[FF Freelance] Destiny? (Chapter 3)

,

Title                : Destiny? (Chapter 3)

Author            : Culy Wu/Kyukyong

Genre              : Romance, sad, comedy (tapi gak tau lucu ato kagak h3h3)

Length             : Chaptered

Rating             : PG-17

Main Cast       : Cho Kyuhyun (Super Junior)

Im Yoona (SNSD)

Hwang Miyoung (SNSD)

Other Cast      : You can find it><

Twitter           : @Culysshi

Previous        : Chapter 1, Chapter 2,

Disclaimer      : FF ini murni dari pikiran saya,do not copy this FF, jangan pernah benci cast yang ada  di dalamnya karena ini hanya imajinasi dari saya. Semua main Cast milik Tuhan, ayah ibu mereka, dan Fans.

Alur/plot cerita milik author seorang ><. Karena ini hanya memang fiksi

“jadi, kapan kalian akan menikah?” Tuan Cho bertanya mantap, dan ini tujuan utama keluarga Cho mengajak keluarga Im untuk makan malam.

-o0o-

“uhuk..uhuk..” Yoona yang mendengar perkataan Tuan Cho langsung memukuli dadanya sendiri karena tersedak makanan, dan secepat kilat ia mengambil dan meminum gelas berisi air di dekat piring makannya. “gwenchana” Yoona langsung tersenyum menatap Kyuhyun yang sedang terdiam dan masih tenang.

“aigoo.. hati-hati Yoona-ah” ucap ibu Cho dengan nada khawatir.

“gwenchana eommonim” Yoona menundukkan kepalanya.

“…” hening masih tidak ada jawaban dari Kyuhyun, bisa dibilang Kyuhyun masih diam seribu bahasa ditempatnya. Kyuhyun masih bisa belum menjawab, mungkin karena ini belum waktu yang tepat untuknya melepas masa lajang, ia masih ingin sukses menjadi psikolog yang jenius, dan berguna untuk masyarakat. Yoona hanya bisa menatap Kyuhyun dengan tatapan sulit di mengerti olehnya. Jujur ia sangat mencintai Kyuhyun dan ingin sekali menjadi pendamping hidupnya.

Yoona POV

“….” Hening masih tidak ada jawaban darinya, apakah dia serius denganku? Tatapannya kosong, ia sedang memikirkan sesuatu, mungkin ini terlalu cepat, tapi untuk dilihat kematangan usia aku dan Kyuhyun memang sudah cukup untuk melepas masa lajang kami.

“Kyuhyun-ah?” aku menggenggam tangannya erat, ia masih memikirkan sesuatu.

Tuan Cho sudah menatap kami berdua dengan tatapan tidak sabar menunggu ucapan Kyuhyun, mungkin saatnya aku yang berbicara karena Kyuhyun masih melamun.

“ini terlalu cepat, siabeoji” aku tetap tersenyum, lalu kulihat sekeliling meja makan kami, banyak yang beraut muka kecewa terutama eommonim dan eommaku, bahkan ahra eonnie pun sudah melongo mendengar pernyataanku.

“Kyuhyun-ah ingin menjadi psikolog sukses dulu, baru ia akan menikah” aku terus tersenyum bahkan bisa dibilang cengengesan menutupi kegusaran dalam hatiku bahkan kepahitan karena Kyuhyunpun belum membuka mulutnya untuk berkomentar.

“yak!! Kyuhyun pabo-ya??! Wae? Kenapa diam terus?! Kau tidak serius dengan Yoona?!” ku dengar Ahra eonnie pun sudah memekik dan ingin menghampiri Kyuhyun dan menjitaknya, tapi sebelum itu terjadi ia sudah dihalangi oleh eommonim. Cho Ahra memang eonnie yang sangat baik, dan perhatian kepadaku bahkan Ahra eonniepun yang selama ini membuat hubungan kami awet sampai ke-1 tahun ini, ia terus mendukung hubungan kami, walaupun sampai saat ini ia belum memiliki kekasih, tetapi ia tidak keberatan jika adiknya Kyuhyun melangkahinya di altar pernikahan.

“secepatnya, appa” aku tercekat mendengar penuturan Kyuhyun secara tiba-tiba, ia kembali menatap tatapan ayahnya dengan penuh keyakinan. “tapi..aku harus menyelesaikan tugasku di salah satu pondok rumah sakit jiwa” aku sedikit mendengus kesal karena ia lebih mementingkan tugasnya itu daripada keseriusan hubungan kami.

