[FF Freelance] I Love You, More Than I Know (Chapter 3)

hunzy Publist

Title : I LOVE YOU, MORE THAN I KNOW #Be Friend

Author : Monchan

Genre : Romance, comedy

Ranting : PG-15+

Main Cast : Bae Sooji aka suzy

Oh sehun

Xi Luhan

Krystal jung

Kris  exo

Park Chanyeol

Kai exo

Length : Chaptered

Previous : Chapter 1, Chapter 2,

Desclaimer : annyeong…..aku balik lagi dengan part ke 3… mungkin ceritanya agak berbeda dengan bayangan kalian… mohon maaf juga jika dalam penulisan cerita ini banyak menggunakan bahasa yang kurang formal, tapi mohon tetap dukung cerita ini ya… (bow) ^_^

Cerita ini aku dedikasikan untuk eonni ku Ai-chan yang cantik yang selalu menyempatan diri untuk membaca ceritaku padahal lagi nyusun skripsi sekarang. Thx eon. ^^ ..

Oke dari pada banyak intro, langsung saja….

 

@@@HAPPY READING@@@

 

Tangan ini entah kenapa ingin menjaganya.

Tangan ini entah kenapa ingin melindunginya.

 

 

 

Author POV

Dalam sekejab perasaan Suzy yang semula bahagia karena berhasil membalas Sehun Cs kini malah berganti menjadi merinding. Ia merasakan ada seseorang yang sedang menatapnya sekarang. Namja nan manis itu lagi-lagi muncul secara tiba-tiba dan kini telah berdiri tepat di depan wajah Suzy.

“Ya Xi Luhan, apa yang kau lakukan?” Tanya Shin seonsaeng pada namja yang entah bagaimana telah muncul dan bergabung dengan mereka. ( Dia tidak ikut kena hukuman karena saat kejadian dia tidak berada di TKP. Ataupun terlibat di dalamnya karena saat itu ia berada di kantin lagi asyik makan.)

Tentu saja pertanyaan Shin seonsaeng bukan karena kedatangannya yang tidak diundang tapi karena namja itu kini telah berdiri tepat di depan wajah Suzy dengan posisi yang membuat siapapun akan berpikir jika Xi Luhan ini tidak segera dihentikan mungkin akan terjadi adegan kiss di sana.

“Ya, apa yang kau lakukan?” sergah Sehun dengan menarik paksa Luhan yang masih tak mau beranjak dari sana. Sementara Suzy hanya bisa terpaku di tempat karena shock.

Tapi atas bantuan dari Kris, dan Chanyeol akhirnya namja itu bisa bergerak menjauhi Suzy. Krystal dan Kai hanya bisa menatap tak percaya dengan posisi mulut terbuka. Dan Suzy kini memegangi dadanya karena saking shocknya. Wajahnya terlihat pucat. Bagaimana tidak, jika Sehun dan lainnya tidak menghentikan tindakan spontan Luhan yang terkesan liar, mungkin gadis itu akan kehilangan ciuman pertamanya. Ia juga membayangkan jika itu terjadi dan suatu hari nanti jika ada yang bertanya mengenai bagaimana ciuman pertamanya dan menurutnya, ia sudah tidak sanggup menjawab jika itu karena kejadian konyol ini.

“Ah..ah.. appo” rintih Luhan ketika telinganya di tarik oleh Shin seonsaeng.

“Kau mau apa tadi?” ucap Shin seonsaeng dengan masih menarik telinga Luhan hingga telinga namja itu berubah kemerahan setelah Shin seonsaeng melepaskan jewerannya.

“Karena tindakanmu tadi, kau juga bersama yang lain ikut membersihkan aula.” Ucap Shin seonsaeng sementara Luhan hanya mengembungkan pipinya. Di sampingnya ada Kai dan Chanyeol yang sudah tertawa tanpa suara.

 

Luhan POV

Aduh telingaku sakit sekali setelah dijewer oleh Shin alias Chanyeol senior. Pantas Chanyeol sering mengeluhkan telinganya yang sering sakit, karena ini toh. Atau telinga panjangnya yang  melebihi ukuran orang normal itu, bisa jadi karena sering dijewer oleh Shin seonsaeng. Aku masih meraba-raba telingaku. Pasti merah deh nich.

