[FF Freelance] Fangirl vs Fanboy

fanboy-vs-fangirl

Title                 : Fangirl vs Fanboy

Author             : Quorralicious

Length             : oneshoot

Rating             : 17+

Genre              : Happy Romance, fluff

Main Cast        : Sehun EXO, Kris EXO dan Yoona SNSD

Pairing             : Yoona SNSD dan ??????

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

Credit Poster   : kissmedeer @posterdesigner.wordpress.com

A.N                 : TADA!!! Ada yang suka yoonkris atau Yoonhun? Ff ini Hadiah ya buat windeers karena part yoonhun di Royal Beethovennya kurang romantis. WARNING Typo bertebaran, SIDERS please go away, TRUE READERS yook merapat, jangan lupa RCL nya ya, Happy reading ^^

 

“Hah?!!!”

“KAU LAGI!!!” teriak mereka berbarengan,

“Kenapa sih selalu ada kamu disini? Aku jadi kesal setiap kali melihat wajahmu itu, padahal kan aku ingin merasakan kesenangan saat fanmeeting jam 2 nanti,” cerocos yeoja yang menggunakan bando berwarna pink, lengkap dengan kaos bergambarkan idolanya saat ini, Kris Wu.

Namja yang terkena cerocosan yeoja tadi tidak tinggal diam, “Memangnya siapa yang ingin bertemu dengan kamu disini? Aku disini ingin bertemu Kris Wu hyung juga!” dia menimpali cerocosan yeoja tadi dengan cerocosannya yang tidak kalah kerasnya membuat beberapa fans lainnya melongo melihat pertengkaran mereka. Meski begitu ada beberapa fans juga yang tidak mengacuhkan pertengkaran kecil mereka seakan semua itu sudah biasa bagi mereka, yup! Didunia fangirling dan fanboy sepertinya pertemuan dengan sesama fans sudah biasa sehingga terkadang mengakibatkan persaingan yang cukup sengit diantaranya.

“AAAAHHH OPPPAAAAAA!!!”

“HYUNGIIIIEEEEE, KRIS HYUNG!!!!!!!”

Teriakan bisa terdengar dari segala arah dimana semua fans memenuhi venue acara fanmeeting ini, sepertinya sang Idola sudah menampakkan batang hidungnya sehingga membuat para fansnya berteriak histeris seperti itu dan benar saja, seorang namja yang baru saja keluar dari van mewah berwarna putih itu terlihat keren dengan style pakaiannya yang khusus dipadupadankan oleh stylistnya, penampilannya selalu tampak luar biasa dengan setelan jas yang dikenakannya, dua kancing teratasnya sengaja dibiarkan terbuka memamerkan dadanya yang bidang, kacamata hitam sudah melekat diwajahnya menyembunyikan keindahan matanya yang berwarna biru keabu-abuan sementara rambutnya dibiarkan tergerai lembut diatas dahinya sehingga menambah kesan manly secara keseluruhan.

“Kyaaaa….!!” jeritan keras terdengar jelas keluar dari mulut para fansnya, mereka masih berteriak-teriak histeris tak terkecuali Im Yoona, yeoja yang baru saja bertengkar dengan seorang namja yang selalu menjadi saingan dan pengganggu diacara fangirlingnya, Oh Sehun.

Lengkingan suara Yoona yang menyeruak diantara suara fangirl lainnya berhasil menarik perhatian Kris Wu yang saat itu sedang lewat dihadapannya, jantung Yoona berdegup kencang bahkan dia tidak bisa menarik nafas melalui mulut atau hidungnya itu dia hanya bisa bernafas tertahan saat langkah kaki jenjang idolanya mulai mendekatinya, “Kalau tidak salah, kau Im Yoona kan?” sapa Kris Wu yang tak lupa mengerlingkan matanya itu.