“berapa lama?” kali ini appaku angkat bicara yang sedari tadi hanya bungkam. Memang keluarga kami sangat ingin Kyuhyun dan tentunya aku terikat pernikahan secepatnya.

“1 bulan, dan aku akan melamar Yoona, takdirku memang dengan Yoona bukan?” kini Kyuhyun tersenyum ke arahku, senyum yang sangat tidak bisa dimengerti, kali ini aku hanya bisa membalas senyumnya dan berkata dalam hati “gomawo Kyu, kau telah hadir dihidupku”

POV end

Author POV

Tuan Im membuang nafas lega, karena jawaban Kyuhyun memang tidak mengecewakan, Kyuhyun berjanji akan melamar Yoona setelah tugasnya di pondok rumah sakit itu selesai. Begitu juga dengan Tuan Cho dan sekeluarga besar yang ada di meja makan itu, mereka kembali bercanda ria dan menikmati hidangan mereka masing-masing, tak terkecuali Kyuhyun dan Yoona.

-o0o-

11.30 KST

Yoona mengaduk-aduk isi tasnya mencari barang berharga menurutnya ia terus bergerutu tanpa henti, belum puas mengaduk-aduk, ia langsung menumpahkan isi dalam tasnya ke tempat tidurnya. “AH!!” ia memekik dan terus mencari scrapbooknya yang hilang, scrapbook yang ia sudah buat susah payah selama 2 minggu terakhir ini. Yoona terus mondar-mandir ke seluruh penjuru kamarnya yang bisa dibilang melebihi kapal pecah.

Cklek suara pintu terbuka, membuat Yoona terkejut dan meloncat kecil. “kenapa kau belum tidur? Berisik seka—“ sudah diduga eommanya melihat keadaan kamar Yoona yang bisa dibilang kapal pecah. Baju yang berserakan di lantai, meja rias yang berantakan, kumpulan kumpulan kertas di lantai membuat mata memandang sangat tidak enak. “astaga.. astaga… Im Yoona!! Kamar apa kandang ayam?! Kamu itu gadis jadi bersikaplah seperti layaknya yeoja!! Astaga ini berantakan sekali ckck.. Im Yoona kamar ini sudah berapa lama kau tidak bersihkan?”.

“1 minggu” Yoona masih mengedarkan matanya mencari-cari barang, mungkin saja tertinggal di kamarnya. Disamping itu mendengar kata 1 minggu membuat nyonya Im hanya menggeleng kepala. “pagi nanti, bersihkan!! Kau ini mau dilamar, harusnya belajar masak, di dapur, bersih-bersih rumah, jangan kelakuan kayak namja! Astaga eomma naik darah kalau begini caranya” nyonya Im memijit pelipisnya melihat kelakuan anaknya.

“arraseo! Arraseo! Akan kubersihkan!! Ini sudah hampir tengah malam, bisakah eomma bungkam? Tidak maukan tiba-tiba tetangga disini mendemo kerumah kita lalu memaki-maki karena eomma mengganggu ketenangan tidur mereka?!” Yoona mendorong eommanya untuk keluar dari kamar mautnya. “ta tapi janji Yoong kau akan bersihkan ini semua!” nyonya Im terseok-seok didorong Yoona keluar dari kamarnya dan dengan sempurna Yoona menutup pintu kamar dan berbalik sambil menghembuskan nafas panjang.

-o0o-

Fajar telah menyinsing, matahari sudah muncul untuk menyinari kota seoul, semua orang sudah banyak yang berkeliaran untuk menjemput rezeki mereka, terkecuali Yoona yang masih asyik dengan selimut dan gulingnya menyebut-nyebut nama “Kyuhyun-ah” di sela-sela tidurnya dan mempererat pelukan gulingnya, membayangkan bahwa guling itu adalah Kyuhyun, kekasihnya. “Kyuhyun-ah saranghae” Yoona masih bergumam dengan mata menutup dan sesekali menciumi gulingnya.

Drrttt drrrttt

Handphonenya bergetar, ia terus mengedarkan tangannya ke segala kasur dan meraba-raba sekitarnya, setelah ia dapatkan gadgetnya itu, tanpa melihat layar handphonye ia menjawab panggilan itu

“yo…hh…bo..seyohhhh” Yoona berkata sambil menguap masih memejamkan matanya.

“yak! Kenapa kau belum ada juga di taman?! Selalu saja datang terlambat, jangan pikun chagiya!!” mendengar suara laki-laki yang dikenalnya. Yoona masih dalam keadaan berfikir, kemudian seperdetik berikutnya ia teringat sesuatu.