Sebenarnya tidak masalah jika harus membersihkan aula. Tapi minat ku langsung rontok, saat Bae Sooji diajak pergi sama si tua Shin. Uh, menyebalkan.

“Ya, Sehun-ah kerja yang benar !! lihat ini, kau malah bikin kotor tempat yang sudah ku pel tadi.” ucapku kesal. Karena dia malah menyapu di tempat yang sudah ku pel.

Tapi Sehun hanya memandangku sekilas dengan tanpa ekspresi lalu berlalu begitu saja. Ada apa dengannya? Kenapa mukanya seperti kesal begitu? Apa ini karena membersihkan aula atau karena hal yang lain?

Bukan saatnya memikirkannya. Mendingan aku cepat selesaikan bagianku karena perutku sudah melakukan aksi demo besar-besaran minta jatah makan.

 

Sehun POV

Kesal. Tiba-tiba saja perasaan itu muncul. Aku juga bingung, aku kesal karena apa.

“Ya, Sehun-ah kerja yang benar!! Lihat ini,  kau malah bikin kotor tempat yang sudah ku pel tadi.” ucap Luhan hyung dengan wajah kesal.

Entah kenapa dialah sumber kekesalanku saat ini. Aku hanya menatapnya sekilas lalu pergi menyapu ke tempat lain.

 

Krystal POV

Tangan ku rasanya sakit sekali. Mungkin mau mati rasa. Dari tadi kami sudah mengepel. Kok, seperti tidak ada perubahan yang berarti. Harus berapa lama lagi kami harus menyapu dan mengepel aula ini? Aku harus memberitahu ayah untuk tidak membangun gedung yang sebesar ini lagi.

Kriiiukkk… perutku tiba-tiba berbunyi. Aku harap tidak ada yang mendengarnya, karena ini memalukan.

“AHHH…. Aku capek dan LAAAPARRR” teriak Chanyeol.

“Ya sampai kapan kita harus menyapu dan mengepel?” ucap Kai sambil membanting sapu yang dipegangnya.

Aku sebenarnya sudah capek dan lapar tentunya, tapi kalau tidak dikerjakan sekarang maka ini tidak akan ada selesai-selesainya.

“Aku capek… APPA MENYEBALKAN…” umpat Chanyeol yang langsung melempar pel yang di pegangnya.

“Ya apa yang kau lakukan?” ucap Kris sambil molotot pada Chanyeol karena pel yang di lemparnya mengenai sepatu kris.

Mianhae Hyung, gak sengaja.” Ucap Chanyeol sambil mengedipkan matanya.

“Ya sebaiknya kalian berdua ambil kembali sapu dan pel itu. Sebelum aku..”

Ne, hyung.” Ucap Chanyeol dan Kai ketakutan. Keduanya kini malah lebih semangat menyapu dan mengepel.

“Ya Sehun, sapu yang benar!  Hyung, Sehun tidak kerja nich.” ucap Kai kesal lalu menatap kris seolah meminta bantuan.

Memang benar apa yang diucapkan Kai. Sehun hanya menyapu di tempat-tempat itu saja. Sementara matanya menerawang ke arah lain. Aku penasaran apa yang sebenarnya dipikirkan namja itu. Aku tahu dia selalu seperti itu. Tapi apa yang membuat dia seperti itu lagi, itu sungguh membuat ku penasaran.

Tukk, Kris berhasil mengetuk kepala sehun dengan gagang pel yang dipegangnya. Sedetik kemudian, Sehun sudah merintih kesakitan dengan memegangi bagian kepalanya yang sakit.

Hyung apa yang kau lakukan?” Tanya Sehun kebingungan. Sebenarnya aku kasihan padanya, karena itu pasti sangat sakit.

“Makanya kerja, jangan melamun.” Ledek Kai.

“Ya Kai-ah, aku kerja tahu.” Bela Sehun.

“Kerja?” sambung Chanyeol. “Ya apa yang kau lamunin sich?” Tanya Chanyeol. Sebenarnya itu juga merupakan pertanyaanku.

