[FF Freelance] Twins Sister (Chapter 4)

chapter 4

Title                 : Twins Sister Chapter 4

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : –

Genre              : Romance, Sad

Main Cast        :

  • Lay
  • Yuri a.k.a Soori
  • Yoona

Supporting cast: Cari aja di ceritanya ya

Pairing             : LaYoon

Quote              : I can make you happy, trus me~

Previous        : Chapter 1Chapter 2, Chapter 3,

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

A.N                 : WARNING Typo bertebaran, please dont be silent reader, ur comment its so precious for me. Karena di chapter 1, 2 dan 3 banyak yang komplain mengenai kurangnya peran Yoona disini, maka di chapter 4 ini sebagian besar Yoona POV dan Lay POV, hehehe. *bow*

 

 

Yoona POV

Aku tidak bisa memejamkan mataku, “Arggghhhh,,” kesalku, kenapa wajahnya selalu menyembul dalam pikiranku aku merengut dan menekuk daguku dan tidak lupa memakaikan masker mata agar aku bisa tertidur, tetapi semuanya nihil!: AAAAAAArghhh keu namja, berani beraninya dia! Sungguh berani dia berkeliaran dalam pikiran dan imajinasiku,!” teriakku, tidak sadar bahwa hari sudah malam.”Yoona yah!!! Sudah malam, kenapa kau teriak-teriak saat malam hari!?? Aku sudah lelah membuat es krim seharian tadi, gara-gara kau menjualnya berkeliling di pinggir sungai Han es krim kita jadi laku dan aku harus membuatnya lagi dan lagi,” omel Kris oppa sambil teriak dari kamarnya yang tepat disebelah kamarku.”Oops, mian oppa,” ujarku tak ingin melanjutkan perselisihan kami, karena aku yakin jika aku tidak menggubris atau meminta maaf padanya aku akan semakin tidak bisa tidur karena ocehannya mengenai manner seorang lady atau apalah itu.

Κ›Í

“Hoamppph…” aku menguap, pertanda semalaman tadi aku tidak bisa tidur dengan nyenyak, selain karena ocehan dari Kris oppa yang tiada henti juga karena wajah Lay oppa yang selalu ada dipikiranku, semoga hari ini dia mampir lagi ke toko es krim doaku dalam hati. Akupun bergegas menuju kamar mandi agar sesegera mungkin membantu ibu menjaga toko es krim. Ahh,, hari ini pelanggan es krimku tidak terlalu banyak, sudah 2 jam sejak buka tokko es krim ini tapi tidak ada satupun yang memasuki toko. “Ahh.. hoamhh…” entah untuk keberapa kalinya aku menguap, sungguh terlalu semalam aku hanya bisa tidur 2 jam saja, semoga kantung hitam dimataku tidak semakin membesar, ujarku dalam hati sambil tanganku meraih cermin kecil yang berada didalam laci uang sengaja aku taruh disana supaya bisa dengan mudah mengambilnya sambil menjaga meja kasir ini.

Ahhh wajahku putih bagaikan porselain, melebihi cantiknya seorang dewi di langit lirihku pelan, yah kelebihanku yang lain selain diriku yang tidak tahu manner seorang lady adalah kenarsisanku, kekeke.. Memang aku ini cantik, tidak ada yang salah toh? Saat aku sedang asyik bermain dengan cermin yang memaparkan kecantikan alamiku, ekor mataku tak sengaja melihat seorang namja, Ah,,, bukan Lay,, keluhku kecewa, anehnya namja itu tak beranjak dari tempatnya berdiri di depan jendela kaca toko, dia hanya memandangiku dengan penuh rasa bingung tersirat dalam tatapannya dia juga terkadang melihatku dengan tatapan takjubnya, lama-lama aku menjadi risih dibuatnya dan mencoba memanggil Kris yang sibuk dengan ice cream cranberry racikannya yang baru. “Oppa, bisakah kau kesini sebentar saja?” panggilku setengah berteriak padanya,”Ya!!! Im Yoona tidak tahukah aku sedang sibuk dengna flavour baru toko es krim kita ini, hah?! Ada apa kau memanggilku tidak bisakah kau selesaikan sendiri masalahmu itu?!” cerocos Kris yang berteriak dari dapur pembuatan eskrim, untuk melanjutkan pembicaraan dengannya saja sudah membuatku ketakutan, dasar COLD GUY! Rutukku dalam hati. Sesuai dengan perkataannya, mau tidak mau aku harus membereskan masalahku sendiri, akupun mengumpulkan keberanianku untuk bertanya laki-laki yang memiliki mata indah itu, dia tidak sesuai jika dibilang namja yang sangat menakutkan wajahnya mungil dan kulitnya sangat bersinar indah, seorang ulzzang yang macho seperti itulah rupanya, namun tatapannya yang tidak beringsut kepadaku cukup membuatku ketakutan dan berpikir bahwa dia itu adalah seorang pervert!

