[FF Freelance] Twins Sister (Chapter 1)

chapter 1

Title                 : Twins Sister chapter 1

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : –

Genre              : Romance, Sad

Main Cast      :

  • Lay
  • Yuri
  • Yoona

Supporting cast: Cari aja di ceritanya ya

Pairing            : Layyul

Quote               : I can make you happy, trust me~

Disclaimer      : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

A.N                     : WARNING Typo bertebaran, please dont be silent reader, ur comment its so precious for me.

“Appaaaa,,,,” rajuk Yuri, “Aku tidak butuh mobil mewah ataupun perhiasan mahal untuk kado ulang tahunku, cukup kehadiran appa di hari ulang tahunku saja bisa membuatku bahagia,” lanjutnya, “Yuri ya, jangan begitu, appa kan harus ke Hongkong untuk meeting dengan para pemegang saham di perusahaan cabang disana, bagaimana bisa appa secepatnya ke pesta ulang tahunmu?” jawab appanya,”Kan ada helikopter pribadi, bahkan jet pribadipun appa punya, kenapa gak dipake aja sih!!!” rajuknya manja sambil memelas bahkan Yuri yang jarang aegyopun menggunakan jurus pamungkasnya aegyo kepada appanya,”Baiklah, akan appa usahakan.” Jawab appanya tidak ingin melihat Yuri bersedih,”Kai, tolong nanti kau persiapkan jet pribadiku di Hongkong,” perintah appa Yuri yang bernama Sehun itu.,”Ne, sajangnim.” Jawab lelaki yang dipanggil itu dengan sigap, lalu dia pun mengeluarkan handphonenya untuk memerintah bawahannya. Yuripun tersenyum bahagia, membayangkan appanya datang ke pesta ulang tahunnya lusa nanti,”Yeay!!!’ teriaknya sambil memluk appanya yang sebenarnya daritadi sedang bermain golf itu.

Tiba saatnya pesta ulang tahun, Yuri sudah bersiap dengan gaun kuningnya dia terlihat cantik dan rambutnya sengaja dia urai bergelombang menambah kesan dewasa dalam dirinya yang sebntar lagi berumur 20 tahun, Appa kok belum datang juga ya, gak mungkin kan macet pake jet pribadinya, keluh Yuri dalam hatinya. Pesta akan segera dimulai, Yuri datang dari kamar pribadinya dilantai dua, dia berjalan anggun menuruni anak tangga satu persatu dengan gaun panjnagnya yang berwarna kuning bergemerlapan, tetapi ekor gaun tertangkap oleh kakinya sehingga keseimbangannya pun hilang, membuat dia terjatuh.tetapi, Oouhhh apa ini, kenapa saat aku terjatuh aku tidak merasa sakit, ada sesuatu yang lembut dan hangat menangkapku ujarnya dalam hati, saat itu sepasang tangan sukses menangkap tubuhnya yang oleng itu, alhasil keduanya saling berpelukan memutar dan tangan itu mencoba menyeimbangkan tubuh Yuri dengan tubuhnya, untung saja para tamu undangan belum terlalu ramai jadi kejadian ini tidak terlalu menyita perhatian para tamu lainnya. Yuri penasaran akan pemilik kedua tangan itu, lalu untuk sesaat keduanya saling bertatapan,”Oh, gomawo…” kata Yuri, “gwenchana?”tanyanya sambil melihat seluruh tubuh Yuri memastikan dia baik-baik saja, Wah dia terlihat keren sekali saat menangkap tubuhku, tidak mungkin orang biasa bisa menangkapku seperti itu pasti dia setidaknya telah belaajar wushu, karate atau taekwondo, ujar Yuri dalam hatinya,”Keureom, saya akan kembali pada pekerjaan saya,” jawab lelaki yang berkulit agak gelap dan lingkar matanya yang terlihat itu saat memastikan Yuri baik-baik saja. Yuri pun mengangguk, lalu diapun melanjutkan jalannya menuju dekat kue ulang tahunnya.

