[FF Freelance] Hypnotized (Chapter 2)

hypnotized-quorralicious

Title                 : Hypnotized (chapter 2 )

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : +15

Genre              : Romance, Fantasy, Comedy (just a little bit)

Main Cast        :

  • Tiffany as Kris’s Fangirl
  • Kris as Idol Star

Supporting Cast          :

  • Suho as Tiffany Oppa
  • Xiumin as Manager Hong
  • Taeyeon as Kris’s Ex Yeojachingu
  • Siwon as Tiffany’s Ex Namjachingu
  • Yoona as Tiffany’s Eomma
  • Sehun as Tiffany’s Appa
  • Seohyun as Tiffany’s friend

Pairing             : Tiffany and Kris

Quote              : I Got you!

Previous           : Chapter 1,

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

A.N                 : FF bergenre romance comedy pertamaku, jika kalian menyukainya tolong tinggalkan koment agar semakin memotivasiku. Saranghae~

Flashback ON

Kris POV

Perasaan yang menjalariku saat ini bukanlah perasaan sebelumnya saat di waiting room, melainkan sebuah perasaan yang tumbuh saat aku melihat sosoknya di pintu kamarku. Akupun mantap melangkahkan kakiku tengah ruangan konferensi pers dan menaiki podium. Continue…

Lalu… magis hipnotis Tiffanypun hilang kembali. “Aku tidak kenal keu yeoja, itu hanyalah sebuah isu yang tidak benar ucapku.” Tepat disaat Tiffany akan keluar dari ruangan itu tak jauh dari Tiffany mendengar ucapanku, dia lalu berjalan cepat ke arah podium, dengan wajah kesal diapun langsung merebut mic.”Iya! aku adalah pacarnya, tolong berkati hubungan kami ini dan doakan yang terbaik bagi percintaan kami yang indah ini.” Ucap Tiffany tiba-tiba, kontan hal ini membuat para reporter semakin senang untuk mengabadikan foto kami berdua, disaat itu aku tidak memapu menepis lagi kata-kata yeoja tadi itu hanya bisa melongo melihat keadaan yang berbalik semakin kacau ini. Tiba-tiba moment di waiting room dan di kamar hotelku pun terbayang dipikiranku, seperti sebuah film yang menampilkan masa lalu seseorang ku melihat jelas adegan demi adegan yang melibatkan kami berdua.

Author POV

Ada yang hilang sebenarnya, rasa suka yang mulai dirasakan oleh Kris hilang seiring dengan ingatannya yang kembali. Kris menarik tangan Tiffany ke kamarnya,”Ya! Siapa kau berani-beraninya merusak image dan reputasi yang selama ini aku bangun!” marah Kris pada Tiffany. Tiffany hanya diam,”kau benar-benar pintar menarik ulurkan hati seseorang.”ucapnya,”nasi sudah menjadi bubur, terima saja kenyataan ini seantero dunia (yang menonton TV tentunya) sudah tau bahwa kita ini sepasang kekasih. Camkan itu.” Kata Tiffany sambil mendelik kesal,”AH Sirheo,, Siltagu!Gak mau, aku gak terima diperlakukan semna-mena olehmu!.” Teriak Kris,”Nado, gak terima diperlakukan seperti ini olehmu yang tidak berperasaaan, katamu kau mampu mengungkapkan perasaanmu padaku kepada publik, kau mala mengingkarinya dasar namja jahat! Nappeun neom! Teriak Tiffany sambil melengos keluar kamar, dia tidak ingin berhubungan lagi dengan lelaki itu meski tak dapat dipungkiri dia sudah mendapat temapt di hati Tiffany. Sementara Kris yang ditinggal Tiffany, hanya bisa melongo seperti sapi bodoh yang tidak tahu harus berbuat apa, disatu sisi dia gembira yeoja itu sendiri yang angkat kaki dari kamarnya menandakan bahwa dia juga tidak berniat menjadi kekasih Kris.

Beberapa hari kemudian…

Kris POV

“Kris, dimana pacar anda,?”,

”Dimana tempat favorit kalian berkencan?”,

”Sejak kapan kalian menjadi kekasih?”,

”bagaimana rencana hubungan kalian untuk masa depan nanti?”

