Polaroid

Polaroid

Polaroid

By kissmedeer

Kang Minhyuk & Krystal Jung

Romance-Angst and Rated for PG 13+

Seorang gadis dan seorang pria sedang duduk canggung di atas bangku taman. Sang gadis tengah mengenggam sebuah kamera polaroid yang selalu dia bawa kemana-mana, sedangkan sang pria sedang duduk sambil mengatur nafasnya. Suasana hening ini sudah berlangusng selama sepuluh menit.

“Krystal.” Sang pria memulai pembicaraan. Sang gadis yang dipanggil Krystal pun menoleh.

“Ya?” Responnya sambil tersenyum manis. Sang pria menatap manik mata Krystal sambil tersenyum.

“Maukah kau menjadi kekasihku?” Tanya pria itu to the point. Krystal membelakakkan matanya tidak percaya.

“Kau serius, Minhyuk?” Krystal mencoba untuk memastikan. Minhyuk mengangguk dengan cepat.

CKREK!

                Krystal memotret Minhyuk ketika dia menganggukkan kepalanya itu. Minhyuk terkejut.

“Krystal, apa yang kau lakukan?” Tanya Minhyuk.

“Aku,” Jawab Krystal sambil mengantungkan perkataanya. “Aku mau menjadi kekasihmu.” Lanjut Krystal. Minhyuk terkejut lagi untuk kesekian kalinya.

“Sungguh? Ahhh, terima kasih.” Kata Minhyuk. Sekali lagi, Krystal memotretnya.

CKREK!

                Refleks. Minhyuk menoleh dengan cepat. “Mengapa kau memotretku secara terus menerus?”

Simple,” Krystal memasukkan polaroidnya ke dalam tas kecilnya. “Karena aku ingin mengenang setiap moment yang kita lewati.” Lanjut Krystal sambil tersenyum lebar. Minhyuk terkekeh pelan dan mengacak rambut Krystal.

“AKu mencintaimu, Krystal.”

Kencan pertama.

Krystal benar-benar gugup. Dengan pakaian yang sangat teramat simple, dia berjalan di sebelah Minhyuk yang memakasi baju super mewah bahkan mendekati kata formal. Krystal mengembungkan pipinya dengan sebal. Minhyuk yang menyadari hal itu langsung menoleh ke arah Krystal.

“Ada apa?” Tanya Minhyuk. Krystal menoleh dan mengempiskan pipinya.

“Seharusnya kau bilang bahwa kita akan pergi ke tempat seperti ini.” Jawab Krystal. Minhyuk tertawa mendengar jawaban itu.

“Memangnya kenapa? Bukankah aku bilang bahwa kita akan kencan?” Tanya Minhyuk lagi. Krystal menggeleng.

“Jika kau bilang bahwa kita akan berkencan di restoran mahal seperti ini. Aku tidak akan mengenakan sebuah kaod dan celana pendek seperti ini. Aku pikir kita akan makan fast food.” Oceh Krystal.

“Hahaha, tidak apa. Kau selalu nampak cantik, Krystal,” Ucap Minhyuk sambil berjalan ke meja makan yang sudah dia pesan. Dia menarik sebuah bangku dan tersenyum ke arah wanitanya. “Silahkan duduk.” Kata Minhyuk. Krystal tertunduk malu dan tersenyum lalu duduk di atas bangku tersebut.

Minhyuk berjalan ke posisinya yang berada di seberang Krystal dan menduduki bangku yang ada disana. “Mau pesan apa?” Tanya Minhyuk sambil membuka buku menu yang ada di atas meja itu. Krystal juga membuka buku menu yang berada di depannya.

Chicken Gordon bleu dan jus jeruk.” Kata Krystal sambil menutup buku menu tersebut, begitupun Minhyuk.

“Aku juga sama seperti dia.” Kata Minhyuk sambil menyerahkan buku menu tersebut kepada sang pelayan yang baru saja datang.

