[FF Freelance] Hypnotized (Chapter 3)

hypnotized-quorralicious

Title                 : Hypnotized (chapter 3 )

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : +13

Genre              : Romance, Fantasy, Comedy (just a little bit)

Main Cast        :

  • Tiffany as Kris’s Fangirl
  • Kris as Idol Star

Supporting Cast          :

  • Suho as Tiffany Oppa
  • Xiumin as Manager Hong
  • Taeyeon as Kris’s Ex Yeojachingu
  • Siwon as Tiffany’s Ex Namjachingu
  • Yoona as Tiffany’s Eomma
  • Sehun as Tiffany’s Appa
  • Seohyun as Tiffany’s friend

Pairing             : Tiffany and Kris

Quote              : I Got you!

Previous           : Chapter 1, Chapter 2,

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

A.N                 : FF bergenre romance comedy pertamaku, jika kalian menyukainya tolong tinggalkan koment agar semakin memotivasiku. Saranghae~

Flash back ON

,”Karena aku mencintaimu.” Lanjut Kris sambil mencium bibir manis Tiffany, Tiffany yang baru menyadari perasaan Kris padanya kaget sekali, meski dia sering menghipnotis namja ini tetapi dia tidak pernah benar-benar menanyakan perasaan namja ini padanya. Lalu Tiffany pun….

Continue…

 

Tiffany POV

Lalu Tiffany pun tidak membalas ciuman Kris tadi, Tiffany menarik jauh bibirnya dari bibir Kris yang menciumnya barusan, dia merasa bingung akan ucapan Kris sebelumnya, “Oppa, kajja.. aku ingin pulang.” Katanya sambil menghilangkan hipnotisnya, kekuatan hipnotisnya semakin baik dan stabil, hingga Tiffany bisa dengan mudah memunculkannya dan menghilangkannya,”Eoh, ayoo!” jawab Kris sambil berjalan menuju Mobilnya yang terparkir didepan restoran tempat kami makan diikuti olehku dari belakang.

 

››šš

Keesokan paginya, Aku sedang bersiap membuka rumah makan bersama Suho oppa, tapi tiba-tiba datang segerombolan delivery man membawa bunga yang sangat banyak, ada sekitar 20 orang? Ah, mungkin customer kita akan melakukan event disini, pikirku. Tiba-tiba,”Nona Tiffany, tolong tandatangan tanda pengiriman bunga-bunga ini.” Kata salah satu delivery man “eoh? Aku tidak memesan banyak bunga ini.” Jawabku,”Bukan, ini kiriman untukmu dari Tuan Siwon,”Hah, Siwon Oppa? Tunggu sebentar ya.” Jawabku sambil mencoba menelpon Siwon oppa, sementara Suho oppa menandatangani semua pengiriman dan dia terlihat jengkel, kebingungan mencari tempat yang pas untuk bunga-bunga yang banyak itu di rumah makan yang sudah sempit ini,”ARRRRRRghhh, pagi-pagi sudah dibuat repot, lama-lama ini rumah makan bisa berubah jadi florist deh!” serunya sambil menempatkan bunga-bunga anggrek cantik yang beraneka warna itu disetiap sudut rumah makan. Suho oppa juga tidka lupa menarik setiap surat yang ad apada bunga-bunga itu, total ada 22 bunga dengan 22 surat dari Siwon oppa, Suho Oppa memberikannya padaku,”nih, suratnya.” Katanya singkat sambil mengloyor ke dapur.”ne, oppa, gomawo.” Jawabku sambil terus mencoba menelpon Siwon oppa, tapi dia tetap tidak mengangkatnya.

Kubuka surat pertama: Dipucuk menara gading, rindu kesumatku.  Menjepit setiap kedip mata dengan sketsamu. Telak memasungku. Aku mencintaimu…

Kubuka surat kedua, ketiga, keempat dan seterusnya, semuanya berisi puisi yang diakhir akta Aku mencintaimu… Sikap romantis ini cukup membuat hatiku bergetar kembali, posisinya saat ini sudah menyamai kedudukan Kris oppa dihatiku.