“Aku, cuma merasa kalau rencana kita tadi seharusnya berhasil. Padahal itu tinggal sedikit lagi bisa semakin menarik. Kalau saja Chanyeol senior tidak datang.” Ucap Sehun kesal. Karena ia lalu  memukul-mukul sapu yang dipegangnya ke lantai sampai menimbulan bunyi gaduh.

Tukk, Kris kembali mengetuk kepala Sehun dengan gagang pel yang dipegangnya.

“Ya kalau rencana mu berhasil, pasti bukan aula saja yang kita bersihkan tapi bisa jadi semua gedung sekolah. Kau tidak lihat Krystal dan lainnya sudah lelah, sementara kau masih memikirkan rencanamu.” Ucap Kris dengan melotot pada Sehun.

Sehun kemudian menundukkan kepalanya sampai hanya sebagian wajahnya saja yang terlihat.

Mianhae, jeongmal mianhae. Aku tidak bermaksud untuk membuat kalian susah. Aku cuma… aku cuma ingin bersenang-senang tadi. Tidak tahunya itu membuat kalian..” ucapnya terputus.

Mianhae, jeongmal mianhae.” Ucapnya lagi dengan suara parau. Sehunku tidak menangiskan? Ya Sehun jangan berkata seperti itu, kau membuatku jadi ikutan sedih.

“Ya, kenapa kau bilang begitu sich?” ucap Kris dengan nada bersalah.

“Ya jangan sedih Cehun-ah,” ucap Luhan sambil memeluk Sehun dari belakang. Kini bukan hanya Luhan yang memeluknya, tapi Kris, Chanyeol dan Kai pun juga ikut memeluknya. Ah, sebenarnya aku juga ingin memeluk baby Sehun ku. Tapi aku tahan mati-matian niatku itu. walaupun tangan dan kaki ini rasanya sudah ingin meranjak dari tempat ku berdiri sekarang.

Aku baru tahu ini pun dari Kris kalau Sehun sebenarnya selalu kesepian dan tidak pernah mendapat kasih sayang dari kedua orang tuanya karena kesibukan mereka. Mungkin inilah alasan dibalik semua tindakan kekanakannya selama ini. Sungguh malang nasib baby Sehunku.

 

Author POV

“Ya jangan sedih Cehun-ah,” ucap Luhan sambil memeluk Sehun dari belakang. Kini bukan hanya Luhan yang memeluknya, tapi Kris, Chanyeol dan Kai pun juga ikut memeluknya.

“Ya apa yang kalian lakukan? Cepat lepaskan aku!!!” Teriak Sehun berusaha melepaskan pelukan dari teman-temannya.

“Ya tidak usah malu gitu kali. Kami kan sedang ingin memeluk dongsaeng kami yang paling cengeng.” Ucap Kai.

“Aku tidak cengeng. Ya lepaskan aku. Aku bukan anak kecil!!” Teriak Sehun lagi.

Tapi keempat namja itu malah semakin mempererat pelukannya.

“Kau memang masih kecil.” Ucap Kris sambil mengedipkan sebelah matanya pada Sehun dan itu menambah keinginannya untuk melepaskan pelukkan mereka. Melihat hal itu Krystal hanya bisa tertawa.

“Sudah diam saja, kapan lagi kau dapat pelukan gratis.” Imbuh Chanyeol.

“Ya lepaskan aku.!!” Seru Sehun yang masih berusaha untuk melepaskan diri.

Wajahnya kini menjadi memerah setelah melihat kedatangan seseorang. Orang itu lebih tepatnya yeoja itu berjalan semakin mendekat ke arah mereka.

Semua mata memandang ke arah yeoja yang bernama Bae Sooji tersebut. Termasuk Krystal yang kini membalikkan tubuhnya menatap Suzy setelah melihat keanehan di wajah kelima namja tersebut. Ada sebuah guratan kerut di dahi Krystal yang bertanya dalam hatinya kenapa yeoja yang bernama Bae Sooji ini datang mengunjungi mereka. Sebenarnya Krystal agak tidak suka dengan kehadiran yeoja itu. Krystal sempat berpikir jangan-jangan yeoja ini datang untuk menyampaikan hukuman lagi dari Shin seonsaeng mengingat yeoja ini tiba-tiba saja sudah seperti  asisten wali kelas mereka. Atau ia datang untuk menghina mereka?