Bagaimana ini, kenapa aku malah terdiam begini kesempatan ini jarang terjadi Im Yoona!! Bangun dan sadarlah! Teriak Yoona dalam hati karena otak dan mulutnya tidak bisa berfungsi seperti biasanya karena tubuhnya masih terguncang, sementara matanya masih mengerjap-ngerjap melihat Kris Wu menyapanya dan hanya beberapa detik Kris Wu didepannya, kemudian dia melanjutkan langkah kakinya menyusuri kerumunan fansnya yang lain dimana Sehun juga masih berkerumun disana berusaha mendapatkan perhatian seorang hyung yang menjadi suri tauladannya itu.

Kris Wu oppa masih mengenaliku, dia mengetahui namaku dan menyebutkannya, KYAAA!!! Senangnya tidak sia-sia saat itu aku menerobos kerumumnan fangirl yang sedang mengantri di fanmeeting yang diadakan di Word Mall itu, pikiran Yoona melayang masih membayangkan kejadian tadi dimana Kris Wu menyebutkan namanya walau hanya sekejap tapi itu semua terasa bagai sebuah mimpi baginya, baginya yang merupakan fangirl dari namja tersebut.

Yoona masih tersenyum-senyum sendiri dipintu masuk Lotte Mart tempat diadakannya event fanmeeting ini, semua fans lainnya sudah masuk untuk mengantri dan mengharapkan pertemuan dengan idola mereka. “Jangan senang dulu, menyapa bukan berarti dia senang dia mempunyai fans sepertimu,” gumam sebuah suara berat dari arah dalam Lotte Mart, Yoona mendelik mengenali suara yang seharusnya tidak dia hiraukan itu, “Kau iri, Oh Sehun!” decak Yoona tak percaya dengan apa yang baru saja namja dihadapannya itu katakan.

“hmft.. mungkin dia hanya ingin bersopan santun denganmu, suaramu tadi terlalu kencang Nona Im tentu saja memekakkan telinganya yang baru saja tiba,” Sehun menghela nafas sebelum dia melanjutkan kalimatnya yang lebih tajam dan menusuk,”Aku tidak suka kau dekat-dekat dengan hyung-ku. Jangan pernah dekati dia!” ancam Sehun berlebihan, Yoona yang hanya bisa mendengarkannya saja terdiam seakan-akan dirinya itu terikat dan harus mendengarkan kalimat belum selesai dilontarkan Sehun, ”Kau seharusnya tahu dia menyapamu agar suaramu yang jelek itu merusak telinganya yang sangat berharga itu, kau mau dia menghentikan karirnya karena rusak oleh suaramu itu hah!” bentak Sehun, dia masih kesal karena Kris Wu sama sekali tidak memerhatikannya hari ini seberapa kuat suaranya tetap saja suaranya yang berat itu akan kalah ditengah suara-suara fansgirl yang tentunya lebih melengking ketimbang suaranya itu.

Yoona sudah tidak kuat lagi mendengar kalimat-kalimat tajam yang dilontarkan Sehun kepadanya, dia hanya ingin lebih dekat dengan idolanya Kris Wu apa salah? Matanya mulai memerah jika mengingat semua perkataan namja perawakan jangkung itu barusan, dia menutup telinganya dengan menangkupkan kedua tangannya didaun telinganya mencoba menjauh dari tempat dimana namja itu masih berkoar-koar dan meneriakkan namanya sekali-kali.

Sehun jahat, kenapa dia harus melontarkan kalimat-kalimat yang begitu menyakitkan seperti itu sih? Kita seharusnya bersaing dengan adil, gumam Yoona sambil mengambil langkah-langkah cepat menuju tempat dimana event yang diselenggarakan itu akan segera dimulai.

Yoona tidak menyadari sama sekali bagaimana ekspresi Sehun saat dia meninggalkan namja itu dengan perasaan dan raut wajah yang terluka, terluka karena kalimat yang diucapkan Sehun terlalu berlebihan. Airmata Yoona sudah tidak terbendung lagi, butira-butiran kristal yang sedari tadi ditahan dipelupuk matanya kini mulai keluar dengan bebasnya meski dia tahu antriannya sudah tidak begitu panjang dan gilirannya bertemu dan mendapatkan tandatangan Kris Wu sebentar lagi tiba.

