[FF Freelance] Finding Happiness (Chapter 2)

POSTER [FF FREELANCE] FINDING HAPPINESS

Title                 : Finding Happiness (chapter 2)

Author            : @leenami0203

Rating              : PG-13

Length             : Chaptered

Genre               : Angst, Hurt, Family

Main Cast       : Lee Nami (OC), Cho Kyuhyun (super junior), Shin Yong Ra (OC)

Support Cast : Cho Ahra, Lee Hyukjae, Cho Hana, dll

Previous         : Chapter 1,

Disclaimer      : Author gak mau banyak cuap-cuap deh, selamat menikmati aja. Don’t be silent reader !

Happy Reading !!

 

“Tutuplah mulutmu, dasar kampungan,” sebuah suara berat dari arah belakang mengagetkanku.

Aku membalikkan badan, dan…Omo, apakah itu Cho Kyuhyun? Badan tinggi tegap, kulit seputih susu, hidung mancung, mata sayu, serta muka yang sangat tampan dengan rambut cokelat yang menghiasi kepalanya.

“Kyunnie! Sopanlah sedikit pada calon istri mu!” Kyuhyun hanya mendengus sambil melipat tangannya didepan dada.

“Cih… Jadi kau Lee Nami si yeoja menyebalkan, cengen dan manja itu? Tak kusangka kau sudah sebesar ini,” Cho Kyuhyun kembali berkata sambil memandang ku dari atas sampai bawah lalu kembali ke atas lagi dengan seringai di bibirnya.

“Bagaimana Kyunnie? Dia cantik bukan?” Eomma Kyuhyun kembali berkata, dan sukses membuat mukaku memerah.

Kyuhyun hanya menaikkan bahunya, ”Eomma benar, dia cantik tapi aku tak bisa berjanji untuk mencintai seorang yeoja menyebalkan sepetinya. Percepatlah pernikahannya dan aku ingin segala sesuatunya sempurna.”

Eomma Kyuhyun hanya tersenyum dan mengangguk. Lain halnya dengan ku, aku merasa sangat takut apalagi ketika Kyuhyun mengatakan bahwa dia tak bisa berjanji untuk mencintai seorang yeoja menyebalkan. Sungguh hatiku sangat sakit mengetahui hal ini.

***

Author POV

Hari yang telah ditunggu-tunggu oleh Lee Nami pun tiba, yaitu hari pernikahannya. Dia merasa sangat bahagia sekaligus takut. Bahagia karena bisa menikahi namja yang dicintainya dan takut jika suatu saat Kyuhyun tidak berlaku baik padanya.

Dengan mengenakan gaun putih panjang, Lee Nami berjalan mengapit lengan Tuan Cho menuju altar untuk mengucapkan janji sucinya di depan Tuhan.

Sedangkan Cho Kyuhyun, dia sama sekali tidak mau menoleh ke mempelai wanita. Pandngannya hanya tertuju pada gadis yang duduk di kursi tamu menyaksikan upacara sakral itu, sedangkan gadis yang dipandangnya hanya menunduk menyembunyikan wajahnya dengan perasaan yang dia sendiri tidak tahu namanya.

Ketika sampai di depan altar, Tuan Cho menyerahkan tangan Lee Nami kepada Cho Kyuhyun sambil tersenyum. Sedangkan Kyuhyun hanyak menampakkan senyum kecutnya tanpa memperdulikan Nami. Lalu mereka melanjutkan dengan mengucapkan janji sehidup semati dilanjutkan dengan memasangkan cincin. Dan…

“Cium, cium, cium ……,” sorak para tamu undangan memenuhi gereja tempat dilangsungkannya pernikahan.

Tiba saatnya Kyuhyun harus mencium Nami, semua tamu bersorak gembira. Tetapi ada satu orang yang melihatnya dengan tatapan tidak suka, yaitu Yong Ra. Dia berlari keluar gereja dengan air mata yang meleleh di pipinya, dia tidak kuat menahan rasa sakit hati yang tiba-tiba datang dalam dirinya.

Cho Kyuhyun yang melihat kejadian tersebut lekas mencium Nami hanya di kening dan berlari kelur gereja untuk mengejar Yong Ra tanpa memperdulikan semua tamu undangan yang menatap bingung ke arahnya.

”Ada apa dengannya?” tanya salah satu rekan bisnis Appa Kyuhyun.

“Ah…mungkin dia sedang sakit perut dan ingin cepat-cepat ke kamar mandi,” jawab Appa Kyuhyun dengan senyuman hambar.

