[FF Freelance] Yours Should Be Mine (Chapter 1)

Yours should be Mine

Yours Should Be Mine

Author : @elship_L

Cast : Bae Suzy, Kim Myungsoo

Support : Xi Luhan, Park Jiyeon, Lee Jieun, Choi Sulli

Genre : Fluff, Romance

Type : Two/Threesoots

Rating : 17/18+

Disclaimer : Tokoh utama dan tokoh lainnya, bukan milik author, tapi milik orang tua, keluarga, dan agensi mereka. Namun untuk semua cerita, karakter, setting, alur, adalah milik author sepenuhnya.

 

Hei hei hei author muncul bawa yang beda nih…. haha entah mengapa kemaren sebelum nyelesein draft Hurt Me yang part 3 author sempet ngayal dulu eh tiba-tiba ide seperti ini muncul ,yah sebelum idenya hilang author langsung cepet” ngetik, dan jadilah seperti ini. Keke entah cerita ini menarik apa gak, tapi semoga aja kalian bisa suka ne. Sebenarnya author maunya nanti aja postnya, pas salah satu ff author yang lagi jalan ini selesai, tapi tangan author gatal buat ngepost soalnya gak enak loh kalo disimpen di draft aja terus gak di publish..hehe 😀

Oke deh daripada kelamaan bacot mending cekidot aja 🙂

___

“huaaa oppa daebaak”

 

“Myungsoo oppa!!!”

 

“oppa..nan neo saranghae…”

 

“Luhan oppa!!!”

 

“aaahhh urineun johahaeyo!!!”

 

Segelintir pekikan-pekikan dari yeoja-yeoja yang sedang duduk dipingir lapangan basket universitas Seoul makin meramaikan permainan one on one antara dua orang namja yang sangat, sangat terkenal dikalangan yeoja. Apalagi di kalangan yeoja freshman, mereka merupakan sunbae yang paling banyak diminati para yeoja-yeoja yang baru saja menginjakan kakinya di kampus itu.

 

Sepasang sahabat yang terkenal dengan ketampanan, kepandaian dan kekayaan mereka mampu membuat luluh seisi kampus hanya dengan satu kedipan mata. Siapa mereka? Heol..hari ini masih belum mengenal si Mr. Perfects itu.

 

Xi Luhan si nice guy, namja yang memiliki dua kebangsaan. Ayahnya adalah seorang chinese dan ibunya seorang korean. Dia memiliki senyum yang hangat sehangat mentari pagi, sikap ramahnya kepada setiap orang dan tidak pernah memilih untuk membantu siapapun menjadi nilai plus namja manis yang satu ini. Salah satu sifat Luhan yang paling digilai oleh para yeoja adalah humoris, dan satu lagi dia adalah namja yang periang.

 

Kim Myungsoo si bad boy, berbeda drastis dengan sahabatnya Luhan, namja dingin nan cuek namun hanya dengan melemparkan tatapan datar matanya bisa membuat siapa saja yeoja yang melihatnya terasa tersengat listrik ribuan volt di bagian jantungnya. Walaupun digilai banyak yeoja dia tidak pernah terlihat dekat dengan yeoja manapun, bahkan hanya untuk sekedar bermainpun tidak pernah. Yeoja selalu merepotkan, itulah kalimat yang terlintas dipikirannya saat mendengar kata yeoja.

 

“haaiissshh….apa mereka tidak bisa diam eoh?” Salah satu yeoja berambut panjang berwarna hitam bergelombang menggerutu kecil sambil menghentakkan kakinya di atas tanah yang dipijakinya itu.

 

“Suzy-ah kau kenapa eoh?” Seorang yeoja kecil imut yang duduk di sampingnya menoleh sambil memasang wajah bingungnya.

 

“kenapa lagi kalau bukan karena yeoja-yeoja itu yang meneriaki namja di depan sana” Ucap yeoja berwajah manis namun sedikit ketus seraya mengedikkan dagunya ke arah yeoja-yeoja yang sedari tadi hanya memekik kegirangan kemudian mengalihkannya ke arah depan, menunjuk salah satu namja yang sedang bermain basket tersebut.

 

“ya Suzy pabo! Kau marah karena mereka meneriaki nama namja itu? bukan karena meneriaki nama namjachingumu? Heol…..” Yeoja kecil disamping Suzy sedikit menggetuk kepala Suzy dengan tangan kecilnya.

 

“eisshh Lee Jieun..appo!” Ringis Suzy kesakitaan sambil mengusap-usap kepalanya yang tadi di getok oleh temannya.

 

“kau sudah tau Jieun-ah..sejak dulu Suzy menyukai namja itu, bahkan sampai dia mempunyai pacarpun masih tetap menyukainya” Plaak~ kali ini giliran Suzy yang mendaratkan getokannya di kepala salah satu sahabatnya itu.

 

“appo appo…” Yeoja berwajah ketus tadi sedikit melonjakkan badannya akibat sengatan panas yang dia rasakan muncul dari sentuhan kepalan tangan Suzy dengan kulit kepalanya.

 

“paboya? Siapa bilang aku menyukainya Sulli-ssi?” Tanya Suzy ketus, dia melipat kedua tangannya di depan dada seraya memicingkan matanya menghadap Sulli.

 

“semua orang juga tau pabo…” Gumam Sulli, Suzy mendengus kesal mendengar ucapan Sulli itu.