“Nona Im?” tegur Kris Wu saat tiba gilirannya Yoona, sementara Yoona tidak menyadarinya karena masih sibuk berperang dengan bathinnya sendiri, mempertanyakan perlakuan Oh Sehun yang dulu teman sekelasnya itu. Saat Kris Wu melihat jejak-jejak butiran airmata Yoona dipipinya kemudian dia berdiri tegak dihadapan Yoona seraya berkata “Kau menangis? Kenapa kau menangis? Jangan menangis, nanti wajah cantikmu akan tertutupi,” Kris Wu kemudian menunduk mendekat kearah wajah Yoona dan memegang wajah Yoona dengan kedua tangannya yang terkautup dipipi Yoona, kedua jempolnya kini sudah dengan gesitnya menghapusi setiap jejak yang tidak disukainya itu.

“Berjanjilah, ini terakhirnya kau akan menangis didepanku,” gumam Kri Wu pelan, matanya tetap menatap Yoona dengan lembut, mendapat perlakuan seperti itu dari idolanya membuat Yoona buru-buru menegakkan kembali kepalanya dan mengembangkan senyumannya didepan Kris Wu seakan-akan kejadian menangis nya itu tidak ada. Kris Wu kemudian kembali sibuk dengan tugasnya untuk memberikan tandatangan, Yoona tidak segera beranjak pergi dari tempat fanmeeting karena syal buatannya itu belum sampai ketangan pemiliknya, Kris Wu.

“Hmm… Oppa, ini untukmu,” ujar Yoona malu-malu sambil mendekati Kris Wu yang baru menyelesaikan acara sesi tandatangannya itu, syal berwarna merah itu terlihat hangat dan fashionable sang idola yang kelewat fashionista pun sepertinya menyukai syal tersebut karena dia langung mengambil syal tersebut dari tangan Yoona dan kembali menyunggingkan senyumannya yang menawan sambil berujar,”Terimakasih Yoona-ssi kuharap kita akan bertemu lagi dilain kesempatan,” Kris Wu melambai-lambaikan syal merah buatan Yoona yang ada ditangannya.

Perasaaan Yoona yang sudah sumringah kembali itu kemudian berubah lagi saat tangan besar seorang namja dibelakangnya menahannya untuk pergi,”Maaf jika aku terlalu kasar,” ujarnya sambil menundukkan kepala karena masih merasa bersalah, ditatapnya wajah Yoona dan matanya yang masih memerah karena menangis tadi. Yoona yang tidak ingin perasaan bersalah menggelayuti namja didepannya itu kemudian melepas tangan namja tersebut yang masih mendarat dipundaknya,”Tidak apa-apa, aku sudah biasa,” godanya yang kemudian menampilkan senyuman terbaiknya membuat Sehun terperangah kaget menatap senyuman Yoona kemudian dia kembali memasang wajah datarnya itu. Yoona kemudian menjulurkan lidahnya kearah Sehun yang masih kaget dengan sikapnya yang berubah itu, “Tetap saja Kris Wu oppa itu milikku dia tidak akan mau dengan namja sepertimu,” ledek Yoona, dia kemudian berlari menghindar saat Sehun mencoba menangkapnya yang sedari tadi meledek Sehun dengan selalu menjulurkan lidahnya.

 

“Ya! Kenapa kau mengganti foto banner blogku seenaknya? Aku kan adminnya!” gerutu Sehun pada Yoona yang sedang asyik dengan lolipopnya yang besar itu,”Kau itu kurang update makanya aku segera membuat banner yang lebih bagus ketimbang buatanmu yang old fashion itu,” timpal Yoona dengan entengnya, sejak event fanmeeting itu keduanya akhirnya berteman baik meski terkadang selalu diramaikan oleh persaingan mereka dengan hal-hal kecil terkait idola mereka Kris Wu,

“Yoong, aku dapat foto eksklusif Kris Wu hyung yang belum dipublish dimanapun,” pamer Sehun,

“Ah, itu tidak seberapa dengan punyaku, aku memenangkan lelang boneka kesayangan Kris oppa saat kecil,” pamer Yoona tidak mau kalah sengitnya dengan Sehun.