Aku dengan hati-hati mendekati namja itu diluar toko es krimku “hm,,, Kau siapa? Kenapa memandangiku dari jauh? Ada sesuatu yang ingin kau katakan?” namja itu semakin memandangiku seolah-olah aku ini hantu dimatanya,”Aniya, ..” jawabnya, lalu kudengar dia juga bergumam nama yang sama seperti Lay sebutkan,”Yuri agasshi..” lirihnya sambil beranjak menjauh dariku dan berlari seakan takut kukejar.”hmm dasar orang aneh, tapi dia menyebut nama yang sama ya? Yuri, siapakah dia?” akupun jadi kepikiran nama ini, nama yang membuat Lay salah mengenaliku dan berkenalan denganku, membuatku bergetar hebat dan merasakan sensasi yang berbeda saat bertemu dengannya.

“Kau datang membawa temanmu,hah,,,” sindirku padanya yang tadi terlihat kabur saat aku melihatnya kembali dengan dua orang temannya, salah satunya adalah namja yang aku kenali, Lay oppa,”Lay,, O,,,ppa..” kataku terbata-bata saat melihat dia berjalan kearahku dengan seorang gadis. Tidak mungkin, gadis itu bukan pacarnya kan? Aku tidak mau cintaku layu sebelum berkembang, Tuhan… biarkan aku meyakini kalau yeoja itu bukan milik Lay oppa orang yang aku cintai, jerit Yoona dalam hati, semakin melihat yeoja itu pikirannya semakin kalut apalagi dia melihat tangan yeoja itu bergelanyut manja di lengan Lay oppa yang kekar.

 

“Yoona ssi, perkenalkan dia adalah Yuri ssi yang sebelumnya aku maksud dan aku kira dia adalah dirimu.” Lay oppa mengenalkan yeoja yang berada disampingnya. Namja tadi tidak bergeming sedikitpun dari tempat dia berdiri, dia hanya menatap Yuri dengan tatapan yang begitu sedih, kenapa? ada apa dengannya? apa hubungannya dengan yeoja yang bernama Yuri ini? tiba-tiba oppaku si Cold Guy memanggilku, “Yoona, bukankah kau harusnya menjaga meja kasir ini? bagaimana kalau ada yang beli hah?” cerocosnya sambil melipat kemejanya agar tangannya lebih leluasa membawa es krim yang fresh buatannya. “Tunggu…” tiba-tiba saja Lay sudah ada dibelakangku, rupanya dia mengikuti masuk ke dekat pintu dapur. “Bolehkah aku meminjam waktunya sebentar saja? tidak akan lama, aku janji.” kata Lay begitu mantap dan tenang. “mworagu? baiklah tapi jangan lama.” Wow dia berhasil meyakinkan Kris oppaku.

 