 

“neo ara? Kau juga…aku hanya fans sama dia, tidak ada perasaan lebih. Ingat itu baik-baik” Ucap Suzy tegas sambil menunjuk-nunjuk Sulli dan Jieun bergantian.

 

“ah terserah kau sajalah…” Ucap Sulli dan Jieun bersamaan malas menanggapi perkataan Suzy yang selalu saja sama disetiap waktunya.

 

“ah sunbae…” Pekik Suzy sambil berdiri dari duduknya saat melihat namjanya berjalan kearahnya itu.

 

“eoh chagiya..aku haus” Ucap namja itu manja saat telah sampai di hadapan Suzy, “igeoo…” Suzy tersenyum geli kemudian menyodorkan sebotol minuman ion untuk namjanya itu.

 

“omma menyuruhmu untuk ke rumah sebentar” Ucap Suzy, namjanya yang baru saja menghabiskan minumannya dalam sekali tegukan itu menatap Suzy, seolah bertanya ‘wae?’.

 

“molla..dia hanya mengatakan kepadaku untuk menyuruhmu ke rumah sebentar” Jawab Suzy seadanya, “geure..baiklah, berarti sebentar kita pulang bersama saja ne” Ucap namjanya, Suzy mengangguk pasti, sekilas dia melirik namja yang tengah berdiri di tengah lapangan sambil dikerubuni oleh beberapa yeoja.

 

“huft….selalu saja” Batin Suzy.

 

“chagi…aku lapar..kita makan ne” Ucap namjanya membuyarkan lamunan Suzy, dengan cepat Suzy menganggukkan kepalanya.

 

“Sullia-ah, Jieun-ah mian aku pinjam Suzy sebentar ne” Ucap namja itu ramah kepada Sulli dan Jieun yang sedari tadi hanya duduk menyaksikan sahabatnya sedang berbincang dengan namjanya itu.

 

“ne sunbae” Jawab Jieun, “selamanya juga tidak apa-apa, malahan lebih baik” Sambung Sulli memamerkan deretan gigi putihnya sementara Suzy hanya menatapnya horor.

 

“geure? Baiklah kami pergi dulu ne” Pamit namja itu lalu menggiring Suzy ke kantin kampus, tapi sebelum kakinya melangkah keluar dia berbalik ke arah lapangan sebentar dan menyahuti temannya itu.

 

“Myungsoo-ah kajja kita makan”

 

DEG~ darah Suzy seakan berdesir mendengarkan sahutan namjanya itu, “mwoya kenapa mengajak namja itu?” Batin Suzy.

 

“Luhan sunbae…” Lirih Suzy sedikit menarik lengan Luhan, “gwenchana, kau harus berkenalan dengannya. Bagaimanapun juga dia adalah sahabatku” Dia berbisik kepada Suzy yang memasang wajah tegangnya itu.

 

“hahhaah, kau jangan tegang begitu chagiya. Relax baby” Ucap Luhan sambil mencubit hidung Suzy.

 

“mati kau Bae Suzy” Batin Sulli dan Jieun bersamaan saat melihat Myungsoo menghampiri sahabatnya itu dengan namjanya.

___

 

Dentingan sumpit dan mangkuk yang beradu di atas meja itu membuat suasana terdengar lebih canggung, tapi dengan sigap Luhan mencoba untuk mencairkan kecanggungan yang terjadi diantara mereka.

 

“oy Myung-ah…” Sahut Luhan, Myungsoo yang ada di hadapannya saat itu mendongak menatap Luhan seraya mengatakan ‘ada apa?’.

 

“emm, ini Bae Suzy..neo ara? Nan yeojachingu” Ucap Luhan sambil merangkul bahu Suzy, Suzy yang tadinya hanya menunduk sambil menyantap makanannya tersontak kaget.

 

“ara…” Jawab Myungsoo dingin, “eeyy tidak bisakah kau sedikit memberikan respon yang baik” Luhan sedikit mendengus mendengar respon Myungsoo yang terlewat dingin.

 

“aku harus seperti apa? Haruskah aku terlihat bahagia?” Tanya Myungsoo masih dengan wajah datarnya dan itu membuat Luhan semakin sebal namun tidak dengan Suzy, sekarang dia bahkan mengumpat dalam hati karena kerja jantungnya saat ini sedang tidak bisa diajak kompromi.

 

“dasar batu” Celetuk Luhan, kemudian diam lagi. Namun belum cukup satu menit mereka dalam keadaan diam, Luhan lagi-lagi menginterupsi.

 

“Myung-ah…apa kau suka dengan Suzy” Uhuuk~ mendengar ucapan Luhan Suzy langsung tersedak, dia kemudian menatap garang Luhan.

 

“eiisshh, pabo..kalau makan kau harus pelan-pelan” Ucap Luhan menyodorkan segelas air putih untuk Suzy sambil mengelus punggungnya pelan.

 

“ehem..” Myungsoo berdehem sebentar dan membuat Luhan menoleh ke arahnya, “ah kau belum menjawab pertanyaanku Myung-ah, apa kau suka dengan Suzy?” Tanya Luhan lagi, dan lagi Suzy tersedak namun kali ini dengan minumannya bukan makanan seperti tadi.

 

“sunbae!” Pekik Suzy menatap garang Luhan, “ya sudah berapa kali kubilang jangan memanggilku sunbae..oppa, panggil aku oppa” Ketus Luhan.

 

“waeyo? inikan dikampus dan kau adalah sunbaeku, jadi aku harus memanggilmu sunbae” Jawab Suzy dengan wajah polosnya, plaakk~ jitakan halus Luhan mendarat di dahi Suzy, membuat Suzy meringis kecil.