“Aigoo, kau yakin itu barang asli? Tidak mungkin Kris hyung mau bermain boneka, yang benar itu ini lihat!” bantah Sehun, dia tidak terima kalau Yoona menang dalam kontes pamer memamerkan barang idolanya itu. Sehun memamerkan salah satu masterpiece Kris Wu lukisan yang dibuatnya, Kris Wu ini selalu ingin disebut seorang picasso karena itulah dia senang melukis walau sebenarnya lukisannya itu tidak lebih bagus dari lukisan anak TK, hehehe.

“Baru segitu sudah dipamerkan, lihat ini!” Yoona mengeluarkan beberapa lembar sketsa yang sedari tadi dia simpan didalam tas   berwarna cokelatnya itu, “WOW,!! Karya-karya Kris Wu hyung yang lain, !” seru Sehun takjub sambil mengambil semua lembar sketsa itu, dia yakin kalau ini barang idolanya karena idolanya itu pernah menggambar di salah satu acara televisi di China yang dinamakan Happy Camp. Selalu begitu hari-hari yang mereka lalui penuh canda dan tawa dan saling memberitahu kabar mengenali idolanya itu.

.

.

.

“Yoona, sedang apa sih lama sekali?” gerutu Sehun yang sudah siap dimobilnya, keduanya sepakat untuk menonton premier film Kris Wu yang terbaru yang berjudul “Cool Galaxy Guy”

“Iya, Iya cerewet ini juga aku sudah siap!” teriak Yoona dari dalam sambil memasangkan high heelsnya yang berwarna pink, cocok dengan dress yang dia kenakan saat ini membuatnya terkesan girly sekaligus anggun.

.

.

“WOW! Aku baru tahu jika alien bisa bersikap cool,” racau Yoona saat melihat adegan film didepannya sementara namja disampingnya tidak berkedip memandangi Kris Wu yang duduk tak jauh dari mereka,”Yoong, Kris Wu hyung begitu ganteng jika dilihat dari samping, aku ingin seperti dia!” terang Sehun yang tidak diacuhkan Yoona, Yoona masih sibuk mengikuti alur cerita yang benar-benar diluar kontrol, kenapa? Karena saat ini adalah adegan kiss scene dimana Kris Wu akan mencium yeoja yang menjadi lawa mainnya itu,”Sehun.. Sehun fokus, lihat itu!” tunjuk Yoona memperlihatkan Sehun yang sedari tadi memperhatikan Kris, saat Sehun memutar arah bola matanya yang kemudian menajdi tertuju kelayar film, dia hanya bisa menelan ludah pelan melihat adegan yang panas didepannya.

Film yang sangat apik dimana memperlihatkan begitu jelas sensasi beda planet yang diceritakan berbeda galaksi itu dan adegan kiss scene didalam pesawat luar angkasa dimana gravitasinya tidak ada, membuai mata penonton saat itu.

“WUAHHH!” teriak Yoona gembira saat film telah selesai, “Filmnya JJANG!” serunya lagi, selalu dan selalu teriakannya itu menarik perhatian Kris Wu yang sedang sibuk menajbat tangan para jajaran produser film dan sutradaranya,” Yoona-ssi!” sapanya sambil menatap Yoona yang berdiri tak jauh darinya,”Kri Wu oppa,!” pekik Yoona saat Kris Wu tiba-tiba memeluknya, Sehun yang berada disamping Yoona tidak dia pedulikan. Sehun hanya diam mematung melihat idola yang dikaguminya hanya berdiri didepannya tak jauh darinya.

Sambutan pelukan Kris Wu ini kontans saja membuat semburat merah terlihat dari pipi Yoona yang merona karena malu, Yoona melepaskan pelukan Kris Wu dan kemudian memperkenalkan Sehun yang masih berdiri mematung,”Hallo,” sapa Kris dengan karisma nya itu,”Annyeong, hyung!’ seru Sehun saat sadar orang yang dikaguminya itu menyapanya,”Boleh aku pinjam Yoona malam ini, kau temannya kan?” tanya Kris Wu to the point, membuat Sehun hanya bisa menganggukkan kepalanya.

.

.

.