Saat ini kita berempat duduk dikursi dicafe dekat pasar. Lay duduk dekat diriku dan namja itu duduk dekat Yuri. “ouh iya, aku lupa mengenalkan dia padamu pantas saja kau terlihat canggung jika melihatnya. Dia Xi Luhan, hoobae yang sudah aku anggap sebagai dongsaengku sendiri.” katanya sambil menghela nafas panjang, Luhan tersenyum padaku saat Lay mengenalkannya padaku. “Yuri ssi ini tidak terlihat mirip denganku tidak seperti bagaimana kalian begitu mempercayai bahwa dia itu aku, wajah kami sangatlah berbeda, kau Luhan ssi bahkan sebelumnya melihatku bagai seorang hantu di siang bolong, apa pandangan mata kalian terganggu.” emosi yang aku tahan sejak tadi mulai membuncah didadaku akhirnya keluar juga. “Dia mirip denganmu sebelum…” belum juga Luhan melanjutkan kalimatnya, Lay oppa memotongnya. “Biar aku jelaskan, aku tak ingin kau mencampur adukkan ini dengan perasaanmu.” ujar Lay oppa, kontan membuat Luhan, aku dan Yuri ssi terkejut, apa maksud dari semua ini, kulihat pipi Yuri ssi menyemburatkan warna merah yang merambat dipipinya karena dia sedang malu, sementara itu Luhan ssi hanya memalingkan wajahnya ke arah lain tidak tahan untuk saling berhadapan dengan Yuri ssi wanita yang dia sukai sepertinya. Hmm “Begini..Yuri ssi adalah pewris dari perusahaan besar, kau mungkin tahu perusahaan Crown yang dimiliki keluarga Oh?” tanyanya padaku, akupun mengangguk siapa yang tidak kenal perusahaan keluarga itu sangat besar dan sukses terutama dalam bidang property tetapi mengenai siapa pewaris dan utri dari keluarga Oh aku sama sekali tidak tahu, Lay melihatku menganggukkan kepala Lay oppapun melanjutkan narasinya. “Saat ulang tahunya, kami bekerja part time padanya menjadi waiter disana karena itu kita hanya bisa bertemu dengannya sekali saja saat itu saja, tepat saat dia merayakan ulangtahunnya itu ayahnya Yuri, Oh Sehun ssi meninggal dalam kecelakaan jet pribadinya. Kematian ayahnya ini membuat banyak yang merebutkan kursi yang dia duduki dimana ayahnya sudah menunjuknya sebagai Presiden Direktur yang baru…” Lay menghela nafasnya, mendengar itu mataku otomatis melihat sosok yeoja yang sedang duduk didepanku itu, wah sungguh beruntung sekali yeoja ini. tetapi ekspresi wajahnya tidak semenakjubkan takdirnya sebagai seorang putri pewaris perusahaan ayahnya yang besar itu.

 

Flashback On

Lay POV

“Oppa, aku sudah mengingatnya saat aku melihat foto itu, foto itu membuat aku teringat kembali semua jati diriku aku adalah Oh Yuri putri dari perusahaan Crown keluarga Oh.” Kata Soori sambil terisak mengingat dan menumpahkan semua memori yang ada dipikirannya saat ini. Tetapi sulit untuk mempercayainya karena susah sekali mencari informasi  sebenarnya mengenai Oh Yuri ini, apalagi mungkin banyak sekali yeoja yang ingin menggunakan identitasnya semenjak dia dinyatakan hilang oleh tunangannya Kai di rapat pemegang saham terakhir kali. “Percayalah padaku oppa,” sambungnya saat menelisik ekspresi tidak percayaku akan semua hal yang dia ucapkan. Luhan yang mendengar hal tersebut hanya diam seribu bahasa, ekspresi wajahnya itu tidak bisa ditebak apa yang sebenarnya dia pikirkan dan dia rasakan, selama ini sepertinya Luhan mulai menyukai Soori aku bisa tahu dari semua sikap lembutnya yang dia tutup-tutupi dengan sikapnya yang keras pada Soori.