 

“pabo..sudah berapa kali kubilang juga kau adalah yeojachinguku, jadi sudah seharusnya kau memanggilku oppa” Ucap Luhan lagi, Suzy hanya mempoutkan bibirnya kesal.

 

“aigoo..kau mau menggodaku Bae Suzy?” Tanya Luhan nakal, Suzy kemudian melemparkan tatapan tajamnya kepada Luhan yang mampu membuat Luhan diam dan mengalihkan pandangannya kepada Myungsoo yang sedari tadi hanya menatap datar kedua orang di depannya itu.

 

“hoksi…” Myungsoo membuka suaranya saat merasakan terjadi keheningan antara Suzy dan Luhan setelah berdebat tadi.

 

“eoh? Wae?” Tanya Luhan, “masalah pertanyaanmu tadi…” Gumam Myungsoo, Luhan sedikit menyinggungkan senyumnya.

 

“ah, ne…kau menyukainya?” Tanya Luhan antusias, “mm…” Myungsoo bergumam sedikit semakin membuat Luhan antusias akan jawabannya, tanpa disadari Suzy juga kini tengah menanti-nanti jawaban yang akan diberikan Myungsoo.

 

Haha gila mungkin mengharapkan orang lain menyukainya sementara disampingnya tengah duduk manis namjanya. Semua itu ada alasannya dan apapun alasannya itu hanya Suzy dan namjanya yang tau.

 

“sepertinya tidak…” Lanjut Myungsoo dengan ekspresi datarnya, dia melirik sedikit kearah Suzy yang sedang menghela nafasnya, terlihat kecewa mungkin? Sedikit singgungan senyum Myungsoo terukir diwajahnya, namun bukanlah sebuah senyuman biasa lebih kearah senyuman menyerngai.

 

“ah jinjja? Aku kira kau menyukainya. Hhahah” Ucap Luhan menggaruk tengkuknya dan tertawa hambar, dia sedikit menoleh ke arah Suzy yang sudah menatapnya tajam.

 

“jugullae!” Ucap Suzy tanpa suara, melihat itu Luhan hanya bergidik ngeri.

___

 

“aku pulang” Ucap Suzy dingin masuk ke dalam rumahnya dengan wajah yang terlihat kusut, di belakangnya mengekor Luhan yang rencananya akan bertemu dengan eomma Suzy.

 

“eoh wasseo..Luhan eodi?” Eomma Suzy menghampiri anaknya tanpa menyadari perubahan raut wajah Suzy.

 

“molla..mati mungkin” Ucap Suzy ketus dan melongos begitu saja meninggalkan eommanya yang terlihat bingung.

 

“dia sedang ngambek omonim” Sahut Luhan mengalihkan pandangan eomma Suzy kepadanya.

 

“waeyo? apa ada masalah di kampus?” Tanya eomma Suzy, “masalah kecil omonim, tidak usah dibahas. Ah untuk apa kau memanggilku?” Ucap Luhan.

 

“ah..matta…kemarilah kit berbicara diruang tengah” Ajak eomma Suzy kepada Luhan, mereka kemudian berjalan menuju ruang tengah.

 

“MWO??” Pekik Suzy yang tengah duduk di sofa depan eommanya dan Luhan.

 

“ne Suzy-ah, eomma akan pergi besok” Ucap eommanya, “ahh shireo shireo..aku tidak mau bersamanya” Pekik Suzy lagi.

 

“Suzy-ah, eomma khawatir kau tinggal sendiri di sini, paling tidak kalau kau tinggal bersamanya eomma akan lebih lega” Jelas eomma Suzy lagi.

 

“tapi kenapa harus bersama Luhan oppa?” Rengek Suzy, “waeyo? bukankah daridulu kalian selalu bersama? Bahkan kau sampai merengek kalau harus pulang dari rumahnya” Tanya eomma Suzy.

 

“omonim, sudah kubilang tadi dia itu sedang ngambek. Jadi wajar saja kalau dia menolak untuk tinggal di tempatku sementara” Ucap Luhan yang sedikit berbisik kepada eomma Suzy agar tak didengar oleh Suzy.

 

“geure?” Tanya eomma Suzy, Luhan mengangguk pasti.

 

“Suzy-ah kali  ini saja kau harus menuruti eomma ne..kalau tidak uang sakumu akan eomma potong dan eomma akan berikan kepada Luhan” Ancam eomma Suzy, oh no Suzy paling tidak suka jika uang sakunya di potong. Dia tidak akan bisa mengumpul uang untuk perawatan dirinya tiap akhir pekan.

 

“huh..arasseo..keunde, kau harus menaikkan uang sakuku eomma ne” Ucap Suzy beragyeo di depan eommanya, tanpa babibu sebelum Suzy berubah pikiran lagi eommanya mengangguk setuju.

 

“baiklah, kau berkemas malam ini kau ke tempat Luhan. Karena eomma pergi besok subuh-subuh” Titah eommanya, dengan cepat Suzy melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.

 

“chagiya…kau perlu bantuan?” Luhan menyembulkan dirinya dari balik pintu kamar Suzy, Suzy hanya membalikkan badannya menoleh ke arah Luhan dan mendengus sebal.

 

“ya ya kau masih marah chagi eoh?” Luhan menghampiri Suzy yang sibuk menyiapkan barang-barangnya.