Para tamu undangannya sudah semakin ramai, hanya sedikit dari tamu undangan itu teman Yuri kebanyakan dari mereka adalah para kolega dari bisnis ayahnya yang besar, Oh Sehun adalah president perusahaan besar di Korea yang bernama Crown, dia mempunyai banyak anak perusahaan diberbagai negara, jika dihitung-hitung lagi mungkin di setiap negara ini dia mempunyai franchise dari usaha propertynya yang sukses itu, maka jarang sekali dia menghabiskan waktu untuk putri semata wayangnya itu, karena itulah janjinya untuk menghadiri pesta ulang tahun Yuri sangat membuat Yuri senang. Tetapi, sudah lebih dari satu jam dari waktu acara pestanya dimulai, appanya tetap belum datang, tiba-tiba saat semuanya sedang asyik dengan pembicaraan masing-masing, saat Yuri akan memotong kue ulang tahunnya tak sengaja tangannya memencet tombol ON remote yang ada disamping kue itu, lalu TV pun menyala dan saat itu stasiun TV sedang mengabarkan sebuah berita kecelakaan pesawat jet, PESAWAT JET YANG MENURUT SUMBER ADALAH PESAWAT JET PERUSAHAAN BESAR CROWN TELAH TERJATUH AKIBAT BADAI YANG MENERPANYA, PESAWAT ITU TAKE OFF DARI HONGKONG DAN TIDAK MENGINDAHKAN CUACA YANG SEDANG BURUK HARI INI DI SEKITAR HONGKONG, PRESIDENT PERUSAHAAN YANG BERNAMA OH SEHUN IKUT TERLIBAT DALAM KECELAKAAN MENGENASKAN INI DAN TELAH DIKONFIRMASIKAN BELIAU TELAH TIADA, TUBUHNYA SUDAH DITEMUKAN MENGAMBANG DILAUTAN DALAM KEADAAN SUDAH TIDAK BERNYAWA.

Drt,, drttt,,, ada telpon masuk ke handphone Yuri, dari sekretaris pribadi ayahnya yang juga merupakan tunangannya bernama Kai, “Yuri ah, mianhae, aku tak berhasil menyelamatkan ayahmu.” Ujarnya di telpon,”Tidak mungkin!!!!!!!!tidak mungkin, appa!!!appa!! tidak mungkin kau meninggalkanku secepat ini, kau kan sudah berjanji untuk datang ke pestaku, appa!!!Jangan tinggalkan aku sendiri appa, sudah cukup eomma meninggalkan kita lalau kaupun meninggalkanku? Eoh? Appa!!, teriaknya sekuat tenaga sambil terisak, tangisannya tidak terbendung lagi, dia sangat kehilangan appanya, dia yang sudah kehilangan eomma Seohyun karena penyakit kankernya lalu sekarang dia harus kehilangan appanya pula, kenapa Tuhan bisa begitu tidak adil padanya. Yuri tidak sanggup menerima kenyataannya, apalagi setelah pemakaman appanya itu, tersebar berita bahwa pesawat appanya itu memaksa untuk take off karena appanya begitu ingin datang ke pesta ulang tahunnya, dia begitu ingin menepati janjinya itu, mendengar hal ini hati Yuri pun semakin terpukul akan kenyataan bahwa pesta ulang tahunnya lah yang menyebabkan appanya itu meninggalkannya untuk selamanya.

 

Yuri POV

Apa yang harus aku lakukan tanpamu appa, meski aku sudah banyak belajar darimu mengenai bisnis, tetapi ini terlalu tiba-tiba bagiku. Tolong kuatkan dan yakinkan aku eomma, appa,, bahwa aku bisa melewati ini sendiri, ujarnya dalam hati saat tiba waktunya pertemuan mendadak antara para pemegang saham terbesar terkait dengan  jabatan Presiden Direktur yang kosong saat ini karena meninggalnya Appa. “Kai ssi, aku sudah siap, mari kita menuju ruangan rapat.” Kataku memanggil Kai sambil berjalan sepanjang koridor menuju pintu keluar rumahnya yang megah itu, rumah yang saat ini kosong tanpa kehadiran eomma dan appanya, percuma jika rumah yang mempunyai fasilitas lengkap seperti tempat karaoke pribadi, kolam renang pribadi, sauna pribadi, fitness pribadi, bahkan lapangan golf pribadi yang berada di halaman belakang rumah, rumahku ini mempunyai 4 kamar utama yang disertai kamar mandi, kamar jacuzzi, dan dressing room masing-masing serta 15 kamar tamu lainnya yang hanya dilengkapi oleh kamar madni dan dressing room saja, bahkan aku terkadang bingung sendiri mencari tiap kamarnya, karena terdiri oleh koridor-koridor yang luas seperti hotel dan akhirnya aku hanya tahu jalan menuju kamar eomma appa, kamarku dan kamar calon suamiku Kai.

