[FF Freelance] Caramel Latte

IMG-20131108-WA0011

Title: Caramel Latte

Summary:

One with a cup of hot caramel milk tea, and another one with a glass of ice vanilla latte.

Which one do you prever to accompany a plate of pancakes?

Author: beautywolf (@beautywolfff) | Main Cast: Park Chanyeol (EXO-K), Lee Hojung (Rookie Model), A Girl (OC) | Genre: Romance, Angst | Duration/Length: Vignette |Rating: PG-15

Disclaimer:

Inspired by You don’t know love’s music video, some of song lyrics and my friend’s experience at coffee shop. But the idea of this fanfic is totally original by me. Enjoy reading & cheers. No plagiarism and bash.

Comments & Likes are highly appreciated!

Check our other stories at: http://beautywolfff.wordpress.com

xoxo, stp.

***

Pagi ini langit mendung, tampaknya sinar matahari tidak bisa menembus pekatnya awan hitam yang bergerombol. Belum lagi ditambah dengan angin yang berhembus dengan kencang. Membuat seluruh penduduk Seoul harus mulai menyiapkan pakaian hangat dan juga payung mereka. Sebuah pemandangan yang biasa terjadi pada awal musim gugur seperti ini.

Seorang lelaki muda sedang bergelung dalam hangatnya selimut yang menutupi seluruh tubuhnya yang berbalut pakaian tebal, menenggelamkan kepalanya pada empuk bantal. Kemudian, secara perlahan kedua kelopak matanya terbuka. Menandakan bahwa ia sudah bangun dari tidur lelapnya. Lelaki muda itu kemudian mendudukkan badannya, mencari-cari sebuah benda tipis persegi panjang yang serba canggih itu. Setelah menemukan benda itu di dasar tumpukan bantal, ia segera menekan tombol unlock pada bagian atasnya, kemudian menggerakkan jarinya untuk menggeser slide lock pada layar sentuh ponselnya. Lelaki itu sempat senang menemukan satu pesan pada layar ponselnya, tetapi senyumnya langsung lenyap begitu mengetahui si perngirim bukanlah orang yang ia inginkan. Lelaki muda itu mengacak rambut coklatnya frustasi, kemudian bangkit dari kasur empuknya dan membawa dirinya pada balik pintu kamar mandi.

***

Gadis itu menemukan pantulan dirinya pada kaca wastafel kamar mandinya. Gadis itu meringis sendiri melihat penampilannya pada pantulan kaca. Ngeri karena ia benar-benar terlihat kacau. Rambut coklat sepunggungnya kusut, kedua matanya bengkak akibat menangis berhari-hari, gaun tidur hijau toskanya lecek tak berbentuk.

Ia meraih sikat gigi pada rak dengan malas, kemudian membubuhkan pasta gigi diatasnya dan menyikat giginya dengan asal. Masih dengan sikat gigi di mulutnya, gadis itu melenggang keluar dari kamar mandi dan mendapati kamar apartementnya yang benar-benar berantakan. Sepertinya patah hati membuat kacau keadaan sekitarnya juga. Ia mendesah panjang sebelum akhirnya membalikkan badannya kembali ke kamar mandi.

***

Park Chanyeol menutup pintu apartementnya dengan cermat, memastikan ia sudah menguncinya dengan benar. Segera saja ia keluar dari gedung apartementnya, kemudian berjalan sambil memasang headphone dan menyenandungkan lagu yang biasa ia dengarkan setiap saat, tapi kali ini ia menyenandungkan lagu itu seorang diri, berjalan diantara gedun-gedung familiar yang sering ia lewati dan lagi-lagi kali ini ia berjalan seorang diri.

By myself, I hum along to the song i like to listen to everyday.

By myself, I walk in between these familiar buildings.

Ia tidak menyadari langkah kakinya ternyata membawa lelaki itu pergi ke kedai kopi yang biasa ia datangi bersama seorang gadis. Seperti orang ling-lung, Chanyeol duduk di salah satu kursi pada bagian dalam kedai. Entah mengapa, tiba-tiba saja seseorang yang baru saja melewatinya sambil membawa secangkir caramel milk tea membuat Chanyeol tidak bisa menahan diri untuk mengenang kembali kisahnya bersama seorang gadis.

The coffee shop that we used to go to.

Our coffee shop.

I’m blankly sitting here, where I can smell your scent.

I still can’t forget you. Our memories still remain.

So without knowing. Just like a habit. I came here.

Tanpa bisa ia cegah, terputar berbagai macam kenangan manis bersama gadis itu pada kedai ini, terus-menerus berputar seperti kaset rusak dalam pikirannya. Rambut hitam sebahu milik gadis itu yang halus bagaikan sutra. Kaus, jeans & sepasang sneakers yang merupakan gaya sehari-harinya. Cara berjalan nya yang seperti gadis pemalu. Lembut aroma caramel yang berasal dari harum tubuhnya. Semuanya.