“Baiklah. Silahkan menunggu sepuluh menit.” Ucap sang pelayan lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

Suasana canggung menyelimuti malam mereka. Mereka hanya melempar senyuman satu sama lain. Kencan pertama memang tidak biasa untuk mereka. Dikarenakan ini Krystal adalah kekasih pertama Minhyuk dan begitupun Krystal. Mereka belum pernah mengalami kencan pertama sebelumnya.

“Besok kita ulangan bahasa ‘kan?” Tanya Krystal memulai topic pembicaraan mereka dengan sekolah.

                Minhyuk mengangguk mantap, “Iya, kau sudah belajar?”

“Tentu, kalau kau?” Tanya Krystal balik.

“Oh-uh..”

“Belum ‘kan? Aku mengenalmu baik, Minhyuk.” Celah Krystal sambil terkekeh pelan dan mengeluarkan kamera polaroid miliknya.

“Kau tahu saja, hehe.” Tawa canggung milik Minhyuk itu sangat menganggu telinga Krystal.

“Pesanan kalian sudah selesai. Dua chicken Gordon belu dan dua jus jeruk.” Sang pelayan meletakkan makanan yang mereka pesan di atas meja makan mereka. Krystal dan Minhyuk menatap makanan di depan mata mereka dengan napsu yang membara. Tentu saja, keduanya mempunyai hobi makan.

“Ayo makan!” Ajak Minhyuk. Krystal mengangguk dan mengambil sendok serta garpu dan memulai acara makannya. Minhyuk makan dengan terburu-buru dan sampai pada akhirnya..

“Uhuk!” Minhyuk tersedak.

CKREK!

Krystal memotret Minhyuk dengan cepat yang sedang tersedak itu. Minhyuk langsung meraih jus jeruknya dan meminumnya.

“Kenapa kau memotretku? Seharusnya kau membantuku, Krys.” Celoteh Minhyuk. Krystal menurunkan polaroidnya perlahan.

“Kau-kau marah?” Tanya Krystal.

“Tidak. Kenapa kau memotretku?” Tanya Minhyuk.

“Bukankah aku sudah pernah menjawab pertanyaan itu?”

Karena aku ingin mengenang setiap moment yang kita lewati.

                “Oh-uh, begitu. Baiklah. Makan lagi, ya?” Ajak Minhyuk. Krystal tersenyum dan mengangguk lalu makan lagi bersama Minhyuk.

 –

Hari kelulusan.

Krystal dan Minhyuk berpegangan tangan sambil melewati murid-murid yang sedang berdesak-desakkan yang sedang melihat hasil pengumuman mereka di papan pengumuman sekolah. Akhirnya mereka sampai di depan papan pengumuman. Keduanya memperhatikan nomor urut mereka, apakah nomor mereka tercantum disana atau tidak.

“YES!” Seru Minhyuk sambil mengepalkan kedua tangannya di depannya. Krystal masih sibuk mencari nomor urutnya sambil berkata “122643” berulang-ulang, itu nomor urutnya.

“122643, kumohon.” Mohon Krystal. Telunjuknya yang menunjuk papan pengumuman itu akhirnya berhenti di depan nomor yang bertuliskan 122643.

“AAAAAA! Terima kasih!” Teriak Krystal lalu memeluk Minhyuk. “AAAA! Thanks God!” Teriak Krystal sekali lagi. Tiba-tiba Krystal merasa bahwa pundaknya itu basah. Krystal terkejut lalu melepaskan pelukannya dan melihat Minhyuk yang sedang mengelurkan air matanya.

“Minhyuk?” Panggil Krystal. Minhyuk menoleh sambil menutup mata kanannya. “Kau kenapa?” Tanya Krystal. Minhyuk menggeleng.

“Tak apa, aku bahagia.” Jawab Minhyuk.

CKREK!

                Krystal memotret Minhyuk yang sedang menangis. Minhyuk melebarkan matanya tidak percaya.

“Krystal?”

“Ini moment berharga untukku.” Kata Krystal sebelum Minhyuk berkata lebih.

Aigoo..

Universitas.

“Jadi, kau akan kuliah dimana?” Tanya Minhyuk. Krystal menaik-nurunkan kedua bahunya.

“Masih belum tahu.” Jawab Krystal. Minhyuk mengangguk.