Aku sangat gugup sekali menghadapi para pemegang saham ini, punggungku sudah mulai berkeringat karena rasa gugupku ini, tapi aku tidak boleh memperlihatkannya pada siapapun termasuk Kai yang sedang ada disampingku saat ini, setibanya diruang pertemuan pemegang saham mereka memperdebatkan diriku yang sebelumnya telah ditunjuk dalam wasiat appa sebagai Presiden Direktur penerusnya, wasiat itu cukup besar kekuatannya karena hanya appa yang memiliki saham paling besar diantara mereka, 64% saham masih dimiliki oleh appa, dan meski diriku masih begitu kecil sejak umur 17 tahun aku sudah diberi kepemilikan saham sebesar 16% karena itulah ditambah dengan wasiat tersebut peluangku menjadi Presiden Direktur semakin besar,”Tapi dia kan masih anak kecil, belum berpengalaman mana bisa dia bertanggung jawab atas perusahaan sebesar ini, harusnya kita juga melihatnya dari kualitas dan pengalaman.” Teriak salah satu pemegang saham, jelas-jelas diriku ini sudah ada dihadapan mereka, mereka masih berani berdebat mengenai ini, saat aku mencoba mengendalikan situasi, yang ada hanya cibiran tidak hormat dari mereka, hingga jadwal pertemuan selesai, kondisi masih belum teratur dan mereka masih belum bisa menerima keberadaanku. Untung rapatnya sudah selesai, aku sudah tidak kuat mendengar cemoohan dan cibiran mereka, kataku dalam hati sambil secepatnya menuju mobil ingin segera bergegas menuju rumah dan kamarku, mengenang appa.

Tok,,,tok…pintu kamarku diketok, “Siapa?”tanyaku,”ini aku, Kai.” Jawab Kai dari luar kamarku,”Kau baik-baik saja? Gwenchana?” tanyanya padaku,”hm,, ya begitulah,” jawabku tak bisa berkata lebih banyak, aku sedang malas membahas situasi tadi di ruang rapat. “Kau mau kita refreshing? Ayo kita ke Villamu yang ada di Jeju.” Tanya Kai,”Jeju?”tanyaku lagi ragu,”Ya, ayo kita kesana,” katanya sambil memegang tanganku, mencoba menenangkanku.”Baiklah, tapi jangan terlalu lama ya.” Jawabku mantap.

Setibanya disana, Kai begitu perhatian padaku maklumlah appa sudah menitipkan aku padanya, jadi itu hal yang wajar kalau dia begitu peduli padaku. Kami kesini tanpa sepengetahuan siapa-siapa, Kai bilang lebih baik tidak ada yang tahu, soalnya akan ada berita yang buruk lagi menimpamu jika kau ketahuan media sedang refreshing ke Jeju, disangkanya kau tidak menghormati mendiang appamu, karena baru beberapa hari beliau meninggal. Akupun menurut saja, kami menikmati alam Jeju yang indah dalam 3 hari. Selama tiga hari itu Kai begitu romantis padaku, dia bahkan berani menciumku untuk pertama kali, mungkin saat ada appa dia masih begitu segan untuk menciumku, appa membuat kami bertunangan karena orangtuanya yang telah tiada adalah teman appa, jadi appa merasa kita cocok dan mengikatkan tali kekeluargaan diantara keluarga kami. Pada hari terakhir, dikap Kai tidak berubah, kami makan malam bersama saat itu, tetapi tiba-tiba kepalaku terasa pusing, akupun tidak sadarkan diri, Kaii tolong aku, aku kenapa? Kataku saat terakhir tersadarkan. Api sudah mengelilinginya, jilatan-jilatan api tersebut sangat besar dan kebakaranpun tak terhindarkan.