“besok, jangan lupa janjian di taman pukul 9.00 pagi. Jangan sampai telat” ia masih ingat betul bagaimana Kyuhyun berkata kepadanya dan masih membekas diotaknya kalau Kyuhyun akan mengajaknya bertemu di taman. Kemudia lambat laun ekspresinya yang masih sayu dan tidak mau melepas tempat tidurnya menjadi seperti…..

Yoona membelalakkan matanya sangat lebar, dan megap-megap “aish! Sebentar lagi Kyu-ah!! Tunggu disana jangan kemana-mana!!” Yoona menutup teleponnya dan langsung meloncat dari tempat tidurnya menuju kamar mandi dan bersiap-siap.

10 minutes later

Yoona hanya memakai baju ala kadarnya, seperti biasa kaos lengan panjang dan celana jeans merk Samantha andalan fashionnya, ia langsung bergegas keluar tak lupa membawa tas slempangnya, sebelum ia membuka kenop pintunya, ia mengingat kembali kalau eommanya tengah malam tadi mengomelinya karena belum membersihkan kamarnya. Ia mundur kebelakang dan lebih memilih keluar lewat jendela.

Ia melewati jendela kamarnya dengan sangat hati-hati, dan dengan cekatan melewati pagar rumah dan berlari menuju taman di kota Seoul.

-o0o-

Kyuhyun POV

20 menit lebih aku menunggunya, sungguh Yoona sangat menyebalkan pasti ia melupakan perkataanku semalam, Yoona sangat ceroboh, dan sedikit petakilan tapi entah mengapa itu yang membuat aku jatuh cinta padanya, ia sangat sangat berbeda dari gadis biasanya. Tapi kali ini aku tidak akan memaafkannya, dia harus menerima hukuman dariku.

Kuedarkan seluruh pandangan mataku mencari-cari sesosok yeoja di antara taman itu, dan tepat saja, aku menemukannya. Yap! Yoona berlari ke arahku dengan nafas terengah-engah dan pakaian yang seperti biasanya kaos panjang dan celana jeans. Dia semakin dekat kearahku, rambut gelombang cokelatnya melambai kemana-mana, entah mengapa itu sangat indah dipandang.

POV end

Author POV

“annyeong Kyu-ah” Yoona menampilkan senyumnya bisa dibilang senyum cengengesannya, ia langsung menepuk pundak Kyuhyun dengan semangat tanpa merasa bersalah. Kyuhyun hanya mengangkat kedua alisnya, dan menatap Yoona aneh

Saatnya kau dihukum~

Kyuhyun menatap bola mata Yoona hanya sekejap, ia mengendikkan bahunya dan memutar bola matanya malas, kemudian ia pergi meninggalkan Yoona yang terpaku menatap Kyuhyun dengan ekspresi melongo. Yoona langsung terbelalak dan mengejar Kyuhyun, ia tahu apa kesalahannya. Telat. Tapi ia merasa tidak adil, kemarin Kyuhyun telatpun Yoona tidak meninggalkannya pergi, justru malah Kyuhyun yang meninggalkannya tiba-tiba.

“Kyu-ah, kau mau kemana? Aku sudah datanggg” Yoona berjalan dan berlari-lari kecil mengimbangi jalan Kyuhyun. “kau telat, sudah habis waktunya” Kyuhyun terus berjalan ke arah mobilnya dan berhenti sejenak, melirik jam tangan dipergelangan tangannya “sudah waktunya tugas” Kyuhyun melirik Yoona yang sudah berekspresi tidak bisa digambarkan, bingung iya, kecewa iya, marah iya, sebel iya.

“mwoya??!” Yoona memekik dan menaikkan nada suaranya, ia meraih pergelangan tangan Kyuhyun dan melihat jam tangan kekasihnya itu, lalu menghempaskannya kembali “Aku telat 20 menit!! Yang benar saja kita hanya kencan 20 menit?!” Kyuhyun tidak mempedulikan ucapan Yoona dan langsung masuk ke dalam mobil. Tidak mau kalah Yoona langsung membuka pintu mobil Kyuhyun dan langsung duduk dimobil itu sembari melipatkan tangannya di dada.

