Say Yes

Say Yes YongSeo

Say Yes

By kissmedeer

Main Cast : Yonghwa // Seohyun

Romance-Fluff and All Rated

[Inspired from Jason Chen – Unexpectedly Music Video]

Banyak yang bilang bahwa jatuh cinta pada pandangan pertama itu benar-benar ada. Sebagai pria yang cukup dewasa, mandiri, dan selalu berpikiran lurus seperti Yonghwa ini tidak pernah percaya dengan adanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun, semuanya berubah ketika wanita itu menumpahkan seluruh perhatiannya.

.

.

.

Mungkin banyak barista di Korea Selatan yang membuat kopi dengan rasa yang sempurna dan harum yang semerbak. Tapi, kopi buatan barista yang satu ini selalu menjadi kesukaan dari wanita cantik jurusan design ini, Seohyun.

Dia selalu menghabiskan wakutnya untuk menggambar dengan kopi sebagai temannya di sore menjelang malam itu. Setiap hari dia datang ke café yang sama untuk memesan kopi yang sama di barista yang sama juga.

Begitupun hari ini.

Cappuccino Latte?” Barista yang satu ini memang berbeda dengan yang lain jika menghadapi Seohyun.

Seooca terkekeh pelan, “kau terlalu mengenalku dengan baik, Yonghwa.”

“Tentu.” Balas Yonghwa dengan senyuman yang terlukiskan di wajah tampannya tersebut.

Seohyun berbalik lalu duduk di tempat biasanya. Dia mulai membuka buku sketsanya dan mengukir berbagai goresan-goresan kasar dan lembut dari pensil miliknya. Terkadang dia tersenyum sembari menggambar.

Cappuccino Latte, Seohyun.” Pesanan milik Seohyun sudah siap. Seohyun bangun dari bangkunya lalu berjalan ke sebuah meja yang bertuliskan pick-up.

Thanks.” Ucap Seohyun sambil mengambil pesanannya.

“Sama-sama.” Balas Yonghwa.

Seohyun berjalan kembali menuju tempatnya dengan mata yang melirik ke arah foam yang bentuk yang berbeda tiap harinya.

“Daun.” Gumam Seohyun sambil duduk di tempatnya dan meneguk cappuccino tersebut.

.

.

.

Lahir dari keluarga yang cukup kaya. Harta yang dimiliki oleh Yonghwa cukup berlimpah. Dia menjadi seorang barista bukan karena ketidakmampuannya. Namun hobinya lah yang membawanya hingga saat ini.

Memiliki café dan diatur oleh dirinya sendiri dengan teman semasa kecilnya itu adalah kegiatan yang sangat membahagiakan dihidupnya.

Namun, hidupnya jauh lebih indah ketika Seohyun menjadi pelanggan tetap di cafenya. Bukan hanya cafenya, bahkan di hati Yonghwa.

“Fighting, Yonghwa!” Semangat dari teman masa kecilnya itu masih terngiang di otaknya.

Sekarang Yonghwa tengah melakukan aktivitasnya. Dia menuang foam ke atas cappuccino dan menggerakkannya hingga menyatu dan membentuk sebuah karya indah di atas cappuccino yang lezat itu.

Foam yang menyatu itu pasti indah bagi orang yang tidak bisa membuatnya. Berbeda dengan Yonghwa, dia seorang dari pemilik café ini dan barista utama. Dia harus membuat yang jauh lebih istimewa lagi.

Cangkir cappuccino yang masih panas pertamapun dibuang begitu saja olehnya.

Cangkir kedua dibuang.

Cangkir ketiga juga.

Bahkan cangkir keempat.

Namun Yonghwa tidak pernah menyerah. Minimalnya, sebuah ukiran tulisan dari foam untuk tanggal 14 nanti—besok.

.

.

.

14 February 2014

Yonghwa sebenarnya sangat membenci tanggal tersebut. Mungkin tanggal tersebut dangat dinantikan oleh para pasangan lainnya. Sedangkan Yonghwa? Salah seorang yang masih berstatus single sampai saat ini hanya akan menganggap hari ini adalah hari canggung bagi mereka yang tidak memiliki pasangan.

Berbeda di tahun 2014 ini. Sesuatu bergejolak kegirangan di hati Yonghwa. Seharusnya dia nampak murung karena banyak pelanggan yang berpasangan memasuki café miliknya. Membuat hati Yonghwa terpojokkan, merasa jengkel, merasa canggung.

Pukul dua belas siangpun berlalu begitu saja.

Yonghwa menghelakan nafasnya. Seharusnya, Seohyun sudah tiba setengah jam yang lalu. Berteduh dari teriknya matahari sambil membuat sketsa.

Tapi, batang hidung Seohyunpun tidak nampak dari setengah jam yang lalu.

“Yonghwa?” Panggilan dari temannya itu mengoyakkan lamunannya.

“Ya?” Respon Yonghwa sambil menoleh. Temannya memberi kode bahwa ada pelanggan yang datang.

Dengan cepat Yonghwa berjalan ke meja pemesanan.

“Selamat siang, mau pesan apa?” Sambut Yonghwa.

Did you ask me?” Tanya sang pelanggan tersebut yang ternyata adalah orang yang Yonghwa tunggu sedari tadi, Seohyun.

Cappuccino latte?” Tebak Yonghwa.

“Tentu.” Balas Seohyun dengan senyuman termanisnya.

“Tunggu sebentar.” Seohyunpun berjalan dan duduk di tempat yang biasa.

.

.

.

Yonghwa yang sedang mengunggu cappuccino latte yang sedang dibuat oleh temannya untuk diberi foam malah berjalan keluar dari bar yang dia tempati sedari tadi. Meja kosong yang masih berantakan itu perlu dibereskan secepatnya.

Meja yang terletak tepat disebelah meja Seohyun.

Yonghwa meraih kain putih untuk membersihkan sisa kotoran yang ada diatas meja tersebut. Tiba-tiba Seohyun bangkit berdiri ke kamar mandi. Bodohnya, buku sketsa dia terbuka lebar begitu saja.

Dengan sekali lirikkan, Yonghwa bisa menyadari apa yang terlukis di atas kertas sketsa itu.

Seorang lelaki yang sedang meletakkan foam di atas latte.

Yonghwa tersentak, apakah itu dirinya?

Seohyunpun keluar dari kamar mandi dan dengan cepat dia kembali ke bar-nya.

.

.

.

Cappuccino latte, Seohyun.” Yonghwa menyebutkan pesanan Seohyun. Seohyunpun berjalan ke meja yang bertuliskan pick-up.

Seohyun meraih pesanannya, “Gomawo, Yonghwa.”

“Sama-sama.” Sebuah smirk terpampang di wajah tampannya.

Merasa adanya keganjalan, Seohyun menoleh ke pesananannya.

‘Date?’

Seohyun mengerjapkan matanya berkali-kali. Rasanya dia terbang ke langit ketujuh lalu terhempas di atas kasur yang empuk yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga yang harum.

“Seo,” Panggil Yonghwa.

Seohyun menoleh. “Jadi?” Lanjut Yonghwa tiba-tiba.

Seohyun tersenyum, “aku sedang berpikir.”

“Berpikir apa?” Tanya Yonghwa balik.

Seohyun menyunggingkan senyumannya lalu menyesap cappuccino latte miliknya.

“Bagaimana caranya untuk tidak mengatakan ‘tidak’?” Tanya Seohyun.

Yonghwa tersenyum hingga gusinya yang khas itu terpampang jelas.

Just say yes.

.

.

.

.

.

THE END

7 thoughts on “Say Yes

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s