Kris Wu membawa Yoona dengan mobil pribadinya, “Oppa, kita mau kemana?” tanya Yoona yang sedari tadi terdiam memandangi Kris yang sedang sibuk dengan setir dan pedal mobilnya itu, “Kita akan makan malam,” sahut Kris dia memalingkan wajahnya sebentar kearah Yoona lalu terfokus kembali kearah jalanan.

.

.

Pipi Yoona kembali merona saat Kris memegangi tangan kirinya yang bebas tidak memegangi sendok ataupun garpu,

“Yoona-ssi… boleh aku jujur?” Kris membuka kalimat yang sedari tadi dia rangkai selama perjalanan mereka, Yoona menjawabnya dengan menganggukkan kepala karena mulutnya penuh oleh pasta yang tadi dia suapkan kemulutnya itu.

“Aku sudah sejak dulu menyukaimu, maukah kau menjadi kekasihku?” tanya Kris Wu melanjutkan kalimatnya yang tadi sengaja dipotong, Yoona membelalakan matanya seakan kedua matanya itu akan keluar dari peraduannya mulutnya membulat mendengar ungkapan perasaan Kris, seorang idola yang dia kagumi didepannya itu.

Belum juga Yoona menjawab pertanyaan dari pernyataan Kris, Kris melanjutkan ucapannya itu. “Aku tahu kau sudah menjadi fans ku sejak aku merintis karirku dari awal, saat itu kau masih SMP sedangkan aku sudah SMA. Aku sudah menyukaimu sejak awal kita bertemu, hanya saja saat itu karirku baru akan kurintis sehingga aku menahannya, bisa kau bayangkan betapa sulit aku menahan rasa cinta ini?” Yoona kembali tersipu malu mendengar kata-kata manis yang keluar dari mulut Kris ini.

“Betapa was-wasnya aku setiap kali aku menyelenggarakan fanmeeting, aku takut kau sudah berpaling ke idol lain,” gumam Kris, dia menundukkan kepalanya menunggu respon Yoona yang sedari tadi diam mematung dihadapannya.

“hmft..” Yoona menghela nafasnya hanya desahannya yang terdengar..

“A.. aku senang…”

“Aku terharu..”

“dan sepertinya aku tidak akan mungkin berani menolak seseorang sepertimu oppa, karena aku mengidolakanmu,” ujar Yoona, pernyataan tidak langsungnya ini secara tersirat menerima cinta Kris Wu, idolanya itu. Meski Yoona belum tahu perasaan sebenarnya terhadap namja didepannya ini, yang jelas Yoona sangat senang mendengar pernyataan cintanya itu yang tiba-tiba. Mereka tidak perlu saling mengenal kembali, karena Yoona sudah sangat tahu sifat dan karakter Kris oppa melalui sisi fangirlingnya sementara Kris selama ini ternyata memerhatikan Yoona yang selalu berkeliaran disekitarnya mendukungnya sebagai fans.

“Saranghae,” ungkapan yang keluar dari mulut Kris sang idola, walau simpel tapi sangat bermakna bagi seseorang yang ditujukan kalimat tersebut, Yoona.

.

.

.

.

Karena Kris masih menyandang status seorang idola, dimana dia harus menyembunyikan statusnya yang menjadi kekasih Im Yoona, fansnya membuat keduanya selalu berkencan diam-diam. Terkadang Yoona rela menunggui Kris yang masih berkutat bekerja dilokasi syuting, Yoona selalu setia menunggui Kris dimobilnya atau diapartment Kris.Kesibukan Yoona yang selalu meluangkan waktunya untuk menunggu Kris membuat waktunya bersama Sehun lama-lama terenggut, Sehun ditinggalkannya sendirian.

.

.

Sudah genap 100 hari Kris dan Yoona berpacaran diam-diam, meski begitu Kris masih takut akan opini publik jika dia mempublish hubungannya ke media karena itulah Yoona hanya bisa pasrah dengan keputusan Kris ini, karena itulah untuk membuat Yoona bahagia Kris membuat sebuah event untuknya di sebuah hotel bintang 5 yang terkenal akan keamanannya dalam menjaga privasi pengunjungnya karena itulah Kris mengadakannya disana.

