[FF Freelance] Protecta Music Love (Part 1)

protectaml

Cast : f(x) Krystal & EXO Kai || Sub Cast : EXO Sehun

Story By : babey94 || Poster By : Keyunge @ bluegreenfanfiction

Length : Chapterd || Rating : PG-13 || Genre : Romance, Friensdhip, Sad

Disclaimer : Cast Milik yang diatas, alur cerita milik aku. Maafkan jika ada typo >,<

Enjoy and Happy Reading!

Bash isnt allowed.

ᴕ●●ᴕ

“Ke mana saja kau ini? tak menghubungiku sama sekali” desis soojung mengetuk ngetuk handphonenya dengan kuku yang dicat berwarna hitam itu.

” Kau sudah gila ya?”

Soojung menoleh kearah sumber suara. Terlihat sahabatnya, Choi Jinri yang baru masuk kedalam perpustakaan. Dengan rambut hitam sebahu, bermata coklat, perawakannya kecil,kurus, dan dengan wajah anak kecil yang imut. Itu lah Choi Jinri, atau yang kadang disapa Sulli itu.

Soojung mencondongkankan tubuhnya kedepan, menumpukan kedua siku dimeja, dan berkata kepada Sulli, “Sudah selesai praktek nya?”. Sulli mendekati sahabatnya itu dan duduk disebelahnya, “Sudah selesai membolosnya? huh?”.

Soojung mendesah. “Sudah” jawabnya lemas. Ia menunduk dan menyandarkan kening ke meja, lalu kembali mendesah kesal. “Kau tau bukan Park seongsanim sifatnya bagaimana kalau ketauan tidak praktek? dasar bodoh”

Gadis disampingnya hanya menutup matanya, tidak mendengar apa yang dikatakan Sulli. “Hei, kenapa kau begini soojung?” tanya Sulli. “Bukannya kau senang membolos huh?”. Soojung mengangkat kepalanya dan menatap tajam Sulli, cukup mengerikan baginya.

“Ooh, soal tuan Oh? haha” Ucap sulli ceplas ceplos tanpa memikirkan banyak orang dalam perpustakaan. Soojung hanya mengigit bibir dan menatap tajam sulli, dan kembali melirik handphonenya. Seakan melupakan untuk menunggu seseorang, ia berdiri dan menarik lengan sulli, “Lupakan saja..” ia mendengus lembut. “Untuk apa menunggu namja dingin itu”

PROTECTA MUSIC LOVE

Sepuluh menit kemudian, Soojung dan Sulli sudah berada diluar sekolah. Mereka kini akan berangkat pulang dengan mobil pribadi Soojung, tapi lebih tepatnya mengunakan mobil milik kakak kandungnya, Jung Sooyeon.

Seorang pianis terkenal di Korea dan Amerika. Bahkan kakaknya sudah melalukan tiga kali world tour, ya memang dia cantik , dengan wajah seperti barbie, rambut blonde, senyum yang manis membuat dia dianggap oleh semua orang Malaikat. Berebeda dengan Sooyeon, soojung lebih suka membaca novel daripada memainkan alat musik.

ᴕ●●ᴕ

Sepeluh menit kemudian, Sulli dan Soojung sampai di tempat makan yang terkenal di Korea, Myeongdong Gyoja. Tempat makan itu terletak di daerah Myeongdong, Seoul. Rumah makan ini sudah 47 tahun berjualan mie di daerah Myeongdong itu dan sangat terkenal juga bagi wisatawan asing. Di depan dua buah rumah makan Myeongdong Gyoja ini, banyak jumlah orang yang mengantre panjang untuk menyantapnya.

Untung saja hari ini adalah hari kerja, jadi tidak usah berlama lama mengantri untuk memakan mie khas tempat makan ini. Soojung lebih memilih makan Kalguksu dari pada kimchi, ia tidak suka wangi Kimchi. Lain halnya dengan Sulli. Gadis itu sangat suka semua makanan Korea, singkatnya ia adalah seorang shikshin.

“Jadi” kata Sulli dengan mulut yang masih agak penuh dengan Kimchi. Ia mengunyah sebentar, menelan, dan melanjutkan. “Apa alasanmu menunggu sibodoh itu meneleponmu?”. Soojung tidak langsung menjawab. Ia melanjutkan makannya terlebih dahulu dan menjawab pertanyaan Sulli.

