First Love

First Love

First Love

By kissmedeer

Jiyeon and CHANYEOL

Romance-Fluff | All Rated

Ficlet

Seorang perempuan cantik dengan pipi tembamnya itu menatap sebuah keluarga yang sedang sibuk pindah rumah. Mereka mengeluarkan seluruh barang-barang yang ada di rumahnya ke dalam bagasi dari sebuah truk. Perempuan itu terus menatapi seorang anak laki-laki yang sangat manis. Anak laki-laki itu terus menganggu kakaknya yang membawa barang.

“Kakak! Aku mau membantumu!” Teriak anak laki-laki tersebut. Anak perempuan itu bisa mendengar suara anak lelaki itu—jendelanya terbuka lebar.

“Kau membantuku?” Tanya sang kakak dengan sabar dan dijawab oleh anggukan adiknya itu.

“Kalau begitu diam. Itu sudah sangat membantu.” Pinta kakaknya. Saat itu juga wajah adiknya lebih kusut dari baju yang belum disetrika.

“Lucunya..” Gumam anak perempuan itu sambil menumpukan dagunya di atas tangannya. Dia memerhatikan tetangganya yang akan beranjak pergi dari rumahnya tersebut.

“Seandainya aku tahu namanya..” Perempuan itu berandai. Tidak heran bukan jika seorang perempuan berumur Sembilan tahun mulai tertarik dengan laki-laki yang lucu itu?

Kini seluruh keluarganya sudah memasuki truk tersebut. Dia hanya diam memerhatikan truk tersebut yang mulai berjalan. Dia mengedarkan pandangannya ke rumah tersebut.

“Aku pasti akan merindukannya.” Gumam perempuan tersebut. Baru saja dia ingin menutup jendela rumahnya namun dia melihat sebuah kardus kecil berwarna biru laut di depan rumahnya—di sebelah tempat sampah.

“Apa itu tertinggal?” Tanyanya kepada diri dia sendiri. Dia langsung menuruni bangku yang dia duduki sedari tadi lalu membuka pintu rumahnya perlahan.

Dia perempuan berumur Sembilan tahun yang masih belum bebas kemana-mana bahkan ke teras rumahnya pun hamper tidak boleh.

Dia berjalan menuju kardus tersebut lalu membukanya sambil melirik ke rumahnya—mengecek apakah ibunya menyadari ketidak hadirannya di rumahnya.

Kardus itupun terbuka. Matanya berbinar, mulutnya menganga lebar dan berubah menjadi senyuman manis. Bagaimana tidak? Kardus tersebut terdapat foto-foto anak laki-laki tersebut.

Dia mengambil salah satunya lalu memasuki ke saku celananya. Dia langsung menutup kardus tersebut, dia yakin pasti truk itu akan kembali ketika mereka menyadari bahwa ada barang yang tertinggal.

“Jiyeon! Sedang apa kau?!” Sebuah teriakkan yang menggelegar memasuki pendengaran Jiyeon. Dia menggigit bibirnya keras. Pasti dia akan dipukul lagi hari ini. Bokongnya bisa tepos jika dipukul terus.

.

.

.

Laki-laki yang berbadan mungil itu loncat dari truk tersebut lalu berlari ke rumah yang pernah dia huni itu. Dia menegok ke kanan dan ke kiri. Mencari sebuah kardus kecil berwarna biru laut kepunyaannya. Tiba-tiba matanya menangkap benda tersebut.

Dengan cepat dia berlari ke tempatnya—di sebelah tempat sampah. Dia langsung membuka kardus tersebut mengecek apakah ada yang hilang dari sana. Dia mendecakkan lidahnya, foto dia yang tertampan telah lenyap.

Dia langsung berdiri dan berbalik berjalan memasuki truk tersebut lagi dan duduk di atas jok dengan sebal.

“Ada apa, Chanyeol-ah?” Tanya sang kakak.

Dia membuka kardus tersebut dengan kasar, “lihat, kak! Foto tertampanku yang diambil di pulau Jeju hilang!” Ocehnya lalu menutup kardus tersebut.