 

Author POV

Saat Yuri tidak sadarkan diri, Kai malah pergi. Tetapi yang mengagetkan adalah Kai mengguyur semua villa dengan bensin dan menyalakan api terlebih dahulu sebelum dia pergi meninggalkan tubuh Yuri yang dikelilingi oleh api entah apa yang dipikirkan oleh Kai saat melakukan hal ini.

Flashback ON

Kai yang membukakan pintu saat makanan dari room service tiba, saat itu Yuri masih mandi dan tidak tahu makanan sudah tiba. Mata Kai mulai berubah, dia menyeringai,, lalu dia keluarkan bubuk dari jas hitamnya, dibubuhi makanan itu dengan bubuk tersebut, tetapi hanya satu makanan yang dia bubuhi, yaitu nasi goreng seafood, makanan kesukaan Yuri sementara Kai sendiri memesan steak tenderloin, suapan demi suapan yang Yuri lakukan Kai perhatikan dengan seksama, memastikan obat tidur yang dia bubuhkan tadi termakan oleh Yuri secara sempurna.

~to be Continue~

 

P.S: aaah akhirnya author berhasil membuat Lay sebagai main cast setelah akhir-akhir ini rolenya dalam setiap fanfic selalu tergantikan, tetapi aku yakin dari keseluruhan fanfic punyaku, ini yang terbaik dalma segi alur cerita, yeah! Mohon dukungan kalian semua, aku baru kemarin mempostingkan fanfic pertamaku, meski cuma ada tiga komment setidaknya ini membuat bahagia, kalau fanfic ini ada yang koment lebih dari 20 aku pikirin buat bikin sequelnya deh ya, terima kasih semuanya *bow

 

Advertisements

10 thoughts on “[FF Freelance] Twins Sister (Chapter 1)

  1. Annyeong Author-nim^^
    Salam kenal yaw, Fatimatuz imnida 🙂
    Hehe, sebelumnya maap lancang baca epepnya :3
    Kirain diepep ini Yuri ama YoonA ber-saudara, eh ternyata YoonA belum nongol .__.
    Aigoo~ Yuri kasihan yaw, disaat hari ulang tahunnya ia malah dapet kado buruk, appanya meninggal. Baryaw Unnie :’)
    Katanya Kai tunangannya Yuri? Tapi, kenapa Kai malah berbuat jahat sama Yuri? Bahkan tega melakukan hal jahat gitu ke Yuri, kan kasihan 😦
    Tapi, penasaran kenapa Kai melakukan itu? Terus juga, ane harap Yuri masih hidup :’)
    Hehe, epepnya keren min, sebagai pemula udah bagus kok :’)
    Please, dinext min! Jangan gantungin ini epep yaw, please! Ane udah tertarik ama ini epep, jadi cepet dinext part yaw min :’) Apalagi epepnya keren 😉
    Kalau boleh tau juga, author-nim punya akun fb ato twitter gk? Kalau iya, boleh tau namanya’-‘
    Hihiw, pokoknya WAJIB, KUDU, HARUS DINEXT! GAK BOLEH GK! 😛
    Keep Fighting and Writing^^

  2. annyeong ^^ makasih udah suka ff ku yg ini,.hmmm sbenrnya ini ff gak terlalu banyak peminatnya, hehehe twitter aku @defiyanti1608
    aku lebih banyak posting ff ku yoongexo dan lbh cpt update dsna,.jd kalau kalian suka dgn ff ini silahkan ke yoongexo.wordpress.com, #Bow.. makasih ya udh RCL hehehee..

  3. Maaf yah author ,mau coment ttg critannya..
    Di awal gue baca udh mirip kek drama cina judulnya agak lpa kalo ngak salah sih Twins, gue baca itu katnya hasil khayalan yah tp jelas kok critanya kek drama cina…
    Cuman mau blg it

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s