“apa yang kau sukai dari kekasihmu itu?”

Semua pertanyaan reporter itu sangat mengganggunya. Dia tidak menjawab semua pertanyaan itu.

“Hyung! Kenapa kau tak jawab pertanyaan-pertanyaan itu? Kau mau diberitakan tidak akur dengannya? Atau diberitakan bahwa berita ini hanya untuk meningkatkan popularitasmu di industri Korea yang kejam ini? Juga memperlancar rencanamu untuk debut disini? Kau mau dicap pXiuminboy yang tidak bertanggungjawab, pastinya jika reporter mengetahui sesuatu mengenai ini mereka akan mencoba menjatuhkanmu dan menarik sisi yeoja itu kesamping mereka, memberikan berita yang tidak baik. Apakah tidak sebaiknya kau rukun saja dengannya,” jelas Manager Hong panjang lebar, apa yang dia katakan ada benarnya juga, tetapi aku tak mau menurunkan gengsiku.”huh! gak mau! Biarkan saja mereka!” kataku sambil memakaikan  kacamata hitam terbaruku dengan cara yang elegan(?)(hanya menurutnya saja itu elegan).

Benar saja apa yang diprediksi oleh managernya, Kris diberitakan hanya mengada-adakan saja hubungan skandalnya dengan yeoja itu karena ingin mempopularkan dan meningkatkan levelnya sebagai idol melalu skandal yang dibuatnya sendiri. Akupun menelpon dektektif sewaan terbaik, lalu “Tolong cari tau secara detail background wanita yang ada di foto ini,” kataku sambil mengirimkan foto yeoja itu, Tiffany.

Membaca berita ini otomatis membuatku marah sekaligus takut, takut reputasiku yang selama ini kujaga akan hancur. Apakah tidak sebaiknya kau rukun saja dengannya, ucapan managernya itu terngiang ngiang ditelinganya. Setelah berpikir lumayan lama, akhirnya dia mau menemui yeoja itu untuk membicarakan masalah ini, bahkan rela pergi jauh dari Seoul ke daerah lingkungan rumah Tiffany.

Tok..tok.. tok.. Aku tak sabar ingin pintu rumah yeoja ini segera dibuka, ku ketok lagi lebih keras dari sebelumnya,”YA!! Buka pintu ini! Aigoo keu yeoja!” aku lupa namanya jadi aku tak menyebutkan namanya, beberapa detik kemudian terdengar suara langkah kaki mendekati daun pintu yang terkunci itu, aku yang berada di balik daun pintu itu mendengar suara langkah kaki, tetapi aku yakin bukanlah suara langkah kaki yeoja, akupun mundur beberapa langkah, bersiap takutnya yang ada dibalik pintu itu bukanlah geu yeoja, aku ancang-ancang memposisikan kakiku dengan mantap kuda-kuda kulakukan, tidak sia-sia aku belajar karate dari Tao, hahaha.. Na nuguya? Cwego Kris, idol terbaik dan terpopuler selamanya! Tak kusadari aku berteriak cukup keras mengucapkan semuanya, aku tak menyadari pintu sudah terbuka dan terlihat seorang laki-laki berdiri didepanku, dialah yang membukakan pintu untukku, aish,, tatapannya itu, tatapan laki-laki itu tidak mengenakkan seakan dia memikirkan siapa diriku, seperti orang gila berteriak-teriak didepan pintunya, Aish harga diriku turun, Omona!!! Teriakan 7 oktavku meletup di dalam hati.

