[FF Freelance] I Love You, More Than I Know (Chapter 4)

hunzy Publist

Title : I LOVE YOU, MORE THAN I KNOW# Strange

Author : Monchan

Genre : Romance, comedy

Ranting : PG-15+

Main Cast : Bae Sooji a.k.a suzy

Oh sehun

Krystal Jung

Xi Luhan

Kris  exo

Park Chanyeol

Kai exo

Previous : Chapter 1Chapter 2, Chapter 3,

Desclaimer : Annyeong semuanya… Met valentine day. Maaf kalo cerita ini baru muncul lagi, karena aku sekarang lagi disibukan dengan tugas-tugas yang memaksa harus begadang sampai  jam 4 subuh. Aku sampai kurang darah karenanya. Tapi buat readers apa sich yang ga bisa aku lakuin, ini adalah pemberian cinta ku untuk readers biar lagi sakit aku tetap nulis FF ini untuk kalian ( hehehe.. lebay).

@@@HAPPY READING@@@

 

 

Dia aneh!

Aku bingung dengannya.

Mungkinkah  itu hanya  kebetulan ?   

 

 

Luhan POV

Jadi namanya suzy? Namanya secantik orangnya.

Suzy-ah…Suzy-ah..” berulang kali aku memanggil yeoja itu.

Suzy-ah..” kali ini aku sudah melompat-lompat agar dia setidaknya menoleh atau membalikkan tubuhnya untuk melihat pada ku. Aku tidak peduli dengan Sehun yang sudah jatuh tersunggur karena tindakan agresif ku. Tapi Suzy tidak melihat ke arah ku. Jangankan melihat, menoleh saja tidak. Kecewa deh (*^*)

Hyung, mau berteriak seperti apapun dia tidak akan melihat pada mu.” ucap Sehun sambil bangkit berdiri.

Dasar Oh Sehun, tidak mengertikah dia kalau aku lagi kasmaran. Percuma saja aku berharap pada seseorang seperti dia yang isi kepalanya cuma ada bubble tea. Aku masih jengkel padanya, Kenapa juga dia harus menghalangi ekspresi cinta ku pada Suzy?

“Ka..Kaalian dengar itu? dia tadi memanggil ku Chanyeol-ssi. Kau dengar juga kan Kai-ah? Dia tahu nama ku.” ucap Chanyeol si telinga panjang itu sambil mengoncang-goncangkan tangan Kai. Tapi Kai langsung melepaskan tangan Chanyeol dengan mendesis jengkel.

“Kris hyung, kau dengar juga kan tadi?” ucapnya kegirangan.

Hah, apa-apaan dia! begitu saja bangga. Bikin jengkel!  Aku kemudian menendang bokongnya sebelum akhirnya kembali melanjutkan aktivitas mengepel yang tadi tertunda.

 

 

Chanyeol POV

“A..aku .., aku harus pergi sekarang. Annyeong.” Ucap Bae sooji dengan wajah yang mungkin bisa ku katakan takut.

Kalau aku boleh bilang, tindakan Luhan hyung terlalu nekat. Apa sich yang dipikirkan Luhan hyung? Dia tidak sadar ya, jika tindakannya bisa membuat orang lain ketakutan. Lihat saja, belum apa-apa yeoja ini sudah memilih pamit pergi.

Lama-lama Luhan hyung bisa dilaporkan karena melakukan tindakan pelecehan pada anak gadisnya orang. Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Lihat dia sekarang, dia seperti orang gila. Berteriak-berteriak sendiri di belakang sana.

Gomawo Bae Sooji” teriak ku sambil melambaikan tangan pada Bae Sooji saat yeoja itu sedikit mulai menjauh dari kami. Ia lalu berhenti dan berbalik menatap kami. Atau mungkin aku. (ahaha, PD dikit gak apa kan ^^)

Sama-sama. Panggil saja aku Suzy, Chanyeol-ssi” ucapnya dengan membalas melambaikan tangannya sebelum dia akhirnya tidak terlihat lagi.

