[FF Freelance] Twins Sister (Chapter 3)

chapter 3

Title                 : Twins Sister Chapter 3

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating              : –

Genre              : Romance, Sad

Main Cast      :

  • Lay
  • Yuri a.k.a Soori
  • Yoona

Supporting cast: Cari aja di ceritanya ya

Pairing             : LaYoon

Quote              : I can make you happy, trus me~

Previous        : Chapter 1, Chapter 2,

Disclaimer     : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

A.N                 : WARNING Typo bertebaran, please dont be silent reader, ur comment its so precious for me.

 

Setibanya dirumah yang sekaligus kliniknya itu Lay langsung mencari Luhan.”Luhan, kau dimana?” tanyanya saat Luhan menjawab telpon,”Aku sedang menemui bibi Taeyeon hyung, dia sakitnya kambuh lagi.” Jawab Luhan,”Oh? Cepatlah kau pulang aku ingin mengkonfirmasikan sesuatu padamu.Urgent.” kata Lay singkat langsung menutup telponnya.

“Ada apa oppa? Kau terlihat resah.” Kata Soori melihat Lay oppa mondar mandir tidak jelas menunggu kedatangan Luhan. “ah, gwenchana, tidak ada apa-apa.” Jawab Lay pura-pura tenang, mungkin semua ini bukanlah urusannya tetapi hatinya sangat resah saat tahu yeoja itu bukanlah Yuri. Sementara itu diperjalanan Luhan berlari tergopoh-gopoh menuju klinik, memang jarak antara rumah bibi Taeyeon tidak terlalu jauh, tetapi jika Luhan mengingat suara Lay yang terlihat cemas dia juga semakin ingin cepat tiba di klinik.”Luhan, sini aku ingin bicara berdua denganmu.” Tegas Lay saat melihat Luhan yang baru sampai klinik sambil menyuruhnya masuk ke kamar hanya berdua.”Apa kau masih menyimpan foto yang kau ambil saat pesta ulangtahun putri keluarga Crown?”tanya Lay terburu-buru.”Ne, hyung foto-fotonya ada dilaci kamarku. Kau menyuruh cepat datang kemari sehingga aku harus berlari dari rumah bibi Taeyeon hanya karena ingin menanyakan hal ini? Aaah yang benar saja hyung, aku kira ada apa.” Jawab Luhan terlihat kecewa.

Luhan lalu mengambil foto-foto yang dia abadikan dengan cameranya, hanya ada dua foto yang terpampang yang pertama adalah foto Yuri putri keluarga Oh yang sedang meminum segelas wine merah ditangannya sambil tersenyum dan foto kedua adalah Yuri sedang memotong kue ulang tahunnya. “Ini hyung.” Kata Luhan sambil menyodorkan foto-foto tersebut,”Ah hyung, hanya demi cinta dan rasa rindumu pada Yuri kau membuatku berlari,huh.” Dengus Luhan tidak senang dengan ekspresi Lay saat dia menyodorkan foto tersebut.”Memang benar, Yoona adalah Yuri, mereka terlihat mirip sekali.” Lay tertegun melihat kesamaan dari gadis yang berada di foto dengan gadis yang baru dia temui di toko es krim itu.”Siapa yang mirip dengan siapa, apa maksud hyung?” tanya Luhan penasaran dengan gumaman Lay yang terlihat masih terkejut melihat foto itu. Sementara keduanya melihat foto tersebut Soori yang berada diruang tamu merasa sangat penasaran akan foto tersebut, “kenapa mereka menyembunyikan sesuatu dariku sih, kan aku jadi penasaran,” dengusnya kesal melihat kedua oppa yang baru ditemuinya beberapa bulan itu sudah mulai bermain rahasia dengannya.

