[FF Freelance] Teka Teki dalam Cerita (Chapter 1)

cover-242

  • Judul            :  Teka-teki dalam Cerita 1
  • Author         :  Ataly46
  • Rating          : PG
  • Length         : chapter.
  • Genre.          : religious, mystery,sad, happy
  • Main Cast.   : Shireen exa (OC), Shaireen ung (OC), Cho Kyuhyun (Super Junior)
  • Support Cast: Gallant, Anisa, dll
  • Summary   : dari sebuah sobekan foto mereka bertemu. melakoni sebuah permainan untuk bertemu salah satu orang yg mengawali sebuah teka-teki. Mereka terjebak dalam permainan yang dibuat karena sebuah perbedaan. KEYAKINAN. bisakah mereka mengakalinya? bisakah mereka menyelesaikan dengan akhir win atau game over?

Burung berkicau, ayam berkokok dan matahari telah terbit dari barat ke timur, menandakan hari telah pagi. “Ireen, bangun nak sudah pagi, bukannya sekarang hari kelulusanmu ?” Teriak ibu sang gadis dibalik pintu kamar. “Yah ibu, bahkan aku sudah mandi dan berpakaian selepas sholat subuh tadi.” Jawabnya. Yah namanya Shaireen Jung, ibunya keturunan Korea Selatan, kakeknya lah yang berasal dari Korea sedangkan neneknya orang Indonesia. Selama ini Shaireen tumbuh besar dan menetap di Indonesia tapi tempat dimana dia dilahirkan masih simpang siur baginya. Ada yang berkata jika dia dan ibunya adalah pendatang tapi ntahlah Shaireen pun tak tahu.

Ibu adalah sosok yang sangat Shaireen idolakan dan menjadi panutannya selama ini. Ayah kata itu sangatlah terlarang di keluarganya. Kenapa ? Shaireen pun tak tahu, tapi satu hal yang jelas dia tumbuh tanpa seorang ayah disampingnya.

selamat yah Shaireen, kamu mendapat beasiswa di Amerika.” Ucap penuh kebanggaan guru Shaireen kepadanya dan juga ibu.

“yah kamu hebat loh, bisa dapat beasiswa kayak gini, keluar negeri lagi, kamu memang membanggakan deh.” Ucap teman baiknya Dinan,

“Membanggakan untuk SMA kita, daerah kita, desa, kecamatan, kabupaten, kota, provinsi, dan Negara kita tercinta Indonesia.” Ucap Sarah dengan bangga kepada temannya.

“aduh sar kamu lebay, tapi terimakasih sebelumnya kalau bukan karena kalian reen juga gak mungkin bisa kayak gini.” Jawab Shaireen.

“Yah tapi ingat yah pesan ibu kamu harus hati-hati dengan pergaulan disana. Seperti yang kamu tahu sendiri bagaimana kehidupan budaya Negara barat.” Saran bu guru,

“Yah bu terimakasih, karena ibu sudah memperingatkan saya bu. Saya akan berusaha sekeras mungkin.” Jawabnya.

“Oh ya,  kalau sudah disana jangan lupa memberi kabar.” Ujar Dinan,

“bener tuh, twitter, facebook, bbm, e-mail, line, whats up, we chat, aduh capek apalagi yah–pokoknya banyak deh sekarang kan sudah banyak macam-macam media sosial.” Sambung Sarah.

Sarah sarah, gak pernah sekali ajah kamu ngomongnya nggak lebay.” Hahaha, tawa bahagialah yang menjadi penutup perbincangan mereka. Tak ayal tawa orang-orang tersebut membuat Sarah malu karena dialah yang sedang menjadi bahan tertawaan.

+++++++

Ditempat lain wanita cantik berkulit asia dengan rambut panjang hitamnya yang dibiarkan bergerai bebas begitu saja, dan postur tubuhnya yang lumayan tinggi itu sedang berkemas. Wanita asia ini akan bersiap-siap pindah untuk sementara waktu meninggalkan tempat ia tumbuh untuk melanjutkan study nya.

“Ireen, already ?” tanya pria berkumis itu dibawah.

“yes dad, I am going down of stairs, now.” Jawabku sambil menjijing beberapa tas yang akan dibawa. “wow, banyak sekali barang yang kau bawa, honey.” Ujar Gallant, ayahku.

“daddy sayang, sampai sekarang aku tak mengerti  kenapa daddy bersih keras bahwa aku harus bisa, belajar, dan mengetahui segalanya tentang Indonesia.”

“ayolah come on, please. Jangan bicarakan this now.”

“selalu saja seperti ini. Daddy always to avoid if we discuss this.” Jawabku kesal sambil memasukan koper-koper kedalam bagasi.

Namaku Shireen Exa. Aku lahir tak seberuntung anak-anak lainnya, why ? because I am growing without know about my mother. Yah itulah hidupku lahir dan tumbuh dengan seorang manusia yang berperan ganda dalam hidupku, sebagai ibu dan ayah untukku. Berjuta kali aku menanyakannya tapi dia selalu diam, menjawab pun dia hanya berkata panjang ceritanya atau begitulah dan nanti. 11-12 dengan daddy, keluargaku pun akan membungkam mulut rapat-rapat jika ditanya tentang mother. Sepertinya kata itu amat sangat menakutkan dan terlarang jika aku yang mengucapkannya dan menjadi sebuah teka-teki dalam hidupku.