***

Cho Kyuhyun POV

“Cium, cium, cium ……” aissh haruskah aku menciumnya yeoja menyebalkan ini. Pandanganku teralihkan pada Yong Ra yang sedari tadi hanya menundukkan kepala.

Ada apa dengannya? Apa yang dia rasakan? Kenapa dia terlihat sedih? Aku terus bertanya-tanya dalam hati, tapi tiba-tiba dia berlari keluar gereja.

Dengan cepat aku mencium kening Nami dan langsung mengejar Yong Ra.

“Ra-ya, jebal kajima,” teriakku kepadanya tetapi dia tetap berlari tanpa menghentikan langkahnya.

Dengan sekali sentakan, aku berhasil meraih tangan Yong Ra sehingga membuat langkahnya terhenti.

“Ada apa denganmu? Kau menangis?”, tanyaku dengan suara lembut.

“Jangan perdulikan aku Oppa, kau harus kembali kesana,” Yong Ra segera menghentakkan tangannya dan berbalik akan pergi, tapi dengan cepat ku tarik kembali, “Aku akan kembali asalkan kau menjawab pertanyaanku dengan jujur, kenapa kau menangis?”

Yong Ra hanya diam, tak ada sepatah kata pun keluar dari bibirnya hingga membuat kesabaranku habis, “Jawab aku Yong Ra,” aku sedikit menaikkan nada suaraku Yong Ra semakin menangis keras karena bentakan ku, “Aku merasa sakit hati melihatmu menikah dengan yeoja itu, Oppa. Kurasa aku…aku baru menyadari perasaanku bahwa aku…aku juga mencintaimu hiks hiks.”

Aku tercengeang mendengarkan pernyataan Yong Ra barusan.

“Lalu kenpa kau baru mengatakannya sekarang Ra-ya? Mianhae, sekarang semuanya sudah terlambat, aku sudah menikah.” seberanya apa yang dipikirkan yeoja ini, kenapa dia seolah sedang mempermainkan perasaanku.

“Ani Oppa, kau belum terlambat. Kau hanya perlu menceraikan yeoja itu, aku akan menunggumu dan semuanya kembali seperti semula.”

Apa katanya, menceraikan? Semudah itu dia mengatakan kata cerai. Tapi mungkin aku bisa mempertimbangkan ide briliannya.

“Baiklah, akan ku pertimbangkan. Bagaimana dengan Sungmin Hyung?”

“Gomawo Oppa. Aku sudah putus dengannya.” Gumam Yong Ra sambil memelukku, aku ikut melingkarkan tanganku ketubuhnya.

***

Author POV

Malam harinya, karena merasa lelah setelah acara pernikahan  Nami lebih memilih langsung pergi ke kamar dan tidur daripada bercengkrama dengan keluarga barunya di ruang tengah, begitu pula Kyuhyun.

“Eomonim, Abeonim, Eonni, Hyukjae Oppa aku ke kamar duluan.” ucap Nami sambil membungkukkan badan.

“Aku juga,” sahut Kyuhyun.

Tetapi kakak perempuan Kyuhyun –Cho Ahra– yang jahil itu mengartikan lain, “Aigooo… Kau sudah tidak sabar dengan malam pertamamu ya Kyu. Hahahaha, ingat Kyu kau harus melakukannya dengan pelan-pelan. Arra?”

“Aish, kau ini memang sangat menyebalkan Nuna..” ucap Kyuhyun malas.

Lalu suami Ahra –Hyukjae atau biasa dipanggil Eunhyuk– ikut-ikut menggoda adiknya itu , “Nami-ah, kau harus hati-hati karena Kyu bisa menjadi buas dengan tiba-tiba, hahahaha…” sambil tertawa terbahak-bahak Eunhyuk toss dengan Ahra karena berhasil menggoda adiknya.

Wajah Nami memucat karena kata-kata Eunhyuk. Kyuhyun yang melihat hal tersebut lantas menenagkan Nami, “Jangan dengarkan monyet itu, aku tidak akan melakukan apapun padamu.” Nami kembali tenang setelahnya.

Ketika sampai kamar Nami merebahkan dirinya diatas kasur, Kyuhyun yang melihatnya langsung berteriak, “Yak…apa yang kau lalukan di kasurku? Pergi! Kau tidur di sofa saja atau di lantai, kasur ini milikku!”

