[FF Freelance] I Love You, More Than I Know (Chapter 5)

hunzy Publist

Title : I LOVE YOU, MORE THAN I KNOW# Jealous

Author : Monchan

Genre : Romance

Ranting : PG-15+

Main Cast : Bae Sooji aka suzy

Oh sehun

Krystal jung

Xi Luhan

Kris  exo

Park Chanyeol

Kai exo

Previous : Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4,

 

Ku pikir aku mungkin akan gila karenanya.

Yeah, aku memang gila karenanya.

 

 

Krystal POV

“Ya Kai-ah, kemana Sehun?” Tanya ku ketika  Sehun telah berlari ke dalam gedung sekolah.

“Katanya  dia mau ke toilet.” Jawab Kai.

“Apa terjadi sesuatu padanya?” Tanya ku  dan Kai hanya menggeleng pelan.

“Entahlah.” Jawab Kai lagi.

Apa dia sakit perut? Tadi dia baik-baik saja.

“Tidak usah khawatir padanya. Dia baik-baik saja.” Ucap Kris yang sudah menghentikan motornya di samping mobil ku. Aku hanya mengangguk padanya. Ku harap dia benar begitu.

Aku lalu melajukan mobil ku duluan keluar sekolah yang kemudian di ikuti oleh yang lainnya.

 

 

Author POV

Suzy mulai membersihkan  kaca jendela kelas tapi belum apa-apa keringat sudah menyucur dari keningnya. Ia beberapa kali menyeka keringat dengan lengan baju. Tapi tak berhasil menghilangkan keringat tersebut.

Mata suzy langsung membesar ketika ada sebuah tangan yang membantu menyeka keringatnya. Tangan itu mulai bergerak dari area kening hingga ke pelipis Suzy.

“Wuah kyeoptha di saat keringatpun kau tetap manis Suzy-ah.” Ucap pemilik tangan itu yang siapapun bisa menebak siapa dia.

Namja berperawakan manis itu memamerkan senyuman manisnya pada suzy. Sementara Suzy hanya bisa meringis di sampingnya dengan melihat bahwa namja itu telah menyeka keringatnya dengan sebuah sapu tangan berwarna pink.

“Ah, ada kotoran di pipimu. Sini aku bersihkan.” Ucap namja manis itu  lagi dan tangannya  sudah mulai bergerak untuk menyentuh pipi Suzy.

“Biar dia saja yang bersihkan hyung!!” Ucap seseorang yang sudah menahan tangan Luhan─namja nan manis tadi.

“Eh, Sehun-ah, apa yang kau lakukan disini?” Tanya Luhan kaget.

Bukan hanya Luhan yang kaget tapi Suzy juga. Dia tidak menyangka jika namja yang disebutnya sinting akan ada disini.

Sehun tidak menjawab pertanyaan Luhan. Tapi ia mengambil sapu tangan tersebut lalu menempelkannya secara kasar ke wajah Suzy.

“Bersihkan sendiri. Kau masih punya tangan kan?” ucap Sehun dengan tatapan innocent stylenya.

 

 

Suzy POV

“Bersihkan sendiri. Kau masih punya tangan kan?!” ucap namja sinting itu.

“Tanpa kau minta pun aku bisa membersihkannya sendiri.” Ucap ku dengan melotot padanya lalu membersihkan wajah ku dengan sapu tangan itu.

Hyung, ayo kita pergi.” Ucap si namja sinting dengan menarik tangan Luhan untuk pergi.

Namja ini apakah dia tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?

“Hei, Oh Sehun, kau mau kemana? Bukankah kau juga piket!” ucap ku kesal ketika namja itu telah berjalan beberapa langkah.

Mwo? Heh, Kau kerjakan  saja sendiri. Hyung, kajja.” Ucapnya dengan menarik Luhan yang masih terpaku di tempat.

Luhan melihat Sehun sekilas lalu berbalik menatap ku. “Kau pergi saja Sehun-ah. Aku mau membantu Suzy.” Ucap Luhan yang kini sudah berada di samping dengan merangkul lengan ku.

Luhan selalu melakukan tindakankan yang membuat ku terkejut. Tapi tak apalah, yang jelas dia lebih baik dari pada namja sinting itu. Sudah tahu ada piket tapi memilih kabur.