Ketika ia menoleh melihat Sulli yang posisinya membelakangin pintu, ia melihat lelaki itu. Mata nya menatap sendu lelaki itu, ingin ia berlari mendekatinya dan memeluknya hangat. Tetapi ia lebih baik diam, membiarkan lelaki korea itu menyadari kehadirannya dan berlali mendekatinya dan berkata “Maafkan aku Soojung!” Argh.

Sulli yang menyadari arah mata Soojung langsung berbalik kebelakang. Dan, BINGO! Dengan bodohnya Sulli memanggil lelaki itu, “Oh Sehun!” . Soojung menundukan kepalanya dan memukul dahinya “Keparat kau Choi Jinri”.

Lelaki yang bernama Oh Sehun itu menoleh, ia terlihat berifikir sejenak dan tersenyum. Ia berbalik kebelakang sebentar, dan berbicara kepada teman dibelakangnya. Temannya menoleh kearah Sulli dan Soojung, dan mengaggukan kepala sesaat. Sehun berjalan kearah dua gadis itu, diikuti teman lelakinya yang berkulit hitam tan itu.

“Hai Sulli” sehun berhenti sejenak ketika ia melihat soojung yang sedang menunduk, “Hai Soojung” ucapnya. Soojung tetap menundukan kepalanya dan mengabaikan panggilan Sehun, dan lebih baik melanjutkan acara makannya.

“Nona Jung”

“Mau apa?” tanya Soojung dengan nada sama sekali tidak ramah. Ia menatap Sehun dengan tatapan tajam khasnya.

Sehun terkekeh pelan dan menunduk. Rambutnya yang dipotong rapi itu jatuh menutupi dahinya. “Kau marah padaku?” Sehun membetulkan poninya itu dan seulas senyum tulus tersungging dibibirnya.

Soojung tetap tidak menjawab dan  masih melanjutkan makannya. Sehun mendengus kesal dan tertawa kecil, dia mendekati Soojung dan duduk disebelahnya, menatap Gadis cerewet itu. “Aku akan membayarkan Kalguksu mu asalkan kau tidak marah padaku, jung” tambahnya, “ satu lagi, aku akan menraktir mu membeli ice cream.”

Soojung memukul pundak Sehun, mata tajam nya mulai terpasang lagi. “ Brengsek kau, Oh Sehun! Kemana saja kau? Kenapa tidak meneleponku sama sekali?” Senyum Sehun melebar, sama sekali tidak terpengaruh dengan perkatan Soojung.

“Ehem” desis teman Sehun yang sedari tadi hanya mematung menatap mereka berdua, Sehun dan Soojung. Sehun yang sadar akan kehadiran temannya itu langsung berdiri dan merangkul pundak temannya, “Perkenalkan, dia teman baru ku, Ah ani, dia sahabat masa kecilku. Kim Jongin”

Soojung menatapnya serius, rambut yang acak acak an, snapback yang dipasang kebelakang ala dancer dancer, kulit hitam tan yang menarik, mata yang bulat, dan.. bibir yang lumayan seksi. Secara keseluruhan, Kim Jongin mempunyai wajah yang… menarik.

Namun ada sesuatu yang menggangu.

Soojung merasa ia pernah melihat Kim Jongin, wajahnya tidak asing bagi dia. Dia merasa pernah melihat lelaki itu, tapi entah dimana. “Hai jongin, namaku Choi Jinri, bisa panggilku Sulli” Ucap Sulli sambil tersenyum memamerkan deretan gigi gigi putihnya. Lelaki itu tersenyum simpul, “Hai Sulli, Senyum yang manis.”

Sulli tersenyum kembali dan mempersilakan mereka untuk ikut bergabung. “Dan oh ya, Jongin, perkenalkan, dia Jung Soo Jung, bisa kau panggil Soojung ataupun—“ Mulut Sehun terbekam oleh tangan mungil Soojung, “Panggil saja aku Soojung. Hanya Soojung oke?”

Jongin menaikan sebelah alisnya, tapi hanya sesaat dan kembali tersenyum. “ Baik Soojung.”

Tiba tiba Soojung merogoh saku depannya dan mengeluarkan handphone. Ia menatap benda itu sejenak, lalu berkata kepada kedua lelaki dan satu perempuan didepannya dengan nada menyesal, “Mungkin tidak bisa tinggal lebih lama. Ibuku sudah menelepon ku dan menyuruhku pulang.”