Dalam seminggu ini, aktivitas itulah yang terus berulang dalam hiduku dan hidup Suho oppa, kakakku, di hari-hari itu pula Suho oppa merasa neraka semakin dekat padanya, bagaimana tidak setiap hari dia harus menerima bunga-bunga dan menempatkannya dirumah makan dan dirumah yang sudah sumpek oleh bunga-bunga yang datang dihari sebelumnya.

Di hari ke 8, Kris jarang mengontak Tiffany, tidak ada tanda-tanda kehidupan dari Kris oppa, rupanya dia sedang sibuk beraktivitas di Jepang, Tiffanypun sudah mengerti akan kebiasaan kekasih boongannya itu jika dia sudah bepergian ke luar negeri berarti tak ada waktu baginya. Saat Tiffany sedang membayangkan Kris nun jauh disana lalu tiba-tiba Siwon oppa menunjukkan batang hidungnya sambil tersenyum,”Tiffany ah.” Sapanya sambil menatap lurus padaku, tidak menghiraukan Suho oppa yang cemberut sambil memasang death glare untuknya.”Kau sudah terima bunga-bunga itu dariku? Cantik-cantik bukan? Tapi tetap semuanya tak bisa mengalahkan kecantikanmu.” Lanjutnya tanpa basa basi, “Kajja, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.”,”eoh?” jawabku sambil bingung tanganku ditarik oleh Siwon oppa, menuju mobil sports berwarna merahnya.

Jalanan Seoul di siang hari lumayan macet, cukup macet untuk membuat Siwon oppa memulai percakapan.”Kau senang kan dengan bunganya?”,”kalau hanya sehari dua hari sih senang, tapi jika sampai tiap hari seperti itu mungkin  oppa hanya bisa melihat mayatku nanti, dibunuh oleh Suho oppa yang kesal.” Hahaha jawabku,”melihatku tertawa terbahak-bahak Siwon ikut tertawa.”Baiklah kalau begitu aku akan berhenti mengirimkan bunga itu, tapi tidak untuk berhenti mencintaimu.” Ujarnya disela-selaa tertawaaannya.”Sudah lama sekali aku tidak tertawa seperti ini, memang hanya diirimu yang bisa membuatku bahagia,”ujarnya lirih.”Disana, aku tidak bahagia, tidak ada dirimu yang bisa bersinar menerangi kehidupanku yang membosankan,”katanya sambil memegang tanganku dengan erat disela persneling mobilnya. Aku hanya bisa terdiam.

Tiba ditempat tujuan mobilpun memasuki kawasan perumahan elit, disana terlihat sebuah rumah mewah dan sangat megah sepertinya butuh seminggu untuk memastikan lantai ter pel dengan bersih, saking megahnya.”kita mau bertemu dengan siapa oppa? Rumah siapa ini? Tanyaku agak ragu setelah melihat rumah besar itu.”Aniya, ini rumah kita kelak, saat kau resmi menjadi istriku dan akan menjadi ibu dari anak-anakku.”,”Hah?!” kataku kaget, perasaanku semakin tak karuan dengan ucapan dan sikapnya yang membuatku menjadi semakin kikuk berhadapan dengannya. Setelah itu dia mengajakku untuk makan siang bersama, di sebuah resto steak terkenal dikawasan Cheondam-dong. “Gomawo oppa, untuk makan siangnya.” Kataku sambil masuk kerumah makan keluargaku, tanpa kusadari.. ada sepasang mata lain yang memandangi kami berdua tangannya memegang bungkusan yang cukup banyak sambil berujar “Nuguya?” diapun pergi tanpa keberadaannya diketahui oleh Tiffany.

Author POV

Siapa dia? Namja itu aku tidak mengenalnya, ujar Kris pelan.

Lalu, setelah sekian lama dia tidak membuka sebuah box, Kris mulai menghampiri laci tempat box itu tersimpan, terlihat sebuah foto yeoja China yang sedang tersenyum juga ada pula fotonya dengan yeoja itu keduanya saling menatap bahagia di foto tersebut. Sepertinya dia itu adalah ex yeojachingunya Kris, Kris menatap foto itu sangat lama,”Taeyeon ah, apakabarnya kau di surga sana? Aku merindukanmu, ingin bersamamu. Saat kita bertengkar adalah saat terakhir kita bertemu, aku menyesalinya.”katanya berbisik pada foto itu sambil beningnya cairan air mata itu sudah terlihat dari pelupuk matanya.