Sebuah meja bundar yang berada disisi jendela yang terbuka memaparkan keindahan pemandangan yang dapat terlihat jelas dari lantai tujuh gedung hotel ini, paket makanan yang terbaik pun sudah siap disajikan untuk kedua sejoli. Waktu menunjukkan pukul delapan, makan malam mereka telah selesai, selanjutnya acara berdansa yang diiringi oleh musik klasik yang cocok mengalun lembut, Kedua tanga Kris memeluk pinggang Kris sementara tangan Yoona melingkar dileher Kris yang lebih tinggi darinya, lalu keduanya saling menggoyangkan badannya pelan kekiri dan kekanan mengikuti irama musik yang tercipta.

Kedua mata mereka saling mengunci, saling menatap dengan lembut seakan tidak ingin lepas, mata Kris tidak bisa lepas memandangi bibir Yoona yang mungil berwarna pink tersapu oleh lipstick yang dikenakannya lagi saat di toilet setelah dia selesai makan tadi, bibir Yoona seakan memanggil bibirnya untuk saling bertaut membuat Kris mendekatkan wajahnya pada wajah Yoona sementara tangannya sudah beralih ke tengkuk Yoona menekan tengkuknya agar wajah Yoona semakin mendekat, Yoona hanya bisa mengikuti segala perlakuan Kris kepadanya, baginya Kris yang harus memimpin.

Akhirnya kedua bibir Yoona dilumat habis oleh Kris dengan lembutnya, dikecupinya bibir atas dan bibir bawah Yoona dan agak sedikit ditekannya bibir Yoona tersebut agar dia mau membuka mulutnya membiarkan lidah Kris masuk mengabsen segala sesuatu yangada didalam mulut Yoona, lidah mereka saling berperang dan menambah sensasi indah dalam setiap pagutan mereka.

Baru kali ini Kris menciumnya sedemikian rupa, selama ini paling dia hanya mengecup bibir Yoona ringan saat dia mengantar Yoona pulang kerumahnya. Saat tangaan Kris mulai menjalari setiap senti lekuk tubuhnya, Yoona terkaget entah mengapa disaat dia sedang menikmati setia kecupan bibir Kris dilehernya itu tiba-tiba dia teringat Sehun, dia baru menyadari jantungnya tidak berdetak kencang saat berada didekat Kris, yang dia rasakan semuanya itu hanyalah sebuah nafsu bukanlah cinta. “ehm.. oppa, sudah malam, ayo pulang,” ujar Yoona beralasan, Kris yang sedang menikmati setiap sentuhannya pun merasa dikecewakan.

.

.

“Kan aku sudah pamit pada appa dan eommamu,” protes Kris saat mereka sedang dimobilnya dalam perjalanan menuju rumah Yoona,”Sudah malam oppa, besok lagi kita lanjutkan..

.

.

“Sudah sampai,” ujar Kris yang masih terlihat kesal, dikecupnya bibir Yoona ringan saat dia akan pulang,”Maaf oppa,” gumam Yoona pelan saat melihat mobil Kris yang perlahan menjauh. Jantung ini tidak berdetak kencang untukmu rupanya, aku salah mengartikannya semuanya bukanlah karena aku mencintaimu melainkan karena kaulah idolaku dan aku sangat mengidolakanmu karena itu wajar aku gugup didepanmu, mengidolakan bukan berarti aku mencintaimu. Aku salah. Tangannya diletakkan didada kirinya, lalu selama ini jika jantungnya berdegup kencang saat seorang Oh Sehun didekatnya, apa artinya itu?

Belum juga Yoona tersadar dari lamunannya, kedua tangan kekar sudah mendarat dipinggangnya, rupanya Oh Sehun sedang memeluknya dari belakang dan kali ini jantungnya harus memompa dua kali lebih keras dari sebelumnya karena Oh Sehun melanjutkan pelukannya itu dan kemudian mengecup leher Yoona yang ada didepannya itu, dibaliknya tubuh Yoona sehingga mereka saling berhadapan, dia dekatkan wajah Yoona dan mendorong tubuh Yoona kearah tembok rumah Yoona yang tidak terlalu jauh.