Nami yang merasa sebal mencoba menahan emosinya, tanpa berkata-kata Nami langsung mengambil bantal dan selimut lalu pergi kearah sofa dan tidur.

Kyuhyun hanya terbengong melihat kelakuan Nami, ”Ada apa dengannya? Kenapa dia jadi pendiam dan penurut, padahal dulu sangat manja dan cerewet. Apa dia sudah gila?, aiiisssh kenapa aku jadi repot memikirkannya, lebih baik aku menghubungi Yong Ra ku,” gumam kyuhyun sambil senyum-senyum.

To : my angel

Chagi, apakah kau sudah tidur?

Tidak sampai 5 menit Yong Ra membalasnya.

From : my angel

Kenapa kau memanggilku ‘chagi’ oppa?

Aku belum tidur, wae? Merindukanku?

Bagaimana malam pertamamu bersama istri tercinta?😀

To : my angel

Jadi aku tidak boleh memanggilmu ‘chagi’ ?

Aku sangat-sangat merindukanmu Ra-ya. Malam pertamaku? Tidak ada apapun yang terjadi, aku menyuruh Nami tidur di sofa malam ini.

From : my angel

Aku tidak bilang tidak boleh, kau boleh memanggilku apapun yang kau mau oppa.

Mwo? Tidur di sofa? Kau benar-benar suami yang buruk oppa hahaha

Aku sudah mengantuk oppa. Jaljja, nice dream

Saranghae oppa

Kyuhyun tertawa melihat isi pesan dari Yong Ra.

To : my angel

Jaljja chagiya, nice dream too. Saranghae

Kyuhyun mencium sekilas HP nya lalu meletakkan di meja samping tempat tidur dan masuk ke alam mimpi.

***

Pagi harinya Nami mencoba menjalani rutinitas menjadi seorang istri, membuatkan sarapan, bersih-bersih rumah, menyiapkan baju untuk Kyuhyun kuliah, dan lainnya. Eomma Kyuhyun yang melihat hal tersebut merasa senang, sedangkan Kyuhyun merasa risih diperlakukan seperti itu.

Beberapa saat kemudian ada suara dari arah pintu, ketika mereka semua sedang berkumpul di ruang makan untuk sarapan.

“Permisi, Kyuhyun Oppa,”

Ya, itu adalah suara Yong Ra yang ingin mengajak Kyuhyun berangkat kuliah bersama seperti biasanya, karena dia dan Kyuhyun berada dalam satu kampus tetapi beda jurusan.

Eomma Kyuhyun yang sudah hafal dengan rutinitas Yong Ra, berdiri terlebih dahulu untuk menemuinya, “Oh Ra-ya, Kyuhyun sedang sarapan jadi tunggu sebentar,” Yong Ra menjawabnya dengan anggukan.

Tak perlu menunggu lama Kyuhyun sudah siap untuk  berangkat, “Kajja Ra-ya.”

Sebelum berangkat Eomma Kyuhyun memanggil Nami untuk berkenalan dengan Yong Ra, ”Ra-ya ini Cho Nami istri Kyuhyun, dan Nami ini Shin Yong Ra sahabat Kyuhyun. Mungkin kau bisa berteman dengannya karena kalian seumuran dan tetanggaan. Mereka kuliah di tempat yang sama, hanya saja berbeda jurusan. Kyuhyun di jurusan teknik arsitek dan sekarang adalah tahun akhirnya studi S2 sedangkan Yong Ra di jurusan bisnis baru masuk tahun pertama S1.” Nami menjabat tangan Yong Ra.

“Annyeong Nami-ssi, senang bertemu denganmu. Kuharap kita bisa menjadi teman baik.” sapa Yong Ra sambil tersenyum, tetapi dari bola matanya memancarkan kebencian.

“Ne, aku harap begitu,” jawab Nami singkat sambil menjabat tangan Yong Ra dan mencoba tersenyum, walaupun dia menyadari tatapan mematikan Yong Ra.

“Sudah cukup berkenalannya, kajja Ra-ya nanti kita bisa terlambat,” ajak Kyuhyun untuk menyudahi percakapan mereka.

“Ne Oppa,” jawab Yong Ra singkat sambil menggandeng lengan Kyuhyun.

Nami hanya bisa melihat kedekatan mereka dengan perasaan tak menentu.

“Nami,” panggil Eomma Kyuhyun menyadarkan lamunannya.

“Ye?”

