[FF Freelance] Twins Sister (Chapter 2)

chapter 2

Title                 : Twins Sister Chapter 2

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : –

Genre              : Romance, Sad

Main Cast      :

  • Lay
  • Yuri
  • Yoona

Supporting cast: Cari aja di ceritanya ya

Pairing             : Layyul

Quote              : I can make you happy, trust me~

Previous        : Chapter 1,

Disclaimer     : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

A.N                 : WARNING Typo bertebaran, please dont be silent reader, ur comment its so precious for me.

 

Yuripun terbangun dari tidurnya yang panjang, saat di membukakan matanya yang selama ini terpejam, dia melihat langir-langut ruangan yang berwarna putih bersih, kemudian meski tubuhnya masih lemah, dia mencoba untuk benringsut dari posisinya yang terlentang, dia mencoba untuk bangun dan duduk di ranjang yang tidak dia kenali itu. “Sedang dimana aku ini?” pertanyaan itu yang pertama kali terbersit dalam pikirannya, lalu siapa aku ini ujarnya dalam hati, Yuri sambil menatap kesekeliling ruangan itu, dia hanya melihat ruangan serba putih ini dan meja kecil yang disimpan di pojok ruangan ini, mungkinkah ini rumah sakit? Gumam Yuri masih bingung dan mencoba mengumpulkan kesadarannya.. “eoh, agasshi akhirnya kau bangun juga dari koma mu selama tiga bulan ini,” ujar suara lelaki yang terdengar dibalik tirai itu, lalu diapun membuka tirai yang menjadi penghalang diantara kami, lalu dia melihat kondisiku dari jauh,”Lay hyung!!! dia sudah sadarkan diri,!!” serunya sambil keluar mencari- cari lelaki yang dia panggil Lay itu. “Dia sudah sadar?” tanya lelaki itu sambil masuk dan mendekatiku, dia memeriksaku dengan sigap, dia memeriksa mata dan degup jantungku yang sepertinya telah stabil. “Dia sudah stabil,” ujarnya terlihat lega, tetapi mendengarnya itu, lalu akupun mencoba menangkap kesempatan itu untuk menanyakan siapa diriku sebenatlrnya, karena akupun tidak tahu identitasku yang sebenarnya, aku bahkan lupa siapa namaku, alamat rumahku dan keluargaku sendiri. “uhmm cheogiyo, siapa aku?” tanyaku lemah, “ne? kau lupa siapa dirimu, ?” katanya kaget sambil melihat kepalaku yang masih dibaluti oleh perban. “kau mengalami amnesia agasshi, aku juga tidak tahu siapa dirimu.” ujarnya sambil mengingat kejadian tiga bulan yang lalu di malam hari itu.

 

Flashback ON

 

“hyung! liat itu, ada kebakaran dahsyat di atas kaki gunung.” teriak Luhan yang berhasil mengambil perhatianku yang sedang melamun. “hah!!!! bagaimana bisa terjadi kebakaran itu!?” mari kita lihat, kata Lay sambil dengan sigap langkahnya berlari mendekati villa situ, disekitar villa itu tidak ada masyarakat yang datang, karena ini bukan musim liburan jadi villa sekitarnya pun kosong tanpa adanya pengunjung. Lay yang ilmu beladirinya vukup tinggi bisa mendengar lirih permintaan tolong dari dalam pun langsung masuk kedalam kobaran api, sementara Luhan menunggunya diluar dengan wajah cemas,”hyun, kau nekad sekali.” gumamnya resah.

 

Didalam villa itu, Lay berhasil menerobos reruntuhan villa, dan melihat seorang gadis dalam keadaan pingsan, wajahnya terbakar oleh reruntuhan atap kayu, untung saja tidak mengenai seluruh badannya karena Lay dengan sigap memboyongnya keluar. “Agasshi, ireonaseyo!!” teriaknya saat memastikan mereka berdua sudah ada diluar villa itu dengan aman. “Wah hyung! wajahnya susah untuk diidentifikasi hampir sebagian besar wajahnya melepuh.” gumam Luhan dengan mata berkaca-kaca tidak tahu harus melakukan apa melihat seorang yeoja lemah didepannya itu. “ayo kita bawa ke klinik kita saja, ! ” perintah namja itu sambil memboyong yeoja yang tidak kenalinha itu sementara Luhan sudah berlari lebih dulu darinya, menuruni kaki gunung menuju ketempat mobil mereka terparkir. “Aku tak tahu harus berbuat apa, tapi yang pasti luka bakar ini harus kita enyahkan dulu, beruntung organ vitalnya yang lain tidak terganggu.” ujarnya saat di meja operasi.

 

Lay adalah seorang dokter spesialis bedah plastik meski kliniknya tidak terlalu terkenal di daerah terpencil, tetapi tangannya yang ajaib tidak pernah mengecewakan pasien yang dia tangani. Saat dia mendirikan klinik di Seoul kliniknya sudah dikenali dimana-mana dan sangat populer karena keahlian tangannya yang sempurna, namun  ayahnya tidak suka dia menjadi dokter, ayahnya ingin dia menjadi penerus perusahaannya. Karena itulah kliniknya di Seoul terpaksa dia tutup karena anak buah dari ayahnya selalu membuat keributan maka Lay memutuskan untuk memindahkan kliniknya ketempat yang lebih terpencil.