 

“oppa….” Sahut Suzy, “eyy kalau diluar kampus saja kau memanggilku oppa. Tiba di kampus kau memanggilku sunbae, apa itu tidak keterlaluan chagiya?” Luhan duduk dihadapan Suzy dan membantunya memasukkan pakaian milik Suzy untuk seminggu ke depan.

 

“jangan panggil aku chagi kalau di luar kampus. Hanya dalam kampus saja oppa” Ucap Suzy dingin, “eisshh kenapa kau dingin sekali eoh? Apa kau mau menyaingi dinginnya Myungsoo? Opps” Luhan langsung menutup mulutnya saat menyebut nama Myungsoo, dia menyadari sekarang Suzy sedang menahan amarahnya.

 

“kka, sebelum aku membunuhmu oppa…” Ucap Suzy.

 

“arasseo..mian ne..” Seakan tau apa yang akan Suzy lakukan jika dirinya tidak keluar, Luhan langsung berlari terbirit-birit meninggalkan Suzy yang sedang berapi-api.

 

“sepertinya tidak? Hah, haruskah dia sejujur itu?” Ucap Suzy sarkastik.

___

 

Derap langkah kaki seorang namja tinggi berwajah datar itu membuat beberapa yeoja yang dilewatinya menoleh ke arahnya sambil terkagum-kagum. Tidak peduli dengan yeoja-yeoja itu, namja tadi meneruskan jalannya yang semakin dipercepat, dipikirannya saat ini orang yang akan ditemuinya akan membunuhnya kalau dia sampai telat.

 

“Park Myungsoo!!!” Seorang yeoja bermata kucing meneriaki nama namja yang tadi berjalan dengan cepat, namja itu menatap sangar yeoja yang meneriakinya namun sadar dengan posisinya sekarang dia malah mengerjapkan matanya dan menatap yeoja itu memelas. Plaak~

 

“aku sudah memberitahumu waktu keberangkatan dan sampaiku. Kenapa masih telat juga” Omel yeoja itu setelah memukul punggung kepala namja tadi.

 

“mian noona….aku tadi lupa, jinjja mianhae” Ucap namja itu yang biasanya wajah datarnya terus dilampirkan namun kali ini tidak sedikit memiliki ekspresi, ani bukan sedikit tapi banyak. Yah entah mengapa, di depan yeoja yang di panggilnya noona itu seakan dinginnya mencair dan berubah menjadi panas.

 

“noona? Ya Park Myungsoo beribu kali kukatakan kita ini seumuran jadi jangan memanggilku noona!” Pekik yeoja itu menatap Myungsoo dengan garang.

 

“Park Myungsoo? Hey Park Jiyeon noona beribu kali kukatakan margaku Kim jadi jangan memanggilku Park!” Pekik Myungsoo menatap yeoja di depannya tak kalah garang.

 

“aisshh anak ini!” Dumel yeoja itu Bugh~ dia kemudian menendang tulang kering Myungsoo lalu berjalan mendahului Myungsoo, “aisshh appo! Noona tunggu aku” Ringis Myungsoo, dia kemudian memekik seraya mengejar noonanya.

 

“noona, kenapa kau kembali ke Korea eoh?” Tanya Myungsoo dengan wajah polosnya, Jiyeon menatap Myungsoo sekilas lalu mengalihkan pandangannya.

 

“apa tidak boleh? Aku hanya ingin bertemu dengannya” Ucap Jiyeon, Myungsoo hanya mengangguk patuh.

 

“ooh, apa kau menetap di sini? Atau akan kembali ke China lagi?” Tanya Myungsoo, “sepertinya akan menetap, aku juga sudah menyuruh eomma untuk mendaftrkanku di kampusmu” Jawab Jiyeon.

 

“jinjja? Assa, setiap makan siang aku tidak harus mengeluarkan uangku kalau begitu” Pekik Myungsoo senang, plaak~ “pabo kau pikir aku bank berjalanmu?” Ketus Jiyeon.

 

“mian noona..hihi, kau akan masuk ke jurusanku?” Tanya Myungsoo lagi, Jiyeon terlihat menggeleng “ani, aku akan masuk ke jurusan desaign. Kau taukan sejak kecil aku ingin menjadi desaigner seperti eomma” Ucap Jiyeon.

 

“aah, berarti kau akan sejurusan dengannya” Gumam Myungsoo sambil menyeringai.

 

“nugu?” Tanya Jiyeon, Myungsoo malah menggelengkan kepalanya seraya melempar senyum anehnya itu kepada Jiyeon.

___

 

“chagiya..kau belajar yang baik ne” Ucap Luhan setelah mengantar Suzy sampai ke depan kelasnya.

 

“mm, neodo sunbae” Balas Suzy, Luhan hanya menatapnya tajam. Masa bodoh dengan tatapan Luhan dia melenggok masuk ke dalam kelasnya tanpa menoleh sedikitpun kepada Luhan.

 

“aisshh anak itu!” Dumel Luhan dia kemudian pergi menuju ke kelasnya, namun langkahnya terhenti saat melihat sosok seorang yeoja berambut pendek yang familiar untuknya sedang berjalan di depannya, baru saja ingin memanggilnya yeoja itu langsung masuk ke dalam ruang dosen.

 

“ah tidak mungkin..hahha” Gumam Luhan pelan sambil tertawa kaku.

 

“oy Myung-ah…kenapa kau baru datang?” Luhan meneriaki Myungsoo yang dilihatnya baru saja akan masuk ke dalam kelasnya.

