[FF Freelance] Hypnotized (Chapter 4 – END)

hypnotized-quorralicious

Title                 : Hypnotized (chapter 4 )

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : +13

Genre              : Romance, Fantasy, Comedy (just a little bit)

Main Cast        :

  • Tiffany as Kris’s Fangirl
  • Kris as Idol Star

Supporting Cast          :

  • Suho as Tiffany Oppa
  • Xiumin as Manager Hong
  • Taeyeon as Kris’s Ex Yeojachingu
  • Siwon as Tiffany’s Ex Namjachingu
  • Yoona as Tiffany’s Eomma
  • Sehun as Tiffany’s Appa
  • Seohyun as Tiffany’s friend

Pairing             : Tiffany and Kris

Quote               : I Got you!

Previous          : Chapter 1Chapter 2, Chapter 3,

Disclaimer      : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

A.N                 : FF bergenre romance comedy pertamaku, jika kalian menyukainya tolong tinggalkan koment agar semakin memotivasiku. Saranghae~

 

Flashback ON

Semua ini aku lakukan sebenarnya dalam keadaan sadar, tanpa dorongan magis apapun, selama ini aku tahu dia adalah seorang penyihir…dan hipnotisnya tidak berefek apa-apa padaku…

“Tiffany ah,” desahku padanya… karena film sudah hampir selesai diapun menghentikan hipnotisnya. Akupun diam, dan bicara padanya seperti biasa dan pura-pura tidak terjadi apa-apa. “Filmnya sudah selesai Tiffany ah, waktunya kita bersiap untuk menghadiri event Award, ayo kita ke beautyshop dulu.” Kataku langsung saat film telah berakhir.”Ne, oppa.. kajja!” seru Tiffany, terlihat sumringah.

Aku telah selesai, sudah memakai tuxedo putih dan rambutku sudah rapi. Aku tak sabar melihat Tiffany memakai gaun yang tadi kita pilih, aku meminta penata rias untuk menata rambut Tiffany agar bergelombang terurai dengan poninya yang menggantung menyamping, aaah  membayangkannya saja aku senang dia pasti akan terlihat cantik. Saat aku mencoba mengintip ke kamar rias Tiffany, ternyata dia sudah selesai juga, dia terlihat sangat cantik, simpel, cantik dan terlihat anggun dalam balutan gaunnya yang berwarna pink pastel.”Sudah waktunya kita pergi, kajja!” kataku sambil tidak melepaskan tatapanku yang terpesona dari wajahnya yang cantik. Lama-lama mungkin aku bisa disebut pyeontae aku tak bisa melepaskan tatapanku darinya, meski begitu Tiffany tidak terlihat risih oleh tatapanku itu dia malah terlihat senang, tatapanku itu baginya merupakan sebuah pujian tak langsung mewakili mulutku yang selalu mengatakan kata-kata yang kasar. Sesampainya ditempat acara itu, red carpet sudah menunggu kita, mobilku pun ku berhentikan didepan red carpet, aku yang pertama keluar lalu aku berikan tanganku kedalam mobil meminta Tiffany agar menggapainya agar aku bisa mengarahkannya keluar, sorotan lampu kamera para wartawan tidak terbendung lagi, blitz kamera seakan menghentak-hentakkan kami kedalam kameranya untuk mengabadikan moment itu. Para wartawan yang penasaran akan sosok Tiffany terlihat senang melihat Tiffany mendampingiku ke event Award ini, banyak pertanyaan yang mereka coba berikan pada kami tetapi itu bukanlah sebuah konferensi pers, jadi kami dengan tenang hanya melewatinya saja bahkan aku tak ragu-ragu untuk menggandeng tangannya.

 

Tiffany POV

Suasana event itu sangat meriah, pesta musisi ini dihadiri oleh ratusan musisi yang sangat berbakat dalam bidang musik. Aku tak menyangka bisa ke event seperti ini, tapi aku cukup senang dengan hanya bisa mendampinginya saja, kataku dalam hati sambil melirik namja yang ada disampingku ini, dia terlihat memesona dengan tuxedonya banyak orang yang mengenalinya dan mengajaknya bicara di acara ini, sedangkan aku hanya diam memakan semua makanan yang aku suka. Tiba-tiba saja ada tiga gadis yang datang padaku, mereka terlihat cukup tidak bersahabat. “Kamu pacar Kris?” kata salah satu gadis spontan aku menjawab iya, ya memang saat ini peranku adalah pacarnya Kris oppa.Ketiga gadis ini melihatku dari atas sampai bawah, menatapku dengan risih seakan sedang meledek penampilanku, sementara itu Kris oppa terlihat semakin menjauh berbicara dengan sekumpulan musisi di pojok kanan, aku tak bisa mengelak dari gerombolan orang ini apa yang harus akau lakukan, kurasakan perasaanku ini mulai tak enak, lalu salah satu gadis itu mencoba menumpahkan minumannya padaku, sambil berkata” Kau tidak akan pernah pantas menjadi pacar Kris oppa!” serunya.