“Kenapa buru buru? Kau tak suka kehadiranku?” tanya Jongin bingung. Untuk sesaat Soojung berfikir dan menatap Sehun, kemudian Sulli. Soojung hanya menggeleng dan berkata bahwa ia bisa terkena jeweran ibunya jika ia pulang terlalu malam. Dia mengajak Sulli untuk pulang bersama, Sulli mengiyakan.

“senang berkenalan denganmu, aku minta maaf karena tidak bisa mengobrol terlalu lama” Ucapnya, Jongin hanya tersenyum. “Sampai Jumpa” Ucap Sulli dan Soojung bersamaan dan membalikan badan dan keluar dari restoran.

ᴕ●●ᴕ

Pagi itu, rumah Soojung sepi. Ibu nya sudah pergi  bekerja, neneknya sedang tertidur pulas mungkin. Sementar ayahnya? Ayahnya di Amerika, tinggal bersama kakaknya. Orang tua mereka sudah bercerai ketika Soojung masih berumur 7 tahun. Walaupun seperti itu, ia masih bisa merasakan kasih sayang Ayah nya melalui chat kecil kecil an di KakaoTalk nya.

Hubungan Kedua orangtuanya pun sangat baik, mereka masih sering komunikasi hanya untuk menyakan kabar tentang anak mereka. Ibu Soojung menayakan keadaan Sooyeon, Ayah Soojung menanyakan keadaan Soojung.

Soojung duduk dihalaman belakang rumahnya. Ia menjulurkan kedua tangannya kedepan, merentangkan kesepuluh jari, lalu mulai menghapus cat hitam kuku dijari jarinya itu. Sebenarnya, Soojung masih penasaran dengan lelaki itu, Kim Jongin.

Soojung menelepon Sehun untuk menanyakan soal Jongin kepadanya. Ia begitu penasaran.

“Halo Sehun” katanya ketika teleponnya diangkat oleh lelaki jangkung itu. “Oh ya? Kalau begitu aku duluan yang berhasil menelponmu hahaha”

“Soojung maaf” Sela sehun “Hari ini aku tidak bisa membelikan mu Ice cream  untukmu”

Soojung mendengus kesal. “ Ada apa Jung?”

“Tidak apa apa, cairan pembersih kukuku jatuh” ucap Soojung ketus. “Kenapa tidak bisa membelikanku ice cream dan berjalan jalan sebentar? Kau akan kencan bersama namja itu? Apa kau sudah tidak normal lagi tuan Oh?”

Sehun terkekeh mendengar ocehan gadis itu. “Tidak,Tidak, Tidak, dan aku masih normal”

“Apa?”

“Tidak, itu buka kencan, aku harus berlatih dance ku untuk kompetisi bulan depan, jadi aku harus siap siap” jelas Sehun sesingkat singkatnya.

Soojung mendesah kesal, “Sehun…”

Tiit..

Panggilan tertutup saat Soojung akan menanyakan soal Jongin. Miris

ᴕ●●ᴕ

2 minggu kemudian

Karena 15 menit terakhir akan istirahat, Soojung memilih pergi ketaman sekolah sendirian, sehingga ia tidak mendengar kata kata Sulli yang stress soal ulangan dia yang dibawah delapan itu. Ia memilih bangku taman kosong yang mengarah ke air mancur sekolah dan bunga bunga warna warni ditaman.

Ia menoleh kearah kanan, Ia melihat lelaki berambut coklat sedang membaca buku dan mendengarkan musik. Soojung mengerjapkan mata. Sepertinya soojung mengenalnya.

Karena sibuk mengamati lelaki itu, Soojung tidak menyadari bahwa bel sekolah berbunyi. Bertanda waktunya masuk. Ketika lelaki itu berdiri dan hendak pergi, ia menoleh menatap soojung dingin. Akhirnya gadis itu tersadar dan pergi kekelas menutupi rasa malunya.

Sesampainya dikelas, ia melihat Sulli sedang mengobrol bersama lelaki, ya, lelaki yang tadi. Dia berjalan mendekati mereka berdua,dan kembali menatap lelaki itu. “Hi soojung! Kau sudah kembali dari kantin dan..” Sulli berhenti ketika melihat arah pandangan mata soojung lelaki itu. “Ini Jongin, 2 minggu lalu kita bertemu dengannya bersama sehun.” Jelasnya.