Pasien yang berkunjung ke kliniknya yang semakin berkurang ini tidak lain juga merupakan perbuatan ayahnya yang menyebarkan berita yang negatif mengenai kliniknya itu, membuat pasien takut untuk mengunjungi kliniknya. Hal ini tentu saja mempengaruhi kestabilan keuangan mereka, karena itulah dengan terpaksa Lay dan Luhan mencari pekerjaan part time untuk menyambung hidup keduanya. Karena itulah sebenarnya tanpa Yuri dan Lay sadari sebenarnya mereka sebelumnya telah bertemu di pesta itu, saat itu Lay bekerja sebagai pelayan part time. Saat operasi terjadi, Lay yang tidak bisa mengenali Yuri ini mengoperasi luka bakarnya itu dan membentuk wajah lain yang tidak kalah cantik tentunya, hasil operasinya yang tidak meninggalkan cacat sedikitpun selali berhasil membuat Luhan temannya selalu berdecak kagum. Lay bingung, meski luka dalam yeoja itu tidak terlalu parah tetapi yeoja itu tidak bangun, dia tunggu hari demi hari, dia rawat yeoja itu.. hingha pada suatu malam, yeoja itu menangis, mengeluarkan suara lirihan Eommaa…. aaa..aappa.. katanya sambil menangis, Laypun menggenggam tangan yeoja itu sambil berbaring disamlingnya, tidak tahu seberapa besar penderitaan yanv yeoja ini lalui, tetapi setiap yeoja itu menangis dalam tidurnya membuay Lay ikut terenyuh melihatnya, dia ingin segera tahu identitas yeoja ini.

Flashback OFF

 

 

 

Author POV

Lay tidak percaya akan situasi yang terjadi, yeoja itu telah lupa akan jati dirinya sendiri. Saat Lay melewati ruangan yeoja itu, dia mendengar samar-samar, ” kau sudah melupakan namamu, lalu bagaimana kami memanggilmu jika kau tidak mempunyai nama.” ujarnya, ” bagaimana kalau aku panggil Han Soori saja, suaramu indah, moksorimu,” ujar Luhan yang melanjutkan celotehannya dengan hal-hal yang tidak pentig. “Dasaar.. bocah,” gumam Lay sambil berlalu menuju ruangannya.

 

Kekuatan Yuri eh Soori kembali dengan cepat, meski ingatannya belum pulih setidaknya dia sudah bisa menggerakkan tangannya, dan berjalan perlahan, maklum saja syaraf motoriknya harus beradaptasi kembali karena selam tiga bulan ini Soori benar-benar hanya tertidur seperti Aurora, si Putri Tidur. Soori berjalan perlahan menuju cermin yang ada didepan ranjang seraya berkata, ” kau itu siapa sebenarnya?” katanya pada dirinya sendiri sembari memegangi wajahnya yang nampak asing baginya, tentu saja wajah yang asing, karena Lay sudah mengubah wajah Yuri menjadi wajah yang tidak dapat Lay lupakan, wajah Seohyun yeoja chingunya yang telah meninggal. Tidaklah mengherankan kalau selama tiga bulan sebelumnya Lay begitu perhatian dan telaten dalam merawat Soori, sebenarnya dia ingin memanggil gadis yang akhirnya mempunyai wajah yang sama dengan yeochingnya itu Seohyun dia ingin sekali memanggilnya Seohyun, sebuah penyesalannya yang terbesar dalam hidupnya, kalau saja dulu dia tidak…

 

Lay sengaja menyembunyikan keberadaan Soori, mengapa? karena setelah dia selidiki kejadian kebakaran itu dianggap sebagai kebakaran biasa, dan disana tidak ada saksi mata yang mengakui keberadaan yeoja itu di villa itu, Lay mencium hal yang buruk, sepertinya ada dalang dibalik kejadian ini.

 

“Soori-ah!” panggil Luhan, yeoja yang merasa nama barunya itu dipanggil langsung keluar, “apa?” tanyanya saat melihat lelaki itu sedang sibuk mencuci baju yang menumpuk,”Ppalli, bantu aku mencuci.” ujar Luhan, tetapi yeoja itu hanya terdiam tak tahu harus berbuat apa,”Jangan bilang kau juga lupa melakukan kegiatan sehari-hari,” sergahnya bete,”Ne, Luhan ssi, aku tak tahu bagaimana cara mencuci,” ujar Soori polos,namja yang tangannya tengah sibuk mencuci itu hanya berdehem panjang tidak percaya, tetapi jika melihat tindak tanduk yeoja itu yang hanya memerhatikannya dari jauh,  sepertinya dia memang tidak bisa mencuci. “Ya sudahlah, biar aku saja yang meneruskan cucian ini,” kata Luhan sambil mempoutkan bibirnya.