Kena kau

Yoona menarik nafasnya dalam-dalam seperti ingin ada yang diucapkannya panjang lebar, Yoona melirik Kyuhyun yang masih bungkam menunggu moment sesuatu entah itu apa “Kyuhyun-ah namja pabo dan tidak peka, kita hanya kencan 20 menit?! Apa itu?! Itu hanya pertemuan penjual dan pembeli. Yak!! Kau tidak tahu kalau aku rela keluar dari jendela kamarku, lalu meloncati pagar hanya demi bertemu kau, karena kalau ketahuan eomma aku belum membersihkan kamarku, pasti aku disuruh untuk membersihkannya terlebih dahulu, dan itu malah menambah telat bukan?! Dan satu lagi! Kalau kau telat aku tidak akan meninggalkanmu dengan pergi begitu saja! Tapi kau?! Malah meninggalkanku dengan alasan—“

Belum selesai Yoona mengakhiri penjelasannya tiba-tiba saja Kyuhyun langsung menyela “aisshhh bawel” Kyuhyun menutup kedua kupingnya dengan telapak tangannya, merasa kupingnya panas seperti diceramahi. Melihat Kyuhyun hanya berkomentar seperti itu tanpa mengasihaninya, Yoona hanya geram dan langsung ingin membuka pintu mobil, tapi sebelum Yoona sukses membuka pintu mobil, tiba-tiba bunyi “jeklek” tanda pintu mobil dikunci otomatis, dengan susah payah Yoona berusaha membuka pintu namun naas tetap tidak terbuka.

Gawat

“yak!! Kyuhyun-ah aku mau pergi” Yoona merasa kesal karena begitu dipermainkan.

“selamat datang di kandang macan” Kyuhyun menunjukkan smirknya, bisa dibilang smirk ingin melakukan sesuatu. Yoona membelalakkan matanya dan sedikit menjauh dari Kyuhyun tetapi punggungnya sudah menyentuh pintu mobil.

“kau telat, kau harus menerima hukuman” Kyuhyun mendekatkan wajahnya, menepis jarak antara dia dan Yoona. “hukuman apa?! Shireo!! Aku mau keluar, aku sebal denganmu” ucap Yoona bergidik ngeri. Kyuhyun tidak mempedulikan Yoona, ia semakin mendekatkan wajahnya pada Yoona dan langsung mendaratkan bibirnya di permukaan bibir Yoona.

Melihat aksi Kyuhyun, Yoona memukul mukuli pundak Kyuhyun agar berhenti, tetapi tetap saja Kyuhyun makin meperdalam ciumannya, melumatnya dengan lembut, dan merasakan betapa manisnya bibir Yoona. Lambat laun Yoona terhanyut, ia memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun, sudah berapa lama ia tidak merasakan sensasi ini, Yoona mulai membalas ciuman Kyuhyun, ia juga melumat bibir Kyuhyun dengan lembut, mereka saling bertukar saliva.

Kyuhyun menggigit bibir bawah Yoona dan ketika Yoona membuka mulutnya sedikit, Kyuhyun langsung memasukkan lidahnya mengabsen gigi Yoona. Ciuman mereka lambat laun semakin memanas, Kyuhyun memiringkan wajahnya ke kanan dan kekiri menyesuaikannya agar nyaman menjelajahi bibir Yoona. Kini Yoona merasa sesak dan melepaskan tautan bibir mereka, Yoona menghembuskan nafasnya dengan cepat, ia terengah-engah karena sedaritadi menahan nafas. Kyuhyun langsung menarik tengkuk Yoona dan menciumi bibir Yoona, kini tidak lagi lembut penuh perasaan, tapi penuh dengan kenafsuan, ia melumatkan bibirnya dengan ganas, mengemut bibir bawah dan atas Yoona dengan menggebu-gebu.

“nggh..” Yoona merasakan perlakuan kasar dari Kyuhyun, sejak kapan Kyuhyun menciuminya menjadi kasar seperti ini. Yoona kembali membalas perlakuan Kyuhyun, ia juga menciumi, melumat, dan menggigit bibir kekasihnya itu. Kini didalam mobil mereka hanya ada decakan-decakan ciuman.

-o0o-

Seorang yeoja memasuki pondok rumah sakit jiwa, ia celingukan dan beberapa kali menanyakan suster yang berada disana mencari seorang pasien. “seperti biasanya Minji-ya, di taman dan menyendiri” ucap salah satu suster di koridor pondok rumah sakit itu sambil menunjuk ke arah taman. Tanpa basa-basi Minji langsung menghampiri pasien yang sedari tadi duduk termangu dan menatap dengan tatapan kosong kedepan.

