[FF Chapter] The Shadow Of The Moon [Part 1]

 

shadowmoon

Title        : The Shadow Of The Moon

Author     : Lee Tae Ri

Cast        :

  • Kris EXO as Wu Fan
  • Song Ji Yoon OC

Genre    : Romance Fantasy

Rating    : PG-15


Malam semakin larut, kupercepat langkah kakiku menyusuri trotoar kota Beijing yang sedikit basah akibat hujan yang turun perlahan malam ini. Seharusnya aku tahu, aku tidak boleh melakukan hal ini lagi. Tapi, apa yang bisa aku lakukan bukan salah ku.

 

Waktu yang salah, berjalan begitu cepat ketika aku memainkan benda didalam kotak hitam yang tengah kujinjing saat ini.

 

Ya, aku terlalu asik bermain biolaku diruang latihan hingga aku lupa waktu. Namaku Song Ji Yoon  umur 24 tahun, seorang pemain biola, rambutku panjang berwarna hitam, hidungku mancung, mataku seperti orang asia timur umumnya, banyak yang mengatakan aku cantik dan.. Ah. sial jika aku berjalan sepelan ini rambutku akan basah dan aku tidak bisa mengikuti pertunjukan besok karena demam.

 

PUK !

 

Aku melompat terkejut ketika seseorang menepuk pundakku dari belakang. Dengan tatapan kesal aku menoleh dan menemukan lelaki itu berdiri dibelakangku dengan muka datar seperti biasa.

“Kau, apa yang Kau lakukan disini?” Tanyaku sebal.

“Menjaga Anda, Nona.” Jawabnya singkat. Aku memutar bola mataku “Menjagaku?” Kuulang jawabannya dengan pertanyaan “Kau bahkan hampir membuat jantungku berhenti tadi.” Keluhku.

 

“Maafkan aku, Nona.” Jawabnya menundukkan kepalanya. Aku menghela napas, bahkan minta maaf pun wajahnya tetap datar.

“Ya sudah cepat. Aish berbicara denganmu membuat ku semakin terlambat.” Gerutuku berbalik dan mulai melangkahkan kakiku berjalan pulang. Bisa kudengar langkah kakinya yang mengikutiku dari belakang.

 

Angin malam berhembus semakin kencang, menerbangkan dedaunan yang gugur di akhir musim kemarau ini. Langit semakin mendung menutupi cahaya bulan. Terdengar suara-suara petir diatas sana yang membuatku melangkahkan kakiku semakin cepat.

 

Tik ! Tik ! dapat kurasakan butiran-butiran air itu turun dan mengenai wajahku sebelum akhirnya menjadi semakin deras. Kutolehkan wajahku kesamping dan mendapati lelaki itu berlari disampingku. Ia melepaskan jaketnya memegangnya dengan lebar diatas kepalaku agar aku tak kehujanan. Kami berdua berlari menuju halte terdekat untuk naik bis terakhir malam ini dan pulang ke rumah.

 

3 menit kemudian kami sampai di halte setelah berlari kira-kira 500 m. Aku duduk diatas bangku panjang berwarna hijau yang berada di halte. Mengatur nafas ku yang memburu, kudongakkan kepala ku menatap lelaki itu yang berdiri tegap memeriksa keadaan. Baju dan rambutnya yang pirang basah kuyup. Aku tahu dia kedinginan, bibirnya membiru dan bergetar. Tapi, melihat wajahnya yang datar aku yakin dia sedang berusaha terlihat kuat didepanku.

 

“Hey ! duduklah.” Seruku. Dia menatapku dan mengangguk sekali. Kuulurkan jaketnya yang tadi kugunakan untuk menghangatkan tubuh.

“Tapi Nona..” Dia mengeluh dengan wajah datarnya “Aku tak apa, kau lihat kan bajuku tidak basah. Ini karenamu, terimakasih.” Jawabku dan tersenyum kepadanya.

Dengan ragu dia mengulurkan tangannya dan meraih jaketnya dari tanganku “Terimakasih.” Ucapnya.

 

Sudah 5 menit aku menunggu dan bis terakhir belum juga tiba. Kulirik arloji yang melekat dipergelangan tanganku. “Pukul 10 malam.” Gumamku. Sial, aku sudah terlambat 1 jam. Kalau terus sepeti ini ayah akan melarangku bermain biola sampai larut.

 

Aku menengokkan kepalaku kekiri dan kekanan. Tidak ada siapa-siapa disini selain kami berdua. Entah mengapa aku tidak merasa takut padanya.

 

Dia, namanya adalah Wu Fan, umurnya sekitar 23 sampai 25 tidak berbeda jauh denganku. Wu Fan menjadi bodyguard ku 2 minggu yang lalu ketika aku hampir menjadi korban pemerkosaan. Aku berusaha meyakinkan ayahku kalau aku bisa menjaga diri dan melawan mereka dengan kemampuan bela diriku. Tapi ayah bersikeras menyewa bodyguard untukku dan Wu Fan adalah orang itu.

 

“Nona bisnya sudah datang.” Ucapan Wu Fan membuyarkan lamunanku tentang dirinya. Dia berdiri didepan pintu bis dan mempersilahkan aku masuk duluan.