 

Kai POV

“Sudah empat bulan sejak kepergian nona besar, kita tidak bisa menjalankan perusahaan ini tanpa adanya Presiden Direktur, karena itulah saya ingin bahwa kalian sebagai pemegang saham terbesar dibanding yang lainnya mulai untuk melakukan voting pemilihan Presiden Direktur baru. Nona Yuri tunanganku itu sudah dipastikan meninggal dunia, tadi malam saat aku memasuki kamarnya aku melihat surat terakhirnya, surat yang menyiratkan dia ingin sekali mengakhiri hidup ini.” Kataku dengan sangat meyakinkan aku sengaja memeasang wajah sedihku saat membicarakan tunangannya Yuri,sengaja aku membahasnya saat sedang berbicara didepan para pemegang saham terkait dengan penunjukkan presiden direktur yang baru.

Di apartmen Kai..

“Sayang…” panggil Jessica sambil memegang pinggangku dengan mesra dari belakangku.

“Ya, sayangku… kemarin, kau melakukan kerja yang sangat bagus sayang, kau selipkan surat terakhir palsu itu, surat yang kau tulis dengan tanganmu itu. Tidak sia-sia kau belajar menyerupai tulisan tangan Yuri selama ini.” Kataku sambil kuteguk wine yang sedang kupegang itu. “Ah, … malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang dengan kehadiranmu sayang,” desahku mesra sambil membisikkan kata”saranghae, Jessica Jung. Akupun mulai melumat bibirnya dengan lembut dan mengangkatnya menuju ke arah tempat tidur dan menindahnya dengan penuh nafsu.

——–

“Kau sangat membuatku puas semalam sayang, terima kasih.” Bisik Jessica saat pagi mulai muncul, rupanya dia sudah bersiap akan pergi kerumahnya.”Ne,kau juga sayang, kau sangat hebat semalaman suntuk,” kataku sambil menahan kantukku dan mulai duduk di kasur ukuran king size milikku itu, aku melihat Jessica sudah sibuk menggunakan sepatu heelsnya, wow killer heels tingginya mencapai 17 cm.”Aku tidak mengerti, kenapa perempuan selalu menyiksa dirinya dengan menggunakan heels yang tinggi seperti itu,” gumamku, Jessica tidak menjawabnya, dia hanya tersenyum dan keluar dari apartmenku. Akupun tertidur kembali, karena hari itu hari Minggu jadi aku tidak usah pergi ke kantor, saatnya aku menggunakan hari istirahatku, pikirku sambil memejamkan mata.

 

Yoona POV

Siapa lelaki itu, bayangan wajahnya, suaranya, aku sangat mengingatnya. “Ah andai saja aku menanyakan namanya, dengan begitu rasa penasaranku takkan sedalam ini,” desah Yoona sambil memasukkan bahan-bahan es krim pistachio untuk dijual siang ini. Siang ini adalah siang yang pas untuk menjual es krim, pasti akan laku terjual. Kenapa? Karena saat ini adalah musim panas dan hari ini adalah hari Minggu dimana semua orang sedang berlibur dari rutinitasnya, bukankah dengan es krim liburan mereka akan semakin bermakna bukan? Pikir Yoona. “Aku ingin bertemu lagi dengannya,” gumam Yoona sambil melihat orang-orang yang berlalu lalang di jalanan depan toko es krim keluarganya itu dari kaca jendela tokonya. “Yoona ssi,,” terdengar sapaan dari depan tokonya, berhasil membuyarkan lamunannya. Ah namja yang kemarin itu, dia memang benar-benar sangat mempesona pikir Yoona lupa menjawab sapaan darinya,”Yoona ssi?” tanya namja itu kembali sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Yoona yang sedang tersneyum sendiri,”Eoh, ne?” jawab Yoona tergagap, wajahnya memerah tidak begitu jauh dengan warna yang selalu kepiting berikan saat mereka (kepiting) telah sukses direbus. Yoona malu dia tertangkap basah sedang melamun, semoga dia tidak tahu aku sedang terpesona oleh kegantengannya, doanya pelan.