“eonnie!!” Minji langsung memeluk Miyoung dengan erat, daan membuat Miyoung sangat terkejut. “Minji-ah? Bogoshippeyo” Miyoung langsung membalas pelukan erat Minji dan mulai mengeluarkan cairan beningnya itu.

Minji langsung menghapus air mata Miyoung yang sudah membasahi pipi mulusnya dengan jemari tangan Minji “eonnie.. aku janji akan mengeluarkan eonnie dari pondok ini, aku tahu eonnie tidak gila” Minji tersenyum dan menahan air matanya untuk tidak keluar, ia tahu kalau Miyoung tidak suka jika Minji menangis karenanya.

“omong kosong belaka, pada kenyataannya aku masih dianggap gila” ucap Miyoung

“eonnie.. aku janji, setelah eonnie keluar dari sini kita memulai hidup baru, membuka lembaran baru, dan melupakan semua masa lalu” Minji menggenggam tangan Miyoung dan menatapnya dengan yakin.

“masa lalu….”  Miyoung menatap kedepan dengan tatapan kosong, seolah melihat kembali masa lalunya. Minji melihat itu langsung merasa bersalah dan menggerutuki dirinya, menepuk-nepuk mulutnya karena salah bicara. Salah bicara karena akan mengingat masa lalu Miyoung yang bisa dibilang pahit.

Minji dengan cepat memeluk Miyoung, membagi seluruh kesakitan hati dan pilunya masa lalu Miyoung, ia mengerti betul apa yang dirasakan Miyoung saat ini, masa lalu yang kelam sangat memprihatinkan.

Sabar unnie-ya

“Minji-ya sudah selesai waktu jenguknya, tinggalkan Miyoung-ssi untuk beristirahat sebentar ne?” suster Jyeong tersenyum dan menarik tangan Miyoung untuk segera ke kamar. Kali ini Miyoung tidak berontak sedikitpun, ini membuat Minji sakit hati melihat eonnie kesayangannya harus menderita seperti itu, ia tahu siapa dalang dibalik semua ini, tapi Minji pun sadar ia pasti tidak akan bisa melawan ayahnya sendiri.

“eonnie hati-hati ne” Minji tidak sanggup menahan cairan beningnya di pelupuk mata, ia menangis, suaranya tercekat hanya Minji yang bisa mendengar ucapannya sendiri, sedangkan Miyoung sudah berada diperistirahatannya.

Minji langsung meninggalkan pondok itu, ia keluar dengan tergesa-gesa menghapus air matanya dengan kasar oleh punggung tangannya, ia berjalan tetap menunduk menyadari bahwa perasaan ini tidak ada apa-apanya dibandingkan sakit yang dirasakan Miyoung. Ia terus berjalan dengan menunduk sampai-sampai menabrak bahu pria didepannya yang sedang berjalan berlawanan arah.

Brugh

“gwenchana?” Tanya pria itu

“ya” Minji mendongak ke atas untuk mengetahui siapa yang ditabraknya. Wajahnya tampan, kulitnya putih, hidungnya mancung, matanya sipit tajam, tapi ia menyadari seperti pernah liat pria itu.

“mianhae” Minji membungkukkan badannya berkali-kali meminta maaf.

“ah tidak apa-apa. Kau suster?”

“tidak, aku menemui kerabat” ucap Minji.

“kerabatmu disini? Siapa namanya?” Tanya pria itu

“youngi eonnie”

“youngi? Youngi? Youngi…” terlihat pria itu memutar bola matanya mengingat ngingat nama pasien di pondok ini.

“ah tuan… kau juga menjenguk pasien?”

“tidak.. aku psikiater” pria itu tersenyum “Cho Kyuhyun imnida” Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk menjabat. Minji tersenyum simpul dan menyambut jabatan tangan Kyuhyun.

“Minji Hwang”

“hei, kau mengingatkanku kepada seseorang” Kyuhyun tersenyum ramah, tapi kini alis Minji bertautan bingung dengan ucapan Kyuhyun.

“ah Kyuhyun-ssi aku pamit, senang berkenalan denganmu” Minji memberikan bungkuk hormat kepada Kyuhyun dan langsung meninggalkan tempat itu. Kyuhyun langsung masuk keruangannya yang sudah disiapkan oleh ahjumma Eunhye untuk mengontrol beberapa pasien disini, dan tentunya ini menjadi kunci sukses utuk menjadi psikologi yang sukses.