“Tenang saja Suzy-ah, ada Aku Luhan yang akan selalu siap membantu mu.” Ucapnya dengan tersenyum lebar.

Aku baru menyadari jika senyuman Luhan yang kali ini cukup menarik. Ternyata senyumannya lumayan  juga. Dia manis sekali seperti filos, marmut kesayangan ku.

Kajja..” lanjut Luhan yang sudah  menarik tangan ku untuk masuk ke kelas.

Tidak ku sangka  akan menurut saja padanya kali ini.

 

 

Luhan POV

Hari ini adalah hari keberuntungan ku. Senangnya, bisa berduaan dengannya. Saat melihat Chanyeol dan yang lainnya meninggalkannya tadi, membuat ku memutuskan untuk menemaninya. Tidak salah kalau aku berpikir begitu. Lihat hasilnya, kami berdua ( hanya kami berdua ) mulai menyapu dalam kelas. Dia manis sekali kalau di lihat dengan jarak sedekat ini. Sebelumnya aku tidak bisa seperti ini karena selalu ada Mister Bubble tea  yang menjadi penggangu aksi cinta ku padanya.

“Luhan-ssi, bisakah kau memakai sapu yang ada di sana? Aku rasa kalau kita berdua hanya memakai  satu sapu secara bersamaan, itu tidak  efisien.” Ucap Suzy bidadari cantik ku dan  aku hanya memandanginya tak mengerti.

 

 

Suzy POV

“Luhan-ssi, bisakah kau memakai sapu yang ada di sana? Aku rasa kalau kita berdua hanya memakai  satu sapu secara bersamaan, itu…..itu.. tidak akan efisien.” Ucap ku  dengan menunjuk lima sapu yang terpampang santai di lemari kebersihan.

Ya Tuhan lagi-lagi harus seperti ini. Dengan jarak yang bisa dihitung pakai jari, kami berdua memakai sapu yang sama. Sapu yang sama. Bisa dibayangkan?

Sebenarnya Luhan ini niat menyapu atau menggenggam tangan ku? Tangannya kini berada manis tepat di atas tangan ku dengan tak lupa senyum manisnya sebagai penutup.

Aku bisa saja membentak atau memarahinya tapi aku tak tahu kenapa aku tidak bisa melakukannya. Inilah salah satu kekurangan ku yang lemah pada cowok tipe manis. Ditambah lagi dia dengan sukarela membantu ku. Mana mungkin aku bisa memarahinya?

“Eh?” ucap Luhan seolah tak mengerti dengan menatap ku  bingung.

Ia melihat sekilas ke arah sapu yang ada di sana lalu kembali menatap ku.

“Waeyo?” ucapnya cemberut dengan memanyunkan bibirnya.

Aku tidak sanggup dengan Luhan  yang sudah menghipnotis ku dengan wajah manisnya. Tuhan tolong selamatkan aku sekali saja.

Waeyo Suzy-ah?” ucap Luhan lagi dengan semakin mendekatkan wajahnya pada ku.

Apa yang harus ku lakukan?

 

 

Author POV

Sehun tak percaya jika Suzy  mau  pergi bersama Luhan dan meninggalkan dirinya begitu saja.

“Aish, dasar gadis bodoh. Kenapa kau justru mengikuti Luhan hyung? Kau tidak tahu jika jiwa namja itu seperti serigala yang bisa menerkam mu di saat kau lengah?! Aishh..” Ucap Sehun dengan mengacak rambutnya. Ditatapnya kepergian Suzy  dan Luhan dengan wajah muram.

“Kalau sesuatu terjadi pada mu. Aku tidak mau tahu lagi Bae Sooji!.” Umpat Sehun dengan kembali mengacak rambutnya. Cukup lama namja itu bergulat dengan kata hatinya. Apakah ia harus pergi mengikuti mereka atau tidak. Tapi ia memilih meninggalkan kedua orang itu dengan langkah berat.

 

 

Sehun POV

Kesal. Perasaan ini kembali menghantui ku. Kenapa aku selalu kesal jika melihat kebersamaan mereka?  Ada apa dengan diri ku? Kenapa aku tidak rela jika Bae sooji pergi bersama  Luhan hyung?

“Outh, Jinnjayo? Kenapa aku bisa begini?”

Helm yang tadi ingin ku pakai sudah ku lempar ke lantai.

“Bae Sooji, kau sungguh membuat ku gila!!”