“Oh, kau lagi.. ada perlu apa kesini?” lanjut Yoona setelah menenangkan hatinya yang bergejolak.”Aku hanya ingin memastikan sesuatu, apakah benar kau tidak mempunyai seorangpun saudara kembar?” tanya namja yang bermata cokelat itu sambil menatapku mencari kejujuran dari ucapan dan jawabanku dari pertanyaannya yang tiba-tiba itu. “Kenapa kau menanyakan itu? Sejak kecil aku hanya satu-satunya putri dikeluarga Im ini.” Jawabku ketus, kesal dengan pertanyaannya itu yang sangat tidak mendasar menurutku. “Ada apa ini? Kau siapa?” tiba-tiba Kris kakak laki-lakiku pun keluar,”Tidak apa-apa kok oppa,” jawabku mencoba membantu namja itu agar dia tidak kena marah Kris oppa, yang terkenal akan sikap dinginnya dan nicknamenya Cold Guy itu. “Ouh iya, boleh aku tahu namamu? Kenapa kemarin kau memanggilku Yuri agasshi? Dia perempuan yang kau kenal ya sepertinya?” tanyaku panjang, memecah keheningan.”Ah ne, namaku Lay, ouh Yuri agasshi? Bukan, dia bukan orang yang dekat denganku aku hanya salah orang saja.” Kata Lay namja yang baru saja memperkenalkan dirinya itu langsung berlalu menuju pintu keluar toko.

 

Author POV

 

Rasa penasaran menyelimuti Luhan, dia tidak bisa menebak apa yang hyungnya itu sedang pikirkan. Lagipula saat dia mencoba menanyakan langsung apa yang sedang terjadi Lay hyung malah diam tidak menjawabnya, Luhan yang masih penasaranpun mencoba menginvestigasinya, dia yakin sekali sikap Lay yang mulai berubah itu adalah sejak dia kembali dari pasar bersama Soori. “Soori, kemarin kau ke pasar dengan Lay hyung, apa sudah terjadi sesuatu dengannya?” tanya Luhan penasaran.”Ah, itu.. dia kemarin bertemu dengan seorang yeoja, terlihat sangat terkejut sehingga membuat Lay oppa terdiam sepanjang perjalanan pulang kami ke klinik, tetapi.. aku tidak yakin apa yang mereka berdua bicarakan karena saat itu aku sedang diluar toko.” Jelas Soori panjang lebar. Penjelasan Soori itu sangat membantunya, setelah dia tahu dari Soori dimana mereka berdua bertemu Luhan langsung bergegas menuju toko es krim yang ditunjukkan Soori. Sedangkan Soori yang sudah penasaran akan pembicaraan mereka dikamar itu dan dia melihat selembar foto dari kejauhan itu saat dia mengintip dibalik pintu berniat untuk mencari foto itu di laci meja Luhan oppa, seperti yang dikatakan Luhan oppa bahwa foto itu ada di lacinya.

 

Soori POV

Aku mendengar jelas bahwa Luhan oppa selalu menyimpan foto itu dilaci mejanya, pikirku sambil mengendapngendap menuju kamarnya yang berada di ujung koridor. Aku membuka pintunya dengan perlahan, meski aku tahu Lay oppa sedang keluar dan Luhan oppa sedang menuju pasar tetap saja aku harus berhati-hati memasuki kamar pribadi Luhan oppa, kalau tidak bisa gawat nantinya. Gerakan tanganku cukup cepat dan mulus meraih gagang laci yang menempel pada laci itu dengan perlahan kubuka laci itu dan aku sukses melihat foto itu..Omo! ini foto wanita yang ada di pasar itu kan? Wanita yang ada di toko es krim itu, kenapa dia terlihat sangat anggun dan elegan, dia orang kaya seperti putri dalam dongeng yang terkenal dia memakai gaun yang sangat indah, bahkan difoto ini dia tersenyum sangat bahagia sedang memotong sebuah kue yang besarnya melebihi tubuhnya sendiri sepertinya itu adalah kue ulangtahunnya. Kenapa Lay oppa dan Luhan oppa memfoto yeoja tersebut?