Author POV

“neo !!” kata Suho dia masih teringat kalau itu adalah laki-laki yang diantarkannya ke hotel. “Nappeun neom!” mau apa kau kesini?!” seru Suho masih tak percaya melihat laki-laki ini didepan rumahnya. Sayup-sayup Tiffany yang tengah berada di lantai 2 mendengar kakaknya itu sedang berteriak-teriak, tapi pada siapa? Pikirnya. “Aku ingin bertemu dengan yeoja yang kemarin.” Jawab Kris, “yeoja yang kemarin maksudmu kemarin itu dulu saat kita nganterin kamu ke hotel itu??! Dia adikku!” seru Suho lagi, kemarahannya sudah memuncak jika dia mengingat begitu jeleknya perlakuan laki-laki ini pada adik semata wayangnya itu. “Ouh, kau kaakaknya, baguslah, biarkan aku bertemu dengan adikmu.” Ssahut Kris cuek.”Ya!neo! sangat tidak sopan!pergilah! aku tak menerimamu sebagai tamuku.” Jawab Suho,”tapi..” belum slesai Kris berbicara seorang yeoja memotong pembicaraannya. “ada siapa oppa?” kata yeoja itu dari dalam rumahnya. “Aniya.” Jawab Suho menutupi apa yang terjadi. Tetapi rupanya Tiffany menyembulkan kepalanya karena penasaran apa yang sebenarnya sedang terjadi.”Kamu? sedang apa kamu disini?!” katanya kemudian. “Eoh! Annyeong.” Kata Kris mencoba tersenyum semanis mungkin, inilah setidaknya yang harus aku lakukan jika ingin gencatan senjata dengan musuhku, hahaha,, ujarnya dalam hati. Rupanya Kris masih kesal dengan kelakuan yeoja yang sembrono itu saat konferensi pers.

Kris POV

Di mobil hapeku berbunyi, telpon dari Heechul hyung rupanya, “Ne, hyung.. Mworagu? Penyihir? Jinjja? Keotjimal aniya? Jangan becanda dong hyung, Eoh, keurae, ne, keutneo hyung.” Jawabku.

Tiffany POV

Bagaimana kalau kita lanjutkan saja sebagai kekasih pura-pura, aku tak ingin dicap sebagai pXiuminboy, lebih baik dicap sebagai idol yang rela mengorbankan reputasinya dan mengumumkannya ke publik ketimbang cap pXiuminboy. Ucapan laki-laki itu terngiang-ngiang ditelingaku, kenapa dia mau melakukan itu? Padahal pertemuan kita saja sudah bukan sebuah takdir, melainkan hipnotis yang aku perbuat padanya. Aaaah.. tapi aku sudah terlanjur sepakat untuk melakukan itu dengannya, jadi mari kita lihat besok itu akan terjadi apa di kencan pertama kita, pikir Tiffany sedikit antusias.

“Kita akan kencan dimana?” tanyaku saat aku memasang sabuk pengaman dan duduk disampingnya dengan manis,”aku membawa bekal buah-buahan, kau suka?” tanyaku agak ragu, “Aku suka buah kok, aku ini tipe omnivora pemakan segaala, makanya kamu juga hrus hati-hati takutnya kau juga bisa kumakan.hahaha.” candanya yang menurutku sangatlah garing. “Ayo kita ke taman bermain saja, sudah sejak aku menjadi idol aku tak pernah bermain kesana lagi.”keluh Kris, “Ayo, Julbal! Lets go!” teriakku penuh semangat dan tak terasa aku melihat Kris menyunggingkan senyumnya melihatku begitu bersemangat, pipiku pasti menjadi sangat merah saat ini, keluhku dalam hati.