 

 

Author POV

Pintu kelas terbuka lebar hingga mengagetkan seorang namja dan seorang yeoja yang berada di dalamnya. Dengan wajah kesal orang yang yang membuka pintu itu  segera mengambil sapu yang ada di lemari kebersihan lalu menatap yeoja dan namja itu secara bergantian.

Ia kemudian menatap yang namja lalu melepas paksa aksi perpegangan tangan namja dan yeoja itu. “Hyung, pakai yang ini!”

“Sehun-ah, kenapa kau masih di sini? Ku pikir kau tidak mau kerja.” Ucap Luhan dengan mata tertuju pada  dua buah sapu di tangan Sehun.

Dengan kasar Sehun menyerahkan sapu yang satunya ke tangan Luhan tanpa menjawab pertanyaan hyungnya itu. Dan justru memilih memandangi yeoja yang ada di samping Luhan yang menatap dirinya heran.

“Ehem, aku  menyapu di mana?” Tanya Sehun  pada Suzy dan yeoja itu tak bisa berkata apa-apa. Ia  hanya menunjuk ke deret yang ada di sebelahnya.

“Oke.” Sahut Sehun kemudian menarik Luhan untuk menyapu bersamanya meninggalkan Suzy yang terbengong-bengong.

Suzy kembali menyadarkan dirinya dengan menepuk kedua pipinya berkali-kali. Ia tak mau terlena dengan apa yang baru ia saksikan. Ia memilih membersihkan sarang laba-laba yang lagi asyik nongkrong di atas plafon selagi Sehun dan Luhan menyapu lantai. Ia mengambil kursi agar bisa menggapainya dengan sapu. Tapi sia-sia karena ia sama sekali tidak bisa menyentuh bahkan setelah berjinjit.

“Ampun deh, begini saja tidak bisa.” Ucap Sehun yang sudah merampas sapu dari tangan suzy.

Namja itu telah berdiri di atas sebuah kursi dan membersihkan sarang laba-laba yang ada di atas sana.

“Begini caranya.” Ucap sehun dengan mulai menggapai sarang laba-laba dengan sapu yang ada ditangannya.

Suzy hanya mengangguk perlahan. “Hm, begitu? Kalau begitu, bersihkan bagian yang di sana juga.” Ucap Suzy dengan menunjuk sarang laba-laba yang ada di atas lemari di dekat meja guru.

Sehun menaikkan sebelah alisnya. Dengan wajah kesal, dipandanginya  yeoja bermarga Bae itu.

“Heh, bersihkan sendiri.” Ucap sehun lalu dengan kasar ia mengembalikan sapu itu ke tangan Suzy.

“Tapi aku kan tidak sampai.”

“Ada apa Suzy-ah?” Tanya Luhan yang baru saja datang dengan tergopoh-gopoh membawa dua ember berisi air untuk mengepel lalu menyeka setitik keringat di dahi dengan tangannya.

“Aku ti─”

“Sini biar aku yang bersihkan. Tapi kau harus berada di samping ku untuk memberitahu bagian mana saja yang harus ku bersihkan.” Ucap Sehun dengan kembali mengambil sapu yang ada di tangan Suzy dan mulai membersihkan. Ia pun menahan tangan Suzy seperti meminta yeoja itu untuk tetap bersamanya.

 

 

Luhan POV

Aku mendapati pemandangan yang tak lazim. Sejak kapan si yehet alias mister bubble tea ini jadi begitu rajin. Dia datang bagai pencuri dan dengan lancang melepaskan pegangan tangan antara aku dan Suzy yang begitu indah ini.

Ku yakin Suzy tidak menyukai ini. Buktinya Suzy terkejut. Dan lagi, saat aku kembali dengan membawa dua ember air untuk mengepel lantai, si yehet sudah main mesra-mesraan dengan Suzy ku. Dia mau mencuri start dari ku kah?

Ini tidak boleh dibiarkan. Suzy itu hanya tercipta untuk ku. Akan ku balas perbuatan si yehet ini.