“Ya lepaskan aku.” Ucap Sehun kemudian. Dan keempat namja itupun secara refleks melepaskan pelukan mereka.

Mereka menatap Suzy dengan ekspresi yang berbeda-beda. Ada yang senang setengah mati seperti Luhan, ada yang merasa tidak enak hati seperti Kris, Chanyeol, dan Kai. Dan ada pula yang menatap Suzy dengan tatapan innocent (Sehun).

Suzy terlihat kikuk karena merasa dirinya seperti menjadi obyek tontonan, tapi beberapa saat kemudian ia berhasil menguasi keadaan. Dengan tenang ia mulai menatap ke enam orang itu.

“Ehem… ini untuk kalian.” Ucap Suzy dengan menyerahkan sebuah kantong plastik.

Keenamnya menatap Suzy kemudian menatap kantong plastik yang ada di tangannya lalu saling berpandangan satu sama lain.

“Apa itu?” tanya Krystal seolah mewakili pertanyaan lainnya. Karena keempat namja itu kecuali Sehun mulai mengangguk seperti ikut mempertanyakan hal yang sama.

Tanpa menjawab pertanyaan Krystal, Suzy lalu menyerahkan kantong plastik itu ke tangan Krystal. Mata Krystal langsung membulat ketika melihat isi dari dalam kantong itu lalu menatap Suzy seolah tak percaya. Sementara keempat namja yang ada di belakang ( kecuali Sehun ) mulai mendekati Krystal. Keempatnya pun kaget bercampur heran.

“Ini maksudnya apa?” Krystal kembali bertanya dengan mata masih terfokus pada apa yang menjadi isi dari kantong plastik itu. Isi di dalam kantong itu tidak lain adalah makanan dan minuman yang sengaja di beli Suzy untuk keenamnya.

“Itu untuk kalian.” Ucap Suzy dengan tersenyum.

Mwo? I…i..ini untuk kami?” ucap Chanyeol tergagap-gagap. Kai hanya menatap Suzy dengan bengong. Kris masih menatap Suzy dengan tidak percaya tapi sebuah senyuman kecil tergaris di bibirnya. Suzy yang tak sengaja melihat ke arah Kris, tiba-tiba wajahnya mulai bersemu merah. Luhan yang sepertinya adalah fanboynya suzy sudah cengar-cengir takjub. Ia semakin merasa yakin kalau Suzy adalah dewi yang sengaja diturunkan Tuhan untuknya.

“Apa itu?” Tanya Sehun yang dari tadi hanya apatis di belakang. Matanya ikut membulat ketika melihat isi dari kantong yang dipegang Krystal.

Tidak seperti yang lain yang hanya menatap isi dari kantong itu, Sehun malah sudah mengambil bubble tea yang ada di dalamnya.

“Ya, ini bisa diminumkan?” Tanya Sehun tetap dengan innocent stylenya pada Suzy. Suzy kemudian mengangguk mengiyakan.

“Kau tidak menaruh racun di dalamnya kan?” sambung Sehun dengan mencermati setiap inci dari bubble tea yang ada di tangannya.

Senyuman manis yang tadi bertengger di bibir gadis itu tiba-tiba luntur akibat perkataan Sehun barusan. Dia lupa kalau ada namja menyebalkan yang satu itu. Dan ucapan Sehun barusan langsung mendapat jitakan dari Luhan, Chanyeol dan Kai.

“Yak. Jangan sembarangan bicara.” Ucap Luhan kelihatan tidak terima dengan menatap Sehun dingin.

“Jangan dengarkan dia. Gomawo ne.” ucap Chanyeol dengan mata berbinar-binar.

“Gomawo.” Ucap kai

“Gomawo Bae Sooji-ssi” ucap Kris dengan suara coolnya yang menurut Suzy itu sangat keren. Buktinya wajah yeoja itu kembali bersemu merah.