 

Flash Back Kris ON

 

Tiga tahun yang lalu

Taeyeon dan Kris yang saling mencintai mulai merasakan ujian untuk hubungan mereka, Kris menjadi sangat sibuk dengan pekerjaannya secara tiba-tiba semua tawaran CF, Drama dan Konser dia terima. Hal ini membuat Kris tidak ada waktu bagi Taeyeon, karena itulah saat mereka berkesempatan untuk bertemu, Taeyeon ke apartmen Kris, dia mengeluarkan segala unek-uneknya selama Kris tidak menghiraukannya.”Oppa, kenapa kau menjadi begini, ada apa denganmu? Bahkan smsku pun tak pernah kau balas, apa kau punya yeoja lain? Aku masih sangat mencintaimu oppa, janganlah seperti ini.”lirihnya sambil menangis. Tetapi Kris yang saat itu ada kontrak kerjasama dengan perusahaan Jepang malah asyik menelpon tanpa menghiraukan Taeyeon yang menangis memilukan.”Baiklah kalau begitu, kita sudahhi saja hubungan ini jika kau sudah bosan denganku, percuma berbicara baik-baik denganmu jika akhirnya kau malah tetap mencuekkan aku, sepertinya jika aku MATI baru kau akan menyadari betapa besar dan tulus cintaku padamu,selamat tinggal!” ucap Taeyeon.

Siapa yang menyangka bahwa ucapannya itu adalah ucapannya yang terakhir semasa hidupnya, Taeyon yang sedang tersedu-sedu menangis mencoba menyeberangi jalan tanpa tahu bahwa rambu lalu lintas untuk pejalan kaki sudah berwarna merah, saat itu tiba-tiba melaju sebuah truk besar yang tidak bisa terkendali, Cekiit. Brugg…! tubuhnya terpental jauh, karena mobil itu sedang melaju cukup kencang, dia meninggal, Taeyeon meninggal seketika di tempat kejadian, meninggalkan sakit hatinya pada Kris, sementara Kris tidak menyadari hal itu, dia baru mengetahuinya saat Hong memberitahunya, Taeyeon sudah berada di Rumah sakit terdekat dan sudah siap untuk dikremasi, Kris yang tau kejadian tabrakan yang menimpa Taeyeon menyesali nya dia menyesal tidak mendengarkan keSuho dan amarah Taeyeon saat itu dan tidak langsung mengjar yeoja itu saat dia menangis tersedu-sedu, dia sudah dibutakan oleh pekerjaannya, padahal tujuan dia sebelumnya adalah untuk mencari uang bekal pernikahannya dengan Taeyeon, dia berniat melamar gadis itu bulan depan, tetapi hanya penyesalan yang tersisa, gadis yang dia cintai itu kita telah tiada. Tapi Kris tetap menyalahkan dirinya yang cuek saat itu, andai saja dia memilih untuk menutup telpon dari klien CF itu dan mendengarkan keSuho yeojachingunya itu tentu saja hal ini takkan terjadi.

Flashback OFF

 

Kris POV

Apa sudah saatnya aku membuka hatiku ini, Taeyeon ah? Sudah cukupkah rasa bersalahku ini padamu dan sudah pantaskah aku memulai kehidupan percintaanku yang baru, mau kah kau merestuinya? Lirihnya dalam hati sambil menangis mengingat Taeyeon, tanpa terasa matanya menjadi sangat berat dan kantuk mulai menyerang.

Aku merestuimu Oppa, jangan kau terus hidup dalam penyesalanmu tidak semuanya murni kesalahanmu, ada kesalahanku juga saat itu,mulailah hidup barumu tanpaku oppa, akupun sudah bahagia disini, akan mengawasimu dari Surga ini, berbahagialah.”

Aku terbangun dari tidurnya, aku kaget karena suara Taeyeon dimimpinya kali ini terdengar dengan begitu jelasnya. Sesaat kemudian akupun tersenyum, bergumam”Gomawo Taeyeon ah, semoga kau bahagia disana.”