“Aduh ini berat sekali.” Ucap ku berpura-pura sambil menunjuk setumpuk katong sampah yang sebenarnya ringan-ringan saja karena isinya cuma kertas. ( Luhan : Diam-diam ya readers, ini rahasia kita, Oke ^^)

Sebenarnya aku membuat kantong sampah ini terlihat besar dengan mengisi udara ke dalamnya kemudian mengikatnya. Jadi bisa dibayangkan kantong sampah ini bisa terlihat mengembung dan besar. Siapapun pasti mengira jika banyak isinya, wuhahhaa.. ( Luhan : Bisa dibayangkan readers? Awas ya kalau tidak bisa. Nanti aku cubitin, hehehe^^)

“Kenapa Luhan-ssi?” Tanya Suzy yang sudah menghentikan aktivitasnya bersama Sehun.

Gotcha! Ini dia…

“Aduh Suzy-ah, kayaknya aku tidak bisa membuang sampah ini sendirian. Ini terlalu berat.” Ucap ku dengan berakting memegang pinggang ku seolah-olah aku jadi encok karena membawa kantong sampah yang berat.

Melihat diri ku yang sudah (berpura-pura)  tak sanggup membawa sampah ini, Suzy segera turun dari kursi kemudian menghampiri ku dengan wajah menyesal. Sehun mulai memandang curiga pada ku. Ia mengangkat sebelah alisnya jika ia merasa kesal pada sesuatu.

Hei, mister bubble tea, kau yang memulainya duluan yehet, jadi tak masalah jika aku membalasnya.

“Benarkah. Kalau begitu kita membawanya bersama.” Ucap Suzy lalu pergi bersama ku meninggalkan si yehet yang sudah membanting sapu saat aku kembali lagi ke kelas untuk mengedipkan sebelah mata ku padanya lalu segera berlari mengejar Suzy yang sudah menuruni tangga menuju lantai dasar.

 

 

Suzy POV

Aku mengambil kantong sampah yang ada di lantai. Ini tidak berat sama sekali. Ini justru ringan sekali. Tapi kenapa kantongnya terlihat mengembung dan besar sekali?

Aku menatap kantong sampah yang ada di tangan Luhan. Ini aneh. Tapi mungkin saja Luhan memberikan yang ringan pada ku. Aku dan dia lalu keluar kelas. Tapi Luhan tiba-tiba mengatakan untuk kembali lagi ke kelas karena dia melupakan sesuatu. Aku menunggunya di dekat tangga dan tidak beberapa lama dia sudah muncul kembali dengan tersenyum lebar. Apa ada hal yang membuatnya begitu gembira?

 

 

Author POV

“Suzy-ah kau mau pulang sekarang?” tanya Luhan yang sudah muncul dengan motornya setelah mereka bertiga selesai membersihkan kelas. Ia lalu menghentikan motornya di depan Suzy. Dari arah belakang muncul Sehun yang juga menghentikan motor miliknya di samping motor Luhan.

Any, aku mau mampir dulu ke toko buku.” Jawab Suzy.

“Oh?” Tanya Luhan dengan wajah antusias dan matanya menerawang jauh.

****

 

Luhan dan Suzy kini tengah memilih beberapa buku yang tersusun  rapi di atas rak-rak. Keduanya sibuk memilih dan sesekali tertawa bersama melupakan seseorang yang berada di belakang keduanya seperti seorang bodyguard. Sesekali namja itu mendesis jengkel dan ia juga beberapa kali ingin menjitak kepala Luhan ketika Luhan mengandeng tangan Suzy untuk pergi melihat buku ke tempat lain.

“Kau ingin beli buku yang itu, Suzy-ah?” tanya Luhan dengan wajah riang gembira.

Suzy tersenyum mendengar pertanyaan darinya dan mengangguk kecil.

“Ne, aku baru-baru ini memelihara marmut. Jadi, aku ingin tahu banyak tentang hewan itu. Misalnya saja cara perawatannya. Atau makanan apa yang perlu di berikan dan yang tidak boleh diberikan pada hewan itu.” Jawab Suzy

“Benarkah? Aku juga suka marmut. Di rumah ku ada lima lho.” Ucap Luhan dengan menunjukkan kelima jarinya pada Suzy.

“Sebanyak itu?” tanya Suzy dengan mata membesar tak percaya.

“Aku sarankan sebaiknya kau beli yang ini.” Ucap Luhan dengan mengambil sebuah buku berwarna biru yang bertuliskan Bagaimana Mencintai Marmut Mu, lalu memberikannya pada Suzy tanpa lupa mencuri kesempatan untuk menyentuh tangan suzy yang merah itu.

