[FF Freelance] Love Really Hurts (사랑 참 아프다) (Chapter 1)

sarang

Title : Love Really Hurts (사랑 참 아프다)

Author : @pijicalangek

Cast : Son Naeun

Kim Myungsoo

Kim Jongin

Length : 2 Shoot

Genre : Tragedy, Hurt, Romance, Angst and Crime

Rating : PG-14

A/N: Annyeong readers J thanks ya admin readfanfiction udah mau share ff biasa ini haha. Walaupun biasa begini tolong banget commentnya ya ;)) happy reading!! Ff ini udah aku post di WP ku sendiri ( bebekejang.wordpress.com ) main main kesana ya😉 juga udah di post di MyungEun WooRong Fanfiction Facebook.

****

Son Naeun, yeoja berwajah cantik itu kini tengah menatap jendela kamarnya, memperhatikan air-air hujan yang menempel di kaca jendela kamarnya dan mengalir jatuh kebawah, mengalir dengan bebasnya bersamaan dengan hujan yang juga kini terjadi di wajahnya.

Seorang Son Naeun menangis seorang diri tanpa suara berusaha tak membangunkan namja yang sudah tertidur pulas di tempat tidurnya, senyuman tanpa arti terlukis di bibirnya tat kala melihat namja itu tertidur nyenyak.

Sebuah pernikahan yang diawali perjodohan konyol berakhir disini, Naeun tidak pernah merasakan sebuah kasih sayang yang di berikan oleh namja yang bernotabe sebagai suami sahnya ini, Kim Myungsoo.

Naeun mendaratkan tubuhnya di samping tempat tidur, tepatnya di lantai yang hanya beralaskan selimut dan dilengkapi sebuah bantal yang tak cukup empuk bagi kepalanya untuk tertidur nyenyak layak suaminya.

Ia berusaha memejamkan matanya, menutup matanya erat-erat agar ia bisa bangun di pagi hari tanpa merasakan tendangan atau siksaan di tubuhnya. Dan akhirnya mata itu terpejam akibat lelah menangis.

“Bangun pemalas! Siapkan sarapan untukku!” teriakan beserta tendangan langsung terasa di perut Naeun itu seketika membuat matanya terbuka lebar.

“Jika kau masih berdiam diri disana, akan kubuat tubuhmu sesegera mungkin di banjiri air panas!” ancaman namja bernama Kim Myungsoo itu terdengar seperti erangan singa lapar di telinga Naeun, tak ada sapaan hangat dan manis yang terucap dari bibir namja itu setiap harinya, melainkan siksaan yang cukup menyiksa batin dan fisik bagi seorang Son Naeun.

Naeun perlahan memerintahkan kakinya untuk berdiri. Namun, saying secangkir kopi panas sudah terlebih dahulu mengenai kakinya, membuatnya kini terjatuh kembali sembari menahan rasa perih yang mulai menjalar di kakinya.

Dengan langkah gontai, Naeun berjalan menuju arah dapur. Membuka lemari tempat seluruh bahan makanan ada, namun yang hanya ia temukan hanyalah sebungkus ramen instan.

Tangan kurus dan putih itu menggapai bungkusan merah itu, membuka bungkusnya dan memasukan isinya ke dalam air panas yang sudah berbuih.

Naeun berjalan ke arah Myungsoo membawa semangkuk ramen panas dan menaruhnya di atas meja makan.

Namja bernama Kim Myungsoo itu menatap mangkuk itu dengan tatapan tak percaya.

“Igo mwoya?(ini apa?)” bentak Myungsoo, menumpahkan ramen panas itu tepat di atas kepala Naeun. Membuat Naeun merintih kesakitan menahan panasnya ramen yang disertai bumbu cabai itu sudah bertempat ditubuhnya.

“Mi-mianhae.. Myung—“

“Jangan pernah menyebut namaku dengan mulut busukmu itu, yeoja jalang!” ucapan itu membuat air mata bening Naeun berluncuran membasahi pipinya yang mulus.

“Lebih baik aku makan ditempat lain!”

Bantingan pintu terdengar keras setelah Myungsoo mengatakan itu. Meninggalkan Naeun yang kini menangis di lantai dapur memeluk kedua kakinya dan membenamkan wajahnya, sesekali isakkan pilu terdengar dari mulut yeoja itu.

Tak berapa lama Naeun memandang pintu tempat terakhir Myungsoo berdiri menatapnya dengan tatapan jijik sebelum beranjak pergi dari rumah yang sudah mereka tempati tiga bulan yang seumur dengan pernikahan merekan.