Dia tadi bilang Chanyeol-ssi? Jadi dia tahu namaku?  Bagaimana bisa?

 

 

Kai POV

“Ka..Kalian dengar itu? dia tadi memanggil ku Chanyeol-ssi. Kau dengar juga kan Kai-ah? Dia tahu nama ku.” Ucap Chanyeol hyung seperti orang yang baru memenangkan lotre. Lalu mengoncang-goncangkan tangan ku sampai seluruh tubuh ku pun ikut terguncang. Aku pikir sendi-sendi ku tadi bisa saja copot jika aku tidak segera melepaskan tangannya. Dia sama berlebihannya dengan Luhan hyung.

BUKKkk…

Sebuah tendangan telak mendarat ke bokong Chanyeol hyung. Dia langsung terdorong ke depan dan tubuhnya langsung menghantam tubuh ku. Kami berdua ambruk bersamaan.

Wah, aku angkat kedua jempol tangan ku atau bila perlu jempol kaki ku juga buat tendangan maut Luhan hyung. Tendangan yang mantap dan pas sekali. Chanyeol hyung hanya bisa mengaduh-aduh kesakitan. Ia beberapa kali mengusap-ngusap bokongnya. Kalau soal yang satu ini aku tidak tahu mau berkomentar apa lagi.

 

 

Krystal POV

Kenapa suasananya jadi berubah begini? Suasana yang awalnya tenang-tenang saja tiba-tiba berubah menjadi keributan. Luhan tiba-tiba berubah agresif, Sehun yang apatis tiba-tiba berubah menjadi sok pahlawan, Chanyeol tiba-tiba jadi narsis (sebenarnya dia sudah narsis dari dulu, tapi aku pikir inilah yang paling berlebihan).  Semuanya jadi aneh ketika yeoja itu datang.

Kenapa Sehun harus menghentikan tindakan Luhan? Biarkan saja Luhan mau melakukan apa pada yeoja itu! Kenapa dia harus ikut campur segala?

“Kau kenapa?” Tanya Kris yang membuyarkan lamunan ku.

Aniya. Waeyo?” Tanya ku balik padanya dan ia hanya mengangkat bahu.

Aku bersumpah Sehun, aku tidak akan membiarkan siapapun yang merebut mu dari ku.

 

 

Kris POV

Aku hanya bisa menganga melihat tingkah Luhan. Dia bisa seperti itu hanya karena seorang yeoja yang bahkan belum dikenalnya lebih dari 3 jam?

Aku juga merasa aneh dengan Sehun. Sejak kapan dia begitu peduli dengan keadaan disekitarnya? Yang ku tahu kalau ada kejadian seperti tadi, dia pasti hanya akan membiarkannya begitu saja. Atau lebih buruknya lagi dia justru mendukung Luhan untuk melakukan tindakan yang mungkin lebih parah. Kenapa dia sepertinya begitu peduli dengan apa yang akan Luhan lakukan pada yeoja itu?

Yang tidak kalah anehnya adalah Krystal. Dari tadi wajahnya menunjukkan ekspresi tidak senang. Ini hanya menurut ku, tapi sejak kemunculan yeoja yang bernama Bae Sooji, Krystal sudah mulai menunjukkan ekspresi ini.

“Kau kenapa?” Tanya ku.  Ia terlihat terkejut. Tapi sedetik kemudian dia sudah bersikap seperti biasa.

Aniya. Waeyo?” Tanyanya balik pada ku sementara aku hanya mengangkat bahu. Mungkin itu hanya perasaan aku saja.

 

 

Suzy POV

Hari ini aku berangkat ke sekolah tidak dengan perasaan berdebar atau gugup seperti minggu lalu. Kini aku sudah punya banyak teman. Lihat saja di depan gedung sekolah telah berdiri enam orang yang kalau aku ingat kejadian minggu lalu, apakah itu mungkin? Tapi nyatanya kami malah berteman.