“Aku akan pulang ke China.” Kata Minhyuk. Krystal terkejut dan menoleh ke Minhyuk dengan cepat.

“Kau, kenapa baru bilang sekarang?” Baru saja Krystal bertanya, air mata sudah terbendung di matanya.

“Maafkan aku, aku akan segera kembali. Percayalah.” Kata Minhyuk. Krystal menggeleng air matapun terjatuh di pipi mulusnya.

“Aku takut kau berbohong, Minhyuk.” Ucap Krystal. Minhyuk memegang kedua bahu Krystal dan tersenyum. Berusaha memberikan sebuah keyakinan pada Krystal.

“Percayalah, aku akan kembali.” Kata Minhyuk. Krystal menghapus aliran air matanya.

“Yakin?” Krystal berusaha memastikan.

“Yakin.” Jawab Minhyuk.

Hari terakhir.

Krystal mengantar Minhyuk ke Incehon airport untuk melepas kepergian Minhyuk ke China untuk melanjutkan studinya disana. Minhyuk menarik koper dan memakai ranselnya. Sedangkan Krystal memegang polaroid di tangan kanannya dan sebuah paper bag di tangan kirinya.

“Tunggu aku, Krys.” Ucap Minhyuk.

Krystal mengangguk dan tersenyum –pahit, “Ya, aku akan selalu menunggumu. Tenang saja, Minhyuk.”

“Aku senang mempunyai kekasih sepertimu.” Ucap Minhyuk sambil mengelus lembut puncak kepala Krystal.

“Iya, aku juga. Jangan lupa kirimkan alamat rumahmu jika sudah tiba di China. Okay?” Kata Krystal meningatkan Minhyuk. Minhyuk mengangguk.

“Tentu saja.” Balas Minhyuk.

“Bagaimana jika kita foto bersama?” Ajak Krystal. Minhyuk mengangguk. Krystal pun memposisikan polaroid yang di genggamnya di hadapan wajah mereka berdua.

“Satu, dua, tiga.”

CKREK!

                Dengan cepat Krystal mengambil kertas foto yang keluar dari polaroid tersebut dan menggoyang-goyangkannya dengan cepat.

“Krystal, bolehkan aku meminta sesuatu?” Tanya Minhyuk.

“Apa?” Jawab Krystal langsung. Minhyuk mendekatkan wajahnya ke wajah Krystal, mendekat, mendekat, semakin mendekat sampai-sampai bibir mereka bertemu. Kertas foto yang dipegang Krystal terjatuh mulus ke atas lantai bandara ini yang amat dingin.

Bibir mereka bersentuhan dalam jangka waktu yang bisa dihitung lama. Hanya bersentuhan. Minhyuk menutup matanya dengan tenang sedangkan Krystal melebarkan matanya karena terkejut. Minhyuk pun melepaskan bibirnya dan bibir Krystal lalu memberi jarak di antara mereka.

Minhyuk menggaruk punggung lehernya dengan malu, sedangkan Krystal masih terkejut dan tak percaya.

“Minhyuk, bagaimana—“

“Maafkan aku.” Minhyuk memotong perkataan Krystal.

“Tidak, tidak apa. Bisakah kau mengulanginya lagi?” Tanya Krystal sambil terkekeh pelan.

Dua tahun kemudian.

Seorang wanita menignjak bandara yang berada di China, wanita cantik nan anggung dengan sunglasses yang terpasang di wajahnya dan sebuah kamera polaroid bergantungan di lehernya.

“Akhirnya.” Keluh wanita itu lalu menarik kopernya dan menaiki taksi yang berada di dekatnya.

“Fang Di Hotel.” Ucap wanita itu kepada sang supir taksi.

                Wanita itu memasuki kamar yang dia pesan dan seorang pelayan membantunya. Wanita itu mengeluarkan dompetnya dan memberikan beberpa alembar uang kepada pelayan itu sebagai tips.

Xie xie.” Ucap wanita itu. Sang pelayan hanya menunduk dan keluar dari kamar itu. Wanita itu mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berada di dalam kopernya dan tersenyum. Dia melihat lembar-lembar foto yang ada di dalamnya. Kebanyakan dari foto-foto itu adalah foto pria –kekasihnya –Minhyuk.