Oh ya, lelaki itu bernama Kim Jong In, lelaki yang dikenalnya melalui Sehun. Jongin adalah teman dekat Sehun, seorang penari modern juga seperti dia. Soojung tersenyum manis kepada Jongin, tapi. Lelaki itu menatap dia dengan satu alis terangkat.

“Masih ingat padaku?” tanya Soojung hati hati, takut Jongin tidak mengenalnya. Mungkin saja jongin menjadi amnesia 2 minggu lalu. “ Aku Jung Soojung, teman Sehun, kita berkenalan dua minggu yang lalu bersama Gadis ini juga” Terangnya sambil ikut menunjuk Sulli yang sedang duduk.

Ekspresi Jongin berubah, dia tersenyum hangat, terlihat beda saat dia menatapnya ditaman tadi. “Oh ya, aku ingat, kekasih Sehun bukan?”

Sulli yang mendengar itu tertawa senang, malah begitu senang “Berdoa lah begitu Jongin, kuharap mereka menjadi sepasang kekasih” Ucapnya masih dengan iringan tertawa  tak jelas. Soojung hanya mendesis tak jelas sambil menatap tajam Sulli. Sekedap kemudian, soojung kembali berbicara bersama Jongin, “Kau pindah ke Jeguk high school? Ku dengar kau tinggal dijepang” Ucapnya.

Jongin mengangguk “Ya, aku pindah ke Korea karna kakek dan nenek ku dan juga, Sehun”

Soojung menyunggingkan senyum manisnya lagi, “Kalau begitu—“ Soojung terhenti ketika melihat Guru IPA nya masuk sambil membawa banyak buku, Ulangan datang. “Aku duduk duluan, kau juga cepat Jongin” Ucapnya dan berjalan kebelakang bangku Sulli. Sementara Jongin duduk disebelah Bangku Sulli.

Pulang Sekolah

“Terima kasih,” Sahut Sulli dan Soojung bersamaan ketika mereka sudah keluar kelas kepada Jongin. Mereka berdua sama sekali tidak tahu ada ulangan, tapi untung saja ada Jongin, dia membantu Sulli Soojung untuk mengisi Ulangan itu. “Maafkan kami telah merepotkanmu, kira kira kita bertanya padamu 25 soal lebih, Jongin.”

“Tidak apa-apa,” Kata jongin, dia menatap sekeliling lorong Sekolah, “Kelas Sehun ada dimana?” Tanyanya. Soojung menoleh menatap Jongin, “ Dia sedang izin, dia sebenarnya sekelas dengan kita” Jelasnya .

Jongin mengganguk. “Oh ya, aku lupa. Sehun pernah bercerita bahwa dia sekelas dengan dua sahabat perempuannya” Jelasnya sambil menatap Soojung. Soojung dan Sulli mengangguk bersamaan. “Ngomong-ngomong, ada yang ingin kutanyakan” Kata Soojung, ketika ia pertama kali bertemu dengan nya. “Apakah—“ Lagi lagi, omongan Soojung terpotong. Mengesalkan.

“Iya eomma?.. Tidak.. Hah? Apakah harus?…Yatuhan itu kan acara anak kecil…. Tidak Mau.. Baiklah baiklah” Ucap Sulli saat mengangkat telepon dari Ibunya, kemudian ia menutup handphonenya dan menyimpannya kembali kesaku seragam mereka, “Oh yatuhan, sepertinya aku tak bisa membantumu untuk mengelilingi Seoul, Jongin” Ucap sulli dan mem pout kan bibirnya seimut mungkin. “Tidak apa-apa, mungkin lain kali” Ucap jongin tersenyum hangat.

Soojung yang baru menyadari perkataan Sulli tadi langsung membelakakan mata, “Kalian akan berkencan?! Oh tidak, Ini adalah berita besar di Jeguk..” Ucap Soojung sambil mengangkat tangannya keatas, bertandakan dia senang. Sulli memutarkan bola matanya dengan kesal, soojung telah berburuk sangka. Sementara Jongin hanya terkekeh melihat tingkah laku gadis itu, Dia lucu dan cantik.

“Bagaimana jika, kau ditemani oleh Soojung saja?” Saran Sulli kepada mereka berdua. Soojung terdiam dan memikirankan jawabannya. Jongin menganguk, dia setuju dengan ide Sulli. Sementar soojung? Iya ikut mengangukan kepala, tak ada salah nya bukan berjalan jalan, Anggap saja Jongin adalah Pengganti Sehun.