“Wow, halusnya…” gumam Luhan perlahan.

Setelah itu ia menoleh ke belakang dan mengedipkan matanya pada Sehun yang sudah mengeluarkan tatapan pembunuh padanya. Tapi dengan cepat Luhan memeletkan lidahnya hingga benar-benar sukses membuat wajah Sehun menjadi merah padam menahan amarah yang sedang berkecamuk di dalam hatinya.

Sehun mengepal kuat kedua tangannya lalu mengigit bibir bawahnya.  Kakinya ingin beranjak keluar tapi hatinya meminta untuk tetap tinggal. Maka dengan pasrah ia hanya mengamati pemandangan yang membuatnya kesal itu dari belakang sambil melipat tangan di dada.

Sehun juga hanya berada di belakang keduanya saat Luhan secara tiba-tiba menarik Suzy ke sebuah tempat yang menjual berbagai pita dan jepitan.

Luhan mengambil sebuah jepitan berwarna silver dan dengan spontan menjepitkannya ke rambut gadis itu yang seperti biasa tindakan Luhan ini membuat Suzy terkejut setengah mati.

Wuah So Cute….” Ucap Luhan dengan mengatupkan tangannya seolah terpesona dengan kemanisan Suzy. Sementara Suzy hanya meringis di sampingnya.

“Lihat itu.” Ucap Luhan yang sudah menarik Suzy ke kaca.

“Kau seperti bidadari.” Ucap Luhan.

Kemudian ia pun sibuk sendiri untuk mengambil jepitan yang lainnya meninggalkan Suzy yang terpaku di tempat menatap wajahnya di kaca. Suzy memainkan rambutnya dan tersenyum malu-malu melihat wajahnya yang memang terlihat cantik dengan jepitan itu.

Dari arah belakang, Sehun pun sudah tersenyum sendiri memperhatikan tingkah Suzy. Tapi senyumnya langsung hilang tatkala Luhan kembali berada di depan kaca bersama Suzy.

“Cantikan?” Ucap Luhan dan itu membuat wajah Suzy memerah. Ia malu karena ketahuan senang sendirian di depan kaca.

Di tangan Luhan ada sebuah jepitan lagi. Tapi jepitan itu ia sematkan sendiri ke rambut  ikalnya yang berwarna coklat tua. Lalu memajukan wajahnya semakin ke depan kaca, melihat ke kiri dan ke kanan.  Dan satu dekapan lembut ia menarik tubuh suzy ke sisinya.

“Wuah kita berdua terlihat Cute..” Ucap Luhan dengan kembali memajukan tubuhnya ke depan kaca untuk merapikan poni.

“Ayo kita buat kenangan manis.” Ucap Luhan lagi dengan mengeluarkan ponsel dari sakunya. Ia meminta Suzy untuk membuat aegyo bersama.

“1…2…3..” Seru Luhan gembira dan terciptalah sebuah foto di ponselnya yang bergambar aegyo dirinya dan Suzy.

Luhan mengamati foto itu dengan takjub. Sementara Sehun sudah membanting segala sesuatu yang ada di hadapannya saat ini. Sebuah patung replika berparas wanita cantik jatuh terguling hingga baju yang terpasang di badan boneka itu terlepas. Dengan sigap Sehun kembali mengangkat patung itu dengan tak lupa memasang kembali baju di boneka itu dan segara kabur sebelum ada yang melihatnya.

Ketiga remaja itu sudah berada di luar toko. Di tangan Suzy ada sebuah kantong belanjaan  yang di dalamnya selain berisi buku ada juga jepitan silver yang sengaja di beli Luhan untuknya. Lebih tepatnya setelah Luhan merengek meminta Suzy mengambilnya.

“Suzy-ah bagaimana kalau aku mengantar mu pulang.” Tawar Luhan tanpa basa-basi. Dan Sehun mencibir itu di belakangnya. Tapi Luhan tidak peduli. Diambilnya kantong itu dari tangan Suzy tanpa ada yang memintanya kemudian mengajak Suzy pergi bersamanya.

Hyung mau kemana?” ucap Sehun dengan menahan bahu Luhan.

Sehun mengeluarkan sebuah ponsel berwarna putih dari saku celana, kemudian menunjukkan beberapa pesan yang tertera di sana.

 

From : Kris Hyung

Kau dimana?