Ya, Krystal sudah tiba di China untuk memberikan Minhyuk kejutan. Dia masuk ke kamar mandi, membersihkan dirinya dan akan segera pergi ke rumah Minhyuk.

                “Changdi. Jalan Changdi.” Ucap Krystal berulang-ulang sambil melihat-lihat plang-plang jalan disekitarnya.

“Ah, itu dia!” Serunya dengan semangat lalu masuk ke daerah jalan Changdi.

                “Nomor 185.” Gumam Krystal sambil melihat-lihat rumah-rumah di sekitarnya. Senyumnya mengembang ketika melihat sebuah rumah mewah dengan angka 185 yang menempel di dinding rumah tersebut.

“Akhirnya!” Krystal berlari ke rumah itu namun langkahny terhenti ketika melihat sebuah mobil yang baru tiba di depan rumah itu.

Pasti Minhyuk, batin Krystal. Krystal mengumpat di balik dinding sambil mengintip. Senyumnya menganmbang ketika melihat Minhyuk keluar dari mobil itu, langkah pertama baru saja dia pijakkan namun terhenti ketika melihat seorang wanita keluar dari mobil yang sama juga.

Perlahan tapi pasti, Krystal mengangkat kamera polaroidnya dan memotret Minhyuk dengan wanita itu. Minhyuk menghampiri wanita itu dan mencium bibirnya lalu melingkarkan tangannya di leher wanita itu dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Hati Krystal terpahat, air mata jatuh begitu saja dari matanya, Krystal menyaksikan adegan tadi dengan seksama.

“Minhyuk.” Gumam Krystal lalu berjalan meninggalkan rumah itu dengan perlahan.

Hari ini juga Krystal akan kembali ke Korea. Dia sudah mengemaskan barang-barang bawaanya ke dalam koper. Tinggal satu barang yang akan dimasukkan ke dalam koper, yaitu kotak tersebut. Krystal meraihnya dan membukanya. Dia melihat foto pertama, dimana Minhyuk terkejut ketika Krystal menerimanya. Foto kedua, dimana Minhyuk tersedak. Foto ketiga, dimana Minhyuk menangis di hari kelulusannya. Foto keempat, dimana mereka berfoto bersama dan masih banyak foto lainnya.

Krystal mengangkat foto lembar terakhir yang baru saja dia potret tadi. Krystal tersenyum miris melihat foto tersebut. Hubungan yang dia jalani nyari empat tahun ini pun berubah menjadi status yang tidak jelas. Kesetiaan dan kata manis yang selalu Minhyuk umbarkan tiap hari berubah menjadi sebuah kenangan pahit bagi Krystal.

“Apa yang sudah berlalu tidak boleh dibawa, hanya dikenang dan dijadikan sebuah pelajaran.” Ucap Krystal sambil meletakkan kotak yang penuh foto dirinya dengan Minhyuk ke dalam laci meja rias di kamar hotel tersebut bersama polaroidnya.

“Selamat tinggal, Minhyuk.”

END

9 thoughts on “Polaroid

  1. Sedih dong krystalnyaa😦

    Wah ngbayangin kalo minhyuk org yang kyk gitu realnya,,oooooo nooo masa sii muka polos n cute gitu tegaaaaa,,,,
    Thanks thor ff nyaaa,,:)

  2. Agak sulit ngebayangin minhyuk jahat kaya gitu hahaha…overall ceritanya menarik bgt thor. Sedih euy jadi krystal lagi nyamperin pacar yg dikangenin eh malah dikasih kejutan yg kaya gitu T_T
    Minta sequelnya dong thor…kayanya ceritanya agak gantung hehe
    Fighting thor! ^^9

  3. kerennn.. aq ska critanya, feel nya dpt.. aq kira minhyuk oppa bkalan setia sm krystal eonni sm kyk janjinya ternyata itu bullshit, kasihan krys eon udh jauh” ke china trnyata cm dpt pengkhianatan.. tega bgt hyuk ppa ;(😦 bkin sequel dong author…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s