“Ku harap kau tidak cemburu pada mereka, mereka memang sudah sangat dekat dari dulu tapi percayalah mereka hanya bersahabat.” ucap Eomonim menenangkan Nami, mulai saat ini Nami memanggil Eomma dan Appa Kyuhyun dengan sebutan Eomonim dan Abeonim.

“Ne Eomonim,”

“Ngomong-ngomong kau tidak ingin melanjutkan kuliah? Kalau kau mau aku bisa mendaftarkanmu satu universitas dengan Kyuhyun agar kalian bisa bersama, bagaimana?”

“Ah tidak perlu, aku dirumah saja menemani Eomonim dan membantu mebersihkan rumah lagipula aku tidak terlalu pandai dalam pelajaran,” bohong Nami. Sebenarnya jauh di lubuk hatinya dia sangan menginginkan untuk melanjutkan kuliah pada jurusan seni, bahkan dia sudah merencanakannya dari dulu,tetapi dia merasa tidak enak pada Eomma Kyuhyun karena biaya kuliah pasti mahal.

“Yasudah jika kau ingin seperti itu. Aku tidak akan memaksakan.” tutur Eomma Kyuhyun.

***

Lee Nami POV

Malam harinya Kyuhyun pulang kerumah pukul 1 dalam keadaan mabuk, diantarkan oleh Yong Ra hingga depan rumah, aku melihatnya dari balkon atas karena aku belum tidur. Eomma Kyuhyun yang mengetahui hal tersebut langsung membentaknya, “YAKK, CHO KYUHYUN DARI MANA SAJA KAU, HAH? KENAPA BARU PULANG?”

Kyuhyun yang setengah sadar membalas perkataan Eommanya, “Dari bersenang-senang Eomma, hahahaha”

“INI SUDAH JAM 1 MALAM, APAKAH KAU SADAR KAU SUDAH MENIKAH DAN DIRUMAH ADA ISTRIMU YANG MENUNGGUMU!” Eomma Kyuhyun tidak menurunkan nada suaranya, baru kali ini aku melihat Eomma Kyuhyun yang terlihat sangat lembut berubah menjadi sangat mengerikan.

“Aiiiissshh Eomma berhentilah membicarakan yeoja bodoh itu, aku sangat lelah dan ingin istirahat.” tanpa memperdulikan Eommanya yang masih berbicara, Kyuhyun berjalan sempoyongan menuju kamar. Aku yang melihatnya dari tangga bergegas masuk ke kamar dan pura-pura tidur. Aku mendengar derap langkah Kyuhyun semakin mendekat ke arahku.

“Menunggu apanya? Bahkan yeoja gila ini tertidur sangat pulas. Huh menyebalkan,” aku yang belum benar-benar tertidur mendengar jelas perkataannya dan hanya bisa diam tanpa melakukan apapun.

***

Tak ku sangka pernikahan ini sudah berjalan selama 1 bulan lebih, hubunganku dengan Kyuhyun tidak pernah membaik bahkan tambah buruk setiap harinya.

Dia selalu pulang terlambat, pergi ke club bersama Yong Ra. Bahkan Kyuhyun selalu melontarkan kata-kata pedas dari bibirnya, aku tak bisa berbuat apa-apa karena aku takut apabila melawannya maka dia akan menceraikanku.

Aku hanya selalu mengingat kata-kata terakhir Eomma sebelum pergi ‘berjanjilah untuk menjadi anak yang mandiri dan tegar, hilangkan sifat manja dan cengeng mu nak. Hiduplah dengan bahagia’ , hanya kata-kata itu yang bisa memberikanku kekuatan, agar Eomma dan Appa bisa bangga pada ku.

***

Shin Yong Ra POV

Pernikahan Kyuhyun Oppa dan yeoja gila itu sudah berjalan 1 bulan lebih, sedangkan Kyuhyun Oppa tidak bergegas menceraikannya. Sejujurnya aku sudah bosan menunggu.

“Oppa,” panggilku dengan suara manja.

“Hmmm?” jawab Kyuhyun Oppa tanpa mengalihkan pandangannya dari layar PSP.

“Kapan Oppa menceraikan Nami?, aku sudah lelah menunggunya,”

“Tunggulah… Aku akan menceraikan secepatnya chagi,”

Huh, jawaban yang sama setiap harinya. Tapi kenyataannya Oppa tidak cepat-cepat menceraikan yeoja gila itu.

“Secepatnya itu kapan? Atau jangan-jangan kau mulai mencintainya Oppa?” aku kembali mendesaknya sambil menggoyang-goyangkan badannya dan mengambil alih PSP dari tangannya.