Ya apa Luhan bersama mu?

Cepatlah ke sini!!

 

From : Chanyeol Hyung

Sehun-ah dimana kau?? Aku kering nih menunggu. Jangan lupa membelikan aku makanan.

 

From : Krystal Jung

Sehun-ah, dimana kau? Apa kau sakit?

 

From : Kai

Sehun-ah, kau dimana? Semuanya sudah mengintrogasi ku, bertanya dimana kau dan Luhan hyung. Jika bertemu Luhan hyung, bilang padanya, Kris hyung mencarinya untuk bermain catur. Aku sudah tak sanggup lagi menerima jitakan dari dia karena aku kalah terus.

Ppalli –..—

 

Setelah membaca pesan itu Luhan seketika menepuk dahinya. “Aigo, aku lupa bertanding catur dengan Kris.”

Sehun kembali menaruh ponsel di sakunya saat ia menyadari Suzy secara diam-diam mengitip isi pesan itu.

Hyung, kau tahu Kris hyung. Dia akan menagih janjinya sampai kau datang. Bisa-bisa Kai punya dua kepala nanti.” Ucap Sehun dengan melepaskan tubuh Suzy dari Luhan kemudian menarik Luhan pergi bersamanya meninggalkan Suzy yang hanya bisa melambaikan tangannya saat Luhan melambaikan tangan padanya walaupun Sehun menarik paksa Luhan. Terakhir suzy hanya bisa menghela nafas menatap kepergian keduanya.

 

 

Sehun POV

Saat membuka ponsel, aku tahu aku bisa menggunakan ini untuk mencegah mereka bersama.

Setelah Luhan hyung membaca pesan itu, ia menepuk dahinya. “Aigo, aku lupa bertanding catur dengan Kris.”

Aku kembali menaruh ponsel di saku  saat  Suzy secara diam-diam mengitip isi pesan itu. Aku tidak mau dia menyadari jika pesan itu adalah pesan yang masuk beberapa hari yang lalu. Alias pesan lama yang dua hari lalu mereka kirimkan untuk ku. Kalau aku tak salah pesan dari Kris hyung, itu pesan seminggu yang lalu.

Hyung, kau tahu Kris hyung. Dia akan menagih janjinya sampai kau datang. Bisa-bisa Kai punya dua kepala nanti.” Ucap ku  dengan melepaskan tubuh Suzy dari Luhan kemudian menarik Luhan hyung untuk pergi.

Saat melewatinya, aku merasa hati ku tak tenang. Di sepanjang jalan pikiran ku hanya tertuju padanya. Saat aku dan Luhan hyung berhenti di lampu merah, aku masih memikirkannya. Dimana rumahnya, apakah itu jauh? Apa dia baik-baik di jalanan seorang diri?

Aku benar-benar tidak tenang. Sepertinya aku memang jadi gila karenanya.

Mata ku mengawasi dengan saksama pergerakan angka di atas lampu lalu lintas. Tiga puluh detik lagi, lampu hijau.

Aku melihat Luhan hyung yang ada di samping ku sedang berbicara dengan seseorang lewat telepon. Lalu saat lampu hijau, ia berbelok ke arah yang tidak semestinya. Kemana dia?

 

 

 

Suzy POV

Dasar oh Sehun namja aneh, sinting….

Uh, gara-gara dia aku harus pulang jalan kaki. Padahal aku mau Luhan mengantar ku.

Dasar Oh sehun namja Gila…

“Kalau aku bertemu dengannya, akan aku tinju dia dengan kedua tangan ku.” Gumam ku dengan melayangkan beberapa tinju ke udara. Dan itu membuat beberapa orang menahan tawanya saat melihat ku.

Dengan malu-malu aku berjalan cepat melewati mereka. Semua ini gara-gara namja menyebalkan seperti dia.

Kaki terasa pegal di semua bagian. Kalau aku di antar Luhan, mungkin menguranginya. Dan lagi-lagi ini semua karena namja menyebalkan itu.

Tiba-tiba ada sebuah motor secara mendadak berhenti di depan ku ketika aku akan menyebrang ke seberang untuk menunggu bus di sana. Tentu saja ini membuat ku terkejut hingga aku mundur beberapa langkah kerenanya.

Mau apa orang ini?

Sialnya, jalanan saat ini sangat sepi.