Sang kakak mengacak rambut adiknya—Chanyeol hingga berantakan lalu terkekeh pelan, “berarti ada yang menjadi penggemar rahasiamu.”

Mata Chanyeol berbinar, “jeongmal?

Ne.”

.

.

.

16 years later…

.

.

.

Kedua insan itu saling berciuman di altar gereja dan di depan banyak orang. Ciuman pertama mereka semenjak empat tahun yang lalu ketika mereka mulai menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Ciuman merekapun terlepas lalu terdengarlah tepukan tangan dari para tamu yang datang.

Im Jiyeon—sang mempelai wanita tersenyum melihat suami sahnya—Do Chanyeol sambil menggenggam tangannya dengan erat dan hangat.

“Aku mencintaimu, Chanyeol.” Ucap Jiyeon.

“Aku lebih mencintaimu, Jiyeon.” Balas Chanyeol lalu memeluknya erat. Hari ini, tanggal Sembilan maret dua-ribu-empat-belas mereka sah menjadi seorang pasangan di depan para tamu, pasangan sah atas negaranya, pasangan sah di mata Tuhan mereka.

.

.

.

Pasangan baru tersebut memasuki kamar hotel yang sudah mereka pesan—mereka sudah tiba di Paris sore tadi. Ya, sehari setelah pernikahan mereka, mereka langsung berangkat ke Paris untuk bulan madu.

Bulan madu mereka berbeda dengan yang lain. Mereka belum ingin memenuhi nafsu mereka satu sama lain. Bulan madu tentu harus terjadi hal-hal yang manis, bukan? Jadi, mereka akan membuat kenangan manis di Paris ini.

Jiyeon mengeluarkan isi tasnya di atas kasur. Dia meletakkan ponselnya ke atas meja dan alat make-up-nya ke dalam laci yang berada di sebelah kasur mereka.

Tiba-tiba sebuah pelukan menghangati punggung Jiyeon yang agak dingin tersebut. Siapa lagi kalau bukan suaminya, Chanyeol.

“Hei, kenapa ini?” Tanya Jiyeon sembari memasuki barangnya ke dalam tasnya. Ketika Jiyeon ingin memasuki dompetnya ke dalam tas, Chanyeol meraihnya dengan cepat lalu membukanya.

Chanyeol terkejut ketika Jiyeon merebutnya dengan cepat, “hei, kenapa diambil lagi?” Protes Chanyeol.

“Sesukaku, bukankah ini milikku?” Sebuah jitakkan mendarat di kepala belakang Jiyeon.

“Di dalam keluarga itu harus terbuka.” Chanyeol langsung mengambil alih dompet itu lagi dan membukanya. Dia tersenyum ketika melihat foto dia dengan Jiyeon yang disimpan di dompet tersebut.

“Kapan kita mengambil foto ini?” Tanya Chanyeol.

“Pikir saja sendiri.” Jawab Jiyeon asal. Chanyeol langsung berdengus pelan lalu mengeluarkan foto tersebut. Namun, yang muncul bukanlah foto dirinya dengan Jiyeon. Sebuah foto anak kecil yang berada di pualu Jeju. Foto tersebut mulai Nampak usang.

“Jiyeon-ya, ini siapa?” Tanya Chanyeol sambil menunjukkan foto tersebut.

Jiyeon menoleh, “dia? Cinta pertamaku.” Jawab Jiyeon dengan santai.

“Cinta pertama ketika kecil seperti ini? Bukankah itu cinta monyet?” Tanya Chanyeol menjebak Jiyeon.

Jiyeon langsung mendecak kesal, “kenapa bertanya seperti itu, hm?” Tanya Jiyeon.

Chanyeol tersenyum lebar merespon pertanyaan Jiyeon, “Kau tahu? Aku kehilangan foto ini ketika aku berumur Sembilan tahun.”

.

.

.

.

.

THE END

3 thoughts on “First Love

  1. Cinta pertama dan terakhir ><
    Suka suka sukaaa😀
    Jadi pengen cerita life married couple ini versi chaptered kkkk😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s