Kamipun menaiki semua wahana yang ada di taman bermain itu juga saling membicarakan kisah masing-masing mulai dari masa kanak-kanak hingga saat ini, disela cerita itu sengaja aku merahasiakan identitas keluargaku yang merupakan keluarga penyihir, kami sangat bahagia menghabiskan waktu bersama berdua meski terkadang terganggu juga oleh fanmeeting dadakan Kris, saat fansnya mulai mengenalinya dan mengerubunginya, Kris tetap memegang tanganku seakan takut aku hilang, perlakuannya yang seperti itu cukup membuatku bahagia.”lalu kita akan kemana lagi?” tanya Kris bersemangat,”aish saking semangatnya aku lupa bahwa kita belum makan, ayo kita makan dulu sebelum aku mengantarmu pulang.” Ujar Kris. Mobilnya pun meluncur ke restoran yang  sangat mewah, privasinya sangat terlindungi jika kami makan bersama saat ini, takkan ada yang mengganggu, semua pelanggan sibuk dengan urusan masing-masing. Saat sampai dirumahku aku tidak langsung keluar dari mobil, ide jailku keluar untuk menghipnotisnya lagi, mataku yang berwarna abu mengeluarkan garis hitam yang berpendar TTTara!!! Akupun mendapat ciuman hot darinya, bibir kami saling berpagut dan bibirnya menyentuh bibirku secara liar seakan tidak ingin lepas dari bibirku ini, akupun menghilangkan hipnotis itu saat kulihat cahaya lampu di ruang tamu rumahku terlihat menyala, ah Eomma atau oppa pasti sedang menungguku pulang, akupun keluar dari mobilnya Kris oppa, saat itu tiba-tiba Kris memanggilku,”Gomawo untuk hari ini.” Katanya sambil tersenyum manis dan sangat tulus, terpancar dari matanya.”Sama-sama, aku juga sangat bahagia dan menikmati hari ini.” Jawabku sambil melambaikan tanganku pertanda perpisahan,”hati-hati dijalannya ya,” kataku.

Sesampainya dikamar terlihat pesan dari Kris,”aku sudah sampai ^^.”, “syukurlah.” Jawabku sambil melepaskan bajuku dan menggantinya dengan sepasang baju yang baru, Tok..Tok.”Tiffany ini eomma sudah menyiapkan susu hangat untukmu, minumlah selagi masih hangat.” Kata eomma sambil keluar lagi,”ne, gomawoyo eomma,” jawabku. Setelah beres-beres, minum susu dan membersihkan wajah, kaki dan tanganku serta menggosok gigi akupun bersiap untuk tidur, tiba-tiba Xiuminar hape menyala, ada pesan dari Kris sepertinya, Jaljayo ^^, aku jawab Ne. Mataku pun terpejam begitu cepat, lelah yang kurasa dari hasil jalan-jalan tadi di taman bermain berhasil membuat tidurku semakin nyenyak.

Kris POV

Sementara diapartmentnya Kris terlihat gusar, Aish kenapa Tiffany hanya menjawab dengan santai tanpa emoticon, apa dia sebenarnya tidak menikmati kencan denganku, pikirku. Kulihat lagi hapeku mencoba mencari topik pembicaraan lainnya, tapi sepertinya dia sudah tidur, kucoba telpon pu tidak dia angkat. Malam ini sepertinya aku takkan bisa tidur, meski begitu lelah tetapi mataku tak bisa terpejam jika mengingat senyuman Tiffany, senyumannya berhasil membawa Tiffany ke hatiku, hatiku tersinari oleh matahari, it’s Tiffany Day,kataku dalam lamunanku sambil memikirkannya diriku sambil senyam senyum sendiri tanpa kusadari. Setelah berkencan hari ini sepertinya aku mulai menyadari bahwa dia bukan yeoja sembarangan, dia yeoja yang memiliki pesonanya sendiri.”Aku ingin esok hari segera tiba,” keluhku sambil perlahan memejamkan mata, lelahku mengalahkan pikiranku.

ÍÍ——ÎÎ

“Hyung, ayo bangun, jam 7 ini kita ada pemotretan di jalanan Gangnam, “ terdengar Manager Hong berteriak membangunkanku.”Aku masih ngantuk.” Ujarku setengah sadar, “aaah ppalii..!” dia berseru sambil menarik kakiku ke kamar mandi, emmintaku cepat membasuh wajah dan mengganti baju. Malas sekali, aku kurang tidur hari ini gara-gara memikirkannya semalaamn, huh..batinku.”ne, aku akan bersiap.” Jawabku sambil ogah-ogahan, kulihat jam baru menunjukkan  pukul 6 kurang 10 menit. “Eoh?.”kataku saat akan berangkat untuk pemotretan pictorial book, “aku lupa sesuatu.Aku belum mengirimkan sms selamat pagi padanya, pacarku.” Kataku sambil tersenyum,”Heol. Aku kira apaan yang hyung lupa,ayo lah hyung ppalli.” Kata Hong sambil menyeretku yang sedang mengirimkan sms untuk Tiffany.