“Aish, tentu saja tidak. Kau tahu Eomma ku sangat menyukainya dan dia juga tidak pernah melakukan kesalahan jadi itu membuatku sedikit sulit untuk menceraikannya. Bersabarlah sedikit,” lagi-lagi Oppa beralasan.

“Ah Oppa,kau lamban dan tidak cerdik. Kenapa kau tidak menjebaknya saja dan membuat Eomma mu membencinya? Bukankan dengan begitu kau bisa menceraikannya dengan cepat?”

“Aku tidak mau menjadi anak durhaka Ra-ya,” jawabnya. Cih, aku mendengus sebal.

“Arra Oppa, kau memang namja yang baik. Tapi Oppa, kulihat Nami orangnya pendiam, cuek, aneh dan misterius, memangnya kau betah menghadapi yeoja sepetri itu?”

“Mau tidak mau ya harus betah chagi. Aku kan tinggal serumah dengannya bahkan setiap hari bertatap muka dengannya,” hatiku sedikit sebal dengan kalimat terakhir yang dilontarkannya.

“Kau tidak takut jika dia melakukan hal yang buruk padamu Oppa?”

“Dia tak mungkin berani melakukannya chagiah, menatap muka ku saja tidak berani. Asal kau tahu, aku jarang sekali bicara dengannya, bahkan tidak pernah.”

“Tapi kau harus tetap berhati-hati Oppa, temanku ada yang mempunyai sikap seperti itu dan dia membunuh pacarnya dengan tiba-tiba,” ceritaku yang tentu saja hanya bohongan belaka.

“Hahahahahahahahaha,” seketika tawa Kyuhyun Oppa meledak, “Chagi, kau terlalu banyak menonton drama”

“Yasudah terserah kau saja Oppa kalau tidak percaya padaku,” aku merajuk sambil mengerucutkan bibirku.

“Aish neommu kyeopta, aku percaya padamu chagi,” ucap Kyuhyun Oppa sambil mengecup pipi kananku. Aku memang sudah sering melakukan banyak kontak fisik dengan Kyuhyun Oppa, tapi tentu saja tidak berlebihan.

Tiba-tiba terlintas sebuah ide brilian dalam otakku. Jika Kyuhyun Oppa tidak bisa menceraikan yeoja gila itu, maka aku yang akan membantunya.

***

Author POV

Pagi hari yang cerah, seperti biasanya Nami membantu Eomma Kyuhyun menyiapkan sarapan.

“Hyunnie, Nami, hari ini Appa dan Eomma akan pergi ke Pulau Jeju selama seminggu untuk menyelesaikan proyek disana. Kalian dirumah sendiri tidak apa-apa kan?” Appa Kyuhyun membuka perckapan.

“Yak Appa, kami sudah besar tentu saja tidak apa-apa,” sahut Kyuhyun.

“Mungkin aku akan menyuru Ahra dan Eunhyuk untuk tinggal disini sementara waktu untuk mengawasi kalian,”

“Mwo? Kenapa harus diawasi Appa? Memangnya kami seorang tahanan yang setiap waktu harus diawasi? Aku tidak mau!” tentu saja Kyuhyun tidak terima dengan perkataan Appanya dan menolak untuk diawasi. Bukankah ini waktu yang bagus untuk menyiksa istrinya itu.

“Cho Kyuhyun, jika tidak ada yang mengawasimu bisa-bisa kau menyiksa istrimu…” teriak Eomonim dari arah dapur sambil membawa teko minuman seolah bisa membaca pikiran anak laki-lakinya tersebut.

“Hah baiklah, terserah kalian saja..” akhirnya Kyuhyun mengalah.

Nami yang sedari tadi hanya diam saja dan tidak merespon perdebatan tersebut tiba-tiba berdiri dan berlari ke kamar mandi. Dia memuntahkan semua isi di dalam perutnya. Kyuhyun hanya melirik singkat.

“Nami-ah, gwaenchana? Wajahmu pucat sekali, apa kau sakit?”, tanya Eomonim ketika Nami kembali ke meja makan.

“Gwaenchna Eomonim,” Nami tersenyum sambil duduk ditempatnya kembali.

“Jangan-jangan kau hamil?” tebak Eomonim yang langsung membuat Kyuhyun tersedak roti bakar yang baru dimakan setengahnya. Nami buru-buru mengambilkan air untuk Kyuhyun.

“Anio.. Aku hanya masuk angin saja,” sanggah Nami.