“Baiklah, aku pulang duluan! Ppai Soojung, Jongin!” Ucap sulli dan melesat keluar lorong sekolah. Meninggalkan Soojung dan Jongin berdua saja untuk pertama kalinya. Soojung memandang keluar, kearah lapangan besar Jeguk. Jongin juga ikut melihat kearah yang sama. “Kau mau kemana? Biar ku antar dengan mobil.” Tawar Soojung, tanpa menengok sama sekali ke Jongin. Jongin menoleh menatap sisi wajah Gadis itu, “Entah, aku belum tahu soal kota ini, aku mengikuti dirimu saja”

“Bagaimana kalau ke Sungai han? Tempat yang bagus menurutku.” Kata Soojung, Ia menatap langsung mata Jongin. “Ide Bagus, tapi sebelum itu, aku ingin makan siang terlebih dahulu dicafe terdekat Sungai…. Sungai apa tadi?” Ucap Jongin kepada Soojung. “Baik, Aku tahu Cafe terdekat dimana, Sungai Han Jongin.”

Jongin mengangguk dan kembali menatap keluar. Keduanya membisu, sibuk dengan pikiran masing masing, sampai Soojung kembali memecahkan suasana hening itu, “Yak! Kapan kita akan pergi kalau terus terdiam” Gerutunya.

ᴕ●●ᴕ

At Cafe

“Terima kasih” Ucap Soojung ketika pesanan mereka berdua sampai.Ia sedang tidak ingin makan sendiri dan berada dirumah, lebih baik ia menemani teman barunya itu. “Oh ya Soojung, sudah berapa lama kau kenal dengan sehun?” Tanya Jongin.

“Ehm, mungkin ketika aku berumur 12 tahun, aku baru pindah dari Amerika” Kata Soojung. Ia melahap Kalguksu nya kembali.

“Kata Sehun, kau tak akan pindah ke Seoul”, kata Soojung sambil merapikan baju seragamnya itu. Jongin menggeleng dan tertawa kecil, “Awalnya begitu, tapi ketika Nenek dan Kakek ku memaksa ku untuk pindah dan menemani mereka, aku akhirnya pindah”, jelasnya.

Selesai makan, mereka tak jadi mengelilingi Sungai Han, Jongin sudah ditelepon Kakeknya untuk segera pulang. Ketika mereka dalam perjalanan kearah mobil diparkirkan, karena memang mereka lebih memilih menyimpan mobil nya agak jauh. “Kau ada acara pekan ini?” Tanya Jongin. “Ehm, sepertinya tidak ada, Kenapa?”

“Aku berencana untuk mengelilingi kota Seoul, maukah kau menjadi pemandu ku?” Tawar Jongin sambil memasang Smirk nya. Entah kenapa, Soojung ketika melihat smirk itu langsung mengingat seseorang, entah siapa. “Baiklah, Jam berapa dan kapan?” Tanya Soojung.

Gadis itu tak merasa keberatan menemani Jongin, lagi pula ia merasa nyaman bersama lelaki itu. Ditambah lagi, ia merasa ingin mengenal lebih jauh lagi Jongin, karna ia merasa pernah bertemu lelaki itu, entah dimana.

“Minggu jam sepuluh pagi kita bertemu disini” Kata Jongin.

“Oke,” Jawab Soojung

“Oh ya aku lupa, Ajak Sehun dan Sulli juga”, Kata Jongin lagi. “Sehun tidak bisa, Sulli pun pasti sibuk dengan keluarganya, tak apa?” Ucap Soojug menjelaskan pada lelaki itu.

Jongin berfikir sejenak, lalu mengangkat kedua bahunya, “Tak apalah, Jadi.. Ehm sampai ketemu besok Jung.” Ucapnya dan langsung pergi meninggalkan Gadis itu didepan mobilnya.

“Eh, Tunggu? Hari Minggu? Jam sepuluh? Oh tidak, jam tidurku..” Gumam Soojung pada dirinya sendiri. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali, mengerang kesal, dan langsung membuka pintu mobil. Melesat pergi dari tempat Parkiran itu.

TBC

ᴕ●●ᴕ

 

 

10 thoughts on “[FF Freelance] Protecta Music Love (Part 1)

  1. Thor kyknya author terinspirasi autum in paris ya thor.
    Agak beda in dong thor.
    Gomawo. Tpi overall. Bgus thor.
    Hwaiting author

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s