 

šš››

Pagi menjelang, suara burung-burung terdengar saling berkicauan memaerkan suaranya yang sangat merdu. Setelah terbangun tadi malam aku langsung melanjutkan tidur cantikku kembali. Mataku masih terpejam, aku benar-benar sedang tertidur nyenyak, karena suara alarm lah aku terbangun, “Hoamphh..”kataku sambil menguap masih merasa ngantuk. Aku bertekad, untuk hari ini aku akan menyatakan cintaku padanya, pada Tiffany hari ini.

 

Siwon POV

Hari ini banyak sekali meeting yang harus kuhadiri, bisa-bisa tidak ada waktu untukku menemui Tiffany. Ah tidak, semoga masih ada waktu, aku tak mau laki-laki itu merebutnya dariku , Tiffany satu-satunya matahari cintaku.

 

Flashback ON

.”Iya! aku adalah pacarnya, tolong berkati hubungan kami ini dan doakan yang terbaik bagi percintaan kami yang indah ini.” Ucap Tiffany

Saat itu Siwon sedang mengurusi passport dan administrasi kedatangannya di airport, TV besar yang digunakan di airport itu menarik perhatiannya apalagi saat Siwon melihat ex yeojachingunya itu sedang mengumumkan kepada publik hubungannya yang baru dengan idol star, “HAH!!,andwae Tiffany ahhh,,, andwae,,!” seru Siwon yang langsung berlari keluar airport, Siwon belum bisa tenang juga belum bisa melihat Tiffany lagi, hatinya masih belum siap apalagi menerima kenyataan bahwa Tiffany sudah dekat dengan laki-laki lain, yah sepertinya laki-laki itu adalah idol star yang bernama Kris.

Dua bulan kemudian

“Kau harus kembali lagi padaku Tiffany, berapapun harga yang harus kubayar.” Lirihnya saat Siwon sedang dalam perjalanan menuju rumah makan Tiffany untuk pertama kalinya muncul di hadapan Tiffany setelah terakhir memutuskan hubungan dengan yeoja itu.

“Annyeong Tiffany ah, apakabar?”

 

Siwon POV

Aku sangat yakin, tidak salah lagi saat pulang dari makan siang kemarin aku sangat yakin melihat sosok namja yang kata Tiffany adalah namjachingunya itu di TV. Kenapa dia tak langsung melabrak kami saja? Kalau dia memang benar adalah namching Tiffany yang baru. Hmm,, menarik, mungkinkah ada sesuatu diantara mereka? Pikir Siwon.

 

Kris POV

Tidak sabar… kubuka mataku cepat, langsung akupun berjalan ke akamar mandi, mandi dan bersiap untuk shootinng hari ini> woah bukan, hari ini jadwalku sengaja kukosongkan demi event terbaik untuk seorang yeoja yang kucintai dna akan kunyatakan cintaku ini padanya hari ini. Akupun menekan no Tiffany di hapeku,tutt…tutt..tutt…”Yeoboseyo,” kata Tiffany di seberang telpon,”ya! Kau kenapa lama sekali mengangkat telponnya.” Teriak Kris,”Aigoo,,,tidak usah sampe teriak segala kali, telingaku sakit nih oppa,  maaf oppa, tadi aku sedang masak, ada apa?” keluh Tiffany.”Eoh, mian aku sudah berteriak padamu pagi-pagi ini. Hari ini kita bertemu ya, kamu siap-siap sekarang.” Jawab Kris, “hah, ada acara apa oppa, bukankah oppa masih di Jepang?” jawabnya,Aish Aku lupa memberi kabar padanya kalau aku sudah di Korea, sialan gara-gara kemarin aku melihatnya dengan seorang namja aku sampai lupa memberitahunya, kataku dalam hati. “Aniya, aku sudah di Korea kok sejak kemarin, ketemuan di cafe biasa ya, keut, byebybe.” Kataku sambil memutuskan sambungan telpon tanpa menunggu jawaban dari Tiffany.

Di Cafe, Aku sudah siap menunggu dengan fashion terbaik, sengaaja hari ini aku tidak mengenakan kacamata seperti kencan yang biasanya, aku ingin memperlihatkan pada semuanya kalau aku mencintai gadis ini. Dia lama tak datang jua, akhirnya ku pesanankan saja minuman kesukaannya Mango Jelly Blast Ice Cream dan aku sendiri memesan Caramel Machiato.