Mampuslah kau Bae Sooji. Bagaimana jika dia penjahat? Bagaimana jika dia Penculik?

“Ya naiklah.” Ucap orang itu di balik helm hitam miliknya.

Aku mengamatinya secara saksama. Siapa dia dan kenapa meminta ku untuk naik?

Aku semakin mundur ke belakang dengan  menyilangkan tangan ku, tanda menolak.

Mianhae, anda mungkin salah orang. Aku bukan tipe wanita yang anda cari.” Jawab ku.

Pengendara motor itu kemudian membuka penutup helmnya.

Aku menganga, saat mengetahui siapa dia.

“O..O..H seHun..??” Gumam ku.

“Ya naiklah.” Ucapnya kembali.

Tapi aku terlalu sibuk dengan pikiran ku.

Kenapa dia ada di sini? Bukahkan dia dan Luhan sudah pergi tadi? Kenapa dia kembali? Apa yang membuatnya kembali? Atau ini hanya hayalan ku?

Aku mengucak mata ku beberapa kali. Dan yang ku lihat adalah tubuh jangkung dengan wajah innocent putih pucat. Ya itu milik Oh Sehun─ Nama yang berulang kali ku sebut sinting.

“Ya kau mau naik atau tidak? Atau apa perlu aku mengendong mu agar kau naik motor ini?”  ucapnya kembali dan dengan satu gelengan aku langsung naik ke motornya setelah ia memberikan pada ku sebuah helm berwarna putih dari jok motornya.

“Kau tinggal di sini???” tanyanya dengan sedikit berteriak setelah ia membuka helm lalu menatap ku tak yakin saat kami tiba di depan rumah ku. Suaranya sampai menembus helm yang ku pakai.

“Kenapa? Apa aku tinggal di sini juga?” aku kembali bertanya padanya setelah melepas helm miliknya.

Ia seperti terkejut lalu menggeleng kuat. Jangan-jangan dia tidak percaya kalau aku tinggal di sini. Secara, semua orang yang tinggal di perumahan ini adalah berasal dari keluarga kaya. Aku juga bersyukur bisa tinggal di sini, karena perusahaan ayah berkembang dengan pesat hingga kami bisa membeli salah satu rumah yang ada di sini.

Tapi aku tak suka dengan cara Oh sehun. Dia melihat ke sana kemari seperti benar-benar tak yakin jika aku tinggal di sini.

“Tidak ku sangka kau benar-benar tinggal di sini.” Ucapnya lagi dengan mata masih melihat kanan kiri. Aku hanya tersenyum kecut menanggapi ucapannya.  Ia kemudian  mulai berbicara lagi.

“Hm,..” sehun menahan ucapannya lalu melihat ku lama. Aku menatapnya tak mengerti. Tapi ia kembali berbicara.

“Apa kau menyukai Luhan?”

Mata ku langsung membesar sempurna. Apa yang dibicarakannya?

“Apa kau menyukainya?” ucapnya dengan wajah serius.

Aku terkekeh. “Kenapa kau bisa bertanya begitu?” tanya ku tak mengerti. Dari sudut mana dia mengira jika aku menyukai Luhan?

Ia mengusap tengkuknya beberapa kali. “Any, lupakan saja.” Ucapnya lalu ia buru-buru menghidupkan kembali motornya dan kembali memakai helm seperti bersiap-siap pergi.

“Aku memang menyukainya.” Ucap ku.

Helm yang tadi ingin di pakainya, ia taruh kembali ke badan motor. Melihat ku dengan ekspresi yang aku sendiri tak tahu apa itu.

“Aku memang menyukainya, tapi hanya sebagai teman. Bukahkan kita teman?”

Sehun tertawa, kembali memakai helm, dan terakhir ia menggas motornya. Ia lalu membuka sebagian penutup helmnya.

“Tapi aku tak pernah menganggap mu teman, Bae Sooji.” Ucapnya sebelum ia benar-benar menghilang seperti angin.

Ku tatap kabut yang di buat oleh motornya tak percaya.

Namja ini memang menyebalkan. Jadi selama ini dia tidak pernah menganggap aku sebagai temannya?

 

 

Luhan POV      

Aku dan Sehun berhenti di lampu merah. Saat tinggal beberapa detik  akan lampu hijau, ponsel ku bergetar dan ada panggilan yang masuk. Ini ternyata dari ibu ku yang memberitahu bahwa ia ingin aku memberikan ayam goreng madu buatannya pada mereka semua.