Luhan yang tadinya berharap dengan bertambahnya orang dirumah ini, maka akan memudahkan pekerjaan rumah tangganya (karena secara tidak langsung yeoja ini dikiranya bbisa membantunya dalam hal pekerjaan rumah tangga)  hanya bisa kecewa setelah tahu yeoja yang diharapkannya meringankan bebannya dalam semua pekerjaan itu tidak dapat melakukan apa-apa, dia tidak bisa mencuci baju, menyetrika baju, memasak, menjemur baju bahkan untuk memasak telor mata sapipun harus bisa dia ajari terlebih dahulu. “Kau mungkin Princess ya, sebelum kau terluka oleh kejadian itu,” tanya Luhan,.mendengar kata Princess Soori tertegun mencoba mengingat sesuatu yang mendekatkannya dengan kata Princess itu, sebenarnya Princess adalah panggilan kesayangan dari orangtuanya sejak kecil, dengan kata itu dia merasa familiar dengan kata itu.

Sudah sebulan sejak Yuri atau Soori pulih dan terbangun dari komanya, tetapi tidak ada tanda-tanda ingatannya akan cepat pulih, karena tidak ada petunjuk yang bisa membuatnya teringat akan masa lalunya, dia mulai menerima kenyataannya sekarang dan jujur saja dia lebih bahagia saat ini. Akhirnya Luhan mengajarinya semua hal dalam urusan pekerjaan rumah tangga dengan begitu sedikit demi sedikit dia sudah mulai terbiasa dengan hal itu semua dan Soori yang sekarang setidaknya mempunyai kemampuan baru yang baru dia pelajari.

Soori dan Lay pergi kepasar bersama, mencari bahan makanan yang cukup untuk pesta malam ini, dalam rangka keberhasilan Lay untuk memperbesar promosi klinik bedah kecantikannya yang sudah terkenal ke beberapa daerah.”Wortel, kentang, curry seasoning dan samgyupsal,” kata Soori sambil membaca list note nya yang dia bawa selalu, sementara itu Lay yang bertugas memilih produk yang bagus sedang bekerja untuk menawar harga dari wortel yang kian melonjak akibat kurangnya persediaan wortel.”5000 won saja ya Ahjumma,” tawarnya,”5500 won saja, itu sudah aku potong jauh loh dari 6000 won, “jawabnya  sambil tidak melihat ekspresi wajah Lay yang sedih, karena takut rasa ibanya akan muncul, Saat Lay sedang merogoh sakunya hendak membayar wortel itu sekilas dia melihat sesosok yeoja anggun yang sejak pertama mereka bertemu yeoja itu berhasil mencuri perhatiannya dalam satu pandangan saja, Ah benar, yeoja itu adalah yeoja yang kutangkap saat dia hampir terjatuh dari tangga, ujarnya dalam hati.

Karena dia sibuk membayar belanjaannya Lay tidak sempat mengejar yeoja yang mencuri hatinya itu.”Lay oppa, sedang apa kau? Melamun saja..” ujar Soori kesal karena sejak tadi dia memanggil nama Lay tetapi yang dipanggil tidak menyahut malah sibuk memandangi yeoja lain.”Eoh? tidak apa-apa, ayo pergi.” Jawab Lay,”pergi kemana? Kan list belanjaan kita sudah selesai semua, maksud oppa mari kita pulang kerumah?” tanya Soori dengan dahi yang mengkerut karena heran akan sikap Lay yang berbeda. “Ayo, kita pergi mencari ice cream saja, Tuh disana ada toko ice cream kelihatannya enak, ayoo. Ppali,,!!” jawab Lay sambil menunjuk toko ice cream baru di depan pasar.

Hah, benar, mataku tidak mungkin salah melihatnya, batin Lay sambil menatap yeoja yang berdiri di meja kasir toko tersebut.  Dia adalah anak orang kaya itu, anak dari Crown Corporation tapi kenapa dia berpakaian seperti orang biasa, oh? Bahkan dia bekerja sebagai part time worker disini,? Lanjutnya dalam hati, Lay tidak habis pikir bagaimana yeoja yang sangat kaya itu bisa bekerja di toko ice cream ini, rupanya Lay tidak bisa melupakan kejadian saat pesta ulang tahun Yuri berlangsung, saat itu Lay langsung suka pada Yuri karena itu juga dia berpura-pura bersikap dingin dan pergi dengan cepat saaat memastikan Yuri baik-baik saja. Tiba-tiba dia mendekatai meja kasir itu seolah ingin meyakinkan penglihatannya dan dia pun berujar, “Yuri agashhi, kenapa kau bekerja disini?”

 

TBC

P.S: bagus gak? Bikin kalian penasaran gak?

Hehehe >,<

 

5 thoughts on “[FF Freelance] Twins Sister (Chapter 2)

  1. oh akhirnya kelanjutannya udah ada🙂
    suka banget ceritanya tapi kurang panjang ceritanya hehe
    ditunggu cerita selanjutnya🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s