Seperti apa sosoknya aku tak tahu, tapi aku mendapatkan sedikit jawaban bahwa dia seorang perempuan dan asia. Yah Asia, sepertinya ini ada hubungannya dengan ibuku. Why ? pertama dari kulit dan mukaku, adalah asia. Kenapa aku bisa yakin karena orang-orang mengatakannya juga, jadi setidaknya perkiraanku tak meleset 100% bukan. Lalu kedua my daddy bersihkeras mewajibkanku untuk bisa bahasa Indonesia, lalu mempelajari tentang budaya Indonesia dan apa-apa tentang Indonesia. Aku sempat curiga bahwa ibuku orang Indonesia dan sudah beberapa kali aku ingin pergi ke Indonesia tapi selalu saja gagal. Dan yang memperkuat keyakinanku bahwa Indonesia bersangkutan erat dengan ibuku, daddy selalu saja terkejut dan salah tingkah jika aku menyangkut pautkan ibu dengan Indonesia.

“Baiklah nona asia, kita sudah sampai.” Ujar Daddy.

“oh ded untuk sekali ini saja sebelum kita berpisah beritahu aku tentang…… ibu!”. Jari putihnya mengambil sesuatu dari saku bajunya, mengambilnya ragu, menatap gadis didepannya dengan sendu, memberikan benda itu pada akhirnya.

“apa ini ? sepotong photo? Maksudnya ayolah ?”

“ini yang akan menjawab semua pertanyaanmu tentang ibumu.”

“ what? The cut of photo ? come on please, don’t to joke with me.”

“no, I don’t lie to you, I’m serious.”

“Oh my god, daddy. This isn’t funny.”

“sudahlah jangan banyak bertanya, yang jelas ini tak boleh hilang karena jika hilang kau membuang kesempatan emasmu untuk mengetahuinya, yah jika tuhan berkehendak kau akan bertemu ibumu.” Jelas Gallant panjang lebar. “okey, kau semakin sangat aneh dad, kau seseorang yang bergelut di dunia misteri dan teka-teki setiap hari  dan… yah kau pun sampai memberikanku pekerjaanmu padaku.” Jawab  shireen dengan kecewa.

Aku terus melihat sepotong poto yang kudapatkan yang katanya bisa menjawab semua pertanyaanku selama 17 tahun ini, yah sampai umurku sekarang 17 tahun ia hanya memberikanku serobek poto yang ada daddy didalamnya, tangannya seolah-olah ingin menggapai sesuatu atau bahkan dia memegang sesuatu. Oh tuhan aku tak tahu, dilihat dari gambar jika dia berada di suatu hutan atau apa aku tak tahu karena disitu banyak sekali pohon-pohon rindang dan juga tinggi. Serobek poto untuk hadiah perpisahan. Hah orangtua yang sangat lucu sekali. Apa yang harus kulakukan? Pertama, kedua, ketiga, dan akhirnya seperti apa ? aku tidak tahu ? petunjuk ini tidak membantuku sama sekali, melainkan merusak otak dan jalan pikiranku.

+++++++

Suara roda yang berisi bertumpuk tas besar sedang di dorong oleh Shaireen yang ditemani oleh beberapa kerabatnya, pemandangan seperti itu bahkan sering dijumpai ditempat ini. Semua orang yang mereka lewati semuanya melakukan hal yang sama mendorong roda empat itu yang mengangkut barang-barang mereka.

“hati-hatilah dijalan nak. Jaga diri mu, kalau ada apa-apa kamu langsung hubungi ibu.” Ujar Ibu

“ yah, pokonya jangan sampai kamu melepas jilbab kamu ini.” Nasehat Dinan

“hush, mana mungkin insyaalloh aku akan tetap berjilbab sampai akhir hayatku.” Jawab gadis itu

“ayo cepat masuk, pesawatnya sudah mau berangkat, yang penting  jangan sampai kamu melupakan kita semua .” Ujar Sarah

“yah tentu. Terimakasih karena kalian sudah mau repot-repot mengantarkan aku ke bandara.”

“ ayo pergi  nanti ketinggalan pesawat, sesampainya disana langsung kasih kabar yah nak!.’’

“yah bu, aku pergi assalamualaikum.”

“waalaikumsalam.” Jawab ibu, Dinan, dan Sarah.

“apa iyah dengan ini aku bisa menemukan ayahku?” Dia  harus yakin dengan berdoa dan berusaha pasti ada jalan.

+++++++

“Ireen ada yang ingin ibu bicarakan sebentar.”

“ yah bu, ibu mau bicara apa ?”

“rumah ini bukan satu-satunya tempatmu-rumahmu.”

“maksud ibu apa ? Ireen tak mengerti?”

“rumah ini bukan satu-satunya tempat tinggalmu, rupamu bukanlah satu-satunya.”

“apa  maksud perkataan ibu, Ireen benar-benar tak mengerti bu ? tolong jelaskan pada Ireen?”. Anisa membuka laci yang terkunci dan mengambil sesuatu didalamnya, lalu ia berikan kepada anaknya, Shaireen.

“apa ini bu ?”

“ seperti yang kamu lihat.”

“sesobek poto, tapi apa hubungannya dengan perkataan ibu tadi ?”

“semuanya berkaitan sayang, serobek poto itu sangatlah berguna, dua potong dijadikan satu dan semuanya akan terjawab.”

“terjawab ??”

“ takdir. Memang  kau sudah ditakdirkan, dan akhirnya dari 2 menjadi satu.”

TBC

++ +++++++

                Sebelumnya FF ini pernah saya pos di blog lain dan blog pribadi. Saya masih penulis amatiran jadi saya minta partisipasi kalian dengan komen kritik dan saran ^_^. Dan juga atas typo.

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s