Ayam goreng madu? Ini makanan kesukaan ku.

Aku menoleh ke arah Sehun untuk memberitahu ini, tapi dia malah terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri. Entah apa yang dipikirkannya. Aku sudah melambaikan tangan ku ke arahnya. Tapi ia tidak bergeming.

Ketika lampu hijau aku segera berbelok ke arah yang berlawanan dengan arah yang menuju ke markas kami. Saat aku menoleh ke belakang, Sehun sudah menuju kembali ke arah datangnya kami tadi. Dia mau kemana?

Peduli amat, yang penting ayam goreng madu I’m coming  to you ^^

Dengan langkah gembira aku membawa ayam goreng itu ke markas. Semua menyambutnya dengan sorak –sorai terutama Kai. Dia pencinta ayam goreng.

“Kris setelah ini kita main catur?” tanya ku dan Kris malah menatap ku tak mengerti.

“Bukankah kita sudah main itu. Setelah ku pikir-pikir, catur It’s not my style.” Jawabnya lalu mengambil ayam goreng dari tangan ku.

Aku menggaruk kepala ku. “Tapi kenapa Sehun bilang─”

“Sudahlah hyung, sini ayam gorengnya. Aku lapar.” Ucap Chanyeol dengan mengambil ayam goreng itu lalu memakannya. Mungkin aku yang salah dengar tadi.

Aku mengerutkan kening ku, karena Krystal tidak menyentuh makanannya. Aku mencoba bertanya pada Chanyeol dan ia berkata jika Krystal cemas pada Sehun yang belum datang ke markas hingga jam begini.

Lalu ku lihat Krystal mengambil tasnya dan pergi tanpa menoleh saat Kris memanggilnya.

Aku menepuk dahi ku. Astaga aku lupa menyimpan ayam goreng untuk Sehun.

 

 

Krystal POV

Sehun kau dimana? Kenapa kau belum juga datang ke sini?

Mata ku kembali menatap ponsel yang ada di tangan ku.

Kenapa kau tidak mengangkat telpon atau membalas sms dari ku?

Aku mengambil tas yang ada di meja dan beranjak pergi dari markas tanpa mempedulikan Kris yang memanggilku.

Pikiran ku hanya padanya. Apakah dia sakit?

Aku melajukan mobil ku menuju ke rumahnya.

Aku memperjelas pengelihatan ku saat hampir di rumahnya.

Ku lihat Sehun bersama dengan seorang yeoja. Dan yeoja itu adalah Suzy. Leher ku tercekat saat harus mengetahui kenyataan ini.

Sehun tidak pernah mengijinkan siapapun bersamanya dengan motor itu. Tapi kenapa Suzy bi..bisa?

Aku menangis saat harus mengakui hal ini. Sehun ternyata  menyukai Suzy.

Aku melajukan mobil ku dengan kencang melewati batas kecepatan normal.

Aku membuka pintu mobil dengan kasar lalu masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan orang rumah  yang memanggil ku.

Ku lemparkan secara sembarang tas sekolah hingga mengenai lampu tidur dan  pecah.

Ku ambil ponsel di saku seragam  dan memilih menu kontak.

“Halo, kau bisa melakukan sesuatu untuk ku?”

 

 

T   B   C

 

Annyeong everybody…

Nice to see you again….

Maaf jika ceritanya kurang seru…

Tapi…

Tetap dukung cerita ini ne…

Dengan  terus  memberikan komentar kalian…

I LOPE PULL

( Bow) ^^

Advertisements

27 thoughts on “[FF Freelance] I Love You, More Than I Know (Chapter 5)

  1. annyeong thor,,,, ff nya keren :).

    mian thor, aku komentarnya di chapter ini, tanpa komentar dahulu di chapter1-chapter4 *plis jgn bully saya ya thor.

    di chap ini luhan kocak
    abis dah thor, kkk. sehun super daebak, krystal udah mulai kelihatan niat jahatnya.

    keep writing ya thor. kkk.

  2. Sbnrnya ga terlalu pengen ada jd pemeran antagonisnya.. krn ga pengen ada aksi kyk di sinetron.. tp apa bole buat..
    salahkan aq menyukain Hanzy ‘momen’?? hahahha

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s