“Tiga bulan sudah kita menempati rumah ini dan tiga bulan juga kita menikah, tapi pernahkah kau memperlakukanku dengan baik, Kim Myungsoo?” tangisan pilu itu terdengar begitu menyakitkan, dengan mata masih mengeluarkan kristal bening, yeoja itu memasuki kamar mandi, membasuh dirinya. Menghilangkan isi ramen yang masih ada di rambutnya.

Son Naeun, yeoja itu telah selasai berpakaian. Menyisir rambut gelombangnya itu dihadapan cermin. Terlihat jelas kedua pipinya sangat kurus, kantung mata tebal dan hitam turut menghiasi wajah itu juga bibir pucat menghiasi wajahnya.

Naeun berjalan mendekati kotak hitam miliknya yang ia simpan di bawah tempat tidur tanpa sedikitpun diketahui oleh Myungsoo. Beberapa uang bermata won terlihat di dalam kotak hitam itu, dengan senyuman miris Naeun menghitungnya.

“3000₩,” Naeun menghela nafasnya dengan berat, hanya 3000₩, apa yang harus ia beli? Daging saja ia tak bisa membelinya.

“Kajja! Aku akan ke galera terlebih dahulu,” senyumsn merekah dibibirnya ketika menyebut tempat favoritenya.

Sebuah galeri besar berdiri di hadapannya. Naeun memasuki tempat itu dengan tersenyum menatap begitu banyak lukisan hasil karyanya terpajang di dinding-dinding itu.

“Annyeong Mrs. Kim,” sebuah suara membuatnya berbalik arah secara spontan.

“Hayoungie~” panggil Naeun mendapati sahabatnya berdiri dibelakangnya. Naeun perlahan memeluk erat sahabatnya itu, “bogoshipo~”

Hayoung, gadis berambut blonde yang memanggil Naeun itu memeluknya balik sembari tertawa kecil, “Nado~”

“Apa yang membuat seorang istri Mr. Kim dating kesini eoh?” tanya Hayoung menyenggol pelan tangan Naeun.

“Aaw..” rintih Naeun pelan ketika Hayoung menyenggol luka yang dibuat Myungsoo tadi pagi.

“Gwenchana eonni?” tanya Hayoung khawatir, Naeun hanya menjawabnya dengan senyuman kikuk, memang tidak ada seorang pun yang tahu kejadian sebenarnya di dalam rumah tangga Myungsoo dan Naeun. Dan tak akan pernah ada yang tahu!

Hayoung tersenyum melihat senyuman Naeun dan mengajaknya berkeliling galeri itu.

“Apakah dirimu kekurangan uang? Aish.. tidak mungkin seorang istri chaebol(kolongmerat) kekurangan uang haha..”

‘Bingo! Itu memang tujuanku kesini Hayoungie, mianhae aku tak bisa jujur padamu,’ batin Naeun tersenyum miris ke arah Hayoung.

“Hayoungie… bisakah aku mendapatkan hasil dari lukisanku?”

“Mwo? Untuk apa? Apakah eonni tidak menerima uang dari Kim Myungsoo?”

“Ani Hayoungie… aku hanya tidak enak meminta uang terus ke Myungsoo-ssh— oppa“

“Jinjja?”

“Hmm, Ne. apakah salah seorang pelukis yang mengisi 60% galerimu ini tidak bisa mendaptkan gaji? Dasar jalur penggelapan uang!” protes Naeun kesal memukul kepala Hayoung pelan dengan tangannya.

“Aigoo… arra… arra, tunggu disini ne?” Hayoung mengembungkan pipinya dengan lucu dan bergegas pergi ke kantornya.

Sementara itu, Naeun melihat lukisannya. Ia rindu dengan kanvas yang kasar dan cat yang selalu mengenai tangannya, jemari-jemari itu menyentuh lukisan itu kembali. Mimpinya ada disitu, di kanvas dan coret-coretan cat membentuk bermacam-macam hal indah yang terlahir dari tangannya.

Naeun menatap tangannya dengan pilu. Tangan itu kini telah kurus yang hamper bisa memperlihatkan tulangnya, tiga bulan bersama Myungsoo mampu membuat berat badannya turun drastic.

“Bisakah aku melukis kembali?” gumam Naeun tersenyum kecut.

Matanya menatap lukisan demi lukisan yang telah ia buat dengan mata sendu, dahulu ia dan Hayoung terus bermimpi. Hayoung akan membuat galeri besar di seluruh penjuru dunia dan ia… menjadi pelukis terkenal seperti Leonardo Da Vinci sang idola. Kini Hayoung berhasil membuktikan mimpinya di usia muda, sedangkan dirinya sendiri? Ia pun tak tahu tangannya itu masih berkesempatan merasakan kasarnya permukaan kanvas atau tidak. Naeun menaikan lengan panjang kardigannya. Banyak terdapat luka melepuh disana.