Tiffany ah, kau sudah bangun cantik? Tanpa kusadari aku mengirimkan sms itu, “Hah!!!andwae, pabo kamu Kris! Mengapa kau mengirim sms ini ke Tiffany!” rutukku pada diri sendiri saat mobil van ku melaju kencang ke arah Gangnam.

Tiffany POV

Tiffany baru membukakan matanya, kemarin menaiki semua wahana itu cukup membuatnya kelelahan dan tertidur pulas, Suho dan Yoona Eomma tidak tega membangunkannya jadi dia ditinggal sendirian, keluarganya sudah bergegas ke pasar sejak subuh tadi sepertinya.”ah, mian oppa aku overslept.” Ujarku sambil mengucek-ngucek mataku, akupun bergegas ke kamar mandi untuk bersiap menyusul Suho oppa dan Yoona eomma ke rumah makan. Ketika aku memasuki kamar mandi, aku mendengar bunyi sms, saat kulihat rupanya dari Kris, cukup membuat mataku melotot dan mulutku menganga seakan tak percaya akupun melihat lagi pengirim sms ini, benar rupaanya Kris oppa. Senyumku merekah, benarkah ini dirinya yang mengirim, masih tidak kupercaya akupun membalasnya dengan cepat. Kris oppa, si cantik baru terbangun ^^ setelah aku lihat lagi isi sms ini aku merasa jijik sendiri, cheesy and greasy banget sms ini, huhh tapi tak apalah suda terlanjur terkirim, hahaha kataku sambil langsung menuju kamar mandi.

Kris POV

Wah syukurlah dia membalasnya, hahahah isinya tak jauh berbeda dari sms yang kukirim. PD nim yang bersiap untuk menshoot CF Parfumeku hari ini daritadi memanggilku, aku baru menyadarinya langsung aku bersiap mendekatinya,”ne, PDnim.”,“Pagi ini suasana disekitarmu terlihat cerah, kau memang benar-benar sedang jatuh cinta pada gadis yang ada di berita itu ya, kekeke.”kekehnya melihat tingkahku barusan.”ah, ne…”heheh jawabku sambil malu-malu.”Lain kali aku akan meminta pasanganmu untuk mengikuti CF ini sebagai kekasihmu, banyak yang penasaran akan kepribadiannya.” Ujar PD Seo nim kemudian, “Ne, gomawo.” Jawabku,”Ketika tiba waktunya aku akan mengajaknya kemari untuk shooting CF bersamaku.” Jawabku lagi sambil tersenyum. Shooting hari ini berjalan cukup lancar, apalagi dengan suasana hatiku yang sedang gembira ini,”ah iya, aku lupa membalas pesannya.!!” Akupun langsung membuka hapeku bersiap untuk mengsms Tiffany kembali. Tiffany ah mianhae, tadi aku sibuk pemotretan dan CF, aku merindukanmu.Di satu sisi ruang batin, kamu menghadirkan pelangi untuk pagi dan malamku. Senyatanya, membiru-hijaukan padang pengharapanku, smspun terkirim.

Author POV

Mereka saling berkirim pesan walau tak begitu sering bertemu, kenapa? Karena seiring dengan popularitasan Kris yang menanjak maka diapun semakin sibuk. Meski begitu Kris terlihat sering meluangkan waktunya hanya untuk sekedar mengirimkan pesan menanyakan kabar dan menanyakan apa yang sedang dilakukan yeoja yang dia cintai itu. Begitu juga dengan Tiffany, terkadang Tiffany masih menggunakan kekuatannya untuk menghipnotis Kris, matanya yang berwarna abu mengeluarkan garis hitam yang berpendar itupun selalu sukses membuat Kris terhipnotis,dia akan melakukan hipnotisnya itu kalau dia sudah merasa sangat merindukan sentuhan dari Kris.(hahaha) Meski hubungan ini diawali oleh ketidakjujurannya kepada media tetap saja rasa kagum yang dimilikinyapun berubah menjadi rasa cinta, ne ! yeoja itupun sudah mulai jatuh cinta pada segala yang dimiliki oleh Kris, ketidakjujuran  Kris atas perasaannya sendiri, kekasaran kata-katanya dia tahu meski Kris seperti itu tetapi pada kenyataannya dia tak seburuk itu selalu ada hati yang hangat yang Kris coba tutupi dibalik kekasaran dan kedinginan sikapnya itu, meski Tiffany sudah memahaminya tetapi dia belum tahu perasaan Kris yang sebenarnya padanya, juga belum tahu alasan kenapa Kris seperti itu. Contohnya saja dari percakapan sms mereka;