Eomma Kyuhyun yang masih belum terima terus mendesaknya, “Kau harus mengeceknya dulu Nami, aku yakin kau hamil,”

Kyuhyun yang merasa sebal dengan pernyataan Eommanya lantas ikut-ikut membela Nami, “Sudahlah Eomma, dia kan sudah bilang hanya masuk angin, lagi pula aku tidak pernah menyentuhnya sama sekali…” aku Kyuhyun.

“Mwo? Jadi kau tidak pernah membuatnya? Aigoo Hyunnie, Appa dan Eomma sudah mulai tua dan ingin segera menimang cucu,” sahut Appa Kyuhyun frustasi karena anaknya yang aneh itu semakin aneh.

Kyuhyun melirik Nami, dan memberi kode untuk meminta bantuan menjawab kata-kata Appanya.

“Abeonim, sebenarnya aku yang belum siap. Maafkan aku…” ucap Nami sambil tertunduk.

“Sudahlah Nami,tidak apa-apa jika kau belum siap. Lagipula kami masih bisa mendapatkan cucu dari Ahra Eonni.” balas Eomma Kyuhyun sambil mengelus pungung Nami.

***

Sebelum berangkat, Eomonim berpesan pada Kyuhyun untuk tidak kluyuran dan menjaga Nami karena sedang sakit, lagipula ini adalah hari sabtu jadi kuliahnya libur. Sedangkan Kyuhyun hanya mengangguk malas.

“Hari ini kau istirahat saja di kamar Nami-ah, tidak perlu membersihkan rumah atau melakukan pekerjaan yang berat. Aku sudah berpesan pada Ahra untuk menggantikanmu bersih-bersih, jadi kau tidak perlu khawatir. Kalau begitu Eomma dan Appa berangkat dulu. Daaa…” Eomonim mengecup dahi Nami dan Kyuhyun.

“Cih, Eomma aku bukan anak kecil lagi kenapa harus menciumku segala?” Eomma Kyuhyun hanya terkekeh.

“Hati-hati dijalan Eomonim, Abeonim”, ucap Nami sebelum mobil mereka bergerak menjauh.

Kini dirumah hanya tersisa Kyuhyun dan Nami. Nami memutuskan untuk beristirahat di kamar karena kepalanya pusing, sedangkan Kyuhyun memilih bermain PSP diruang tengah sambil menunggu kakaknya datang.

“Aiiiss, membosankan sekali..” gerutu Kyuhyun, “Ah iya… Kenapa aku tidak menyuruh Yong Ra datang kesini saja,” Kyuhyun buru-buru mengambil HP dan meletakkan PSPnya

To : my angel

chagi, kau dirumah? Aku sangat bosan disini, bisakah kau datang kerumahku?

Tidak sampai 20 detik HP Kyuhyun bergetar.

from : my angel

maaf oppa,aku sedang menemani eommaku pergi. Mungkin nanti malam aku baru bisa kerumahmu. Eotte?

Kyuhyun sedikit kecewa membaca balasan Yong Ra

to : my angel

oke chagi, gwaenchana.

saranghae :*

Kyuhyun kembali memainkan PSPnya. Nami yang merasa bosan di kamar akhirnya turun ke bawah untuk menonton TV sekaligus melihat apa yang dilakukan Kyuhyun.

“Selalu saja PSP, apa dia tidak pernah bosan?” awalnya Nami merasa ragu ingin menonton TV atau tidak karena Kyuhyun bermain PSP di ruang tengah. Dengan sedikit kekuatannya dia memberanikan diri untuk ikut duduk di seberang Kyuhyun, lalu menghidupkan TV. Kyuhyun hanya meliriknya sebentar, lalu melanjutkan bermain PSPnya. Hampir 1 jam mereka tidak berbicara sepatah kata pun, sebenarnya Kyuhyun ingin menanyakan sesuatu tapi dia merasa gengsi untuk mengajaknya berbicara duluan. Setelah menimbang-nimbang cukup lama sekitar 20 menit akhirnya Kyuhyun meletakkan PSPnya dan beralih menatap Nami.

“Heh yeoja babo… Aku ingin bertanya sesuatu padamu,”

TBC

Yuhuuu part  2 selesai. Terima kasih buat para readers yang masih setia dengan FF saya. Peluk  cium untuk kalian selalu, muach #readerskabur. Hehe #garingabis

4 thoughts on “[FF Freelance] Finding Happiness (Chapter 2)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s