 

“hoh ini gara-gara yeoja itu terlalu lama berdandan” Jawab Myungsoo sebal, “yeoja? Oooo sejak kapan kau berurusan dengan yeoja?” Luhan sedikit memandang curiga Myungsoo.

 

“eisshh, noona..dia itu noonaku” Sergah Myungsoo langsung sebelum Luhan memikirkan yang tidak-tidak.

 

“jinjja? Aku tidak tau kau mempunyai noona, kau tidak pernah menceritakannya” Tanya Luhan masih dengan nada curiga, “aisshh kau banyak tanya, lagipula itu tidak penting” Ucap Myungsoo dia lalu duduk di bangkunya.

 

“cih..dia bilang tidak menyukai Suzy, apa karena noonanya itu?” Batin Luhan memandang Myungsoo.

___

 

Para namja yang tengah berjalan menyusuri koridor kampus bagian kelas desaign menghentikan langkah mereka tepat di depan sebuah ruangan yang ditempati oleh angkatan kedua. Mata mereka berbinar menangkap sesosok yeoja semampai dengan rmabut sebahunya yang sedang berkutat dengan beberapa bahan kain di depannya.

 

“wah, ternyata ada yang dapat menyaingi kecantikan Bae Suzy”

 

“semoga saja sunbae ini tidak memiliki kekasih seperti Suzy”

 

“aku harus segera menyatakan perasaanku”

 

Bisikan-bisikan keras yang sebenarnya tidak bisa dikatakan dengan bisikan itu membuat telinga Suzy yang sedang berjalan menuju kantin bersama kedua sahabatnya itu terganggu, pasalnya namanya juga terikut dalam bisikan tersebut.

 

“huh, kenapa aku harus dibanding-bandingkan dengan sunbae itu? memangnya dia siapa sih, secantik apa sampai semua namja itu terlihat berbinar sekali” Gerutu Suzy sambil berjalan bersama kedua sahabatnya itu.

 

“kau tidak tau Suzy-ah? Dia itu anak dari desaigner Kim Taehee yang sekarang sedang mempromosikan desaignnya di pasar Prancis” Jelas Sulli berdecak kagum.

 

“jinjjayo? Aku tidak tau kalau Kim Taehee memiliki anak perempuan, yang kau tau anaknya itu adalah namja” Ucap Suzy sambil mengusap dagunya pelan, “eissh kau terlalu kudet Suzy-ah, apa kau tidak tau kalau Kim Taehee itu pernah menikah lagi?” Ucap Jieun. Suzy hanya menggeleng pelan, menurut dari biografi Kim Taehee yang dia baca, suaminya sudah lama meninggal sejak anaknya masih berumur 5 tahun. Dan tidak disebutkan bahwa dia menikah lagi.

 

“makanya kau jangna hanya bepacaran terus, sekali-kali lihatlah berita” Ucap Sulli, “beberapa bulan yang lalu dia mengumumkan bahwa dia sebenarnya telah menikah lagi dengan seorang pengusaha ternama , saat ditanyai namanya siapa. Kim Taehee enggan menjawabnya” Jelas Jieun.

 

“dan kau tau apa? Yang paling mengejutkan yaitu ternyata dia menikah lagi sudah sejak anaknya berusia 8 tahun. Kalau dihitung-hitung sekitar 12 tahun” Sambung Sulli dengan wajah yang terlihat excited.

 

“jinjja? 12 tahun….waah daebak, selama itu dia menyimpan sendiri pernikahannya tanpa diketahui media massa? Daebaak” Decak Suzy kagum.

 

“ne, ommaku saja bahkan tidak percaya saat mendengar berita itu, pasalnya dia sering sekali berbelanja di butik Kim Taehee, dan beberapa kali sempat bertemu dengannya” Ucap Jieun.

 

“chagiya~” Sahutan yang terdengar tidak asing ditelinga ketiga yeoja itu menghentikan aktifitas bergosip mereka, Suzy menoleh ke sumber suara mendapatkan Luhan berjalan ke arahnya, matanya sontak membulat. Bukan karena Luhan, tapi karena namja yang mengekori Luhan di belakangnya.

 

“Suzy-ah, sepertinya kau harus menjaga detak jantungmu itu” Bisik Jieun sambil menempelkan telinganya di bagian dada kiri Suzy, “ya..kau..” Pekik Suzy menjauhkan dirinya.

 

“sudah kubilang kau menyukainya, kau masih saja mengelak” Dengus Sulli.

 

“chagiya..kau sudah makan” Tanya Luhan langsung duduk disamping Suzy, sementara Myungsoo lebih memilih duduk di samping Sulli pas di hadapan Suzy.

 

“eoh…kau tidak lihat sunbae? Aku lagi makan” Ucap Suzy agak gugup sambil mengangkat sendoknya ke depan Luhan.

 

“ah geure..hehe, aku juga akan memesan. Myung-ah kau mau titip biar aku pesan sekalian” Tanya Luhan kepada Myungsoo, “samakan saja denganmu” Balas Myungsoo datar. Luhan mengangguk lalu berjalan menuju kounter makanan.

 

“ehem…sepertinya kami harus pergi dulu Suzy-ah” Dehem Jieun saat menyadari suasana canggung di antara mereka tercipta sejak kehadiran Myungsoo, “kalian mau ke mana? Tunggu sampai aku selesai makan” Tanya Suzy.

 

“ah, kau di sini saja bersama Luhan sunbae. Kami harus ke perpustakaan sebentar. Annyeong” Ucap Sulli lalu menarik Jieun untuk segera pergi dari tempat itu.