“Gomawo.” ucap Krystal. “Tapi kenapa kau melakukan ini?” Tanya yeoja itu yang membuat Suzy kaget.

Suzy mulai memainkan jari-jarinya. Ia terlihat gugup.

“Aku.. Aku hanya ingin menjadi teman kalian.” Ucapnya berusaha tersenyum untuk menghilangkan rasa gugupnya. Ya itu memang niat awalnya ketika pindah ke sekolah ini. Memiliki banyak teman, bermain bersama dan melakukan semua hal menyenangkan bersama.

Mendengar penjelasan Suzy, Luhan yang dari tadi hanya diam memendam rasa kagumnya pada Suzy kini sudah tak bisa di tahannya lagi. Ia segera menuju Suzy dan memeluk yeoja itu. Ya seperti sebelum dan sebelumnya tindakan namja ini selalu membuat Suzy shock karena tindakan tiba-tibanya. Dan lagi-lagi Sehun yang harus turun tangan untuk menghentikannya.

“Ya lepaskan aku… lepaskan aku..” teriak Luhan tak rela ketika Sehun sudah menarik paksa dirinya dari tubuh Suzy. Sehun menarik Luhan ke belakang menjauh dari Suzy dan lainnya.

Suzy hanya kaku di tempat dengan membulatkan mata lalu memegangi dadanya dimana jantungnya hampir melompat keluar. Lagi-lagi namja itu melakukan tindakan yang tak bisa dilogikan Suzy.

“Hah, anak itu apa sich yang dipikirkannya?!” Ucap Kris dengan menatap ke arah Sehun dan Luhan yang mana masih berontak di belakang sana.

“Ya Bae Sooji, kau tidak usah perdulikan namja yang satu itu.” ucap Chanyeol. Tapi tangan namja itu  kini sudah berada dipundak Suzy.

“Ya hyung kau juga sama.” Ucap Kai geram dengan menunjuk tangan Chanyeol yang ada di pundak Suzy.

“Ah, mianhae. Ini karena terbawa suasana.” Ucap Chanyeol terkekeh lalu kembali ke tempatnya yang semula.

Ya Lepaskan aku, Sehun-ah. ”teriak Luhan di belakang sana bak orang gila yang membuat Suzy dan lainnya kini menatapnya ngeri. Apalagi Suzy yang merasa namja tersebut terkesan sedikit berbahaya dibalik wajahnya yang imut.

“A..aku.., aku harus pergi sekarang. Annyeong.” Ucap Suzy buru-buru lalu mulai berlari kecil meninggalkan mereka.

Gomawo Bae Sooji” teriak Chanyeol sambil melambaikan tangannya. Suzy yang mendengar teriakan Chanyeol kemudian berhenti dan berbalik.

Sama-sama. Panggil saja aku Suzy, Chanyeol-ssi” balas Suzy yang tak kalah berteriak dengan melambaikan tangannya dan kemudian kembali berlari meninggalkan aula. Tapi masih dapat di dengar Suzy, namja yang bernama Xi Luhan itu pun berteriak memanggil namanya tapi Suzy memilih untuk tidak menanggapinya dan terus berlari keluar aula.

 

T B C

Thx buat semua yang dengan senang hati selalu memberi komentar untuk cerita ini. Maaf ya jika aku tidak membalas komentar dari kalian… Balik lagi ke cerita, aku yakin kalian semua pasti bertanya-tanya kenapa cerita jadi begini ya? Kok, ga ada seru-serunya?  Aku buat begini karena aku cuma ingin memberikan cerita yang ringan and fun aja buat kalian. Menurutku jika ada aksi bully itu kurang membawa dampak positif (ini pendapat ku saja). Karena tujuan aku nulis cuma mau buat senyum di wajah kalian. Oke … dan jangan lupa tetap komen ne ^^

26 thoughts on “[FF Freelance] I Love You, More Than I Know (Chapter 3)

  1. Knp mrk semua sekelas?? Luhan ama kris tinggal kelas?? hahahha
    Walaupun agak ‘horror’ ama tingkah luhan tp jd lucu.. kkkkk

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s