Kalau seandainya waktu itu aku tidak terpesona dengan Kris, mungkin saja tangan ku pasti akan bekerja sama dengan otak ku untuk tidak membelikan mereka makanan ataupun minuman. Tapi aku justru membelikan untuk mereka. Aku juga secara spontan mengatakan ingin berteman dengan mereka. Ahh, kalau aku ingat itu aku jadi malu sendiri.

“Suzy-ssi, annyeong..” panggil Chanyeol dan Kai sambil melambaikan tangan mereka.

Aku juga melihat Krystal sudah melambaikan tangannya pada ku. Tak lupa Kris yang sudah menyihir ku dengan senyuman menawannya.

“Suzy-ahhhhhhhhhh…Annyeong..” kali ini giliran Xi Luhan. Aku tahu ia sepertinya akan melakukan tindakan yang sedikit berbahaya, tapi kerah bajunya sudah di tarik Sehun yang muncul dibalik tubuhnya.

Aku sebenarnya sudah bersiap-siap. Jika Luhan akan melakukan gerakan yang menjurus, aku akan mengeluarkan mistar besi yang ada di dalam tas ku untuk memukul kepalanya. Tapi aku sepertinya tidak perlu repot-repot, karena sudah ada Oh Sehun yang selalu siap menghentikannya.

Benar juga, aku baru menyadari jika namja innocent itu selalu melakukan ini misalnya seperti kemarin disaat jam istirahat Luhan secara terang-terangan ingin memeluk ku ketika dia bertemu aku dan Krystal yang baru keluar dari toilet. Atau ketika aku menjawab pertanyaan Shin seonsaeng, namja itu lalu berlari ke arah ku dan ingin memeluk ku. Atau kejadian-kejadian ketika aku baru pertama kali masuk ke sini. Dan secara ajaib sehun pasti sudah menariknya menjauh.

Ini hanya perasaan ku saja, atau Oh sehun ini memang namja yang baik? Jangan gila, mana mungkin namja sinting seperti dia punya hati yang baik. Aku rasa itu hanya kebetulan.

@@@

“Yah.. aku lupa bawa buku paket matematika.” Ucap ku sembari membongkar tas dengan mengeluarkan semua isinya.

What ? itu bisa gawat!” seru Krystal yang ada di samping ku.

Sekedar info, setelah aku masuk formasi tempat duduk telah berubah. Aku duduk di meja kedua dari belakang. Di samping ku ada Krystal yang sebelumnya ia duduk bersama Kris. Dan Kris berpindah ke deret sebelahnya. Sebenarnya aku agak iri dengan Krystal, coba yang duduk di tempatnya itu aku. Aku setidaknya bisa lebih dekat dengan Kris walaupun tidak sederet.

Lalu yang duduk di belakang ku adalah Sehun. Ini cukup tidak mengenakan. Di tambah lagi di sebelahnya Sehun ada Luhan yang terus menatap ku tanpa henti. Sementara Chanyeol dan Kai duduk di meja paling belakang  sederet dengan Kris.

Oh iya ngomong-ngomong, aku tidak melihat Luhan, Kai dan Chanyeol. Padahal tadi kami sama-sama menuju ke kelas. Ah, mungkin mereka ke toilet atau semacamnya. Lebih baik aku fokus saja pada perkataan Krystal yang tadi.

“Memangnya kenapa?” Tanya ku.

“Kau tidak tahu ya, dia itu seonsaeng monster. Kau bisa dimakannya.” Jawab krystal dengan wajah serius.

Mendengarnya aku cuma bisa menelan ludah. Memangnya ada seonsaeng yang begitu? Aku bahkan sudah tidak sanggup walau hanya membayangkannya saja. Terasa kini sekujur tubuh ku mulai merinding.