“Oppa!” seru Tiffany saat melihatku duduk di pojok kanan cafe,  “Ne, Tiffany ah, ppalii!” jawabku, Tiffany duduk hendak memesan, “aku sudah memesankan minuman untukmu,” kataku sambil menahan tangannya yang akan memanggil pelayan,”Eoh, emang oppa tau minuman apa kesukaanku disini?” tanya Tiffany,”tentu saja,!” jawabku bangga,”Apa?”tanya Tiffany,”Mango Jelly Blast Ice Cream,” jawabku dengann PD tingkat DEWA,”AAAAhh oppa kenapa kau malah pesan itu, aku kan sukanya Strawberry bubble Blast,” keluh Tiffany,”katanya tau minuman favoritku,”lanjut Tiffany sambil mempoutkan bibirnya, Aku kaget,rupanya aku salah memesan, jadi mesti gimana donk ya?apa aku suuruh dia pesan lagi saja?tapi tiba-tiba Tiffany bilang,”ya sudahlah aku juga mau coba pesanan oppa saja, kan sayang udah dipesan minumannya.”,”aah, untunglah kau sangat mengerti aku Tiffany ah,” kataku tersenyum sambil mencubit pipinya dengan gemas. Hingga bisa kulihat pipinya sudah memerah seperti kepiting rebus.

Setelah beberapa saat brbincang lama dengannya sambil meminum minuman masing-masing, akupun mengajak Tiffany ke mobil, aku ingin mengajak dia shopping ke butik sponsorku.” Wah oppa, butiknya besar sekali, bajunya bagus-bagus sekali,” ujar Tiffany,”Ya donk, akukan Kris si bintang terkenal dan sedang populer, mana ada butik sponsor yang mau menolakku, ha.. ha.. ha..”jawabku angkuh, kulihat ekspresi Tiffany begitu sebal melihatku yang terlihat sombong, “Jangan terlalu sombong, oppa.”,”Ah,, ne, mianhae.” Jawabku.”Ouh iya oppa, kita memilih baju-baju disini emangnya kita mau ke acara yang formal ya?” tanya Tiffany polos, sambil memilih gaun kesukaannya, mini dress.”Oh ya, kamu belum aku kasih tau, hari ini kan ada acara pesta Music Award Tahunan, aku diundang karena aku masuk nominasi 3 kategori, penyanyi pendatang baru terbaik, album terbaik, dan single terbaik, karena itu aku ingin mengajakmu.” Jawabku panjang lebar, kulihat Tiffany mulai mengerti dan mengangguk-anggukkan kepalanya sambil berjalan menuju kamar pas, dia membawa banyak setelan dress, mungkin ada hampir 15 setel. Hahaha, memang dia juga merupakan seorang yeoja, tidak bisa menahan diri dalam hal berbelanja. Aku pilihkan gaun terbaik diantara yang dia sukai itu, senyum kamipun mengembang melihat dan membayangkan bagaimana acara yang akan kami hadiri nanti malam.

Karena hari masih siang, sementara event Award itu berlangsung malam hari, aku putuskan untuk mengajak Tiffany menonton film di bioskop, di dalam bioskop kami begitu konsentrasi pada film yang sedang diputar, tetapi tiba-tiba kulihat sekilas mata Tiffany yang berwarna abu mengeluarkan garis hitam yang berpendar, aba-aba nya sudah dimulai kataku dalam hati, akupun mulai menciuminya mencium bibirnya yang mungil, leher jenjangnya, tengkuknya dan bahkan tanganku bergerak liar tak beraturan ke dadanya, diapun membalasnya dan ciuman kami semakin hot, film yang diputar dibioskop pun sudah tidak kami pedulikan lagi, semua ini aku lakukan sebenarnya dalam keadaan sadar, tanpa dorongan magis apapun, selama ini aku tahu dia adalah seorang penyihir…dan hipnotisnya tidak berefek apa-apa padaku…

“Tiffany ah,” desahku padanya…

 

TBC

5 thoughts on “[FF Freelance] Hypnotized (Chapter 3)

  1. Wah2x,,,,hipnotisny fanny g ngefek ke kris slama ini…hehe…kris sdar total donk…hehehe…kereeeen…🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s