 

“aisshhh, ya sejak kapan kalian ke perpus eoh?” Pekik Suzy melihat kedua temannya berjalan cepat, sejenak Sulli berbalik dan menjulurkan lidahnya kepada Suzy.

 

“aissh aku tau mereka menipuku” Gerutu Suzy, dia kemudian menutup mulutnya dan menoleh ke arah Myungsoo yang sedang memandanginya.

 

“jwesonghaeyo sunbae” Ucap Suzy menundukkan sedikit kepalanya.

 

“mm…” Gumam Myungsoo pelan, “aisshh” Desis Suzy, dia merutuki dirinya kenapa harus terjebak berdua dengan namja ini.

 

“Bae Suzy..” Jantung Suzy seakan meledak saat mendengar suara berat Myungsoo memanggil namanya, dengan ragu dia mengangkat wajahnya menatap Myungsoo, “ne…”

 

“keugo…”

 

“cah, igeo pesananmu Myung-ah..” Luhan langsung datang membawa nampan berisi ramyun pesanannya dan Myungsoo, Suzy menatap garang Luhan karenanya ucapan Myungsoo terpotong.

 

“kau mau bilang apa sunbae?” Tanya Suzy dengan berani, dia terlalu penasaran dengan apa yang akan dikatakan Myungsoo tadi.

 

“ah ani, tidak jadi” Jawab Myungsoo dingin kemudian melahap ramyunnya, Suzy mendengus sebal kemudian menatap Luhan lagi, Luhan yang merasa diperhatikan menoleh kesampingnya dan bertanya ‘wae?’ tanpa suara, namun Suzy hanya menginjak kakinya dengan keras sampai dia meringis kesakitan.

 

“aucchhh…..” Pekik Luhan, Myungsoo sontak menatapnya bingung, “ah…pedas sekali, aku tidak tau kalau Han ahjumma menambah kadar sambalnya hehe” Jelas Luhan langsung dengan menggaruk tengkuknya keki.

 

Myungsoo terlihat mengambil handphonenya dari saku dan membuka pesan yang baru saja masuk. Dengan cepat dia meneguk airnya dan beranjak dari tempat duduknya.

 

“waeyo? kau mau ke mana?” Tanya Luhan, “eoh, noonaku ingin bertemu. Aku pergi duluan ne” Jawab Myungsoo langsung meninggalkan Luhan dan Suzy.

 

“noona? Dia punya noona sunbae?” Tanya Suzy, “ne sepertinya. Aku saja baru tau hari ini” Jawab Luhan, dia masih penasaran dengan noona Myungsoo ini.

 

“tapi aku rasa dia bukan noona Myungsoo, apa dia itu yeoja yang lagi dekat sama Myungsoo?” Gumam Luhan, DEG~ dia kini memukul dahinya pelan, mulutnya sungguh tidak bisa diam. Dia menoleh kearah Suzy yang sudah terlihat gelisah.

 

“haha, itu cuma perasaanku mungkin” Ucap Luhan lagi. Suzy hanya diam dan menunduk, berbagai pemikiran kini tengah berkeliaran di dalam kepalanya.

___

 

“eoh noona wae?” Myungsoo yang baru saja sampai di atas atap dengan keadaan terengah-engah, “ya! Panggil aku Jiyeon, jangan noona seperti itu” Sungut Jiyeon, dia selalu kesal saat Myungsoo memanggilnya noona. Diakan seumuran dengan Myungsoo, yah walaupun dia dua bulan lebih cepat lahirnya daripada Myungsoo.

 

“aah sudahlah noona, aku tidak ingin membahas itu. palli katakan kau ingin mengatakan apa?” Ucap Myungsoo malas, dia menjatuhkan dirinya tepat di samping Jiyeon.

 

“ah itu..sebenarnya aku punya permintaan Myungsoo-ah” Ucap Jiyeon, kini dia menatap lekat Myungsoo. Aneh, Myungsoo kini merasa aneh dengan tatapan Jiyeon itu, sepertinya akan terjadi sesuatu yang besar.

 

“…”

 

“kenapa harus aku noona?” Tanya Myungsoo masih dengan wajah yang kaget.

 

“karena hanya kau yang kupunya” Jawab Jiyeon singkat, dia kemudian berdiri, “aku akan menunggunya jawabanmu malam ini. Aku harap kau tidak mengecewakanku, jaebal” Mohon Jiyeon dia kemudian berbalik dan meninggalkan Myungsoo sendiri yang masih sibuk dengan pikirannya.

___

 

“aissh aku tidak mood masuk kuliah sekarang” Gumam Suzy, dia sedang kalut memikirkan perkataan Luhan yang mengatakan noona yang dimaksud Myungsoo adalah teman yeoja yang sedang dekat dengannya.

 

Kaki Suzy entah mengapa melangkahkan kakinya menuju atap sekolah, setiap tidak mood kuliah dia memang sering datang ke tempat itu, bahkan hanya sekedar untuk memperhatikan para mahasiswa bermain basket pun dia lebih memilih atap untuk menjadi tongkrongannya. Karena menurutnya tempat itu lebih bisa dia pakai secara leluasa untuk memperhatikan namja yang sejak dulu menarik perhatiannya.

 

“huaa..sejuknya” Ucap Suzy, dia berjalan menuju pinggir atap dan melihat keadaan di bawah, yah memang benar dari sini dia bisa melihat anak-anak bermain basket dengan leluasa dan lebih jelas. Matanya dia edarkan ke sekeliling lapangan namun dia tidak menemukan sosok yang ia cari.