“Lalu gimana?” Tanya ku panik dan krystal hanya mengangkat bahu.

“Uh, dasar ppaboya! Kenapa aku bisa lupa?!” ucap ku kesal.

“Begitulah kalau orang bodoh! Hal sekecil itu saja bisa lupa. Apa saja  isi tas mu sehingga kau tidak bisa memberi ruang pada apa yang seharusnya kau bawa. Kau malah membawa cermin merah itu! Ckckck.!” ucap namja sinting yang ada di belakang ku dengan menunjuk cermin kecil yang ada di atas meja  saat aku membongkar tas ku tadi.

Mwo? Ya Oh Sehun aPPp…” ucap ku terputus karena ada sebuah benda keras yang menghantam kepala ku ketika  aku menoleh ke belakang untuk memarahinya. Dan benda itu kini terjatuh di pangkuan ku.

“YA DASAR GILA!! Apa yang kau lakukan? ” Teriak ku. Namja ini memang sinting, dia dengan seenaknya melemparkan sebuah buku tebal tepat mengenai kepala ku.

“Itu untuk mu.” Jawab si namja innocent itu dengan santai lalu mulai berjalan keluar kelas sambil membawa tasnya.  Aku memperhatikan secara saksama buku yang berada di pangkuan ku.

“Ya Oh Sehun!! Apa ini?” teriak ku lagi tapi dia sudah hilang di balik pintu.

Apa dia sengaja melakukan ini atau ini hanya kebetulan? Aku bingung padanya.

 

 

Krystal POV

Aku mulai mencium hal yang tidak beres. Oh Sehun, kau tidak boleh  bersimpati padanya!

Aku menatap nanar kepergian Sehun lalu mata ku kini beralih ke buku yang dipegang Suzy.

“Krystal-ah, apa dia selalu aneh begitu?” Tanya Suzy.

Nuguya?” balas ku.

“Sehun. Oh Sehun. Dia itu aneh sekali. Aku tidak mengerti dengan sikapnya.” Ucapnya santai.

Aku tersentak ketika dia bilang Sehun aneh. Dia pikir dia siapa berani bilang Sehun begitu? Sebersit emosi meluap di kepala ku. Tapi aku mencoba menahannya dengan mengepal kuat kedua tangan ini. Lalu menatapnya dengan sebuah senyuman yang ku paksakan.

 

 

Author  POV

Atap gedung sekolah memang merupakan tempat pilihan bagi siswa yang ingin bolos atau sekedar tiduran untuk menghilangkan stress mereka dari pelajaran-pelajaran yang dianggap membosankan.

Setelah meletakkan tasnya di salah satu sudut atap, sehun kemudian merebahkan tubuhnya untuk mulai tidur. Belum 5 menit ia menutup mata, dari arah samping terdengar langkah gaduh beberapa namja yang senasib dirinya. Tetapi sehun memilih untuk tidak peduli dengan kedatangan namja-namja itu yang bisa dibilang sedikit menganggu.

“Yo..” ucap seseorang dengan mengguncang kasar tubuh Sehun yang secara otomatis membuat mata namja itu terbuka dan ingin memukuli orang yang dengan lancang telah mengaganggu tidurnya.

Tapi  itu Luhan dan dibalik tubuhnya ada Kai dan Chanyeol yang sudah tersenyum lebar. Sehun hanya bisa mendengus kesal lalu kembali melanjutkan tidur.

“Ya kenapa kau ada di sini?” Tanya Chanyeol heran.

Tapi sehun tidak menggubrisnya. Ia masih tetap tidur dengan menaruh lengan kanannya untuk menutupi kedua matanya.

“Iya. Ku kira sudah selasai masa skorsing mu sama Siwon Seonsaeng. Kenapa bisa di sini?” Tanya Kai.

Sehun kini membalikkan tubuhnya untuk membelakangi mereka bertiga. Tapi Luhan dan lainnya terus saja bertanya panjang lebar yang mau tak mau membuatnya membuka mata dan menatap ketiganya.