Kris: Tiffany ah mianhae, tadi aku sibuk pemotretan dan CF, aku merindukanmu.Di satu sisi ruang batin, kamu menghadirkan pelangi untuk pagi dan malamku. Senyatanya, membiru-hijaukan padang pengharapanku. Karena Kris malu dan terlanjur ngirim sms ini, diapun sering mengsms lagi.

Kris: Aku hanya bercanda, hanya sedang belajar membuat puisi saja, jangan GR.

Tiffany: Karena Tiffany belum tahu sifat Kris seperti itu diapun membalas, Siapa juga yang GR. Huh? Belajar berpuisi, kamu? Tsk, cih..paling Cuma copy paste dari sastrawan terkenal.

Kris: Kamu tidak percaya? Itu beneran puisi buatanku, enak saja kau bilang aku plagiat.

Tiffany: Mana mungkin dari otakmu itu keluar kata-kata seindah itu. Coba kalau begitu kau buat lagi satu.

Kris: Heol. Siapa takut, bentar aku buat puisi lagi.

Kris: Tersungkur di mamah lelah. Berharap bisik lembutmu merupakan doa kesyahduan, dan sudahi tidurku dengan indah.

Kris: Otte?

Tiffany: Zzzzzzzzzz, dia tertidur saat menunggu Kris membalas pesannya.

Mereka selalu bertengkar kecil seperti itu di sms, semuanya karena Kris selalu mencoba membohongi dirinya sendiri kalau Tiffany sudah masuk kedalam hatinya yang saat ini sangat terang benderang, juga karena Tiffany belum mengerti dirinya. Tapi setelah dua bulan kebersamaan ini, Tiffany mulai bisa memahami Kris, laki-laki yang dia cintai itu.

Hingga pada suatu hari… saat Tiffany sedang menjaga rumah makannya, dia melihat seorang namja sedang berdiri diluar rumah makannya, wajah namja itu sudah tidak asing lagi baginya, wajah namja yang dia cintai, dulu tiga tahun yang lalu. “Sung..min oppa?”ujarnya kaget,Saat itu namja tersebut menyadari bahwa Tiffany sudah menyadari keberadaannya diapun masuk, “Annyeong Tiffany ah, apakabar?” sambil tersenyum tak terbendung.”Oppa, kenapa kau ada disini?bukankah kau sedang sekolah di luar negeri?”,”aku sudah lulus Tiffany ah, dan mendapat pekerjaan yang mapan pula.”jawabnya, “lalu kenapa kau tiba-tiba ada disini? Hubungan kita sudah berakhir oppa.”lirihnya, mengingat masa lalunya, Tiffany bertahan menahan tangisnya.”Ne, aku tahu, maka dari itu aku ingin memulainya kembali denganmu, aku masih mencintaimu Tiffany ah, kau tahu sendiri kan dulu kenapa aku terpaksa sekolah di luar negeri, sekarang karena aku sudah mapan, aku ingin kau menjadi pendamping hidupku.” Jelasnya panjang lebar.”Tapi aku tidak oppa,(sudah ada namja lain dalam hatiku, mianhae,ujarnya dalam hati)”,”Aku tahu aku yang salah, aku yang kalah menghadapi ibuku saat itu,tapi sekarang aku akan melawannya, aku ingin tetap menajdi namja yang  berada disisimu, aku akan menunggumu, keureom, aku pamit ya.” Jawabnya tak mengindahkan kata-kata Tiffany sebelumnya, dia pergi keluar sambil sebelumnya memberikan bunga anggrek kesukaanku, pacaran 2 tahun cukup baginya untuk mengerti Tiffany dan mengetahui segala sesuatu yang Tiffany sukai atau yang aku benci.