 

“huft, mungkin sedang kuliah” Gumam Suzy, dia kemudian membalikkan badannya dan duduk bersander di pinggiran pembatas atap, matanya menengadah ke atas langit. Memori saat pertama masuk ke SMAnya seakan terputar jelas di hadapannya saat ini, senyum manis terukir di wajah Suzy.

 

“Bae Suzy..kau telat lagi?” Seorang sunbae yeoja memarahi gadis yang baru saja memasuki kawasan Jaeil Senior High School.

 

“ah jwesonghamnida sunbae, aku kesiangan” Jawab Suzy dengan membungkukan badannya.

 

“hoh, kesiangan? Apa yang kau lakukan semalam eoh. Kemarin aku melepasmu sekarang tidak bisa, kau harus dihukum” Tegas sunbae itu.

 

“arasseo sunbae aku akan menerima hukumannya” Ucap Suzy pasrah menerima hukuman yang diberikan, percuma kalau dia menolak karena toh dia tidak punya hak untuk menolaknya.

 

Huh, keringat Suzy kini telah bercucuran deras di pelipisnya, dia tidak menyangka bahwa hukuman yang diberikan akan sebesar ini, bayangkan saja seorang yeoja yang masih berumur 17 tahun harus membersihkan ruang aula sekolah yang besarnya sekitar 3 kali lipat dari ruang kelas biasa. Kalau keadaannya sama aula sekolah seperti biasanya sih wajar saja, tapi ini..tempat itu bahkan tak bisa dikatakan sebagai aula, melainkan lebih cocok dikatakan sebagai gudang.

 

“aahhhh….sunbae itu mengerjaiku” Pekik Suzy melempar kain pel yang sudah sekitar sejam lalu bertengger ditangannya, kalau dilihat sih sudah setengah bagian dari aula ini telah kinclong, namun setengahnya masih mengepul debu-debu gelap.

 

“apa ini masuk akal? Menyuruhku membersihkan tempat ini hanya karena telat lima menit? Maldu andwe!!” pekik Suzy lagi, dia menyeka kasar keringatnya yang bercucuran.

 

“siapa suruh kau menerima hukumannya nona kecil” Suara berat seorang namja dari arah pintu masuk membuat Suzy tersontak kaget.

 

“ah sunbae…” Suzy melihat seorang namja dengan almamater yang sering dipakai oleh panitia-panitia ospeknya.

 

“kenapa kau menerima hukuman ini begitu saja? Seharusnya kau protes” Ucap namja itu, dia menghampiri Suzy dan duduk di sampingnya.

 

“ah, aku tidak tau kalau hukumannya akan seberat ini sunbae” Ucap Suzy, “sepertinya kau sangat kelelahan umm…”

 

“Suzy, choneun Bae Suzy imnida” Ucap Suzy, “ah geure Suzy-ah, kau lelah?” Tanya namja itu, Suzy menganggukkan kepalanya pelan.

 

“geure kau istirahat saja biar aku yang menyelesaikannya” Jawab namja itu, “ne? Haha kau jangan bercanda sunbae. Kau tidak lihat, masih banyak yang belum aku bersihkan” Ucap Suzy sedikit terkikik.

 

“apa tampangku seperti orang yang sedang bercanda?” Tanya Namja itu dengan memasang wajah seriusnya, “a…ani” Gumam Suzy pelan, “geure..kau duduk manis di sini nona kecil. Dan saksikan seberapa cepat tempat ini kinclong seperti yang telah kau lakukan di sana” Namja itu berdiri dari tempatnya dan melangkahkan kakinya menuju pintu masuk, Suzy hanya terbengong melihatnya.

 

Terliat namja itu seperti sedang memanggil seseorang, sedetik kemudian segerombolan namja masuk ke dalam aula dengan masing-masing membawa alat pembersih ditangan mereka. Dengan rapi mereka bejejer mengitari namja tadi.

 

“cah, lihat sekeliling kalian sangatlah kotor. Apa kalian tega membiarkan nona manis di sebelah sana membersihkannya sendirian?” Ucap namja itu sambil menujuk Suzy yang sedang duduk di sudut aula, dengan sigap segerombolan namja tadi menggelengkan kepalanya.

 

“nah kalau begitu, mulai sekarang kalian harus membersihkan tempat ini, jangan ada satupun bagian yang tidak mengkilap. Dan kerjakan dalam waktu 30 menit. Mulai!”

 

Dengan cepat dan teliti segerombolan namja itu meulai melakukan pekerjaan mereka, mulai dari menyapu, mengepel memindahkan barang-barang yang berhamburan, sampai memilah barang yang sudah tidak terpakai dan masih terpakai.

 

“sunbae? Mereka siapa?” Tanya Suzy kepada namja itu yang sedang duduk diam memperhatikan pekerjaan suruhannya itu.

 

“mereka sama denganmu, anak-anak yang terlambat hari ini. Namun hanya dihukum berlari keliling lapangan” Jawab namja itu tanpa mengalihkan perhatiannya.

 

“geu…geure? ah gomawo sunbae” Ucap Suzy, “ne cheonma nona kecil” Namja itu menoleh ke arah Suzy seraya tersenyum.