“Ya hyung,  kalian ini berisik sekali! Aku tidak bisa tidur tahu!!” balas Sehun dongkol.

Tapi percuma ia berbicara pada mereka karena mereka sudah menarik tubuhnya untuk bangun.

“Kenapa kau ada di sini? Apa kau membuat kekacauan di kelas lagi hingga Siwon seonsaeng mengusir mu? Atau kau tidak membawa buku paket jadi dia mengusir mu?” Tanya Luhan penasaran layaknya wartawan yang mencari  berita sensasi artis.

“Seharusnya hukuman mu berakhir minggu lalu. Kalau kami, masih minggu depan baru bisa ikut les. Lalu kenapa kau malah ada disini?” Tanya Chanyeol yang tidak melepaskan wajah herannya sejak tadi.

“Gara-gara ini aku jadi tidak bisa melihat Suzy. Padahal hari ini dia manis sekali.” Ucap Luhan dengan mata berbinar-binar takjub dengan tangan mengatup lalu matanya melihat ke angkasa. Entah apa yang dibayangkan namja itu.

“Betul itu hyung. Dia manis hari ini.” Ucap chanyeol yang tak kalah aneh dari Luhan.

Chanyeol lalu menarik Kai untuk berdansa tango salsa dengannya. Padahal terlihat sangat jelas jika Kai tidak mau, tapi Chanyeol terus memaksanya untuk berdansa. Memang dasar dancing machine, dia  ikut saja dengan dansa asal-asalannya Chanyeol.

Bukkk.. sebuah tendangan terbang menghantam Kai dan Chanyeol hingga keduanya langsung jatuh dengan kaki terlipat.

“Jangan coba-coba mencuri Suzy ku!” Seru Luhan garang seperti wolf  yang siap menerkam siapa saja termasuk Kai dan Chanyeol yang kini telah berlutut dan memohon ampun dari Luhan yang juga kini telah menjitak kepala mereka satu per satu.

Sehun hanya bisa kembali mendengus kesal dan kemudian melanjutkan aksi tidurnya dari pada melihat ke tiga orang itu.

 

 

Suzy POV

Waktu telah menunjukkan pukul 14.00 KST. Satu per satu siswa kelas XI-A  mulai meninggalkan kelas untuk pulang. Kini di kelas itu hanya tersisa aku, Chanyeol dan Kai yang baru muncul dari mana serta Krystal yang sibuk membereskan bukunya. Sedangkan Kris aku tak tahu ada dimana (sedih, deh). Aku tidak terlalu peduli dimana Sehun. Dan syukurnya Luhan tidak berada disini.

“Suzy-ssi, ayo cepat. Hari ini kami ingin menunjukkan pada mu markas besar kami. Kau pasti akan senang nantinya.” Ucap Chanyeol riang yang telah duduk  di bangku yang ada di depan ku ketika aku masih membereskan beberapa buku paket yang ada di atas meja.

“Iya, kami ingin membawa mu ke sana.” Sambung Kai yang juga sudah berduduk di bangku yang tidak jauh dari tempat duduk ku. “Iya kan Krystal?” lanjut Kai dengan menoleh pada Krystal yang masih sibuk memasukkan buku ke dalam tasnya.

Krystal sedikit terkejut dan mengiyakannya dengan sebuah senyuman. Syukurlah dia baik-baik saja. Karena dari tadi dia kelihatan murung. Aku ingin bertanya tapi, aku takutnya dia nanti malah tersinggung.

“Memangnya aku diperbolehkan?” Tanya ku ragu.

Ya walaupun memang kami telah berteman, tapi aku masih tidak yakin jika aku akan diperbolehkan oleh mereka ke tempat yang mungkin hanya ke enam orang itu saja yang tahu dan mungkin sedikit mengandung unsur rahasia. Tertarik itu pasti.  Seperti apa  markas yang dibilang Chanyeol ?