Your silky hair, your white t-shirt and sneakers, your coy walk.

Potongan-potongan kenangan bersama gadis itu membuat Chanyeol tak urung memikirkan bagaimana keadaan gadis itu saat ini? Apa yang sedang gadis itu kira-kira lakukan sekarang?  Chanyeol sudah bisa memakan pasta yang berminyak dengan baik saat ini? Bagaimana dengan gadis itu? Apakah gadis itu masih tidak suka acar?

Sometimes, I want to ask you how your today was?

Now I’m good at eating greasy pasta. How about you?

Do you still not like pickles?

 

Park Chanyeol masih belum bisa melupakan gadis itu.

[A/N: Kata yang di cetak tebal: B.A.P – Coffe Shop Lyrics]

***

Setelah menyelesaikan urusannya di kamar mandi, Lee Hojung membawa dirinya pergi ke dapur. Ia membuat dua lembar roti panggang dengan selai strawberry favoritnya dan juga segelas susu hangat untuk sarapannya pagi ini. Setelah memastikan perutnya sudah kenyang, ia mulai menggerakkan badannya untuk membereskan kamar apartementnya yang saat ini terlihat lebih layak di sebut kapal pecah. Ia mulai dari memberdirikan tiang yang biasa digunakan untuk menggantung mantelnya. Gadis itu berdecak sendiri memikirkan bagaimana tiang itu bisa jatuh akibat ulahnya. Kemudian ia memunguti baju-bajunya yang berserakan begitu saja di lantai kamarnya, memasukkannya ke mesin cuci dan menyalakan mesin yang bisa membuat pakaiannya bersih kembali. Hojung menata kembali kasur nya, melipat selimut nya dengan rapi. Ia juga menata kembali bantal-bantal sofa yang jatuh berserakan di lantai. Membersihkan seluruh lantai kamar apartementnya dengan mesin penyedot debu. Mencuci berbagai peralatan makan dan masak di dapur. Bahkan menyikat lantai kamar mandi. Hojung benar-benar ingin membuat kamar apartementnya bersih dan rapi hari ini.

Sampai kemudian ia mulai merapikan meja riasnya yang berantakan. Namun, yang ia dapati hanyalah pigura foto yang berjejer dan juga foto Polaroid yang di gantung dengan rapi. Foto-foto yang mengabadikan berbagai kenangan manis bersama seorang lelaki bernama Park Chanyeol—mantan kekasihnya.

Hojung mengambil salah satu pigura dari atas meja riasnya, disitu ia melihat dirinya sendiri dalam peluk hangat Chanyeol yang mengenakan sweater hasil rajutannya sendiri. Melihat betapa lebarnya mereka tersenyum saat itu membuat Hojung tak bisa menahan dirinya untuk ikut tersenyum. Namun kali ini, yang terukir dibibirnya bukan senyum bahagia seperti di foto, melainkan sebuah senyuman yang pahit.

Tangan Hojung bergerak kembali untuk mengambil pigura foto yang lain, tapi saat tangannya hendak mengambil pigura itu, pekat bola matanya malah menemukan setangkai bunga mawar berwarna biru yang sudah layu dalam sebuah vas berisi air. Hojung tersenyum lembut mengingat kejadian di balik setangkai mawar yang sudah layu itu. Dulu, Chanyeol menggunkan mawar itu untuk menyatakan perasaannya pada Hojung. Namun, perlahan senyum gadis itu memudar mengingat bagaimana hubungannya dengan Chanyeol ikut melayu bersama mawar itu.

Masih segar diingatan Hojung bagaimana ia dan Chanyeol mengakhiri hubungan mereka berdua.

Chanyeol bilang bahwa Hojung sudah berubah, bahwa Hojung tidak lagi bersungguh-sungguh dengan ucapannya, bahwa hatinya sudah membeku. Namun, sebenarnya bukan kerena itu. Hojung hanya sudah terlalu lelah dengan ke-pura-puraan rasa sayang Chanyeol padanya. Hojung hanya ingin Chanyeol membiarkan Hojung seorang diri. Hojung hanya ingin Chanyeol juga memikirkan perasaannya juga, dan bukan perasaan Chanyeol saja. Akankah Chanyeol berada disisinya walaupun ia tak mengatakan padanya bahwa ia membutuhkannya? Apakah terlalu sulit untuk Chanyeol menyayanginya?

Chanyeol bahkan sudah membuatnya menangis tanpa sadar.

You said that I changed, that I don’t mean what I say, that my love has cooled.

But, that’s not it.