Wah gawat rupanya mereka adalah fans Kris oppa yang berhasil menerobos masuk event ini, dengan berita yang ada menyeruak tentunya saat ini mereka adalah an..ti.. fansku.. omona! Aku berhasil mengelak dari tumpahan itu, karena tidak ingin terlibat lebih jauh lagi akupun melihat sekelilingku dan menghipnotis semuanya dengan kekuatanku, kekuatanku cukup besar dan stabil untuk bisa menghipnotis ketiganya. Akhirnya masalah mereka berhasil kuselesaikan, belum juga lama masalah mereka selesai kulihat Kris oppa tiba-tiba menaiki podium tanpa ada yang mengomandonya, “Aku benar-benar mencintai Tiffany pacarku, karena itulah di event besar ini aku ingin mengabadikan momentku ini. Aku sangat mencintaimu Tiffany, maukah kau menikah denganku?” serunya dengan menggunakan mic, otomatis orang-orang yang mengenaliku langsung melihatku dengan tatapan tidak percaya, dan mereka menunggu jawabanku atas lamaran Kris barusan, sebagian orang memprovokasi, berteriak, Terima! Terima! Terima!, ayo Terima! Akupun menjadi serba salah, lalu orang dibelakangku mendorongku untuk maju, “Aku..aku….” jawabku gelagapan sambil maju berjalan mendekati podium,Kris melihatku dia tersenyum, senyumannya seakan-akan ingin membuatku yakin bahwa dia mencintaiku. Akupun menelusup pada ruang pikirannya, aku bisa melihat cintanya yang tulus padaku, itu bukanlah hasil dari hipnotisku dan semburat merahpun muncul di pipiku, perut terasa seperti ada kupu-kupu yang saling beterbangan menandakan aku juuga mencintainya, lalu dengan mantap aku katakan iya padanya allu Krispun menarikku naik ke podium dan menciumku dengan sepenuh hatinya, kamera tiada hentinya mengeluarkan suara jepretan dan cahaya blitz mereka, mengabadikan moment indah ini.

Kami meninggalkan pesta itu secepatnya setelah acara intinya selesai, di mobil.di pinggir sungai Han. kami berdua hanya terdiam. Tadi, saat Kris oppa menerima ketiga pialanya itu aku memikirkan sesuatu,m tentang pengakuan identitasku , moment ini sangat penting dimana satu sama lain saling mendalami perasaan masing-masing tanpa harus berkata-kata, lalu akupun bersuara,”Kris oppa.”panggilku yang dipanggil langsug memalingkan wajahnya menghadapku, membuat melihat wajahnya sangat jelas karena jarak yang berkurang.”Sebenarnya keluargaku adalah keluarga keturunan penyihir, meski image penyihir yang melekat adalah penyhir jahat, tapi kami tidak pernah melakukan hal jahat yang merugikan manusia,” kataku, Kris oppa tidak terlihat kaget dan dia tampak sangat tenang,”dulu saat aku datang ke konsermu karena rasa kagumku, aku menguji coba kekuatanku yang baru muncul kepadamu, namun tidak sama dengan yang kuharapkan,” lanjutku, “aku malah membuatmu masuk terlalu jauhh kedalam skandal, lalu saat aku meminta maaf di kamar hotelmu tak sengaja aku mengeluarkan kekuatanku, pada akhirnya hanya aku sendiri yang menikmati status palsu kita sebagai sepasang kekasih, terkadang aku menggunakan hipnotis untuk melihat sisi romantismu,” kataku panjang lebar mencoba membujuk Kris agar mengerti situasiku.