“Oke. Aku mau.” Sahut ku gembira yang juga disambut gembira oleh Chanyeol dan Kai yang sudah berhigh five sendiri.

Tapi seketika itu juga, aku teringat sesuatu yang langsung merubah ekspresi ku. Kenapa aku bisa lupa?

“Sepertinya aku tidak bisa jika hari ini.” Ucap ku  dengan menatap Chanyeol dan Kai beserta Krystal  dengan wajah menyesal.

Waeyo?” Tanya Krystal yang juga dianggukkan oleh Chanyeol dan Kai. Tersirat di wajah ketiganya jika mereka sedikit kecewa dengan perkataan ku tadi.

“Aku ada piket hari ini dan aku juga akan ke toko buku sebentar. Mianhae.” Ucap ku dengan berat hati.

Aniya, lain kali saja kalau begitu.” Ucap Krystal.

“Ya kok gitu sich?” balas Chanyeol kecewa. Ya kelihatan namja itu yang paling kecewa.

Lalu ketiganya pamit pergi meninggalkan aku yang hanya bisa menghela nafas panjang. Aku merutuki kenapa aku harus piket hari ini. Aku kembali menghela nafas ketika membaca papan piket. Ternyata yang bertugas piket dengan ku hari ini adalah Oh Sehun. Apa yang bisa aku harapkan pada namja sinting seperti dia?

 

 

Sehun POV

Aku beberapa kali melihat ke area parkiran. Tapi tidak ada di antara mereka yang muncul. Kemana  mereka?  Padahal sudah jam segini.

“Sehun-ah..” Teriak Chanyeol hyung dengan gaya lebaynya seperti biasa. Sementara Kai melambaikan tangannya. Akhirnya ada yang datang juga.

“Kris hyung!!” Seru Chanyeol hyung dan Kai kegirangan dengan tak lupa melambaikan tangan mereka. Aku otomatis membalikkan tubuh ku ke arah datangnya Kris hyung. Dan dengan gembira memeluknya. Entahlah aku tak tahu kenapa karena aku selalu seperti ini jika tidak melihatnya sebentar saja.

“Hm, bikin iri saja.” Ucap Kai seperti mendengus kesal. Dan begitupun Chanyeol hyung yang ada disampingnya.

“Yang menyapa siapa dan yang mendapat pelukkan siapa?” Gumam Chanyeol hyung yang masih dapat didengar oleh ku.

Aku melirik ke kiri dan ke kanan. Di mana hyung ku yang satunya?

“Ya Kai-ah mana Luhan hyung.” Tanya ku saat kami mulai bersiap pergi dengan motor kami masing-masing setelah krystal muncul dengan mobil sportnya.

“Kalau tidak salah dia bilang ada keperluannya di kelas. Jadi dia balik lagi ke sana saat kami menuju ke sini.” Jawab Kai  sebelum akhirnya ia mulai menggas motornya.

Ada yang tidak beres.

“Ya bilang pada yang lainnya kalau aku nanti menyusul.” Ucap ku sambil turun dari motor.

“Kau mau kemana?” Tanya Kai.

“Aku mau ke toilet.” Jawabku asal lalu segera berlari ke dalam gedung sekolah.

 

T B C

 

 

24 thoughts on “[FF Freelance] I Love You, More Than I Know (Chapter 4)

  1. Oh.. Suzy terpesona ama Kris, Kris ke Krystal, Krystal ke Sehun, Sehun ke Luhan(?), dan Luhan maniak ke suzy??? hahahhahaha *kidding* *bknhunhanshipper* wkwkwkwk
    semakin hr kelakuan si luhan makin menjadi..
    tp ngebayangin luhan lari pengn meluk suzy trus sehun datang ntah drmn narik dia lucu bgt.. Berasa komik bgt.. hehehhe

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s