“Apa yang bisa membuat kami berdua percaya padamu?” lirih Luhan tiba-tiba saja saat aku mulai capek dengan semua hal yang ada diotakku saat ini.”Aku bisa tahu kalian ini part time saat aku ulang tahun.” Singkat kata yang diucapkan Soori, namun mampu menohok kami berdua. Sekarang aku yakin sekali, dia benar-benar Yuri tetapi… kenapa saat aku mengetahui dia itu Yuri aku sama sekali tidak bahagia ataupun merasakan hal yang aneh yang merasuki diriku, kenapa?, “Akan aku beritahu kalian rahasia kita bertiga, saat aku menuruni tangga aku sempat hampir terjatuh dan Lay oppa lah yang menolongku saat itu, sementara Luhan oppa hanya diam saja meski dengan wajah terkejutnya.” Kata Yuri lagi, perkataannya yang terakhir ini semakin membuatku percaya, kejadian yang dialami Yuri ini memang hanya diketahui oleh kita bertiga, karena pelayan yang lain sibuk dengan kegiatannya masing-masing saat itu dan bila Soori ini memang berniat menipu kita, bagaimana bisa tahu detail bagaimana aku menangkapnya saat dia hampir terjatuh? Aku meyakinkan diri untuk mempercayainya. Lalu dengan wajahnya yang masih basah oleh tangisannya sendiri Yuri mulai melanjutkan ceritanya,”Saat itu adalah hari terburuk bagiku, semua pemegang saham menolakku menjadi Presiden Direktur baru, kemudian dengan mentalku yang tidak stabil karena kepergian ayahku yang tiba-tiba, serta nafsuku yang berkurang Kai, tunanganku itu mengusulkan untuk tinggal sementara di villa, villa tempat kau menemukanku dalam kebakaran. Saat itu aku sangat bahagia bersamanya, aku benar-benar merasakan kehangatannya, tiba hingga saat makan malam terakhir, malam itu Kai terlihat berbeda dia sangat terlihat mempesona dan membuat aku lengah tanpa sepengetahuanku sepertinya dia yang memasukkan obat tidur ke makan malamku dan membuatku tertidur, sementara dia mulai sibuk menyiapkan api untuk membakar villa beserta isinya yakni aku yang saat itu terbaring dikamarku. Huhu,,,huhu,,,huhu,,” tangisnya semakin menjadi, setiap penjelasannya semakin membuat pemikiranku terbuka, puzzle yang selama inin menghantui pikiranku akhirnya terpecahkan. Aku tahu saat ini bagaimana jalan pikiran Kai, aku yakin sekali dia ingin merebut perusahaan Crown dari keluarga Oh, karena itu dia dengan tega menyakiti Yuri. “Sepertinya Kai ingin merebut perusahaan keluargamu..” ucapku menyimpulkan semua puzzle yang sudah tersusun rapi diotakku. Luhan yang kembali diam dan mendengarkan setiap pembicaraan yang kami buat mulai beranjak dari duduknya dan pergi, sepertinya dia menuju ke arah pasar, mau apa dia sebenarnya? Flashback OFF

Yoona POV

Entah apa maksud dari ketiga orang ini menemuiku dan menceritakan kisah sedih dari seorang putri pewaris perusahaan terbesar di Asia yang menurut yah,, tidak terlalu menyedihkan jika dibandingkan dengan kehidupan orang lain yang tidak mempunyai uang dan harus bekerja keras untuk bertahan hidup. Saat aku sedang asyik dengan lamunan dan pikiranku, ekor mataku menangkap tangan Lay oppa yang sedang mengaduk-aduk tas yang berukuran sedang yang sedari tadi dia selempangkan.”Nah ini dia,” katanya sambil menyodorkan selembar foto. Hah, fotoku.. kenapa ada fotoku disini? Ini benar wajahku kan? Tapi kenapa aku tidak pernah merasa ingat telah memakai gaun berwarna kuning itu ya? Kedua alisku mengerut pertanda bingung dan pertanyaan-pertanyaan mulai bermunculan dipikiranku, melhat sikapku yang seperti itu dia kemudian meresponnya dengan berujar,”Dia adalah Yuri.”, “ Hah, kau bercanda oppa, Yuri mana lagi yang kau coba kenalkan padaku?tidak cukupkah Yuri ini yang kau kenalkan padaku,” kataku sambil mengambil nafas panjang, mencoba menstabilkan lagi mentalku karena melihat foto ini. Mungkin foto ini adalah hasil photoshop bagus sekali hasilnya, terlihat natural dan sangat mirip.

“Itu benar, foto ini adalah fotoku yang Luhan oppa ambil saat aku merayakan ulang tahunku.” Ujar gadis itu, mencoba menjawab semua pertanyaan dalam pikiranku sembari mengambil secangkir capucinno yang ada di depan mejanya.

Kenapa kita terlihat begitu mirip jika dibandingkan dengan foto ini, aku seperti melihat bayanganku sendiri. Lalu jika ini Yuri dan foto ini  adalah Yuri, kenapa wajah mereka tidak sama?

___To Be Continue____

 

P.S: maaf ya kalo yang ini kurang seru dan bikin gereget… >,<

3 thoughts on “[FF Freelance] Twins Sister (Chapter 4)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s