”Aku sudah tau asal usulmu,” “dan aku tidak keberatan dengan hal itu, justru aku menganggapnya hal itu sebagai hal yang mengagumkan.”,”dan untuk hipnotismu selain dari hipnotis saat konser dna di kamar hotel, hipnotismu tidak berguna bagiku, dan tidak memberikan efek sama sekali untukku.” Kata Kris, apa maksud dari ucapannya itu, allu bagaimana dengan semua ciuman yang aku dapat setelah kejadian di kamar hotel itu, ujarku dalam hati. Melihat wajahku yang kebingungan, Krispun menjelaskan,”Mungkin, karena aku sudah mengetahuinya, hipnotis itu menjadi tidak mempan bagiku,” kata Kris oppa, “Ah aniya, mana mungkin hanya dengan hal itu hipnotisku menjadi tidak bekerja, Seohyun yang sahabatku saja dia seorang manusia yang mengetahui identitasku tetap bisa kuhipnotis,”ujarku.

Ah tidak mungkin, mana mungkin hal itu bisa benar-benar terjadi, saat ini aku mengingat ucapan yoona eomma, Saat seorang penyihir menemukan seorang yang tidak bisa dia hipnotis, amka dia itu adalah jodohnya. Glek.. waduh, akupun menjelaskan semua yang ada dipikiranku tadi itu,”Ya kalau memang ya karena itu alasannya, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan, karena aku memang benar-benar mencintaimu meski seering aku berada dalam siatuasi penolakan akan perasaanku padamu itu, aku sangat ingin menciummu yang pada akhirnya aku menggunakan trik pura-pura terhipnotis ini agar aku bisa menciummu tanpa kau harus mengetahui perasaanku, karena dengan beprura-pura terhipnotis, kau akan berpikir bahwa ciuman itu hanya hasil hipnotis bukanlah perasaanku sebenarnya. Aku berhasil menutupinya bukan?,: katanya sambil membentuk V sign ditanganya. Memalukan, sangat memalukan jadi selama ini hipnotisku tidak berfungsi dengan baik sementara aku begitu memperlihatkan nafsu saat berciuman dengannya, setiap saat aku berpikir aku menghipnotisnya justru akulah yang terjebak dalam triknya, Sungguh tidka adil! Ujarku dalma hati.”Sudah malam, oppa akan mengantarmu kerumahmu,” katanya sambil menyalakan mesin mobil dan mengarahkannya ke alamat rumahku.

Di depan rumah mobilnya dia hentikan, Kris oppa menyadari ada mobil lain di depan rumahku, saat kuperhatikan ulang sepertinya itu adalah mobil Siwon oppa. “Tiffany ah,” cegat Siwon oppa sambil memegang lenganku saat kami berdua akan memasuki rumah.”,”jangan tinggalkan aku, jadilah istriku,” katanya sambil mengiba dan dia berlutut padaku,aku yang merasa tak enak diantara dua namja ini langsung memegangnya untuk berdiri, aku yakin adegan itu pasti diperhatikan secara seksama oleh Kris oppa,”Kita sudah tidak bisa menjalin hubungan ini lagi Siwon oppa, aku sudah mencintainya, maafkan aku.” Jawabku sambil menunjuk Kris oppa yang ada dihadapanku. Aku dan Kris oppa pun segera memsuki rumah meninggalkan Siwon oppa yang terdiam sendiri diluar dengan dinginnya malam.

“Kau beraninya memegangi dia didepan mataku,” kata Kris sambil menjitak kepalaku, “Sakit tahu,” jawabku sambil emngusap-usap kepala, lalu aku baru sadar reaksi yang diberikan Kris oppa tadi, itu adalah CEMBURU, yeaah akhirnya kau sepenuhnya milikku Kris oppa, ujarku dalam hati sambil menampakkan smirk khasku.”Kau sedang CEMBURU ya, yeah!!”teriakku gembira sambil menciumnya dengan mesra. Kris yang baru menyerap kata-kataku langsung berkata, “oh iya, sepertinya aku cemburu.” Katanya polos, membuat kami berdua tertawa bersamaan melewati malam bahagia ini bersama berdua untuk selamanya. Tanpa kami sadari Suho oppa dan Yoona eomma sedang memperhatikan kami, ikut tersenyum bahagia di malam itu.

 

THE END

 

 

3 thoughts on “[FF Freelance] Hypnotized (Chapter 4 – END)

  1. baru baca ff ini. bagus bgt,author nya keren.
    buat ff yg cash’nya ss501 dong.buat ngobatin rsa kangen para triple s

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s