 

Yah namja itu tersenyum kepada Suzy, DEG~ darah Suzy benar-benar berdesir sekarang, tanpa aba-aba jantungnya seakan mau meloncat dari tempatnya. Wajahnya memanas seketika. Entah mengapa melihat senyum namja itu membuat Suzy seakan melayang, senyum termanis dan terindah yang pernah dia lihat, bahkan dia bisa memastikan bahwa senyum namja ini seperti senyum para malaikat yang turun dari langit.

 

Namun sepertinya itu adalah senyum pertama dan terakhir yang dia dapatkan dari namja itu, setelah dari hari itu dia tidak pernah melihat namja itu tersenyum seperti saat pertama bertemu dengannya. Bahkan sikapnya terkesan berbeda dari sebelumnya. Matanya selalu memandang datar orang-orang di sekitarnya, bahkan saat berpas-pasan dengan Suzy pun namja itu hanya membalas senyuman Suzy dengan pandangan datarnya.

 

Begitu terus terjadi selama tiga tahun, walau sikapnya berubah namun Suzy yakin bahwa namja itu akan kembali ke sikap yang seperti pertama kali ia temui, walaupun di katakan seorang stalker bahkan banyak yang mengatakannya seorang sasaeng fans, itu tidak membuat Suzy goyah untuk mengikuti dan memperhatikan namja itu.

 

 

“Myungsoo sunbae…sudah hampir 4 tahun aku memperhatikanmu, tapi kenapa baru sekarang kau memiliki yeoja?” Lirih Suzy, cairan bening itu seakan membendung di kantong matanya.

 

“kenapa disaat aku merasakannya semakin dalam seperti ini? Kenapa tidak dari dulu saja? Agar aku bisa tersadar dari harapanku ini?” Kini tangisannya tak terbendung lagi, cairan bening itu los jatuh dari mata bulatnya.

 

“aaahhh XI LUHAN NEO PABO!!!!” Teriak Suzy keras mengingat Luhan yang tadi memberitahunya tentang noona Myungsoo.

 

“KAU YANG PABO!!!” DEG~ Suzy tersentak kaget mendengar sahutannya di balas oleh seseorang, dia menghentikan tangisannya seketika lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru atap.

 

Matanya sedikit mengerjap saat melihat sebuah tangan terentang ke atas dan kemudian seorang namja bangkit dari tempatnya, terlihat seperti baru bangun dari tidur?

 

“ah jwesonghamnida…jwesonghamnida” Ucap Suzy sontak berdiri dan meminta maaf, “jwesong? Hah, kau sudah mengganggu waktu tenangku dan kau hanya mengatakan maaf?” Ucap namja itu sarkastik, Suzy menundukan kepalanya tak berani menatap namja di hadapannya itu. tak lama kemudian Suzy merasakan badannya menegang saat ujung sepatu namja itu menyentuh ujung sepatunya.

 

“mi..mianhaeyo, ap..apa yang harus aku lakukan?” Tanya Suzy takut, dia benar-benar takut bahwa namja di depannya ini adalah seorang sunbae yang selalu membully hoobaenya.

 

“heh..apapun akan kau lakukan eoh?” Tanya namja itu, dia sedikit menyinggungkan senyumnya sarkastik, Suzy terlihat menganggukan kepalanya.

 

Namja itu sedikit mencondongkan badannya, sementara Suzy makin menundukkan kepalanya dan meremas ujung kemejanya kuat, takut dengan apa yang akan dilakukan namja itu. Suzy memejamkan matanya saking takutnya itu.

 

“putuskan pacarmu” DEG~ Suara bisikan namja itu membuat badan Suzy menegang, seakan kaku di gerakkan. Namja itu menjauhkan wajahnya dari telinga Suzy.

 

Suzy sedikit mendongakkan kepalanya, memberanikan diri menatap namja yang menyuruhnya untuk memutuskan Luhan.

 

“Myung…Myungsoo sunbae?”

 

TBC

 

TBC deh 😉 author rencananya mau buat ini threeshoots. Masih percobaan sih, soalnya masih belum bisa buat ff dengan chapter pendek. Tapi gak tau deh, kalau part ketiganya bisa pas sampai ending yah threeshoots deh jadinya, tapi kalau tidak, terpaksa partnya ditambah.

Haha, apa kalian tau? Ff ini udah jadi loh part 2nya..so, besok bakal di post lagi J hihi semoga peminatnya banyak yah 😀

Haha, jangan lupa dicomment yah J

Advertisements

19 thoughts on “[FF Freelance] Yours Should Be Mine (Chapter 1)

  1. kayaknya luhan itu tau suzy suka myungpa, tp kok mereka pacaran yaaa
    trus myungpa disuruh jiyeon ya buat hunzy putus…sbnrnya myungpa suka gak sih sm suzy hehe
    next partnya ditunggiin thor ^^

  2. Park Myungsoo? Apa myungsoo ganti marga?
    Chapter 1 masih bingung, kenapa luhan dan suzy bisa pacaran? Padahal suzy suka myungsoo, kayanya luhan juga tau klo suzy suka myungsoo, apa mereka dijodohkan?

  3. ga ngerti sebenernya apa hubungan luhan sama suzy? kok luhan kae nya tau sih kalo suzy suka sama myung._.
    baca next part aja deh biar lebih jelas =)) wkwk

  4. yeayyyy… main castnya member infinite.

    omo, jd suzy pny masa lalu sm myungsoo? trus knp myungsoo berubah? dan suzy knp jadian sm luhan?apa luhan tau klo suzy suka sm myungsoo? trus masa lalu jiyoon apakah itu luhan?

    ga sabar bc next part

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s