 

Ґћἒ Šħᾰđόῳ Ỡf Ґћἒ Мὄόᾗ

 

Kuhempaskan tubuhku diatas kasur. Ayah tidak pulang ke rumah malam ini. Jadi setidaknya aku bisa beristirahat tanpa mengkhawatirkan nasihatnya. Kulirik jam yang menggantung didinding berwarna merah muda di kamarku. Setengah sebelas malam.

 

Bajuku sudah kuganti dengan baju tidur. Kutarik selimut dan mencoba menutup mata. Tapi sebuah pertanyaan melintas dibenakku, bagaimana dengan Wu Fan?.

 

Ya ampun ini gila, bagaimana bisa aku mengkhawatirkan lelaki itu. Aku mendudukkan tubuhku diatas ranjang menyingkap sedikit selimut yang sempat kugunakan. Aku menatap pintu kamarku, haruskah aku keluar dan menanyakan keadaanya? .

 

Ґћἒ Šħᾰđόῳ Ỡf Ґћἒ Мὄόᾗ

 

Pada akhirnya, disinilah aku berada didepan pintu kamar lelaki itu dengan ke dua tangan yang memegang gelas berisi coklat panas. Yang sempat aku buat sebelum berjalan kesini. Aku tidak bisa membangunkan pembantu dirumahku, mereka mungkin kelelahan dan sudah tertidur lelap.

 

Wei , Wu Fan. Kau sudah tidur?” Aku setengah berteriak didepan pintu kamarnya. Tidak ada jawaban, tapi aku bisa mendengar langkah kaki yang mendekat dan kemudian pintu kamarnya terbuka, menyembulkan kepalanya keluar dan menatapku dengan tatapan datarnya.

 

“Turunlah, mari kita berbincang diruang keluarga.” Ucapku kemudian berbalik menuruni tangga menuju keruang keluarga dilantai satu. Kuletakkan kedua gelas ditanganku tadi keatas meja dan duduk disalah satu sofa diruang keluarga.

 

Sedetik kemudian Wu Fan duduk disebrang sofaku. “Minumlah aku membuatkannya untukmu tadi.” Ucapku. Dia menatapku “Terimakasih Nona.” Ucapnya kemudian meraih gelas berisi coklat panas yang tadi kubuatkan untukknya.

 

Aku meraih gelasku, meneguk coklat panas itu perlahan. Untuk beberapa menit keheningan terjadi diantara kami dan aku mulai jengah, pada akhirnya aku memutuskan untuk berbicara.

 

“Ini minggu ke 2 Kau bekerja dengan ayahku, bagaimana menurutmu? Apa aku menyusahkanmu?”

Dia menatapku dan menggeleng “Tidak, tentu saja tidak Nona. Kenapa Anda berpikiran seperti itu?”

Aku memiringkan kepalaku “Tak apa, hanya saja jika Kau merasa kesulitan denganku, Kau bisa membicarakannya denganku.” Ucapku sembari tersenyum, aku menundukkan kepalaku.

 

Sial, kenapa aku harus mengajaknya bicara. Aku bisa sajakan memberikannya coklat panas dan sedikit alasan kemudian kembali ke kamarku.

 

“Nona, Anda baik-baik saja?” Aku terkejut menatap Wu Fan. Dan sadar kalau tanganku tengah terangkat, entahlah mungkin tanpa sadar aku memukuli kepalaku. Ya ampun, apa yang harus aku lakukan? Ini benar-benar memalukan.

 

Aku berdiri dari tempat duduk dan berpura-pura menguap “Ah, kurasa aku mulai mengantuk.” Ucapku “Sepertinya aku akan langsung ke kamar saja. Bisakah Kau membereskannya untukku?” Ucapku sambil menunjuk bekas gelas yang tadi kuminum.

 

Wu Fan berdiri “Tentu Nona.” Ucapnya. Aku tersenyum canggung “Terimakasih,” Ucapku dan berjalan menuju kamarku “Ah !” Aku berbalik “Selamat malam.” Ucapku kemudian melanjutkan langkahku. Samar-samar aku dapat mendengar suara Wu Fan mengucapkan “Selamat malam.”

 

Dan aku tak tahu mengapa, tapi aku rasa malam ini aku akan tidur lelap.

 

A/n : annyeong haseyo reader deul, mian taeri jarang publish atau jarang nulis lagi ya, gatau malah kalau masih ada yang ingat atau gak hehehe. Anyway cerita ini tadinya mau aku jadiin novel, tpi setelah beberapa bab taeri mulai mati (males ngetik-_-) . so taeri decide to publish this story for you reader, and for myself. I wish I can get some spirits and some critics after read your comment later, so please komen ya buat semangat author. Neomu neomu gamsahamnida reader *bow*

12 thoughts on “[FF Chapter] The Shadow Of The Moon [Part 1]

  1. feelnya dapet, dan segala hal yang ada hubungannya dengan Kris adalah menarik buat saya, oops.. jadi ya saya akui saya subjektif tapi ini keren! Akan setia menunggu kelanjutannya, thor🙂

  2. biasanya aku jarang baca ff genre fantasy
    rame cepet lanjut yaa author sayoong😉
    keep writing tae ri ssi🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s