Ia membuka lembaran demi lembaran berkas pondok itu, kemudian ia menutup berkas itu dan tersenyum sumringah mengingat kejadian ia dengan Yoona tadi pagi

*flashback*

Yoona mengelap bibirnya yang penuh dengan saliva, ia tidak menyadari betapa lamanya ciuman mereka di mobil, Kyuhyun tersenyum menyeringai “itu akibatnya kalau kau terlambat”

“cih! Pervert

“kau menikmatinya” Kyuhyun tersenyumpenuh kemenangan

“mulai saat ini 1 menit telat 1 menit ciuman”

“gila” Yoona mendesis kesal dengan ucapan Kyuhyun. Seenaknya saja ia melontarkan peraturan yang tidak disepakati kedua pihak malah hanya satu pihak.

“bagaimana kalau aku telat 1 jam?!” Yoona bergidik ngeri melihat ekspresi Kyuhyun tersenyum sayu. “ya kita bertautan selama satu jam” Kyuhyun mengendikkan bahunya tanda tak peduli, ia mulai memacu pedal gasnya.

“kita mau kemana?”

“mengantarmu pulang”

“eomma pasti akan marah” Yoona menghembuskan nafasnya dengan berat. “aku tak peduli” Kyuhyun tersenyum jahil melihat Yoona yang sedang cemberut.

*flashback end*

“Kyuhyun-ssi” suara lembut tapi menggoda milik suster Jyeoung mendatangi ruangan Kyuhyun, dan tanpa dipersilahkan duduk, ia sudah duduk manis didepan meja Kyuhyun.

“ah.. kau, bagaimana keadaan Hwang Miyoung? Kau kan yang selalu merawatnya” Kyuhyun tersenyum ramah, seperti menebarkan atmosfir pesonanya keseluruh ruangan itu hingga suster Jyeoung sedikit melamun memperhatikan ketampanan wajah Kyuhyun setiap detiknya.

“ah.. dia mulai menurut, tidak ada gertakan darinya” suster Jyeoung masih tersenyum menggoda.

“kalau begitu, aku ingin melihat kondisinya sekarang” Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan suster Jyeoung dalam ruangannya. Sepatu sneakers Kyuhyun berhenti dan berbalik “dimana ruangannya?” Kyuhyun tersenyum simpul menunjukkan sisi ramahnya.

“ah… ruangan 6” suster Jyeoung mendengus kesal melihat Kyuhyun sangat antusias mengurus Hwang Miyoung.

“terima kasih” Kyuhyun keluar dalam ruangannya mencari ruangan nomor 6.

-o0o-

“hei” Kyuhyun menyapa Miyoung yang terduduk sambil menatap keluar jendela masih dengan tatapan kosong. “hei nona Hwang” Kyuhyun melambaikan tangannya didepan matanya, dan Miyoung tersadar dengan perlakuan Kyuhyun, ia sedikit terkejut.

Miyoung hanya tersenyum pasi melihat Kyuhyun.

“kata suster Jyeoung kau sudah mulai menurut” Kyuhyun masih tersenyum dan duduk disamping Miyoung, Miyoung hanya menatap sekilas Kyuhyun dan membuang muka.

“aku masih waras”

“lalu kenapa kau disini”

“….” Hening tidak ada jawaban.

“kalau kau tidak gila, apa ada yang memaksamu untuk masuk disini?” kini Kyuhyun bertanya dengan hati-hati.

“ya”

“siapa?”

“bukan urusanmu”

“aku psikiater, dan aku harus tahu latar belakang pasien disini” Kyuhyun masih menatap Miyoung dengan tajam, tanpa disadari Miyoung meneteskan air matanya meremas bajunya, tidak ingin mengingat masa lalunya.

“kemarin kau memelukku. Tapi kenapa sekarang dingin? Aneh” Kyuhyun menyadari Miyoung sedang menangis, badannya bergetar seperti memanggul kisah masa lalu yang berat dan pilu. Kyuhyun menghapuskan air mata Miyoung dengan jemarinya, jemarinya mengusap lembut membuat Miyoung tenang. Setelah mengusap air mata Miyoung, kini Kyuhyun mendekap Miyoung memberikan pelukan, menyalurkan sebuah ketenangan dalam hati, dan membuat jantung Miyoung berdegup kencang.

Miyoung mulai bicara “semua ini karena laki-laki tua bejat itu”

TBC

DON’T BE A SILENT READER

 

10 thoughts on “[FF Freelance] Destiny? (Chapter 3)

  1. Wah Kyuhyun bahaya nich…. masa lama kiss sesuai dg keterlambatan Yoona datang… hahahaha peraturan yg unik…eeeemmmm lanjut thor

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s