with friends
네 생각에 난 힘들곤 해
Thoughts of you give me hard times
그런채 살았어 늘 혼자 였잖아
I lived like that, I was always alone

한때는 널 구원이라 믿었었어
I once thought you were the salvation
멀어지기 전엔…
Until we became apart
그것만 기억해 줄 수 있겠니
Could you remember this
내가 너의 곁에 잠시 살았다는 걸
That I was once by your side
가끔 널 거리에서 볼까봐
In case I meet you on the street
초라한 날 거울에 비춰 단장하곤 해
I view my shabby self on the mirror and dress up

아프진 않니? 많이 걱정돼
Are you healthy? I’m worried
행복하겠지만 너를 위해 기도할께
I’m sure you’re happy but I’ll pray for you
기억해 다른 사람 만나도
Remember, even if you’re with someone else
내가 너의 곁에 잠시 살았다는 걸
That I was once by your side

웃을수 있었어 널 보고 있을땐
I could smile, when I was looking at you
조그만 안식처가 되어 주었지
You were a little sanctuary for me
멀어지기 전엔…
Until we became apart

Toy – 내가 너의 곁에 잠시 살았다는걸 (That I was once by your side)

-THE END-

8 thoughts on “[FF Freelance] Fatal Mistake

  1. duh setuju sama komen di atas, pas baca nama si KDY di awal rasanya kaya buka luka lama TT awalnya ragu mau baca atau nggak, kalo baca takut makan hati lagi tapi kalo nggak baca penasaran~

    tapi after all, ff nya bagus kok, apalagi ide nyisipin adegan myungsoo nyanyi di akhir itu berasa banget feel nya ><

  2. ahhh semoga itu hanya ada di ceritaaaaa >.<
    ga bisa ngebayangin kalo myungsoo begituan (?) sama KDY -_-
    tpi keren ko FF nya ^_^b

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s