“Eonni!!!” suara Hayoung membuatnya dengan cepat menurunkakn kembali lengannya itu dan segera berbalik tersenyum menatap sahabatnya yang sudah ia anggap menjadi adik baginya.

“Apakah ini cukup Mrs. Kim?” Hayoung kembali menggodanya dan memberikan selembar cek yang berisi 3.000.000₩.

‘Setidaknya ini lebih dari cukup, mungkin aku bisa membeli kanvas dan cat,’

“Gomawoyo, Hayoungie ini sudah lebih dari cukup…” Naeun memeluk Hayoung dengan erat, masih tak tega meninggalkan surganya disini.

“Hahaha, itu tak seberapa dengan apa yang eonni telah berikan padaku,” Hayoung membalas pelukan itu dengan lembut.

“Baiklah mungkin aku harus pergi, Hayoungie..” sesal Naeun menahan tangisannya dan melepaskan pelukannya.

“Aigoo… sejak kapan eonniku ini menangis? Aku kira air matamu benar benar tidak ada,” Hayoung tersenyum menatap lurus ke arah Naeun dan mengusap air matanya Naeun dengan telunjuknya.

Seorang namja dan yeoja memasuki galeri itu, bergenggaman tangan dan saling tersenyum. Naeun melihat pasangan itu dengan miris. Tidak, Naeun bukan cemburu dengan romantisnya pasangan itu. Namun ia mengenali sosok namja itu, Kim Myungsoo.

“Hayoungie sepertinya aku haru pergi sekarang, bahan makanan dirumah sudah habis, aku harus membelinya,” pamit Naeun segera meninggalkan galeri tersebut, sedangkan Hayoung kni hanya menggelengkan kepalanya melihat Naeun yang terlihat panik meninggalkan galerinya.

“Aku harap kau bahagia eonni…” senyum Hayoung, segera berbalik melihat pengunjung yang datang. Seseorang pengunjung menarik perhatiannya.

“Kim Myungsoo!!” panggil Hayoung mendekati Myungsoo yang sedang berbicara dengan gadis disebelahnya.

“Nuguya?(Siapa?)” tanya Myungsoo melihat Hayoung datang menghampirinya.

“Aigoo.. baru tiga bulan kita bertemu, kau sudah melupakanku? Aku dongsaeng Son Naeun! Ani-ani, aku dongsaeng Kim Naeun istrimu. Oh iya, istrimu baru saja keluar dari sini Myungsoo-sshi,” perkataan sukses membuat mata Myungsoo melebar sedangkan yeoja disebelahnya menatap Myungsoo bingung.

“Hahahaha… kau bercanda? Myungsoo ini kekasihku! Mana mungkin ia menikah. Ne oppa?” ujar yeoja disebelahnya ini tertawa.

“Apakah mungkin ada seseorang yang bernama sama sekaligus berwajah sama di Korea? Belum lagi ia seorang chaebol, berapa chaebol yang bernama Kim Myungsoo di Korea?” tanya Hayoung sukses membuat tawa seorang yeoja disebelah Myungsoo berhenti.

Tak ingin memperbanyak masalah, Myungsoo menarik yeoja berada disampingnya itu sebelum pergi Hayoung menarik tangan Myungsoo dan menatapnya dengan tajam, “Aku harap dirimu memang bukan yang aku maksud, jika itu benar-benar dirimu… kau akan mati di tangan Kim Jongin. Tak peduli kau seorang chaebol atau tidak, Kim Myungsoo.”

“Sudahlah, ayo chagi sepertinya pelayan galeri ini sudah gila,” ujar Myungsoo gugup dan benar-benar pergi meninggalkan galeri itu.

“Siapa sebenarnya Kim Jongin?”

TBC

11 thoughts on “[FF Freelance] Love Really Hurts (사랑 참 아프다) (Chapter 1)

  1. lanjut,tp ksihan bgt nasib naeun,smg kedpnx myungsoo bsa bersikap baik n menyayangi naeun sebagaimna suami istri sbnrx N anw ad hub ap kim jongin dgn nauen
    ditunggu next partx…

  2. Gile kdrt ini breeeh. Myungsoo tega amet. Dibnuh ama temsek lu baru rasa/?wkwk. Next thor, jngan lama” yah pnsaran nih:”””

  3. Lnjuten thoor,, ga sngaja nemu ff inii,, uuaa.. Critanya T.T naeunn kesihan diaa,, soo fighting thoorr (ง’̀⌣’́)ง

  4. Hii thor aku reader baru disinii😀
    Kim myungsoo jahat banget deh sama naeun unni-_-
    Naeun unni yang sabar nee

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s