Tubuh Yoona masih didorongnya, hingga bibir mereka saling bertemu. Desahan nafas keduanya saling memburu karena pagutan itu semakin lama semakin panas, kepala Oh Sehun dimiringkannya ke kiri dan ke kanan dengan ganasnya mencoba memasuki mulut Yoona yang masih ditutup,”Bukalah.. cepaat..” perintahnya saat dilepasnya bibir mereka, kemudian Yoona membuka mulutnya, memberikan akses untuk lidah Sehun memasuki rongga mulutnya. “Ah….” desahannya menguar kala Sehun menjauhkan wajahnya dan ciumannya tuurn ke leher Yoona, membuat nafas mereka saling beradu menimbulkan suasana yang sangat romantis dan intim.

“Saranghaeyo,” seuntai kalimat sederhana namun memukau jika seorang Oh Sehun yang mengucapkannya, Yoona tahu sejak dia berciuman dengan Kris dia sangat yakin bahwa hatinya bukan untuk lelaki itu, melainkan untuk lelaki yang saat ini sedang sibuk memagut bibirnya lelaki yang selama ini dia abaikan karena perasaannya selalu dialihkan pada seorang Kris Wu.

“Nado saranghae,” jawaban Yoona ini tak pelak membuat Sehun terkejut sekaligus kegirangan karena ternyata cintanya tidaklah bertepuk sebelah tangan, ciumannya kembali mengganas merasa tertantang karena kalimat jawaban Yoona itu.

Setelah cukup lama saling berpagutan, keduanya melepaskan ciuman mereka yang sudah reda itu (?)

“Kenapa kau baru mengucapkan hal ini?” tanya Yoona memutar bola matanya perlahan, mencari kejelasan akan sikap diam seorang Oh Sehun selama ini, diam akan hubungan Yoona dan Kris padahal jelas-jelas Sehun juga mencintai Yoona.

“Aku hanya terlambat melangkah Im Yoona-ssi,” jawab Sehun yang kembali merangkul Yoona dan menariknya kedalam pelukannya.”Ouh begitu.. kau terlambat dan didahului seorang Kris,” sahut Yoona dengan tatapan-kenapa-tak-kau-lakukan-ini-lebih-cepat (maksudnya confessionnya)

“Maaf,”

“Aku tak ingin menghancurkan kebahagiaan seseorang sudah kuanggap hyung, tapi selama kau tak ada aku begitu kesepian sehingga aku memberanikan diri seperti ini,” lirih Sehun sambil mengecup bibir Yoona kembali,

“Tapi untungnya kita sudah kembali bersatu,” sahutnya lagi sambil menciumin wajah Yoona, kelopak matanya, dahinya bahkan hidungnya.

“Karena aku belum menyelesaikan urusanku dengan Kris oppa,” ujar Yoona tatapannya mengarah lurus seolah-olah ada Kris berdiri disana.

.

.

.

Yoona menggunakan ketidaksiapan Kris dalam mempublish hubungan mereka kepublik, dan membuat Kris terpuruk karena Kris benar-benar dibuat jatuh cinta melebihi awal mereka bertemu, dia sudah sangat jatuh cinta dengan seorang Im Yoona yang sangat pengertian terhadap pekerjaannya itu, seorang Im Yoona yang tidak marah saat fans mencoba menciumnya dan memeluknya, seorang Im Yoona yang tidak marah atau cemburu terhadap fans yang selalu berlebihan kepadanya dan seorang Im Yoona yang rela menunggunya setiap dia sibuk dengan pekerjaannya bahkan selalu membuat Yoona akhirnya tertidur saat menungguinya.

“Maaf, oppa..” lirih Yoona saat mereka terakhir kali bertemu di pinggir sungai Han, dan Sehun menunggui Yoona dari jarak jauh.

.

.

.

The End

p.s: hayooh siapa yang mau demo bilang kurang romantis? Gak ada kan? Udah full ini romantisnya, bener gak? Bagus gak? Alurnya gimana? Ditunggu koment, kritik dan sarannya, RCL please ^^

 

 

 

Advertisements

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s