Kenapa ini? Kenapa kepalaku pusing seperti ini? Padahal yang aku lakukan hanya menatap foto tersebut. Kepalaku terasa berputar-putar, pusing sekali rasanya dan sangat sakit. Tampak bayangan-bayangan seperti cuplikan video yang sengaja dibuat dan disusun dalam sebuah film, tetapi disana hanya ada yeoja itu yeoja yang berada didepan meja kasir toko es krim itu. Nuguya? Tiba-tiba mataku terasa gelap dan kakiku terasa lemas. Gelap…

“Soori yah…!!! ya! Soori yah, kau kenapa? Ada apa denganmu!!” kudengar suara Lay oppa samar-samar dan tidak begitu jelas, lalu kesadarankupun benar-benar hilang.

 

›——————-š

Perlahan kubuka mataku, meski awalnya terasa berat sekali kelopak mataku ini untuk kubuka. Saat aku melihat kesekeliling aku melihat Luhan oppa sedang tertidur disamping ranjangku.”Oppa,,” suara parauku membangunkannya yang sedang tertidur.”ouh Soori yah, kau sudah bangun.” Katanya sambiil mengucek-ngucek matanya yang masih terlihat sangat ngantuk.”Oppa, aku haus..” lirihku,”baik, akan aku bawakan minum tunggu sebentar ya.” Katanya sambil berlalu menuju dapur dibelakang rumah. Kudengar suara percakapan diruang TV, sepertinya suara Luhan oppa dan Lay oppa, Luhan oppa kembali ke kamarku tidak sendirian Lay oppa mengikutinya dari belakang.”Ini minumlah,” kata Luhan oppa sambil menyodorkan segelas air putih hangat.”Pelan-pelan minumnya nanti kau tersedak,” kata luhan oppa saat melihatku menegak air putih dalam gelas itu dengan cepat.

“Kau kenapa? Tiba-tiba pingsan di kamar Luhan?” tanya Lay oppa hati-hati padaku, sepertinya dia terlihat takut untuk menanyakan hal itu.Aku melihat kesekeliling rumah dan jendela sudah tertutupi gorden berwarna hijau,”ah,, rupanya sudah menjelang malam, cukup lama ya aku pingsan. Tapi kalian tidak usah khawatir aku sudah baikan kok,” kataku mencoba tersenyum padanya.”Kau yakin?” tanya Luhan oppa dengan begitu perhatian, dia sangat bersikap lembut terhadapku yang terlihat rapuh ini. Setelah aku meyakinkan diriku dengan segenap kekuatan hati dna jiwaku aku memutuskan untuk memberitahu mereka.

“Aku sudah mengingatnya…” potongku sambil menghapus airmata yang mulai menetes dipipiku,”Aku sudah mengingat jati diriku, bahkan aku sudah mengingat namaku…” kataku sambil menghela nafas panjang,kedua oppa yang baik itu diam menanti jawabanku.”Aku adalah Oh Yuri, putri keluarga Oh pewaris perusahaan Crown aku mengingatnya kembali saat aku penasaran akan foto yang kalian berdua sembunyikan dan sepertinya wanita itu wanita yang aku dan Lay oppa temui dipasar adalah saudara kembarku, dan saat ini perusahaanku sedang dalam bahaya ditangan si brengsek Kim Kai..” lirihku disertai tangisanku yang terisak mengingat orangtuaku yang telah tiada, dengan beraninya aku melupakan mereka berdua, maafkan aku eomma, appa..

 

___To be Continue____

P.S: kalian penasaran tidak selanjutnya apa yang terjadi pada si Kai yang jahat dan Yoona yang belum tahu identitas yang sebenarnya dalam keluarga Oh ataukah Im? >,<

6 thoughts on “[FF Freelance] Twins Sister (Chapter 3)

  1. Ouh, jadi Yuri sudah mulai ingat yaw, jadi tambah penasaran aja author-nim.
    Ditunggu kelanjutannya, jangan lama-lama yaw thor, epepnya bagus😉

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s