I’m just tired, will you let me go just for today?

Why are you only thinking of yourself?

Will you just be there even if I don’t say anything sometimes?

Is that so hard to do?

[A/N: Kata yang di cetak tebal: K.Will—You don’t know love Lyrics]

Walaupun demikian, di dalam hati Hojung hanya ada seorang Park Chanyeol.

Namun, apakah di dalam hati Chanyeol juga hanya ada Lee Hojung?

Seorang gadis dengan rambut hitam sebahu yang halus bagaikan sutra, seorang gadis dengan kaus, jeans & sepasang sneakers sebagai gaya sehari-harinya, seorang gadis dengan cara berjalan nya yang seperti gadis pemalu, seorang gadis dengan lembut aroma caramel.

Seorang gadis yang belum bisa dilupakan oleh Park Chanyeol.

Dan sayangnya, seorang gadis itu bukan dirinya. Seorang gadis itu bukan Lee Hojung.

Mengingat kenyataan itu. Hojung hanya bisa tersenyum getir.

***

Saat ini Hojung sedang bersiap-siap pergi. Ia tampak manis dengan dress tanpa lengan yang dipadukan dengan coat panjang. Gadis itu memastikan apartementnya telah dikunci dengan benar sebelum meninggalkan gedung apartementnya. Suasana hatinya yang buruk karena terlalu banyak mengingat kembali kenangan manis dan pahit secara bersamaan membuatnya ingin pergi ke kedai kopi untuk mendapatkan segelas vanilla latte kesukaannya.

Kring!

Suara bel yang diakibatkan oleh pintu kedai yang terbuka membuat beberapa orang menolehkan kepalanya untuk melihat kearah pintu. Bersama seorang gadis, Hojung memasuki kedai kopi itu.

Ia dan seorang gadis di sebelahnya berjalan untuk memesan minumannya.

“Segelas vanilla latte, dingin.”

“Secangkir caramel milk tea, hangat.”

Keduanya memesan minuman masing-masing. Setelah mendapat pesanannya, Hojung membawa nampan nya dan pergi mencari tempat duduk yang pas untuk menikmati minumannya.

Saat ia membalikkan badan, kedua bola matanya mendapati Park Chanyeol duduk ditemani sepiring pancake yang tidak disentuh. Ia mendapati Chanyeol sedang menatap intens kearahnya. Lebih tepatnya, menatap intens kearah seorang gadis yang berada di belakang Hojung sambil membawa nampan dari secangkir caramel milk tea. Chanyeol membeku. Begitu pula dengan Hojung.

Hojung menoleh kebelakang, dan baru menyadari bahwa yang baru saja masuk ke kedai kopi ini bersamanya adalah seorang gadis dengan rambut hitam sebahu yang halus bagaikan sutra, seorang gadis dengan kaus, jeans & sepasang sneakers sebagai gaya sehari-harinya, seorang gadis dengan cara berjalan nya yang seperti gadis pemalu, seorang gadis dengan lembut aroma caramel.

Gadis itu sendiri juga sama membekunya saat bertemu pandang dengan Chanyeol.

Tatapan mata Park Chanyeol dengan gadis itu kini sudah menceritakan segalanya. Dan kini Hojung mengerti.

Tanpa diduga, Hojung memberanikan dirinya, melangkahkan kakinya kearah meja Chanyeol yang tidak memperhatikannya sama sekali, kearah meja Chanyeol yang masih terus membeku.

Dengan senyum tulus terukir dibibirnya, Hojung menyapa.

Annyeong! Lama tidak bertemu? Apa kabarmu Yeol-ie?”

No more pain goodbye goodbye.

I will shed and throw away my weakness and overcome myself.

Bring me back to me.

No more cry goodbye goodbye.

I will jump over this world alright.

 [A/N: Kata yang di cetak tebal: B.A.P—Goodbye Lyrics]

-The End-

 

4 thoughts on “[FF Freelance] Caramel Latte

  1. Ceritanya bagus. Keren nih bisa mengembangkan ide dari MV-nya K.will ini.
    Tapi, rasanya masih gantung nih. Pengen tahu sebenernya cewek yang pesen caramel milk tea itu apa hubungannya sama Chanyeol? Dan Chanyeolnya gimana?
    Terus, abis Hojung duduk depan Chanyeol, terusnya gimana?

    Oya, aku menemukan beberapa kalimat yang kurang efektif. Seperti ‘mengunci apartemen sebelum ia meninggalkan gedung apartemen.’ kalo jadi ‘mengunci apartemen sebelum meninggalkannya’ rasanya udah cukup. Dan ada beberapa lainnya.
    Terus, yang di awal ‘Which one do you prever to…” itu nulisnya prefer, ya.

    oKEY, sekian dan nice ff ^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s