Tiffany POV

Siwon Oppa, seandainya kau datang lebih awal seperti saat ini, mungkin saja aku tak perlu ragu seperti ini, meski aku sudah mencoba melupakanmu dan mencintai namja lain, tapi tak dapat aku pungkiri aku juga masih menyayangimu, bisakah hatiku berdegup lagi untukmu, pikir Tiffany sambil melamun menerawang langit-langit kamarnya yang berwarna biru bergambarkan awan-awan putih, lukisan perpisahan dari Seohyun teman SMAnya.

Hatiku bimbang. Lalu kulihat hapeku, ada sms dari dua namja, dari Kris.”kamu dimana? Aku ada jadwal kosong hari ini, mari kita main.”, lalu dari Siwon oppa,”Bagaimana, bisakah kau pertimbangkan lagi cintaku padamu Tiffany, bisakah kita memulai kembali dari awal?”, Aku ingin sekali tidak menghiraukan sms dari Siwon oppa, aku sangat tahu dan mengerti sekali apa penyebab hubungan kita berdua berakhir, bukan semata-mata karena Siwon oppa sekolah diluar negeri saja, justru alasan dibalik kenapa dia sekolah diluar negerilah penyebabnya, ibunya tidak menyukaiku dan keluargaku yang biasa saja, pendidikanku tidak tinggi dan keluargaku hanya keluarga biasa didepan mereka, yalah keluarga Siwon oppa kan keluarga chaebol generasi pertama, jadi sebisa mungkin ibunya ingin menjauhkannya dariku saat kami bersama dulu. Akupun tak membalas sms Siwon oppa, aku hanya membalas sms Kris, “Kajja, kita bertemu di tempat biasa saja ya, aku sudah siap.”. Sms Siwon oppa sukses membuatku tak menikmati dan kurang berkonsentrasi saat aku bersama Kris,

Saat makan malam di restoran…

aku ingin sekali menanyakan apa yang harus aku lakukan pada namja yang ada didepanku ini, tapi aku yakin sekali pasti dia menjawab itukan bukan urusanku, coba kau pikirkan sendiri, aku sudah sangat yakin dia pasti menjawabnya begitu bukan solusi yang akan kudapat.

Aha, akan aku coba menghipnotisnya aku ingin tahu apa yang ada dalam pikirannya jika aku jelaskan dan menceritakan ini padanya, mata Tiffany pun mulai mencari mata Kris dan dengan hipnotisnya Tiffany sukses untuk kesekian kalinya membuat Kris menjadi sangat romantis, Yes!! Berhasil, “Kris oppa, bagaimana menurutmu jika ternyata saat ini ex namjachinguku kembali dan dia ingin serius berhubbungan denganku lagi?” Kris yang sedang terhipnotis pun menjawab dengan sejujurnya,”Jika kau kembali padanya, kau sama seperti menggalikan kubur bagiku.” Sreeet,, Kris berkata itu sambil menggeserkan kursinya kedepan, mendekat ke wajah Tiffany,”Karena aku mencintaimu.” Lanjut Kris sambil mencium bibir manis Tiffany, Tiffany yang baru menyadari perasaan Kris padanya kaget sekali, meski dia sering menghipnotis namja ini tetapi dia tidak pernah benar-benar menanyakan perasaan namja ini padanya. Lalu Tiffany pun….

TBC

A.N: maaf kalau alurnya kecepatan dan typo betebaran dimana-mana.

4 thoughts on “[FF Freelance] Hypnotized (Chapter 2)

  1. hmm mau kasih saran nih, aku menemukan beberapa kata yg mungkin tidak baku seperti ‘gak’ ‘nganterin’. Mungkin kata kata itu bisa diubah jadi ‘tak’ dan ‘mengantar’ biar lebih enak juga bacanya
    overall udah bagus. aku suka
    next part soon..

  2. Hohoho thor aku menikmati pas baca ffnya. Hmm untuk penggunaan dan dalam pemilihan kata yang tepat bisa di perbaiki lagi thor🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s